Posts made by Richia Deha Azizah 2213053024

Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Menurut saya hard skills dan soft skills adalah dua jenis keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Perbedaan mengenai kedua kriteria tersebut yaitu:

Kriteria nilai hard skill:
- Kemampuan yang spesifik dan terukur
- Dapat dipelajari melalui edukasi atau pelatihan spesifik
- Dapat dinilai oleh perekrut dengan aplikasi dan instrumen tertentu
- Dapat dibuktikan dengan nilai, ijazah, dan sertifikat

Contoh hard skill:
Bahasa pemrograman, Design, Keamanan jaringan, Kemampuan berbahasa asing (bilingual/multilingual), SEO/SEM marketing, Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint), Copywriting, Content Writing.

Kriteria nilai soft skill:
- Kemampuan yang bersifat subjektif dan sulit diukur
- Terkait dengan kepribadian dan perilaku seseorang
- Dapat dipelajari melalui interaksi dengan orang lain dan mengamati lingkungan sekitar
- Tidak dapat dibuktikan dengan dokumen pendukung

Contoh soft skill:
Berpikir kritis, Sabar, Komunikasi baik, Etika kerja, Kepemimpinan, Pengambilan keputusan, Empati, Kemampuan interpersonal.

Kedua jenis keterampilan ini saling melengkapi dalam dunia kerja. Hard skill membantu seseorang menyelesaikan pekerjaan, sedangkan soft skill membantu seseorang bertahan dan berkembang dalam pekerjaan.
Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 2

Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja

Artikel tersebut mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat berdampak negatif terhadap pendidikan moral generasi muda. Ini termasuk:
1. Pengaruh media massa yang kerap mengedepankan nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran agama dan moral.
2. Kurangnya pendidikan agama yang dapat menyebabkan generasi muda rentan terhadap pengaruh negatif.
3. Pengaruh teman sebaya yang dapat menyebabkan remaja melakukan perilaku asusila.
4. Hubungan keluarga yang buruk, yang dapat menimbulkan kecemasan dan rasa tidak aman pada anak serta menyebabkan mereka berperilaku negatif.
5. Ketersediaan obat-obatan dan alat kontrasepsi yang dapat menyebabkan generasi muda melakukan perilaku berisiko.
6. Maraknya media, seni, dan hiburan yang tidak berpegang pada prinsip moral.

Artikel tersebut berpendapat bahwa penting bagi orang tua, pendidik, dan pemimpin agama untuk bekerja sama dalam memberikan landasan moral yang kuat kepada generasi muda. Hal ini dapat dicapai melalui pendidikan agama, teladan positif, dan lingkungan keluarga yang mendukung. Artikel tersebut juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai moral pada generasi muda sejak usia dini, karena hal ini dapat membantu mencegah berkembangnya perilaku dan sikap negatif di kemudian hari.
Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 1

PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan moral di sekolah dalam membangun generasi berkualitas bagi negara. Meskipun peran utama dalam mendidik moral anak-anak ada pada orang tua, guru juga memiliki peran yang signifikan dalam membentuk nilai-nilai moral siswa. Artikel ini menekankan perlunya pendidikan moral yang komprehensif di sekolah, yang meliputi pendidik, materi, metode, dan evaluasi. Artikel ini juga menyoroti peran guru sebagai pendidik moral dan pentingnya nilai-nilai moral mereka sendiri. Selain itu, artikel ini membahas berbagai aspek pendidikan moral, termasuk moralitas diri, moralitas terhadap orang lain dan lingkungan, dan moralitas terhadap Tuhan. Artikel ini menyimpulkan dengan membahas berbagai metode pendidikan moral dan tantangan yang dihadapi di era kemajuan teknologi saat ini.

Dalam jurnal ini juga disebutkan bahwa anak-anak hidup di zaman modern memiliki cara berpikir dan perilaku yang berbeda dengan anak-anak di masa lalu. Oleh karena itu, metode indoktrinasi dianggap usang dan tidak sesuai dengan semangat modern. Metode yang lebih sesuai adalah inkulkasi atau penanaman nilai. Metode ini dapat dilakukan melalui pembelajaran moral di sekolah dan keluarga dengan berbagai cara, seperti membaca buku-buku sastra dan non-fiksi, bercerita, dan menggunakan metode klarifikasi nilai. Evaluasi pendidikan moral juga penting untuk mengetahui pencapaian tujuan, meliputi evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku.

Dalam konteks pendidikan moral di sekolah, jurnal ini menyebutkan bahwa guru dan komponen warga sekolah memiliki peran penting dalam melaksanakan pendidikan moral yang komprehensif. Evaluasi pendidikan moral dapat dilakukan dengan mengukur afek atau perasaan seseorang secara tidak langsung, menggunakan skala Likert. Namun, perilaku moral sulit dievaluasi dan memerlukan observasi dalam jangka waktu yang lama.
Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Analisis Video 1

Pentingnya Pendidikan Moral Untuk Anak Sekolah Dasar

Pendidikan moral merupakan sebuah proses yang dilakukan guna membentuk atau menanamkan nilai baik kepada seseorang untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral ini penting dilakukan atau diberikan kepada anak sekolah dasar karena dengan pendidikan moral tersebut, anak - anak akan dapat berperilaku sesuai dengan aturan yang berlaku.

Terdapat beberapa penyebab dari penurunan moral pada anak yaitu sebagai berikut.
- Perundungan di sekolah
- Kekerasan fisik dalam keluarga

Peranan orang tua dan guru sangat penting dalam pembentukan nilai moral anak.
- Orang tua menjadi model dalam perkembangan moral anak karena anak meniru tingkah laku dari orang tuanya, menjadi figur pertama yang dapat dijadikan teladan atau contoh bagi anak dalam membentuk moral.
- Guru berperan dalam upaya memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak dan membekali peserta didik dengan nilai nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat dan keluarga. Dengan cara menjadi figur yang baik dan memberikan contoh yang baik kepada peserta didiknya.

Penyelesaian terhadap moral anak, dalam hal ini diperlukan motivator untuk memberikan pengajaran baik kepada anak supaya anak tidak menyimpang dari aturan. Peran guru yang diberikan dengan cara memberikan nasihat setiap hari agar peserta didik mengingat dan tidak terjadi persimpangan.
Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 2
Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

Berdasarkan jurnal yang telah saya baca, membahas tentang pentingnya pendidikan moral pada anak usia dini dan metode penanaman nilai moral pada anak usia dini. Hal ini menekankan bahwa pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk individu yang berkarakter tinggi dan berakhlak mulia. Jurnal tersebut menyoroti perlunya pendidikan moral dalam mengatasi permasalahan moral dan etika yang ada di masyarakat saat ini.

Jurnal tersebut menjelaskan bahwa pendidikan formal merupakan salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak usia dini. Disarankan untuk menggunakan berbagai bahan ajar, seperti buku-buku tentang pengembangan moral dan nilai-nilai agama, untuk mengajarkan pendidikan moral. Jurnal ini juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyediakan mainan serta materi yang menarik dan bervariasi untuk anak-anak.

Jurnal tersebut membahas pentingnya bermain dalam mengajarkan nilai-nilai moral kepada anak kecil. Hal ini menunjukkan bahwa melalui bermain, anak dapat belajar bersosialisasi dan bekerja sama dengan orang lain. Bermain juga memungkinkan anak mengekspresikan imajinasinya secara bebas. Jurnal tersebut menekankan peran guru dalam mendukung dan membimbing anak selama aktivitas bermain.

Jurnal tersebut menjelaskan bahwa nilai moral tidak lepas dari nilai lainnya dan dipengaruhi oleh norma budaya dan adat istiadat. Ini mengkategorikan nilai-nilai moral menjadi nilai-nilai objektif dan relatif. Nilai obyektif meliputi kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, sedangkan nilai relatif meliputi kesantunan dan rasa hormat. Jurnal tersebut juga menyebutkan pentingnya memahami keterbatasan dan batasan nilai-nilai moral.

Secara keseluruhan, jurnal-jurnal ini menyoroti pentingnya pendidikan moral pada anak usia dini dan memberikan wawasan tentang berbagai metode dan pendekatan untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak. Mereka menekankan peran pendidikan, permainan, dan lingkungan belajar yang kondusif dalam membentuk perkembangan moral anak.