Weekly outline
General
Salam Pembelajar,
Selamat datang di perkuliahan Desain dan Model PIPS.
Mata kuliah ini berbobot 3 sks, dengan dosen pengampu Dr. Pujiati, M.Pd., Dr. Novia Fitri Istiawati, M.Pd., dan Dr. Nikki Tri Sakung, M.Pd.

Dr. Pujiati, M.Pd. Dr. Novia Fitri Istiawati, M.Pd. Dr. Nikki Tri Sakung, M.Pd.
Mata kuliah ini mengkaji teori belajar dan pembelajaran yang mendasari desain dan model pembelajaran (behavioristik, kognitivistik, humanistik, sibernetik, dan konstruktivistik), mendeskripsikan pembelajaran sebagai sebuah sistem, perspektif pembelajaran sukses, mendeskripsikan konsep, prinsip, prosedur, dan langkah-langkah desain sistem pembelajaran, menganalisis dan membandingkan desain sistem pembelajaran ADDIE, Dick&Carey, ASSURE, J.KEMP, mengembangkan model pembelajaran IPS, menerapkan desain dan mengevaluasi rancangan model pembelajaran IPS dengan tepat dan bertanggungjawab.
Setelah menyesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu merancang dan berkreasi pada implementasi model pembelajaran IPS sesuai dengan kebutuhan di bidang tugasnya masing-masing.
Ø Mahasiswa mampu menjelaskan konsep teori belajar dan pembelajaran (behavioristik, kognitifistik, humanistik, sibernetik, dan konstruktivistik).
Ø Mahasiswa mampu mendeskripsikan pembelajaran sebagai sebuah sistem.
Ø Mahasiswa mampu mendeskripsikan perspektif pembelajaran sukses.
Ø Mahasiswa mampu mendekripsikan konsep, prinsip, prosedur, dan langkah desain sistem pembelajaran.
Ø Mahasiswa mampu membandingkan model desain sistem pembelajaran ADDIE, Dick&carey, ASSURE dan J.Kemp.
Ø Mahasiswa mampu menganalisis model-model desain sistem pembelajaran ADDIE.
Ø Mahasiswa mampu menganalisis model-model desain sistem pembelajaran Dick &Carey.
Ø Mahasiswa mampu menganalisis model-model desain sistem pembelajaran ASSURE.
Ø Mahasiswa mampu menganalisis model-model desain sistem pembelajaran J. KEMP.
Ø Mahasiswa mampu menganalisis ragam model dan pendekatan dalam pembelajaran IPS.
Ø Mahasiswa mampu mengembangkan desain sistem pembelajaran IPS sesuai kebutuhan pada bidang tugasnya masing-masing
Ø Mahasiswa mampu menerapkan setiap langkah desain sistem pembelajaran ADDIE, Dick & Carey, ASSURE, Jerol Kemp.
Ø Mahasiswa melakukan ujicoba perangkat pembelajaran, model dan menyusun laporan ujicoba.
Pengalaman belajar pada mata kuliah ini menggunakan pendekatan case methode dan team base project. Menerapkan pembelajaran andragogi yang mengapresiasi kegiatan pembelajaran secara interaktif. Pembelajaran diberikan dalam bentuk diskusi interaktif, dan penugasan terbimbing maupun penyelesaian kasus dan project baik secara mandiri maupun berkelompok. Tujuan penggunaan metode yang bervariasi dalam pembelajaran untuk mendorong munculnya curiosity, kontribusi, dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran melalui ragam aktivitas belajar. Mahasiswa diminta berperan aktif untuk memahami topik yang dibahas. Karena itu mahasiswa diwajibkan untuk mengeksplorasi bahan bacaan yang relevan guna mendukung pemahamannya di perkuliahan ini.
Penilaian dilakukan oleh dosen dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:
A 81-100
A- 76-80
B+ 71-75
B 66-70
C+ 61-65
C 56-60
D 51-55
E < 51
Bobot penilaian akhir:
1. Project 35%
2. Activity Partisipatif 15%
3. Tugas 10%
4. UTS 20%
5. UAS 20%
Kriteria penilaian :
Ketepatan, sistematika, dan relevansi
Originalitas, Kebenaran isi, Konsistensi;
Ketepatan tata tulis sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang benar dan sesuai dengan standar APA dalam penyajian tabel, gambar, penulisan rujukan dan penulisan sitasi;
Orin w, Anderson and Krathwohl, david R. 2001. A Taxonomy for Learning, Teaching and Assesing. A Revision of Bloom’s taxonomy of Educational Objectives. Abridged Edition. Longman, Inc. new York. San fransisco. Boston.
Banks, James A. 1990. Teaching Strategies for the Social Studies. Inquiry, Valuing, and Decision Making. Fourth Edition. New York: Longman.
Benny A Pribadi. 2009. Model-Model Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta : UNJ.
Beyer, Barry K. 1971. Inquiry in the Social Studies Classroom. Charles E. Merril Publishing Company. A Bell & Howell Company. Columbus, Ohio.
Brameld, Theodore. 1955. Philosophies of Education in Cultural Perspective. Boston University.
Bruce Joice & Marsha Weil. 2009. Models of Teaching. USA: Pearson Education.
Dewi S Prawiradilaga. 2007. Prinsip Desain Pembelajaran. Jakarta: UNJ.
Dick, Walter and Lou Carey. 2006. The Systematic Design of Instruction. Six Edition. Harper Collin College Publishers. United States of America.
Hasan, S. Hamid. 1995. Pendidikan Ilmu Sosial. Jakarta: Depdikbud, Ditjen Dikti Proyek Pendidikan Tenaga Akademik.
Hergenhahn, B. R., Matthew H. Olson. 2010. Theories of Learning (Teori Belajar). Edisi Ketujuh. Penerbit Kencana. Jakarta.
Jacobsen, David A., Paul Eggen, Donald Kauchak. 2009. Methods for Teaching (Metode-Metode Pengajaran). Menigkatkan Belajar Siswa TK—SMA. Penerbit Pustaka Pelajar. Jakarta.
Joyce, Bruce; Marsha Weil, Emily Calhoun. 2011. Model of Teaching: Model-Model Pengajaran. Edisi Kedelapan. Penerbit Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Kemp, Jerrold E. 1994. Proses Perancangan Pengajaran. Edisi Bahasa Indonesia. Penerjemah Asril Marjohan. Penyunting Ratra Sayekti. Penerbit ITB. Bandung.
National Council for the Social Studies. 1994. Curriculum Standars for Social Studies. Printed in United State of America.
National Council for the Social Studies. 1996. Handbook on Teaching Social Issues. Printed in United State of America.
National Council for the Social Studies. 2000. National Standards for Social Studies Teachers. Printed in United State of America.
M Atwi Suparman. 2005. Desain Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI
Reigeluth M. Charles M. 1983. Instructional Design Theories and Models. A New Paradigm of Instructional Theory. Volume II. Lawrence Erlbaum Associates, Inc. United States of America. Richard I Arends, Penerjemah: Helly Prajitno Soetjipto dan Sri Mulyantini.
Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran. Mengembangkan Profesionalisme Guru. Seri Manajemen Sekolah Bermutu. Penerbit Rajawali Pers. Jakarta.
Sapriya. 2009. IPS. Konsep dan Pembelajaran. Bandung. Rosda.
Somantri, Muhammad Numan. 2001. Menggagas Pembaharuan IPS. Bandung. Rosda.
Suciati. 2005. Teori Belajar dan Motivasi. PAU Dirjendikti Depdiknas. Jakarta.
Vigotsky and Education. 1990. Instructional Implications and Applications of Sociohistirical Psychology. Cambridge: New York. Winferd F. Hill. 2009. Theories of Learning (Teori-Teori Pembelajaran) Konsepsi, Komparasi dan Signifikansi. Nusa Media. Bandung.
Referensi Artikel yang relevan dengan Desain dan Model Pembelajaran IPS:
- Babadoğan, C., & Ünal, F. (2011). Examples of instructional design for social studies according to meaningful learning and information processing theories. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 15, 2155–2158. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.04.070
- Demirtaş, Ç., & Altun, A. (2024). A knowledge literacy model proposal for social studies education on the basis of social sciences. Education and Science, 49(218), 79–104. https://doi.org/10.15390/EB.2024.12403
- Ningsih, T. Z., Aman, A., Nasrulloh, A., Ofianto, O., Erniwati, E., Asri, Z., Judijanto, L., & Firza, F. (2025). Enhancing communication and collaboration skills through discovery, cooperative and problem-based learning models in Social Studies education. Cogent Education, 12(1), 2500110. https://doi.org/10.1080/2331186X.2025.2500110
- Özcan, E., & Gültekin, M. (2024). Small group, problem-based learning in primary school social studies: A mixed methods study in Turkey. Issues in Educational Research, 34(4), 1506–1525. https://www.proquest.com/scholarly-journals/small-group-problem-based-learning-primary-school/docview/3143786211/se-2
- Costes-Onishi, P., Baildon, M., Kehk, B. L., & Arwani, A. A. B. (2026). Integrating aesthetic experience and inquiry-based learning: Teacher knowledge, beliefs, and practice in Singapore primary classrooms. Social Sciences & Humanities Open, 13, 102701. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2026.102701
DAN LAIN-LAIN YANG RELEVAN
Mari kita simak video berikut ini.
Link youtube:
Terlampir kontrak kuliah Desain dan Model Pembelajaran IPS.
Terlampir RPS Desain dan Model Pembelajaran IPS.
15 August - 21 August
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan ini kita membahas secara umum kontrak perkuliahan sekaligus overview materi tentang Konsep teori belajar dan pembelajaran yang mendasari desain sistem pembelajaran (behavioristik, kognitifistik, humanistik, sibernetik, dan konstruktivistik).
Konsep Teori Belajar dan Pembelajaran dalam Desain Sistem Pembelajaran
Materi ini membahas lima teori utama yang menjadi landasan dalam merancang sistem pembelajaran, yaitu behavioristik, kognitifistik, humanistik, sibernetik, dan konstruktivistik. Masing-masing teori memberikan perspektif berbeda mengenai bagaimana peserta didik belajar dan bagaimana pembelajaran sebaiknya dirancang.
Behavioristik menekankan perubahan perilaku sebagai hasil dari stimulus, respons, penguatan, dan latihan. Kognitifistik memandang belajar sebagai proses mental dalam menerima, mengolah, menyimpan, dan menggunakan informasi. Humanistik menempatkan peserta didik sebagai individu yang memiliki kebutuhan, potensi, emosi, dan motivasi untuk berkembang secara optimal. Sibernetik melihat pembelajaran sebagai proses pengolahan informasi yang melibatkan sistem, umpan balik, dan pengaturan strategi belajar. Sementara itu, konstruktivistik memandang belajar sebagai proses aktif ketika peserta didik membangun pengetahuan melalui pengalaman, interaksi, dan refleksi.
Bagi Anda selaku mahasiswa S2 Pendidikan IPS, pemahaman terhadap kelima teori tersebut penting untuk menganalisis, memilih, dan mengintegrasikan pendekatan pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik, tujuan pembelajaran, materi, serta konteks sosial. Dengan demikian, desain pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada terciptanya pengalaman belajar yang bermakna, kritis, kontekstual, dan mampu mendorong peserta didik membangun pengetahuan serta memahami realitas sosial secara lebih mendalam.
- Mari kita simak video berikut ini.
Link Youtube: Coba kemukakan disini pandangan-pandangan Anda tentang teori-teori belajar yang mendasari desain dan model pembelajaran!

22 August - 28 August
Salam pembelajar,
Pada pertemuan kedua ini kita akan mengkaji tentang pembelajaran sebagai sebuah sistem.
Pembelajaran sebagai sebuah sistem merupakan kesatuan komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan belajar. Komponen tersebut meliputi peserta didik, tujuan, materi, metode, media, lingkungan, dan evaluasi. Setiap komponen harus dirancang secara terpadu agar proses pembelajaran berjalan efektif dan bermakna. Dalam Pendidikan IPS, pembelajaran sebagai sistem membantu menciptakan pengalaman belajar yang terarah, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Terkait dengan hal tersebut, mari kita simak terlebih dahulu video pembelajaran berikut ini.
Link Youtube:
Tuliskan disini, apa yang bisa Anda simpulkan tentang pembelajaran sebagai sebuah sistem! Maksimal 250 kata.
Silakan dibaca artikel berikut ini.
Link e journal: (17) (PDF) Hakikat Belajar Dan Pembelajaran (researchgate.net)
29 August - 4 September
Salam Pembelajar,
Pada pekan ketiga ini kita akan mempelajari tentang Perspektif pembelajaran sukses.
Perspektif pembelajaran sukses memandang keberhasilan belajar tidak hanya dari pencapaian akademik, tetapi juga dari perkembangan kompetensi, karakter, keterampilan sosial, dan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Pembelajaran yang sukses berpusat pada peserta didik, menciptakan lingkungan belajar yang positif, melibatkan peserta didik secara aktif, serta didukung asesmen dan umpan balik yang berkelanjutan. Dalam Pendidikan IPS, perspektif ini mendorong mahasiswa untuk menjadi pembelajar yang kritis, reflektif, kolaboratif, dan mampu merespons berbagai persoalan sosial secara bermakna.
Silakan dipelajari slide berikut ini.
Mari kita simak video berikut ini.
Link Youtube:
Berikan pandangan-pandangan Anda tentang perspektif pembelajaran sukses!
Pak Arif adalah seorang guru IPS di SMP yang mengajar di kelas VIII. Ia selalu menyampaikan materi berdasarkan urutan di buku paket dan lebih banyak menggunakan metode ceramah. Penilaian yang ia gunakan masih berfokus pada ulangan harian pilihan ganda dan isian singkat.
Pak Arif menganggap pembelajarannya sudah sukses karena:
- Materi selesai tepat waktu,
- Siswa mendapat nilai ulangan di atas KKM, dan
- Kelas berjalan tertib.
Namun, dalam sebuah kegiatan supervisi akademik, kepala sekolah mengamati bahwa:
- Siswa terlihat pasif,
- Tidak ada aktivitas eksplorasi atau diskusi,
- Materi IPS hanya dianggap sebagai hafalan fakta, tanpa dikaitkan dengan konteks sosial masyarakat.
Kepala sekolah menyarankan agar Pak Arif mendesain ulang pembelajaran IPS agar lebih kontekstual, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan melibatkan siswa dalam memahami dinamika sosial yang terjadi di masyarakat.
PERTANYAAN:
- Analisislah kesenjangan antara praktik pembelajaran Pak Arif dan prinsip pembelajaran sukses dalam konteks pendidikan IPS.
- Mengapa perencanaan pembelajaran kontekstual dan berorientasi pada keterampilan berpikir kritis penting dalam pembelajaran IPS? Jelaskan kaitannya dengan tujuan pendidikan IPS.
- Rancanglah sebuah skenario singkat pembelajaran IPS yang menunjukkan penerapan perancangan pembelajaran efektif dan kontekstual untuk topik: "Permasalahan Sosial di Lingkungan Sekitar". Sertakan tujuan pembelajaran, strategi, dan bentuk penilaiannya.

5 September - 11 September
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan keempat ini kita akan mengkaji tentang konsep, prinsip, prosedur, dan langkah desain sistem pembelajaran.
Desain sistem pembelajaran merupakan proses sistematis dalam merancang pembelajaran agar tujuan belajar tercapai secara efektif dan bermakna. Prinsip utamanya berorientasi pada kebutuhan peserta didik, tujuan pembelajaran, konteks, aktivitas aktif, serta evaluasi berkelanjutan. Prosedurnya meliputi analisis kebutuhan, perumusan tujuan, pemilihan materi dan strategi, penyusunan kegiatan serta asesmen, kemudian implementasi dan evaluasi. Dalam Pendidikan IPS, desain pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berpikir kritis, sikap sosial, dan kemampuan memecahkan masalah kehidupan nyata.
Terlampir juga link e book yang bisa Anda baca:
e book: BP0009-21.pdf (ut.ac.id)
Mari kita simak video berikut ini.
Link Youtube:
Tulislah simpulan Anda tentang video tersebut. maksimal 250 kata.
SMP Negeri 3 di sebuah daerah pinggiran kota sedang mengalami penurunan minat belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa:
- Siswa menganggap pembelajaran IPS membosankan dan tidak relevan dengan kehidupan mereka.
- Metode pengajaran guru masih bersifat ceramah, tanpa integrasi teknologi atau pendekatan kontekstual.
- Guru kesulitan merancang pembelajaran yang melibatkan keterampilan berpikir kritis, reflektif, dan partisipatif.
- Media dan sumber belajar IPS terbatas pada buku teks cetak, tanpa adanya variasi atau penyesuaian terhadap kondisi lokal.
- Penilaian hanya berbasis tes hafalan, belum mengukur keterampilan analisis sosial, pemecahan masalah, atau nilai-nilai kewargaan.
Pihak sekolah ingin mengembangkan desain sistem pembelajaran IPS yang lebih relevan, kontekstual, dan mendorong partisipasi aktif siswa. Untuk itu, pihak sekolah melibatkan mahasiswa program magister pendidikan IPS sebagai konsultan pengembangan sistem pembelajaran.
Pertanyaan:
- Analisislah permasalahan dalam kasus di atas dengan menggunakan konsep dan prinsip dasar desain sistem pembelajaran! Apa saja akar masalahnya dari perspektif desain pembelajaran IPS?
- Jelaskan prosedur dan langkah-langkah sistematis dalam merancang sistem pembelajaran IPS yang kontekstual dan partisipatif, menggunakan salah satu model desain pembelajaran yang relevan!
- Berikan rekomendasi inovatif untuk media, pendekatan, dan teknik evaluasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPS agar sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pendidikan IPS!
- Kembangkan kerangka desain sistem pembelajaran IPS untuk satu tema tertentu (misalnya: keberagaman sosial, perubahan sosial, lingkungan hidup, atau lainnya), dengan memuat:
- Tujuan pembelajaran
- Pendekatan dan strategi pembelajaran
- Media dan sumber belajar
- Penilaian autentik
- Prinsip interaksi guru-siswa-sumber
12 September - 18 September
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan kelima ini kita akan mempelajari tentang model desain sistem pembelajaran ADDIE.
Model desain sistem pembelajaran ADDIE merupakan pendekatan sistematis untuk merancang pembelajaran melalui lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Model ini membantu memastikan pembelajaran disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik, tujuan yang jelas, materi dan strategi yang tepat, serta evaluasi yang berkelanjutan. Dalam Pendidikan IPS, ADDIE dapat digunakan untuk menghasilkan pembelajaran yang terstruktur, kontekstual, efektif, dan relevan dengan permasalahan sosial.
Untuk memperjelas mari kita simak video berikut ini.
Link Youtube:
- Tulislah simpulan Anda disini tentang Model Desain Pembelajaran ADDIE. Minimal 250 kata.
Salam Pembelajar,
Berikut beberapa hal yang perlu Anda selesaikan terkait dengan Desain Sistem Pembelajaran, batas unggah jawaban pekan depan. Selamat mengerjakan.
Pertemuan 6
Salam Pembelajar,
Pada pekan keenam ini kita akan mengkaji tentang Model Desain Sistem Pembelajaran Dick & Carey.
Model desain sistem pembelajaran Dick & Carey merupakan model yang memandang pembelajaran sebagai suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berkaitan. Prosesnya meliputi identifikasi tujuan, analisis pembelajaran dan karakteristik peserta didik, penyusunan tujuan khusus, pengembangan instrumen evaluasi, strategi dan bahan pembelajaran, hingga evaluasi formatif, revisi, dan evaluasi sumatif. Model ini menekankan keterpaduan setiap komponen agar pembelajaran efektif dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Mari kita simak dahulu video berikut ini, semoga dapat membuka wawasan Anda tentang model desain pembelajaran tersebut.
Link Youtube:
- Deskripsikan disini kekuatan dan keterbatasan model desain pembelajaran Dick&Carey.
SMA Negeri Z berlokasi di wilayah yang mengalami konflik horizontal akibat perbedaan etnis dan budaya. Sekolah tersebut ingin menguatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan integrasi sosial melalui pembelajaran IPS. Namun, hasil observasi menunjukkan beberapa permasalahan:
- Materi pembelajaran masih bersifat kognitif dan normatif, tidak menyentuh pengalaman langsung siswa.
- Pendekatan pembelajaran minim melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah sosial nyata.
- Guru belum memiliki pemahaman yang sistematis tentang bagaimana merancang pembelajaran yang kontekstual dan mendorong partisipasi aktif siswa.
- Penilaian siswa tidak mencerminkan kompetensi sikap dan keterampilan sosial yang seharusnya dikembangkan dalam IPS.
- Sekolah ingin membuat modul pembelajaran IPS berbasis proyek (project-based learning) yang terintegrasi dalam sistem pembelajaran yang sistematis, menggunakan model Dick & Carey.
Pertanyaan:
- Analisislah kasus di atas dengan menggunakan prinsip dan elemen utama dalam model Dick & Carey! Identifikasi akar masalah dari perspektif sistem pembelajaran dan keterkaitannya dengan desain instruksional.
- Jelaskan secara sistematis langkah-langkah dalam Model Dick & Carey yang dapat diterapkan untuk merancang modul pembelajaran IPS bertema “Toleransi dalam Keberagaman Sosial”! Jelaskan juga bagaimana tiap langkah dapat mengatasi permasalahan di sekolah tersebut.
- Berikan analisis kritis mengenai kekuatan dan keterbatasan penerapan model Dick & Carey dalam konteks pembelajaran IPS di sekolah yang multikultural. Sejauh mana model ini dapat mendorong pembelajaran holistik?
- Susunlah prototipe sederhana dari desain pembelajaran (dalam bentuk ringkasan) berdasarkan Model Dick & Carey untuk topik "Toleransi dalam Keberagaman" yang mencakup:
- Tujuan Pembelajaran
- Analisis Instruksional
- Strategi Pembelajaran
- Media dan Sumber Belajar
- Bentuk Evaluasi Otentik
- This week
Pertemuan 7
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan ke tujuh ini kita akan membahas tentang Model desain sistem pembelajaran ASSURE.
Model desain sistem pembelajaran ASSURE merupakan model yang berfokus pada perencanaan pembelajaran dengan memanfaatkan media dan teknologi secara efektif. Tahapannya meliputi Analyze learners, State objectives, Select methods/media/materials, Utilize media/materials, Require learner participation, dan Evaluate and revise. Model ini menekankan karakteristik peserta didik, keterlibatan aktif, pemilihan media yang tepat, serta evaluasi dan perbaikan pembelajaran agar lebih efektif dan bermakna.
Mari kita simak video pembelajaran berikut ini.
Link Youtube:
- Berikan simpulan Anda tentang model desain pembelajaran ASSURE. Bandingkan dengan 2 model sebelumnya yang sudah kita pelajari yaitu ADDIE dan Dick&Carey!
Sebuah SMA unggulan di kota besar memiliki akses lengkap terhadap fasilitas teknologi seperti LMS, proyektor interaktif, perangkat mobile siswa, dan koneksi internet. Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pembelajaran IPS belum berdampak signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis, empati sosial, dan kepekaan terhadap isu-isu global.
Beberapa temuan dari observasi dan wawancara:
- Guru masih menggunakan metode ceramah meskipun tersedia teknologi digital.
- Siswa tidak dilibatkan secara aktif dalam proses belajar, meskipun sebagian besar memiliki potensi tinggi dalam berpikir analitis.
- Topik-topik seperti konflik global, perubahan sosial, dan isu lingkungan hanya diajarkan dari buku teks.
- Penilaian masih berfokus pada hafalan fakta dan definisi, belum menyentuh kompetensi abad 21.
- Sekolah ingin menerapkan pendekatan berbasis teknologi yang aktif dan kolaboratif, dengan menerapkan model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam menyelesaikan masalah sosial nyata melalui model ASSURE.
Pertanyaan:
- Analisislah akar permasalahan dalam kasus tersebut dari perspektif prinsip desain pembelajaran berbasis teknologi! Mengapa keberadaan fasilitas teknologi tidak otomatis meningkatkan kualitas pembelajaran?
- Jelaskan secara rinci bagaimana model ASSURE dapat digunakan untuk merancang ulang pembelajaran IPS pada tema “Konflik Global dan Upaya Perdamaian”! Uraikan masing-masing tahap ASSURE dan bagaimana penerapannya dapat mengatasi masalah yang ada.
- Lakukan refleksi kritis-holistik terhadap kelebihan dan keterbatasan model ASSURE dalam pembelajaran IPS kontekstual. Bagaimana model ini dapat mendukung pendidikan IPS yang memadukan aspek kognitif, afektif, dan sosial?
- Rancanglah desain pembelajaran singkat berbasis ASSURE untuk topik tersebut, dengan mencakup:
- Analisis Karakteristik Peserta Didik
- Tujuan Pembelajaran
- Metode dan Media
- Keterlibatan Siswa
- Penilaian dan Umpan Balik
Pertemuan 8,
Pertemuan 9-10
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan ke sembilan ini kita akan menganalisis model desain sistem pembelajaran J. KEMP.
Apakah ada diantara Anda yang sudah mengetahuinya?
Baiklah, mari kita simak video berikut ini untuk memperluas wawasan kita.
Link youtube:
Model desain sistem pembelajaran J. Kemp merupakan model yang menekankan perancangan pembelajaran secara fleksibel dan berorientasi pada peserta didik. Model ini mencakup identifikasi kebutuhan dan karakteristik peserta didik, perumusan tujuan, pemilihan materi dan strategi, penggunaan media, serta evaluasi dan revisi. Setiap komponen saling berkaitan dan dapat dikembangkan secara tidak linear sesuai kebutuhan, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif, adaptif, dan bermakna.
PENUGASAN PROJECT
Analisis dan Pengembangan Desain Pembelajaran IPS Berdasarkan Model J. Kemp
A. Nama Project
“Merancang Sistem Pembelajaran IPS Berbasis Model Desain J. Kemp”
B. Deskripsi Project
Mahasiswa secara individual mengembangkan sebuah desain sistem pembelajaran IPS dengan menggunakan Model Desain Sistem Pembelajaran J. Kemp. Project tidak hanya menuntut mahasiswa menghasilkan perangkat pembelajaran, tetapi juga melakukan analisis akademik terhadap kebutuhan pembelajaran, karakteristik peserta didik, tujuan pembelajaran, materi, strategi, sumber belajar, serta evaluasi.
Desain yang dikembangkan harus berangkat dari permasalahan atau kebutuhan nyata dalam pembelajaran IPS dan menunjukkan keterkaitan logis antara setiap komponen dalam model J. Kemp. Mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan desain pembelajaran yang kontekstual, inovatif, berbasis teknologi atau sumber belajar yang relevan, serta sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPS di era kontemporer.
C. Tujuan Project
Setelah menyelesaikan project, mahasiswa diharapkan mampu:
- Menganalisis karakteristik dan prinsip Model Desain Sistem Pembelajaran J. Kemp.
- Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pembelajaran IPS berdasarkan konteks nyata.
- Mengembangkan desain sistem pembelajaran IPS menggunakan komponen-komponen Model J. Kemp.
- Menunjukkan keterkaitan antara karakteristik peserta didik, tujuan, materi, strategi, sumber belajar, dan evaluasi.
- Menghasilkan desain pembelajaran IPS yang inovatif, kontekstual, dan berbasis kajian akademik.
- Mempertanggungjawabkan desain yang dikembangkan melalui argumentasi teoretis dan hasil kajian penelitian.
D. Skenario Project
Pilih satu topik atau permasalahan pembelajaran IPS pada jenjang SMP/MTs atau SMA/MA/SMK. Permasalahan dapat berkaitan dengan, misalnya:
- rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik;
- pembelajaran IPS yang masih berpusat pada guru;
- rendahnya kemampuan menganalisis isu sosial;
- kurangnya pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar;
- pembelajaran IPS berbasis isu kontroversial;
- rendahnya literasi digital dan sosial;
- kesulitan menghubungkan materi IPS dengan kehidupan nyata;
- atau permasalahan lain yang ditemukan berdasarkan observasi/kajian literatur.
Selanjutnya, kembangkan desain sistem pembelajaran IPS menggunakan Model J. Kemp dengan memperhatikan komponen-komponen utama desain pembelajaran secara sistematis dan saling terintegrasi.
E. Produk yang Dihasilkan
Setiap mahasiswa menghasilkan satu produk utama, yaitu:
Desain Sistem Pembelajaran IPS Model J. Kemp, yang sekurang-kurangnya memuat:
- Identifikasi masalah dan kebutuhan pembelajaran
- Karakteristik peserta didik
- Analisis tugas/kompetensi
- Perumusan tujuan pembelajaran
- Pemilihan dan pengorganisasian materi
- Strategi dan metode pembelajaran
- Pemilihan media dan sumber belajar
- Rancangan aktivitas/pengalaman belajar
- Rancangan evaluasi dan asesmen
- Rancangan dukungan pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi atau sumber belajar lingkungan jika relevan.
- Diagram/model visual desain pembelajaran yang menunjukkan hubungan antarkomponen Model J. Kemp.
- Argumentasi akademik yang menjelaskan alasan pemilihan setiap komponen desain.
F. Ketentuan Akademik
Project harus memenuhi ketentuan berikut:
- Menggunakan minimal 5 sumber ilmiah, dengan sekurang-kurangnya 3 artikel jurnal penelitian yang relevan.
- Menggunakan sumber yang relatif mutakhir, terutama penelitian 5–10 tahun terakhir.
- Setiap keputusan desain harus didukung oleh argumentasi teoretis atau hasil penelitian, bukan sekadar deskripsi.
- Desain harus menunjukkan keterkaitan yang jelas antara masalah → karakteristik peserta didik → tujuan → materi → strategi → media/sumber belajar → aktivitas → asesmen.
- Project harus menunjukkan unsur inovasi dan kontekstualitas pembelajaran IPS.
- Mahasiswa wajib mencantumkan sitasi dan daftar pustaka dengan gaya APA 7th Edition.
G. Tahapan Pengerjaan
Tahap 1 – Identifikasi masalah
Menentukan permasalahan pembelajaran IPS berdasarkan observasi, pengalaman, wawancara, atau kajian literatur.Tahap 2 – Kajian Model J. Kemp
Menganalisis konsep, karakteristik, kelebihan, keterbatasan, dan relevansi Model J. Kemp untuk pembelajaran IPS.Tahap 3 – Analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik
Mengidentifikasi kondisi awal, karakteristik peserta didik, kebutuhan belajar, serta kompetensi yang perlu dikembangkan.Tahap 4 – Pengembangan desain
Mengembangkan seluruh komponen sistem pembelajaran berdasarkan Model J. Kemp.Tahap 5 – Validasi dan refleksi
Melakukan telaah kritis terhadap desain: apakah setiap komponen telah konsisten, relevan, dan saling terintegrasi.Tahap 6 – Presentasi project
Mempresentasikan desain dan mempertanggungjawabkan keputusan desain secara akademik.H. Bentuk Laporan
Laporan project disusun dengan struktur:
- Halaman Judul
- Pendahuluan
- Latar belakang masalah
- Identifikasi kebutuhan pembelajaran
- Tujuan pengembangan desain
- Kajian Teoretis
- Model J. Kemp
- Konsep pembelajaran IPS
- Kajian penelitian relevan
- Analisis Kebutuhan dan Karakteristik Peserta Didik
- Pengembangan Desain Sistem Pembelajaran Model J. Kemp
- Visualisasi/Diagram Desain
- Argumentasi Akademik atas Desain
- Refleksi dan Evaluasi Desain
- Kesimpulan
- Daftar Pustaka
I. Presentasi Project
Presentasi dilakukan selama 10–15 menit per mahasiswa.
Presentasi tidak hanya menjelaskan produk, tetapi harus menjawab pertanyaan kritis:
“Mengapa desain pembelajaran yang Anda kembangkan merupakan solusi yang tepat terhadap permasalahan pembelajaran IPS yang telah Anda identifikasi?”
Mahasiswa harus mampu mempertahankan setiap keputusan desain berdasarkan teori, hasil penelitian, dan konteks pembelajaran IPS.
J. Rubrik Penilaian
Komponen Penilaian
Bobot
Ketajaman identifikasi masalah dan analisis kebutuhan
15%
Pemahaman dan penerapan Model J. Kemp
20%
Keterpaduan antarkomponen desain
20%
Kualitas strategi, aktivitas, media, dan asesmen
15%
Inovasi dan relevansi dengan pembelajaran IPS
10%
Kekuatan kajian teori dan penggunaan penelitian
10%
Kualitas presentasi dan argumentasi akademik
10%
Total
100%
K. Pertanyaan Reflektif
Sebagai bagian akhir project, jawablah secara singkat:
“Jika desain pembelajaran Anda diterapkan di kelas nyata, komponen mana dalam Model J. Kemp yang paling berpotensi menjadi kendala, dan bagaimana strategi Anda untuk mengatasinya?”
L. Output Akhir
Mahasiswa mengunggah ke LMS vclass:
- Laporan project dalam format PDF
- Diagram/infografis Model J. Kemp yang dikembangkan
- Bahan presentasi maksimal 10 slide
- Refleksi individu
Pertemuan 11
Salam Pembelajar,
Pada pekan kesebelas ini kita akan mengkaji tentang ragam model dan pendekatan dalam pembelajaran IPS.
Apakah Anda sudah mengetahui tentang topik kita hari ini?
Ragam Model dan Pendekatan dalam Pembelajaran IPS
Materi ini membahas berbagai model dan pendekatan pembelajaran IPS yang dapat digunakan untuk menciptakan proses belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna. Model pembelajaran seperti Problem Based Learning, Project Based Learning, Inquiry Learning, Discovery Learning, Cooperative Learning, serta pendekatan kontekstual memberikan alternatif bagi pendidik dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan pengambilan keputusan peserta didik.
Bagi mahasiswa S2 Pendidikan IPS, pemahaman terhadap ragam model dan pendekatan tersebut penting untuk memilih dan merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi, peserta didik, tujuan pembelajaran, serta dinamika kehidupan sosial. Pembelajaran IPS idealnya tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi mampu menghubungkan pengetahuan dengan realitas sosial sehingga peserta didik dapat memahami, menganalisis, dan merespons berbagai persoalan di masyarakat secara kritis dan bertanggung jawab.
Baiklah, selanjutnya mari kita simak 2 video pembelajaran berikut ini:
Link Youtube:
1)
2)
- Silakan dibaca e journal berikut ini.
Link e journal:
1) (19) (PDF) Transformasi Model Pembelajaran IPS dalam Mengikuti Dinamika Kurikulum (researchgate.net)
2} (19) (PDF) Pendekatan Konstruktivisme dalam Pembelajaran IPS (researchgate.net) Berdasarkan video yang Anda saksikan, dan juga referensi terkait, cobalah deskripsikan perbedaan antara Pendekatan, Strategi, Model, Metode, dan Teknik?
Pak Doni adalah guru IPS di kelas IX SMP. Ia merasa bahwa setiap kali mengajar topik "Globalisasi dan Pengaruhnya dalam Kehidupan", siswa terlihat tidak antusias. Beberapa bahkan tidur saat pelajaran. Ia biasanya menggunakan ceramah dan membaca buku teks, kemudian memberikan soal latihan dari LKS.
Dalam forum MGMP, Pak Doni menyampaikan bahwa ia ingin mencoba sesuatu yang berbeda, agar siswa lebih terlibat dan pembelajaran menjadi menyenangkan serta bermakna. Ia mendengar banyak tentang model dan pendekatan pembelajaran seperti Project-Based Learning, Discovery Learning, dan Cooperative Learning, tapi ia bingung bagaimana memilih dan merancangnya agar sesuai dengan karakteristik IPS dan siswa di kelasnya.
PERTANYAAN:
- Berikan 2 (dua) ide kreatif mengenai model dan pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan Pak Doni untuk membuat pembelajaran IPS lebih aktif dan bermakna dalam topik “Globalisasi dan Pengaruhnya”. Jelaskan alasannya.
- Rancanglah satu ide pembelajaran inovatif dengan memadukan model, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran IPS yang sesuai dengan konteks kasus di atas. Ide harus mencerminkan kreativitas dalam perancangan pembelajaran.
- Deskripsikan bagaimana teknik evaluasi atau penilaian yang digunakan dalam rancangan Anda dapat mendorong keterlibatan dan kreativitas siswa.
Pertemuan 12-13
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan ke 12-14 Anda akan menyelesaikan tugas project mengembangkan, menerapkan dan mengujicobakan rancangan pembelajaran IPS di sekolah. Boleh Anda pilih jenjang pendidikan sesuai dengan bidang tugas Anda. Akan sangat baik jika diintegrasikan rancangan pembelajaran IPS Anda ditujukan untuk mengakomodir kebutuhan skill Abad 21, seperti optimasi critical thinking, creative thinking, computasional thinking, collaborative skill, communication skills. Penyerahan tugas project pada pertemuan ke-15.
Terlampir sistematika tugas akhir, mohon untuk dijadikan rambu-rambu. Terimakasih.
Pertemuan 14
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan ini silakan direport perkembangan project yang dilakukan sertakan dengan bukti/foto.
Pertemuan 15
Silakan diupload tugas project yang sudah diselesaikan oleh Anda.
Salam Pembelajar,
Berikut beberapa hal yang perlu Anda selesaikan terkait dengan Desain Sistem Pembelajaran, batas unggah jawaban pekan depan. Selamat mengerjakan.
Pertemuan 16
Salam Pembelajar,
Mahasiswaku sekalian yang saya banggakan, pada pekan ini kita akan melaksanakan Ujian Akhir Semester.
Silakan dikerjakan soal terlampir di bawah ya...semoga lancar dan senantiasa dalam bimbingan-Nya dalam menjalankan tugas-tugas perkuliahan dan ujian akhir.
Demikian disampaikan, semoga direspon dengan baik. Salam sehat selalu.
Terimakasih.