Silakan diresume kedua sumber belajar di atas, dan diupload disini dalam bentuk resume_nama_npm filetype pdf. Maksimal unggah resume tanggal 19 September 2025.
ACTIVITY: RESUME
NAMA : NABILLA SEVTIANA PUTRI
NPM : 2213031079
NPM : 2213031079
Nama: Mohamad Ghinau Thofadilah
NPM: 2213031098
NPM: 2213031098
Nama: Cindi Yosari Saragih
NPM: 2213031084
NPM: 2213031084
NAMA : WAYAN SINTIA DEWI
NPM : 2213031083
Nama: Astin Trimartalena
Npm: 2213031081
Npm: 2213031081
Nama : Muhammad Zinedine Yazid Zidane Siregar
Npm : 2213031087
Npm : 2213031087
Nama: Zildjian Fitri
NPM: 2213031086
NPM: 2213031086
Nama : Aldi Pranoto
NPM : 2213031088
Nama: Novitria Amali
NPM: 2213031078
NPM: 2213031078
Nama : Binti Alviani
NPM : 2213031082
NPM : 2213031082
Nama:Berliana
Npm:2253031004
Jurnal 1: Konsentrasi Industri Berdasarkan Pendekatan SCP (Structure–Conduct–Performance)
Konsentrasi industri merupakan indikator penting dalam menilai struktur pasar karena berpengaruh terhadap tingkat persaingan, efisiensi, serta kinerja suatu industri. Dalam kondisi pasar yang terus berubah, pelaku usaha dituntut mampu beradaptasi agar tetap bertahan. Pendekatan SCP digunakan sebagai alat analisis untuk memahami dan memprediksi dinamika pasar, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Konsentrasi industri menunjukkan sejauh mana pasar dikuasai oleh sejumlah perusahaan besar. Semakin tinggi tingkat konsentrasi, semakin besar kemungkinan terbentuknya pasar oligopoli atau monopoli, yang memungkinkan perusahaan dominan mengendalikan harga, jumlah produksi, dan arah inovasi. Namun, tingginya konsentrasi tidak selalu berarti persaingan lemah, karena dalam beberapa kasus justru dapat meningkatkan efisiensi melalui skala ekonomi dan investasi yang lebih besar. Dalam kerangka SCP, struktur industri (pangsa pasar, tingkat konsentrasi, dan hambatan masuk) akan memengaruhi perilaku perusahaan, seperti strategi harga dan promosi, yang selanjutnya berdampak pada kinerja industri, baik dari sisi efisiensi, pertumbuhan, maupun kesejahteraan ekonomi. Oleh karena itu, analisis konsentrasi industri berbasis SCP menjadi alat penting bagi pelaku usaha dan pemerintah untuk merancang kebijakan yang mendukung persaingan sehat dan peningkatan kinerja ekonomi.
Jurnal 2: Analisis Konsentrasi Rasio Industri Besar dan Sedang pada Subsektor Makanan dan Minuman di Indonesia
Jurnal ini menganalisis tingkat konsentrasi pasar pada industri manufaktur makanan dan minuman di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013–2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penguasaan pangsa pasar oleh perusahaan besar dalam subsektor tersebut. Data yang digunakan berasal dari sumber sekunder, terutama Bursa Efek Indonesia, dengan metode analisis berupa Concentration Ratio (CR4 dan CR8), Indeks Herfindahl-Hirschman (HHI), serta regresi linier berganda. Subsektor makanan dan minuman dipilih karena memiliki kontribusi besar terhadap PDB nasional, khususnya industri nonmigas, serta pertumbuhan yang cukup tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa empat perusahaan terbesar menguasai sekitar 88% pangsa pasar (CR4), sedangkan delapan perusahaan terbesar menguasai sekitar 97% pangsa pasar (CR8). Temuan ini mengindikasikan bahwa struktur pasar industri tersebut termasuk dalam kategori oligopoli ketat hingga oligopoli penuh. Nilai HHI rata-rata sebesar 0,30 juga menunjukkan tingkat konsentrasi pasar yang tinggi, di mana penguasaan pasar terfokus pada beberapa perusahaan besar. Kondisi ini menciptakan hambatan masuk yang signifikan bagi perusahaan baru dan berpotensi menimbulkan praktik persaingan tidak sehat. Oleh sebab itu, pengawasan dan peran pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga iklim persaingan yang adil serta melindungi kepentingan konsumen.
resume Jurnal 2:
Jurnal ini membahas tingkat konsentrasi industri besar dan sedang pada subsektor manufaktur makanan dan minuman di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013–2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur pasar serta sejauh mana penguasaan pangsa pasar oleh perusahaan-perusahaan besar. Data yang digunakan merupakan data sekunder dengan metode analisis Concentration Ratio (CR4 dan CR8), Indeks Herfindahl-Hirschman (HHI), serta regresi linier berganda. Subsektor makanan dan minuman dipilih karena perannya yang signifikan terhadap PDB nasional dan pertumbuhannya yang cukup tinggi, meskipun menghadapi persaingan ketat dari produk negara ASEAN.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat perusahaan terbesar menguasai sekitar 88% pangsa pasar (CR4) dan delapan perusahaan terbesar menguasai sekitar 97% pangsa pasar (CR8), yang menandakan struktur pasar oligopoli ketat hingga oligopoli penuh. Nilai HHI rata-rata sebesar 0,30 juga mengindikasikan tingkat konsentrasi pasar yang tinggi, di mana dominasi pasar terpusat pada beberapa perusahaan besar. Kondisi ini menciptakan hambatan masuk yang tinggi bagi pelaku usaha baru serta berpotensi menimbulkan praktik persaingan tidak sehat, seperti pengendalian harga. Oleh karena itu, pengawasan dan peran pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga persaingan yang sehat dan melindungi kepentingan konsumen.
Npm:2253031004
Jurnal 1: Konsentrasi Industri Berdasarkan Pendekatan SCP (Structure–Conduct–Performance)
Konsentrasi industri merupakan indikator penting dalam menilai struktur pasar karena berpengaruh terhadap tingkat persaingan, efisiensi, serta kinerja suatu industri. Dalam kondisi pasar yang terus berubah, pelaku usaha dituntut mampu beradaptasi agar tetap bertahan. Pendekatan SCP digunakan sebagai alat analisis untuk memahami dan memprediksi dinamika pasar, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Konsentrasi industri menunjukkan sejauh mana pasar dikuasai oleh sejumlah perusahaan besar. Semakin tinggi tingkat konsentrasi, semakin besar kemungkinan terbentuknya pasar oligopoli atau monopoli, yang memungkinkan perusahaan dominan mengendalikan harga, jumlah produksi, dan arah inovasi. Namun, tingginya konsentrasi tidak selalu berarti persaingan lemah, karena dalam beberapa kasus justru dapat meningkatkan efisiensi melalui skala ekonomi dan investasi yang lebih besar. Dalam kerangka SCP, struktur industri (pangsa pasar, tingkat konsentrasi, dan hambatan masuk) akan memengaruhi perilaku perusahaan, seperti strategi harga dan promosi, yang selanjutnya berdampak pada kinerja industri, baik dari sisi efisiensi, pertumbuhan, maupun kesejahteraan ekonomi. Oleh karena itu, analisis konsentrasi industri berbasis SCP menjadi alat penting bagi pelaku usaha dan pemerintah untuk merancang kebijakan yang mendukung persaingan sehat dan peningkatan kinerja ekonomi.
Jurnal 2: Analisis Konsentrasi Rasio Industri Besar dan Sedang pada Subsektor Makanan dan Minuman di Indonesia
Jurnal ini menganalisis tingkat konsentrasi pasar pada industri manufaktur makanan dan minuman di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013–2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penguasaan pangsa pasar oleh perusahaan besar dalam subsektor tersebut. Data yang digunakan berasal dari sumber sekunder, terutama Bursa Efek Indonesia, dengan metode analisis berupa Concentration Ratio (CR4 dan CR8), Indeks Herfindahl-Hirschman (HHI), serta regresi linier berganda. Subsektor makanan dan minuman dipilih karena memiliki kontribusi besar terhadap PDB nasional, khususnya industri nonmigas, serta pertumbuhan yang cukup tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa empat perusahaan terbesar menguasai sekitar 88% pangsa pasar (CR4), sedangkan delapan perusahaan terbesar menguasai sekitar 97% pangsa pasar (CR8). Temuan ini mengindikasikan bahwa struktur pasar industri tersebut termasuk dalam kategori oligopoli ketat hingga oligopoli penuh. Nilai HHI rata-rata sebesar 0,30 juga menunjukkan tingkat konsentrasi pasar yang tinggi, di mana penguasaan pasar terfokus pada beberapa perusahaan besar. Kondisi ini menciptakan hambatan masuk yang signifikan bagi perusahaan baru dan berpotensi menimbulkan praktik persaingan tidak sehat. Oleh sebab itu, pengawasan dan peran pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga iklim persaingan yang adil serta melindungi kepentingan konsumen.
resume Jurnal 2:
Jurnal ini membahas tingkat konsentrasi industri besar dan sedang pada subsektor manufaktur makanan dan minuman di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013–2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur pasar serta sejauh mana penguasaan pangsa pasar oleh perusahaan-perusahaan besar. Data yang digunakan merupakan data sekunder dengan metode analisis Concentration Ratio (CR4 dan CR8), Indeks Herfindahl-Hirschman (HHI), serta regresi linier berganda. Subsektor makanan dan minuman dipilih karena perannya yang signifikan terhadap PDB nasional dan pertumbuhannya yang cukup tinggi, meskipun menghadapi persaingan ketat dari produk negara ASEAN.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat perusahaan terbesar menguasai sekitar 88% pangsa pasar (CR4) dan delapan perusahaan terbesar menguasai sekitar 97% pangsa pasar (CR8), yang menandakan struktur pasar oligopoli ketat hingga oligopoli penuh. Nilai HHI rata-rata sebesar 0,30 juga mengindikasikan tingkat konsentrasi pasar yang tinggi, di mana dominasi pasar terpusat pada beberapa perusahaan besar. Kondisi ini menciptakan hambatan masuk yang tinggi bagi pelaku usaha baru serta berpotensi menimbulkan praktik persaingan tidak sehat, seperti pengendalian harga. Oleh karena itu, pengawasan dan peran pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga persaingan yang sehat dan melindungi kepentingan konsumen.