FORUM DISKUSI

Pandangan terkait matakuliah pembelajaran tematik

Re: Pandangan terkait matakuliah pembelajaran tematik

oleh Dwi Tasya Khusnawati -
Jumlah balasan: 0
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan Bapak,
Nama : Dwi Tasya Khusnawati
NPM : 2313053051
Kelas : 6B
Izin menjawab pertanyaan diskusi.

1. Menurut saya, mata kuliah kajian pembelajaran tematik sangat strategis, karena mengajarkan kita cara menyajikan ilmu secara utuh kepada anak-anak. Di usia sekolah dasar, pola pikir anak belum terkotak-kotak, sehingga pendekatan tematik ini sangat sesuai dengan tahap perkembangan mental mereka.
Namun, jika melihat implementasinya di sekolah saat ini, saya melihat ada dua sisi yang kontras, yakni:
- Sisi Positif: Pembelajaran terasa lebih hidup dan tidak membosankan karena siswa belajar melalui tema yang dekat dengan keseharian mereka, seperti lingkungan atau
kesehatan. Hal ini membuat materi yang sulit jadi lebih mudah diterima.
- Sisi Tantangan: Saya mengamati bahwa guru di lapangan terkadang masih kesulitan dalam melakukan penilaian yang objektif untuk setiap mata pelajaran karena
semuanya sudah melebur. Selain itu, terkadang ada pemaksaan materi agar sesuai dengan tema, yang justru membuat esensi dari materi tersebut menjadi kurang dalam.
Secara keseluruhan, bagi saya, pembelajaran tematik adalah jembatan terbaik untuk mengenalkan dunia nyata kepada siswa, asalkan guru memiliki kreativitas yang tinggi dalam menghubungkan konsep tanpa menghilangkan substansi ilmunya.

2. Menurut saya, pembelajaran terpadu tetap menjadi "nyawa" kurikulum pendidikan masa kini. Meskipun arah pendidikan mulai bergeser ke Kurikulum Merdeka yang lebih fleksibel, esensi utama pembelajaran terpadu—yakni mengintegrasikan berbagai konsep ilmu—justru semakin krusial dan tak tergantikan.
Bagi mahasiswa semester 6 seperti saya, materi ini sangat relevan karena Kurikulum saat ini sangat mengandalkan pembelajaran berbasis proyek. Tanpa memahami pembelajaran terpadu, akan sulit bagi kita untuk merancang proyek yang efektif dan bersifat lintas disiplin (interdisipliner).
Serta melatih berpikir Kritis: Pendekatan ini melatih kita untuk tidak sekadar bergantung pada buku teks, melainkan mampu mengaitkan materi pelajaran dengan konteks nyata di kehidupan siswa.
Kesimpulannya, pembelajaran terpadu tidak akan pernah usang. Justru, keahlian yang saya dalami di semester 6 ini akan menjadi modal utama saat nantinya terjun langsung mengajar di kelas yang menerapkan Kurikulum Merdeka.

Demikian, saya ucapkan terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.