Posts made by Gumahdona Khoirunnisa

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, izin memeperkenalkan diri nama saya Gumahdona Khoirunnisa dengan NPM 2053033011. Izin untuk menjawab pertanyaan yang telah Bapak berikan pada forum diskusi.

Jelaskan menurut anda, apa yang akan anda lakukan ketika anda menjadi warga di sebuah pedesaan pada masa krisis moneter!

Krisis moneter atau yang disebut juga dengan krisis keuangan, merupakan situasi di mana harga aset mengalami penurunan nilai yang tajam, bisnis dan konsumen tidak dapat membayar hutangnya, dan lembaga keuangan mengalami kekurangan likuiditas. Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal Juli 1997, sementara ini telah berlangsung hampir dua tahun dan telah berubah menjadi krisis ekonomi, yakni lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Salah satu penyebab komplikasi krisis moneter 1997/1998 adalah rusaknya sistem perbankan nasional.

Salah satu hal yang saya lakukan adalah dengan menerapkan UMKM. Pasalnya,, pada tahun 1997 sampai 1998 tersebut saat krisis moneter yang paling terkena dampaknya adalah pelaku usaha kategori elit atau menengah ke atas. Bukan sektor UMKM. Maka dari itulah alasan ekonomi RI pada tahun itu, lanjut Raden, masih bisa bangkit. Karena tahun 1997-1998 lebih memukul konglomerasi. Tapi kelompok kecil tidak terpukul.

UMKM juga terbukti telah berperan penting menjadi backbone dan buffer zone yang menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan ekonomi yang semakin dalam. Pasalnya, sejauh ini UMKM merupakan modalitas ekonomi Indonesia saat menghadapi krisis ekonomi global. Skala bisnis di tingkat UMKM ini bukan saja terlihat mampu menghadapi dampak krisis, melainkan juga sanggup survival di tengah situasi resesi global. Fenomena ini setidaknya terlihat baik pada momen krisis keuangan global 1997 sampai 1998 maupun pada momen krisis 2008 sampai 2009. UMKM juga lebih banyak menggunakan sumber daya lokal. Sehinga mereka tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk logistik dan biaya bahan baku. Akibatnya saat kondisi krisis UMKM tidak akan mengalami keningkatan besar dalam biaya produksi dan akan bisa menekan pengeluaran.

Sekian, terima kasih.
Wassakamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, perkenalkan saya Gumahdona Khoirunnisa dengan NPM 2053033011. Izin untuk menjawab pertanyaan yang telah Bapak berikan pada forum diskusi.

Menurut anda kebijakan apa yang paling berdampak di pedesaan masa repelita !

Repelita atau Rencana Pembangunan Lima Tahun adalah satuan perencanaan yang dibuat oleh pemerintah Orde Baru di Indonesia yang dilaksanakan selama 30 tahun masa jabatan Soeharto. Program ini menerapkan pembangunan terpusat untuk ekonomi makro yang ada di Indonesia.

Salah satu kebijakan yang diterapkan yakni kebijakan dalam bidang Perekonomian. Salah satu tindakan pertama Soeharto setelah mengambil alih pimpinan negara adalah menugaskan tim penasihat ekonominya, yang terdiri atas kelima dosen FEUI, yaitu Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, Mohammad Sadli, Soebroto, dan Emil Salim untuk menyusun suatu program stabilisasi dan rehabilitasi. Tujuan utama dari program ini adalah memulihkan stabilitas makro ekonmi dengan menghentikan hiperinflasi setinggi 600% yang telah berkecamuk pada akhir masa pemerintahan Soekarno. Alat kebijakan utama untuk menurunkan laju inflasi adalah anggaran berimbang (balance budget), artinya pengeluaran pemerintah dibatasi oleh penerimaan pemerintah. Kebijakan ini dicirikan oleh kebijakan perdagangan luar negeri dan kebijakan investasi asing yang bersifat lebih liberal itu artinya, pemerintah Indonesia mulai menerapkan kebijakan yang dapat menghapus atau mengurangi berbagai rintangan atas perdagangan luar negeri dan investasi asing.

Beberapa dampak dari adanya kebijakan pereknomian tersebut yakni:
1. Swasembada Beras
Sejak tahun 1968 sampai dengan tahun 1992, produksi padi sangat meningkat. Prestasi yang besar khususnya di sektor pertanian ini telah mengubah posisi Indonesia dari negara pengimpor beras terbesar di dunia dalam tahun 1970-an menjadi negara yang mencapai swasembada pangan sejak tahun 1984 dan kenyataan bahwa swasembada pangan yang tercapai pada tahun itu selanjutnya juga selama lima tahun terakhir sampai dengan tahun terakhir Repelita V tetap dapat dipertahankan.

2. Kesejahteraan Penduduk
Strategi yang mendahulukan pembangunan pertanian disertai dengan pemerataan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar rakyat, yang antara lain meliputi penyediaan kebutuhan pangan, peningkatan gizi, pemerataan pelayanan kesehatan, keluarga berencana, pendidikan dasar, air bersih, perumahan sederhana dan sebagainya. Strategi ini dilaksanakan secara konsekuen setiap Repelita. Dengan strategi inilah pemerintah telah berhasil mengurangi kemiskinan di Tanah Air. Hasilnya adalah sangat menurunnya jumlah penduduk miskin di Indonesia. Pada tahun 1970-an ada 60 orang di antaranya yang hidup miskin dari setiap 100 orang penduduk.

3. Masyarakat Tinggal Landas
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa negara tinggal landas adalah negara industri. Negara industri dapat berkembang karena dia menguasai dan mampu memanfaatkan teknologi modern. Selanjutnya, penguasaan dan pemanfaatan teknologi modern dimungkinkan melalui pendidikan dan latihan yang tepat serta mampu menyediakan sumberdaya manusia dalam jumlah serta kualitas yang sesuai dengan keperluan pembangunan nasional.

Terlepas dari berbagai kontroversi tentang perjalanan rezim Orde Baru, namun harus diakui bahwa Orde Baru paling tidak telah meletakkan dasar-dasar perekonomian bagi rezim selanjutnya dan paling tidak memberikan pondasi bagi keberlangsungan program selanjutnya. Selain itu, kondisi sosial politik yang relatif stabil menjadi modal bagi tumbuhnya perekonomian secara baik.

Sekian, terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, perkenalkan saya Gumahdona Khoirunnisa dengan NPM 2053033011, izin untuk menjawab pertanyaan yang tersedia di forum.

Sejak dari tahun 1957 sampai tahun 1960 tercatat sebanyak 700-an perusahaan Belanda di Indonesia berhasil dinasionalisasi. Nasionalisasi perusahaan asing yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia tentu saja berdampak pada berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat, baik dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial.
1. Dampak dalam Bidang Politik
Pelaksanaan nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia ternyata juga menimbulkan gejolak di kalangan pemimpin-pemimpin Indonesia. Ada sebagian tokoh nasional yang menyayangkan tindakan nasionalisasi, antara lain Mohammad Hatta dan Syafruddin Prawiranegara. Kedua tokoh nasional tersebut tidak setuju dengan nasionalisasi karena berpikir bahwa kondisi Indonesia pada saat itu belum cukup kuat untuk membangun perekonomian jika harus mengambilalih perusahaan milik orang-orang Belanda. Pengambilalihan justru akan membuat kemajuan ekonomi nasional terhambat, karena Indonesia masih kekurangan tenaga-tenaga ahli yang dapat mengelola perusahaan-perusahaan Belanda tersebut. Selain itu jaringan perdagangan Indonesia ke luar negeri juga masih dikuasai oleh para pengusaha Belanda.

2. Dalam Bidang Ekonomi
Diberlakukannya nasionalisasi berpengaruh secara langsung pada sektor perekonomian. Perusahaan-perusahaan yang diambil alih merupakan perusahaan-perusahaan besar yang memegang kendali penting dalam perekonomian Indonesia. The Big Five misalnya, merupakan perusahaan yang memegang peran penting dalam sektor produksi barang-barang konsumsi dan juga sektor ekspor-impor. Sejalan dengan proses nasionalisasi sistem pemerintahan di Indonesia mengalami babak baru, yaitu sistem presidensiil. Pada masa ini perekonomian Indonesia secara keseluruhan dapat dikatakan mengalami kemunduran.25 Indikator kemerosotan ekonomi dapat
dilihat dari adanya inflasi yang cukup tinggi pada awal tahun 1960. Terjadi penurunan nilai uang karena jumlah uang yang beredar di masyarakat tidak terkendali.

3. Bidang sosial
Para pekerja pribumi pada awalnya merupakan pekerja-pekerja yang berasal dari tingkat bawah. Setelah adanya nasionalisasi mereka kemudian turut menjalankan laju pabrik dengan menjadi bagian dari manajemen pabrik, termasuk sebagai pimpinannya. Pada umumnya mereka merupakan lulusan dari College Gula Negara (CGN). Bidang-bidang pekerjaan lain di industri gula yang biasanya dipegang oleh orang-orang Belanda adalah sebagai Chemiccal.

Sekian, terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, perkenalkan sayaGumahdona Khorunnisa dengan NPM 2053033011. Izin untuk menjawab pertanyaan yangntelah Bapak berikan.

Bagaimana jika saat ini kita masih berada dibawah kedudukan jepang?

Jika dilihat pada masa kedudukan Jepang di Indonesia tentu saja memberikan banyak dampak negatif. Dalam bidang perekonomian, seluruh kegiatan ekonomi dan pembangunan diambil alih oleh pemerintahan jepang, pemerintah jepang mengawasi secara langsung perkebunan yang ada dan perkebunan yang tidak ada keuntungan atau kaitannya dengan perang pasti ditutup.

Kemudian banyak Rakyat juga akan dibiarkan bodoh dan miskin, sembari para tentara Jepang melakukan eskploitasi besar-besaran terhadap sumber daya kita. Rakyat Indonesia akan menjalani hari-harinya di kondisi hidup segan mati tak mau. Lalu Indonesia terkait dengan Sumber Daya Alam yang melimpah (SDA) tentu saja Sumber Daya itu akan diangkut semuanya ke Jepang. Sehingga kita hanya akan disisakan ampasnya saja. Indonesia pun akan jadi negara miskin di tengah hamparan kekayaan. Ngenesnya lagi, kita takkan pernah punya hak atas semua kekayaan ini.

Lalu terkait Sistem Pendidikan yang ada hanya akan diperuntukan oleh kaum bangsawan yang boleh bersekolah sedangkan kaum pribumi disuruh bekerja secara paksa dengan upah yang kecil. Kemudian bila salah satu kebijakan Jepang yakni menerapkan sistem kerja paksa Romusha diterapkan kembali pada era sekarang, tentunya sistem ini sangat tidak manusiawi dan menyebabkan banyak korban meninggal dunia, menyebabkan rakyat menderita kelaparan, juga perampasan hasil bumi dan sumber pangan rakyat.

Sekian, terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Assamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, izin memeperkenalkan diri nama saya Gumahdona Khoirunnisa dengan NPM 2053033011. Izin untuk menjawab pertanyaan yang telah Bapak berikan pada forum diskusi.

Jelaskan 1 yang anda ketahui pengaruh kolonial di Vorstenlanden pada bidang politik dan budaya !

1. Bidang Politik
Pada masa pemerintahan kolonialisme dan imperialisme memunculkan adanya sistem dualisme yakni pemerintahan Eropa dan Pemerintahan pribumi.

Misalnya di pemerintahan Daendels, orang Eropa memimpin sebagai residen yang memimpin karesidenan dan asisten residen yang mengepalai afdeling (setingkat kabupaten). Di mana orang pribumi memimpin sebagai bupati yang menjadi pemimpin kabupaten dan dibantu oleh seorang patih, wedana yang memimpin distrik, hingga asisten wedana yang memimpin desa-desa.

Gerakan-gerakan politik tersebut dipersepsikan oleh Sultan Agung dapat memicu pemberontakan. Berkaitan dengan masalah gerakan faksional itu, Sultan Agung mengatur kembali relasi-relasi politik dengan ulama beserta basis massanya. Dengan landasan relasi itu Sultan Agung dapat menekan tumbuhnya faksi-faksi politik yang berujung pada gangguan stabilitas politik. Puncak dinamika politik terjadi tahun 1924-1926 yakni pemberontakan yang dilakukan oleh Sarekat Ra‟jat pimpinan Marco Kartodikromo, kaum buruh yang diorganisir Moetakallimoen dan kelompok Moe‟allimin Surakarta di bawah pimpinan Achmad Dasoeki. Pada tahun 1926-1927 seluruh pejuang anti kolonialisme dan kapitalisme ditangkap dan diadili dan beberapa dibuang ke Digoel. Mereka dari kalngan Sarekat Rakyat (SI Kiri), PKI Surakarta, kalangan buruh dan tani revolusioner, serta perkumpulan Moe‟allimin Surakarta yakni guru-guru agama di Madrasah Sunnijah Mardi Boesana Keprabon dan puluhan kyai yang menjadi guru di Madrasah Mambaoel Oeloem Surakarta.

2. Budaya
Salah satunya yaitu Rijsttafel yang merupakan suatu budaya makan yang jika diartikan secara harfiah, rijs berarti nasi dan tafel berarti meja. Rijsttafel bermula dari tidak adanya tradisi kuliner adiluhung sebagaimana Tiongkok, Perancis, dan Italia di tanah jajahan. Berangkat dari sana, orang-orang Belanda kemudian berusaha mengemas hidangan-hidangan pribumi dan kebiasaan makan yang dilakukan di tanah jajahannya, agar menjadi daya tarik wisatawan dan juga memenuhi kebutuhan gaya hidup orang Belanda. Makanan dan minuman itu disajikan tidak hanya pada jamuan makan biasa, tetapi juga ketika tamu dari Eropa yang berkunjung ke keraton. Makanan secara tidak langsung.

Rijsttafel hadir sebagai suatu produk percampuran budaya, yaitu Belanda dan Jawa. Rijsttafel mulai ada dan dikenal pada abad ke-19, kemudian di abad ke-20, kepopulerannya semakin meningkat. Berbeda dengan jamuan makan biasa, rijsttafel lebih menekankan proses penyajian makanan di atas meja. Kemewahan menjadi unsur utama dalam jamuan makan ini, sehingga tidak heran jika rijsttafel dipraktikkan oleh orang-orang dengan status sosial tinggi. Seperti orang- orang Eropa dan elite Jawa.

Dalam hal ini, elite pribumi tidak sekadar mengikuti gaya hidup orangorang Eropa, tetapi juga mencari peluang politik dan sosial. Jamuan makan tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kebutuhan, tapi juga sebagai media pendukung suksesnya kepentingan suatu golongan atau individu.Gaya hidup ala Barat yang para elite Jawa terima sejak di bangku sekolahan tidak serta-merta membuat mereka meninggalkan identitas mereka sebagai orang Jawa.

Sekian, terima kasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.