Posts made by DEFI FITRIA NURAINI 2213053263

Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM: 2213053263

Dalam video yang sudah saya tonton dijelaskan bahwa ada 6 tahap perkembangan moral menurut KohlBerg. Tahap perkembangan moral dibagi menjadi tiga level setiap level memiliki dua tahap sehingga seluruhnya menjadi 6 tahap level.
1. Level Prakonvensional yang terdiri dari tahap:
Tahap satu: Menghindari hukuman, di tahap ini seseorang memiliki alasan untuk bertindak atau tidak bertindak sesuatu karena untuk menghindari hukuman contohnya adalah ketika seseorang tidak menerobos lampu merah di jalan Raya ia melakukannya semata-mata karena tidak ingin seorang polisi mengejar dan menilangnya.
Tahap dua: Keuntungan dan minat pribadi, pada tahap ini tindakan dilakukan dengan memperhitungkan apa yang akan didapatkan olehnya seperti apa untungnya bagiku, aku akan membantunya karena suatu hari dia akan balas membantuku.
2. Level Konvensional terdiri dari tahap:
Tahap tiga: Menjaga sikap orang baik, seseorang mungkin menghindari pertengkaran karena ia memikirkan bagaimana kesepakatan sosial yang ada dan pendapat orang lain terhadapnya, ia tidak bertengkar karena itu tidak baik dan orang baik tidak melakukannya itulah yang terjadi ditahap ketiga.
Tahap empat: Memelihara peraturan, seorang ketua kelas melerai kedua temannya yang bertengkar karena ia berpikir peraturan harus ditegakkan dan jika tidak ada yang mematuhinya maka keadaan akan menjadi kacau karenanya peraturan harus selalu dipatuhi untuk memberikan kenyamanan bagi semua orang.
3. Level Pasca konvensional terdiri dari tahap:
Tahap lima: Orientasi kontrak sosial, dalam tahap ini seseorang menyadari bahwa setiap orang memiliki latar belakang dan situasi berbeda, dia berpikir bahwa tidak ada yang absolut atau pasti ketika melihat sebuah kasus hak-hak individu harus dilihat bersamaan dengan hukum yang ada.
Tahap enam: Prinsip etika universal, tahap ini adalah tahap yang menggambarkan prinsip internal seseorang ia melakukan hal yang dianggapnya benar walaupun bertentangan dengan hukum yang ada.

KohlBerg menggunakan cerita dilema dalam penelitiannya, salah satunya dilema Heinz, Heinz memiliki seorang istri yang sekarat di rumah sakit karena menderita kanker, menurut dokter ada satu obat yang bisa menyelamatkannya, obat itu baru saja ditemukan oleh seorang apoteker, apoteker tersebut menjual obat dengan harga 10 kali lipat dari modal membuatnya. Heinz yang miskin pergi ke setiap orang untuk meminjam uang namun ia hanya mendapatkannya sebanyak 1000 sementara obat tersebut dihargai 2000. Heinz memberitahu apoteker bahwa istrinya sedang sekarat dan memintanya untuk memberikan obat untuk dilunasi di kemudian hari namun apoteker itu menolaknya. Menurut kalian apa yang harus dilakukan oleh Heinz apakah ia perlu mencuri obat itu untuk menyelamatkan istrinya? Mengapa?

Menurut saya, yang bisa dilakukan Heinz berdasarkan teori perkembangan moral KohlBerg adalah:
1. Tahap satu, Heinz tidak akan mencuri obat tersebut karena untuk menghindari hukuman yang akan dia dapatkan.
2. Tahap dua, Heinz bisa mencuri obat tersebut karena untuk kepentingan istrinya agar sembuh.
3. Tahap tiga, Heinz tidak mencuri obat karena ia tidak ingin bertengkar dengan apoteker dan menjadi orang jahat.
4. Tahap empat, Heinz tidak mencuri obat karena ia mematuhi peraturan utuk tidak mencuri sesuatu yang bukan milik kita.
5. Tahap lima, Heinz bisa saja mencuri obat karena ia sangat membutuhkan obat tersebut untuk kesembuhan istrinya, karena terkendala biaya dan keadaan ekonomi yang miskin membuat Heinz mencuri obat itu.
6. Tahap enam, Heinz mencuri obat tersebut karena tidak mampu membayarnya, dan karena apoteker tersebut tidak mau memberikan keringanan atas proses pembayaran yang akan dilunasi dikemudian hari, membuat Heinz mencuri obat walaupun bertentangan denagn hukum.

Berdasarkan cerita dilema Heinz, hal yang dilakukannya tidak bisa dikatakan salah atau benar berdasarkan perkembangan moral KohlBerg, karena tindakan yang dilakukan berdasarkan situasi dan kondisi yang dihadapi dengan tingkatan moral yang dimiliki seseorang.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM: 2213053263

ANALISIS JURNAL

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Dinamika Pendidikan
Volume : -
Nomor : 2
Halaman : 63-75
Tahun Terbit : 2008
Judul : PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI DI ERA GLOBALISASI
Nama penulis : Hidayati

Abstrak: Abstrak ditulis menggunakan satu bahasa yaitu bahasa Inggris. Didalam abstrak berisi penjelasan tentang penyimpangan moral di kalangan pelajar semakin marak, hal ini sebagai akibat dari kegagalan pendidikan dalam mengembangkan nilai-nilai dan moral muridnya. Pendidikan dirasa sangat penting bagi siswa saat ini, karena untuk menangkal dampak arus globalisasi yang negatif. Oleh karena itu siswa harus dibekali rasa nasionalisme yang tinggi, standar dan kejantanan yang kuat, serta menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa. Inilah tugas guru yang selain mengajar, juga mendidik secara bertanggung jawab dan dengan proses yang sebenarnya. Siswa harus dibiasakan menggunakan akal dan hatinya dengan sebaik-baiknya dalam setiap tindakan dan mengambil keputusan. Oleh karena itu kita dapat menghadapi globalisasi dengan bijak.

Pendahuluan: Pada bagian pendahuluan penulis menerangkan bahwa Indonesia pada saat ini sudah mengalami krisis akhlak dan moral melalui pendidikan, Indonesia telah gagal dalam membentuk manusia yang berkepribadian, beriman, menghargai perbedaan, dan berakhlak mulia. Pendidikan juga gagal dalam mengembangkan nilai-nilai dalam diri peserta didik padahal inti dari pendidikan adalah menaburkan berbagai nilai dan mengembangkan tata nilai dan moral. Hal ini bisa dibuktikan dengan peristiwa-peristiwa beberapa tahun belakangan ini kita menyaksikan adanya perilaku-perilaku kekerasan, kebrutalan, kriminalitas, pesta sabu-sabu, dan lain sebagainya ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia khususnya di kalangan kaum muda. Kian lama sikap dan perilakunya semakin menunjukkan arah yang berlawanan dengan nilai-nilai luhur bangsa, fenomena seperti ini oleh kalangan pendidik ditangkap sebagai gejala adanya krisis atau kemunduran dalam pendidikan nilai di negara kita baik dalam lingkup pendidikan formal di sekolah maupun pendidikan informal di dalam keluarga dan masyarakat.

Pembahasan: Pada bagian pembahasan penulis menjelaskan tentang nilai yaitu segala sesuatu yang berharga. Nilai dibedakan menjadi dua yaitu nilai ideal dan nilai aktual. Nilai ideal adalah nilai yang menjadi cita-cita setiap orang sedangkan nilai aktual adalah nilai yang diekspresikan dalam perilaku sehari-hari. Nilai berfungsi untuk mendorong, mengarahkan sikap dan perilaku. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Globalisasi berlangsung di semua aspek kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya. Teknologi informasi dan komunikasi merupakan faktor pendukung utama dalam globalisasi perkembangan teknologi informasi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar ke seluruh dunia oleh karena itu globalisasi tidak dapat dihindari kehadirannya. Selanjutnya dalam artikel ini penulis menjelaskan tentang pengaruh positif dari globalisasi terhadap nilai-nilai dan moral dan juga pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai-nilai dan moral. Penulis juga menjelaskan tentang faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab gagalnya pendidikan nilai di Indonesia.

Kesimpulan: Berdasarkan jurnal yang saya baca tentang pentingnya pendidikan nilai di era globalisasi, dapat disimpulkan bahwa dampak globalisasi telah menimbulkan transformasi nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat, kesadaran akan hak-hak personal seseorang semakin tinggi, kehidupan cenderung semakin individualis, semakin permisif, dan lunturnya nilai-nilai moral. Dampaknya pendidikan nilai selama ini banyak terjadi adanya keterpaksaan yaitu nilai-nilai diajarkan dengan paksa untuk diketahui secara kognitif dan dilaksanakan tetapi karena dipaksakan maka tidak sampai menyentuh hati hasilnya sikap dan perilaku anak didik tidak berakar dari pengalaman nilai yang autentik. Yang dapat kita lakukan adalah mendampingi dan mendorong mereka agar menjalani hidup dengan menggunakan nalar dan hati. Dengan nalar dan hati yang berfungsi dengan baik diharapkan mereka akan dapat mempertimbangkan segala perbuatan, tingkah laku, dan keputusan yang diambil. Untuk menghindari anak didik dari arus globalisasi harus dibekali dengan nalar dan hati yang benar norma dan agama yang kuat rasa nasionalisme yang benar dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Berdasarkan video yang sudah saya tonton mengenai kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. Mirisnya kasus penganiayaan anak yang dilakukan oleh teman sebayanya dalam beberapa tahun terakhir sampai menyebabkan korban meninggal dunia. Seperti yang terjadi pada September 2015 di SD Negeri Kebayoran Lama Jakarta, siswa kelas 2 SD meninggal dunia setelah berkelahi dengan teman sekelasnya di lingkungan sekolah dugaannya adalah adanya perkelahian mulut. Terjadi lagi pada Agustus 2017 lokasi di Sukabumi Jawa Barat yaitu siswa kelas 2 SD meninggal dunia setelah berkelahi di halaman sekolah dugaannya adalah dirundung dan dilempari minuman beku. Menurut saya, kasus yang terjadi seperti ini berkaitan dengan nilai dan moral. Karena itu penting nya penanaman nilai dan moral sejak dini agar tidak terjadi hal-hal seperti ini. Peran guru dan orang tua sangat penting dalam membentuk karakter moral anak agar menjadi anak yang berkarakter dan berbudi luhur. Kurang nya pengawasan guru di sekolah dan pantauan orang tua di rumah mengakibatkan anak menjadi tidak memiliki nilai moral, agama, dan sosial. Sebagai orang tua dan guru harus bisa mendidik anak-anak yang baik agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Jangan sampai anak zaman sekarang termakan oleh pesat nya arus teknologi yang dapat membuat mereka menjadi liar dan tidak berpendidikan. Orang tua harus selalu memantau dan mengawasi anak ketika bermain ponsel jangan diabaikan, karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dibina sadari dini.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Berdasarkan video yang sudah saya tonton, video tersebut membahas tentang moralitas. Menurut saya, dalam sebuah kehidupan pasti ada yang namanya pilihan karena pada dasarnya hidup adalah memilih. Didalam video tersebut kita diberi pilihan antara menyelamatkan satu orang atau menyelamatkan lima orang. Tentu ada resiko yang diambil dalam menentukan pilihan ini, jika memilih untuk menyelamatkan satu orang maka lima orang lainnya akan tewas, begitu pun sebaliknya jika menyelamatkan lima orang maka satu orang akan tewas. Sebagai manusia awam tentu akan memilih mengorbankan satu orang demi menyelamatkan lima orang, tetapi lain halnya jika satu orang tadi adalah salah satu anggota keluarga kita, tentu kita akan memilih menyelamatkan satu orang tersebut dan mengorbankan lima orang lainnya. Berdasarkan hal ini moral hanya lah keegoisan semata tentang apa yang menjadi keuntungan bagi kita. Moral tidak bisa jika hanya diukur dengan teori Trolley Problem karena pada teori ini harus memilih salah satu untuk dikorbankan. Dalam hidup bukan hanya tentang dua pilihan melainkan banyak pilihan, untuk menyelesaikan suatu masalah tidak perlu melakukan dengan hal-hal yang bertentangan seperti berkelahi, perang, tempur dan lain sebagainya. Semua itu bisa kita hindari dan menyelesaikan dengan hal yang baik. Apabila beberapa orang tetap melakukan dengan hal yang kasar itu berarti orang tersebut egois dan tidak memahami moral.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM: 2213053263

ANALISIS JURNAL
Identitas Jurnal
Nama Jurnal: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Volume : 9
Nomor : 3
Halaman : 710 - 724
Tahun Terbit : 2021
Judul : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Nama penulis : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, Mohd Zailani Mohd Yusoff

Abstrak: Abstrak ditulis menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, didalam abstrak berisi penjelasan tentang pentingnya peran pendidikan dalam membentuk perilaku moral siswa di Aceh. Jurnal ini menyoroti perubahan cepat dalam kehidupan sosial dan permasalahan yang belum pernah terjadi sebelumnya seputar moralitas remaja. Pemerintah Aceh menyadari pentingnya pendidikan dalam mengatasi permasalahan tersebut dan menerapkan ajaran Islam diseluruh satuan pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan Islam di Aceh berpedoman pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015 yang menekankan pada transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, dan pengembangan budaya dan kurikulum berorientasi Islam. Penulis juga menekankan pada integrasi pendidikan nilai dan moral dalam sistem pendidikan Aceh, disebutkannya pendidikan nilai dan akhlak di Aceh tidak hanya sejalan dengan standar pendidikan nasional tetapi juga berpegang pada kurikulum Islam berdasarkan Qanun. Penyelenggaraan pendidikan nilai dan akhlak di Aceh bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat luas. Secara keseluruhan, abstrak ini menyoroti pentingnya pendidikan moral di Aceh dan keselarasan dengan ajaran Islam. Hal ini menekankan peran pendidikan dalam mengatasi tantangan moral yang dihadapi siswa dan perlunya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum dan budaya sekolah.

Pendahuluan: Pada bagian pendahuluan penulis membahas tentang perubahan signifikan dalam kehidupan sosial dan permasalahan yang belum pernah terjadi sebelumnya seputar perilaku moral siswa. Hal ini menekankan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter dan nilai moral siswa, khususnya dalam konteks warisan budaya Aceh. Pemerintah Aceh menyadari pentingnya menyediakan pendidikan yang sesuai dengan standar nasional dan juga mempertimbangkan kebutuhan dan nilai-nilai khusus masyarakat Aceh. Penyelenggaraan pendidikan Islam di Aceh berpedoman pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015 yang menekankan pada integrasi ajaran dan nilai-nilai Islam ke dalam kurikulum. Pada bagian pendahuluan ini juga menyoroti pentingnya pendidikan moral dalam mengatasi tantangan moral yang dihadapi siswa di Aceh. Jurnal ini menyebutkan perlunya lembaga pendidikan untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, pendekatan yang patut dicontoh, dan pengembangan budaya berorientasi Islam. Penyelenggaraan pendidikan nilai dan akhlak di Aceh bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dalam keseharian peserta didik dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi-pribadi yang bermoral tinggi dan berkontribusi terhadap masyarakat . Secara keseluruhan, pendahuluan menetapkan konteks penelitian dengan menekankan pentingnya pendidikan moral di Aceh dan integrasi nilai-nilai Islam ke dalam sistem pendidikan. Hal ini menyoroti perlunya pendidikan untuk mengatasi tantangan moral yang dihadapi siswa dan peran ajaran Islam dalam membentuk karakter dan perilaku mereka.

Pembahasan: Pada bagian pembahasan penulis berfokus pada implementasi pendidikan nilai dan moral dalam sistem pendidikan di Aceh. Penulis membahas konsep nilai dan pentingnya dalam membentuk perilaku dan karakter. Mereka menyoroti peran pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai dan menekankan perlunya standar moral yang kuat dalam komunitas Muslim. Jurnal ini juga membahas tentang kurikulum Islam di Aceh dan bagaimana kurikulum tersebut menjadi pedoman implementasi pendidikan nilai dan moral. Disebutkannya integrasi nilai-nilai Islam ke dalam proses pembelajaran dan pengembangan budaya berorientasi Islam. Para penulis menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan pendekatan yang patut dicontoh dalam sistem pendidikan di Aceh. Lebih lanjut, jurnal tersebut menyoroti pentingnya integrasi budaya dan pengembangan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Disebutkannya promosi budaya Aceh seperti tarian tradisional Lampuan Aceh sebagai sarana pengembangan budaya Islam di kalangan pelajar. Jurnal tersebut juga menyebutkan pemberian layanan bimbingan dan konseling karir untuk mendukung pengembangan karir siswa. Secara keseluruhan, analisis dalam jurnal ini memberikan wawasan mengenai implementasi pendidikan nilai dan moral di Aceh. Hal ini menekankan pentingnya pendidikan dalam membentuk perilaku moral dan karakter, khususnya dalam konteks nilai-nilai dan budaya Islam di Aceh.

Kesimpulan: Pada bagian kesimpulan penulis menyoroti pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam sistem pendidikan di Aceh. Hal ini menekankan bahwa nilai-nilai diwujudkan melalui perilaku yang baik dan perilaku moral, dan bahwa individu menyerap nilai-nilai dari masyarakatnya. Jurnal tersebut menekankan pentingnya pendidikan dalam membentuk perilaku moral dan karakter, khususnya dalam konteks nilai-nilai dan budaya Islam di Aceh. Pada bagian kesimpulannya juga menyebutkan integrasi nilai-nilai Islam kedalam proses pembelajaran di Aceh yang berpedoman pada kurikulum Islam. Hal ini menekankan perlunya transparansi, akuntabilitas, dan pendekatan yang patut dicontoh dalam sistem pendidikan. Jurnal tersebut juga membahas tentang pengembangan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti promosi budaya Aceh dan pemberian layanan bimbingan dan konseling karir. Secara keseluruhan, kesimpulannya menyoroti pentingnya pendidikan nilai dan moral di Aceh dan menekankan peran pendidikan dalam membentuk perilaku moral dan karakter. Menekankan pada integrasi nilai-nilai Islam, pentingnya transparansi dan akuntabilitas, serta pengembangan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan bimbingan karir.