Posts made by DWI NUR AZIZAH

Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178
Kelas : 3 G

Analisis jurnal 2
Pada jurnal kedua yang berjudul Menangkal Degradasi Moral Di Era Digital BagI Kalangan Milinial, Jurnal ini membahas mengenai kegiatan PKM yang dilakukan di di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulan, dimana Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan PKM ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka.

Tidak hanya itu Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akdemis tapi juga mempunayi kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi aksi dari keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Dari kegiatan ini, masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat juga nantinya akan memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan. Diharapkan PKM yang dilaksanakan dengan sasaran Siswa di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor ini dapat bermanfaat kepada semua pihak yang terlibat baik secara langsung ataupun tidak. Selain itu diharapkan PKM ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang serupa
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178
Kelas : 3 G

Analisis jurnal 1
Pada jurnal yang berjudul Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral Menuju Harmoni Sosial. Jurnal ini berusaha meninjau evaluasi pendidikan akhlak pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan. Kedua mata pelajaran ini dianggap paling bertanggung jawab atas etika berpikir dan berperilaku manusia terpelajar. Menurut kurikulum
diterapkan saat ini perencanaan dan proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik, namun perlu dikonstruksi ulang dalam evaluasi hasil belajar siswa. Dalam harapan bahwa penilaian utama tidak hanya dari domain kognitif sebagai yang lengkap pembelajaran di kelas, tetapi lebih dari itu merupakan afektif yang nyata dan permanen dan penilaian psikomotor dalam diri siswa hingga ia tumbuh di tengah-tengah masyarakat sosial yang harmonis
Adapun Tantangan moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa yang unggul secara intelektual dan moralitas. Sehingga evaluasi pendidikan perlu kiranya melakukan perbaikan secara terus menerus dan serius dalam memenuhi kebutuhan kegelisahan moral generasi bangsa. Dan melalui pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggungjawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia. Sehingga menumbuhkan sikap toleransi, 3) Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, 4) Menghargai hidup dalam perbedaan dilingkungan jangkauan pergaulan dan keberdaannya, 5) Mempunyai semangat belajar untuk mengetahui berbagai wawasan keilmuan dan pemahaman tentang fenomena dan kejadian yang namapak di sekitar lingkungan, sehingga bisa berpkir dan bersikap bijak ketika dihadapkan dengan gesekan perbedaan dan perpecahan antar golongan, 6) Mampu menalar dan mengurai secara mandiri berbagai aspek permasalahan disekitar lingkungan hidupnya secara objektif, 7) Mempunyai wawasan pendidikan politik; tentang ketatanegaraan sehingga dapat menempatkan diri sebagai bagian dari warga Negara, 8) Tumbuhnya semangat nasionalisme yang turut serta menjunjung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178

Izin mengemukakan analisis video
Video tersebut tentang Bagaimana peran seorang pendidik sekolah dasar dalam menanamkan pentingnya pendidikan nilai dan juga moral melalui mata pelajaran PPKN.
Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan nilai dan juga moral karena yang disampaikan oleh mata pelajaran ini adalah nilai-nilai moral yang diperlukan oleh seorang warga negara dalam berkehidupan sebagai warga negara dan masyarakat baik-baiklah telah sampailah kita kepada pembahasan inti yaitu Bagaimana Peran pendidik SD dalam menanamkan pentingnya pendidikan nilai dan juga moral melalui mata pelajaran PPKN, fungsi pendidikan nasional dalam membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai pendidikan nilai dan juga moral Pendidikan Kewarganegaraan ini diharapkan dapat membantu peserta didik untuk dapat meningkatkan pengetahuan serta pemahaman peserta didik tentang nilai dan juga moral Hai seperti teori yang dikenal luas dalam pendidikan nilai dan moral diantaranya teori kognitif moral yang dikemukakan oleh Piaget dalam could dengan dasar pemikirannya yang menyatakan bahwa pengetahuan moral dapat mempengaruhi sikap seseorang upaya penanaman moral seringkali dilakukan namun masih saja mengalami kesulitan melalui pendidikan kewarganegaraan diharapkan dapat menjadi acuan penerapan keberhasilan pendidikan nilai dan juga moral di sekolah serta menjadi jembatan untuk menjadi pendidikan nilai dan moral yang baik pendidikan moral ini dapat membentuk karakter kepribadian dan akan memiliki budi pekerti yang luhur Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan nilai dan juga moral karena yang disampaikan oleh mata pelajaran ini adalah nilai-nilai moral yang diperlukan oleh seorang warga negara dalam berkehidupan sebagai warga negara dan masyarakat
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178

Izin mengemukakan analisis jurnal 2

Pendidikan nilai dengan pendekatan konprehensif dipandang sesuai uotuk di terapkan, karena pada masa sekarang ini kehidupan sudah selnakin komplek dan perubahan di segala segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat. DiIiIlat dari segi materinya., pendidikan nilai dan moral Indonesia sudah cukup komprehensif, karena·nilai-nilai fundamnetal yang dapat tnentuntun kaarah pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat untuk seluruh umat manusia telah di sampaiklan kepada subjek didik di semua jenjang pendidikan, Pendidikan Agmna dan Pendidikan Moral Pancasila. Namun dari segi metode dan strateginya, Inasih banyak kelemahan yang perlu diatasi. Ada empat macam substansi pendidikan nilai yang disebut sebagai gerakan utama pendidikan nilai di Amerika Serikat, yaitu: realisasi nilai, pendidikan'
watak, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral. Keempat jenis substansi tersebut patut di pertimbangkan dalam melaksanakan pendidikan nilai dan moral di Indonesia. Bagian-bagian yang dianggap relevan dapat di integrasikan kedalam program Pendidikan Agama dan Pendidikan
Moral Pancasila Khususnya mengenai. pendidikan kewarganegaraan, termasuk didalamnya pemabaman dan penghargaan terhadap sitem demokrasi, ketrampilan berfikir kritis., ketrampilan bekerja sama dan ketrampilan mengatasi konflik. Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif
tingkat rendab~ perlu dilengkapi denagan pengembangankognitiftingkat tinggi sampai subyek didik memiliki ketrampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri.. memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut, memilki kebiasaan (habit) untuk melakukan tindakan bennoral. Dengan kata lain, pendidikan nilai dan moral hendaknya dapat mengembangkan subjek didik secara holistik, yang mencakup pengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan
spritual, pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih bemuansaindoktrinasi periu diinovasi dengan pendekatan komprehensif yang meliputi : inculct!ting 'menanamkan f niIai dan moralitas meneladakan, facilitating 'memudahkan' perkembangan nilai dan moral, dan skill development pengembangan ketrampilan untuk mencapai kehidupan pribadi yang tenteram dan kehidupan sosial yang konstruktif.
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178

Izin mengemukakan analisis jurnal 1

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.
Pendidikan moral sangat penting dilakukan oleh guru dan segenap komite warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komperehensif Komponen-komponen pendidikan moral disekolah yang penting adalah cakupan materi, variasi metode dan evaluasi menyeluruh, dengan memperhatikan komponen komponen tersebut sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara komperehensif sehingga hasilnya dapat optimal yaitu berkembangnya nilai nilai moral dalam diri peserta didik.