AZZAHRA RINDRA TIARA_2213053117_HADIR
Posts made by Azzahra Rindra Tiara 2213053117
Nama : Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Analisis jurnal 2 "PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA"
Berdasarkan jurnal tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa pada saat ini terdapat berbagai peristiwa menyedihkan di tanah air kita yang membuat prihatin. Di mana banyak sekali berita tentang penipuan, perampokan, pertikaian, dan pembunuhan sangat sering muncul dalam media cetak dan elektronik. Sehingga hal tersebut menunjukkan kualitas moral sebagai masyarakat Indonesia yang rendah. Oleh karena itu jurnal tersebut membahas mengenai pendekatan komprehensif sebagai pendidikan nilai yang sesuai untuk diterapkan pada saat ini di mana kehidupan sudah semakin kompleks dan perubahan di segala segi kehidupan berlangsung dengan cepat. Apabila dilihat dari segi materi pendidikan nilai dan moral di Indonesia sudah cukup komprehensif karena nilai fundamental menuntun ke arah pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat bagi seluruh umat manusia yang telah disampaikan pada peserta didik di semua jenjang pendidikan melalui pendidikan agama dan pendidikan moral Pancasila. Tetapi terdapat banyak kelemahan yang harus diatasi apabila dilihat dari segi metode dan strateginya. Pendidikan nilai dan moral seharusnya dapat mengembangkan peserta didik secara holistik, yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih bernuansa indoktrinasi harus di inovasi dengan pendekatan komprehensif. Apabila pendidikan dan moral terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah maka pengembangan kognitif tingkat tinggi perlu dilengkapi sehingga peserta didik memiliki keterampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri. Peserta didik juga memiliki komitmen tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut dan memiliki kebiasaan untuk melakukan tindakan yang bermoral.
NPM : 2213053117
Analisis jurnal 2 "PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA"
Berdasarkan jurnal tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa pada saat ini terdapat berbagai peristiwa menyedihkan di tanah air kita yang membuat prihatin. Di mana banyak sekali berita tentang penipuan, perampokan, pertikaian, dan pembunuhan sangat sering muncul dalam media cetak dan elektronik. Sehingga hal tersebut menunjukkan kualitas moral sebagai masyarakat Indonesia yang rendah. Oleh karena itu jurnal tersebut membahas mengenai pendekatan komprehensif sebagai pendidikan nilai yang sesuai untuk diterapkan pada saat ini di mana kehidupan sudah semakin kompleks dan perubahan di segala segi kehidupan berlangsung dengan cepat. Apabila dilihat dari segi materi pendidikan nilai dan moral di Indonesia sudah cukup komprehensif karena nilai fundamental menuntun ke arah pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat bagi seluruh umat manusia yang telah disampaikan pada peserta didik di semua jenjang pendidikan melalui pendidikan agama dan pendidikan moral Pancasila. Tetapi terdapat banyak kelemahan yang harus diatasi apabila dilihat dari segi metode dan strateginya. Pendidikan nilai dan moral seharusnya dapat mengembangkan peserta didik secara holistik, yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih bernuansa indoktrinasi harus di inovasi dengan pendekatan komprehensif. Apabila pendidikan dan moral terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah maka pengembangan kognitif tingkat tinggi perlu dilengkapi sehingga peserta didik memiliki keterampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri. Peserta didik juga memiliki komitmen tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut dan memiliki kebiasaan untuk melakukan tindakan yang bermoral.
Nama : Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Analisis jurnal 1 "PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH"
Berdasarkan jurnal tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas maka pendidikan moral di sekolah harus dilaksanakan secara bersungguh-sungguh. Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pembelajaran ilmu. Agar tercapainya pendidikan moral yang komprehensif maka guru dan segenap komponen warga sekolah perlu menanamkan pendidikan moral di sekolah. Sekolah dan guru dapat merancang pendidikan moral agar nilai-nilai moral dalam diri peserta didik dapat berkembang sehingga peserta didik menjadi generasi muda yang berkualitas. Dalam merancang pendidikan moral tersebut maka sekolah dan guru perlu memperhatikan komponen-komponen. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang tidak kalah penting yaitu meliputi cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh.
Selain itu untuk mengetahui ketercapaian tujuan maka diperlukan evaluasi pendidikan moral. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan yaitu penalaran nilai atau moral, perasaan nilai atau moral, dan perilaku nilai atau moral. Evaluasi pendidikan moral yang sangat penting yaitu perilaku, karena perilaku moral sangat sulit untuk dievaluasi dan hanya mungkin dievaluasi secara akurat dengan melakukan pengamatan dalam jangka waktu yang lama dan terus-menerus. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik yang meliputi sikap dan pengalaman peserta didik terhadap hubungan pribadinya dengan Tuhannya, dirinya dengan masyarakat, kehidupannya dengan alam sekitarnya, serta sikap dan pandangan peserta didik terhadap diri sendiri selaku hamba Allah, anggota masyarakat, serta Khalifah Allah SWT.
NPM : 2213053117
Analisis jurnal 1 "PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH"
Berdasarkan jurnal tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas maka pendidikan moral di sekolah harus dilaksanakan secara bersungguh-sungguh. Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pembelajaran ilmu. Agar tercapainya pendidikan moral yang komprehensif maka guru dan segenap komponen warga sekolah perlu menanamkan pendidikan moral di sekolah. Sekolah dan guru dapat merancang pendidikan moral agar nilai-nilai moral dalam diri peserta didik dapat berkembang sehingga peserta didik menjadi generasi muda yang berkualitas. Dalam merancang pendidikan moral tersebut maka sekolah dan guru perlu memperhatikan komponen-komponen. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang tidak kalah penting yaitu meliputi cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh.
Selain itu untuk mengetahui ketercapaian tujuan maka diperlukan evaluasi pendidikan moral. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan yaitu penalaran nilai atau moral, perasaan nilai atau moral, dan perilaku nilai atau moral. Evaluasi pendidikan moral yang sangat penting yaitu perilaku, karena perilaku moral sangat sulit untuk dievaluasi dan hanya mungkin dievaluasi secara akurat dengan melakukan pengamatan dalam jangka waktu yang lama dan terus-menerus. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik yang meliputi sikap dan pengalaman peserta didik terhadap hubungan pribadinya dengan Tuhannya, dirinya dengan masyarakat, kehidupannya dengan alam sekitarnya, serta sikap dan pandangan peserta didik terhadap diri sendiri selaku hamba Allah, anggota masyarakat, serta Khalifah Allah SWT.
Nama : Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Analisis video 2
Berdasarkan video diatas yang berjudul "PENDEKATAN PENTAHELIX PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL" saya dapat mengambil kesimpulan bahwa Nilai artinya memberikan harga pada suatu konsep yang dihadapi. Sedangkan Moral (Morse) berarti kebiasaan-kebiasaan yang berulang-ulang oleh sekelompok orang. Adapun beberapa pendekatan pentahelix yaitu:
1. Pemerintah
2. Masyarakat/komunitas
3. Akademisi
4. Pengusaha/pemilik modal
5. Media
Herman (1972) mengemukakan bahwa "...value is neither taught nor cought, it is learned." Yang berarti bahwa substansi nilai tidaklah semata-mata ditangkap dan diajarkan.
Nilai harus ditangkap, dicerna, kemudian diinternalisasikan dan dibakukan di dalam diri kita. Bagaimana menilai kualitas seseorang tersebut dilihat dari penerapan nilai di dalam dirinya.
Adapun aliran Dalam pengajaran nilai yaitu sebagai berikut:
1.) Aliran relativisme adalah nilai tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai bersifat relatif, subjektif, temporer, dan situasional.
2.) Aliran kebebasan (value free) adalah nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri.
Penanaman dan penerapan nilai ini sangat penting bagi kehidupan seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
NPM : 2213053117
Analisis video 2
Berdasarkan video diatas yang berjudul "PENDEKATAN PENTAHELIX PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL" saya dapat mengambil kesimpulan bahwa Nilai artinya memberikan harga pada suatu konsep yang dihadapi. Sedangkan Moral (Morse) berarti kebiasaan-kebiasaan yang berulang-ulang oleh sekelompok orang. Adapun beberapa pendekatan pentahelix yaitu:
1. Pemerintah
2. Masyarakat/komunitas
3. Akademisi
4. Pengusaha/pemilik modal
5. Media
Herman (1972) mengemukakan bahwa "...value is neither taught nor cought, it is learned." Yang berarti bahwa substansi nilai tidaklah semata-mata ditangkap dan diajarkan.
Nilai harus ditangkap, dicerna, kemudian diinternalisasikan dan dibakukan di dalam diri kita. Bagaimana menilai kualitas seseorang tersebut dilihat dari penerapan nilai di dalam dirinya.
Adapun aliran Dalam pengajaran nilai yaitu sebagai berikut:
1.) Aliran relativisme adalah nilai tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai bersifat relatif, subjektif, temporer, dan situasional.
2.) Aliran kebebasan (value free) adalah nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri.
Penanaman dan penerapan nilai ini sangat penting bagi kehidupan seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Nama : Azzahra Rindra Tiara
NPM : 2213053117
Analisis video 1
Berdasarkan video diatas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa tenaga pendidik berperan penting dalam menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui mata pelajaran PPKN. Kesadaran nilai moral sangat penting karena dapat mengarahkan peserta didik untuk mempertimbangkan secara matang atas perilakunya dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di masyarakat. Apabila peserta didik tidak dibekali pendidikan moral maka akan terjadi masalah moral. Masalah moral adalah masalah yang sekarang ini sangat menyita perhatian terutama bagi para pendidik, alim ulama, pemuka masyarakat, dan orang tua. Demi kemajuan sekolah, bangsa, maupun negara maka pendidikan moral sangat penting untuk disosialisasikan kepada seluruh peserta didik untuk membentuk kepribadian peserta didik. Karena kepribadian dan karakter peserta didik yang baik akan membentuk generasi masa depan yang cerah. Sehingga penting sekali penerapan mata pelajaran PPKN dalam pendidikan nilai dan moral, antara lain yaitu:
- pembangunan watak atau karakter
- secara makro PKN juga merupakan wahana sosial-pedagogis pencerdasan kehidupan bangsa
- acuan penerapan keberhasilan pendidikan moral di sekolah
- jembatan untuk menuju pendidikan moral yang baik
Peran pendidik sekolah dasar dalam menanamkan pentingnya pendidikan nilai moral melalui PPKN yaitu dengan pendekatan Indoktrinasi, Klarifikasi Nilai, Teladan atau Contoh, dan Pembiasan dalam Perilaku.
Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan yaitu antara lain:
- Memberikan pengertian, pengetahuan, dan pemahaman tentang Pancasila.
- Menanamkan nilai-nilai moral Pancasila ke dalam diri anak didik.
- Meletakkan dan membentuk pola pikir yang sesuai dengan Pancasila.
- Menggugah kesadaran peserta didik sebagai warga negara dan warga masyarakat.
- Memberikan motivasi agar dalam setiap langkah laku lampahnya bertindak dan berperilaku sesuai Pancasila.
- Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga negara dan warga masyarakat Indonesia yang baik.
- Pembangunan watak dan karakter.
NPM : 2213053117
Analisis video 1
Berdasarkan video diatas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa tenaga pendidik berperan penting dalam menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui mata pelajaran PPKN. Kesadaran nilai moral sangat penting karena dapat mengarahkan peserta didik untuk mempertimbangkan secara matang atas perilakunya dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di masyarakat. Apabila peserta didik tidak dibekali pendidikan moral maka akan terjadi masalah moral. Masalah moral adalah masalah yang sekarang ini sangat menyita perhatian terutama bagi para pendidik, alim ulama, pemuka masyarakat, dan orang tua. Demi kemajuan sekolah, bangsa, maupun negara maka pendidikan moral sangat penting untuk disosialisasikan kepada seluruh peserta didik untuk membentuk kepribadian peserta didik. Karena kepribadian dan karakter peserta didik yang baik akan membentuk generasi masa depan yang cerah. Sehingga penting sekali penerapan mata pelajaran PPKN dalam pendidikan nilai dan moral, antara lain yaitu:
- pembangunan watak atau karakter
- secara makro PKN juga merupakan wahana sosial-pedagogis pencerdasan kehidupan bangsa
- acuan penerapan keberhasilan pendidikan moral di sekolah
- jembatan untuk menuju pendidikan moral yang baik
Peran pendidik sekolah dasar dalam menanamkan pentingnya pendidikan nilai moral melalui PPKN yaitu dengan pendekatan Indoktrinasi, Klarifikasi Nilai, Teladan atau Contoh, dan Pembiasan dalam Perilaku.
Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan yaitu antara lain:
- Memberikan pengertian, pengetahuan, dan pemahaman tentang Pancasila.
- Menanamkan nilai-nilai moral Pancasila ke dalam diri anak didik.
- Meletakkan dan membentuk pola pikir yang sesuai dengan Pancasila.
- Menggugah kesadaran peserta didik sebagai warga negara dan warga masyarakat.
- Memberikan motivasi agar dalam setiap langkah laku lampahnya bertindak dan berperilaku sesuai Pancasila.
- Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga negara dan warga masyarakat Indonesia yang baik.
- Pembangunan watak dan karakter.