Kiriman dibuat oleh Khairani fina irfani 2253053041

Nama: Khairani Fina Irfani
Npm: 2253053041
Kelas: 2A
Analisis Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial
Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai
Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani.

Dari jurnal diatas , pendidikan kewarganegaraan akan membuat seseorang mengerti akan pentingnya menerapkan Pancasila di era demokrasi ini.
Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sarana pertemuan beragam nilai dan prinsip yang bersumber dari luar dan khazanah pemikiran dan nilai-nilai Indonesia, yang diorientasikan untuk melahirkan sebuah sintesis kreatif yang dibutuhkan oleh Indonesia: sebagai sebuah negara demokrasi baru yang bersendikan pada Pancasila.Untuk menjadi sebuah negara yang matang berdemokrasi, demokrasi Indonesia dapat seiring
Urgensi pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan karakter bangsa indonesia melalui demokrasi, HAM Madani dan masyarakat .
pendidikan kewarganegaraan adalah suatu ilmu yang didalamnya ada hubungan warga negara dengan negara. Urgensi Pendidikan kewarganegaraan ini muncul karena pada sejarahnya banyak warga negara yang masih buta akan demokrasi. Demokrasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung.
Tujuan pendidikan kewarganegaraan dalam pendidikan kewarganegaraan pada hakekatnya adalah untuk melatih warga negara yang cerdas, baik dan berpikir kritis untuk mendukung keberlangsungan bangsa dan negara. Upaya menjadikan individu atau orang yang tinggal di suatu negara sebagai warga negara merupakan tugas dan tanggung jawab utama negara.
Nama: Khairani Fina Irfani
Npm: 2253053041
Kelas: 2A
Analisis vidio

Dari Vidio pembelajaran tersebut membahas PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI: HAKEKAT DAN PENTINGNYA PKN
1.)pengertian Pendidikan Kewarganegaraan ialah WarganegaraUsaha sadar menyiapkan peserta didik cinta, setia, berani berkorban membela bangsa dan negara . Melatih peserta didik berfikir kritis, analitis, demokratis, berdasarkan Pancasila.
2.)LANDASAN IDEAL DAN LANDASAN HUKUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
1.PANCASILA
2.Pembukaan UUD 1945
3.Batang Tubuh UUD 1945
4.UU Nomor 20 Tahun 1982
5.UU Nomor 20 Tahun 2003
6.K Dirjen DIKTI Nomor 43 Tahun 2006
3.) Sumber Historis, Sosiologis & Politik PKn
• Substansi: dimulai sebelum Indonesia merdeka
• diperlukan oleh masyarakat untuk menjaga, memelihara, dan mempertahankan eksistensi negara-bangsa
• Dokumen Kurikulum: Kewarganegaraan (1957), Civics (1962). Kewarganegaran Negara (1968), dst.
4.) Dinamika, Esensi, dan Urgensi PKn.
PKn perlu mendorong warga negara agar mampu memanfaatkan pengaruh positif perkembangan iptek untuk membangun negara-bangsa.
masa depan PKn sangat ditentukan oleh eksistensi konstitusi negara dan bangsa Indonesia.
Nama: Khairani Fina Irfani
Npm: 2253053041
Kelas: 1A
Analisis vidio 2

Peristiwa sejarah Pemboman hiroshima dan nagasaki pada 9 Agustus 1945
bom atom menewaskan 70 ribu orang dan mencederai puluhan ribu warga Nagasaki, Jepang. Sebuah pukulan telak bagi Jepang, setelah pada 6 Agustus 1945, bom atom juga menewaskan puluhan ribu orang di Hiroshima.
Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu dg penandatanganan jepang resmi menyerah kepada Sekutu ini menanadai berakhir nya perang kedua di wilayah Pasifik,
Peristiwa itu sekaligus mengakhiri penyerahan kekuasaan Jepang kepada sekutu di mana sebagai akhir dari perang dunia II di area pasifik. Akhir tersebut didukung oleh tindakan yang dilakukan pihak sekutu dengan mengerahkan bom di Hiroshima dan Nagasaki yang merenggut korban ratus ribuan jiwa. Dengan hal tersebut, terjadinya kekosongan kekuasaan oleh pihak Indonesia yang saat itu Jepang pun sedang menjajah Indonesia. Dengan kesempatan tersebut para tokoh Indonesia memanfaatkan situasi dengan memproklamirkan kemerdekaan dengan semangat persatuan dan kesatuan demi menjadi negara Indonesia yang utuh dan bebas dari penjajah. Dunia II. Jepang menyerah kepada sekutu pada 16 Agustus 1945.
Indonesia menjadi negara pertama yang langsung memanfaatkan kekalahan Jepang dengan memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.