Kiriman dibuat oleh Muhammad Dzaki Rizkia 2053031004

MPPE B2025 -> Penugasan mandiri

oleh Muhammad Dzaki Rizkia 2053031004 -
NAMA : MUHAMMAD DZAKI RIZKIA
NPM : 2053031004

Teknik sampling atau pengambilan sampel merupakan langkah penting dalam penelitian karena menentukan seberapa representatif data yang diperoleh terhadap populasi.
Berdasarkan literatur dari berbagai sumber (misalnya Makwana, 2023; Sugiyono, 2019; dan Creswell, 2014), teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu:

1.probability sampling, setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi ke populasi yang lebih luas. Jenis-jenisnya meliputi simple random sampling (pemilihan acak sederhana), systematic sampling (pemilihan setiap elemen ke-n dari populasi), stratified random sampling (populasi dibagi menjadi beberapa strata berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian diambil sampel dari tiap strata), dan cluster sampling (populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok atau klaster, lalu diambil beberapa klaster secara acak untuk dijadikan sampel).

2.non-probability sampling, tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih, karena pemilihan sampel didasarkan pada pertimbangan tertentu. Jenisnya meliputi purposive sampling, convenience sampling, quota sampling, dan snowball sampling.

Dalam penelitian bidang pendidikan ekonomi, teknik sampling yang paling sering digunakan adalah stratified random sampling dan cluster sampling. Penggunaan stratified random sampling didasari oleh karakteristik populasi dalam pendidikan yang biasanya heterogen, misalnya perbedaan jenjang sekolah, jenis kelamin, latar belakang ekonomi, atau lokasi sekolah. Dengan membagi populasi ke dalam strata, peneliti dapat memperoleh sampel yang lebih representatif dari setiap kelompok sehingga hasil penelitian lebih akurat dan dapat digeneralisasi. Sementara itu, cluster sampling banyak digunakan karena efisiensi biaya dan waktu, terutama ketika populasi tersebar luas secara geografis, seperti penelitian yang melibatkan banyak sekolah di daerah berbeda. Dalam hal ini, sekolah atau kelas sering dijadikan sebagai klaster, kemudian beberapa klaster dipilih secara acak untuk dijadikan sampel penelitian. Secara teoretik, penggunaan kedua teknik ini sesuai dengan prinsip dasar penelitian kuantitatif yang menekankan representativitas dan efisiensi, di mana hasil penelitian diharapkan dapat menggambarkan kondisi populasi secara menyeluruh dengan biaya dan tenaga yang efisien.