Posts made by Galih Pranatha 1813034051

  1. Analisis citra merupakan kegiatan menganalisis (suatu kegiatan pengamatan terhadap suatu peristiwa yang akan diteliti) citra tersebut sehingga menghasilkan informasi untuk menetapkan keputusan.
  2. Hubungan antara analisis citra dengan interpretasi citra adalah keduanya memiliki hubungan satu sama lain dimana apabila kita ingin menginterpretasi citra maka terdapat beberapa tahapan seperti deteksi, identifikasi dan analisis. Oleh sebab itu apabila kita telah selesai menganalisis sebuah citra maka kita dapat menginterpretasikan citra tersebut baik dari rona dan warna, ukuran tekstur dan bentuk, pola tinggi bayangan, situs dan asosiasi.
  3. Jadi dalam Analisis Citra memiliki 2 macam yaitu :Analisis Data Digital, dan Analisis Data Analog.
  4. Perbedaan analisis data digital dan analog sibagai berikut.

Analisis Data digital addalah data hasil rekamanbpenginderaan jauh ddalam bentuk angka Analisis data digital pada dasarnyavberupa analisis kelompok Data digital mencerminkan nilai spektral obyek yang direkam oleh sensor. Klasifikasi data digital lazim dilakukan di dalam pengenalan pola spektral, yakni pengenalan obyek berdasarkan nilai spektral yang terpola di dalam ruang.

Analisis Data Analog biasanya mengandalkan mata kita sebagai interpretasi. Dengan kemampuan local knowledge yaitu kemampuan pengenalan pada wilayah yang ada pada citra. Untuk saat ini analisis citra manual dapat menggunakan dua cara yaitu pertama dengan menggunakan komputer dan yang kedua mengggunakan cara non computer yaitu menandalkan alat bernama stereoskop. Stereoskop bisa digunakan untuk melihat objek dalam bentuk tiga dimensi. Interpretasi manual biasanya memerlukan lebih sedikit peralatan khusus. Interpretasi manual melakukan analisis secara relative sederhana terhadap satu saluran atau citra tunggal. Dan waktu pemrosesan relatif singkat.

  1. Jadi pada sensor memiliki sistem fotografi dan juga sistem elektronik, pada Sistem Fotografi, jadi pada sistem fotografi hasil citra ini diambil melalui foto menggunakan kamera dengan wahana biasanya menggunakan pesawat dengan mengambil gambarnya hasilnya akan memiliki resolusi spasial tinggi. Sistem Elektronik, seperti dasarnya konsep citra yang kita tahu bahwa dengan sistem elektronik ini kita menggunakan sebuah aplikasi dan juga gambar yang dihasilkan merupakan data digital yang diambil atau ditangkap oleh satelit, sistem ini memiliki tingkat ketelitian data lebih tinggi.
  2. Kelemahan dan keunggulan masing-masing citra yang dihasilkan melalui proses fotografik maupun elektronik yaitu, Keunggulan Fotografik yaitu memiliki harga yang murah untuk pengamatan, pengamatannya juga lebih mudah dilakukannya, memiliki resolusi spasial yang tinggi. Kelemahan Fotografik yaitu susahnya dalam melakukan analisis data yang telah diperoleh. Sedangkan Keunggulan sensor elektronik yaitu kepekaan terhadap spectrum gelombang elektromagnetik lebih besar, perbedaan karakteristik obyek yang diamati lebih jelas, dan analisis serta interpretasinya lebih cepat. Kelemahannya yaitu biayanya mahal dan menggunakan keahlian khusus dalam menggunakannya.
  3. Dalam pemanfaatan yang tepat untuk tiap-tiap jenis citra berdasarkan sistem yang berbeda tersebut hal pertama yang harus diketahui adalah tujuan dari pengamatan tersebut untuk apa jika tujuannya sudah diketahui maka kita harus tau informasi yang dihasilkan apa, dari hal tersebut kita dapat memanfaatkan data yang telah dihasilkan dengan baik karena tau informasi dan tujuannya terlebih dahulu.
  1. Resolusi (resolving power = daya pisah) adalah kemampuan suatu sistem optik-elektronik untuk membedakan informasi yang secara spasial berdekatan atau secara spektral mempunyai kemiripan (Swain dan Davis, 1978). Jadi dapat disimpulkan bahwa resolusi ialah suatu kemampuan suatu sistem dalam menampilkan gambar dengan kualitas tertentu sesuai dengan resolusinya.
  2. Ada 5 jenis resolusi dalam penginderaan jauh yaitu : Resolusi Spasial, Resolusi Spektral, Resolusi Radiometrik, Resolusi Temporal, Resolusi Layar.
  3. Jadi pada nomor 1 telah dijelaskan dengan singkat apa itu resolusi dan apa kaitannya dengan kualitas citra yang dihasilkan, pada dasarnya kualitas citra yang baik harus memiliki resolusi yang tinggi contoh jika sensor citra memiliki kualitas resolusi yang baik maka hasilnya akan baik juga, seperti memiliki pixel yang kecil memiliki band spektoral yang cukup banyak sehingga lebih teliti kualitas citranya dan juga pada radiometriknya memiliki bit yang cukup besar misalkan 16 bit, maka hal ini akan menjadikan kualitas citra yang cukup baik
  4. Jika kita ingin memetakan suatu wilayah perkotaan dengan skala output peta/informasi 1 : 5.000, maka kita harus menggunakan citra resolusi yang kompatibel dengan skala kecil dan juga harus memiliki resolusi radiometrik yang lumayan besar menurut saya sekitar 8-16 bit agar kualitas gambar yang baik dan bisa dibaca oleh pengamat, dan tidak dapat dipisahkan juga resolusi layar harus yang memumpuni jangan resolusi radiometrik pada citra memiliki 16 bit lalu pada layar monitor kita hanya support dengan 6 bit, itu hanya akan menjadikan sia-sia saja kualitas pada citranya.
  5. Jika kita ingin melakukan pemantauan suatu kawasan yang luas, misalkan untuk pemantauan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Lampung, citra dengan resolusi yang cocok adalah kriterianya sebagai berikut memiliki resolusi spasial yang cukup besar karena cakupannya luas akan tetapi nanti memiliki detail yang cukup kurang karena itulah kita membutuhkan bantuan dari resolusi radiometrik dengan bit rate yang cukup untuk mendukungnya dengan contoh 8 -12 bit, setelah radiometrik tersebut kita harus tau bahwasannya membutuhkan resolusi spektral juga yang mendukung untuk melihat kenampakan kebakaran tersebut menurut saya dengan resolusi multispektral hingga hyperspektral sehingga kenampakan kebakarannya terlihat jelas. Dan juga pengamat harus lah memiliki resolusi layar yang baik agar dia dapat mengamati dengan lebih teliti. Dan juga citra tersebut haruslah memiliki resolusi temporal yang cepat karena disini merekam pemantauan kebakaran hutan sehingga data dari citra harus terus diperbarui.
  1. Pada bagian- bagian sistem PJ memiliki 6 bagian yaitu: 

    1)   Sumber Tenaga

    2)   Atmosfer

    3)   Interaksi Tenaga Dengan Objek

    4)   Sensor atau wahana

    5)   Perolehan Data

    6)   Penggunaan Data

  2. A. Sumber Tenaga, PJ membutuhkan sumber tenaga, baik alamiah maupun buatan. Tenaga ini mengenai objek dipermukaan bumi kemudian dipantulkan ke sensor. Dapat juga berupa tenaga dari obyek yang dipancarkan ke sensor. Semakin banyak tenaga yang diterima oleh sensor semakin cerah juga gambar objek pada citra satelit. Karakteristik Spektral objekmerupakan daya pantul objek, suhu objek, dan daya pancar objek.

B. Atmosfer, atmosfer ini dapat membatasi bagian spektrum elektromagnetik yang dapat digunakan dalam penginderaan jauh.

C. Interaksi Tenaga Dengan Objek, Tiap obyek mempunyai karakteristik tertentu dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor. Pengenalan obyek pada dasarnya dilakukan dengan menyidik (tracing )karakteristik spektral obyek yang tergambar pada citra.

D. Sensor atau wahana, merupakan alat pemantau atau alat perekaman yang digunakan untuk merekam suatu kejadian atau objek di muka bumi dengan dipasangkan pada wahana, wahana yaitu kendaraan atau media yang digunakan untuk membawa sensor.

E. Perolehan Data, memperoleh data dari rekaman sensor dengan dua cara yaitu bisa dengan cara manual ataupun dengan cara digital/ numerik

F. Pengguna Data, adalah komponen terpenting dalam bagian-bagian PJ yaitu masyarakat atau manusia yang menggunakan data dari data yang telah diperoleh.

3. PJ si stem aktif adalah disaat suatu sensor mengambil gambar dengan sumber tenaga daripada sensor itu sendiri, contohnya pada kamera yang memiliki flash anggap kamera adalah sensor dan flash adalah Sumber tenaga  disaat kamera mengambil gambar flash akan aktif dan memberikan tenaga untuk sensor mengambil sebuah gambar. PJ Sistem pasif, jadi pada sistem pasif sensor mendapatkan sumber tenaga dari bantuan yang lain, contohnya pada satelit yang mengambil gambar atau merekam objek dengan bantuan tenaga matahari ini merupakan sistem pasif.

  1. Remote sensing is the science and art of obtaining information about an object, area, or phenomenon through the analysis of data acquired by a device that is not in contact with the object, area, or phenomenon under investigations. Atau translate ke indonesianya. Pengindraan jauh merupakan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah maupun gejala alam dengan cara menganalisis data yang diperoleh menggunakan alat tanpa disertai kontak langsung dengan objek yang diamati tersebut.
  2. Cara memperoleh informasi menggunakan “alat, tanpa kontak langsung langsung dengan objek”
  3. Interpretasi citra merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengkaji atau menganalisis citra dengan maksud untuk menidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut sehingga dapat dikenali objek tersebut apa dan dapat membedakan objek tersebut dengan objek lainnya.
  4. Perbedaan dan perkembangan teknologi PJ dari waktu ke waktu yaitu terletak dari sarana yang digunakan untuk membawa sensor tersebut yang dimulai dari berjalan kaki hingga terbang di atmosfer bahkan hingga mengorbit di luar angkasa. Dilain daripada sarananya perbedaannya juga terletak sensor yang memiliki berbagai resolusi semakin tahun semakin baik resolusinya dalam penangkapan sebuah objek atau gambar. Dan untuk perkembangannya teknologi PJ ini yang pertama memakai sensor dengan citra kecil atau belum bagus dan masih dibawa oleh manusia untuk menangkap objek atau gambar dan berkembang naik mengalami peningkatan kualitas sensor dan juga sarananya mulai berkembang menjadi terbang di atmosfer dan udara sampai sekarang sudah memakai sarana satelit yang mengorbit di luar angkasa dan juga dengan sensor yang lebih baik kualitasnya.
  5. Manfaat pengindraan jauh dibidang geografi yaitu:

Dapat mengetahui prakiraan cuaca, mengetahui kondisi lahan, mengetahu bagaimana bentang alam, mengetahui sumber daya alam, mengetahui geologi wilayah, pola permungkiman, pola aliran sungai, dan informasi lain yang berhubungan dengan kondisi alam dan makluk hidup di bumi.