Telaah artikel

Telaah artikel

Telaah artikel

Number of replies: 21

Tuliskan disini hasil telaah anda tentang artikel di atas.

In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Nela Amelia -
NAMA : NELA AMELIA
NPPM : 2313031050

Berdasarkan hasil baca dari jurnal yang berjudul Penerapan audit siklus persediaan dan pergudangan untuk mendukung kewajaran penyajian laporan keuangan pada PT "B" di Sidoarjo dapat saya simpulkan bahwa jurnal ini membahas penerapan audit dalam siklus persediaan sebagai instrumen penting dalam memastikan transparansi dan akurasi laporan keuangan perusahaan. Dalam pengelolaan bisnis, persediaan merupakan salah satu komponen utama yang berpengaruh terhadap efisiensi operasional dan stabilitas keuangan. Ketidaktepatan dalam pencatatan persediaan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti laporan keuangan yang tidak akurat, potensi kecurangan, serta kesalahan dalam pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, audit dalam siklus persediaan memiliki peran penting dalam menjaga keakuratan data yang digunakan dalam penyusunan strategi bisnis perusahaan. Jurnal ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai pendekatan audit yang dapat diterapkan dalam pengelolaan persediaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan audit yang sistematis dan berbasis standar akuntansi yang berlaku dapat meningkatkan efisiensi operasional serta mengurangi risiko kesalahan pencatatan dalam laporan keuangan.

Salah satu kelebihan jurnal ini adalah pendekatannya yang komprehensif dalam menjelaskan bagaimana audit siklus persediaan dapat meningkatkan transparansi laporan keuangan. Jurnal ini juga memberikan pembahasan yang mendalam tentang pentingnya sistem pengendalian internal serta penerapan kebijakan akuntansi yang sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu, jurnal ini relevan dengan kondisi bisnis saat ini, di mana transparansi keuangan menjadi faktor penting dalam menarik investor dan menjaga stabilitas perusahaan. Namun, terdapat beberapa kelemahan dalam jurnal ini, salah satunya adalah kurangnya data empiris yang mendukung analisis yang disajikan. Penelitian ini lebih banyak mengandalkan studi literatur tanpa adanya studi kasus konkret yang menggambarkan penerapan audit dalam berbagai jenis perusahaan. Selain itu, jurnal ini juga kurang menyoroti tantangan yang mungkin dihadapi perusahaan dalam menerapkan audit siklus persediaan, seperti keterbatasan sumber daya dan biaya audit yang tinggi.

Berdasarkan hasil telaah terhadap jurnal ini, ada beberapa rekomendasi yang dapat saya usulkan untuk meningkatkan efektivitas penerapan audit dalam siklus persediaan. Pertama, perusahaan perlu memperkuat sistem pengendalian internal dengan menerapkan teknologi digital dalam pencatatan dan pengelolaan persediaan. Penggunaan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dapat membantu meningkatkan akurasi dan efisiensi pencatatan persediaan secara real-time. Kedua, auditor yang bertugas dalam pemeriksaan siklus persediaan perlu mendapatkan pelatihan yang berkelanjutan agar mereka dapat mengidentifikasi potensi risiko serta memahami perubahan regulasi akuntansi yang terus berkembang. Ketiga, audit harus dilakukan secara berkala dengan pendekatan berbasis risiko untuk memastikan bahwa pemeriksaan lebih difokuskan pada area yang memiliki potensi kesalahan atau kecurangan yang lebih tinggi. Terakhir, perusahaan juga harus meningkatkan transparansi dalam penyajian laporan keuangan kepada para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas di pasar. Dengan menerapkan rekomendasi ini, perusahaan dapat memastikan bahwa audit dalam siklus persediaan berjalan secara optimal dan memberikan manfaat maksimal dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan serta efisiensi operasional secara keseluruhan.
In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Qonita Nurul Izzah 2313031042 -
Nama: Qonita Nurul Izzah
NPM: 2313031042

Artikel jurnal tersebut membahas secara mendalam mengenai penerapan audit pada siklus persediaan dan pergudangan sebagai upaya untuk mendukung kewajaran penyajian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur. Persediaan merupakan salah satu aset lancar yang memiliki nilai material dan peran yang sangat penting dalam operasional perusahaan, karena secara langsung memengaruhi laporan laba rugi maupun posisi keuangan. Oleh karena itu, kesalahan dalam pencatatan atau pengelolaan persediaan dapat berdampak signifikan terhadap keandalan laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumen internal perusahaan, sehingga mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi nyata di lapangan serta praktik audit yang diterapkan pada PT “B” .

Dalam pelaksanaannya, audit siklus persediaan dan pergudangan dilakukan melalui beberapa prosedur utama, yaitu compliance test, substantive test, dan analytical review. Compliance test bertujuan untuk menilai efektivitas pengendalian internal yang diterapkan perusahaan, khususnya dalam pengelolaan persediaan bahan baku. Melalui pengujian ini, auditor dapat mengetahui sejauh mana sistem pengendalian internal mampu mencegah terjadinya kesalahan maupun kecurangan. Selanjutnya, substantive test dilakukan untuk menguji secara langsung kewajaran saldo akun persediaan dan transaksi yang terkait, sehingga auditor dapat memastikan bahwa angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Adapun analytical review digunakan untuk menganalisis hubungan antar data keuangan dan mendeteksi adanya penyimpangan atau fluktuasi yang tidak wajar dalam nilai persediaan .

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengendalian internal yang dimiliki oleh perusahaan sudah tergolong cukup baik dan memadai, sehingga mampu mendukung proses pencatatan dan pelaporan persediaan secara relatif andal. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kelemahan dalam pelaksanaannya, terutama terkait dengan pengawasan terhadap persediaan bahan baku, seperti dalam proses penyimpanan dan pengeluaran barang dari gudang. Kelemahan ini berpotensi menimbulkan risiko kesalahan pencatatan maupun penyalahgunaan aset jika tidak segera diperbaiki. Selain itu, penelitian juga menyoroti bahwa siklus persediaan dan pergudangan merupakan salah satu area yang rawan terhadap kecurangan (fraud), sehingga membutuhkan perhatian dan pengawasan yang lebih ketat dari manajemen maupun auditor .

Meskipun terdapat beberapa kelemahan dalam sistem pengendalian internal, hasil pengujian substantif yang dilakukan menunjukkan bahwa laporan keuangan perusahaan secara keseluruhan telah disajikan secara wajar dan tidak mengandung salah saji material. Hal ini menunjukkan bahwa prosedur audit yang diterapkan mampu memberikan keyakinan yang memadai terhadap kewajaran laporan keuangan. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan bahwa penerapan audit siklus persediaan dan pergudangan tidak hanya berfungsi untuk memberikan opini atas laporan keuangan, tetapi juga berperan penting dalam mengidentifikasi kelemahan sistem, memberikan rekomendasi perbaikan, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. Dengan demikian, audit pada siklus ini menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keandalan informasi keuangan serta mendukung pengambilan keputusan yang tepat oleh manajemen dan pihak-pihak terkait.
In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Fajriyatur Rohmah 2313031048 -
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 2313031048


Judul Jurnal: Penerapan Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan untuk Mendukung Kewajaran Penyajian Laporan Keuangan pada PT "B" di Sidoarjo
Penulis: Elvina Andrea Angga Manopo & Yuliawati Tan
Sumber: Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya

1. Intisari Penelitian 
Jurnal ini membahas sesuatu yang sangat krusial bagi perusahaan manufaktur, yaitu persediaan. Penulis mengambil studi kasus di PT "B", sebuah perusahaan kimia di Sidoarjo. Masalah utamanya adalah persediaan di sana punya nilai yang sangat material (besar banget angkanya di neraca), tapi manajemennya masih punya banyak celah. Tujuan penelitian ini simpel tapi penting: mengevaluasi bagaimana audit siklus persediaan dilakukan untuk memastikan kalau angka yang muncul di laporan keuangan itu "wajar" dan nggak asal tulis.


2. Pembahasan: 
Setelah saya bedah isi jurnalnya, ada beberapa poin menarik yang ditemukan penulis saat melakukan proses audit di PT "B":
-Internal Control yang Masih "Bolong":
Satu hal yang paling menonjol adalah lemahnya pengendalian intern. Di PT "B", ternyata ada penumpukan tugas. Kepala gudang memegang terlalu banyak kendali, mulai dari menerima barang sampai mencatat. Dalam kacamata auditing, ini bahaya banget karena bisa memicu kecurangan (fraud). Selain itu, akses ke gudang juga nggak dibatasi dengan ketat, jadi siapa saja bisa masuk-keluar dengan bebas.

Prosedur Audit yang Dilakukan:
Penulis nggak cuma teori, tapi beneran melakukan Compliance Test (tes kepatuhan) untuk melihat sejauh mana aturan internal ditaati. Hasilnya? Banyak yang nggak sinkron. Makanya, audit dilanjutkan ke Substantive Test, termasuk melakukan stock opname (hitung fisik barang).

Temuan Selisih Angka:
Pas dilakukan penghitungan fisik, ternyata ditemukan selisih antara jumlah barang di gudang dengan catatan di buku besar. Ada juga masalah soal barang yang "lemot" penjualannya (slow-moving). Perusahaan nggak segera menyesuaikan nilai barang-barang ini, padahal secara akuntansi, kalau barang sudah nggak laku atau rusak, nilainya harus segera diturunkan (write-down).


3. Simpulan Penulis
Penulis menyimpulkan bahwa audit siklus persediaan itu "obat" paling manjur buat memperbaiki laporan keuangan PT "B". Dengan adanya audit, perusahaan jadi tahu kalau sistem pergudangan mereka belum rapi. Rekomendasi akhirnya jelas: PT "B" harus memperbaiki pemisahan tugas dan lebih tertib lagi dalam administrasi pencatatan keluar-masuk barang agar laporan keuangannya bisa dianggap wajar tanpa pengecualian.


4. Kelebihan Jurnal
-Sangat Praktis: Jurnal ini nggak cuma ngomongin teori, tapi kasih lihat tabel-tabel temuan audit dan perbandingan antara catatan perusahaan vs hasil temuan auditor. Jadi, kita sebagai mahasiswa bisa membayangkan gimana pusingnya jadi auditor di lapangan.
-Analisisnya Tajam: Penulis berhasil menghubungkan antara lemahnya kontrol internal dengan risiko salah saji di laporan keuangan secara logis.


5. Kekurangan Jurnal
-Visualisasi Data: Ada beberapa bagian tabel yang mungkin akan lebih oke kalau dibuatkan grafik tren agar pembaca lebih cepat menangkap seberapa besar selisih persediaannya dari tahun ke tahun.
-Keterbatasan Fokus: Karena ini studi kasus satu perusahaan, hasilnya nggak bisa kita telan mentah-mentah untuk perusahaan lain. Tiap perusahaan punya masalah gudang yang beda-beda.


6. Saran
Kalau saya boleh menambahkan, sebenarnya ada satu hal yang kurang dibahas mendalam di jurnal ini: aspek teknologi. Di zaman sekarang, perusahaan kimia sebesar PT "B" seharusnya sudah bisa pakai sistem ERP atau minimal barcode scanner buat urusan gudang. Jurnal ini masih banyak fokus ke cara-cara manual. Padahal, kalau sistemnya sudah digital, risiko human error atau "titipan" catatan dari kepala gudang bisa lebih ditekan.
Selain itu, penulis juga bisa menambahkan sedikit soal "risiko lingkungan" karena ini perusahaan kimia. Persediaan kimia kan punya masa kedaluwarsa dan risiko rusak yang tinggi, jadi auditnya nggak boleh cuma soal jumlah, tapi juga kualitas fisik barangnya secara mendalam.



In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Muhammad Jibril Ramadhan 2313031045 -
Nama : Muhammad Jibril Ramadhan
NPM : 2313031045

Artikel jurnal berjudul "Penerapan Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan untuk Mendukung Kewajaran Penyajian Laporan Keuangan pada PT “B” di Sidoarjo" menjelaskan bahwa sektor manufaktur Indonesia menghadapi tantangan besar, termasuk kenaikan harga bahan bakar, tarif listrik, pasokan listrik yang tidak merata, infrastruktur yang kurang memadai, dan birokrasi yang rumit. Selain itu, masalah internal seperti fraud dalam siklus persediaan dan pergudangan dapat merugikan perusahaan secara signifikan. Dalam hal ini, laporan keuangan yang akurat terutama dalam hal persediaan sangat penting untuk mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya dan menghindari kesalahan dalam penilaian persediaan yang dapat mempengaruhi laba.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penilaian persediaan bahan baku serta permasalahan dan kelemahan pengendalian internal yang ada pada PT “B”. Dalam hasil pemeriksaaan terhadap persediaan bahan baku di PT “B” diketahui bahwa di PT “B” menggunakan metode penentuan biaya persatuan berdasarkan harga perolehan dengan metode weighted average dalam penilaian persediaan dan sistem periodik dalam pencatatannya. Metode-metode dan sistem tersebut telah sesuai dengan SAK ETAP dan diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Struktur pengendalian internal persediaan dan siklus persediaan PT “B” pun dapat disimpulkan sudah cukup memadai, dimana sudah terdapat struktur organisasi yang memisahkan fungsi satu dengan fungsi lainnya. Selain itu, sistem dan prosedur inventaris diterapkan cukup baik dengan didukung oleh dokumen-dokumen yang diperlukan.

Namun, dalam penelitian tersebut ditemukan masalah utama pada siklus persediaan dan pergudangan PT “B” adalah kelemahan dalam pengendalian internal persediaan bahan baku, yang menyebabkan informasi persediaan dalam laporan keuangan kurang memadai dan menyulitkan penilaian produktivitas persediaan. Dalam pengendalian internal persediaanya, diketahui bahwa saldo akhir persediaan bahan baku pada PT “B” ditentukan melalui stock opname setiap akhir bulan, hal tersebut terjadi sebagai akibat dari ketidaksediaan fungsi penyimpanan yang bertanggung jawab atas penerbitan dokumen pemakaian atau pengeluaran bahan baku sehingga jenis dan jumlah bahan baku yang dipakai dalam proses produksi tidak tercatat secara terperinci dan tidak akurat. Sehingga untuk mendukung fungsi penyimpanan persediaan maka diperlukan gudang yang memadai terutama untuk menempuh persediaan yang bernilai material dan juga tidak mengabaikan segi pengamanan dengan membatasi akses petugas lain, yakni selain petugas gudang untuk masuk ke dalam gudang tersebut. Dan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengamanan gudang yakni dengan memasang kunci pada pintu gudang.

Jadi, berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui bahwa terdapat beberapa kelemahan dari PT “B” dalam hal struktur pengendalian internalnya yang perlu dibenahi seperti gudang yang bebas dimasuki oleh siapapun dan tidak adanya dokumen pengeluaran persediaan bahan baku. Untuk itu, upaya mengatasi kelemahan dan meningkatkan operasional, disarankan agar PT “B” menugaskan petugas gudang yang bertanggung jawab atas keluar-masuknya persediaan, mengotorisasi dokumen pengeluaran dan pengembalian bahan baku, serta meningkatkan keamanan gudang. Selain itu, PT “B” harus merumuskan standar pemakaian bahan baku dalam proses produksi untuk memastikan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Pelaksanaan stock opname juga harus berdasarkan instruksi tertulis dari pihak berwenang untuk memastikan akurasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Rika Rahayu -
Nama: Rika Rahayu
NPM: 2313031052

Jurnal ini membahas penerapan audit pada siklus persediaan dan pergudangan di PT “B” dengan tujuan untuk menilai kewajaran penyajian laporan keuangan. Topik yang diangkat cukup relevan, mengingat persediaan merupakan salah satu aset yang memiliki nilai material dan berpengaruh langsung terhadap laporan laba rugi maupun neraca. Penelitian ini menggunakan pendekatan audit compliance test, substantive test, dan analytical review. Penggunaan prosedur tersebut menunjukkan bahwa penelitian telah mengacu pada praktik audit yang berlaku umum.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner, dan analisis dokumen. Hal ini menjadi kelebihan karena data yang diperoleh cukup beragam dan mampu memberikan gambaran kondisi perusahaan secara nyata. Namun demikian, penelitian ini lebih bersifat deskriptif sehingga belum memberikan analisis kuantitatif yang lebih mendalam terkait efektivitas pengendalian internal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal atas persediaan di perusahaan tergolong cukup baik, tetapi masih terdapat beberapa kelemahan. Kelemahan tersebut antara lain belum adanya dokumen pencatatan pemakaian bahan baku, fungsi pergudangan yang belum optimal, serta pengawasan terhadap persediaan yang masih terbatas. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko seperti kesalahan pencatatan, inefisiensi, hingga kemungkinan terjadinya kecurangan.
In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Dyah Wulan -
Nama : Dyah Wulan Handayani
NPM : 2313031033

Jurnal yang berjudul “Penerapan Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan untuk Mendukung Kewajaran Penyajian Laporan Keuangan pada PT ‘B’ di Sidoarjo” karya Elvina Andrea Angga Manopo dan Yuliawati Tan ini membahas pentingnya audit terhadap siklus persediaan dan pergudangan dalam perusahaan manufaktur. Latar belakang dari penelitian ini adalah karena persediaan merupakan salah satu aset terbesar yang dimiliki perusahaan manufaktur, sehingga jika tidak diaudit dan diawasi dengan baik, dapat menyebabkan ketidakwajaran dalam penyajian laporan keuangan, serta membuka peluang terjadinya kecurangan (fraud). Penelitian ini bertujuan untuk menilai karakteristik siklus persediaan dan pergudangan yang ada di perusahaan, mengevaluasi sistem pengendalian internal, mengidentifikasi kelemahan-kelemahan yang terjadi, serta menjelaskan bagaimana prosedur audit dilakukan guna mendukung kewajaran laporan keuangan. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan explanatory research. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi terhadap berbagai dokumen seperti faktur, purchase order, laporan penerimaan barang, dan laporan stok opname. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saldo persediaan pada laporan keuangan telah didukung oleh bukti-bukti yang valid. Namun, ditemukan kelemahan dalam sistem pengendalian internal, khususnya terkait dokumentasi pemakaian bahan baku yang belum terdokumentasi dengan baik, serta lemahnya pengawasan fisik di gudang. Selain itu, perusahaan juga belum memiliki prosedur formal terkait penggunaan bahan baku dan pengembalian sisa bahan ke gudang. Gudang yang digunakan pun tidak memiliki sistem pengamanan yang memadai, seperti pembatasan akses dan pengawasan yang ketat.

Dari sisi penilaian persediaan, perusahaan menggunakan metode rata-rata tertimbang (weighted average), yang telah konsisten digunakan dan sesuai dengan prinsip akuntansi umum. Meskipun terdapat peningkatan perputaran persediaan, hal ini tidak diiringi oleh peningkatan penjualan, sehingga mengakibatkan penurunan laba kotor. Penulis jurnal memberikan beberapa rekomendasi, seperti penyusunan prosedur tertulis untuk stock opname, pembuatan dokumen pemakaian bahan baku, serta penerapan pengendalian akses terhadap gudang. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan gambaran yang baik tentang pentingnya audit dalam siklus persediaan untuk mendukung penyajian laporan keuangan yang wajar. Kelebihan dari jurnal ini adalah pendekatannya yang praktis dan aplikatif terhadap permasalahan nyata di lapangan. Namun, kekurangannya terletak pada ruang lingkup penelitian yang terbatas hanya pada satu perusahaan dan belum banyak mengelaborasi data kuantitatif secara mendalam. Meskipun demikian, jurnal ini tetap relevan bagi praktisi maupun akademisi yang ingin memahami implementasi audit pada siklus persediaan dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan.
In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Nur Ayu Dila 2313031055 -
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Artikel jurnal berjudul Penerapan Audit Siklus Persediaan dan Pergudangan untuk Mendukung Kewajaran Penyajian Laporan Keuangan pada PT “B” di Sidoarjo membahas tentang pentingnya penerapan audit persediaan dan pergudangan dalam mendukung kewajaran penyajian laporan keuangan perusahaan manufaktur. Dalam artikel dijelaskan bahwa persediaan merupakan salah satu aset lancar yang memiliki nilai cukup besar dan sangat berpengaruh terhadap kegiatan operasional perusahaan maupun perhitungan laba perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan sistem pengendalian internal yang baik agar persediaan dapat dikelola secara efektif dan terhindar dari kesalahan pencatatan, kehilangan barang, maupun penyalahgunaan aset. Artikel ini juga menjelaskan bahwa audit persediaan dilakukan untuk memastikan bahwa persediaan benar-benar ada, dicatat secara tepat, dan disajikan sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada perusahaan, wawancara dengan pihak terkait, dokumentasi, dan pemeriksaan dokumen perusahaan yang berkaitan dengan persediaan dan pergudangan. Penelitian dilakukan dengan menganalisis sistem pengendalian internal perusahaan, prosedur pencatatan persediaan, proses keluar masuk barang, serta pelaksanaan stock opname. Penulis juga membandingkan praktik yang diterapkan perusahaan dengan teori audit dan pengendalian internal untuk mengetahui apakah sistem yang dijalankan sudah efektif atau masih memiliki kelemahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan beberapa prosedur pengendalian internal dalam pengelolaan persediaan, namun masih terdapat kelemahan seperti kurangnya dokumen pengeluaran barang, pengawasan gudang yang belum optimal, dan pelaksanaan stock opname yang belum maksimal. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kesalahan pencatatan dan kehilangan persediaan sehingga memengaruhi kewajaran laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa audit persediaan yang baik dapat membantu meningkatkan efektivitas pengendalian internal dan keandalan laporan keuangan perusahaan.
Kelebihan penelitian ini adalah pembahasannya cukup rinci dan mudah dipahami karena menjelaskan prosedur audit persediaan secara sistematis. Selain itu, penelitian juga memberikan saran perbaikan bagi perusahaan dalam meningkatkan pengendalian internal persediaan. Adapun kekurangannya adalah penelitian hanya dilakukan pada satu perusahaan sehingga hasilnya belum tentu dapat diterapkan pada seluruh perusahaan manufaktur.
In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Zahra Syafitri T. -
Nama : Zahra Syafitri Tunnisa
NPM : 2313031035

Berdasarkan hasil telaah saya, artikel ini membahas tentang penerapan audit siklus persediaan dan pergudangan pada sebuah perusahaan manufaktur, yaitu PT “B”, untuk mendukung kewajaran penyajian laporan keuangan. Artikel ini menekankan bahwa persediaan merupakan aset yang sangat penting karena memiliki nilai material dan berhubungan langsung dengan kegiatan produksi perusahaan. Oleh sebab itu, apabila pengelolaan persediaan tidak dilakukan dengan baik, maka dapat memengaruhi laba perusahaan, efektivitas produksi, bahkan kepercayaan pihak luar terhadap laporan keuangan perusahaan.

Dalam artikel dijelaskan bahwa audit persediaan dilakukan melalui beberapa prosedur, seperti compliance test, substantive test, dan analytical review. Compliance test dilakukan untuk menilai apakah pengendalian internal perusahaan sudah berjalan dengan baik, sedangkan substantive test bertujuan untuk memastikan bahwa saldo persediaan yang dicatat dalam laporan keuangan benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya. Melalui prosedur tersebut, auditor dapat mengetahui apakah terdapat kesalahan pencatatan, kelemahan pengawasan, atau bahkan potensi kecurangan dalam pengelolaan persediaan.

Artikel ini juga menjelaskan bahwa PT “B” sebenarnya telah memiliki sistem pengendalian internal yang cukup memadai. Hal tersebut terlihat dari adanya struktur organisasi, dokumen transaksi, serta pelaksanaan stock opname secara berkala setiap akhir bulan. Selain itu, perusahaan juga menggunakan metode weighted average dalam penilaian persediaan dan menerapkannya secara konsisten sesuai standar akuntansi. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kelemahan yang cukup penting, seperti tidak adanya dokumen pengeluaran bahan baku, akses gudang yang kurang dibatasi, serta belum adanya fungsi penyimpanan khusus yang mengawasi keluar masuknya bahan baku.

Menurut hasil telaah saya, kelemahan tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko bagi perusahaan. Tanpa adanya dokumen pengeluaran bahan baku, perusahaan akan kesulitan mengetahui jumlah bahan baku yang benar-benar digunakan dalam proses produksi. Hal ini dapat menyebabkan ketidaktepatan dalam perhitungan biaya produksi dan membuka peluang terjadinya kehilangan persediaan maupun fraud. Selain itu, gudang yang dapat diakses oleh banyak pihak juga meningkatkan risiko pencurian atau penyalahgunaan aset perusahaan.

Artikel ini juga menunjukkan bahwa audit tidak hanya berfungsi untuk memeriksa laporan keuangan, tetapi juga membantu perusahaan dalam memperbaiki sistem operasional dan pengendalian internal. Auditor memberikan beberapa rekomendasi, seperti membuat dokumen pengeluaran bahan baku, memperketat pengamanan gudang, menyusun instruksi tertulis stock opname, serta membuat standar penggunaan bahan baku agar kualitas produk lebih konsisten. Dengan adanya rekomendasi tersebut, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan persediaan dan meminimalkan risiko kerugian di masa mendatang.

Secara keseluruhan, menurut saya artikel ini memberikan pemahaman yang cukup jelas mengenai pentingnya audit siklus persediaan dan pergudangan dalam perusahaan manufaktur. Artikel ini juga memperlihatkan bahwa laporan keuangan yang wajar tidak hanya bergantung pada pencatatan akuntansi, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pengendalian internal dan sistem operasional perusahaan. Audit menjadi alat yang penting untuk menjaga keakuratan informasi keuangan sekaligus membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pengelolaan persediaan.
In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Lilin Ratnasari -
Nama: Lilin Ratnasari
NPM: 2313031056

Berdasarkan artikel tersebut, saya menilai bahwa penerapan audit persediaan pada PT “B” sebenarnya sudah cukup baik dalam hal pencatatan dan pemeriksaan dokumen, karena saldo persediaan telah sesuai dengan laporan keuangan dan didukung dokumen pembelian yang lengkap. Namun, pengendalian internal perusahaan masih belum maksimal karena tidak adanya dokumen pemakaian bahan baku. Hal ini menurut saya cukup berisiko, sebab perusahaan akan sulit mengetahui jumlah bahan baku yang benar-benar digunakan dalam proses produksi.

Selain itu, stock opname yang dilakukan setiap akhir bulan memang membantu pengawasan persediaan, tetapi tanpa pencatatan keluar masuk bahan baku secara rinci, hasilnya bisa saja kurang akurat. Saya juga melihat bahwa perusahaan terlalu berfokus pada pencatatan administrasi dibandingkan pengawasan operasional di gudang. Padahal, keamanan gudang dan pembatasan akses sangat penting untuk mencegah kehilangan atau penyalahgunaan persediaan. Menurut saya, penelitian ini menunjukkan bahwa audit tidak hanya sekadar memeriksa laporan keuangan, tetapi juga menilai apakah sistem pengendalian perusahaan sudah berjalan efektif atau belum. Oleh karena itu, PT “B” sebaiknya memperbaiki sistem pengawasan bahan baku dan mulai menggunakan pencatatan persediaan yang lebih rinci agar kegiatan produksi dapat berjalan lebih efisien dan risiko kerugian dapat dikurangi.
In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Fatria Irawan -
Nama : Fatria Irawan
NPM : 2313031036
Kelas : 2023B

Berdasarkan artikel tersebut, saya memahami bahwa pemeriksaan persediaan dan pergudangan memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga keakuratan laporan keuangan serta efektivitas pengendalian internal perusahaan. Artikel menjelaskan bahwa audit persediaan dilakukan untuk memastikan bahwa persediaan yang dimiliki perusahaan benar-benar ada, dicatat dengan benar, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Selain itu, perusahaan juga perlu memiliki sistem pengendalian internal yang baik agar dapat meminimalkan risiko kehilangan persediaan, kesalahan pencatatan, maupun kecurangan.

Dari hasil penelitian dalam artikel tersebut, ditemukan bahwa perusahaan telah melakukan stock opname secara berkala dan menggunakan metode weighted average dalam penilaian persediaan yang sudah sesuai dengan standar akuntansi. Namun, masih terdapat beberapa kelemahan seperti tidak adanya dokumen pengeluaran bahan baku dan akses gudang yang masih bebas dimasuki siapa saja. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kehilangan persediaan dan menyulitkan perusahaan dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan bahan baku.

Menurut saya, artikel ini sangat bermanfaat karena memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya audit persediaan dalam sebuah entitas. Saya juga memahami bahwa pengendalian internal yang baik, seperti penggunaan dokumen pengeluaran bahan baku, pembatasan akses gudang, dan pelaksanaan stock opname yang teratur, dapat membantu perusahaan menjaga aset serta meningkatkan keandalan laporan keuangan. Oleh karena itu, audit persediaan tidak hanya penting untuk kepentingan laporan keuangan, tetapi juga untuk mendukung efektivitas operasional perusahaan secara keseluruhan.
In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Dita Silviana Putri -
Nama: Dita Silviana Putri
NPM : 313031057

Artikel ini membahas penerapan audit siklus persediaan dan pergudangan untuk mendukung kewajaran penyajian laporan keuangan pada sebuah perusahaan manufaktur. Penelitian dilakukan karena terdapat kelemahan pengendalian internal pada persediaan bahan baku yang berpotensi menyebabkan ketidakakuratan informasi persediaan dalam laporan keuangan.
Berdasarkan hasil telaah, penelitian menunjukkan bahwa audit persediaan memiliki peran penting dalam menilai keandalan informasi persediaan dan efektivitas pengendalian internal perusahaan. Hasil audit menemukan bahwa nilai persediaan bahan baku yang disajikan dalam laporan keuangan telah didukung oleh dokumen yang memadai dan metode pencatatan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Namun, penelitian juga menemukan beberapa kelemahan dalam sistem pengendalian internal perusahaan, antara lain tidak adanya dokumen pemakaian atau pengeluaran bahan baku, akses gudang yang belum dibatasi secara memadai, serta belum adanya fungsi penyimpanan yang khusus menangani persediaan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kehilangan persediaan, kesalahan pencatatan, maupun terjadinya kecurangan (fraud).
Dari sisi metodologi, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan analisis dokumen sehingga mampu memberikan gambaran yang cukup mendalam mengenai kondisi pengendalian internal perusahaan.
Secara keseluruhan, artikel ini memberikan pemahaman bahwa audit persediaan dan pergudangan tidak hanya bertujuan memverifikasi saldo persediaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal perusahaan tergolong cukup memadai, tetapi masih memerlukan perbaikan dalam aspek dokumentasi, pengawasan gudang, dan prosedur pengeluaran bahan baku agar risiko kesalahan dan penyimpangan dapat diminimalkan serta kualitas laporan keuangan menjadi lebih andal.
Kesimpulannya, artikel ini relevan dan bermanfaat karena menunjukkan bahwa keberhasilan pengendalian internal sangat bergantung pada penerapan prosedur audit yang baik, pemisahan tugas yang jelas, dokumentasi yang lengkap, serta pengawasan yang konsisten terhadap persediaan perusahaan. Temuan dan rekomendasi yang diberikan dapat menjadi acuan bagi perusahaan manufaktur dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal dan kualitas pelaporan keuangan.
In reply to First post

Re: Telaah artikel

by INTAN ROMALA SARI -
Nama : Intan Romala Sari
NPM : 2313031051

Brdasarkan artikel diatas yang berjudul "Penerapan audit Siklus Persediaan dan Pergudangan untuk mendukung Kewajaran Penyajian laporan keuangan pada PT B di Sidoarjo" dapat di analisis bahwa Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penilaian persediaan bahan baku serta permasalahan dan kelemahan pengendalian internal yang ada pada PT “B”. Dalam hasil pemeriksaaan terhadap persediaan bahan baku di PT “B” diketahui bahwa di PT “B” menggunakan metode penentuan biaya persatuan berdasarkan harga perolehan dengan metode weighted average dalam penilaian persediaan dan sistem periodik dalam pencatatannya. Metode-metode dan sistem tersebut telah sesuai dengan SAK ETAP dan diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dimana metode pengumpulan data yang digunakan cenderung bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis dokumen, observasi, wawancara dan kuesioner. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti, maka beberapa kelemahan yang dimiliki oleh pengendalian internal PT "B" masih dapat ditoleransi. Beberapa kekurangan yang dimiliki oleh PT "B" berdasarkan hasil penelitian, yaitu gudang yang bebas dimasuki oleh siapapun dan tidak adanya dokumen pengeluaran persediaan bahan baku. Pengendalian internal siklus persediaan dan pergudangan PT "B" memiliki struktur organisasi yang terpisah pada setiap fungsi pada badan usaha. Sistem dan prosedur terkait dengan persediaan diterapkan dengan cukup baik dan didukung dengan dokumen yang diperlukan. Beberapa pernyataan ini sejalan dengan ciri kontrol internal yang baik sebagaimana yang dijelaskan oleh Setiawan. Pelaksanaan audit siklus persediaan dan pergudangan terdiri dari beberapa prosedur audit, yakni compliance test, substantive test. 
In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Irenius Juni Nugroho 2313031032 -
Nama : Irenius Juni Nugroho
NPM : 2313031032

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penilaian persediaan bahan baku serta permasalahan dan kelemahan pengendalian internal yang ada pada PT “B”. Dalam hasil pemeriksaaan terhadap persediaan bahan baku di PT “B” diketahui bahwa di PT “B” menggunakan metode penentuan biaya persatuan berdasarkan harga perolehan dengan metode weighted average dalam penilaian persediaan dan sistem periodik dalam pencatatannya. Metode-metode dan sistem tersebut telah sesuai dengan SAK ETAP dan diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dimana metode pengumpulan data yang digunakan cenderung bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis dokumen, observasi, wawancara dan kuesioner. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti, maka beberapa kelemahan yang dimiliki oleh pengendalian internal PT "B" masih dapat ditoleransi. Beberapa kekurangan yang dimiliki oleh PT "B" berdasarkan hasil penelitian, yaitu gudang yang bebas dimasuki oleh siapapun dan tidak adanya dokumen pengeluaran persediaan bahan baku. Pengendalian internal siklus persediaan dan pergudangan PT "B" memiliki struktur organisasi yang terpisah pada setiap fungsi pada badan usaha. Sistem dan prosedur terkait dengan persediaan diterapkan dengan cukup baik dan didukung dengan dokumen yang diperlukan. Beberapa pernyataan ini sejalan dengan ciri kontrol internal yang baik sebagaimana yang dijelaskan oleh Setiawan. Pelaksanaan audit siklus persediaan dan pergudangan terdiri dari beberapa prosedur audit, yakni compliance test, substantive test, dan analytical review. Peneliti melakukan substantive test pada PT "B" dengan hasil yang menujukkan bahwa laporan keuangan PT "B" telah disajikan secara wajar, namun masih terdapat kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki terutama dalam hal pengendalian atas persediaan bahan baku terkait dengan penyimpanan serta pengeluarannya.
In reply to First post

Re: Telaah artikel

by Igha Mawardhani -

Nama : Igha Mawardhani

NPM : 2313031043


Artikel ini membahas audit siklus persediaan dan pergudangan yang merupakan salah satu bagian penting dalam audit laporan keuangan perusahaan manufaktur. Persediaan memiliki nilai yang cukup besar dan berhubungan langsung dengan proses produksi serta penentuan laba perusahaan. Oleh karena itu, audit terhadap persediaan diperlukan untuk memastikan bahwa pencatatan, penyimpanan, dan pelaporannya telah dilakukan secara benar dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Salah satu kelebihan artikel ini adalah penggunaan berbagai teknik pengumpulan data, seperti observasi, wawancara, kuesioner, dan analisis dokumen. Dengan metode tersebut, penulis dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi perusahaan. Selain itu, artikel menjelaskan proses audit secara sistematis mulai dari pemahaman sistem pengendalian internal, identifikasi kelemahan, hingga evaluasi kewajaran penyajian persediaan dalam laporan keuangan.

Hasil audit menunjukkan bahwa nilai persediaan yang disajikan dalam laporan keuangan perusahaan telah didukung oleh dokumen yang memadai dan secara umum telah disajikan secara wajar. Perusahaan juga telah menerapkan prosedur pengendalian internal yang cukup baik serta melakukan stock opname secara berkala. Namun, masih ditemukan beberapa kelemahan, seperti belum adanya dokumen khusus untuk mencatat pemakaian dan pengeluaran bahan baku serta kurang optimalnya pengamanan gudang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kesalahan pencatatan maupun kehilangan persediaan.

Meskipun memberikan pembahasan yang cukup detail, penelitian ini hanya berfokus pada satu perusahaan sehingga hasilnya belum tentu dapat diterapkan pada perusahaan lain. Selain itu, artikel lebih menekankan pada analisis kondisi internal perusahaan dan belum banyak membahas perbandingan dengan praktik terbaik atau penelitian sejenis sehingga ruang lingkup pembahasannya masih terbatas.

Menurut saya, artikel ini cukup baik karena mampu menunjukkan pentingnya audit persediaan dan pergudangan dalam menjaga keandalan laporan keuangan. Artikel juga berhasil mengidentifikasi beberapa kelemahan pengendalian internal yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan. Rekomendasi yang diberikan, seperti penyusunan dokumen pemakaian bahan baku, peningkatan pengamanan gudang, dan perbaikan prosedur pengendalian internal, sangat relevan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan persediaan. Secara keseluruhan, artikel ini memberikan pemahaman yang baik mengenai penerapan audit persediaan dan pentingnya pengendalian internal dalam mendukung kewajaran laporan keuangan perusahaan.