གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Zalianti Jahratun Nisya (2213053005)

Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

Jurnal dengan judul “Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja” membahas tentang proses pendidikan moral di lingkungan keluarga untuk mencegah penyimpangan moral pada anak. Jurnal ini diawali dengan abstrak yang menyoroti pentingnya pendidikan moral dalam lingkungan keluarga. Pendahuluan menjelaskan tentang peranan keluarga dalam pendidikan anak dan bagaimana keluarga merupakan lembaga pertama dan utama bagi pendidikan anak. Pengenalan tersebut juga menekankan pentingnya orang tua dalam mendidik anak dan bagaimana lingkungan keluarga dapat mempengaruhi tumbuh kembang jiwa anak.

Pembahasan utama jurnal ini berfokus pada peran nilai-nilai moral dalam pendidikan anak dan bagaimana orang tua dapat menanamkan nilai-nilai tersebut pada anak. Jurnal tersebut menjelaskan bahwa langkah pertama dalam menanamkan nilai-nilai moral pada anak adalah dengan mengajarkannya tentang keimanan agar memiliki keimanan yang kuat. Jurnal tersebut juga menjelaskan bahwa orang tua hendaknya mendidik anak-anaknya tentang nilai-nilai moral seperti ucapan yang baik, pakaian yang baik, perilaku yang baik, kejujuran, keadilan, dan kesabaran. Jurnal tersebut menekankan bahwa orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya dan menjaga hubungan harmonis di antara mereka untuk memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya.

Jurnal tersebut menyimpulkan bahwa lingkungan keluarga berperan penting dalam pendidikan nilai moral pada anak. Jurnal tersebut juga menyimpulkan bahwa beberapa faktor dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan akhlak pada anak, seperti kurangnya keimanan, lingkungan masyarakat yang buruk, buruknya pendidikan akhlak dalam keluarga, suasana rumah yang buruk, masuknya obat-obatan terlarang dan alat anti kehamilan, serta kurangnya bimbingan dalam memanfaatkan waktu luang. Jurnal tersebut menyarankan agar orang tua bekerja sama dengan sekolah dan masyarakat untuk memberikan pendidikan moral sejak dini kepada anak. Jurnal tersebut menekankan bahwa pendidikan moral dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat harus terpadu dan saling mendukung.

Secara ringkasnya, jurnal tersebut membahas mengenai pentingnya pendidikan moral dalam lingkungan keluarga dan bagaimana orang tua dapat menanamkan nilai-nilai moral pada anak. Jurnal tersebut menekankan pada peran keluarga dalam pendidikan anak dan bagaimana lingkungan keluarga dapat mempengaruhi tumbuh kembang jiwa anak. Jurnal tersebut juga menyoroti faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyimpangan moral pada anak dan menyarankan agar orang tua bekerja sama dengan sekolah dan masyarakat untuk memberikan pendidikan moral sejak dini kepada anak.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

Jurnal berjudul “Pendidikan Moral di Sekolah” membahas tentang pentingnya pendidikan moral di sekolah untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Penulis berpendapat bahwa meskipun peran utama dalam mendidik akhlak anak ada di tangan orang tuanya, namun guru di sekolah juga berperan besar dalam mewujudkan akhlak anak didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab mendidik generasi muda menjadi manusia yang baik akhlak dan cerdas intelektual agar unggul sebagai manusia. Penulis menekankan bahwa pendidikan moral di sekolah harus dirancang secara komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga diharapkan hasilnya dapat optimal.

Jurnal ini dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain pendahuluan, metode penelitian, serta hasil dan pembahasan. Pendahuluan membahas tentang peran sekolah sebagai mikrosistem dan pentingnya pendidikan moral di sekolah. Penulis berpendapat bahwa sekolah mempunyai tanggung jawab bersama untuk mendidik generasi muda agar menjadi generasi yang baik secara moral dan cerdas secara intelektual. Pada bagian metode penelitian dijelaskan bahwa jurnal merupakan gabungan antara teori dan penelitian lapangan. Penulis merangkum berbagai teori dari para ahli pendidikan moral dan menafsirkan serta mensintesiskannya untuk memperoleh kesatuan gagasan tentang pendidikan moral di sekolah. Data lapangan diperoleh dari penelitian penulis di salah satu sekolah dasar Islam di Sleman yang menitikberatkan pada pendidikan akhlak bagi peserta didik sebagai tujuan sekolah yang penting selain pendidikan intelektual.

Bagian hasil dan pembahasan dibagi menjadi tiga bagian: peran pendidik moral di sekolah, materi pendidikan moral, dan metode pendidikan moral. Penulis berpendapat bahwa pendidik moral di sekolah tidak terbatas pada guru saja. Selain guru, staf sekolah lainnya seperti staf administrasi, tukang kebun, dan komite sekolah juga berperan dalam membangun moral siswa. Penulis menekankan bahwa guru sendiri harus memiliki akhlak yang baik agar dapat mengajarkan pendidikan akhlak kepada siswa secara efektif. Penulis juga membahas tentang pentingnya materi pendidikan moral, yang meliputi pengajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi pribadi yang bermoral dalam hubungannya dengan diri sendiri, orang lain, dan Tuhan. Terakhir, penulis membahas tentang metode pendidikan akhlak, antara lain metode penanaman nilai dan keteladanan nilai. Penulis berpendapat bahwa metode penanaman nilai lebih cocok untuk zaman modern dibandingkan metode indoktrinasi tradisional.

Secara keseluruhan, jurnal ini menyajikan pembahasan komprehensif mengenai pentingnya pendidikan moral di sekolah dan berbagai aspek yang perlu diperhatikan untuk menjamin pendidikan moral berjalan efektif. Penulis menekankan pentingnya pendekatan komprehensif yang mencakup berbagai aspek, antara lain pendidik, materi, metode, dan evaluasi. Jurnal ini memberikan wawasan berharga bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan peneliti yang tertarik pada pendidikan moral di sekolah.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

Pendahuluan
Pendidikan moral diberikan di berbagai macam lembaga pendidikan, salah satunya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini.

Pengertian Moral
Menurut Sjarkawi, , mengemukakan bahwa moral merupakan pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Selain itu moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Menurut Jamie menyatakan bahwa moral adalah ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan kelakuan.

Berkaitan dengan tanggung jawab kita Nilai moral berkaitan dengan pribadi manusia. Berkaitan dengan hati nurani Semua nilai minta untuk diakui dan diwujudkan, tetapi pada nilai-nilai moral tuntutan ini lebih mendesak dan lebih serius. Mewajibkan Nilai-nilai moral mewajibkan kita secara absolute dan dengan tidak bisa ditawartawar. Nilai-nilai moral tidak memiliki isi tersendiri, terpisah dari nilai-nilai lain. Tidak ada nilai-nilai moral yang murni, terlepas dari nilai-nilai lain. Hal itulah yang dimaksudkan bahwa nilai moral bersifat formal.

Pengertian Anak Usia Dini
Menurut Isjoni, 2009: 19-24, Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat.

Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini.
Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat diselenggarakan melalui Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan sebelum jenjang Sekolah Dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak dan Raudatul Athfal .

Penutup
SDM yang berkualitas tinggi. Peranan pendidikan tersebut kapan saja sangat dibutuhkan, lebih-lebih mengingat salah satu permasalahan bangsa yang sangat mengkhawatirkan saat ini adalah moral dan akhlak.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

ABSTRAK
Dalam konteks persoalan nilai-nilai moral, yang dapat dilakukan oleh guru adalah penanaman nilai-nilai moral. Penelitian ini berupaya mengungkapkan penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut.

Simpulan penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut adalah sebahagian besar sudah baik karena guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa walaupun ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengetahui nilai-nilai yang harus ditanamkan. Bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Sehingga bangsa ini butuh kembali menanamkan nilai-nilai moral yang dimiliki bangsa ini. Oleh karena itu Dasar Pendidikan Moral menurut John Mahoney mengatakan bahwa Memasukkan seluruh kegiatan sekolah termasuk kegiatan ektra kurikulumnya dalam kerangka pendidikan nilai moral. Kegiatan di dalam dan di luar kelas, diupayakan memuat nilai-nilai moral yang berguna bagi pembentukan kepribadian peserta didik sebagai bekal hidup bermasyarakat masa kini dan masa datang.

Penanaman adalah proses, cara, perbuatan menanam, menanami, atau menanamkan . Sedangkan nilai menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah «sifat-sifat yang penting atau berguna bagi kemanusiaan». Jadi penanaman nilai adalah menanamkan sifat-sifat yang penting atau berguna bagi kemanusiaan«.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Lampeuneurut. Subjek penelitian ini adalah orang, tempat, atau benda yang diamati dalam rangka pembuntutan sebagai sasaran. Subjek penelitian sebanyak 10 orang guru dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data , penarikan/verifikasi kesimpulan dan persentase.

Peneliti mengumpulkan data mengenai penanaman nilai-nilai moral pada siswa melalui observasi dan wawancara. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru bukan hanya mengajarkan siswa belajar agama di sekolah tetapi untuk memperdalam ilmu agama juga belajar di tempat-tempat seperti, pengajian, TPA, dan pasantren. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa guru di SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

Pendidikan Moral di Sekolah Dasar
Pendidikan moral di sekolah dasar adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, dan tindakan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat. Pendidikan moral bertujuan untuk membentuk karakter dan moralitas anak-anak sejak dini.

Tahap-tahap Perkembangan Moral pada Anak
Perkembangan moral pada anak dapat terjadi dalam beberapa tahap. Berikut adalah tahap-tahap perkembangan moral pada anak:

Usia 6-12 bulan : Pada tahap ini, orang tua berperan dalam mengemudi, mengendalikan, dan melindungi anak dengan baik.
Usia 12-18 bulan : Pada tahap ini, anak mulai membuat komitmen dan kepatuhan sesuai dengan keadaan. Mereka juga mulai menunjukkan perhatian terhadap objek yang cacat atau rusak dan cemas dalam melakukan hal yang salah.
Usia 18-30 bulan : Pada tahap ini, anak mungkin menunjukkan perilaku menolong, rasa bersalah, malu, dan empati. Perkembangan moral terkait akurasi terkait mainan dan ruang muncul.
Usia 30-36 bulan : Pada tahap ini, kondisi fisik menurun dan lebih banyak perkembangan verbal.
Usia 3-4 tahun : Pada tahap ini, altruisme dan perilaku menolong orang lain menjadi lebih lazim. Motifnya adalah untuk mendapatkan pujian dan menghindari rasa bersalah. Anak juga mulai peduli tentang berbuat salah.
Usia 4-6 tahun : Pada tahap ini, penalaran moral anak menjadi lebih fleksibel.
Usia 7-8 tahun : Pada tahap ini, penalaran moral semakin fleksibel dan perilaku prososial meningkat.
Usia 9-11 tahun : Pada tahap ini, penalaran moral semakin dipandu oleh rasa keadilan. Anak ingin menjadi baik untuk memelihara tatanan sosial. Agresifitas beralih ke hubungan yang lebih kooperatif.
Usia 12-15 tahun : Pada tahap ini, penanaman moral mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan dan pembuat aturan yang kooperatif.
Usia 16-20 tahun : Pada tahap ini, relativisme moral memainkan peran penting dalam penalaran moral
Usia 20-40 tahun : Pada tahap ini, penilaian moral bisa menjadi lebih rumit
Usia 40-65 tahun : Pada tahap ini, penilaian moral bisa menjadi lebih tinggi
Usia 65 tahun ke atas : Pada tahap ini, penilaian moral bisa menjadi lebih rumit

Implikasi Perkembangan Sosial dan Pribadi Anak dalam KBM di Sekolah Dasar
Dalam konteks KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolah dasar, perkembangan pribadi dan sosial anak sangat diperlukan. Anak kadang memerlukan teman untuk membantu proses belajar, namun kadang juga bisa melakukannya sendiri atau mandiri. Implikasi ini menunjukkan bahwa dalam KBM, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kolaborasi dan kolaborasi antar anak-anak.

Implikasi Identitas Gender dalam Perkembangan Moral Anak Sekolah Dasar
Identitas gender dapat tertanam dalam perkembangan moral anak sekolah dasar. Guru sebaiknya mengajarkan murid mengenai identitas gender agar moral atau perilaku mereka sesuai dengan gendernya. Selain guru, orang tua juga memiliki peran yang sangat penting dalam mengajarkan anak mengenai identitas gender.

Permasalahan dan Solusi Perkembangan Moral Anak SD
Beberapa permasalahan yang mungkin muncul dalam perkembangan moral anak SD adalah:

Hilangnya kejujuran
Rendahnya rasa tanggung jawab : Anak tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas atau pekerjaan rumah. Solusinya adalah mengajarkan anak untuk tidak bertanggung jawab dengan memberikan tugas kecil yang harus mereka kerjakan.
Rendahnya disiplin : Anak tidak tepat waktu datang ke sekolah. Solusinya adalah guru dan kepala sekolah harus memberikan penekanan tegas kepada siswa yang terlambat, agar mereka tidak terbiasa dengan perilaku tersebut.
Kurangnya kemampuan bekerja sama : Anak tidak bisa bekerja sama dalam kelompok kerja. Solusinya adalah membiasakan anak untuk lebih banyak bekerja sama dan tidak membiarkan mereka menjadi pasif saat bekerja sama.
Mengambil hak orang lain : Anak mencuri atau mengambil hak milik orang lain. Solusinya adalah membiasakan anak untuk menerima apa yang dimilikinya dan tidak mengambil hak milik orang lain.

Analisis dari hasil tersebut menunjukkan bahwa perkembangan moral anak SD membutuhkan pendekatan yang terencana dan melibatkan peran guru dan orang tua. Dalam mengatasi permasalahan perkembangan moral, penting untuk menanamkan nilai-nilai anak seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerjasama, dan menghormati hak orang lain.