གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Arawinda Olatta

Assalamualaikun warahmatullahi wabarakatuh

Nama : Arawinda Olatta
NPM : 2013053089

Izin mengumpulkan tugas analisis jurnal pertemuan 1 bu
Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Arawinda Olatta
NPM : 2013053089

Judul : Meningkatkan Hasil Belajar PKN Menggunakan Metode Simulasi Pada Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Hasanuddin Tahun Ajaran 2010/2011

Penulis : Candra Dwi Fathoni, Gede Sedanayasa, Wayan Suwatra

Isi :
Tujuan penelitian pada jurnal ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam mata pelajaran PKN setelah menerapkan metode simulasi pada kelas 5 semester 2 di Madrasah ibtidaiyah Hasanuddin kaliasem, kecamatan Banjar, kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2010/2011. Dari penyajian hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis memberikan gambaran bahwa penerapan metode simulasi pada siswa kelas 5 Madrasah ibtidaiyah Hasanuddin kaliasem pada pembelajaran PKn memberi dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penggunaan metode simulasi pada pembelajaran PKn banyak memberi dampak yang positif terhadap siswa dalam mengikuti pembelajaran. Simulasi dapat mengembangkan kreativitas siswa karena melalui simulasi siswa diberi kesempatan untuk memainkan peranan sesuai dengan topik yang disimulasikan. Dengan simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa karena dalam simulasi setiap Siswa memiliki kedudukan yang sama dan setiap Siswa memiliki peran sendiri-sendiri. Penggunaan metode simulasi pada pembelajaran PKn dapat mengubah proses belajar yang didominasi oleh guru menjadi siswa yang lebih aktif dalam pembelajaran.

Nama : Arawinda Olatta

NPM : 2013053089


Video ini membahas tentang penilaian hasil pembelajaran yang mencakup materi bahasan pengertian penilaian, fungsi penilaian, tujuan penilaian, lingkup penilaian, teknik penilaian, instrumen penilaian. 

1. Pengertian Penilaian

 Penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis yang dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil belajar. Penilaian hasil belajar oleh Satuan Pendidikan: proses pengumpulan data/informasi tentang capaian pembeljaaran peserta didik dalam aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis dalam bentuk penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah. 

2. Fungsi Penilaian

Fungsi penilaian yaitu untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.

3. Tujuan Penilaian

Penilaian memiliki tujuan yaitu :

a. Mengetahui tingkat penguasaan kompetensi

b. Menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi

c. Menetapkan program perbaikan/pengayaan

d.Memperbaiki proses pembelajaran

4. Lingkup Penilaian

Lingkup penilaian yang dilakukan oleh pendidik meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. 

Lingkup penilaian yang dilakukan satuan pendidikan meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan saja. 

5. Teknik Penilaian 

Teknik penilaian sikap yang utama yaitu observasi yang dapat dilakukan dengan cara : penilaian diri dan penilaian antar peserta didik

Teknik penilaian pengetahuan dapat dilakukan dengan menggunakan tes tertulis, lisan, penugasan, portofolio

Teknik penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan menggunakan kinerja, proyek atau portofoilio

6. Instrumen Penilaian

- Penilaian Sikap adalah penilaian berdasarkan sikap spiritual dan sosial seperti berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan pembelajaran. Bentuk instrumen Lembar observasi jurnal, daftar cek, skala likert.

- Penilaian Pengetahuan (pengetahuan faktial, konseptual, maupun prosedural), meliputi:

1) Tes Tertulis yaitu bentuk instrumen berupa Benar-Salah, Menjodohkan, Pilihan Ganda, Isian dan Uraian

2) Tes Lisan yaitu bentuk instrumen berupa tanya jawab

3) Penugasan yaitu tugas individu maupun kelompok

4) Portofolio : sampel dari penugasan dan tes tertulis

- Keterampilan, meliputi:

1) Kinerja : rubrik penilaian kinerja

2) Proyek : rubrik penilaian proyek

3) Portofolio : sampel pekerjaan siswa terbaik dari KD sampai KI-4


Nama : Arawinda Olatta
NPM : 2013053089

Jurnal 1

Judul : Model Desain Pembelajaran Tematik Terpadu Kontekstual Untuk Meningkatkan Kebermaknaan Belajar Siswa SD

Penulis : Mawardi, Nanick Sulistya Wardani, Agustina Tyas Asri Hardini, Firosalia Kristin

Isi :
Penelitian di jurnal 1 ini bertujuan untuk 1.) Mendeskripsikan langkah-langkah model desain pembelajaran tematik terpadu kontekstual di SD, 2.) Mendeskripsikan tingkat validitas model desain pembelajaran tematik terpadu, 3.) Mendeskripsikan sejauh mana produk model desain pembelajaran tematik terpadu kontekstual dapat meningkatkan kebermaknaan belajar siswa.
Langkah-langkah mengembangkan model desain pembelajaran tematik terpadu kontekstual :
1. Memilih tema
2. Melakukan analisis SKL, KI, KD dan membuat indikator menghasilkan produk berupa tabel analisis SKL, KI, tadi dan membuat indikator
3. Membuat hubungan pemetaan antara KD dan indikator menghasilkan tabel keterhubungan KD dan indikator
4. Membuat jaringan KD. Pada tahap ini selain mengembangkan jaringan KD juga mengembangkan jaringan indikator yang akhirnya menghasilkan produk jaringan KD dan indikator.
5. Menyusun silabus yang menghasilkan silabus
6. Menyusun RPP yang menghasilkan RPP. Pada langkah penyusunan RPP disusun juga penggalan buku guru dan buku siswa

Hasil penelitian pada tahap pengembangan model menemukan data bahwa tingkat validitas model desain pembelajaran tematik terpadu berada pada kategori sangat tinggi 86%, silabus dan RPP berada pada kategori tinggi 69,8%, sedangkan validitas materi pembelajaran berada pada kategori tinggi 69%. Keberhasilan mengembangkan model desain pembelajaran tematik terpadu kontekstual sehingga mencapai kategori baik dan sangat baik oleh karena penambahan subtema sebagai setting pembelajaran.

Berdasarkan hasil uji coba lapangan terbatas dan luas kebermaknaan belajar siswa mengalami peningkatan. Tingkat kebermaknaan belajar siswa pada uji lapangan terbatas meningkat dari 49,49 pada pretest menjadi 69,44 pada saat dilakukan pos tes. Pada uji lapangan luas peningkatan kebermaknaan belajar siswa meningkat lebih besar dari 47,98 pada saat dilakukan pretest menjadi 70,43 pada saat postes.

Jurnal 2

Judul : Analisis Desain Pembelajaran PKN Di SD/MI Kelas Tinggi

Penulis : Rora Rizky Wandini, Siti Magfhirah, Ahmad Tarmizi Hasibuan

Isi :
Jurnal ke 2 ini membahas mengenai perlunya tenaga pendidik untuk menyiapkan desain pembelajaran PKn agar para siswa menikmati pelajaran dan memudahkan mereka untuk menerapkan kandungan dari nilai-nilai mata pelajaran PKN. Adapun beberapa desain pembelajaran untuk pembelajaran PKN di SD kelas tinggi berupa media yang kompatibel pada era saat ini. Adapun beberapa yang penting untuk dipaparkan terkait desain pembelajaran PKN kelas tinggi dilihat dari penggunaan media visual, metode, media bergambar, multimedia, pendekatan pembelajaran serta model-model yang relevan.
1. Menggunakan media visual
Media visual adalah suatu metode dalam menyampaikan pembelajaran dengan memanfaatkan alat-alat peraga sehingga siswa dapat melihat menggunakan indra penglihatan mereka.
2. Metode tanya jawab
Metode tanya jawab sebagai sebuah metode belajar dengan menyajikan berbagai pertanyaan yang ditujukan pada siswa dan harus memiliki jawaban.
3. Penggunaan media gambar
Media gambar termasuk media visual karena dapat diamati secara langsung dan juga dapat diindrakan. Media ajar memiliki lima hal yang perlu diperhatikan yaitu: 1) dapat membuat suasana yang nyaman dan menyenangkan dalam pembelajaran, 2) dalam penggunaan media maka harus tetap memperhatikan tujuan pembuatan media dan keselarasan media dengan materi yang disampaikan, 3) media pembelajaran tujuan utamanya bukanlah sekedar menghibur dan bermain namun sebagai pelengkap proses pembelajaran, 4) dengan adanya media, maka diharapkan siswa dapat memahami materi dengan mudah sehingga materi akan dapat dilanjutkan tanpa mengesampingkan pengetahuan siswanya, 5) mutu dan minat belajar siswa merupakan tujuan utama pembuatan media pembelajaran
4. Penggunaan multimedia
Multimedia adalah sebuah media yang mencakup beberapa hal padanya bisa terdapat gambar, suara, tulisan berupa teks, dan beberapa hal lainnya
5. Pendekatan pembelajaran aktif, kreatif efektif, dan menyenangkan
Aktif adalah bentuk pembelajaran dengan menjadikan siswa dan guru berperan penting. Kreatif adalah kemampuan guru untuk menyiapkan media pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan dan melalui media tersebut siswa dengan mudah memahami yang disampaikan. Sebuah Pembelajaran dapat dikatakan efektif apabila kegiatan tersebut dapat terwujud sebagaimana seharusnya baik dari tata cara hingga ke tujuan pembelajaran. Menyenangkan terkait dengan sudut sebuah perasaan, guru dituntut untuk mengubah sebuah rasa suka ke perasaan percaya diri sehingga siswa akan menganggap dirinya bisa mempelajari materi yang disampaikan.
6. Model course review horey dengan penggunaan PowerPoint
7. Penggunaan media pembelajaran
Penggunaan media dapat mempengaruhi ingatan siswa akan mata pelajaran yang telah dilaluinya.
8. Penggunaan metode diskusi
Metode diskusi dinilai mampu merangsang siswa sehingga mengeluarkan pendapat dan menjadi aktif dalam proses pembelajaran. Dengan metode ini, siswa dituntut agar mampu berinteraksi dengan siswa lain maupun dengan gurunya sendiri.
9. Strategi pembelajaran aktif tipe crossword puzzle
Merupakan sebuah strategi yang mengajak siswa mengingat ulang materi yang telah dibahas sebelumnya dan akhirnya dapat memberikan pengaruh untuk hasil belajar yang akan diterima siswa.