Jelaskan menurut anda, apa yang terjadi jika saat ini kita masih dibawah pendudukan jepang !
1. Indonesia Takkan Pernah Merdeka
Kekalahan Jepang membuat jalan Indonesia untuk merdeka terbuka lebar. Lalu jika skenario sejarah berjalan sebaliknya, maka sudah jelas Jepang takkan cuma 3,5 tahun di Indonesia. Negara kita akan sekali lagi mengalami penpenjajahan panjang dan lebih menyakitkan lagi. Pada akhirnya Indonesia takkan pernah bisa merdeka. Perjuangan para pahlawan akan selalu berujung sia-sia karena Jepang punya kuasa atas dunia. Apalagi mereka bersekutu dengan Jerman yang tak perlu kita pertanyakan lagi kehebatannya.
2. Rakyat Indonesia Sengsara Luar Biasa
Jika mereka menang di Perang Dunia II, yang jelas Jepang akan berlaku lebih kejam lagi. Mereka bahkan mungkin melakukan kekejaman yang diperbuatnya terhadap orang-orang China kepada bangsa ini. Rakyat juga akan dibiarkan bodoh dan miskin, sembari para tentara Jepang melakukan eskploitasi besar-besaran terhadap sumber daya kita. Rakyat Indonesia akan menjalani hari-harinya di kondisi hidup segan mati tak mau.
3. Indonesia Dikolonisasi Jepang
Seperti Malaysia yang jadi negara persemakmuran Inggris, nasib Indonesia juga bisa seperti itu jika Jepang jumawa di Perang Dunia II. Indonesia yang takkan pernah merdeka, akan dijadikan tanah persemakmuran di mana kontrol utamanya adalah pemerintah Jepang. Jelas hal ini tak ada untungnya bagi kita, selain bangsa Indonesia akan seperti budak yang bisa diperlakukan seperti yang diinginkan majikannya. Memang akan seperti ini, mengingat pula tabiat Jepang yang terkenal kejam.
4. Semua Sumber Daya Indonesia Dimiliki Jepang
Belanda mengakui Indonesia sangat kaya. Bahkan mereka sempat kaget ketika melihat butiran emas terhampar begitu saja di Grassberg, Papua. Seumpama skenario Perang Dunia II terbalik, maka Jepanglah yang kemudian akan menguasai aset-aset Indonesia ini. Tak hanya emas, tapi juga hutan, ikan dan sebagainya. Sumber daya Indonesia akan diangkut semuanya ke Jepang. Sehingga kita hanya akan disisakan ampasnya saja. Indonesia pun akan jadi negara miskin di tengah hamparan kekayaan. Ngenesnya lagi, kita takkan pernah punya hak atas semua kekayaan ini.
5. Superioritas Ras Jepang di Indonesia
Lama dijajah Jepang mungkin dampaknya akan membuat banyak orang dari negara itu berdomisili di Indonesia. Namun karena mereka adalah pemenang dari pergolakan besar, maka sudah jelas sifat superioritas yang akan muncul. Bagi kita, jangankan menikah dengan orang Jepang, memandang saja mungkin akan diludahi, dilempat batu dan sebagainya. Kita akan dianggap budak dan mereka sebagai juragannya. Orang-orang Jepang itu bahkan mungkin saja boleh melakukan apa pun terhadap pribumi Indonesia. Nasib terjajah memang selalu akan direndahkan.
Sekian terimakasih, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bagaimana jika saat ini kita masih berada dibawah kedudukan jepang?
Dapat dilihat dari dampak pendudukan jepang di indonesia itu sendiri, dimana pada saat jepang menduduki indonesia. Dalam bidang perekonomian, seluruh kegiatan ekonomi dan pembangunan diambil alih oleh pemerintahan jepang, pemerintah jepang mengawasi secara langsung perkebunan yang ada dan perkebunan yang tidak ada keuntungan atau kaitannya dengan perang pasti ditutup. Untuk perkebunan gula, karet, teh dan kina terus di berdayakan oleh jepang untuk kepentingan perang. Disini dapat dilihat apabila saat ini kita masih dalam pendudukan jepang pastinya masyarakat Indonesia akan terus merasakan kesengsaraan karena mereka tidak dapat bebas untuk berusaha memajukan kehidupannya/memenuhi kebutuhan hidup dalam hal perekonomian.
Selain itu, bisa kita lihat dari tujuan awal jepang datang ke indonesia yaitu jepang bertujuan untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang seperti minyak bumi, timah dan alumunium. Dari sini dapat kita lihat apabila saat ini Indonesia masih diduduki oleh jepang pastinya semua sumber daya alam tersebut akan dikuasai oleh jepang dan indonesia tidak dapat memperoleh keuntungan dari sumber daya alam tersebut..
Kemudian bisa kita lihat bahwa dari kedudukan jepang tersebut muncul adanya perbudakan wanita, jika saat ini indonesia masih di duduki oleh jepang pastinya perbudakan tersebut masih ada dan wanita tidak akan memiliki derajat yang seharusnya seperti pada saat ini.
Sekian, mohon maaf apabila terdapat kesalahan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Menurut saya indonesia akan mengalami penderitaan.
Rakyat indonesia sangat sengsara dimana kita akan mengalami penderitaan dari adanya penguasaan sumberdaya yang dimiliki indonesia oleh belanda, kelaparan dimana mana, harta pribadi mereka diminta untuk membiayai perang jepang. perekonomian indonesia lumpuh, banyak perempuan yang disiksa dan dijadikan budak oleh kolonial jepang, banyak yang meninggal dalam kondisi mengenaskan dikatakan pula bahwa kehidupan pada era pendudukan jepang merupakan yang terburuk sepanjang sejarah indonesia. Indonesia tidak akan pernah merdeka, semua sumber daya baik yang di kota maupun di pedesaan di kuasai jepang, sistem pendidikan yang ada hanya akan diperuntukan oleh kaum bangsawan yang boleh bersekolah sedangkan kaum pribumi disuruh bekerja secara paksa dengan upah yang kecil. lagu kebangsaan indonesia mungkin tidak akan pernah ada jika sekarang kita masih dibawah pendudukan jepang karena yang boleh dikumandangkan hanyalah lagu nasional jepang dan bendera jepanglah yang boleh dikibarkan jika sekarang kita masih dikuasai jepang.
Demikian yang dapat saya sampaikan wassalamaualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
• Apa yang terjadi jika saat ini kita masih dibawah pendudukan Jepang?
Menurut saya indonesia akan mengalami penderitaan. Sebagaimana kita ketahui tujuan utama Jepang datang ke Indonesia adalah untuk Menaklukkan wilayah-wilayah yang kaya sumber daya alam, contohnya seperti minyak bumi, timah, alumunium dan karet. Jepang juga menguasai Indonesia untuk dijadikan sebagai pasar untuk produk Jepang dan memperoleh tenaga kerja dari kaum pribumi untuk membantu upaya perang Jepang.
Tentunya jika hal tersebut masih terjadi hingga saat ini, Jepang akan terus melakukan kesewenang-wenangan kepada rakyat. Dengan banyaknya rakyat Indonesia yang mengalami siksaan fisik, penahanan tanpa alasan, perbudakan hingga hukuman mati. Kemudian bila salah satu kebijakan Jepang yakni menerapkan sistem kerja paksa Romusha diterapkan kembali pada era sekarang, tentunya sistem ini sangat tidak manusiawi dan menyebabkan banyak korban meninggal dunia, menyebabkan rakyat menderita kelaparan, juga perampasan hasil bumi dan sumber pangan rakyat.
Penjajahan semakin merajalela, suara rakyat dibungkam dan terjadinya kekacauan situasi dan kondisi keamanan yang parah, seperti maraknya perampokan, pemerkosaan dan kejahatan lain di tengah masyarakat. Dan standar pendidikan Indonesia menurun drastis, akibat Jepang mempekerjakan guru-guru pribumi sebagai pejabat yang mudah diperalat. Sistem pendidikan yang ada hanya akan diperuntukan oleh kaum kelas tinggi yang boleh bersekolah sedangkan kaum pribumi kecil akan bekerja secara paksa dengan upah yang kecil. Kegiatan pembangunan akan diambil alih oleh Jepang dan hanya orang-orang Jepanglah yang akan menjadi bosnya/berkuasa terhadap sektor-sektor yang ada.
Sekian terima kasih.
Bagaimana jika saat ini kita masih berada dibawah kedudukan jepang?
Jika dilihat pada masa kedudukan Jepang di Indonesia tentu saja memberikan banyak dampak negatif. Dalam bidang perekonomian, seluruh kegiatan ekonomi dan pembangunan diambil alih oleh pemerintahan jepang, pemerintah jepang mengawasi secara langsung perkebunan yang ada dan perkebunan yang tidak ada keuntungan atau kaitannya dengan perang pasti ditutup.
Kemudian banyak Rakyat juga akan dibiarkan bodoh dan miskin, sembari para tentara Jepang melakukan eskploitasi besar-besaran terhadap sumber daya kita. Rakyat Indonesia akan menjalani hari-harinya di kondisi hidup segan mati tak mau. Lalu Indonesia terkait dengan Sumber Daya Alam yang melimpah (SDA) tentu saja Sumber Daya itu akan diangkut semuanya ke Jepang. Sehingga kita hanya akan disisakan ampasnya saja. Indonesia pun akan jadi negara miskin di tengah hamparan kekayaan. Ngenesnya lagi, kita takkan pernah punya hak atas semua kekayaan ini.
Lalu terkait Sistem Pendidikan yang ada hanya akan diperuntukan oleh kaum bangsawan yang boleh bersekolah sedangkan kaum pribumi disuruh bekerja secara paksa dengan upah yang kecil. Kemudian bila salah satu kebijakan Jepang yakni menerapkan sistem kerja paksa Romusha diterapkan kembali pada era sekarang, tentunya sistem ini sangat tidak manusiawi dan menyebabkan banyak korban meninggal dunia, menyebabkan rakyat menderita kelaparan, juga perampasan hasil bumi dan sumber pangan rakyat.
Sekian, terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Perkenalkan nama saya Intan Nur Ramadania dengan NPM 2053033002. Izin menyampaikan pendapat mengenai apa yang terjadi jika saat ini masih dibawah pendudukan Jepang
Yang terjadi jika saat ini wilayah pedesaan masih diduduki oleh Jepang, yaitu akan terjadinya kebijakan-kebijakan yang baru yang dapat merugikan masyarakat pedesaan. Dilihat dari masa pendudukan Jepang sebelum kekalahan pada Perang Dunia II, masyarakat daerah koloni sudah sangat menderita. Pada saat itu, Jepang memperkenalkan bibit-bibit baru serta inovasi dalam teknik penanaman. Propaganda terhadap pertanian tidak luput dari cengkraman pemerintahan militer Jepang. Jepang juga mengeluarkan Kebijakan terhadap gula sehingga mempengaruhi kehidupan para petani saat itu. Kebijakan yang paling dirasakan oleh penduduk desa adalah Wajib Serah Padi. Kebijakan ini mewajibkan para petani untuk menyetorkan beras sesuai dengan yang dikeluarkan oleh pemerintah pada saat itu. kemiskinan dan penderitaan tidak dapat di lepaskan akibat dari kebijakan Wajib Serah Padi ini. Selain itu para romusha juga di latih agar lebih terampil dan bertujuan untuk keberhasilan Jepang dalam mobilisasi. Jepang juga membentuk lembaga sosial baru untuk mengendalikan massa seperti tonarigumi dan kumiai. Pembentukan lembaga sosial ini untuk memperlancar propaganda Jepang dab mobilisasi penduduk di tingkat desa. Bidang pendidikan menjadi salah satu peran dalam memobilisasi terutama murid dan pendidik. Jepang mewajibkan pelajaran yang berkaitan dengan propaganda seperti bahasa Jepang menjadi pelajaran wajib di sekolah. Selain itu dilakukan pelatihan terhadap pendidik agar memperlancar Jepang dalam memobilisasi di bidang pendidikan.
Sekian yang dapat saya sampaikan, terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
HB Yassin dalam buku Di Bawah Pendudukan Jepang, menuturkan bukan main kejamnya Kompetai itu.
Pada masa pendudukan Jepang hampir tiap malam lampu dimatikan, dengan alasan ada serangan musuh (Amerika). Pemadaman listrik ditandai dengan teriakan, "Kusyu-keiho!" berulang-ulang dari peronda malam. Penduduk yang ketakutan mematikan lampu dan masuk ke lubang perlindungan yang berada di halaman tiap rumah.
Saat berada di lubang perlindungan kita diwajuibkan menggigit sebuah karet bundar setebal lima sentimeter seperti layaknya petinju. Maksudnya, bila musuh melakukan pemboman kita harus menggigitnya keras-keras. Akibat kelaparan, orang sudah menganggap biasa bila melihat ada yang sakit parah berada di tepi jalan menunggu sakratul maut. Para pengemis mengais sisa-sisa makanan -- kalau ada -- di tempat-tempat sampah. Waktu itu banyak rakyat memakai pakaian dari karung goni dan kain dari karet.
Tidak tersedianya obat-obatan dibenarkan oleh Dr Haji Ali Akbar, karena disembunyikan oleh Jepang untuk keperluan perang mereka. Banyak orang sakit di mana-mana tanpa pertolongan samasekali dari pemerintah.
Yang paling ditakuti masyarakat adalah Kompetai (polisi rahasia Jepang). Selain itu, Jepang juga memiliki mata-mata yang diberi nama Kipas Hitam. Banyak di antara mereka adalah wanita penghibur.
Sekian yang dapat saya sampaikan terimakasih wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bagaimana jika saat ini kita masih berada dibawah kedudukan jepang?
Jika dilihat pada masa kedudukan Jepang di Indonesia tentu saja memberikan banyak dampak negatif. Dalam bidang perekonomian, seluruh kegiatan ekonomi dan pembangunan diambil alih oleh pemerintahan jepang, pemerintah jepang mengawasi secara langsung perkebunan yang ada dan perkebunan yang tidak ada keuntungan atau kaitannya dengan perang pasti ditutup.
Kemudian banyak Rakyat juga akan dibiarkan bodoh dan miskin, sembari para tentara Jepang melakukan eskploitasi besar-besaran terhadap sumber daya kita. Rakyat Indonesia akan menjalani hari-harinya di kondisi hidup segan mati tak mau. Lalu Indonesia terkait dengan Sumber Daya Alam yang melimpah (SDA) tentu saja Sumber Daya itu akan diangkut semuanya ke Jepang. Sehingga kita hanya akan disisakan ampasnya saja. Indonesia pun akan jadi negara miskin di tengah hamparan kekayaan. Ngenesnya lagi, kita takkan pernah punya hak atas semua kekayaan ini.
Lalu terkait Sistem Pendidikan yang ada hanya akan diperuntukan oleh kaum bangsawan yang boleh bersekolah sedangkan kaum pribumi disuruh bekerja secara paksa dengan upah yang kecil. Kemudian bila salah satu kebijakan Jepang yakni menerapkan sistem kerja paksa Romusha diterapkan kembali pada era sekarang, tentunya sistem ini sangat tidak manusiawi dan menyebabkan banyak korban meninggal dunia, menyebabkan rakyat menderita kelaparan, juga perampasan hasil bumi dan sumber pangan rakyat.
Sekian, terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Menurut saya, jika saat ini kita masih dibawah pendudukan jepang maka rakyat Indonesia akan tersiksa. Tubuh sebagian besar rakyat menjadi kurus kering karena kelaparan. Bahkan, banyak di antara mereka yang meninggal dunia. Karena Jepang tetap memaksa rakyat Indonesia untuk bekerja keras. Kebebasan berpolitik masyarakat Indonesia dibungkam erat oleh Jepang. Tenaga dan sumber daya akan di rampas untuk kepentingan jepang sendiri. Jepang akan membatasi pergerakan politik masyarakat. Masyarakat diizinkan berorganisasi namun hanya untuk kepentingan perang Jepang. warga desa akan dipekerjakan secara paksa untuk membangun pangkalan militer, benteng pertahanan, jalan kereta api, dan kepentingan perang lainnya.
Itu saja yang dapat saya sampaikan, wassalamualaikum warahmatullahi wabrakatuh.
Rakyat juga diwajibkan untuk seikerei. Seikerei adalah penghormatan setiap pagi pada Tenno Heika (Kaisar Jepang) dengan cara membungkuk ke arah Tokyo. Media komunikasi seperti surat kabar, majalah, kantor berita, radio, film, dan pertunjukan sandiwara dibatasi dan diawasi ketat. Saluran-saluran itu hanya digunakan untuk propaganda yang menguntungkan Jepang. Jepang kemudian membatasi pergerakan politik masyarakat. Masyarakat diizinkan berorganisasi namun hanya untuk kepentingan perang Jepang. Beberapa organisasi yang berfokus pada kemerdekaan, akhirnya dibubarkan Jepang. Contohnya Putera dan MIAI. Selama menduduki Indonesia, Jepang memberlakukan sistem pemerintah militer. Seluruh kegiatan masyarakat hingga ke tingkat rukun tetangga dikendalikan dan diawasi orang Jepang.
Kebanyakan mereka adalah warga desa yang dipekerjakan secara paksa untuk membangun pangkalan militer, benteng pertahanan, jalan kereta api, dan kepentingan perang lainnya. Mereka bekerja tanpa upah. Akibatnya banyak yang mati kelaparan. Jika tidak mau bekerja, Jepang akan menyiksa dengan kejam, tak sedikit yang sampai meninggal.
Demikian yang dapat saya sampaikan wassalamaualaikum warahmatullahi wabarakatuh.