Forum Analisis Jurnal 1

Forum Analisis Jurnal 1

Forum Analisis Jurnal 1

Number of replies: 35

Lampirkan analisis anda mengenai jurnal diatas, dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Vivia Febbrilian 2113053050 -
Nama: Vivia Febbrilian Agrifina
NPM: 2113053050
Kelas: 3 G

Setelah membaca jurnal yang berjudul Pendidikan Moral di Sekolah maka didapati hasil analisis saya yakni, guru yang baik tentu saja sangat strategis untuk terbentuknya moral siswa yang baik pula. Sekolah berfungsi sebagai ruang publik yang demokratis. Sekolah sebagai tempat demokratis yang didedikasikan untuk membentuk pemberdayaan diri dan sosial. Dalam arti ini, sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Oleh karenanya guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.

Pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan komponen- komponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal, yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by DWI NUR AZIZAH -
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178

Izin mengemukakan analisis jurnal 1

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.
Pendidikan moral sangat penting dilakukan oleh guru dan segenap komite warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komperehensif Komponen-komponen pendidikan moral disekolah yang penting adalah cakupan materi, variasi metode dan evaluasi menyeluruh, dengan memperhatikan komponen komponen tersebut sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara komperehensif sehingga hasilnya dapat optimal yaitu berkembangnya nilai nilai moral dalam diri peserta didik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Lia Nanda Agustina -
Nama : Lia Nanda Agustina
NPM : 2113053077
Kelas: 3G/PGSD

Setelah membaca jurnal yang disediakan dengan judul "Pendidikan Moral Di Sekolah" dapat dianalisis bahwa pendidikan moral sangat perlu diterapkan di sekolah agar dapat menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Tak hanya orang tua, namun guru di sekolah juga berperan besar dalam mewujudkan moral peserta didik pada intinya keluarga,sekolah dan masyarakatlah yang berperan besar untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi,metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal. Guru yang baik tentu saja sangat strategis untuk terbentuknya moral siswa yang baik pula. Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu. Saah satunya dengan memberikan buku-buku yang bermutu, buku cerita dan artikel untuk dibaca para siswa adalah cara yang mudah dan penting untuk membangun nilai moral dalam diri siswa, disamping juga akan meningkatkan tujuan pembelajaran secara akademik
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by FRENIKA SUPIYATI -
NAMA : Frenika Supiyati
NPM : 2113053075
KELAS : 3 G
PRODI : PGSD
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin mengemukakan hasil Analisis Jurnal tentang Pendidikan Moral Di Sekolah

Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan pendidikan moral atau nilai dalam kegiatan pengajarannya. Pendidikan moral di sekolah perlu mendapat perhatian serius untuk membangun bangsa yang berkualitas. Peran utamanya adalah mendidik akhlak seorang anak ada di tangan orang tuanya, seorang pendidik di sekolah juga berperan besar dalam mewujudkan akhlak generasi penerus bangsa ysaitu peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah dan masyarakat bertanggung jawab secara bersama-sama untuk mendidik generasi muda agar memiliki akhlak yang baik sekaligus cerdas secara intelektual sehingga dapat terwujud generasi muda yang unggul. Itu merupakan tujuan utama pendidikan seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di Sekolah harus dirancang secara komprehensif meliputi berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi agar hasilnya diharapkan optimal yaitu pengembangan nilai moral dalam peserta didik itu sendiri sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.


terimakasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by ANNISA INDAH SAPUTRI -
Nama: Annisa Indah Saputri
NPM: 2113053105
Kelas: 3G/PGSD
Izin melampirkan hasil analisis jurnal 1 “Pendidikan Moral di Sekolah”
Pendidikan moral di sekolah penting dilakukan baik dari guru maupun segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah tersebut antaralain meliputi; cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal, yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas. Anak-anak yang hidup sekarang ini hidup di zaman modern akhir yang sangat jauh berbeda cara berpikir dan perilakunya dengan anak-anak di masa lalu. Indoktrinasi dipandang para ahli sebagai metode yang sudah usang dan tidak sejalan dengan semangat modern tersebut. Sehingga, metode lain yang sesuai yaitu inkulkasi atau penanaman nilai.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by ADINDA RAHMADHINA -
Nama : Adinda Rahmadhina
NPM : 2113053096
Kelas : 3G

Izin memberikan hasil analisis saya terhadap jurnal 1 yang telah disajikan di forum ini dengan judul “ Pendidikan Moral di Sekolah”
Dapat dianalisis bahwa pendidikan moral yang ditanamkan kepada peserta didik tidak hanya sebatas dari guru saja melainkan pendidikan nilai dan moral bisa didapatkan melalui pegawai tata usaha, Pramuka kantor, tukang kebun dan komite sekolah dalam hal ini semua subjek tersebut berperan untuk bersama-sama membangun moral siswa agar menjadi orang yang baik, tak hanya sampai di situ saja lingkungan keluarga pun peran yang sangat penting. Pada dasarnya pendidikan moral itu mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang yang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan moral pada masa sekarang ini menghadapi berbagai tantangan seiring dengan kemajuan zaman yang ditandai dengan keterbukaannya informasi dan kecanggihan teknologi hal ini jelas berbeda sekali dengan masa lalu. Melihat adanya perbedaan kemajuan zaman ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menanamkan nilai yaitu :
1. Metode inkulkasi nilai
2. Metode keteladanan
3. Metode klarifikasi nilai
4. Metode fasilitasi nilai
5. Metode keterampilan nilai moral

Dengan memperhatikan berbagai aspek yang mempengaruhi penanaman nilai dan moral pada diri anak diharapkan hal ini mampu untuk mengembangkan nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas

Terima Kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by ADINDA RAHMADHINA -
Nama : Adinda Rahmadhina
NPM : 2113053096
Kelas : 3G

Izin memberikan hasil analisis saya terhadap jurnal 1 yang telah disajikan di forum ini dengan judul “ Pendidikan Moral di Sekolah”
Dapat dianalisis bahwa pendidikan moral yang ditanamkan kepada peserta didik tidak hanya sebatas dari guru saja melainkan pendidikan nilai dan moral bisa didapatkan melalui pegawai tata usaha, Pramuka kantor, tukang kebun dan komite sekolah dalam hal ini semua subjek tersebut berperan untuk bersama-sama membangun moral siswa agar menjadi orang yang baik, tak hanya sampai di situ saja lingkungan keluarga pun peran yang sangat penting. Pada dasarnya pendidikan moral itu mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang yang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan moral pada masa sekarang ini menghadapi berbagai tantangan seiring dengan kemajuan zaman yang ditandai dengan keterbukaannya informasi dan kecanggihan teknologi hal ini jelas berbeda sekali dengan masa lalu. Melihat adanya perbedaan kemajuan zaman ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menanamkan nilai yaitu :
1. Metode inkulkasi nilai
2. Metode keteladanan
3. Metode klarifikasi nilai
4. Metode fasilitasi nilai
5. Metode keterampilan nilai moral

Dengan memperhatikan berbagai aspek yang mempengaruhi penanaman nilai dan moral pada diri anak diharapkan hal ini mampu untuk mengembangkan nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas

Terima Kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by ANI NURYANI -
Nama : Ani Nuryani
NPM : 2113053126
Kelas : 3 G

Analisis Jurnal 1: PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH

Jurnal tersebut berjudul pendidikan moral di sekolah yang ditulis oleh Rukiyati dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Bagian abstrak jurnal dituliskan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Bagian abstrak berisikan ringkasan jurnal. Metode penelitian yang digunakan pada jurnal tersebut adalah gabungan teori dan hasil penelitian lapangan. Pada bagian hasil dan pembahasan jurnal di bahas mengenai pendidikan moral di sekolah yaitu dimana pendidik utama di sekolah adalah guru akan tetapi semua warga sekolah seperti pegawai tata usaha, komite sekolah, tukang kebun dll semuanya berperan untuk membangun moral siswa agar dapat menjadi orang dengan moral yang baik. Sekolah juga merupakan ruang publik yang demokratis untuk membentuk siswa yang kritis, menghargai dialog dan kemanusiaan. Selain itu guru sebagai ujung tombak pembentuk moral siswa haruslah bermoral terlebih dahulu agar dapat mengajarkan moral yang mudah diterima dan diteladani oleh siswa.

Materi pendidikan moral juga menjadi pembahasan dalam jurnal tersebut. Pendidikan moral mencakup ajaran pengalaman belajar untuk menjadi orang yang bermoral dengan diri sendiri, sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap tuhan (Zuriah, 2010). Metode pendidikan moral menurut Kirschenbaum (1995: 31) mengusulkan 100 cara atau metode pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi) nilai-nilai dan moralitas, modeling nilainilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai di sekolah.

Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Berkembangnya peserta didik menjadi generasi muda yang berkualitas diperlukannya peran guru sebagai perancang pendidikan moral secara komprehensif yang tentunya harus di barengi dengan memperhatikan komponen-komponen pendidikan moral yang telah di sebutkan tadi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by SILFIA MARCA ATIKA APRILIANA -
Nama: Silfia Marca Atika Apriliana
Npm: 2113053095
Kelas: 3G

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal yang berjudul Pendidikan Nilai Moral Di Sekolah.
Dalam jurnal ini membahas mengenai betapa pentingnya pendidikan nilai moral di sekolah,Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Orang tua menjadi peran utama dalam mendidik anak anaknya.Namun dalam hal ini pun guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul.

Sekolah merupakan lingkungan mikro sistem yang bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas subjek-didik, menumbuhkembangkan nilai-nilai insani dan Ilahi pada subjek didik dan satuan sosial masyarakat, dan meningkatkan kemampuan kerja produktif pada subjek didik. Dengan kata lain, fungsi sekolah terkait dengan upaya menumbuhkan nilai-nilai akademik, nilai-nilai sosial dan nilai-nilai religius. Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu. Namun juga perlu di sadari bahwa guru merupakan pendidik utama disekolah dalam membentuk moral peserta didik,oleh karena itu guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Angelia Agustin -
Nama : Angelia Agustin
NPM : 2113053162
Izin memberikan hasil analisis saya terkait jurnal 1 dengan judul “PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH”
Peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Sebagai sebuah mikrosistem, sekolah diperkirakan mempunyai pengaruh yang kuat yang dapat dilihat secara langsung dalam diri subjek didik. Dengan kata lain, fungsi sekolah terkait dengan upaya menumbuhkan nilai-nilai akademik, nilai-nilai sosial dan nilai-nilai religius. Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu. Maka, pengembangan manusia dalam pendidikan dapat didefinisikan menjadi "keseluruhan tindakan dan komunikasi lisan dan tertulis yang melihat tujuan pendidikan lebih mengutamakan pada upaya membantu, mendorong, memfasilitasi pertumbuhan siswa sebagai manusia utuh, termasuk di dalamnya sisi kognitif, emosional, sosial, etik, kreatif dan spiritualnya. Berdasarkan pertimbangan di atas, perlu dilakukan perencanaan terkait pendidikan moral di sekolah yang bersifat komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen: pendidik, materi, metode, dan evaluasinya. Komponen pendidikan moral tersebut sebagai unsur penting yang harus diperhatikan agar pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan lebih optimal. Rangkuman berbagai teori diambil dari hasil pemikiran dan penelitian para pakar pendidikan moral seperti Kirschenbaum, Thomas Lickona, Darmiyati Zuchdi dan Nurul Zuriah yang kemudian diinterpretasi dan disintesiskan oleh penulis sehingga diperoleh kesatuan gagasan tentang teori pendidikan moral di sekolah. Sekolah sebagai tempat demokratis yang didedikasikan untuk membentuk pemberdayaan diri dan sosial.
Dalam arti ini, sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Sekolah bukan sebagai perluasan tempat kerja atau sebagai lembaga garis depan dalam pertempuran pasar internasional dan kompetisi asing, sekolah sebagai ruang publik yang demokratis dibangun untuk membentuk siswa dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan. Dalam konteks inilah, guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya. Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan peduli. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, dan mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru. Pendidikan agama yang di dalamnya sarat dengan nilai-nilai moral diberi tempat yang khusus dan penting. Nilai-nilai moral yang diajarkan di dalam ajaran agama menjadi sumber nilai bagi kehidupan masyarakat Indonesia sehingga di sekolah pun nilainilai moral agama tetap diberi tempat khusus sebagaimana telah dimasukkan dalam kurikulum, baik intra maupun ekstra kurikuler.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by ARIS PURNAMA PUTRA -
Nama: Aris Purnama Putra
NPM: 2113053112
KELAS 3G
Analisis jurnal dengan judul “PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH”

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal. Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidik utama di sekolah adalah guru. Walaupun demikian, perlu disadari bahwa pendidik moral di sekolah tidak terbatas pada guru semata. Di sekolah ada pegawai tata usaha, pramu kantor, tukang kebun, dan komite sekolah. Semua subjek tersebut berperan untuk bersama-sama membangun moral siswa agar menjadi orang yang baik. guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula.
Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya. materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010). Pendidikan moral terhadap diri sendiri yang penting diberikan kepada peserta didik berkaitan dengan nilai nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerja sama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan peduli. Pendidikan agama yang di dalamnya sarat dengan nilai-nilai moral diberi tempat yang khusus dan penting. Nilai-nilai moral yang diajarkan di dalam ajaran agama menjadi sumber nilai bagi kehidupan masyarakat Indonesia sehingga di sekolah pun nilai nilai moral agama tetap diberi tempat khusus sebagaimana telah dimasukkan dalam kurikulum, baik intra mau pun ekstra kurikuler. Hanya saja perlu di waspadai nilai-nilai moral agama harus dibarengi dengan sikap untuk tetap bertoleransi.
Kirschenbaum (1995: 31) mengusulkan 100 cara atau metode pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi)nilai-nilai dan moralitas, modeling nilai nilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai disekolah. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Maka, evaluasi pendidikan nilai juga mencakup tiga ranah tersebut. berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51).
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by DIVA DZAKYRANI SHALIHA DIVA DZAKYRANI SHALIHA -
Nama : Diva Dzakyrani Shaliha
NPM:2113053251
Izin menyampaikan hasil analisis jurnal
Dalam jurnal dijelaskan bahwa guru yang baik tentu saja sangat strategis untuk terbentuknya moral siswa yang baik pula. Sebagaimana dinyatakan oleh Henry Giroux (1988: xxxiv) sekolah berfungsi sebagai ruang publik yang demokratis. Sekolah sebagai tempat demokratis yang didedikasikan untuk membentuk pemberdayaan diri dan sosial. Dalam arti ini, sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan komponen komponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal, yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.Pendidikan moral terhadap diri sendiri yang penting diberikan kepada peserta didik berkaitan dengan nilai nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek,berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan peduli.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Niken Larasati -
Nama : Niken Larasati
NPM : 2113053013
Kelas : 3G/PGSD
Izin mengirimkan hasil analisis jurnal 1 : Pendidikan Moral di Sekolah.

Jurnal ini ditulis oleh Rukiyati (Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta). Pada bagian abstrak jurnal dituliskan bahwa keluarga, sekolah, dan masyarakat harus bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Pada pendahuluan jurnal dituliskan fungsi pendidikan yaitu menumbuhkan kreativitas subjek didik, menumbuhkembangkan nilai-nilai insani pada subjek didik dan satuan sosial masyarakat, meningkatkan kemampuan kerja produktif pada subjek didik. Komponen pendidikan moral adalah unsur yang harus diperhatikan agar pendidikan moral disekolah dapat berjalan optimal. Terdapat hasil dan pembahasan pada jurnal ini yaitu :pendidik moral di sekolah, materi pendidikan moral, metode pendidikan moral,dan evaluasi pendidikan moral .

Pendidik moral di sekolah, guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik. Materi pendidikan moral nencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang yang bermoral baik. Metode pendidikan moral meliputi : inkulkasi nilai, metode keteladanan, metode klarifikasi nilai, metode fasilitas nilai, metode keterampilan nilai moral. Adapun pembahasan jurnal ini mengenai tahap-tahap perkembangan afektif yaitu : impersonal-egocentric, heteronomous, antarpribadi, psychological-personal, Autonomous, integritous. Terdapat 4 kemampuan dasar dalam klasifikasi kemampuan teknis yaitu : bagaimana loyalitas dan pengabdian peserta didik kepada Allah berupa tingkah laku yang mencerminkan keimanan, bagaimana penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan hidup bermasyarakat, bagaimana peserta didik mengelola bagaimana ia merusak atau memberi makna bagi kehidupannya, dan bagaimana peserta didik memandang dirinya sebagai hamba Allah.

Sekian, Terima Kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Lisa Ariyanti -
Nama: Lisa Ariyanti

NPM: 2113053083

Izin menyampaikan hasil analisis saya, Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. guru merupakan orang tua kedua bagi seorang peserta didik di sekolahnya. Guru bukan hanya bertugas memberikan tugas dan nilai, akan tetapi juga memantau bagaimana perkembangan peserta didiknya. Terkadang pun orang tua yang harusnya menjadi tempat ternyaman seorang anak, harus menjadi tempat yang ingin dijauhi oleh anak itu sendiri, kenapa? Ya, karena kurangnya harmonis, mereka tidak menutupi masalah keduanya dan membiarkan anak mereka melihatnya dengan mata kepala sendiri. Hal ini harus diperhatikan setiap orang tua, karena dapat berpengaruh pada psikis anak. Pendidikan moral ini sangat penting untuk dilakukan baik orang tua, tenaga pendidik, maupun komponen yang ada di lingkungan tersebut.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by DANIEL DWI SAPUTRA 2113053110 -
Nama: Daniel Dwi Saputra
NPM: 2113053110

Izin memberikan hasil analisis pada Jurnal 1 (PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH):
Jurnal ini merupakan gabungan antara teori dan hasil penelitian lapangan. Rangkuman berbagai teori diambil dari hasil pemikiran dan penelitian para pakar pendidikan moral seperti Kirschenbaum, Thomas Lickona, Darmiyati Zuchdi dan Nurul Zuriah yang kemudian diinterpretasi dan disintesiskan oleh penulis sehingga diperoleh kesatuan gagasan tentang teori pendidikan moral di sekolah. Data lapangan diperoleh dari hasil penelitian penulis pada tahun 2012 di sebuah sekolah dasar Islam di Sleman Secara keseluruhan, kesimpulan dari jurnal ini yaitu pendidikan moral di sekolah sangatlah penting dilaksanakan oleh pendidik dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Dengan memperhatikan komponenkomponen(cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh), sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal.

Sekian hasil analisis dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf. Terima kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by INDIKA SALSABILA -
Nama : Indika Salsabila
NPM : 2113053276
Kelas : 3G

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal yang berjudul “ Pendidikan Moral di Sekolah”

Setelah membaca jurnal tersebut pendidikan moral adalah sebuah pendidikan yang sangat perlu diterapkan, karena pendidikan moral merupakan pendidikan yang mengajarkan tentang tingkah laku seoarang individu. Salah satu tempat yang bisa dijadikan tempat pendidikan moral adalah sekolah. Sekolah merupakan tempat seorang individu untuk mendapatkan pendidikan baik pendidikan dalam ranah pelajaran ataupun perilaku. Pendidikan moral disekolah perlu dilakukan secara sungguh –sungguh, untuk membangun generasi bangsa yang baik dan berkualitas. Sesuai dengan tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles

Oleh sebab itu, perlu adanya kerjasama antara pendidik, orang tua, dan masyarakat sekitar. Walaupun tugas mendidik disekolah adalah tanggung jawab pendidik, namun orang tua dan masyarakat sekitar tidak bisa lepas tangan begitu saja. Hal tersebut dikarenakan agar proses pendidikan moral dapat berjalan dengan efektif dan diimplementasikan dengan baik juga. Pendidikan moral di sekolah juga harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.

Terima kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by PUTRI ADELIA RIZALDY -
Nama: Putri Adelia Rizaldy
NPM: 2113053021
Kelas: 3G/PGSD

Izin mengirimkan hasil analisis jurnal1 tentang Pendidikan Moral di Sekolah
Dijurnal telah dijelaskan bahwa Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal. Dari uraian yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dalam hal evaluasi afektif, Dupon(Darmiyati, 2009: 54) telah menemukan tahap-tahap perkembangan afektif sebagai berikut:
a. Impersonal, egocentric: tidak jelas strukturnya.
b. Heteronomous: berstruktur uni-lateral, vertikal.
c. Antarpribadi: berstruktur horizontal,bilateral.
d. Psychological-personal: menjadi dasar keterlibatan orang lain atau komitmen pada sesuatu yang ideal.
e. Autonomous: didominasi oleh sifatotonomi.
f. Integritous: memiliki integritas,mampu mengontrol diri secara sadar.
Dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal, yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by mesy arsita -
Nama:Mesy Arsita
Npm:2113053300
Kelas:3G


Dari jurnal yang saya analisis dengan judul “ Pendidikan Moral di Sekolah"
Bahwa pendidikan moral yang ditanamkan kepada peserta didik tidak hanya sebatas dari guru saja tetapi pendidikan nilai dan moral bisa didapatkan melalui pegawai tata usaha, Pramuka kantor, tukang kebun dan komite sekolah dalam hal ini semua subjek tersebut berperan untuk bersama-sama membangun moral siswa agar menjadi orang yang baik, bukan hanya itu saja lingkungan keluarga mempunyai peran yang sangat penting. Pada dasarnya pendidikan moral itu mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang yang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan moral pada masa sekarang ini banyak menghadapi berbagai tantangan seiring dengan kemajuan zaman yang ditandai dengan keterbukaannya informasi dan kecanggihan teknologi hal ini jelas berbeda sekali dengan masa yang telah lampau. Melihat adanya perbedaan dan perubahan zaman ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menanamkan nilai diantaranya:
1. Metode inkulkasi nilai
2. Metode keteladanan
3. Metode klarifikasi nilai
4. Metode fasilitasi nilai
5. Metode keterampilan nilai moral

Dengan memperhatikan berbagai aspek yang mempengaruhi penanaman nilai dan moral pada diri anak diharapkan hal ini mampu untuk mengembangkan nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.

Sekian terimakasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by DEVARA TRIAMONICA -
Nama : Devara Triamonica
NPM : 2113053030
Kelas : III (Tiga) G
Analisis Jurnal ke-1

Setalah saya membaca dan memahami tentang jurnal yang berjudul "Pendidikan Moral disekolah" Saya dapat menganalisis jurnal tersebut dan memahaminya. Jurnal tersebut sangat bagus dan memberikan banyak pengetahuan

Hasil analisis saya terkait jurnal, di dalam jurnal membahas tentang tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah dan konperhensif. Di dalam jurnal dikatakan bahwa sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu. Amstrong (2006: 17) mengemukakan teorinya tentang sekolah sebagai wahana pengembangan manusia (human development). Seperti kita tahu bahwa guru adalah pendidik utama disekolah, tetapi pendidikan moral tidak hanya terbatas oleh guru saja. Karena lingkup pendidikan moral di sekolah mencakup semua warga sekolah. Guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis. Sebelum mengajarkan nilai dan moral guru harus dapat memberi contoh kepada peserta didik yaitu dengan memiliki nilai dan makanannya ral yang baik juga, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya. Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).

Ada beberapa metode untuk menerapkan pendidikan moral:
1. Inkulkasi nilai
2. Metode keteladanan
3. Metode klarifikasi nilai
4. Metode fasilitas nilai
5. Metode keterampilan nilai moral
Selanjutnnya dalam jurnal juga membahas tentang evaluasi pendidikan moral. Evaluasi ini di perlukan untuk kemajuan pendidikan moral kedepannya. Supaya tujuan pendidikan nilai
dilakukukan yang berwujud perilaku yang diharapkanndapat tercapai, subjek didik harus sudah memiliki kemampuan berpikir/bernalar dalam permasalahan nilai/moral sampai dapat membuat keputusan secara mandiri dalam menentukan tindakan apa yang harus dilakukan.

Sekakian, analisis jurnal ke-1
Terima kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Alifah Puji Astuti -
Nama: Alifah Puji Astuti
NPM: 2113053173
Kelas: 3G/PGSD

Pada jurnal yang berjudul pendidikan moral disekolah membahas mengenai Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidik utama di sekolah adalah guru. Walaupun demikian, perlu disadari bahwa pendidik moral di sekolah tidak terbatas pada guru semata. sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Sekolah bukan sebagai perluasan tempat kerja atau sebagai lembaga garis depan dalam pertempuran pasar internasional dan kompetisi asing, sekolah sebagai ruang publik yang demokratis dibangun untuk membentuk siswa dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan. Guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

Selain guru dan warga sekolah komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan komponenkomponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal, yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Maria Natalisa -
Nama : Maria Natalisa
NPM : 2113053116

Izin melampirkan hasil analisis jurnal yang berjudul Pendidikan Moral di Sekolah yang diterbitkan oleh Jurnal Humanika tahun 2017. Jurnal ini membahas komponen Pendidikan moral sebagai unsur penting yang harus diperhatikan agar Pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan optimal. Pendidikan moral sangat penting diajarkan serta dilaksanakan secara bersungguh-sungguh agar dapat membangun generasi bangsa yang berkualitas. Orang tua menjadi pemeran utama dalam mendidik moral anak, namun pendidk di sekolah juga berperan sangat besar dalam mewujudkan moral peserta didik. Oleh karena itu pendidik harus memiliki moral yang baik terlebih dahulu. Agar dalam pelaksanaannya pendidik dapat diterima serta diteladani oleh peserta didiknya.

Materi Pendidikan moral juga termasuk dalam mewujudkan Pendidikan moral yaitu berisi ajaran serta pengalaman belajar menjadi orang bermoral dengan diri sendiri, terhadap sesame manusia dan alam semesta serta mora terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010). Metode dalam Pendidikan moral yaitu inkulkasi atau penanaman nilai, metode keteladanan, metode klasifikasi nilai, metode fasilitasi nilai, dan metode keterampilan nilai moral. Selanjutnya evaluasi Pendidikan moral dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Evaluasi dibedakan menjadi tiga ranah yaitu evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009:51).
Dengan memperhatikan serta mempertimbangkan komponen-komponen diatas, maka guru dengan sekolah menjadi peran utama dalam merancang Pendidikan moral secara komprehensif sehingga mencapai hasil yang ditetapkan yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga menjadi generasi yang berkualitas.
Sekian, terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by FADHILA OCTAVIANA -
Assalamualaikum Wr. Wb.
Perkenalkan,
Nama : Fadhila Octaviana
Kelas : 3G

Izin memberikan hasil analisis saya,

Sekolah yang baik merupakan sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu.

Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan komponen- komponen tersebut, dapat mengoptimalkan pendidikan moral dalam sekolah.

Terdapat lima macam metode dalam pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi) nilai-nilai dan moralitas, modeling nilai- nilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai di sekolah.

Selain metode diatas, terdapat metode-metode lain yang sesuai dengan kondisi anak-anak yang hidup di zaman modern, yaitu seperti berikut :

a. Inkulkasi nilai
Metode ini dapat dilaksanakan dalam pembelajaran moral di sekolah maupun di dalam keluarga dengan berbagai cara. Kirschenbaum mengetengahkan 34 cara inkulkasi nilai, di antaranya adalah identifikasi nilai- nilai target, membaca buku-buku sastra dan non-fiksi, bercerita.

b. Metode keteladanan
Keteladanan merupakan bentuk
mengestafetkan moral yang digunakan oleh masyarakat religius tradisional, dan digunakan pula oleh masyarakat modern sekarang ini.

c. Metode klarifikasi nilai
Pendekatan klarifikasi nilai adalah salah satu contoh yang memberikan kebebasan untuk anak menentukan nilai-nilainya.

d. Metode fasilitasi nilai
Guru dan pihak sekolah
memberikan berbagai fasilitas yang dapat digunakan siswa agar dapat merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya baik secara individu maupun berkelompok, misalnya fasilitas beribadah berupa mesjid dan mushola, fasilitas membuat kompos dari sampah sekolah, fasilitas berupa ruang diskusi, perpustakaan dengan buku-buku cerita yang memuat nilai-nilai moral, dan sebagainya.

e. Metode keterampilan nilai moral
Keterampilan moral dalam diri peserta didik dapat diwujudkan dimulai dengan pembiasaan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by INDAH NUR SAPITRI -
Nama: Indah Nur Sapitri
NPM: 2113053299
Kelas: 3 G
Izin mengemukakan hasil Analisis Jurnal tentang Pendidikan Moral Di Sekolah

Pendidikan moral di sekolah harus diperhatikan secara serius agar dapat Membangun bangsa yang berkualitas. Meskipun peran utamanya adalah pendidikan Moral anak ada di tangan orang tuanya, guru sekolah juga berperan penting dalam mengenali moral siswa seharusnya. Keluarga, sekolah dan masyarakat tanggung jawab bersama untuk mendidik generasi muda dengan moral yang baik sekaligus cerdas dan intelektual untuk mewujudkan generasi muda yang berprestasi. Ini adalah tujuan utama pendidikan seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles. pendidikan moral di Sekolah harus dirancang secara keseluruhan yang meliputi aspek-aspek yang berbeda, yaitu: pendidik, materi, metode dan evaluasi agar diperoleh hasil yang optimal.

Pendidik moral di sekolah Tidak bisa menyangkal itu Pendidik utama di sekolah adalah guru. Namun, perlu diperhatikan bahwa pendidik etika di sekolah tidak terbatas pada guru di sekolah memiliki staf administrasi, manajer kantor, tukang kebun dan komite sekolah. Semua topik ini berkontribusi pada bersama-sama untuk meningkatkan moral siswa adalah pria yang baik. Pendidikan moral di sekolah itu penting dibuat oleh guru dan semua komponen komunitas sekolah untuk mencapai pendidikan moral yang lengkap. Komponen pendidikan moral di sekolah lain jangan kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode dan penilaian yang mendalam. Dengan memperhatikan komponen tersebut, sekolah memiliki guru seperti yang bisa dibayangkan oleh pemeran utama lebih banyak pendidikan moral komprehensif sehingga hasilnya bisa tercapai secara optimal, yaitu pengembangan nilai-nilai etika dalam siswa sendiri kepada mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.

Terimakasih Banyak
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Ummu Darda Azzahra -
Nama : Ummu Darda Azzahra
NPM : 2113053214
Kelas : 3G/PGSD

Izin mengirimkan hasil Analisis Jurnal 1 yang berjudul Pendidikan Moral Di Sekolah yang ditulis oleh Rukiyati dari fakultas Ilmu Pendidkan Universitas Negeri Yogyakarta.

Dalam jurnal membahas tentang Pendidikan moral di sekolah, metode Pendidikan moral, dan evaluasi Pendidikan moral.

Pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Pada materi Pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010). Metode Pendidikan moral ada beberapa yaitu, inkulkasi nilai, metode keteladanan, metode klarifikasi nilai, metode fasilitasi nilai, dan metode keterampilan nilai moral. Selanjutnya evaluasi Pendidikan moral dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Tujuan pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Maka, evaluasi pendidikan nilai juga mencakup tiga ranah tersebut. berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51).
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by VINKA VRISILIA -
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Nama: Vinka Vrisilia
Npm: 2153053025
Izin mengirimkan hasil analisis jurnal 1 tentang" Pendidikan Moral Di Sekolah" yang ditulis Oleh : Rukiyati. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.Di dalam jurnal ini membahas pendidikan moral yang ada disekolah itu sangat diperlukan untuk membangun generasi muda yang sangat berkualitas. Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, master di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan ideal.Dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh master dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan komponenkomponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara ideal, yaitu berkembangnya nilai-nilai ethical dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.
Sekian Terimakasi apabila terdapat kekurangan mohon maaf.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Liyana Qayyimah -
Nama : Liyana Qayyimah
NPM : 2113053189
Kelas : 3G

Izin mengirimkan hasil analisis jurnal “PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH”.
Pendidikan moral di sekolah harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk membina generasi yang baik bagi bangsa. Meskipun peran utama dalam pendidikan moral anak berada di tangan orang tua, guru sekolah juga memainkan peran penting dalam memahami moral siswa dengan baik. Sebagai sebuah sistem kecil, sekolah dianggap memiliki pengaruh yang kuat yang dapat dilihat secara langsung pada siswa itu sendiri. Apalagi di zaman sekarang ini, banyak orang tua yang bercita-cita ingin membuat anaknya lebih pintar dan lebih baik. Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu. Untuk itu membahas komponen pendidikan moral tersebut sebagai unsur penting yang harus diperhatikan agar pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan lebih optimal. Lalu tidak dapat dipungkiri bahwa guru mempunyai peran utama di sekolah sebagai garda terdepan membangun moral siswa, sehingga guru harus memiliki akhlak terlebih dahulu. Walaupun demikian, perlu disadari bahwa pendidikan moral di sekolah tidak terbatas pada guru semata. Di sekolah ada pegawai tata usaha, pramu kantor, tukang kebun, dan komite sekolah. Semua mata pelajaran disekolah juga berperan penting dalam memotivasi siswa dan membantu mereka menjadi orang baik.
Pada intinya, mata pelajaran pendidikan moral meliputi pendidikan dan pengalaman belajar untuk menjadikan manusia bermoral tentang dirinya sendiri, moral dengan manusia dan dunia, dan moral dengan Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010). Pendidikan agama yang sarat dengan nilai-nilai moral memiliki tempat khusus dan penting. Bahkan di sekolah, nilai-nilai agama dan moral dimasukkan dalam kurikulum baik di dalam maupun di luar kurikulum, karena nilai-nilai moral yang diajarkan dalam ajaran agama merupakan sumber nilai bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu dalam pengimplementasiannya harus memperhatikan nilai-nilai moral agama, yang harus berjalan seiring dengan sikap toleran. Anak-anak yang hidup saat ini hidup di zaman modern, yang sangat berbeda dengan masa lalu dalam cara berpikir dan berperilaku. Sehingga metode yang ketinggalan zaman dan tidak cocok untuk zaman modern.
Terdapat cara lain yang lebih cocok, yaitu: Inkulkasi nilai, sebuah Indoktrinasi nilai meliputi mengidentifikasi tujuan, dengan membaca buku sastra dan nonfiksi, serta bercerita, lalu dengan metode keteladanan merupakan bentuk pelestarian moral yang digunakan dalam masyarakat keagamaan tradisional dan masih digunakan dalam masyarakat modern hingga saat ini. Selanjutnya ada metode klarifikasi nilai yang merupakan contoh pemberian kebebasan kepada anak untuk menentukan nilai sendiri. Metode fasilitasi nilai dokter dimana guru dan sekolah memberikan banyak fasilitas yang dapat digunakan siswa secara individu maupun kolektif untuk mewujudkan nilai-nilai moral dalam diri mereka, misalnya berupa masjid dan mushola, fasilitas pengomposan sampah sekolah, fasilitas berupa diskusi spasial dan perpustakaan dengan buku-buku fiksi yang mengandung nilai-nilai moral, dll. Dan nilai moral dapat dirasakan mulai dari metode keterampilan, membiasakan keterampilan moral pada siswa. Kemudian Evaluasi terbaru pendidikan moral. Pendidikan nilai membutuhkan penilaian yang komprehensif beserta empat aspeknya (isi, metode, proses, pendidik). Penilaian dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan telah tercapai. Tujuan pendidikan nilai mencakup tiga bidang: nilai/pemikiran moral, nilai/perasaan moral, dan nilai/perilaku moral. Metode penilaian keberhasilan belajar pada ranah emosional dapat dilakukan dengan cara mengukur secara tidak langsung emosi atau emosi seseorang, yaitu emosi. dengan menafsirkan ada tidaknya emosi positif (atau negatif) dan intensitas emosi yang dihasilkan dari tindakan atau emosi siswa tersebut.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by ALIF KURNIADI HILABY21 -
Nama : Alif Kurniadi Hilaby
Npm : 2153053038

Izin mengirim analisis jurnal 1 Pendidikan Moral di Sekolah
Pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Pada materi Pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010). Metode Pendidikan moral ada beberapa yaitu, inkulkasi nilai, metode keteladanan, metode klarifikasi nilai, metode fasilitasi nilai, dan metode keterampilan nilai moral.
Pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan komponen- komponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih baik sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Kadek Asih Septiyani -
Nama : Kadek Asih Septiyani
NPM : 2113053213

Izin menyampaikan analisis saya mengenai jurnal 1 yang berjudul “PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH”.

Selain orang tua, pendidik juga berperan besar dalam mengajarkan pendidikan moral pada anak. Jurnal ini membahas komponen pendidikan moral meliputi pendidik, materi, metode, serta evaluasi agar pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan lebih optimal. Pendidik merupakan ujung tombak dalam membentuk moral yang baik bagi peserta didiknya, oleh karena itu pendidik haruslah memiliki modal dan bekal yaitu bermoral yang baik pula agar pendidikan moral yang diajarkan akan mudah diterima dan diteladani oleh peserta didik. Materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar agar menjadi manusia bermoral bagi diri sendiri, orang lain, serta Tuhan. Metode dalam mengajarkan pendidikan moral pada generasi muda sekarang antara lain metode inkulkasi nilai dimana menurut Kirschenbaum dapat dilaksanakan melalui identifikasi nilai-nilai target, membaca buku-buku sastra dan non-fiksi, serta bercerita, metode keteladanan yaitu cara mengestafetkan moral dimana disini orang tua dan pendidik yang akan mengestafetkan moral atau memberikan teladan baik pada anak, metode klarifikasi nilai yaitu memberikan kebebasan untuk anak menentukan nilai-nilainya, metode fasilitasi nilai dimana ini cara dengan memfasilitasi anak dengan berbagai fasilitas yang mendukung mereka merealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya, dan yang terakhir metode keterampilan nilai moral.

Selanjutnya ada komponen evaluasi pendidikan moral yang bertujuan untuk mengetahui ketercapaian tujuan yang meiputi penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral sangatlah penting diajarkan di sekolah dengan melibatkan pendidik serta komponen lainnya yang ada disekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen pendidikan yang meliputi materi, metode, dan evaluasi seperti dijelaskan diatas juga harus diperhatikan agar hasil yang diharapkan dapat dicapai secara optimal yang dilihat dari berkembangnya nilai moral pada anak sehingga menjadi generasi muda yang berkualitas.

Sekian, terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by YUSUF BARRULY -
Nama : Yusuf Barruly
NPM : 2113053103
Kelas : 3G

Izin mengumpulkan tugas analisis jurnal 1
Jurnal yang berjudul Pendidikan Moral di Sekolah ini membahas tentang pentingnya komponen- komponen pendidikan moral yang harus diperhatikan agar pendidikan moral disekolah dapat berjalan dengan baik. Dari jurnal ini dapat kita ketahui bahwa pendidikan moral disekolah haruslah dilaksanakan dengan maksimal untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Pendidikan moral ini tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua tetapi juga guru harus berperan aktif untuk mendidik moral peserta didik. Menurut Aristoteles Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Agar pendidikan moral ini tercapai secara komprehensif haruslah memperhatikan beberapa komponen penting seperti cakupan materi, variasi, metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan beberapa komponen tadi guru dan sekolah dapat merancang pendidikan moral yang komprehensif sehingga hasil dapat tercapai dengan optimal, yaitu berkembangnya nilai moral peserta didik agar mereka bisa menjadi generasi bangsa yang berkualitas.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Yoga Ananta -
Nama : Yoga Ananta
NPM : 2153053002
Kelas: 3G/PGSD

Setelah membaca jurnal yang disediakan dengan judul "Pendidikan Moral Di Sekolah" dapat dianalisis bahwa pendidikan moral sangat perlu diterapkan di sekolah agar dapat menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Tak hanya orang tua, namun guru di sekolah juga berperan besar dalam mewujudkan moral peserta didik pada intinya keluarga, sekolah dan masyarakatlah yang berperan besar untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang secara komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga diharapkan hasil yang diharapkan akan optimal. Guru yang baik tentu saja sangat strategis untuk terbentuknya moral siswa yang baik pula. Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Ernawati.21 Ernawati.21 -
Nama : Ernawati
NPM : 2113053203
Izin menyampaikan hasil analisis Jurnal yang berjudul Pendidikan Moral di Sekolah
Selain keluarga dan masyarakat, pendidik juga merupakan pemegang peran penting yang ada di sekolah dalam terbentuknya moral peserta didik yang baik. Pendidik sebagai ujung tombak yang mewujudkan moral baik dalam diri peserta didik, sehingga pendidik sendiri harus memiliki moral yang baik pula. Pendidikan moral penting diberikan pada diri seorang peserta didik karena berkaitan dengan nilai-nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar maupun bekerja, keuletan, disiplin waktu.

Beberapa metode yang dapat diterapkan pada peserta didik dalam kaitannya dengan pendidikan moral yaitu metode inkulkasi nilai, metode keteladanan, metode klarifikasi nilai, metode fasilitasi nilai, dan metode keterampilan nilai moral. Selain pendidik, segenap warga sekolah yang lain juga memiliki andil dalam tercapainya pendidikan mora yang komprehensif. pendidik, materi, variasi metode, dan evaluasi menyeleruh merupakan komponen-komponen pendidikan moral yang perlu diperhatikan dalam lingkungan sekolah.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by A. ZAHRA INTAN SUCIA -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Nama: A. Zahra Intan Sucia
NPM: 2153053020
Kelas: 3G PGSD

Izin melampirkan hasil analisis saya tentang isi dari Jurnal 1 yang berjudul “Pendidikan Moral Di Sekolah” yang ditulis oleh Rukiyati pada bulan September 2017.
Setelah membaca secara keseluruhan jurnal yang berjudul Pendidikan Moral di Sekolah dapat saya simpulkan bahwa didalam abstrak menjelaskan bahwa Pendidikan moral di sekolah harus ditanggapi dengan serius untuk membangun bangsa yang berkualitas. Orang tua tentu berperan besar dalam meningkatkan moral anak-anaknya, namun guru di sekolah juga berperan penting dalam mewujudkan moral anak didiknya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidik utama di sekolah adalah guru. Guru yang baik tentu saja sangat strategis dalam terbentuknya moral siswa yang baik pula. Oleh karena guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.
Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk mendidik generasi muda dalam moral yang baik dan kearifan intelektual sehingga dapat menjadi generasi muda yang lebih baik. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh Aristoteles. Anak-anak yang hidup sekarang ini hidup di zaman modern akhir yang sangat jauh berbeda cara berpikir dan perilakunya dengan anak-anak di masa lalu. Indoktrinasi dipandang para ahli sebagai metode yang sudah usang dan tidak sejalan dengan semangat modern tersebut. Maka, ada metode lain yang lebih sesuai yaitu inkulkasi nilai, meode keteladanan, metode klarifikasi nilai, metode fasilitasi nilai, dan metode keterampilan nilai moral. Tujuan Pendidikan nilai meliputi tiga kawasan, yakni penalaran nilai/moral, perasaan nilai/moral dan perilaku nilai/moral. Maka, evaluasi pendidikan nilai juga mencakup tiga ranah tersebut. Berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku (Darmiyati, 2009: 51). Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal.

Sekian Terima kasih, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Erina Prihatmi -
Nama : Erina Prihatmi
NPM : 2113053176
Kelas : 3G/PGSD

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal ke-1 yang berjudul "Pendidikan Moral disekolah"
Jurnal diatas membahas tentang tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah dan konperhensif. Di dalam jurnal dikatakan bahwa sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu. Amstrong (2006: 17) mengemukakan teorinya tentang sekolah sebagai wahana pengembangan manusia (human development). Seperti kita tahu bahwa guru adalah pendidik utama disekolah, tetapi pendidikan moral tidak hanya terbatas oleh guru saja. Karena lingkup pendidikan moral di sekolah mencakup semua warga sekolah. Guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis. Sebelum mengajarkan nilai dan moral guru harus dapat memberi contoh kepada peserta didik yaitu dengan memiliki nilai dan moral yang baik juga, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya. Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).
Adapun metode untuk menerapkan pendidikan moral:
1. Inkulkasi nilai, 2. Metode keteladanan, 3. Metode klarifikasi nilai, 4. Metode fasilitas nilai, 5. Metode keterampilan nilai moral
dalam jurnal diatas juga membahas tentang evaluasi pendidikan moral. Evaluasi ini dilakukan supaya tujuan pendidikan nilai dilakukukan yang berwujud perilaku yang diharapkan dapat tercapai, peserta didik harus sudah memiliki kemampuan berpikir/bernalar dalam permasalahan nilai/moral sampai dapat membuat keputusan secara mandiri dalam menentukan tindakan apa yang harus dilakukan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by DIAN FATUROHMI DIAN.FATUROHMI21 -
Nama dian faturohmi
Nem: 2113053038
Analisis jurnal 1: PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Dalam rangka mensukseskan pendidikan moral di sekolah, maka penerapan pendidikan moral di sekolah
tidak hanya sebatas dari guru ke peserta didik saia, namun oleh seluruh warga sekolah seperti kepala
sekolah, staff, peniaga kebun, dan lain sebagianya. Namun, perlu kita. tilik kembali bahwa.
Rengajaran karkakter di sekolah. tidak.hanya terbatas.oleh. pagar sekolah. saja.melainnkan di rumah
seyogyanya anak juga mendapat pendidikan karakter Seperti juiur dan disiplin.
wwww.
Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek,
yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.
Dari uraian yang telah.dikemukakan. dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral di sekolah
penting dilakukan oleh guru dansegenap.komponen warga sekolah.agar tercapai
pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah
yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi. variasi metode, dan evaluasi
yang menyeluruh.
nhtobbhati
ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menanamkan nilai diantaranya:
1. Metode inkulkasi nilai
2. Metode keteladanan.
3. Metode klarifikasi nilai.
4. Metode fasilitasinilai.
5. Metode keterampilan nilai moral
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Mutiara Astuti -
Nama : Mutiara Astuti
NPM : 2113053280
Kelas : III (Tiga) G
Analisis Jurnal ke-1

Analisis jurnal yang "Pendidikan Moral disekolah" Saya dapat menganalisis jurnal tersebut dan memahaminya. Jurnal tersebut sangat bagus dan memberikan banyak pengetahuan

jurnal berisi tentang tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah dan konperhensif. Di dalam jurnal dikatakan bahwa sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu. Amstrong (2006: 17) mengemukakan teorinya tentang sekolah sebagai wahana pengembangan manusia (human development). Seperti kita tahu bahwa guru adalah pendidik utama disekolah, tetapi pendidikan moral tidak hanya terbatas oleh guru saja. Karena lingkup pendidikan moral di sekolah mencakup semua warga sekolah. Guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis. Sebelum mengajarkan nilai dan moral guru harus dapat memberi contoh kepada peserta didik yaitu dengan memiliki nilai dan makanannya ral yang baik juga, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya. Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).

Ada beberapa metode untuk menerapkan pendidikan moral:
1. Inkulkasi nilai
2. Metode keteladanan
3. Metode klarifikasi nilai
4. Metode fasilitas nilai
5. Metode keterampilan nilai moral

Evaluasi ini di perlukan untuk kemajuan pendidikan moral kedepannya. Supaya tujuan pendidikan nilai
dilakukukan yang berwujud perilaku yang diharapkanndapat tercapai, subjek didik harus sudah memiliki kemampuan berpikir/bernalar dalam permasalahan nilai/moral sampai dapat membuat keputusan secara mandiri dalam menentukan tindakan apa yang harus dilakukan.