གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ DEFI FITRIA NURAINI 2213053263

Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Dalam video tersebut membahas tentang etika, nilai, dan moral mulai dari pengertian, contoh, jenis, dan manfaatnya.

Video ini sangat bermanfaat bagi kita semua dalam memahami arti etika, nilai, dan moral untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Etika, nilai, dan moral saling berkaitan, sebab semuanya berusaha mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

1. Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku di masyarakat.
Contohnya: mengucap salam, izin kepada kedua orang tua ketika mau pergi, membuang sampah pada tempatnya.

Etika dan moral memiliki pengertian yang hampir sama, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkat hak manusia, yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.

2. Nilai adalah sesuatu yang memberi makna hidup dijunjung lebih tinggi, yang mewarnai dan menjiwai tindakan manusia atau perilaku seseorang. Nilai juga bisa disebut penghargaan, penghormatan, atau kualitas terhadap sesuatu, yang dapat bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarik, atau sebagai sistem keyakinan.
Sifat dan jenis nilai
1. Bersifat relatif, maksudnya nilai bergantung oleh tempat dan waktu.
2. Bersifat subjektif, yaitu nilai berbeda-beda bagi tiap orang

3. Moral adalah hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban dan keharusan. Moral juga bisa disebut sarana untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia. Moral adalah kepekaan dalam pikiran, perasaan dan tindakan terhadap prinsip-prinsip dan aturan-aturan.

Manfaat dalam mempelajari etika nilai dan moral adalah:
1. Menjunjung tinggi dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan.
2. Lebih toleran etis atau santun dan adil dalam setiap bertindak.
3. Lebih dapat menghargai orang lain.
4. Lebih dapat bertanggung jawab oleh bidang ilmu yang diampunya.
5. Dapat meningkatkan perfosionilitas.

Contoh etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari didalam video yaitu, ketika menaiki sepeda yang lebih tinggi dari pada orang tua harus turun terlebih dahulu seperti menyapa dan menghormati seorang nenek yang sedang berjalan.
Sebagai anak muda dan calon penerus generasi bangsa harus memiliki etika dan moral yang baik.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM: 2213053263

ANALISIS JURNAL

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal JIPSINDO
Volume :6
Nomor : 2
Halaman : 131- 145
Tahun Terbit : 2019
Judul : PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN
TEORI KOHLBERG
Nama penulis : Enung Hasanah

Abstrak ditulis menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, didalam abstrak berisi penjelasan tentang berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlburg, penelitian dilakukan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD berusia 11-12 tahun. Penelitian menggunakan metode kualitatif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak SD berusia 11-12 tahun secara umum termasuk dalam tahap pra konvensional, dengan tahap satu setengah dominan, diikuti oleh tahap dua setengah dan tahap 2/3.

Anak-anak biasanya melakukan kegiatan karena takut dihukum daripada karena membutuhkan hasil. Penelitian ini meningkatkan pengetahuan kita tentang perkembangan moral anak-anak SD dan tahapan perkembangan moral yang mereka alami. Hasilnya dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat metode pendidikan moral yang sesuai dengan tahap perkembangan anak-anak SD.

Penelitian ini berfokus pada perkembangan moral peserta didik. Peneliti menggunakan teori Kohlburg untuk memahami tahap-tahap penalaran moral. Mereka menggunakan angket dengan pertanyaan terbuka untuk mengukur tahap perkembangan moral. Selanjutnya, hasil dari angket tersebut dianalisis dengan teknik analisis kualitatif.

Selain itu, artikel ini membahas pembentukan karakter dan pendidikan karakter pada masa kanak-kanak. Dalam pendidikan karakter, moralitas berbicara tentang nilai dan persepsi standar normatif yang mengatur kehidupan manusia. Pertimbangan moral menjadi dasar dalam menentukan apakah suatu hal layak atau tidak layak dilakukan oleh seseorang atau masyarakat.

Secara keseluruhan, jurnal ini menjelaskan metode penelitian kualitatif, metode yang digunakan untuk memahami perkembangan moral, dan peran pendidikan karakter dalam pembentukan nilai dan penilaian standar normatif dalam kehidupan manusia.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM: 2213053263

ANALISIS JURNAL

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Cakrawala Pendidikan
Volume :-
Nomor : 2
Halaman : 209 - 221
Tahun Terbit : 2009
Judul : PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL
Nama penulis : Sudiati

Abstrak ditulis menggunakan satu bahasa yaitu bahasa Inggris dengan dua kata kunci yaitu moral value education, dan global perspective. Jurnal ini membahas pendidikan nilai moral dari sudut pandang global. Artikel ini menekankan betapa pentingnya pendidikan nilai moral untuk mengatasi masalah global seperti terorisme dan krisis. Jurnal ini juga menyelidiki perbedaan dan kesamaan pendidikan nilai moral di Indonesia, Malaysia, India, dan China. Jurnal ini membahas berbagai cara untuk menerapkan pendidikan nilai moral, termasuk saran bahwa pendidikan nilai moral harus dilengkapi dengan perspektif sistemik dan holistik terhadap kehidupan daripada pendekatan individualistik.

Jurnal tersebut menyatakan bahwa pendidikan nilai moral di Indonesia masih kurang berfokus pada pemberdayaan dan pencerahan kesadaran dalam perspektif global, dan pendidikan agama lebih banyak berfokus pada transfer ilmu pengetahuan agama daripada membicarakan aspek sosial.
Pendidikan nilai moral menjadi lebih populer di India. Ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran tentang prinsip ilmiah, sosial, dan kewarganegaraan. Di sekolah swasta, pendidikan agama tidak diajarkan secara khusus. Namun, nilai-nilai agama menjadi bagian penting dari pengembangan nilai.
Pendidikan moral dan agama di Malaysia mengajarkan nilai secara langsung. Itu juga mengajarkannya secara tidak langsung melalui pelajaran dan kegiatan kokurikuler lainnya. Sistem pendidikan, bagaimanapun, masih menghadapi beberapa hambatan, seperti pendekatan pembelajaran yang preskriptif dan kekurangan instrumen evaluasi yang tepat.
Di China, pendidikan nilai moral dikaitkan dengan kewajiban moral. Namun, pendidikan nilai moral dihadapkan pada masalah yang berbeda. Karena perbedaan ideologi, pendidikan nilai moral di empat negara berbeda. Proses internalisasi standar dianggap sebagai perkembangan moral.

Kesimpulan: Pendidikan nilai moral adalah alternatif untuk memecahkan masalah lokal, regional, nasional, dan internasional. Pendidikan nilai atau moral menjadi masalah global di beberapa negara (misalnya, Indonesia, Malaysia, dan Filipina). Adanya perbedaan ideologi di antara orang-orang di negara ini menyebabkan perbedaan yang ada. Teori pendidikan nilai moral yang diusulkan oleh Kohlberg dan John P. Miller cenderung bebas. Oleh karena itu, ide itu harus diperbarui dengan mempertimbangkan paradigma Capra. Selain itu, untuk melaksanakannya, strategi pendidikan nilai moral yang tepat diperlukan. Ini dilakukan dengan memilih pendekatan, metode, dan teknik pendidikan nilai moral yang tepat.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM: 2213053263

Dalam video yang sudah saya tonton tersebut memang pada dasarnya moralitas itu sangat penting bagi diri sendiri maupun orang lain. Nilai dan moral memang harus diajarkan dan diterapkan sedini mungkin agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. Tentu dalam hal ini peran lingkungan sangat penting dan berpengaruh untuk membentuk pendidikan karakter dan nilai moral yang baik dan benar. Lingkungan pertama yang menentukan adalah keluarga, karena keluarga adalah lingkungan yang paling dekat dengan kita, dalam keluarga orang tua menjadi peran utama dalam mendidik dan mengajarkan nilai moral yang baik, agar anak tersebut menjadi anak yang bermoral ketika berada dilingkungan manapun.

Selanjutnya lingkungan kedua yaitu sekolah, sekolah adalah tempat kita untuk menuntut ilmu dimana peran guru dalam mendidik dan mengajarkan nilai moral yang baik juga sangat penting untuk diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia pada tingkat dan jenjang apapun. Guru harus selalu mengawasi dan memperhatikan muridnya ketika berada di sekolah, murid juga harus bergaul dengan orang-orang dan lingkungan yang baik. Ketika berada di lingkungan masyarakat juga harus menerapkan perilaku yang baik, jangan salah dalam memilih pergaulan dan pertemanan karena pergaulan yang salah juga akan merusak pendidikan moral yang sudah diajarkan di rumah maupun sekolah.

Didalam video diberitakan bahwa guru dianiaya murid nya sendiri hingga meninggal dunia, dalam kasus ini lingkungan keluarga dan sekolah perlu dipertanyakan, apa yang menyebabkan murid tersebut melakukan hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Anak memiliki emosi yang tidak stabil, bahkan dirinya belum bisa mengontrol dan mengendalikan emosinya dengan baik, sehingga ketika dia marah langsung meluapkan emosinya tanpa berpikir akibat apa yang akan terjadi. Sehingga pendidikan nilai dan moral ini harus wajib diajarkan dan diterapkan sedini mungkin. Agar anak bisa lebih mengontrol emosinya dan lebih sopan kepada siapapun dan dimanapun.