Forum 1

Forum 1

Forum 1

Number of replies: 30

Mahasiswa jawablah soal berikut

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?

2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?

3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?

4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?

In reply to First post

Re: Forum 1

by Niken Larasati -
Nama : Niken Larasati
NPM : 2113053013
Kelas/Prodi : 5G/PGSD

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Jawab: Mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam pengajaran PKn di Sekolah Dasar sangatlah diperlukan dimungkinkan dengan memasukkan nilai-nilai karakter ke dalam rencana pembelajaran. Misalnya penghargaan karakter ke dalam prospektus dan desain atau metode yang digunakan dalam menyusun materi:
a. Memahami hakikat SK dan KD baik secara intelektual, emosional dan psikomotorik.
b. Pengembangan penanda berdasarkan efek samping pemahaman SK dan KD.
c. Tentukan nilai karakter yang mewakili hubungan antara SK dan KD dengan nilai karakter dan penanda.
d. Mengembangkan alat penilaian.
e. Menyiapkan bahan ajar.
f. Memilih strategi pembelajaran.
Dengan memasukkan pendidikan karakter ke dalam materi yang perlu dilakukan adalah memahami sifat SK dan KD. Lalu, saat itulah kita memahami ide dan perilaku. Sehingga SK dan KD berperan penting dalam menorehkan prestasi. Dari penanda ni akan menjadi referensi dengan menggabungkan alat penilaian dan materi pendidikan. Materi yang ditampilkan akan memandu dalam memilih strategi pembelajaran.
Referensi: Insani, G. N., Dewi, D., & Furnamasari, Y. F. (2021). Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk mengembangkan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 8153-8160.

2. Pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Jawab: kurikulum paradigma baru merupakan kurikulum yang berfokus dan menekankan pada profil Pancasila. Ada enam keterampilan untuk mencapai profil siswa Pancasila, yaitu ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, keberagaman global, tanggung jawab, gotong royong, penalaran kritis, dan kreativitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya profil siswa Pancasila khususnya pada tingkat Sekolah Dasar meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah adanya mata pelajaran PPKn khususnya yang termasuk dalam pembelajaran tematik, dan kebiasaan berjabat tangan yang merupakan bentuk profil siswa Pancasila. Faktor pendukung eksternal adalah pelaksanaan dan pengembangan mendalam program tahun 2013. Hal inilah yang menjadi landasan awal penerapan pembentukan karakter dengan profil pelajar Pancasila. Peran guru juga sangat penting dalam upaya sadar dan terencana mempersiapkan siswa khususnya pada usia Sekolah Dasar, karena guru sebagai teladan, guru sebagai kolaborator, guru sebagai motivaor, dan guru sebagai konselor.
Referensi: Aryani, Y. (2022). Peran Guru PAI dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di SD Negeri 21 Kepahiang. GUAU: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, 2(7), 233-240.

3. Bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Jawab: Tiga pokok gagasan merdeka belajar adalah tekonologi untuk akselerasi, keberagaman sebagai esensi, dan profil pelajar Pancasila. Tentu saja poin pertama terkait dengan perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi. Terutama terkait dengan PPKn, hakikatnya adalah meningkatkan keberagaman, berupa “keberagaman minat dan kemampuan yang dimiliki siswa merupakan alasan terkuat untuk mengukur hasil belajarnya.” siswa tidak hanya dengan menggunakan data prestasi akademik tetapi juga dengan banyak kegiatan atau kegiatan ekstrakurikuler. Kearifan lokal juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar juga diterapkan enam indikator sebagai profil siswa Pancasila, yaitu penalaran kritis untuk mampu memecahkan masalah, kemandirian, kreativitas, dan gotong royong, keberagaman global, dan budi pekerti luhur.
Referensi: Raharjo, R. (2020). Analisis perkembangan kurikulum PPKn: dari Rentjana pelajaran 1947 sampai dengan merdeka belajar 2020. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Kewarganegaraan, 15(1), 63-82.

4. Bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Jawab: Tema utama kurikulum 2013 adalah mengembangkan manusia Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan emosional melalui pengamatan terpadu terhadap sikap, keterampilan dan pengetahuan. Pada Kurikulum 2013, Pendidikan Kewarganegaraan digantikan oleh Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau PPKn. Konsep dan kajian muatan kewarganegaraan untuk sekolah dasar pada kurikulum 2013 lebih menekankan pada penguatan pendidikan karakter dan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, terdapat materi hak asasi manusia, nilai dan norma serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol solidaritas dan keutuhan bangsa Indonesia. Kemudian dalam kurikulum 2013 revisi pada PPKn SD lebih menekankan konsep pendidikan abad 21 yaitu menekankan HOTS, Literasi, 4C, dan penguatan pendidikan karakter.
Referensi: Mulyoto, G. P., Miftahusyai’an, M., Sos, M., & Hanifah, N. H. (2020). Konsep dasar dan pengembangan pembelajaran PPKN untuk MI/SD. Publica Institute Jakarta.
In reply to First post

Re: Forum 1

by Lia Nanda Agustina -
Nama : Lia Nanda Agustina
NPM : 2113053077
Kelas : 5G

1.) Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
untuk mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik perlu memahami konsep dasar PKn SD terlebih dahulu.
tidak hanya itu untuk mengembangkan materi pembelajaran PKn SD dengan baik pun kita perlu menyesuaikan dengan lingkungan sekitar seperti misalnya dikaitkan dengan kehidupan nyata peserta didik yaitu harus relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Kemudian untuk mengembangkan materi pembelajaran PKn yang baik bisa menggunakan beragam media pembelajaran,gunakan berbagai media pembelajaran yang menarik dan interaktif untuk menyampaikan materi PKn SD. Misalnya, gambar, video, presentasi, permainan peran, atau diskusi kelompok. Hal ini dapat membantu siswa lebih tertarik dan terlibat dalam pembelajaran.
Dalam proses belajar mengajar juga bisa menggunakan pendekatan aktif-partisipatif yaitu melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Berikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi, berdiskusi, melakukan penelitian kecil, dan mengemukakan pendapat mereka tentang topik yang diajarkan. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman mereka dan membangun keterampilan berpikir kritis.

2.) Pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar (SD), penting untuk mengintegrasikan materi pembelajaran dengan kurikulum yang berlaku.
Pengembangan pembelajaran PKn SD yang harus dikembangkan yaitu menggunakan teknologi, guru dapat mengembangkan pembelajaran PKn dengan menggunakan teknologi, seperti video pembelajaran ataupun platform media pembelajaran online lainnya. Contohnya siswa menonton video dokumenter sejarah-sejarah atau menggunakan platform online untuk berdiskusi terkait isu-isu kewarganegaraan. Namun penting diingat dalam mengembangkan pembelajaran PKn SD harus disandingkan dengan kurikulum yang berlaku dan memastikan bahwa tujuan pembelajaran PKn tercapai dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan konteks sekolah.

3.) bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Pengembangan kurikulum merdeka dapat dilakukan dengan mengintegrasikan pengembangan pembelajaran PKn SD, Kurikulum merdeka ini memberikan keleluasaan kepada satuan pendidik sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum dan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Pengembangan pembelajaran PKn SD yang disandingkan dengan kurikulum merdeka memungkinkan guru untuk mengadaptasi metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter peserta didik.
Pada kurikulum merdeka dalam pengembangan pembelajaran pkn sd memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada sekolah dan guru untuk merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa mereka.
tak hanya itu saja kurikulum merdeka juga mengedepankan konsep kebebasan bagi sekolah dalam menentukan isi, metode, dan pendekatan pembelajaran PKn, dengan tetap memperhatikan kualitas dan tujuan pendidikan nasional. Serta pada kurikulum merdeka diberikan kebebasan bagi sekolah untuk memilih dan mengembangkan sumber belajar, serta mengintegrasikan teknologi sesuai dengan situasi dan kebutuhan mereka.

4.) bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
1. Pengembangan pembelajaran PKn SD dengan kurikulum 2013 menggunakan pendekatan dan struktur kurikulum yang lebih terstruktur dan terstandarisasi, dengan rincian kompetensi dan indikator yang telah ditetapkan.
2. Pengembangan pembelajaran PKn SD dengan kurikulum 2013 Menyediakan standar kompetensi, tujuan pembelajaran, dan pedoman yang harus diikuti oleh sekolah dalam merancang pembelajaran PKn.
3. Mengacu pada pendekatan yang lebih terstruktur dalam mengarahkan siswa mencapai kompetensi tertentu dengan bimbingan guru.
4. Memiliki fokus pada pencapaian kompetensi tertentu sesuai dengan standar nasional.
In reply to First post

Re: Forum 1

by Lisa Ariyanti -
Nama: Lisa Ariyanti
NPM: 2113053083
izin menjawab;
1. Mengembangkan materi pembelajaran PKN SD yang baik menurut saya adalah dengan memberikan materi sesuai dengan porsinya. Maksudnya memberikan materi pembelajaran sesuai dengan tingkatan kelasnya, yaitu kelas rendah dan kelas tinggi, tujuannya untuk apa? tentu saja, tujuannya adalah untuk membantu siswa dalam memahami materi secara dasar ke tinggi, agar tujuan pembelajaran yang ingin di capai tercapai sesuai dengan harapan.
2. tentunya pengembangan pembelajaran PKN SD disandingkan dengan kurikulum adalah dengan pengembangan nilai karakter peserta didik yang perlu diperhatikan kembali. kemudian, dalam mengembangkan ini ada 3 kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik yaitu pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganeagaraan (civic skills), dan karakter kewarganeagaraan ). tentunya, ketiga kompetensi itu dapat dikembangkan dengan disandingkan pembelajaran PKN SD. Karena di pembelajaran PKN ini bukan hanya tentang pancasila saja, tetapi juga membahas tentang nilai, norma yang ada di masyarakat dan pengembangan kompetensi pada peserta didik.
3. Pengembangan kurikulum merdeka ini menjunjung tinggi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawaratan-mufakat, dan keadilan. Pada kurikulum merdeka ini, lebih menekankan kepada pembelajaran yang berbasis proyek, dimana guru sebagai fasilitator. tujuannya adalah agar peserta didik mampu mengembangkan kreativitasnya dan mampu menemukan minat serta bakatnya. tugas guru mengarahkan dan menegur apabila terdapat peserta didik yang melakukan kesalahan atau mengalami kesulitan. dantentunya pembelajaran pkn ini tidak akan terlalu monoton dan mempu menarik minat belaar peserta didik.
4. Pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013 adalah dengan mengembangkan rpp, silabus, KI, KD, prota, prosem, indikator, metode, strategi pembelajaran, pendekatan pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Dengan pembelajaran menggunakna kurikulum 2013 ini, siswa sudah mulai diminta dan diharapkan bisa mandiri dan mempu memecahkan masalah srta berpikir kritis. jadi pda pembelajaran PKN SD ini, siswa diberikan pembelajaran dan berfokus pada pengembangan nilai dan moral.
In reply to First post

Re: Forum 1

by A. ZAHRA INTAN SUCIA -
Nama: A. Zahra Intan Sucia
NPM: 2153053020
Izin menjawab pertanyaan dari bapak...

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Jawaban: Menurut saya Konsep pendidikan PKn menjadi salah satu topik yang kelak akan menjadi pionir dalam upaya penerapan perilaku karakter pada siswa SD sehingga para guru dan calon guru nantinya mampu menerapkan hal-hal dan strategi-strategi baru dalam menciptakan materi pembelajaran PKn sekolah dasar dengan baik. Saat melaksanakan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar, guru harus mengembangkan strategi atau taktik, metode dan media pendidikan yang efektif. Hal ini akan membantu para guru untuk memahami dan membantu siswa untuk menerapkan etika dan karakter nilai moral Pancasila yang dipelajari di sekolah. Metode dan media pendidikan punya peran penting dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai metode atau teknik penyampaian pembelajaran yang wajib di kuasai guru.
Sedangkan media pembelajaran dapat diartikan sebagai media interaktif yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi kepada siswa dalam bentuk materi. Kedua hal ini penting dalam proses belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru. Oleh karena itu, seorang guru yang profesional harus mampu mengembangkan dan memilih metode dan media pembelajaran khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn), sehingga dapat mengembangkan materi pembelajaran yang baik agar siswa dapat menerapkan apa yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari. Berikutnya, pada karakter materi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mempunyai sifat yang beragam. Kedua sifat tersebut dapat diajarkan dengan cara atau metode yang sama. Dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, guru hendaknya menciptakan strategi atau taktik yang tepat, metode pengajaran yang efektif dan media yang sesuai dengan mata pelajaran dan harus sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar. Dengan strategi, metode, dan media sumber pembelajaran yang tepat maka proses belajar mengajar dapat berhasil. Selain itu, siswa akan dapat menerima materi pembelajaran yang diberikan dengan baik sehingga hasil belajar siswa maksimal.
Referensi
Tirtoni, F. (2018). Pengembangan Pembelajaran PKN Di Sekolah Dasar. Hal 58-78.

2. Pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Jawaban: Menurut saya Tujuan pembelajaran yang mendalam pendidikan kewarganegaraan (PKn) dan sharing Jenjang pendidikan bervariasi mulai dari SD, SMP, dan SMA. Namun pada, tema pembelajaran mata pelajaran PKn biasanya muncul tema yang sama pada setiap jenjangnya yang berbeda. Di sinilah tujuan pembelajaran yang disebut sebagai kompetensi inti dan kompetensi dasar yang berperan dalam kurikulum.
Dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) yang akan dikembangkan dalam pendidikan karakter di sekolah, guru harus ada bekal dalam pengajarannya, yaitu bagian komponen pembelajaran yang sangat penting untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran. Komponen pembelajaran tersebut meliputi silabus, rencana proses pembelajaran, bahan ajar bagi siswa, lembar kerja siswa, media, dan lembar penilaian evaluasi harus sesuai dan menggunakan kurikulum yang digunakan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kurikulum :
1. Berpusat pada potensi, perkembangan,kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
2. Beragam dan terpadu
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
6. Belajar sepanjang hayat

Pengembangan kurikulum juga berdasarkan hasil tes, kebijakan dan tantangan yang dihadapi baik internal maupun eksternal yang terus berubah. Perkembangan kurikulum PPKn di Indonesia semakin berkembang secara dinamis, itulah pada prinsipnya dan sesuaikan dengan kebutuhan serta visi dan misi pemerintah yang berpengaruh dalam pembentukan kebijakan kurikulum pendidikan di Indonesia.
Referensi
Raharjo, R. (2020). Analisis perkembangan kurikulum PPKn: dari Rentjana pelajaran 1947 sampai dengan merdeka belajar 2020. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Kewarganegaraan, 15(1), 63-82.

3. Bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?

Menurut saya Pada prinsipnya, terkait dengan Kurikulum Merdeka Belajar 2020 ini, didasari oleh Permendikbud No. 3 Tahun 2020 Tentang SN-Dikti. Mendikbud di Era ini (Nadiem Makariem) menjadi tokoh penggagas terkait dengan wacana merdeka belajar, utamanya di Perguruan Tinggi. Menurut Nadiem, Kemendikbud menyiapkan strategi yang tidak akan keluar dari esensi pendidikan, yakni kualitas guru. Guru tidak akan mungkin bisa digantikan teknologi.
Dikutip dari laman kemendikbud.go.id, Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan
setidaknya tiga poin utama dalam gagasan merdeka belajar, yaitu tekonologi untuk akselerasi, keberagaman sebagai esensi, dan profil pelajar Pancasila. Tentu saja,
poin pertama terkait dengan perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi. Namun ada hal yang sangat menarik yaitu di poin 2 dan 3, utamanya terkait dengan PPKn, bahwa adanya penguatan keberagaman sebagai esensi, berupa“keberagaman minat dan kemampuan yang dimiliki siswa menjadi alasan paling kuat agar pengukuran kinerja siswa tidak boleh dinilai hanya menggunakan angka-angka pencapaian akademik, tetapi juga berbagai macam aktivitas lain atau ekstrakurikuler”. Kearifan lokal juga merupakan unsur penting dalam
pembelajaran. Setiap siswa akan lebih
memahami materi bila menggunakan
konteks lokal.
Kemudian terkait dengan profil pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka, Tujuan adanya Profil Pelajar Pancasila, yaitu sebagai kompas bagi pendidik maupun pelajar Indonesia. Profil pelajar Pancasila ini membantu anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter serta dapat menghadapi dunia karir dan era globalisasi yang akan datang. Kemendikbud telah menetapkan enam indikator sebagai profil pelajar Pancasila.
Adapun enam profil tersebut adalah
1. Bernalar kritis agar siswa bisa memecahkan masalah.
2. Kemandirian, yaitu siswa secara independen termotivasi meningkatkan kemampuannya, bisa mencari pengetahuan serta termotivasi.
3. Kreatif, di mana siswa bisa menciptakan hal baru, berinovasi secara mandiri, dan mempunyai rasa cinta terhadap kesenian dan budaya.
4. Gotong-royong, di mana siswa mempunyai kemampuan berkolaborasi yang merupakan softskill utama yang terpenting di masa depan agar bisa bekerja secara tim.
5. Kebinekaan global yang merupakan upaya agar siswa mencintai keberagaman budaya, agama dan ras di negaranya serta dunia, sekaligus menegaskan mereka juga warga global.
6. Berakhlak mulia. Di sinilah moralitas, spiritualitas, dan etika berada atau dibentuk.
Referensi
Raharjo, R. (2020). Analisis perkembangan kurikulum PPKn: dari Rentjana pelajaran 1947 sampai dengan merdeka belajar 2020. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Kewarganegaraan, 15(1), 63-82.

4. Bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Jawaban: Menurut saya Kurikulum 2013 berbasis kompetensi memfokuskan pada
pemerolehan kompetensi-kompetensi
tertentu oleh peserta didik. Adapun pada kurikulum 2013 ini, Secara yuridis formal Kurikulum 2013 berpijak pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, namun dalam pelaksanaannya didasarkan pada
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Perubahan kurikulum ini juga berdampak pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Indonesia yang dulunya istilah pendidikan kewarganegaraan atau lebih dikenal dengan sebutan PKn kembali menjadi Pendidikan.
Pancasila dan kewarganegaraan atau dikenal dengan sebutan PPKn.
Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan oleh Setiawati (2016, p. 70)
bahwa Perubahan nomenklatur didasarkan pada sejumlah kontribusi tertentu untuk meningkatkan pembelajaran PKn menjadi PPKn yang muncul dalam lima tahun terakhir, antara lain:
(1) Tentu saja ada efek dari subtansi PKn
lebih banyak mengandung muatan ketatanegaraan, sehingga nilai dan kandungan moral Pancasila kurang mendapat perhatian; (2) dalam metodologi terdapat minat belajar untuk mendorong pengembangan ranah sikap (afektif), ranah pengetahuan (kognitif), sedangkan ranah keterampilan (psikomotorik) belum dikembangkan dengan baik dan menyeluruh (permanen). (Raharjo, R. 2020).

Magdalena, I., Nurchayati, A., & Anastasia, A. (2023) menjelaskan Kajian Pendidikan kewarganegara dalam kurikulum 2013 menyebutkan bahwa tugas untuk pembentukan karakter tidak hanya pada mata pelajaran Pancasila dan kewarganegaraan saja, dimana keterampilan inti yang meliputi kompetensi Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengetahuan dan keterampilan menjadi tanggung jawab semua mata pelajaran. Bagian penting dari Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan kurikulum 2013 adalah pentingnya penggunaan pendekatan ilmiah (saintifik) dalam semua pembelajaran dan penilaian yang bersifat otentik.
Referensi
Magdalena, I., Nurchayati, A., & Anastasia, A. (2023). Implementasi Penilaian Keterampilan Kewarganegaraan Berdasarkan Kurikulum 2013. TSAQOFAH, 3(5), 778-793.
Raharjo, R. (2020). Analisis perkembangan kurikulum PPKn: dari Rentjana pelajaran 1947 sampai dengan merdeka belajar 2020. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Kewarganegaraan, 15(1), 63-82.
In reply to First post

Re: Forum 1

by Ernawati.21 Ernawati.21 -
Nama : Ernawati
NPM : 2113053203
Kelas : 5G

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan materi pembelajaran PKn SD adalah jenis, cakupan dan urutan. Jenis-jenis materi pembelajaran ada 5 yaitu: Fakta, konsep, prinsip, prosedur, sikap atau nilai dan prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah kesesuaian (relevansi), keajegan (konsistensi), dan kecukupan (adequacy). Cakupan Materi Pembelajaran merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru untuk perencanaan dan penelaahan impelementasi pembelajaran. Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran, beberapa aspek berikut harus diperhatikan, yakni: Aspek Kognitif, Keluasan cakupan materi, Kecakupan (Adequacy). Selain itu, guru juga harus mampu menggunakan bahkan mengembangkan materi pembelajaran sesuai dengan kemampuan kekhususan dari materi pembelajaran PKn SD dan kemampuan peserta didik serta sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran. Guru juga dapat menggunakan bantuan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi dalam pembelajaran PKn SD agar peserta didik ikut dalam perkembangan kemajuan IPTEK saat ini.
 
2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Pada materi pembelajaran PKn SD perlu ada peningkatan dan pengembangan dalam menciptakan peserta didik yang berkarakter mulai dari menyusun, melaksanakan, dan menilai. Upaya menjadikan peserta didik yang produktif, yang berkarakter dan menjadi pribadi yang memiliki keyakinan adalah melalui pendidikan kewarganegaraan. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan materi pembelajaran PKn SD yang baik agar praktik pembelajaran PKn SD tidak hanya sebatas persekolahan yang fokus pada pelatihan saja dan mengabaikan hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan karakter. Materi pembelajaran PKn SD dapat dikembangkan dengan pengintegrasian nilai-nilai pendidikan karakter dan mengembangkan civic knowledge, civic skill dan civic disposition. Pada abad 21 pendidikan kewarganegaraan mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan kurikulum. Ranah dan cakupan materi bergeser tidak hanya pada konsepsi moral, nilai dan karakter, namun mengarah pada bagaimana konsepsi membentuk peserta didik menjadi warga negara yang memiliki karakter yang baik dan memiliki kemampuan , kecerdasan dan keterampilan sebagai seorang warga negara. Sejalan dengan perkembangan kurikulum saat ini maka pembelajaran PKn SD harus dikembangkan tidak hanya pada aspek pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan namun juga terdiri dari penerapan pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan dalam situasi kehidupan nyata dengan peserta didik aktif berpatisipasi dalam kelas dan sekolah untuk mengembangkan penguasaan kompetensi kewarganegaraan.
 
3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Pada pengembangan kurikulum merdeka terdapat mata pelajaran pendidikan pancasila dimana pada kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2013 dikenal dengan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) namun walaupun begitu muatannya masih terkait dengan Pancasila dan Kewarganegaraan. Keduanya masih fokus berkonsentrasi membekalkan 4 konsensus yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada kurikulum merdeka ini, profil pelajar pancasila berperan sebagai penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pemabaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia termasuk memberikan kebebasan dan keleluasaan bagi pendidik untuk merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen sesuai dengan karakterisik dan kebutuhan peserta didik. Terdapat tiga poin utama dalam kurikulum merdeka belajar yaitu teknologi untuk akselerasi, keberagaman sebagai esensi, dan profil pelajar pancasila. pada poin dua dan tiga berkaitan erat dengan pembelajaran PKn SD yaitu adanya penguatan keberagaman minat dan kemampuan yang dimiliki para peserta didik menjadi alasan kuat agar pengukuran kinerja peserta didik tidak hanya dinilai menggunakan angka pencapaian akademik namun juga dengan berbagai aktivitas lain seperti ekstrakulikuler untuk mengembangkan skill peserta didik. Kemudian pada poin ketiga profil pelajar pancasila ditetapkan enam indikator yaitu bernalar kritis, kemandirian, kreatif, gotong royong, kebhinekaan global, dan berakhlak mulia.

4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi dan karakter. Kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi ingin mengubah pendidikan dari orientasi terhadap hasil dan materi ke pendidikan sebagai proses, melalui pendekatan tematik integratif dengan contextual teaching and learning (CTL). Oleh karena itu pada K13 dalam pembelajaran PKn SD lebih melibatkan peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajaran. Dalam K13, PKn SD menggunakan nomenklatur Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri. Nomenklatur PPKn secara metodologis ditujukan untuk memposisikan pengembangan kompetensi afektif, kognitif, dan psikomotorik lebih optimal dan utuh daripada muatan PKn sebelumnya. PKn SD dalam kurikulum 2013 dikelompoKkan dalam kategori mata pelajaran umum. PKn SD termasuk program kulikuler yang didesain dengan tujuan pengembangan kompeNtesi sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik sebagai penguatan dan kemampuan dasar untuk hidup bermsyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pada kurikulum 2013 PKn SD lebih menekankan pendidikan karakter, terutama pada pendidikan dasar

In reply to First post

Re: Forum 1

by mesy arsita -
Nama : MESY ARSITA
Npm : 2113053300

1. Pengajaran disebut juga sebagai bahan pembelajaran (learning material) yang meliputi alat peraga seperti handout, slide/gambar yang terdiri dari teks, diagram, gambar, dan foto, serta media lain seperti audio, video, dan animasi. Menurut Dick dan Carey (1996), pengembangan materi pembelajaran meliputi: (1) mengidentifikasi kebutuhan untuk menetapkan tujuan, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi karakteristik siswa, (4) merumuskan tujuan kinerja, (5 ). ) ) pengembangan tolok ukur, (6) pengembangan strategi pembelajaran, (7) pengembangan dan pemilihan materi pembelajaran, (8) perencanaan dan pelaksanaan penilaian sumatif.

2. Juga karakteristik pribadi siswa
mempengaruhi pengembangan karakter disiplin
karena pernah mempelajari mata pelajaran PPKN di sekolah
Siswa juga dapat mengembangkan karakter
Sesuai Pancasila dan UUD 1945
orang tuanya mengajarinya untuk menaati nilai-nilai di rumah
dan standar yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
Mansoer (Erwin, 2010:3) menyatakan demikian
“Pendidikan kewarganegaraan adalah sebuah konsekuensi
sintesis antara pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan demokrasi,
dan kewarganegaraan berbasis filsafat
Pancasila dan mencakup jati diri bangsa
Indonesia dan materi konten tentang menjaga negara.”
Pada dasarnya tema PPKN terjangkau
mengidentifikasi informasi pendidikan tertentu
karakter dan bertindak sebagai pemandu yang bisa
dapat diandalkan di
implementasinya. Di atas
Pada dasarnya tujuan dari konten pendidikan
Kewarganegaraan adalah untuk menghasilkan peserta didik
yang bermoral membela nilai-nilai baik
Isinya Pancasila, sikap patriotisme dan
menjadi warga negara Indonesia yang berharga,
dan berkomitmen pada demokrasi. Berdasarkan
titik awal di atas, pendidikan kewarganegaraan bisa
dipandang sebagai proses produksi siswa
karakter yang dapat mengikuti nilai, standar,
aspek moral, etika, dan sosial masyarakat dikelola secara terpadu
demokratis Pelatihan PPKN selalu diajarkan
menggunakan teknik pengajaran baru
lebih efektif bagi siswa itu sendiri. Apa adanya
Menambah PPKN pada mata kuliah wajib
di kelas dasar, guru diharapkan memiliki keterampilan
untuk menanamkan berbagai karakter inspiratif
Pancasila untuk dicapai siswa
Tujuan pendidikan kewarganegaraan, yaitu
menghasilkan siswa yang bermoral.

3. Dalam kurikulum mandiri ini, Profil Siswa Pancasila merupakan pedoman yang memandu seluruh kebijakan dan reformasi dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada guru untuk mengembangkan kurikulum dan penilaian berdasarkan karakteristik dan kebutuhan siswa. Rencana belajar mandiri mempunyai tiga poin utama yaitu teknik akselerasi, keberagaman dan profil pelajar Pancasila. Poin dua dan tiga erat kaitannya dengan pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar, yaitu penguatan keberagaman minat dan kemampuan siswa, hal ini menjadi alasan kuat untuk mengukur prestasi siswa tidak hanya dengan mengukur keberhasilan akademik saja, namun juga dengan berbagai aktivitas lainnya, misalnya dalam bidang akademik. kegiatan ekstrakulikuler. mengembangkan keterampilan siswa, mendidik.

4. Pengembangan pendidikan PKN SD dengan kurikulum (2013) berlangsung melalui pengembangan RPP, kurikulum, KI, CD, prota, proses, indikator, metode, strategi pembelajaran, metode pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. Selama pembelajaran dengan kurikulum 2013, siswa diharapkan dan mampu mandiri serta mempunyai kemampuan memecahkan masalah dan berpikir kritis. Jadi dalam pembelajaran PKN SD ini siswa dapat belajar dan fokus pada pengembangan nilai dan moral.
In reply to First post

Re: Forum 1

by INDIKA SALSABILA -
Nama : Indika Salsabila
NPM : 2113053276
Kelas/Prodi : 5G/PGSD

Izin menjawab pertanyaan
1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Jawab :
Pada dasarnya tujuan dari setiap pembelajaran adalah menimbulkan atau menyempurnakan pola perilaku dan juga membuka wawasan berfikir peserta didik yang lebih luas agar siap menghadapi tantangan di masa kini dan juga masa depan. Namun dalam pembelajaran pun perlu adanya pengembangan materi dimana salah satu manfaat dari pengembangan materi tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pembelajaran. Begitupun dengan pembelajaran PKn SD yang dimana dalam materinya tidak jauh dari pembentukan karakter, moral, pancasila, dan lainnya. Pengembangan materi dapat dibantu dengan media berupa video pembelajaran dan beberapa media pendukung lainnya. Oleh sebab itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan materi PKn SD :
a. Sesuaikan dengan kebutuhan peserta didik
b. Melakukan analisis pembelajaran
c. Mengidentifikasi karakteristik peserta didik
d. Menetapkan tujuan pembelajaran
e. Mengembangkan acuan patokan
f. Mengembangkan strategi pembelajaran
g. Memilih materi yang akan dikembangkan
h. Merencanakan evaluasi

2. Pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangkan dengan disandingkan kurikulum?
Jawab :
Diketahui bahwa kurikulum paradigma baru merupakan kurikulum yang berfokus dan menekankan pada profil Pancasila. Terdapat enam kompetensi untuk merengkuh tergapainya profil pelajar Pancasila yaitu bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berkebhinekaan global, bertanggung jawab, gotong royong, bernalar kritis, serta kreatif(Rusnaini, 2021). Sejatinya nilai-nilai tersebut bukanlah nilai-nilai yang baru karena negara Indonesia memiliki sejarah panjang serta teladan perjuangan dari para pahlawan yang bisa dipetik hikmahnya oleh para pelajar. Setidaknya saat ini harapan terhadap peserta didik Indonesia ialah memelihara budaya luhur, lokalitas dan identitas, kemudian berusaha berpikir terbuka saat berinteraksi dengan budaya masing-masing demi tercipta keadaan menghargai perasaan satu sama lain sehingga terbentuklah kemungkinan dengan budaya positif yang tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa (Majir, 2020). Begitupun dalam pengembangan pembelajaran PKn SD yang dimana harus dikembangkan sesuai dengan perkembangan kurikulum saat ini, hal tersebut bertujuan agar tidak keluar dari ranah pembelajarn yang telah ditetapkan. Seperti saat ini dimana beberapa sekolah sudah mulai menggunaka kurikulum merdeka dan sebagian juga masih menggunakan kurikulum 2013, dimana yang kita ketahui perkembangan kurikulum saat ini menuntut pembelajaran yang digital atau melibatkan perkembangan teknologi. Oleh sebab itu pembelajaran PKn SD dapat dikembangkan dengan bantuan teknologi saat ini berupa media pembelajaran yaitu video pembelajaran, PPT, dan beberapa jenis lainnya. Yang dimana dalam perkembangannya juga disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dilapangan.

3. Bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Jawab:
Dalam kurikulum merdeka terkait dengan pembelajaran PPKn, bahwa adanya penguatan keberagaman sebagai esensi, berupa “keberagaman minat dan kemampuan yang dimiliki siswa menjadi alasan paling kuat agar pengukuran kinerja siswa tidak boleh dinilai hanya menggunakan angka-angka pencapaian akademik, tetapi juga berbagai macam aktivitas lain atau ekstrakurikuler”. Kearifan lokal juga merupakan unsur penting dalam pembelajaran. Setiap siswa akan lebih memahami materi bila menggunakan konteks lokal. “Setiap murid akan melihat semua mata pelajaran dan semua materi dalam konteks”. Kemudian terkait dengan profil pelajar Pancasila, Dalam kesempatan yang sama, Mendikbud Nadiem menjelaskan salah satu mandat yang diberikan Presiden adalah penyesuaian kurikulum yang bertujuan mewujudkan profil para pelajar di Indonesia. Kemendikbud telah menetapkan enam indikator sebagai profil pelajar Pancasila. Adapun enam profil tersebut adalah bernalar kritis, kemandirian, kreatif, gotong royong, kebinekaan global, dan berakhlak mulia.

Referensi :
Raharjo, R. (2020). Analisis perkembangan kurikulum PPKn: dari Rentjana pelajaran
1947 sampai dengan merdeka belajar 2020. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Kewarganegaraan, 15(1), 63-82.

4. Bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Jawab:
Tema utama kurikulum 2013 adalah menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui pengamatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, dalam implementasi kurikulum, guru dituntut secara profesional merancang pembelajaran secara efektif dan bermakna, mengorganisir pembelajaran, memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, menentukan prosedur pembelajaran dan pembentukan kompetensi secara efektif, serta menetapkan kriteria keberhasilan. Perubahan kurikulum tersebut berdampak pula terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia, yang semula menggunakan istilah Pendidikan Kewarganegaraan atau yang lebih dikenal dengan sebutan PKn berubah kembali menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau yang lebih dikenal dengan sebutan PPKn. Untuk pembelajaran PPKn sendiri terdapat 3 kompetensi kewarganegaraan dalam kurikulum 2013 yaitu: a. Civic knowledge (pengetahuan warga negara), masuk kedalam KI 3 pengetahuan, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai dimensi PPKn yang semuanya melebur kedalam rumusan KD. b. Civic skill (keterampilan warga negara) masuk kedalam KI 4 keterampilan. c. Civic Disposition (sikap warga negara) masuk kedalam KI 1 dan KI 2 sikap spiritual dan sosial. Aspek penting dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kurikulum 2013 ialah pentingnya penggunaan pendekatan ilmiah (saintifik) dalam segenap pembelajaran. Dalam kurikulum 2013 pembelajaran PKn di khususnya di Sekolah Dasar lebih menekankan aspek sikap baru kemudian keterampilan dan pengetahuan.

Referensi :
Gandamana, A., & Simanjuntak, S. (2018). Perbandingan kompetensi kewarganegaraan
dalam kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Sekolah Dasar. JS (JURNAL SEKOLAH), 2(2), 17-22.

Raharjo, R. (2020). Analisis perkembangan kurikulum PPKn: dari Rentjana pelajaran
1947 sampai dengan merdeka belajar 2020. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Kewarganegaraan, 15(1), 63-82.
In reply to First post

Re: Forum 1

by Liyana Qayyimah -
Nama : Liyana Qayyimah
NPM : 2113053189
Kelas : 5G/PGSD

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Jawaban
Dengan melakukan pengembangan terhadap bahan ajar yang berpedoman pada referensi-referensi yang ada serta menambahkan pendidikan nilai mulai dari pendekatan, model yang digunakan hingga metode pembelajaran PKn SD. Kemudian menyususn bahan ajar sesuai dengan perkembangan pembelajaran PKn di Indonesia saat ini pada era 5.0, dan mengevaluasi pembelajaran PKn yang berbasis pendidikan nilai. Selain itu pendidik dapat menggunakan media pembelajaran PKn di SD berbasis digital seperti menggunakan Power Point, Powtoon, Wordwall dan sebagainya. Oleh karena itu kemampuan pendidik juga harus mumpuni dalam menggunakan media media pembelajaran berbasis digital agar pembelajran PKn di SD dapat dikembangkan dengan baik.
Referensi : Apriliani, M. A., Maksum, A., Wardhani, P. A., Yuniar, S., & Setyowati, S. (2021). Pengembangan media pembelajaran PPKn SD berbasis Powtoon untuk mengembangkan karakter tanggung jawab. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 129-145.
Djuwita, P. D. (2021). Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan berbasis pendidikan nilai. Jurnal Pembelajaran dan Pengajaran Pendidikan Dasar, 4(1), 150-156.
2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Jawaban:
Perkembangan kurikulum terjadi secara dinamis dari masa ke masa karena disesuaikan dengan perkembangan pendidikan di Indonesia. Dalam pendidikan PKn di SD saat ini bertujuan untuk mengembangkan warga negara yang baik, meskipun hal ini tentu saja berbeda-beda sesuai dengan keadaan spesifik negara tersebut (Winarno, 2011). Oleh karena itu, proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menganut gagasan untuk mengubah nilai-nilai Pancasila ke dalam struktur keilmuan dan ditanamkan kepada peserta didik. Oleh karena itu, ada tiga hal penting yang perlu diingat (Kalidjernih & Winarno, 2019). Pertama, Pancasila tidak dipandang sekadar sebagai perwujudan ideologi negara. Pancasila harus dianggap sebagai falsafah bangsa yang hidup. Prinsip-prinsip ini mencerminkan pandangan hidup yang dinamis dan terbuka serta cita-cita yang mengikuti perkembangan zaman. Kedua, Pancasila harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas dan universal sebagai bagian dari pendidikan kewarganegaraan. Pancasila pada intinya mempunyai pendidikan moral atau pendidikan karakter.Oleh sebab itu dalam merancang pembelajaran di SD pendidik harus menyesuaikan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum saat ini.

3. Bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Jawaban:
Pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD saat ini memiliki tiga poin utama yaitu teknologi untuk akselerasi, keberagaman sebagai esensi, dan profil pelajar Pancasila. Pada poin pertama tentu saja berkaitan dengan teknologi, informasi, dan komunikasi. Namun pada pada poin kedua dan ketiga. Terdapat penguatan keberagaman esensi, berupa keberagaman minat dan kemampuan siswa pada ekstrakurikuler yang tidak boleh dinilai dengan angka seperti dalam pencapaian di akademik sekolah. Selanjutnya pada poin ketiga yaitu profil pelajar Pancasila terdapat enam indikator yang harus dikauaiasi peserta didik yaitu 1) bernalar kritis agar mampu menyelesaikan masalah; 2) mandiri dalam meningkatkan kompetensi yang dimiliki agar temotivasi untuk mencari belajar lebih luas; 3) kreatif, dimana peserta didik mampu berinovasi menciptakan hal-hal baru secara mandiri dan memiliki rasa cinta pada kebudayaan yang terdapat di Indonesia; 4) kemampuan bergotong royong dimana peserta didik berkerjasama dengan orang lain untuk mencapai hal yang dituju merupakan salah satu softskill yang diperlukan dikemudian hari; 5) kebhinekaan global, maknanya pendidik berusaha agar peserta didik dapat mencintai keberagaman ras, suku, budaya , adat, agama yang ada di Indonesia; dan 6) peserta didik memiliki akhlak yang mulia dimana pendidik dapat memberikan pendidikan tentang moral, spritula, dan etika yang harus dimiliki oleh peserta didik.
Referensi :
Raharjo, R. (2020). Analisis perkembangan kurikulum PPKn: dari Rentjana pelajaran 1947 sampai dengan merdeka belajar 2020. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Kewarganegaraan, 15(1), 63-82.

4. Bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Jawaban:
Pada kurikulum 2013 berbasis kompetensi menitik beratkan pada kompetensi-kompetensi tertentu yang didaptakan oleh peserta didik, dengan melakukan pengamatan terhadap perilaku atau keterampilan peserta didik sebagai pengukur keberhasilan. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Setiawati (2016, p. 70), perubahan terminologi tersebut didasarkan pada berbagai masukan mulai dari perbaikan pendidikan kewarganegaraan hingga pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan yang muncul selama lima tahun terakhir, antara lain: (1) Pada hakikatnya , kewarganegaraan Nampak lebih dominan muatannya pada ketatanegaraan, oleh karena itu muatan nilai-nilai dan moral Pancasila kurang mendapat perhatian; (2) Secara metodologis, pembelajaran cenderung mengutamakan pengembangan bidang sikap (emosi) dan Bidang pengetahuan (kognitif), sedangkan keterampilan bidang (psikomotor) belum berkembang secara optimal dan sempurna (koheren). Ruang lingkup materi yang dibahas meliputi Pancasila sebagai dasar negara, ideologi dan pandangan hidup berbangsa, UUD 1945 sebagai kodifikasi hukum dasar, landasan konstitusi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, persatuan negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai kesepakatan akhir atas bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, sebagai wujud falsafah pemersatu dibalik keberagaman kehidupan bermasyarakat, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Santoso et al., 2015).
Referensi:
Raharjo, R. (2020). Analisis perkembangan kurikulum PPKn: dari Rentjana pelajaran 1947 sampai dengan merdeka belajar 2020. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Kewarganegaraan, 15(1), 63-82.
In reply to First post

Re: Forum 1

by ALIF KURNIADI HILABY21 -
Nama : Alif Kurniadi Hilaby
NPM : 2153053038
Kelas/Prodi : 5G/PGSD

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Berikut adalah beberapa cara untuk mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik:
1. Menentukan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
3. Mengembangkan indikator pembelajaran yang jelas dan terukur.
5. Memilih materi pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa.
7. Menggunakan pendekatan pembelajaran yang tepat, seperti pendekatan Expanding Community Approach.
9. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terstruktur dan terukur.
11. Menyediakan sumber belajar yang bervariasi, seperti buku teks, video, dan gambar.
13. Menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan partisipatif, seperti diskusi kelompok dan simulasi.
Dalam mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik, penting untuk memperhatikan kebutuhan dan tingkat pemahaman siswa. Selain itu, penggunaan pendekatan dan metode pembelajaran yang tepat juga dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran.

2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Pengembangan pembelajaran PKN SD harus disandingkan dengan kurikulum agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran PKN SD dengan disandingkan kurikulum:
* Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
* Beragam dan terpadu.
* Tanggap terhadap perubahan dan perkembangan zaman.
* Mampu membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraan dan pemerintahannya dengan cara memberikan pengetahuan dan keterampilan kewarganegaraan.
* Membentuk warga negara cerdas, terampil, dan berkarakter yang setia kepada bangsa dan negara Indonesia dengan merefleksikan dirinya dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945.
Dalam pembelajaran PKN SD, perlu juga dikembangkan tiga kompetensi yang harus dimiliki siswa, yaitu pengetahuan kewarganegaraan, keterampilan kewarganegaraan, dan sikap
kewarganegaraan. Pembaharuan kurikulum perlu dilakukan sebab tidak ada satu kurikulum yang sesuai dengan sepanjang masa, kurikulum harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang senantiasa cenderung berubah

3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum baru di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan dan interaktif bagi siswa. Perkembangan kurikulum ini sejalan dengan dinamika perkembangan kurikulum di Indonesia sejak awal kemerdekaan tahun 1947 hingga saat ini.
Dahulu mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) digunakan untuk mengajarkan siswa tentang kewarganegaraan dan nasionalisme. Namun pada Kurikulum Merdeka, mata pelajaran tersebut digantikan dengan Pendidikan Pancasila yang fokus mengajarkan siswa tentang prinsip-prinsip Pancasila. Untuk mengembangkan kurikulum Merdeka Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Identifikasi tujuan pembelajaran: Menentukan tujuan pembelajaran PKn di sekolah dasar berdasarkan prinsip Pancasila.
2. Menyusun kerangka kurikulum: Menyusun kerangka kurikulum PKn yang mencakup tujuan pembelajaran, metode pengajaran, dan strategi penilaian.
3. Rancang materi pembelajaran: Mengembangkan materi pembelajaran yang relevan, interaktif, dan menarik bagi siswa. Materi-materi tersebut hendaknya dirancang untuk membantu siswa memahami prinsip-prinsip Pancasila.
4. Melatih para guru: Memberikan pelatihan bagi guru untuk membantu mereka memahami kurikulum baru dan cara mengajarkannya secara efektif.
5. Evaluasi kurikulum: Evaluasi efektivitas kurikulum baru dengan memantau kinerja siswa dan mengumpulkan umpan balik dari guru dan siswa.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, kita dapat mengembangkan kurikulum Merdeka untuk PKn di sekolah dasar yang relevan, menarik, dan efektif dalam mendidik siswa tentang prinsip-prinsip Pancasila.

4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Pengembangan pembelajaran PKN di SD dengan kurikulum 2013 memerlukan kreativitas guru dalam melakukan pengembangan terhadap model pembelajaran. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pembelajaran PKN di SD dengan kurikulum 2013:
* Menyusun silabus dan RPP PKn SD sesuai kurikulum K-13.
* Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan terpadu.
* Menyediakan sumber belajar yang relevan dan bervariasi.
* Menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
* Mengembangkan asesmen pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013.
Selain itu, perlu juga diperhatikan bahwa kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan.
Kurikulum dapat meramalkan hasil pendidikan/pengajaran yang diharapkan karena ia menunjukkan apa yang harus dipelajari dan kegiatan apa yang harus dialami oleh peserta didik. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang senantiasa cenderung berubah.
In reply to First post

Re: Forum 1

by Kadek Asih Septiyani -
Nama : Kadek Asih Septiyani
NPM : 2113053213

Izin menjawab pertanyaan,
1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Jawaban:
Menurut saya, dalam mengembangkan materi pembelajaran PKn di SD haruslah berpedoman dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan, memperhatikan kebutuhan siswanya, serta harus memperhatikan pemilihan metode mengajar yang tentunya efektif untuk menyampaikan materi. Materi yang diajarkan haruslah relevan dan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, misalnya seperti materi demokrasi, hak asasi manusia, toleransi, dan lain sebagainya. Sebagai seorang pendidik, perlu kita mengembangkan rencana pembelajaran dengan memperhatikan metode yang efektif agar materi tersampaikan dengan maksimal seperti metode bermain peran, debat, proyek, dan lain sebagainya guna melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Kita juga harus mengaitkan materi dengan keadaan sehari-hari siswa di kehidupan nyata. Misalnya pada materi nilai-nilai dalam sila pancasila kita mengajarkan anak membaca kitab suci sesuai agama masing-masing sebagai contoh penerapan sila pertama. Materi PKn ini selalu dan hendaknya berkaitan dengan nilai dan norma, maka dari itu kita harus memasukan konsep tersebut ke dalam materi yang akan dikembangkan sepertik mengajarkan pentingnya nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, kerjasama, dan lain sebagainya.

2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Jawaban:
Pengembangan pembelajaran PKn harus memperhatikan visi pada paradigma baru yaitu meningkatkan kompetensi peserta didik meliputi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), karakter kewarganegaraan (civic disposition). Dimensi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge) mencakup bidang politik, hukum, dan moral. Dimensi keterampilan kewarganegaraan (civic skills) meliputi keterampilan partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan, karakter kewarganegaraan (civic disposition) meliputi rasa percaya diri, disiplin, dan lain sebagainya. Pengembangan pembelajaran PKn yang sesuai dengan kurikulum SD melibatkan pemahaman mendalam tentang kurikulum, tujuan pembelajaran, pemilihan materi dan metode yang sesuai, menyesuaikan kebutuhan siswa, serta melibatkan lingkungan.

3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Jawaban:
Pada kurikulum merdeka ini menciptakan kurikulum yang lebih dinamis, relevan, serta mampu mengakomodasi kebutuhan dan kompetensi siswa. Kurikulum merdeka juga memberikan sepenuh-penuhnya otonomi kepada guru serta sekolah dalam merancang pembelajaran PKn di SD yang lebih sesuai dengan kondisi dan karakteristik siswanya. Pembelajaran PKn di SD dalam konteks kurikulum merdeka akan lebih menekankan pada pengembangan keterampilan, pemahaman, dan nilai-nilai kewarganegaraan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa dengan guru sebagai fasilitator.

4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Jawaban:
Dimulai dari hal dasar terjadi perubahan pada nama mata pelajaran dari pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Dalam kurikulum ini berupaya mengkoordinasi KI-KD dan indikator PPKn secara nasional dengan memperkuat nilai moral dan Pancasila; nilai dan norma UUD 1945; nilai dan semangat Bhinneka Tunggal Ika; serta wawasan dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia. Memantapkan pengembangan peserta didik dalam dimensi pengetahuan Kewarganegaraan, sikap Kewarganegaraan, keterampilan Kewarganegaraan, keteguhan Kewarganegaraan, komitmen Kewarganegaraan, dan kompetensi Kewarganegaraan. Guru mengembangkan dan menerapkan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PPKn yang berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.
Sekian, terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum 1

by ARIS PURNAMA PUTRA -
Nama : Aris Purnama Putra
NPM : 2113053112
Kelas : 5G

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Jawab:Langkah-langkah berikut dapat membantu Anda mengembangkan materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SD yang efektif:

Memahami Kurikulum, Kenali Siswa,
Tetapkan Tujuan, Pilih Konten Relevan, Kembangkan Materi Menarik, Manfaatkan Sumber, Integrasikan Nilai-Nilai, Gunakan Metode Interaktif, Evaluasi dan Kolaborasi.

2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Jawab :
Pengembangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) SD yang efektif harus selalu mempertimbangkan dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Ini mencakup pemahaman terhadap standar kompetensi dan tujuan kurikulum, penyesuaian dengan karakteristik siswa, penetapan tujuan pembelajaran yang sesuai, pemilihan konten yang relevan, penggunaan metode pembelajaran yang sesuai, integrasi nilai-nilai kewarganegaraan, pemanfaatan sumber daya yang tepat, pengembangan metode evaluasi yang sesuai, serta keterlibatan dalam kolaborasi dengan rekan guru dan pemangku kepentingan. Dengan memperhatikan semua faktor ini, pengembangan pembelajaran PKN SD dapat menjadi lebih efektif dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku, mendukung perkembangan pemahaman kewarganegaraan siswa.

3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Jawab : Integrasi antara pengembangan kurikulum merdeka dan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SD dapat terjadi melalui beberapa cara, seperti menggunakan pendekatan tematik, proyek pembelajaran yang melibatkan siswa dalam pemecahan masalah nyata, pemanfaatan teknologi, pengembangan keterampilan siswa, penekanan pada integrasi nilai-nilai kewarganegaraan, dan penggunaan penilaian formatif. Pendekatan ini dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan terlibat bagi siswa, membantu mereka memahami kewarganegaraan dalam konteks dunia yang terus berubah.

4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Jawab : Pengembangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) untuk SD dengan Kurikulum 2013 melibatkan sejumlah langkah penting. Pertama-tama, pemahaman mendalam terhadap Kurikulum 2013, terutama terkait SK-KD dan silabus PKN, diperlukan. Materi pembelajaran perlu disesuaikan dengan SK-KD untuk memastikan relevansi dengan perkembangan anak-anak, menekankan pemahaman nilai-nilai kewarganegaraan, hak, kewajiban, dan partisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selanjutnya, pengembangan metode pembelajaran interaktif yang sesuai dengan karakteristik siswa SD, seperti diskusi, permainan peran, proyek, atau kunjungan lapangan, menjadi kunci. Penting pula untuk mengintegrasikan nilai-nilai kehidupan seperti toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air ke dalam materi dan kegiatan pembelajaran. Selain itu, instrumen penilaian yang relevan harus dibuat untuk mengukur pencapaian siswa dalam PKN, sambil memberikan umpan balik yang membantu mereka memperbaiki pemahaman dan keterampilan.

Kolaborasi dengan sesama guru PKN, partisipasi dalam pengembangan profesional, dan evaluasi berkelanjutan dari pembelajaran PKN yang disajikan menjadi langkah-langkah penting lainnya. Semua upaya ini, meskipun memerlukan komitmen dan waktu, akan membantu siswa mengembangkan pemahaman yang kokoh tentang kewarganegaraan dan peran mereka dalam masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum 1

by SILFIA MARCA ATIKA APRILIANA -
Nama: Silfia Marca Atika Apriliana
Npm: 2113053095
Kelas: 5G

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Untuk mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik, Anda dapat mempertimbangkan langkah-langkah berikut:

a. Pahami standar kurikulum yang berlaku.

b. Kenali kebutuhan dan karakteristik siswa SD.

c. Tentukan tujuan pembelajaran yang jelas.

d. Pilih konten yang sesuai dengan tingkat usia dan pemahaman siswa.

e. Kembangkan aktivitas yang interaktif dan relevan.

f. Gunakan beragam sumber dan media pembelajaran.

g. Evaluasi dan perbaiki materi berdasarkan umpan balik siswa dan guru.

2.pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Pengembangan pembelajaran PKN SD harus mempertimbangkan kurikulum yang berlaku, mengintegrasikan kompetensi dan indikator dari kurikulum ke dalam rencana pembelajaran PKN. Pastikan materi dan metode pembelajaran sesuai dengan standar kurikulum dan memenuhi kebutuhan siswa.

3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Pengembangan Kurikulum Merdeka harus mencakup elemen-elemen yang mendukung pembelajaran PKN SD. Ini bisa termasuk mengintegrasikan nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan cinta tanah air dalam kurikulum. Perlu juga melibatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dan pembentukan sikap warga negara yang aktif.

4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Jawab: Pengembangan pembelajaran PKN SD dengan Kurikulum 2013 mengikuti panduan yang telah ditetapkan dalam dokumen kurikulum tersebut. Anda perlu memahami tujuan dan kompetensi dasar yang tercantum dalam Kurikulum 2013, lalu merancang pembelajaran yang memenuhi standar tersebut dengan menggunakan metode yang sesuai untuk tingkat SD.
In reply to First post

Re: Forum 1

by Angelia Agustin -
Nama : Angelia Agustin 

NPM : 2113053162


1. Langkah- langkah pengembangan materi pkn yang baik aantara lain : 

a) Analisis. Pada tahap ini, yang dilakukan adalah mengidentifikasi prilaku

awal siswa, hal ini berkaitan dengan tingkat penguasaan dan kemampuan

mereka dalam bidang ilmu atau mata pelajaran yang akan diberikan.

b) Perancangan. Pada tahap perancangan ini, diminta untuk melakukan perumusan tujuan pembelajaran, pengembangan peta konsep mata

pelajaran, serta pengembangan garis besar program pembelajaran.

c) Pengembangan. Persiapan dan perancangan yang matang sangat diperlukan untuk mengembangkan bahan ajar dengan baik. Dalam proses pengembangan bahan ajar ada beberapa saran yang perlu diperhatikan untuk membantu anda memulai pengembangan bahan ajar sebagai berikut:(1) tulislah apa yang dapat anda tulis, (2) jangan merasa bahwa anda harus memulai secara berurutan, (3) tulis atau kembangkan bahan ajar anda untuk siswa yang anda tahu/ kenal, (4) ingat bahwa bahan ajar yang dikembangkan harus dapat memberikan pengalaman melalui interaksinya dengan siswa, (5) ragam media, sumber belajar, aktivitas, dan umpan balik merupakan komponen penting dalam memperoleh bahan ajar yang menarik, bermanfaat dan efektif bagi siswa, (6) ragam contoh, alat bantu belajar, illustrasi, serta pengemasan bahan ajar juga berperan dalam membuat bahan ajar yang menarik. (7) gaya penulisan untuk bagian tekstual, naratif, eksplanatori deskriptif, argumentatif, dan perintah dan perintah, sangat penting agar siswa dapat memahami maksud bahan ajar.

d) Evaluasi. Evaluasi merupakan peroses untuk memperoleh beragam reaksi dari bebagai pihak terhadap bahan bajar yang dikembangkan.


2. Pengembangan pembelajaran PKN yang harus dikembangkan dan disandingkan kurikulum agar tujuan pembelajaran PKN dapat tercapai. Untuk mencapai hal itu maka dikembangkan tiga kompetensi yang harus dimiliki siswa yang meliputi: pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), karakter kewarganegaraan (civic disposition/traits).


3. Pengembangan pembelajaran PKN di SD dengan Kurikulum Merdeka harus mendorong siswa untuk menjadi warga negara yang aktif, cerdas, berbudaya, dan berdaya saing. Dengan pendekatan yang sesuai, siswa akan dapat menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dan berkontribusi pada kemajuan masyarakat dan negara.


4. Pengembangan pembelajaran PKN di SD dengan Kurikulum 2013 harus menekankan pada pemahaman nilai-nilai kewarganegaraan, demokrasi, dan partisipasi aktif dalam kehidupan sosial masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, siswa dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang peran mereka sebagai warga negara yang bertanggung jawab dalam masyarakat.

In reply to First post

Re: Forum 1

by DANIEL DWI SAPUTRA 2113053110 -
Nama: Daniel Dwi Saputra
NPM: 2113053110

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Jawaban: Dengan menciptakan sumber-sumber pembelajaran yang terinspirasi dari sumber-sumber yang sudah ada dan menyempurnakan pendidikan dengan memulai dari metodologi, model yang diterapkan pada pendekatan pembelajaran PKn di sekolah dasar. Kemudian menyusun bahan ajar sesuai dengan kondisi pendidikan kewarganegaraan di Indonesia saat ini di era 5.0, dan menilai pendidikan kewarganegaraan dengan menggunakan pendidikan nilai. Selain itu, pengajar dapat menggunakan sumber pembelajaran PKn di sekolah dasar berbasis digital seperti PowerPoint, Powtoon, Wordwall, dan lain sebagainya. Untuk mempromosikan pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar secara efektif, pendidik juga harus mahir dalam menggunakan sumber belajar digital.

2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Jawaban: Profil pelajar Pancasila terdiri dari enam keterampilan: komitmen terhadap Tuhan Yang Maha Esa, keberagaman di dunia, tanggung jawab, kerjasama timbal balik, berpikir kritis, dan kreativitas. Baik pengaruh internal maupun eksternal, khususnya di tingkat sekolah dasar, berdampak pada bagaimana profil siswa Pancasila tercipta. Tersedianya mata kuliah PPKn, khususnya yang merupakan bagian dari pembelajaran tematik, dan kebiasaan berjabat tangan yang merupakan wujud profil mahasiswa Pancasila menjadi penyebab internal. Penciptaan dan implementasi program tahun 2013 yang ekstensif berfungsi sebagai kekuatan pendukung eksternal. Hal inilah yang menjadi alasan awal penggunaan profil pelajar Pancasila untuk melaksanakan pembentukan karakter. Dalam upaya yang disengaja dan disengaja untuk mempersiapkan siswa, khususnya di sekolah dasar, guru memainkan peran yang sangat penting. Guru adalah

3. Bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Jawaban: Dimungkinkan untuk membuat kurikulum mandiri dengan memasukkan pengajaran kewarganegaraan sejak sekolah dasar. Kurikulum mandiri ini memberikan keleluasaan bagi unit pengajar sekolah dan guru dalam membuat pembelajaran dan kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru kini dapat mengubah rencana pembelajarannya untuk memenuhi kebutuhan dan kepribadian siswanya berkat perluasan pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar dan penggunaan kurikulum terpisah.
Kurikulum mandiri dalam pengembangan pendidikan kewarganegaraan anak sekolah dasar memberikan kebebasan lebih bagi sekolah dan guru untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dan sifat siswanya.
Selain itu, kurikulum otonom mengedepankan gagasan otonomi sekolah dalam menentukan topik, strategi pengajaran, dan metodologi pendidikan kewarganegaraan sekaligus mempertahankan pendidikan kewarganegaraan.

4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Jawaban: Dengan pembuatan RPP, silabus, KI, KD, prota, proses, indikator, teknik, strategi pembelajaran, pendekatan pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran, Kurikulum 2013 bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran PKN SD. Siswa mulai diminta dan diharapkan mandiri, mampu memecahkan masalah, dan mampu berpikir kritis dalam pembelajaran memanfaatkan kurikulum 2013. Hasilnya, siswa di sekolah dasar ini mendapatkan pembelajaran dengan fokus pada pembangunan nilai dan moralitas.
In reply to First post

Re: Forum 1

by ANNISA INDAH SAPUTRI -
Nama: Annisa Indah Saputri
NPM: 2113053105
Kelas: 5G/PGSD

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Menurut saya mengembangkan materi pembelajaran pkn sd yg baik itu haruslah berpatokan dengan tujuan pembelajaran yang ada, sehingga hal itu pendidik bisa menghasilkan bahan ajar yg sesuai dan baik dalam pembelajaran PKn SD.

2. Pengembangan pembelajaran PKn SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Jika disandingkan maka pembelajaran PKn SD haruslah sesuai dengan pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), serta karakter kewarganegaraan (civic disposition). Pada abad 21 pendidikan kewarganegaraan mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan kurikulum. Ranah dan cakupan materi bergeser tidak hanya pada konsepsi moral, nilai dan karakter, namun mengarah pada bagaimana konsepsi membentuk peserta didik menjadi warga negara yang memiliki karakter yang baik dan memiliki kemampuan , kecerdasan dan keterampilan sebagai seorang warga negara.

3. Bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Dalam kurikulum merdeka di dalamnya ada rencana belajar mandiri, yg mempunyai tiga poin utama yaitu teknik akselerasi, keberagaman dan profil pelajar Pancasila. Poin dua dan tiga erat kaitannya dengan pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar, yaitu penguatan keberagaman minat dan kemampuan siswa, hal ini menjadi alasan kuat untuk mengukur prestasi siswa tidak hanya dengan mengukur keberhasilan akademik saja, namun juga dengan berbagai aktivitas lainnya, misalnya dalam bidang akademik. kegiatan ekstrakulikuler. mengembangkan keterampilan siswa, mendidik.

4. Bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Dalam pembelajaran PKn SD melalui kurikulum 13 pengembangannya sejauh ini adalah sebagai berikut:
* Menyusun silabus dan RPP PKn SD sesuai kurikulum K-13.
* Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan terpadu.
* Menyediakan sumber belajar yang relevan dan bervariasi.
* Menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
* Mengembangkan asesmen pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013.
In reply to First post

Re: Forum 1

by Alifah Puji Astuti -
Nama: Alifah Puji Astuti
Npm: 2113053173

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Berdasarkan penjelasan mengenai strategi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (pkn)pada sekolah dasar (SD) dalam pembentukan karakter melalui hidden curriculum (kurikulum yang tersembunyi) diatas, maka dapat disimpulkan bahwa: Untuk menyukseskan pendidikan karakter di berbagai lembaga pendidikan termasuk di sekolah, maka segenap dewan guru beserta kepala sekolah harus proaktif dalam mencari informasi tentang berbagai macam nilai karakter yang terjadi di masyarakat dalam rangka memutakhirkan program pendidikan, khususnya bagi pendidikan karakter. Selain dapat mengajarkan strategi yang tepat untuk membentuk karakter di dalam diri peserta didik melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan hidden curiculum (kurikulum tersembunyi) yang dilaksanakan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, guru juga
dituntut untuk memiliki wawasan yang cukup mengenai pengetahuan dan pengalaman tentang nilai-nilai karakter yang berkembang serta mengetahui bagaimana mengajarkannya
kepada peserta didik.

2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
PPKn merupakan salah satu mata pelajaran dari sejumlah mata pelajaran
yang ada diIndonesia dimulai jenjang pendidikan dasar dan menengah. PPKn
pada awalnya merupakan mata pelajaran yang terdiri dari dua mata pelajaran
yaitu mata pelajaran pendidikan Pancasila dan mata pelajaran
kewarganegaraan. Hal ii dilakukan dalam rangka meminimalkan jumlah mata
pelajaran yang terdapat di dalam kurikulum. Selain itu juga membuat mata
pelajaran ini lebih bermanfaat untuk peserta didik pada jenjang tersebut,
sehingga mereka tidak hanya mempelajari tentang sejumlah nilai-nilai yang ada
di dalam Pancasila saja, melainkan juga mempelajari bagaimana menjadi
warganegara Indonesia yang baik.

3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Tiga pokok gagasan merdeka belajar adalah tekonologi untuk akselerasi, keberagaman sebagai esensi, dan profil pelajar Pancasila. Tentu saja poin pertama terkait dengan perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi. Terutama terkait dengan PPKn, hakikatnya adalah meningkatkan keberagaman, berupa “keberagaman minat dan kemampuan yang dimiliki siswa merupakan alasan terkuat untuk mengukur hasil belajarnya.” siswa tidak hanya dengan menggunakan data prestasi akademik tetapi juga dengan banyak kegiatan atau kegiatan ekstrakurikuler. Kearifan lokal juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar juga diterapkan enam indikator sebagai profil siswa Pancasila, yaitu penalaran kritis untuk mampu memecahkan masalah, kemandirian, kreativitas, dan gotong royong, keberagaman global, dan budi pekerti luhur.

4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Menurut saya Kurikulum 2013 berbasis kompetensi memfokuskan pada
pemerolehan kompetensi-kompetensi
tertentu oleh peserta didik. Adapun pada kurikulum 2013 ini, Secara yuridis formal Kurikulum 2013 berpijak pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, namun dalam pelaksanaannya didasarkan pada
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Perubahan kurikulum ini juga berdampak pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Indonesia yang dulunya istilah pendidikan kewarganegaraan atau lebih dikenal dengan sebutan PKn kembali menjadi Pendidikan.
In reply to First post

Re: Forum 1

by YUSUF BARRULY -
Nama : Yusuf Barruly
NPM : 2113053103

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
A. Menentukan tujuan pembelajaran yang spesifik dan relevan dengan kurikulum PKN SD. Pastikan tujuan ini dapat diukur untuk mengukur pencapaian siswa.
B. Pahami keadaan dari peserta didik dengan mengenali kebutuhan, minat, dan tingkat pemahaman siswa mengenai materi PKN. Ini akan membantu Anda menyusun materi yang sesuai dengan tingkat mereka.
C. Susun kurikulum PKN yang mencakup topik-topik seperti nilai-nilai kewarganegaraan, demokrasi, hak asasi manusia, dan sejarah bangsa. Pastikan materi mengikuti standar kurikulum yang berlaku.
D. Pilih berbagai metode pembelajaran, seperti ceramah, diskusi, permainan peran, proyek, dan kunjungan lapangan. Hal ini akan membantu siswa memahami dan menerapkan konsep-konsep PKN dengan lebih baik.
E. Pilih materi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Gunakan contoh-contoh nyata dan kasus-kasus yang aktual agar siswa dapat mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan mereka.
F. Manfaatkan teknologi, seperti multimedia dan internet, untuk mendukung pembelajaran. Video, gambar, dan sumber daya daring dapat membantu memperkaya pengalaman siswa.
G. Lakukan evaluasi dengan menyertakan alat evaluasi, seperti tes, tugas, dan proyek, untuk mengukur pemahaman siswa. Berikan umpan balik yang konstruktif dan beri kesempatan kepada siswa untuk memperbaiki pemahaman mereka.
2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Seluruh pengembangan pembelajaran PKN SD harus di sandingkan dengan kurikulum. Karena kurikulum merupakan perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Sehingga seluruh pengembangan pembelajaran haruslah disesuaikan dan disandingkan dengan kurikulum
3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang memberikan kebebasan kepada pendidik dan peserta didik untuk memilih pembelajaran seperti apa yang akan dilakukan sehingga pembelajaran PKN di SD ini menjadi lebih dibebaskan seperti apa kegiatan nya. pembelajaran menjadi lebih aktif antara guru dengan siswa nya. Kurikulum juga lebih disesuaikan dengan dengan keadaan siswa karena pihak sekolah dapat menentukan kurikulum nya sendiri tetapi tetap sesuai dengan ketentuan kurikulum pusat
4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Pengembangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) untuk Sekolah Dasar (SD) dengan kurikulum 2013 memerlukan pemahaman mendalam tentang kurikulum tersebut. Berikut langkah-langkah yang dapat di pertimbangkan:
1.Pahami Kurikulum 2013: Pelajari dengan seksama dokumen kurikulum 2013 yang berlaku di wilayah Anda. Pahami tujuan, kompetensi, dan pendekatan yang dianut dalam kurikulum tersebut.
2. Identifikasi Kompetensi Inti: Kurikulum 2013 menekankan kompetensi inti, termasuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pastikan pembelajaran PKN di SD mengembangkan kompetensi tersebut sesuai dengan tingkat usia anak-anak.
3. Rencanakan Pembelajaran Terintegrasi: Kurikulum 2013 mendorong pembelajaran terintegrasi antar mata pelajaran. Pertimbangkan bagaimana PKN dapat terintegrasi dengan mata pelajaran lain, seperti sejarah, bahasa Indonesia, atau seni budaya, untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih holistik.
4. Pilih Metode Pembelajaran: Pilih metode pembelajaran yang sesuai dengan tingkat SD, seperti cerita, permainan, simulasi, dan proyek. Metode ini harus memungkinkan siswa untuk aktif berpartisipasi dalam pembelajaran PKN.
5.Gunakan Sumber Belajar yang Dapat Diakses: Manfaatkan buku teks yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan tambahkan sumber daya belajar yang relevan, seperti video, gambar, atau bahan ajar interaktif.
6. Evaluasi Pembelajaran: Rencanakan cara mengukur pencapaian kompetensi PKN siswa sesuai dengan kurikulum 2013. Ini bisa melalui tes tertulis, penugasan proyek, atau penilaian berbasis kinerja.
7. Kolaborasi dengan Rekan Sejawat: Diskusikan dan berkolaborasi dengan guru-guru PKN lainnya untuk berbagi ide dan pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013.
8. Beri Ruang untuk Diskusi dan Refleksi: Dorong siswa untuk berdiskusi, merenung, dan berpikir kritis tentang isu-isu kewarganegaraan yang relevan. Ini dapat melibatkan perdebatan kelas, proyek sosial, atau penelitian kecil.
9. Libatkan Orang Tua dan Komunitas: Dalam semangat kurikulum 2013 yang mengedepankan keterlibatan orang tua dan komunitas, ajak orang tua dan anggota komunitas dalam kegiatan pembelajaran atau proyek yang melibatkan siswa.
In reply to First post

Re: Forum 1

by Erina Prihatmi -
Nama : Erina Prihatmi
NPM : 2113053176
Kelas : 5G/PGSD

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Jawab :
Untuk mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Menentukan kompetensi dasar dan indikator yang terdapat pada silabus.
2. Memperhatikan prinsip-prinsip dasar pembelajaran PKn, seperti pendekatan evokasi, inculcation, dan partisipatorik.
3. Mengembangkan dan menerapkan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PKn yang berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik sebagai warga negara yang cerdas dan baik secara utuh.
4. Memilih model pengembangan yang sesuai.
5. Dalam pengembangan materi, juga perlu memperhatikan aspek visual, seperti cover yang menarik dan gambar yang menunjang pemahaman siswa.

2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Jawab :
Untuk mengembangkan pembelajaran PKN di SD, ada beberapa hal yang dapat dilakukan dengan disandingkan kurikulum, antara lain:
1. Menyesuaikan kurikulum dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
2. Menggunakan pendekatan induktif/deduktif, ekspository, dan terpadu.
3. Menggunakan model pembelajaran seperti metode discovery, problem solving, inquiry, dan active learning.
4. Memperhatikan perkembangan anak dan mengaitkan materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa.
5. Menerapkan pembelajaran tematis untuk kelas rendah dan pembelajaran berbasis mata pelajaran untuk kelas tinggi.
6. Menggunakan strategi pembelajaran seperti contextual teaching and learning (CTL) dan strategi pembelajaran inquiry (SPI) .
7. Mengembangkan model-model, strategi, metode-metode, dan pendekatan-pendekatan dalam rangka pembelajaran PKN SD.
Dengan mengembangkan pembelajaran PKN di SD dengan disandingkan kurikulum, diharapkan peserta didik dapat lebih mudah memahami materi dan mengembangkan civic knowledge, civic skill, dan civic disposition.

3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Jawab :
Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen. Pembelajaran PKn di SD dapat dikembangkan melalui pendekatan induktif/deduktif dan ekspository. Kurikulum Merdeka fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam dan memberikan waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter. Pengembangan pembelajaran PKn di SD dapat dilakukan melalui pengembangan materi, pendekatan, strategi, dan metode. Dalam Kurikulum Merdeka dialokasikan sekitar 20-30% jam pelajaran yang digunakan untuk aktivitas kokurikuler berupa projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Dengan demikian, pengembangan kurikulum merdeka dapat dilakukan dengan mengembangkan pembelajaran PKn di SD melalui pendekatan induktif/deduktif dan ekspository, serta pengembangan materi, pendekatan, strategi, dan metode. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen. Kurikulum Merdeka fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam dan memberikan waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter.

4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Jawab :
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Dasar (SD) dengan kurikulum 2013 memerlukan pengembangan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Guru harus menyusun silabus dan RPP PKn SD sesuai dengan kurikulum K-13. Selain itu, penggunaan metode yang bervariasi dalam pembelajaran PKn dapat membuat siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Evaluasi pembelajaran PKn bertujuan untuk menentukan sampai seberapa jauh standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran Kewarganegaraan telah dikuasai siswa. Pada kurikulum 2013, PKn di SD mengajarkan civic knowledge, civic skill, dan civic disposition. Pola evaluasi pembelajaran PKn pada program moving class di SMA Negeri 4 Banjarmasin dilakukan melalui perencanaan evaluasi, pelaksanaan evaluasi, dan penilaian hasil evaluasi.
In reply to First post

Re: Forum 1

by INDAH NUR SAPITRI -
Nama : Indah Nur Sapitri
NPM : 2113053299
Kelas/Prodi : 5G/PGSD

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Mengembangkan materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang baik untuk sekolah dasar memerlukan perencanaan dan pendekatan yang tepat. Pengembangan materi :Merancang materi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar PKN pada kurikulum yang berlaku. Pastikan materinya relevan, menarik, dan sesuai dengan perkembangan anak di tingkat sekolah dasar.Berikut langkah-langkah mengembangkan materi pembelajaran PKn yang baik : 
  • Tujuan Pembelajaran yang Jelas
  • Identifikasi Kompetensi Dasar
  • Identifikasi Kompetensi Dasar
  • Gunakan Metode Pembelajaran yang Beragam
  • Kegiatan Interaktif
  • Visualisasi
  • Hubungkan dengan Kasus Nyata
  • Ajarkan Nilai-nilai PembelajaranKewarganegaraan
  • Evaluasi Pembelajaran
  • Koreksi dan Perbaikan
  • Konteks Lokal
  • Kolaborasi dengan Rekan Guru
  • Berlakukan Prinsip Inklusi
  • Evaluasi Diri

2. Pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?

Pengembangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di Sekolah Dasar (SD) hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan kurikulum yang berlaku dan beberapa prinsip pedagogi yang efektif dan juga Pengembangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di tingkat Sekolah Dasar (SD) haruslah mempertimbangkan kurikulum yang berlaku dan mengikuti pedoman yang telah ditetapkan. Memahami Kurikulum Pertama-tama, perlu memahami dengan baik kurikulum terkait sekolah dasar, termasuk kompetensi inti dan kompetensi dasar terkait PKN. Pastikan Anda memahami dengan jelas apa yang diharapkan dari siswa di setiap tingkatan dan tingkatan kelas.

3. Bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Pengembangan kurikulum mandiri merupakan pendekatan yang memberikan kebebasan dan fleksibilitas lebih kepada sekolah, guru, dan siswa dalam merancang dan mengelola kurikulum. Dalam konteks pengembangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di Sekolah Dasar (SD), pengembangan kurikulum mandiri dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PKN. Pengembangan kurikulum mandiri dalam konteks pembelajaran PKN di sekolah dasar memberikan peluang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan, kontekstual, dan berorientasi pada keterlibatan siswa dalam proses kewarganegaraan. Hal ini dapat membantu siswa menjadi warga negara yang lebih aktif, berpengetahuan, dan berkomitmen terhadap komunitas dan negaranya. Pengembangan kurikulum mandiri merupakan konsep yang menekankan pada fleksibilitas, inovasi dan penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dan konteks lokal serta perkembangan siswa. Dalam rangka pengembangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) mandiri di Sekolah Dasar (SD).

4. Bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Pengembangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di Sekolah Dasar (SD) dengan Kurikulum 2013 (K13) melibatkan pemahaman mendalam tentang prinsip dasar komponen K13 dan PKN. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda pertimbangkan untuk mengembangkan pembelajaran PKN SD dengan menggunakan Kurikulum 2013:
Pengembangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di Sekolah Dasar (SD) dengan Kurikulum 2013 (K13) melibatkan pemahaman mendalam tentang prinsip dasar komponen K13 dan PKN. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda pertimbangkan untuk mengembangkan pembelajaran PKN SD dengan menggunakan Kurikulum 2013:

  • Pengertian Kurikulum 2013: Pastikan Anda memiliki pemahaman yang kuat tentang Kurikulum 2013, terutama bagaimana dampaknya terhadap pembelajaran PKN di sekolah dasar. Anda perlu memahami tujuan, kompetensi dasar dan pendekatan pembelajaran yang diusulkan oleh K13.
  • Identifikasi Kompetensi Dasar PKN  Menggali kompetensi dasar PKN yang tercantum pada K13 untuk setiap jenjang dan tingkatan kelas di sekolah dasar. Hal ini akan menjadi dasar pengembangan materi dan kegiatan pembelajaran
  • Pengembangan Materi Pembelajaran: Rancang materi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar PKN yang harus dicapai. Pastikan materinya relevan, menarik dan sesuai perkembangan anak di tingkat sekolah dasar
  • Berfokus pada Pendekatan Ilmiah: K13 menekankan pada pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Artinya siswa harus dilibatkan dalam proses berpikir kritis, inkuiri, dan eksperimen. Terapkan pendekatan ini dalam pembelajaran PKn dengan merancang kegiatan yang memungkinkan siswa berpikir kritis terhadap isu-isu PKn.
  • Penggunaan Bahan Sumber: Manfaatkan berbagai sumber, seperti buku teks, materi online, sumber berita, dan sumber daya lokal, untuk memperkaya pengalaman belajar PKn.
In reply to First post

Re: Forum 1

by DWI NUR AZIZAH -
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM :211305378
Kelas : 2G

1. Ada beberapabyang perlu diperhatikan dalam mengembangkan materi pembelajaran PKn SD seperti memperhatikan jenis, cakupan dan urutan. Jenis-jenis materi pembelajaran ada 5 yaitu: Fakta, konsep, prinsip, prosedur, sikap atau nilai dan prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah kesesuaian (relevansi), keajegan (konsistensi), dan kecukupan (adequacy). Cakupan Materi Pembelajaran merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru untuk perencanaan dan penelaahan impelementasi pembelajaran. Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran, selain itu ada beberapa aspek berikut yang harus diperhatikan, yakni: Aspek Kognitif, Keluasan cakupan materi, Kecakupan (Adequacy). Selain itu, guru juga harus mampu menggunakan bahkan mengembangkan materi pembelajaran sesuai dengan kemampuan kekhususan dari materi pembelajaran PKn SD dan kemampuan peserta didik serta sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran.

2. ada beberapa hal yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran PKN SD yang disandingkan kurikulum:
Pertama ada Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
lalu Beragam dan terpadu,
Tanggap terhadap perubahan dan perkembangan zaman, Mampu membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraan dan pemerintahannya dengan cara memberikan pengetahuan dan keterampilan kewarganegaraan.
Membentuk warga negara cerdas, terampil, dan berkarakter yang setia kepada bangsa dan negara Indonesia dengan merefleksikan dirinya dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945.
Dalam pembelajaran PKN SD, perlu juga dikembangkan tiga kompetensi yang harus dimiliki siswa, yaitu pengetahuan kewarganegaraan, keterampilan kewarganegaraan, dan sikap
kewarganegaraan.

3. Pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pkn sd sama sama memiliki bertujuan untuk memastikan peserta didik mampu yang diantaranya :

1. memiliki akhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.Hal ini ditunjukkan melalui sikap mencintai sesama manusia dan lingkungannya serta menghargai kebinekaan untuk mewujudkan keadilan sosial;

2. memahami makna dan nilai-nilai Pancasila, serta proses perumusannya sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan ideologi negara melalui kajian secara kritis terhadap nilai dan kearifan luhur bangsa Indonesia sebagai pedoman dan perspektif dalam berinteraksi dengan masyarakat global, serta mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, masyarakat sekitar, dan dalam konteks yang lebih luas;

3. menganalisis secara kritis konstitusi dan norma yang berlaku, serta menyelaraskan
hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di tengah-tengah masyarakat global;

4. memahami jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang berbineka, serta mampu bersikap adil dan tidak membeda-bedakan jenis kelamin dan SARA, serta memiliki sikap toleransi, penghargaan dan cinta damai sebagai bagian dari jati diri bangsa yang perlu dilestarikan; dan

5. menganalisis secara cerdas karakteristik bangsa Indonesia, sejarah kemerdekaan Indonesia, dan kearifan lokal masyarakat sekitar, dengan kesadaran untuk menjagalingkungan sekitarnya dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta berperan aktif dalam kancah global.

4. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam konteks nilai dan moral Pancasila, kesadaran berkonstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, nilai dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia.Pancasila sebagai pandangan hidup sering di sebut juga way of life, pegangan hidup, pedoman hidup, pandangan dunia, atau petunjuk hidup. Pancasila merangkum nilai-nilai yang sama yang terkandung dalam adat istiadat, kebudayaan dan agama-agama yang ada di Indonesia. Dengan demikian, pancasila sebagai pandang hidup mencerminkan jiwa dan kepribadian bangsa. Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang berusaha membina perkembangan moral peserta didik sesuai dengan nilai-nilai pancasila, agar dapat mencapai perkembangan secara optimal dan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-
hari
Dalam mengembangkan PKN bagi
pembelajaran dalam konteks kurikulum
2013, minimal ada dua hal utama yang harus
di perhatikan. Adalah persyaratan
lpelaksanaan proses pembelajaran yang
kedua adalah pelaksanaan proses
pembelajaran hal ini harus di perhatikan secara tegas di nyatakan dalam Permendikbud Nomor 65 tahun 2013
a.Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
b.Pelaksanaa pembelajaran
c.Kegiatan pembelajaran
d.Kegiatan penutup
In reply to First post

Re: Forum 1

by Vivia Febbrilian 2113053050 -
Nama: Vivia Febbrilian Agrifina
NPM: 2113053050

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Cara mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik menurut saya adalah sesuai dengan tujuan pembelajaran materi pkn tersebut, kemudian bahan ajar dan strategi pembelajaran disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik, misal sebagian peserta didik lebih senang dan memahami materi dengan audio visual maka pendidik menyiapkan bahan ajar materi PKn dalam bentuk video, untuk itu pendidik dituntut agar mahir dalam memgembangkan dan menggunakan teknologi dalam pembelajaran, kemudian pembelajaran PKn harus disasarkan pada perkembangan nilai moral anak,jadi lebih diselipkan lagi hal hal yang dapat memicu perubahan yang baik pada nilai moral anak sesuai dengan tantangan pada era sekarang yakni degradasi moral.

2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Pembelajaean PKn sedang dalam proses perubahan menuju Pendidikan Kewarganegaraan dengan paradigma baru (New Indonesian Civic Education). Pendidikan Kewarganegaraan paradigma baru berorientasi pada terbentuknya masyarakat sipil (civil society) dengan memberdayakan warga negara melalui proses pendidikan agar mampu berperan serta secara aktif dalam sistem pemerintahan negara yang demokratis.
Untuk mencapai visi dan misi PKn paradigma baru kemudian dikembangkan tiga kompetensi yang harus dimiliki siswa yang meliputi: pengetahuan kewarganegaraan (civic knowldge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), karakter kewarganegaraan (civic disposition/traits). Keterampilan kewarganegaraan yang akan dikembangkan sangat terkait erat dengan strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran kewarganegaraan di sekolah. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) adalah strategi pembelajaran PKn berbasis portofolio.

3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Pada kurikulum merdeka PKn SD berubah menjadi Pendidikan Pancasila, yang mana di kurikulum ini juga sebenarnya lebih menekankan atau mengkampanyekan pada enam profil Pelajar Pancasila dimana tujuan besar dari pendidikan karakter yang berbasis Pancasila. Enam profil ini diambil dari nilai-nilai Pancasila sendiri, yang meliputi beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; mandiri; bergotong royong; bernalar kritis; dan kreatif. Dengan begitu pendidik bisa mengembangkan PKn SD sesuai dengan karakter yang ingin dicapai berbasis pancasila, pendidik dapat memgembangkan bahan ajar yang sesuai dan menggunakan strategi yang tepat dalam pemgimplementasiannya, pengembangan PKn sd dengan kurikulum merdeka cukup fleksibel, contohnya bisa menggunakan pendekatan sehari-hari., dalam kurikulum ini pendidik dan peserta didik bebas menyusun pembelajaran dalam kelas namun didasari dengan tujuan yang akan dicapai.


4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013 harus didasari pada Kompetensi Dasar dan Indikator yang telah disusun berdasarkan silabus. kemudian pendidik dapat mengembangkan bahan ajar dan menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan kompetensi yang ingin dicapai. Pada k13 peserta didik akan difokuskan pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
In reply to First post

Re: Forum 1

by Ummu Darda Azzahra -
Nama : Ummu Darda Azzahra
NPM : 2113053214

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Dalam pembelajaran PKn SD kelas 1, 2, 3 (rendah) terdapat beberapa pendekatan pembelajaran yang cocok untuk diterapkan. Dan dalam pendekatan tersebut terdapat pula model – model pembelajaran. Diantaraya, yaitu : (a) pendekatan induktif, model pembelajaran dalam pendekatan induktif yaitu Model pembelajaran inquiry, Model pembelajaran berbasis masalah, Model pembelajaran berbasis proyek, Model pembelajaran berbasis kasus, Model pembelajaran penemuan; (b) pendekatan deduktif; (c) pendekatan ekspository, model pembelajaran dalam pendekatan ekspository adalah model pembelajaran cooperatie.Dari macam pendekatan tersebut cocok digunakan dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai dan kondisi peserta didik. Selanjutnya pembelajaran E-learning adalah pembelajaran yang menggunakan media teknologi elektronik dan juga internet. E-learning memudahkan pendidikan dalam menyampaikan materi pembelajaran dan mencari informasi secara luas serta peserta didik juga mudah dalam menangkap dan menerima materi pembelajaranyang disampaikan oleh pendidik. Pembelajaran PKn berbasis E-learning sangat menguntungkan, serta untuk mengikuti arus modernisasi dan juga memberi dampak positif bagi peserta didik serta pendidik dan peserta didik bisa mengakses internet.

2. Pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Perkembangan yang dinamis karena kurikulum PPKn terjadi sangat dinamis, dalam hal secara normative nomenklatur maupun sibstansi, PPKn mengalami proses perkembangan cukup panjang. Dimulai dari ertama muncul tahun 1957 dengan nama civics (kewarganegaraan) Tahun 1959 di introdusir pelajaran civics dengan “Civics Manusia Indonesia Baru” dan “Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi (TUBAPI) sebagai buku sumber, xtahun 1962 istilah civics diganti dengan Kewargaan Negara, tahun 1968 Kewargaan Negara di ganti dengan Pendidikan Kewargaan Negara. Tahun 1975 Pendidikan Kewargaan Negara di ganti dengan PMP (Pendidikan Moral Pancasila), tahun 1978 sangat dominannya materi P-4 dalam PMP. Tahun 1984 masih dengan nama PMP, tahun 1994 di ganti dengan nama PPKn. Tahun 1999 materi P-4 dicabut. Era reformasi di rubah dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), yang kemudian pada tahun 2013 kembali lagi menjadi PPKn. Perkembangan kurikulum PPKn di Indonesia berkembang secara dinamis ini pada prinsipnya disesuaikan dengan kebutuhan serta visi-misi dari pemerintah yang mempengaruhi dalam pembentukan kebijakan kurikulum pendidikan di Indonesia. Tetapi dalam pelaksanaannya terdapat kekuatan yang menjadi fondasi dalam pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, yaitu Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, politik, hukum, nilai, moral, kearifan

3. Bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Pengembangan pancasila, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa harus diwujudkan dalam setiap sikap dan perbuatan warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah-mufakat, dan keadilan.

4. Bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Pengembangan kurikulum 2013 dengan jalan mengembangkan Silabus dan RPP. Pelaksanaan Pembelajaran di lakukan di dalam kelas, metode ceramah masih sedikit mendominasi jalannya pembelajaran, sehingga pembelajaran masih berpusat pada guru, Sarana yang digunakan menggunakan pada LKS yang dimiliki siswa, papan tulis di kelas, alat tulis dan LCD proyektor. Sebelum pembelajaran di akhiri, siswa di beri tugas atau evaluasi untuk mengerjakan LKS pada materi yang telah di ajarkan dan materi berikutnya.
In reply to First post

Re: Forum 1

by ADINDA RAHMADHINA -
Nama : Adinda Rahmadhina
NPM : 2113053096

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?

Pengembangan materi pembelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) yang baik bagi siswa sekolah dasar dapat dilakukan melalui berbagai cara. Berdasarkan dari jurnal yang saya baca ada beberapa cara pengembangan materi pembelajaran PKn yang baik untuk siswa SD:
1. Gunakan permainan peran sebagai model pembelajaran. Metode ini dapat meningkatkan minat siswa dalam mempelajari PKn dengan cara membiarkan mereka bertindak dan berempati terhadap karakter tertentu.
2. Integrasikan PKn dengan pendidikan karakter. PKn dapat dijadikan sarana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya Indonesia. Dengan memadukan PKn dengan pendidikan karakter, maka peserta didik dapat belajar menjadi warga negara yang baik dan warga negara cerdas yang mampu bersaing dalam perkembangan dunia di era kompetitif.
3. Gunakan model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif seperti Think Pair Share dan Jigsaw dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Model ini memungkinkan siswa untuk bekerja secara mandiri dan berkolaborasi dengan orang lain, sehingga dapat merangsang kemampuan berpikirnya.
4. Gunakan Teknik Klarifikasi Nilai (VCT) dengan teknik tombol jingling. Metode ini dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa, serta mengembangkan karakter demokratis dalam pembelajaran PKn.
Dengan menggunakan metode tersebut, materi pembelajaran PKn siswa sekolah dasar dapat dikembangkan secara menarik, efektif, dan dapat membantu siswa mengembangkan karakter yang baik.

2. Pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangkan dengan disandingkan kurikulum?
Pengembangan pembelajaran PKN SD harus disesuaikan dengan perkembangan kurikulum yang tengah mengalami perubahan. Kurikulum PKn SD merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. Pembaharuan kurikulum perlu dilakukan sebab tidak ada satu kurikulum yang sesuai dengan sepanjang masa, kurikulum harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang senantiasa cenderung berubah. Dalam kurun waktu tertentu kurikulum sekolah harus selalu ditinjau kembali untuk dikembangkan/diperbaharui dikarenakan sebuah tuntutan zaman yang selalu berkembang dan mengharuskan seseorang yang hidup pada zaman itu mampu menyesuaikannya sehingga kurikulum bersifat dinamis. Untuk mencapai visi dan misi PKn paradigma baru kemudian dikembangkan tiga kompetensi yang harus dimiliki siswa yang meliputi; pengetahuan kewarganegaraan, keterampilan kewarganegaraan, dan sikap kewarganegaraan.

3. Bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum baru di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan dan interaktif bagi siswa. Pengembangan kurikulum ini didasarkan pada perubahan paradigma menuju pembelajaran yang berdiferensiasi dan menyenangkan. Dari segi PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) yaitu mata pelajaran yang mengajarkan tentang kewarganegaraan dan nasionalisme, terjadi perubahan yang cukup signifikan pada Kurikulum Merdeka. Mata pelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) digantikan oleh Pendidikan Pancasila yang fokus mengajarkan hakikat Pancasila dan Kewarganegaraan. Perkembangan kurikulum PKn di Indonesia berlangsung dinamis selama bertahun-tahun, dengan perubahan-perubahan yang terjadi sebagai respons terhadap kebutuhan dan visi pemerintah. Kurikulum Merdeka merupakan perkembangan terkini dalam hal ini, dan berupaya memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan dan interaktif bagi siswa. Perubahan kurikulum PKn dalam Kurikulum Merdeka antara lain penggantian PPKn dengan Pendidikan Pancasila yang fokus pada pengajaran hakikat Pancasila dan Kewarganegaraan.

4. Bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Sekolah Dasar (SD) dengan menggunakan Kurikulum 2013, terdapat beberapa pendekatan dan metode yang dapat diterapkan. Berikut adalah beberapa contoh pengembangan pembelajaran PKN SD dengan Kurikulum 2013:
- Pendekatan tematik: Salah satu model adaptif untuk meningkatkan kualitas serta cara menjadikan pembelajaran PKn yang penuh muatan nilai-nilai di kelas rendah SD menjadi lebih bermakna bagi peserta didik dengan menerapkan pendekatan tematik
- Model Snowball Throwing: Model ini digunakan untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Snowball Throwing dapat meningkatkan aktivitas guru dan partisipasi siswa dalam pembelajaran PKn.
- Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif: Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan minat belajar dan prestasi siswa di sekolah.
- Pengembangan rancangan pembelajaran berdasarkan KTSP: Pengembangan rancangan pembelajaran PKn yang sudah diperbaiki berdasarkan KTSP dengan pendekatan tematik sesuai Permendiknas No 41 tahun 2007.
- Penerapan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP): Penerapan KTSP pada mata pelajaran PKn di SD Negeri 01 Kota Bengkulu dapat membantu dalam mendeskripsikan penerapan pengembangan kurikulum

In reply to First post

Re: Forum 1

by VINKA VRISILIA -
Nama : Vinka Vrisilia
Npm: 2153053025
Kelas/Prodi: 5G/PGSD

1).Mengembangkan materi Pkn SD yang baik  tentunya memerlukan  perencanaan dan juga sebagai pendidik  materi harus sudah paham secara matang dan didalam mengembangkan materi Pkn SD tentunya ada langkah-langkahnya yaitu:
1.Menentukan Tujuan Pembelajaran
2. Memahami kebutuhan peserta didik
3. Menentukan topik dalam materi PKN
4. Kemudian Kembangkan materinya
5.  Mengumpulkan materi referensi
6. Menyusun aktivitas pembelajaran secara interaktif
7. Melakulan Evaluasi dan Penilaian
Dengan adanya langkah-langkah tersebut dan merevisi setiap materi pembelajaran nantinya kita dapat mengemhangkan materi Pkn SD

2). Dalam pengembangan pembelajaran Pkn Sd yang harus dikembangkan dan disandingkan Kurikulum tentunta harus memperhatikan faktor-faktor, kurikulum yang berlaku saat ini, kebutuhan setiap peserta didik dan jugaa tujuan dari kegiatan pembelajaran tersebut. Yang mana  yang
1. Kita harus memiliki pemahaman terhadap kurikulum: sebagai pendidik kitaa harus mengetahui kurikulum apaa yang digunakan di wilayah tersebut
2. Tentukan dengan jelas tujuan Pembelajaran Pkn Sd
3. Gunakan materi sumber yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik
4. Dalam kegiatan Pembelajaran gunakan metode pembelajaran yang interaktif
5. Penilaian yang sesuai dapat mengukur tingkat pemahaman peserta didik
6. Evaluasi dan revisi

3). Dalam Pengembangan Kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran Pkn Sd ini bertujuan untuk memberikan kebebasan dalam merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan lokal. Pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran Pkn Sd ini memiliki beberapa langkah yaitu:
1. Mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik di lingkungan sekolah
2. Melibatkan berbagai pihak dalam setiap proses perencaaan kurikulum pkn
3. Dalam  kurikulum merdeka menyesuaikan materi pkn dengan kebutuhan lokal
4. Metode interaktif
5. Evaluasi
6. Pembinaan karakter


4). Pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013 harus memperharikan  beberapa langkah yaitu:
1. Pahami kurikulum 2013 secara mendalam.
2. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
3. Menggunakan Pendeketan Aktif
4. Menghubungkan materi PKN  dengan konteks lokal
5. Memanfaatkan Teknologi
6. Evaluasi dan perbaikan
Pengembangan pembelajaran PKN berfokus dengan tujuan kurikulum 2013 yaitu mengembangkan karakter dan kepedulian sosial siswa.
In reply to First post

Re: Forum 1

by FRENIKA SUPIYATI -
Nama : Frenika Supiyati
NPM: 2113053075
Kelas: 5 G
1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Di dalam penerapan PKN SD dikembangkan model-model, strategi, metode-metode dan pendekatan-pendekatan dalam rangka pembelajaran PKn SD yang akan membantu Pendidik dalam menuangkan kreativitasnya di depan kelas sebagai fasilitator. Pengembangan pembelajaran PKn SD ini didasarkan atas prinsip-prinsipPembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM). Prinsip-prinsip ini diharapkan dapat mempermudah daya serap materi mata pelajaran PKn terutama dalam penilaian ranah afektif, kognitif dan psikomotor secara simultan, terutama peserta didik pada kelas rendah yang baru belajar membaca dan menulis. Pada kelas tinggi kreativitas dalam pembelajaran lebih ditingkatkan lagi. Namun konsekuensinya pendidik sebagai motivator dan fasilitator harus kreatif, inisiatif, dan konsen terhadap peserta didik. Tanpa hal ini pembelajaran PKn yang kita inginkan tidak akan tercapai secara opti
2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Istilah kurikulum yang digunakan pada umumnya jika ditinjau kembali dari pelaksanaan serta konsepnya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kurikulum ideal dan kurikulum aktual. Kurikulum ideal mengacu pada pelaksanaan kurikulum yang telah tertuang sebelumnya pada dokumen kurikulum, sedangkan kurikulum aktual merupakan kurikulum yang lebih menitikberatkan pada pengalaman belajar yang akan diperoleh peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung dan didalamnya. pengembangan kurikulum merdeka dan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SD dapat terjadi melalui beberapa cara, seperti menggunakan pendekatan tematik, proyek pembelajaran yang melibatkan siswa dalam pemecahan masalah nyata, pemanfaatan teknologi, pengembangan keterampilan siswa, penekanan pada integrasi nilai-nilai kewarganegaraan, dan penggunaan penilaian formatif. Pendekatan ini dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan terlibat bagi siswa, membantu mereka memahami kewarganegaraan dalam konteks dunia yang terus berubah.
3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Salah satu hal yang baru pada kurikulum merdeka adalah adanya mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Sebelumnya, pada kurikulum 2013 dikenal mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Dalam struktur Kurikulum Merdeka perihal Pancasila. 1. Proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan skema project based learning, untuk semua mata pelajaran bersifat kolaboratif, kontekstual, dengan alokasi waktu dan rapor tersendiri. Pancasila ditempatkan menjadi asas pengembangan pendidikan dan kurikulum. 2. fokus kepada materi esensial dalam pengembangan kompetensi siswa. Materi bahasan Pancasila tidak segemuk PPKn, karena kontennya makin sederhana dengan kompetensi terintegrasi.
Sehingga, guru dan siswa lebih fleksibel, kelonggaran waktu mengelaborasi kedalaman materi dan capaian pembelajaran, serta membangun pengalaman belajar yang variatif. Guru tak lagi dikejar-kejar penuntasan materi. Dibingkai teaching at the right level, yaitu pendekatan belajar yang tidak mengacu pada tingkat kelas, melainkan tingkat kemampuan siswa.
4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?Pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013 berlangsung melalui pengembangan RPP, silabus, KI, KD, indikator, metode, strategi pembelajaran, pendekatan pembelajaran dan penilaian hasil pembelajaran. Pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 semakin menuntut dan mengharapkan siswa untuk mandiri, memecahkan masalah, dan berpikir kritis. Peserta didik diajarkan dan fokus pada pengembangan nilai dan moral.
In reply to First post

Re: Forum 1

by DEVARA TRIAMONICA -
Nama: Devara Triamonica
NPM: 2113053030
Kelas/Prodi: 5G/PGSD

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Jawab:
Salah satu aspek penting dalam pembelajaran adalah materi pembelajaran. Materi pembelajaran adalah sesuatu yang menepati tempat penting didalam sebuah kurikulum. Semakin baik materi pembelajaran maka menjadikan murid semakin mudah dalam memahami pelajaran. Materi pembelajaran yang dipilih seoptimal mungkin dapat membantu peserta didik dalam mencapai standar materi dan kompetensi dasar. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan materi pembelajaran adalah jenis, cakupan, urutan dan perlakuan terhadap materi pembelajaran tersebut. Materi pembelajaran perlu dikembangkan lebih lanjut oleh guru. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemahaman siswa, dan membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan karena materi menarik minat siswa. Pada kenyatannya banyak guru yang belum dapat mengembangkan materi pembelajaran.Sehingga pembelajaran tidak menarik bagi siwa. Selain itu, pembelajaran menjadimembosankan. Pada pembelajaran PKN yang ditekankan adalah bagaimana agar siswa maumengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-harinya. Jika guru tidak pandai mengemas materi pembelajaran maka siswa akan bosan.Guru harus memilih sumber ajar yang baik untuk siswanya. Buku ajar berupa buku maupun elektronik. Dari buku misalnya modul, Lembar Kerja Siswa dan lain-lain. Darielektonik misalnya media pendukung seperti proyektor dan lain-lain. Dengan pengembagan pembelajaran yang baik diharapkan siswa dari pembelajaran PKNdapat melahirkan manusia-manusia pancasila yang sadar dan taat akan hukum.

2. Pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Jawab:
Kirikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. Kurikulum dapat meramalkan hasil pendidikan/pengajaran yang diharapkan karena ia menunjukkan apa yang harus dipelajari dan kegiatan apa yang harus dialami oleh peserta didik. Mata pelajaran Pkn mencakup dimensi pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skills), dan nilai (values). Sejalan dengan ide pokok mata pelajaran Pkn yang membentuk warga negara yang ideal yaitu warga negara yang memiliki keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai sesuai dengan konsep dan prinsip-prinsip PKn. Pada gilirannya warga Negara yang baik tersebut diharapkan dapat membantu terwujudnya masyarakat yang demokratis.

3. Bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Jawab:
Pada pengembangan pembelajaran PKn SD di kurikulum merdeka, Kemendikbud telah menetapkan enam indikator sebagai profil pelajar Pancasila. Adapun enam profil tersebut adalah pertama, bernalar kritis agar bisa memecahkan masalah. Hal ini
berhubungan dengan kemampuan kognitif. Kedua, kemandirian, yaitu siswa secara independen termotivasi meningkatkan kemampuannya, bisa mencari pengetahuan serta termotivasi. Ketiga, adalah kreatif, di mana siswa bisa menciptakan hal baru, berinovasi secara mandiri, dan mempunyai rasa cinta terhadap kesenian dan budaya. Keempat, gotong-royong, di mana siswa mempunyai kemampuan berkolaborasi yang merupakan softskill utama yang terpenting di masa depan agar bisa bekerja secara
tim. Kelima, kebinekaan global yang merupakan upaya agar siswa mencintai keberagaman budaya, agama dan ras di negaranya serta dunia, sekaligus menegaskan mereka juga warga global. Keenam, berakhlak mulia. Di sinilah moralitas, spiritualitas, dan etika berada. Perkembangan kurikulum PPKn di Indonesia berkembang secara dinamis ini pada prinsipnya disesuaikan dengan kebutuhan serta visi-misi dari pemerintah yang mempengaruhi dalam pembentukan kebijakan kurikulum pendidikan di
Indonesia. Tetapi dalam pelaksanaannya terdapat kekuatan yang menjadi fondasi dalam pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, politik, hukum, nilai, moral, kearifan okal, dan kebhinekaan dalam berkebudayaan.

4. Bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Jawab:
Kurikulum 2013 berbasis kompetensi memfokuskan pada pemerolehan kompetensi-kompetensi tertentu oleh peserta didik. Oleh karena itu, kurikulum ini mencakup sejumlah kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran yang dinyatakan sedemikian rupa, sehingga pencapaianya dapat diamati dalam bentuk perilaku atau keterampilan peserta didik sebagai suatu kriteria keberhasilan. Pada kurikulum 2013 "Pendidikan Kewarganegaraan" atau yang lebih dikenal dengan sebutan PKn berubah kembali menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau yang lebih dikenal dengan sebutan PPKn. Pengembangan pembelajaran PKn SD di kurikulum 2013 menekankan pada poin utama, tema utama kurikulum 2013 adalah menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui pengamatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.
In reply to First post

Re: Forum 1

by Mutiara Astuti -
Nama: Mutiara Astuti
Npm: 2113053280
Kelas: PGSD 5G

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Untuk mengembangkan materi pembelajaran Pkn SD yang baik pastinya harus di sesuaikan juga dengan karakteristik siswa SD yang berbeda beda. ada beberapa siswa yang pastinya gampang bosan dalam mengikuti pembelajaran, disitu lah peran guru untuk mencari cara bagaimana mengatasi masalah tersebut agar siswa yang mudah bosan menjadi lebih tertarik lagi dalam mengikuti pembelajaran. Baik dari segi media pembelajaran, ataupun model pembelajaran yang guru gunakan

2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Pengembangan pembelajaran adalah usaha meningkatkan kualitas proses pembelajaran, baik secara materi maupun metode dan subtitusinya.
Dari Pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwasannya metode pembelajaran yang digunakan juga sangat berpengaruh dalam pengembangan pembelajaran PKN SD. Metode pembelajaran yang digunakan guru Jangan hanya menggunakan metode pembelajaran ceramah akan tetapi guru bisa menggunakan metode pembelajaran diskusi. Yang mana hal ini juga bisa dikaitkan dengan model pembelajaran berbasis proyek. Dengan model pembelajaran berbasis proyek dan didukung dengan metode pembelajaran diskusi hal ini sejalan dengan kurikulum Merdeka belajar yang saat ini diterapkan karena pada kurikulum Merdeka belajar siswa diberi kesempatan seluas luas nya dalam pembelajaran.

3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan setidaknya tiga poin utama dalam gagasan merdeka belajar, yaitu tekonologi untuk akselerasi, keberagaman sebagai esensi, dan profil pelajar Pancasila. Tentu saja, poin pertama terkait dengan perkembangan teknomogi, informasi, dan komunikasi. Namun ada hal yang sangat menarik yaitu di poin 2 dan 3, utamanya terkait dengan PPKn, bahwa adanya penguatan keberagaman sebagai esensi, berupa "keberagaman minat dan kemampuan yang dimiliki siswa menjadi alasan paling kuat agar pengukuran kinerja siswa tidak boleh dinilai hanya menggunakan angka-angka pencapaian akademik, tetapi juga berbagai macam aktivitas lain atau ekstrakurikuler". Kearifan lokal juga merupakan unsur penting dalam pembelajaran. Setiap siswa akan lebih memahami materi bila menggunakan konteks lokal. "Setiap murid akan melihat semua mata pelajaran dan semua materi dalam konteks". Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kurikulum merdeka belajar juga dapat digunakan dalam pengembangan pembelajaran SD .

4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
PKn dalam Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 dirancang dengan tujuan untuk mempersiapkan insan Indonesia supaya memiliki kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sehingga dapat menjadi pribadi yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Pengembangan pembelajaran PKn SD di kurikulum 2013 menekankan pada poin utama, tema utama kurikulum 2013 adalah menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui pengamatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.
In reply to First post

Re: Forum 1

by FADHILA OCTAVIANA -
Nama : Fadhila Octaviana
NPM : 2153053030

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Jawab :
Ada lima faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengembangkan bahan pembelajaran yaitu :
1. Karakteristik peserta didik
2. Bentuk kegiatan pembelajaran
3. Konteks tempat penyelenggaraan pendidikan
4. Strategi pembelajaran
5. Alat penilaian hasil belajar.

2. Pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Jawab :

Pengembangan kurikulum adalah suatu istilah yang ada dalam studi kurikulum, yaitu sebagai alat untuk membantu guru melakukan tugasnya menyampaikan pembelajaran yang menarik minat siswa.

Dalam persekolahan di negara kita, nama mata pelajaran PKn SMP/SMA pernah muncul dalam kurikulum tahun 1957 dengan istilah Kewarganegaraan yang merupakan bagian dari mata pelajaran Tata Negara. Kemudian, pada tahun 1961 muncul istilah civics dalam kurikulum sekolah di Indonesia. Pada tahun 1968, mata pelajaran Civics berubah nama menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) atau Civic Education. Dalam kurikulum 1975 nama mata pelajaran PKN berubah menjadi Pendidikan Moral Pancasila (PMP), kemudian dalam kurikulum 1994 berubah menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Selanjutnya, dalam kurikulum tahun 2004 nama mata pelajaran PPKn berubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

Para ahli memberikan definisi Civics dalam rumusan yang berbeda-beda, tetapi pada dasarnya memiliki makna yang sama, yaitu bahwa Civics merupakan unsur atau cabang keilmuan dari ilmu politik yang secara khusus terutama membahas hak-hak dan kewajiban warga negara.
Dalam standar kompetensi kurikulum 2004, ditegaskan bahwa “Pendidikan Kewarganegaraan (Citizenship Education)” adalah merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945.
Sedangkan dalam Encyclopedia of Educational Research dijelaskan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan dapat dibagi 2, yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit, pendidikan kewarganegaraan membahas masalah hak dan kewajiban. Sedangkan dalam arti luas, pendidikan kewarganegaraan membahas masalah: moral, etika, sosial, serta berbagai aspek kehidupan ekonomi (Suriakusumah, 1992). Sedangkan Turner dkk., mengungkapkan bahwa Civics merupakan suatu studi tentang hak-hak dan kewajiban dari warga negara.
Mata pelajaran PKn sangat esensial diberikan di persekolahan di negara kita sebagai wahana untuk membentuk warga negara cerdas, terampil dan berkarakter (National Character Building) yang setia dan memiliki komitmen kepada bangsa dan negara Indonesia yang majemuk. Selain itu, pentingnya mata pelajaran PKn diberikan di sekolah adalah dalam rangka membina sikap dan perilaku siswa sesuai dengan nilai moral Pancasila dan UUD 1945 serta menangkal berbagai pengaruh negatif yang datang dari luar baik yang berkaitan dengan masalah ideologi maupun budaya.

3. Bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Jawab :

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler dengan konten yang beragam agar siswa dapat lebih optimal dan memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Pengembangan pembelajaran PKn SD yang harus dikembangkan yaitu menggunakan teknologi, guru dapat mengembangkan pembelajaran PKn dengan menggunakan teknologi, seperti video pembelajaran ataupun platform media pembelajaran online lainnya. Contohnya siswa menonton video dokumenter sejarah-sejarah.

4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?

Jawab :

Kurikulum 2013 berbasis kompetensi memfokuskan pada pemerolehan kompetensi-kompetensi tertentu oleh peserta didik. Oleh karena itu, kurikulum ini mencakup sejumlah kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran yang dinyatakan sedemikian rupa. sehingga pencapaianya dapat diamati dalam bentuk perilaku atau keterampilan peserta didik sebagai suatu kriteria. keberhasilan.


Tema utama kurikulum 2013 adalah menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui pengamatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, dalam implementasi kurikulum, guru dituntut secara profesional merancang pembelajaran secara efektif dan bermakna, mengorganisir pembelajaran, memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, menentukan prosedur pembelajaran dan pembentukan kompetensi secara efektif, serta menetapkan kriteria keberhasilan (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013).


Adapun pada kurikulum 2013 ini, Secara yuridis formal Kurikulum 2013 berpijak pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, namun dalam pelaksanaannya didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Perubahan kurikulum tersebut berdampak pula terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia, yang semula menggunakan istilah Pendidikan Kewarganegaraan atau yang lebih dikenal dengan sebutan PKn berubah kembali menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau yang lebih dikenal dengan sebutan PPKn.


Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Setiawati (2016, p. 70) bahwa perubahan nomenklatur didasarkan pada sejumlah masukan penyempurnaan pembelajaran PKn menjadi PPKn yang mengemuka dalam lima tahun terakhir, antara lain: (1) secara substansial, PKn terasa lebih dominan bermuatan ketatanegaraan sehingga muatan nilai dan moral Pancasila kurang mendapat penekanan yang proporsional; (2) secara metodologi, ada kecenderungan pembelajaran yang mengutamakan pengembangan ranah sikap (afektif), ranah pengetahuan (kognitif). sedangkan ranah keterampilan (psikomotorik) belum dikembangkan secara optimal dan utuh (koheren). Dengan ruang lingkup materi pembahasan mengenai Pancasila, sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa, UUD 1945 sebagai hukum dasar tertulis yang menjadi landasan konstitusional kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai kesepakatan final bentuk Negara Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, sebagai wujud filosofi kesatuan di balik keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (Santoso, dkk., 2015). Adaapun pada K13 revisi, terkait. dengan substansi PPKn tidak begitu signifikan perubahannya.



In reply to First post

Re: Forum 1

by ANI NURYANI -
Nama: Ani Nuryani
NPM: 2113053126
Kelas : 5G
1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
pembelajaran PKN merupakan pembelajaran yang mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga negara yang memiliki rasa cinta tanah air dan memiliki kepribadian yang baik. Berdasarkan hal tersebut maka pengembangan materi PKN SD yang baik haruslah berisikan tentang karakter warga negara yang cinta tanah air dan memiliki kepribadian, pengetahuan, dan emosional yang baik. Materi pembelajaran PKN haruslah berisikan tentang nilai-nilai karakter yang sesuai dengan pancasila. Pengembangan juga harus memperhatikan karakteristik dari peserta didik sekolah dasar yang memerlukan pembelajaran konkret.
2. Pembelajaran PKN bertujuan untuk mengembangan kemampuan peserta didik menjadi warga negara yang baik. Yang dimaksudkan warga negara yang baik bagi pesertaadidik sd adalah menaati peraturan, tata tertib, demokrasi dalam mufakat, pengenalan dasar sistempemerintahan, dan sebagainya. Selain itu juga pembelajaran PKN SD menanamkan jiwa tanah air dan patriotisme yang juga mengarahkan pada terbentuknya karakter displin, sopan, santun, jujur dan bertanggung jawab. Pengembangan pembelajaran pkn juga memberikan kemampuan berfikir secara kreatif, rasional, dan kritis, kemampuan bertanggung jawab, kemampuan hidup berdampingan dengan masyarakat, dan sebagainya.
3. Pembelajaran PKN pada kurikulum merdeka saat ini diganti dengan pendidikan pancasila.Pada pembelajaran PKN dikurikulum merdeka bertujuan agar dapat menjadikan peserta didik warga negara yang cerdas, memiliki semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan memiliki intergritas yang tinggi. Pada pendidikan pancasila ini berisikan muatan meteri terkait pengetahuan NKRI dan kewarganegaraan. Pada pendidikan pancasila peserta didik diarahkan untuk memahami, menghayatii, dan menerapkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Materi pembelajaran pendidikan pancasila juga hampir mirip dengan pembelajaran PKN yaitu terkait nilai pancasila, konstitusi dan norma, kebinekaan dan sebagainya.
4. Pembelajaran PKn pada kurikulum 2013 diintergrasikan dengan pembelajaran lain dalam bentuk tema. Mata pelajaran PPKn sebagai bagian utuh dari kelompok mata pelajaran yang memiliki misi pengokohan kebangsaan. Mengkoordinasi KI-KD dan indikator PPKn secara nasional dengan memperkuat nilai moral dan Pancasila; nilai dan norma UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945; nilai dan semangat Bhinneka Tunggal Ika; serta wawasan dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembelajaran beriikaitan dengan pengetahuan kewarganegaraan, sikap kewarganegaraan, keterampilan, keteguhan, komitmen, dan kompetensi kewarga negaraan. Pembelajaranan dikembangakan dengan berorientasi pada karakter peserta didik sebagai warga negara yang cerdas.
Sumber: Tirtoni, F. (2018). Pengembangan Pembelajaran PKN Di Sekolah Dasar.
In reply to First post

Re: Forum 1

by PUTRI ADELIA RIZALDY -
Nama: Putri Adelia Rizaldy
NPM: 2113053021

1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
cara mengembangkan materi pembelajaran PKN SD yang baik yaitu,
A. Menentukan tujuan pembelajaran yang spesifik dan relevan dengan kurikulum PKN SD.
B. Pahami keadaan dari peserta didik dengan mengenali kebutuhan, minat, dan tingkat pemahaman siswa mengenai materi PKN.
C. Susun kurikulum PKN yang mencakup topik-topik seperti nilai-nilai kewarganegaraan, demokrasi, hak asasi manusia, dan sejarah bangsa.
D. Pilih berbagai metode pembelajaran, seperti ceramah, diskusi, permainan peran, proyek, dan kunjungan lapangan.
E. Pilih materi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
F. Manfaatkan teknologi, seperti multimedia dan internet, untuk mendukung pembelajaran.
G. Lakukan evaluasi dengan menyertakan alat evaluasi

2. pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
engembangan pembelajaran PKn harus memperhatikan visi pada paradigma baru yaitu meningkatkan kompetensi peserta didik meliputi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), karakter kewarganegaraan (civic disposition). Dimensi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge) mencakup bidang politik, hukum, dan moral. Dimensi keterampilan kewarganegaraan (civic skills) meliputi keterampilan partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan, karakter kewarganegaraan (civic disposition) meliputi rasa percaya diri, disiplin, dan lain sebagainya. Pengembangan pembelajaran PKn yang sesuai dengan kurikulum SD melibatkan pemahaman mendalam tentang kurikulum, tujuan pembelajaran, pemilihan materi dan metode yang sesuai, menyesuaikan kebutuhan siswa, serta melibatkan lingkungan.

3. bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Pengembangan Kurikulum Merdeka harus mencakup elemen-elemen yang mendukung pembelajaran PKN SD. Ini bisa termasuk mengintegrasikan nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan cinta tanah air dalam kurikulum. Perlu juga melibatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dan pembentukan sikap warga negara yang aktif.

4. bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013 harus didasari pada Kompetensi Dasar dan Indikator yang telah disusun berdasarkan silabus. kemudian pendidik dapat mengembangkan bahan ajar dan menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan kompetensi yang ingin dicapai. Pada k13 peserta didik akan difokuskan pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor.