Forum Analisis Soal-2

Forum Analisis Soal-2

Re: Forum Analisis Soal-2

by Andini Larasati -
Number of replies: 1
NAMA: ANDINI LARASATI
NPM:2515012058

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu yang dipelajari, sebagai landasan etika pengembangan ilmu, serta prosesnya di tengah persaingan global saat ini?

Pancasila berperan sebagai pedoman nilai dan etika dalam pengembangan ilmu arsitektur, khususnya di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta persaingan global. Dalam arsitektur, Pancasila menjadi dasar dalam cara berpikir, merancang, dan mengambil keputusan agar hasil karya tidak hanya indah dan modern, tetapi juga bermoral, manusiawi, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi landasan moral agar arsitek menyadari bahwa alam adalah ciptaan Tuhan yang harus dijaga. Oleh karena itu, proses perancangan dan pembangunan bangunan harus dilakukan secara bertanggung jawab, tidak merusak lingkungan, serta memperhatikan prinsip keberlanjutan. Penggunaan teknologi dalam arsitektur juga harus dibatasi oleh etika agar tidak merugikan manusia maupun alam.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan bahwa arsitektur harus berorientasi pada manusia. Bangunan dan ruang publik perlu dirancang dengan memperhatikan kenyamanan, keselamatan, dan kebutuhan semua orang, termasuk anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Arsitektur tidak boleh hanya mementingkan keuntungan ekonomi atau tren global, tetapi harus menjunjung martabat manusia dan nilai kemanusiaan.
Sila Persatuan Indonesia mengajarkan pentingnya menjaga identitas dan jati diri bangsa dalam arsitektur. Di tengah globalisasi, arsitek Indonesia dituntut untuk tetap menghargai budaya lokal, kearifan tradisional, dan kondisi lingkungan setempat. Arsitektur yang berlandaskan persatuan akan memperkuat rasa kebangsaan dan mencegah hilangnya karakter arsitektur Indonesia akibat pengaruh budaya asing.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan tercermin dalam proses perencanaan dan pembangunan yang melibatkan masyarakat. Arsitek perlu membuka ruang dialog dengan warga, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya agar keputusan desain diambil melalui musyawarah dan tidak merugikan pihak tertentu. Dengan demikian, arsitektur dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menuntut agar pengembangan arsitektur tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Arsitektur harus mendukung pemerataan pembangunan, seperti penyediaan hunian layak, fasilitas umum, dan ruang publik yang mudah diakses semua orang. Di tengah persaingan global, ilmu arsitektur harus diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan sosial, bukan sekadar keuntungan ekonomi.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Saya harapkan lahir pemimpin Pancasilais yang jujur, adil, dan bijaksana dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan rakyat serta pembangunan yang berkelanjutan. Warga negara Pancasilais diharapkan mampu bersikap kritis, bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi, serta tetap menjaga persatuan dan menghargai perbedaan. Sementara itu, ilmuwan dan akademisi Pancasilais, termasuk arsitek, diharapkan mampu mengembangkan ilmu dan teknologi secara kreatif dan inovatif, namun tetap berpegang pada nilai moral, etika, dan keadilan sosial. Dengan demikian, kemajuan IPTEK dan arsitektur di Indonesia dapat berjalan seimbang antara modernitas, kemanusiaan, dan nilai-nilai Pancasila.
In reply to Andini Larasati

Re: Forum Analisis Soal-2

by Annaisha Nasywaa Rasendriya -
NAMA : ANNAISHA NASYWAA RASENDRIYA
NPM : 2515012074
KELAS : A

ANALISIS SOAL

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Menurut saya, Pancasila punya peran penting sebagai paradigma ilmu supaya pengembangan ilmu pengetahuan tidak hanya fokus pada kemajuan teknologi dan persaingan global, tetapi juga tetap punya arah dan nilai. Dalam disiplin ilmu Arsitektur yang saya pelajari, Pancasila bisa menjadi dasar dalam menentukan bagaimana ilmu dan teknologi digunakan secara bertanggung jawab.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan bahwa dalam mengembangkan ilmu arsitektur perlu ada kesadaran moral, kejujuran, dan tanggung jawab, baik terhadap lingkungan maupun terhadap manusia. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengingatkan bahwa bangunan dan ruang yang dirancang seharusnya memperhatikan kenyamanan, keselamatan, dan kebutuhan manusia, bukan hanya nilai estetika atau keuntungan semata. Sila Persatuan Indonesia mendorong agar dalam menghadapi persaingan global, arsitektur tetap mempertahankan identitas dan budaya lokal, tanpa menutup diri dari perkembangan teknologi modern. Sila Kerakyatan menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, sedangkan sila Keadilan Sosial menjadi tujuan akhir agar hasil pembangunan bisa dirasakan oleh semua kalangan, bukan hanya kelompok tertentu.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Saya berharap pemimpin yang Pancasilais adalah pemimpin yang tidak hanya pintar dan mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga punya sikap adil dan peduli terhadap masyarakat. Pemimpin seharusnya mampu menggunakan kemajuan IPTEK untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Sebagai warganegara, sikap Pancasilais bisa ditunjukkan dengan menggunakan teknologi secara bijak, tidak mudah terprovokasi, dan tetap menghargai perbedaan. Sementara itu, ilmuwan yang Pancasilais diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan tidak lepas dari nilai kemanusiaan. Ke depan, pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang berpegang pada nilai Pancasila sangat dibutuhkan agar kemajuan IPTEK benar-benar membawa dampak positif bagi Indonesia.