Forum Analisis Soal-1

Forum Analisis Soal-1

Re: Forum Analisis Soal-1

NABILA ALICE GUSTIANA གིས-
Number of replies: 1
Nama: NABILA ALICE GUSTIANA
NPM: 2515012007
Kelas: B

A. Tanggapan & Antisipasi Hoaks
Berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks dapat menyebar luas tanpa memandang latar belakang pendidikan karena dipicu emosi, preferensi pribadi, dan algoritma media sosial. Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, saya akan memverifikasi informasi dari sumber tepercaya, tidak langsung membagikan berita yang provokatif, serta meningkatkan literasi digital dan sikap kritis saat menerima informasi di media sosial.
B. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai Nilai Pancasila & Solusi
Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai Pancasila dapat memicu perpecahan, intoleransi, manipulasi informasi, dan hilangnya etika bermedia. Solusinya adalah menjadikan Pancasila sebagai rambu etika digital, melalui edukasi etika bermedia, penegakan regulasi digital, serta mendorong penggunaan teknologi yang menjunjung nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.
C. Solusi Konsumerisme Teknologi (Sesuai Program Studi)
Sikap konsumerisme membuat Indonesia hanya menjadi pasar teknologi asing. Solusinya, mahasiswa sesuai bidang studinya perlu mengembangkan inovasi lokal, mendukung riset dan kreativitas anak bangsa, serta mendorong penggunaan dan pengembangan produk teknologi dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga produsen teknologi.
In reply to NABILA ALICE GUSTIANA

Re: Forum Analisis Soal-1

Annaisha Nasywaa Rasendriya གིས-
NAMA : ANNAISHA NASYWAA RASENDRIYA
NPM : 2515012074
KELAS : A

ANALISIS SOAL

A. Tanggapan terhadap berita dan cara mengantisipasi dampak hoaks
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks masih menjadi masalah besar di media sosial. Penyebaran informasi palsu sering kali terjadi karena banyak orang tidak benar-benar memeriksa kebenaran berita yang mereka terima. Apalagi jika isi berita tersebut sesuai dengan pendapat atau emosi pribadi, orang cenderung langsung percaya dan membagikannya tanpa berpikir panjang. Media sosial yang serba cepat membuat hoaks mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, hal sederhana yang bisa saya lakukan adalah lebih berhati-hati sebelum membagikan informasi. Setiap berita sebaiknya dicek dulu sumbernya, apakah berasal dari media yang terpercaya atau tidak. Selain itu, saya juga perlu membiasakan diri untuk tidak langsung bereaksi atau menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Sikap lebih kritis dan sadar dalam menggunakan media sosial sangat penting agar tidak ikut memperparah penyebaran hoaks.

B. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila di media sosial serta solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai Pancasila dapat terlihat dari banyaknya konten negatif di media sosial, seperti ujaran kebencian, provokasi, dan berita palsu. Media sosial sering kali digunakan tanpa mempertimbangkan etika, sehingga memicu konflik dan perpecahan di masyarakat. Kondisi ini jelas bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, dan sikap saling menghargai yang terkandung dalam Pancasila.
Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam penggunaan teknologi, terutama melalui pendidikan dan kesadaran individu. Pengguna media sosial perlu dibiasakan untuk menghargai perbedaan pendapat dan bertanggung jawab atas apa yang mereka unggah. Selain itu, peran pemerintah dan lembaga pendidikan juga penting dalam meningkatkan literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bersifat negatif.

C. Solusi konsumerisme teknologi ditinjau dari jurusan yang diambil
Sikap konsumerisme teknologi membuat Indonesia lebih sering menjadi pengguna produk teknologi dari negara lain, tanpa banyak berkontribusi dalam pengembangannya. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan IPTEK dalam negeri masih perlu ditingkatkan. Jika dikaitkan dengan jurusan Arsitektur yang saya ambil, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan lebih mengembangkan teknologi dan inovasi yang sesuai dengan kondisi dan potensi lokal.
Mahasiswa arsitektur seharusnya tidak hanya bergantung pada teknologi asing, tetapi juga mampu mengolah ide dan konsep yang memanfaatkan sumber daya lokal, baik dari segi material maupun desain. Dengan begitu, teknologi dapat digunakan secara lebih mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada produk luar, tetapi juga sejalan dengan nilai Pancasila, khususnya dalam menciptakan keadilan dan kemandirian bangsa.