Posts made by Presti Saraswati 2213053038

Nama : Presti Saraswati
NPM : 2213053038

“Potret Pendidikan di Dusun Terpencil”
Pentingnya infrastruktur untuk pendidikan di daerah-daerah terpencil, karena untuk menumbuhkan semangat belajar siswa. Seperti halnya di SDN Glak, kabupaten Sikka yang melakukan kegiatan belajar mengajar di teras kelas. Teras dipakai karena tidak adanya ruang kelas. Jangankan kelas, ruang perpustakaan pun tidak dimiliki sekolah ini.

Walaupun ruang kelas yang kurang mendukung, mereka tetap memiliki semangat belajar yang tinggi. Setiap hari, mereka berjalan sepanjang 2KM untuk bisa belajar di sekolah.

Di masa pandemic Covid 19, ketika pemerintah menerapkan pembelajaran luring, SDN Glak tetap melakukan pembelajaran tatap muka, karena tidak mampu melaksanakannya. Selain itu, wilayah tersebut juga belum ada jaringan telekomunikasi.

Maka dalam hal ini, pemerataan infrastruktur pendidikan untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil harus lebih diperhatikan, karena untuk menciptakan pendidikan Indonesia yang lebih baik.
Nama : Presti Saraswati
NPM : 2213053038

“Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan”

Dari sepenggal cerita pengajar muda di Kalimantan, anak-anak tanjung matoa masih sedikit yang berminat untuk melanjutkan pendidikan setelah tamat sekolah dasar. Hal ini karena kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak. Selain itu juga mengakibatkan banyak anak tanjung matoa yang melakukan pernikahan dini. Hal ini sangat di sayangkan karena pendidikan sangat penting untuk kehidupan masa depan apalagi dalam menanamkan nilai dan moral seseorang.

Pendidikan diibaratkan sebagai cahaya yang menerangi jalan kehidupan. Artinya pendidikan sangat penting untuk kehidupan kita selanjutnya. Maka kita sebagai generasi penerus, sangat penting untuk mengubah diri kita menjadi yang lebih baik lagi agar kita bisa berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Walaupun hanya memberi pengaruh sedikit, setidaknya kita sudah berusaha untuk memberi pengaruh yang lebih baik.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> FORUM pertanyaan

by Presti Saraswati 2213053038 -
NAMA : PRESTI SARASWATI
KELAS : 3F
NPM : 2213053038

“Perbedaan Kriteria Nilai Hardskill Dan Kriteria Softskill”
Hardskill lebih cenderung kepada pengetahuan dan keterampilan. Untuk hardskill dapat dipelajari dan diukur. Pengukurannya melalui gelar, nilai, sertifikat, maupun ijasah yang dimiliki. Sedangkan softskill lebih ke kualitas pribadi seseorang. Misal komunikasi dan kepemimpinan. Bersifat pribadi dan subjektif. Diukur dari kualitas individu. Artinya, kemampuan yang berdasarkan dengan kepribadian seseorang. Dalam hal ini diperlukannya komunikasi, manajemen waktu, motivasi, kecerdasan emosional yang baik.
NAMA : PRESTI SARASWATI
KELAS : 3F
NPM : 2213053038

“Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja”
Pada saat ini, nilai moral semakin merosot bahkan hal ini terjadi pada anak remaja misalnya: keras kepala tidak patuh terhadap orang tua, bolos dari sekolah, sering berkelahi, suka mengeluarkan kata-kata yang kasar, menganiaya, merusak milik orang lain bahkan kenakalan seksual pun sering terjadi. Faktor penyebabnya karena kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, lingkungan masyarakat yang kurang sehat, pendidikan moral tidak terlaksankan sesuai mestinya baik di sekolah maupun di rumah, dan pengaruh budaya barat. Maka dalam mengatasi kemerosotan nilai moral, peran keluarga sangat penting.

Pentingnya lingkungan keluarga yang baik untuk menumbuhkan nilai moral yang baik pula. Misalnya dengan cara memberikan rasa cinta, kasih sayang, dan ketentraman. Selain itu penanaman pendidikan keimanan sejak dini, menanamkan pendidikan moral, dan menciptakan rumah tangga yang harmonis merupakan hal yang penting untuk mengatasi kenakalan remaja dalam keluarga.
NAMA : PRESTI SARASWATI
KELAS : 3F
NPM : 2213053038

“Pendidikan Moral di Sekolah”
Pendidikan moral di sekolah sangatlah penting, maka harus dilaksanakan secara bersungguh sungguh agar dapat membangun generasi bangsa yang berkualitas. Selain itu, pendidikan moral di sekolah sangat penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen: pendidik, materi, metode, dan evaluasinya.

Pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Pendidikan moral terhadap diri sendiri yang penting diberikan kepada peserta didik berkaitan dengan nilai nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan peduli. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, dan mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan Sang Khalik penting dilaksanakan terlebih Indonesia adalah negara yang berketuhanan Yang Maha Esa.