Posts made by Anjelita Audina Ali 2013024052

Nama : Anjelita Audina Ali
NPM : 2013024052
Izin menjawab,

1. Polutan masuk ke dalam tubuh melalui mekanisme : 1). Filtrasi, nelewatu pori-pori membran, 2). Difusi pasif, melewati pori atau terlarut dalam lopofil membran, 3). Transport khusus melalui molekul pembawa yang dapat larut dalam lipofil

2. Ada 3 jalur utama bahan toksik masuk kedalam tubuh manusia yaitu melalui saluran pencernaan atau makanan (gastro intestinal), jalur pernapasan (inhalasi) dan melalui kulit (topikal). 
• Inhalasi, pada umumnya merupakan jalur pajanan bagi toksikan yang berwujud debu/partikel, gas, asap, atau uap. Ketika bahan toksikan masuk lewat inhalasi, bahan tersebut dapat dikeluarkan kembali lewat ekshalasi atau dapat menetap dalam saluran pernapasan dan menimbulkan gangguan. Tingkat penyerapan toksikan melalui jalur inhalasi tersebut bergantung pada berbagai faktor, di antaranya atmosfer toksikan serta kemampuan toksikan untuk melintasi membran sel.
• Topikal/Kontak kulit, Kontak kulit menjadi jalur pajanan toksikan yang berwujud cair dengan kemampuan menguap (volatilitas) rendah. Selain itu, dapat juga menjadi jalur masuk toksikan zat padat. Berbagai bahan toksik dapat melewati pelindung atau penghalang kulit (skin barrier), diserap oleh sistem sirkulasi, dan disebarkan ke seluruh organ internal, hingga menimbulkan gangguan.
• Gastro intestinal/Ingesti, Toksikan dapat masuk ke dalam mulut dan tertelan. Jika tertelan, toksikan akan melewati saluran cerna. Bergantung pada jenis toksikannya, sebagian toksikan dapat diekskresikan melalui feses, namun sebagian lainnya dapat diserap oleh saluran cerna, masuk ke dalam darah dan memberi efek sistemik dalam tubuh.

3. • Toksisitas akut : Tingkat racun yang diterima organisme sehingga menimbulkan keracunan dalam tempo singkat setelah terpapar.
• Toksisitas kronis : Tingkat racun yang diterima oleh organisme sehingga baru menimbulkan keracunan setelah terpapar selama tempo yang panjang.
Nama : Anjelita Audina Ali
NPM : 2013024052
Izin menanggapi,

Toksisitas adalah kemampuan suatu senyawa atau molekul kimia dalam menimbulkan keracunan atau kerusakan pada suatu bagian yang peka di dalam maupun di luar tubuh organisme.
Klasifikasi toksikan : 
1. Toksisitas fisika, yaitu bentuk aksi serangan toksikkan secara fisika cenderung dalam bentuk penghancuran. Contoh dermatitis, kulit pecah-pecah, atau kering.
2. Toksisitas kimia, yaitu kerusakan pada jaringan, atau kematian pada sel, atau gangguan metabolisme, akibat kontak langsung dengan zat kimia alkalis atau asam-asam kuat, atau inhalasi uap atau senyawa logam berat.
3. Toksisitas fisiologis, yaitu akibat terjadinya ikatan antara substansi enzim dengan logam berat sehingga enzim tidak mampu berfungsi normal.
• Toksisitas akut : Tingkat racun yang diterima organisme sehingga menimbulkan keracunan dalam tempo singkat setelah terpapar.
• Toksisitas kronis : Tingkat racun yang diterima oleh organisme sehingga baru menimbulkan keracunan setelah terpapar selama tempo yang panjang.
Polutan masuk ke dalam tubuh melalui mekanisme : 1). Filtrasi, nelewatu pori-pori membran, 2). Difusi pasif, melewati pori atau terlarut dalam lopofil membran, 3). Transport khusus melalui molekul pembawa yang dapat larut dalam lipofil
Nama : Anjelita Audina Ali
NPM : 2013024052
Izin menanggapi,
Efek toksik yang dapat timbul pada organ sasaran sangat bervariasi. Variasi tersebut bergantung pada sifat toksikan, jenis organ sasaran, serta mekanisme kerja toksikan. Efek toksik timbul karena interaksi biokimiawi terjadi setelah toksikan atau metabolitnya bergayut dengan struktur reseptor molekul sel. Efek toksik dapat bersifat spesifik (misalnya pada struktur seluler tertentu) ataupun nonspesifik (misalnya pada kontak dengan bahan korosif). Dampak toksin pada manusia sangatlah beragam bergantung pada pengaruh faktor genetik terhadap respons suatu obat dalam tubuh dan tergantung pada jenis bahan kimia yang terkandung dalam toksin tersebut. Selain itu bergantung juga pada bagaimana cara toksin tersebut masuk dalam tubuh misalnya di hirup atau di konsumsi jika berbeda cara masuknya dalam tubuh maka akan berbeda pula dampak nya terhadap tubuh.