Posts made by DWI NUR AZIZAH

5G 2023 Pengembangan Pembelajaran PKN SD -> Forum 3

by DWI NUR AZIZAH -
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178

Pembelajaran PKn dengan model Inkuiri sangat tepat diterapkan, mengingat dalam
pembelajaran Kewarganegaraan perlu diikuti dengan praktik belajar kewarganegaraan (PBN). Praktik belajar kewarganegaran ini adalah suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa memahami teori kewarganegaraan melalui pengalaman belajar praktik-empirik.Model Inkuiri
(Heuristik) sebagai model pembelajaran dapat menjadi salah satu cara yang mampu memunculkan kemampuan-kemampuan siswa terutama adalah kemampuan berpikir kritis. Selain itu karakteristik model ini adalah menuntut adanya kemampuan untuk memecahkan masalah dan menarik kesimpulan sendiri.
Aplikasi model pembelajaran Inkuiri dapat dilakukan agar lebih menarik misalnya dengan memberikan bacaan kliping Koran
dan majalah. Selain itu dapat juga dengan mengajak siswa untuk melakukan penelitian atau observasi di lingkungan sekitar siswa.

5G 2023 Pengembangan Pembelajaran PKN SD -> Forum 2

by DWI NUR AZIZAH -
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178

1. Penggunaan model berorientasi kelas ini didasarkan pada asumsi adanya sejumlah aktivitas pembelajaran yang diselenggarakan di dalam kelas
dengan waktu belajar yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam hal ini, tugas pendidik memilih isi/materi pelajaran yang tepat, merencanakan strategi pembelajaran, menyampaikan isi/materi pelajaran, dan mengevaluasi hasil
belajar.

2. Model desain sistem pembelajaran yang berorientasi pada sistem dimulai
dari tahap pengumpulan data untuk menentukan kemungkinan-kemungkinan implementasi solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah yang terdapat dalam suatu sistem pembelajaran. Analisis kebutuhan dan analysis dilakukan secara intensif untuk mencari solusi yang akurat. Perbedaan pokok antara model yang berorientasi sistem dengan produk terletak pada tahap atau fase desain, pengembangan, dan evaluasi. Ketiga fase ini dilakukan dalam skala yang lebih besar pada model desain sistem pembelajaran yang berorientasi pada sistem.

3. Model desain sistem pembelajaran yang berorientasi pada produk, pada umumnya didasarkan pada asumsi adanya program pembelajaran yang dikembangkan dalam kurun waktu tertentu. Model-model desain sistem pembelajaran ini menerapkan proses analisis kebutuhan yang sangat ketat. Para pengguna produk/program pembelajaran yanga dihasilkan melalui penerapan desain sistem pembelajaran pada model ini biasanya tidak memiliki
kontak langsung dengan pengembang programnya. Kontak langsung antara
pengguna program dan pengembang program hanya terjadi pada saat proses
evaluasi terhadap prototipe program.

4. Salah satu model desain pembelajaran adalah model Dick and Carey (1985). Model ini termasuk ke dalam model prosedural. Penggunaan model Dick and Carey dalam pengembangan suatu mata pelajaran dimaksudkan agar : Pada awal proses pembelajaran anak didik atau siswa dapat mengetahui di mampu melakukan hal–hal yang berkaitan dengan materi pada akhir pembelajaran, adanya pertautan antara tiap komponen khususnya strategi pembelajaran dan hasil pembelajaran yang dikehendaki, menerangkan langkah–langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan perencanaan desain pembelajaran.

5. Model Kemp termasuk ke dalam contoh model melingkar jika ditunjukkan dalam sebuah diagram. Secara singkat, menurut model ini terdapat beberapa langkah dalam penyusunan sebuah bahan ajar, yaitu: Menentukan tujuan dan daftar topik ,menetapkan tujuan umum untuk pembelajaran tiap topiknya; Menganalisis karakteristik pelajar, untuk siapa pembelajaran tersebut didesain; Menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan syarat dampaknya dapat dijadikan tolak ukur perilaku pelajar; Menentukan isi materi pelajaran yang dapat mendukung tiap tujuan; Pengembangan pra penilaian/ penilaian awal untuk menentukan latar belakang pelajar dan pemberian level pengetahuan terhadap suatu topik; Memilih aktivitas pembelajaran dan sumber pembelajaran yang menyenangkan atau menentukan strategi belajar-mengajar.

5G 2023 Pengembangan Pembelajaran PKN SD -> Forum 1

by DWI NUR AZIZAH -
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178

1. Model pembelajaran kontektual (contekstual theaching and learning) merupakan proses pembelajaran yang holistik, bertujuan membantu siswa untuk memahami materi ajar dan mengakaitkannya dengan konteks kehidupan siswa sehari hari ( kontek pribadi, sosial dan kultural) sehingga mereka berpengetahuan, berketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkontruksi sendiri secara aktif pemahamannya. Siswa bisa belajar dengan baik bila materi ajar terkai dengan penngetahuan dan kegiatan yang terlah diketahuinya dan terjadi di sekelilingnya.
Pembelajaran ini lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan, mencoba, dan mengalami sendiri (learning to do), siswa tidak sekedar pendengar pasif. Pembelajaran inimengutamakan pada pengetahuan dan pengalaman nyata (real word learning), berfikir tingkat tinggi, berpusat pada siswa, siswa aktif, kritis, kreatif, memecahkan masalah, siswa belajar menyenangkan, mengasikkan, tidak membosankan, (joyfull and quantum learning) dan menggunakan berbagai sumber belajar.

2. Model pembelajaran kooperatif atau sering disebut dengan cooperative learning merupakan metode pembelajaran yang menggunakan bantuan teman sebaya dalam proses belajar. Biasanya guru membentuk kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota 4 siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda ataupun berpasangan. Pembentukan kelompok bertujuan agar masing-masing siswa terlibat dalam menyelesaikan tugas dengan dibantu oleh teman dalam satu kelompok. Model pembelajaran ini menuntut adanya kerjasama dan interdependensi (saling ketergantungan) antar siswa dalam proses pengerjaan tugas, pencapaian tujuan dan reward yang didapat. Siswa dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong untuk mengerjakan tugas bersama-sama dan mengkoordinasikan usaha menyelesaikan tugas tersebut bersama dengan anggota kelompok. Siswa dalam kelompok tersebut saling tergantung (interdependen) untuk mendapatkan reward, apabila mereka berhasil dalam kelompok.

3. Model Portofolio merupakan model pembelajaran yang dirancang agar peserta didik dapat memahami teori secara meluas melalui pengalaman belajar praktik empirik dengan mengaitkan konsep materi yang dipelajari. Dalam model pembelajaran portofolio siswa aktif mencari data secara langsung mulai dari identifikasi masalah sampai pelaksanaan gelar kasus, show-case, sehingga siswa lebih paham dan dekat dengan objek yang dipelajari, sehingga pembelajaran menjadi aktif, komunikatif, inovatif, dan menyenangkan.
Model pembelajaran berbasis portofolio memiliki prinsip dasar yang kuat seperti prinsip belajar siswa aktif, kelompok belajar kooperatif, pembelajaran partisipatorik, dan reactive teaching (Budimansyah, 2002:v). Di samping itu, model pembelajaran ini memiliki landasan pemikiran yang kuat, yaitu membelajarkan kembali (Re-edukasi), dan merefleksi pengalaman belajar

5G 2023 Pengembangan Pembelajaran PKN SD -> Forum 1

by DWI NUR AZIZAH -
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM :211305378
Kelas : 2G

1. Ada beberapabyang perlu diperhatikan dalam mengembangkan materi pembelajaran PKn SD seperti memperhatikan jenis, cakupan dan urutan. Jenis-jenis materi pembelajaran ada 5 yaitu: Fakta, konsep, prinsip, prosedur, sikap atau nilai dan prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah kesesuaian (relevansi), keajegan (konsistensi), dan kecukupan (adequacy). Cakupan Materi Pembelajaran merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru untuk perencanaan dan penelaahan impelementasi pembelajaran. Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran, selain itu ada beberapa aspek berikut yang harus diperhatikan, yakni: Aspek Kognitif, Keluasan cakupan materi, Kecakupan (Adequacy). Selain itu, guru juga harus mampu menggunakan bahkan mengembangkan materi pembelajaran sesuai dengan kemampuan kekhususan dari materi pembelajaran PKn SD dan kemampuan peserta didik serta sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran.

2. ada beberapa hal yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran PKN SD yang disandingkan kurikulum:
Pertama ada Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
lalu Beragam dan terpadu,
Tanggap terhadap perubahan dan perkembangan zaman, Mampu membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraan dan pemerintahannya dengan cara memberikan pengetahuan dan keterampilan kewarganegaraan.
Membentuk warga negara cerdas, terampil, dan berkarakter yang setia kepada bangsa dan negara Indonesia dengan merefleksikan dirinya dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945.
Dalam pembelajaran PKN SD, perlu juga dikembangkan tiga kompetensi yang harus dimiliki siswa, yaitu pengetahuan kewarganegaraan, keterampilan kewarganegaraan, dan sikap
kewarganegaraan.

3. Pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pkn sd sama sama memiliki bertujuan untuk memastikan peserta didik mampu yang diantaranya :

1. memiliki akhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.Hal ini ditunjukkan melalui sikap mencintai sesama manusia dan lingkungannya serta menghargai kebinekaan untuk mewujudkan keadilan sosial;

2. memahami makna dan nilai-nilai Pancasila, serta proses perumusannya sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan ideologi negara melalui kajian secara kritis terhadap nilai dan kearifan luhur bangsa Indonesia sebagai pedoman dan perspektif dalam berinteraksi dengan masyarakat global, serta mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, masyarakat sekitar, dan dalam konteks yang lebih luas;

3. menganalisis secara kritis konstitusi dan norma yang berlaku, serta menyelaraskan
hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di tengah-tengah masyarakat global;

4. memahami jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang berbineka, serta mampu bersikap adil dan tidak membeda-bedakan jenis kelamin dan SARA, serta memiliki sikap toleransi, penghargaan dan cinta damai sebagai bagian dari jati diri bangsa yang perlu dilestarikan; dan

5. menganalisis secara cerdas karakteristik bangsa Indonesia, sejarah kemerdekaan Indonesia, dan kearifan lokal masyarakat sekitar, dengan kesadaran untuk menjagalingkungan sekitarnya dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta berperan aktif dalam kancah global.

4. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam konteks nilai dan moral Pancasila, kesadaran berkonstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, nilai dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia.Pancasila sebagai pandangan hidup sering di sebut juga way of life, pegangan hidup, pedoman hidup, pandangan dunia, atau petunjuk hidup. Pancasila merangkum nilai-nilai yang sama yang terkandung dalam adat istiadat, kebudayaan dan agama-agama yang ada di Indonesia. Dengan demikian, pancasila sebagai pandang hidup mencerminkan jiwa dan kepribadian bangsa. Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang berusaha membina perkembangan moral peserta didik sesuai dengan nilai-nilai pancasila, agar dapat mencapai perkembangan secara optimal dan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-
hari
Dalam mengembangkan PKN bagi
pembelajaran dalam konteks kurikulum
2013, minimal ada dua hal utama yang harus
di perhatikan. Adalah persyaratan
lpelaksanaan proses pembelajaran yang
kedua adalah pelaksanaan proses
pembelajaran hal ini harus di perhatikan secara tegas di nyatakan dalam Permendikbud Nomor 65 tahun 2013
a.Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
b.Pelaksanaa pembelajaran
c.Kegiatan pembelajaran
d.Kegiatan penutup