བདུན་ཕྲག་རེ་བཞིན་གྱི་བཅུད་དོན།
ཡོངས་ཁྱབ།
Salam Pembelajar,
Selamat datang di perkuliahan Akuntansi Keuangan Lanjutan. Mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan berbobot 4 sks. Selama satu semester ke depan kalian akan dibersamai oleh tim dosen sebagai berikut:

Dr. Pujiati, S.Pd., M.Pd. Dr. Fitra Darma, M.Si. Galuh Sandi, S.Pd., M.Pd.
NIP 197708082006042001 NIP 197610232002121002 NIP 199606302024061001
DESKRIPSI SINGKAT MATA KULIAH
Akuntansi Keuangan Lanjutan merupakan mata kuliah yang membahas pendalaman konsep dan praktik akuntansi keuangan tingkat lanjut, meliputi akuntansi konsolidasi, kombinasi bisnis, transaksi mata uang asing, serta pelaporan keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku (PSAK/IFRS). Mata kuliah ini dirancang untuk membekali mahasiswa S1 Pendidikan Ekonomi dengan kemampuan analitis, pemahaman konseptual, serta keterampilan pedagogis dalam menginterpretasikan dan menyajikan informasi keuangan secara akurat dan kontekstual untuk pembelajaran di sekolah.
MANFAAT MATA KULIAH
Mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep dan praktik akuntansi yang lebih kompleks, seperti konsolidasi laporan keuangan, kombinasi bisnis, dan transaksi mata uang asing sesuai standar PSAK/IFRS. Bagi mahasiswa Pendidikan Ekonomi, penguasaan materi ini tidak hanya memperkuat kompetensi teknis akuntansi, tetapi juga meningkatkan kemampuan analitis dan pemecahan masalah melalui studi kasus serta latihan penyusunan laporan yang mencerminkan kondisi nyata dunia usaha.
Selain aspek teknis, mata kuliah ini juga berperan dalam mengembangkan kompetensi pedagogis dan profesional calon guru, karena mahasiswa dilatih mengubah konsep akuntansi lanjutan menjadi bahan ajar, contoh soal, dan skenario pembelajaran yang sesuai tingkat sekolah menengah. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mampu memahami dan menginterpretasikan informasi keuangan secara akurat, tetapi juga mampu menyampaikan materi secara sistematis, kritis, dan etis dalam konteks pembelajaran ekonomi di sekolah.
CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH (CPMK)
Setelah mengikuti mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan, mahasiswa mampu memahami, menganalisis, dan menyusun laporan akuntansi keuangan lanjutan sesuai PSAK/IFRS serta mengaplikasikannya dalam konteks pembelajaran akuntansi di sekolah menengah secara kritis, sistematis, dan bertanggung jawab.
Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub-CPMK)
- Menjelaskan konsep dan prinsip akuntansi keuangan lanjutan yang meliputi konsolidasi laporan keuangan, kombinasi bisnis, dan transaksi mata uang asing sesuai standar akuntansi yang berlaku.
- Menganalisis dan menyelesaikan permasalahan akuntansi keuangan lanjutan dalam berbagai studi kasus dengan menggunakan pendekatan konseptual dan prosedural yang tepat.
- Menyusun laporan keuangan konsolidasi dan laporan keuangan khusus secara sistematis dan akurat sesuai PSAK/IFRS.
- Menginterpretasikan informasi akuntansi keuangan lanjutan untuk mendukung pengambilan keputusan ekonomi dan pembelajaran akuntansi.
- Menerapkan konsep akuntansi keuangan lanjutan dalam konteks pembelajaran melalui penyusunan contoh soal, bahan ajar, atau skenario pembelajaran akuntansi di sekolah menengah.
- Menunjukkan sikap profesional, teliti, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas dan praktik akuntansi keuangan lanjutan.
STRATEGI PERKULIAHAN
Strategi pembelajaran mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan menggunakan pendekatan student-centered dengan integrasi Case Method dan Team-Based Project (TBP). Setiap topik utama dibahas melalui studi kasus nyata atau semi-nyata yang mendorong mahasiswa melakukan analisis, diskusi kelompok, dan presentasi solusi. Dosen berperan sebagai fasilitator yang membantu mengaitkan hasil diskusi dengan standar akuntansi (PSAK/IFRS) serta memperkuat pemahaman konseptual dan keterampilan analitis.
Pada pertengahan semester, mahasiswa bekerja dalam tim untuk mengerjakan proyek berkelanjutan berupa penyusunan dan analisis laporan keuangan lanjutan serta pengembangan perangkat pembelajaran yang relevan untuk konteks sekolah menengah. Proyek ini dipantau melalui laporan progres, diskusi kelas, dan umpan balik dosen, sehingga selain kompetensi teknis akuntansi, mahasiswa juga mengembangkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan mengemas materi akuntansi lanjutan menjadi pembelajaran yang mudah dipahami.
Tabel Struktur Perkuliahan (16 Minggu)
Minggu
Materi Utama
Bentuk Pembelajaran & Metode
Asesmen (OBE)
1
Pengantar Akuntansi Keuangan Lanjutan & Kerangka PSAK/IFRS
Ceramah singkat + diskusi kelas
Kuis konsep dasar
2
Review Konsep Akuntansi Dasar yang Relevan
Diskusi + latihan soal
Tugas individu (latihan)
3
Konsolidasi Laporan Keuangan: Konsep Dasar
Case Method (studi kasus sederhana) + diskusi kelompok
Tugas case individu
4
Konsolidasi: Eliminasi & Jurnal Konsolidasi
Case Method + praktik jurnal
Penilaian presentasi case
5
Transaksi Antar Perusahaan (Sales, Inventory, Asset)
Case Method + simulasi kasus
Tugas kelompok
6
Transaksi Antar Perusahaan (Dividen, Laba Ditahan)
Case Method + diskusi
Quiz formatif
7
Goodwill & Non-Controlling Interest
Case Method + simulasi perhitungan
Tugas case (laporan singkat)
8
Review & UTS (materi minggu 1–7)
UTS (teori + kasus)
UTS
9
Kombinasi Bisnis (Business Combination)
Case Method (studi kasus akuisisi)
Tugas case individu
10
Penilaian Aset & Liabilitas dalam Kombinasi Bisnis
Tugas numerik
11
Transaksi Mata Uang Asing: Pengakuan & Pengukuran
Quiz formatif
12
Translasi Laporan Keuangan & Laba/Rugi Selisih Kurs
Case Method + diskusi
Tugas case kelompok
13
Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Team-Based Project (TBP) tahap 1: penyusunan laporan
Laporan progres TBP
14
Analisis Laporan Keuangan Lanjutan
TBP tahap 2: analisis & interpretasi
Penilaian laporan TBP
15
Pengembangan Bahan Ajar & Soal Pembelajaran Akuntansi Lanjutan
TBP tahap 3: bahan ajar & presentasi
Penilaian bahan ajar + presentasi
16
UAS & Refleksi Pembelajaran
UAS (teori + kasus) + refleksi
UAS + refleksi
Tabel Aktivitas Pokok Mahasiswa
Minggu
Aktivitas Pokok Mahasiswa
Output / Bukti Kegiatan
Keterkaitan Strategi
1–2
Membaca materi dasar dan standar PSAK/IFRS
Catatan ringkas & daftar pertanyaan
Persiapan pembelajaran (student-centered)
3–4
Menganalisis kasus konsolidasi dasar secara individu/kelompok
Laporan analisis kasus & presentasi
Case Method
5–6
Mengidentifikasi dan menyelesaikan transaksi antar perusahaan
Jurnal eliminasi & laporan hasil kasus
Case Method + praktik
7
Menghitung goodwill dan NCI pada kasus konsolidasi
Laporan perhitungan dan interpretasi
Case Method
8
Mengulang materi dan mempersiapkan UTS
Ringkasan materi & latihan soal
Review & refleksi
9–10
Menganalisis kasus kombinasi bisnis (akuisisi)
Laporan kasus & jurnal akuisisi
Case Method
11–12
Menyelesaikan kasus transaksi mata uang asing
Laporan perhitungan kurs & interpretasi
13
Mulai proyek tim: pengumpulan data dan pembagian tugas
Proposal proyek & rencana kerja tim
TBP (tahap 1)
14
Penyusunan laporan konsolidasi/akuntansi lanjutan tim
Draft laporan & analisis keuangan
TBP (tahap 2)
15
Pengembangan bahan ajar/soal pembelajaran dan presentasi tim
Bahan ajar + presentasi + peer review
TBP (tahap 3)
16
Mempersiapkan UAS dan refleksi pembelajaran
Latihan soal & refleksi tertulis
Evaluasi akhir & refleksi
PENILAIAN
Penilaian dilakukan oleh dosen dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:
Nilai Range
A ≥ 76
B+ 71-75
B 66-70
C+ 61-65
C 56-60
D 51-55
E ≤50
Nilai akhir akan menggunakan pembobotan sebagai berikut:
Aktivitas dan partisipatif Case Method 15%
Produk Team Based Project 35%
Quiz 5%
Rata-Rata Tugas Individu 10%
UTS 15%
UAS 20%
Kriteria acuan penilaian tugas individual dan kelompok meliputi:
Sistematika 10%
Kebenaran isi 30%
Relevansi 20%
Originalitas 20%
Sikap dan kerjasama tim 20%
REFERENSI PERKULIAHAN
Buku
Beams, F. A., Clement, J., Anthony, R. N., & Lowensohn, S. (2023). Advanced Accounting (12th ed.). Pearson. (Buku teks internasional komprehensif untuk topik kombinasi bisnis dan konsolidasi)
Martani, D., Hidayat, T., Setyaningrum, A., & Maulana, T. I. (2024). Akuntansi keuangan lanjutan 1 (Edisi ke-2). Jakarta: Salemba Empat. (Buku lokal berbasis PSAK/IFRS untuk akuntansi lanjutan)
Artikel Jurnal Nasional (SINTA)
Sitorus, A. Z., Aliyah, D. R., Bangun, M. H. B., Lubis, N. S., & Gautama, B. A. (2025). Implementasi akuntansi kombinasi bisnis sebelum dan setelah penerapan PSAK 22 pada perusahaan subsektor perbankan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, 4(2), 431–448.
Suryanto, E. S., Nurcahyaningsih, R., Najah, M. A., & Panggiarti, E. K. (2023). Literature review: Implementasi akuntansi kombinasi bisnis sebelum dan setelah adopsi IFRS di Indonesia. WANARGI : Jurnal Manajemen Dan Akuntansi, 1(2), 232–238
Janah, F. N., Khoirunnisaa, H., Farchani, A. N., Triarshinta, D., & Panggiarti, E. K. (2025). Implementasi PSAK 22 tentang kombinasi bisnis dan dampaknya terhadap penyajian laporan keuangan Bank Syariah Indonesia (BSI) hasil merger tahun 2021. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi, 3(1), 120–127. https://doi.org/10.69714/83vmn368
Harahap, S. H., Lestari, S. R., & Fauzan, N. (2024). Perubahan kombinasi bisnis: Implementasi dan dampak PSAK 22 terhadap kinerja keuangan perusahaan. Jurnal Fairness, 14(2), 87–93. https://doi.org/10.33369/fairness.v14i2.36630
Artikel Internasional (Scopus)
Pirveli, E., & Zimmermann, J. (2026). Twenty years of IFRS ‘success’? A systematic review of Scopus literature. Journal of International Accounting, Auditing and Taxation, 60, 100739. https://doi.org/10.1016/j.intaccaudtax.2025.100739
TATA TERTIB
· Apabila mahasiswa tidak hadir hendaknya ada pemberitahuan dan minimal kehadiran 80%.
· Penyelesaian tugas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
· No cheating dan No Plagiarism.
Motivasi semangat belajar dari BJ. Habibie.
Link Youtube:
"Jadilah Mata Air Yang Jernih Yang Memberikan Kehidupan Bagi Masyarakat Sekitarmu"
(BJ Habibie)
Terlampir Kontrak Kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan.
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) AKL.
10 February - 16 February
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan perdana ini kita akan menyepakati kontrak kuliah. Selain itu kita akan mengenal secara umum topik perkuliahan yang akan dibahas pada pertemuan ini yaitu Pengantar Akuntansi Keuangan Lanjutan & Kerangka PSAK/IFRS. Apakah ada diantara kalian yang telah mengetahui tentang topik kita pada hari ini?
Mari kita simak video berikut:
Sumber: youtube.com
Akuntansi Keuangan Lanjutan adalah cabang ilmu akuntansi yang fokus pada pencatatan, pengukuran, pengakuan, dan pelaporan transaksi ekonomi yang kompleks serta penyajian laporan keuangan dalam keterpaduan standar akuntansi profesional. Materi ini merupakan lanjutan dari akuntansi menengah dan dirancang untuk memberikan kompetensi dalam memahami dan menangani situasi pelaporan finansial yang lebih rumit seperti kombinasi bisnis, konsolidasi laporan keuangan, instrumen keuangan, dan pengungkapan kompleks lainnya. Hal ini menggabungkan pemahaman teori akuntansi dengan praktik penerapan standar seperti PSAK di Indonesia yang sudah disesuaikan dari International Financial Reporting Standards (IFRS).
PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) merupakan standar yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK)–Ikatan Akuntan Indonesia yang bertujuan menghasilkan laporan keuangan yang informatif, relevan, dan dapat dibandingkan. Standar ini selaras dengan IFRS global namun disesuaikan dengan konteks ekonomi Indonesia, termasuk penomoran PSAK terbaru yang mengadopsi IFRS (mis. PSAK 110 Laporan Keuangan Konsolidasian, PSAK 115 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, PSAK 116 Sewa) dan berbagai standar lainnya yang efektif berlaku mulai awal 2020-an hingga sekarang.
Kerangka Konseptual Akuntansi, baik dalam konteks PSAK maupun IFRS, menjadi blueprint yang mendasari pengambilan keputusan akuntansi, termasuk definisi unsur laporan keuangan, dasar pengakuan, dan pengukuran. Kerangka ini membantu memastikan bahwa kebijakan akuntansi konsisten, dapat dibenarkan secara teoritis, serta mencerminkan realitas ekonomi.
Materi Akuntansi Keuangan Lanjutan sangat aplikatif, contohnya dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian — yaitu laporan yang menggabungkan posisi keuangan dan hasil usaha dari perusahaan induk beserta seluruh entitas anaknya seolah sebagai satu kesatuan ekonomi. Laporan ini menyajikan berbagai bagian:
- Laporan posisi keuangan konsolidasian (neraca)
- Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
- Laporan perubahan ekuitas
- Laporan arus kas
- Catatan atas laporan
keuangan
Dokumen tersebut wajib dipersiapkan dan diaudit sesuai standar PSAK/IFRS. Sebagai contoh nyata, PT Sarinah dan entitas anaknya menyusun laporan keuangan konsolidasian tahun 2024 yang menunjukkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 419.713.523.954 dan kepentingan non-pengendali Rp 118.688.
Di sisi global, firma-firma profesional seperti Grant Thornton atau EY menerbitkan contoh ilustratif laporan keuangan konsolidasian IFRS 2024–2025, yang mengilustrasikan bagaimana suatu grup usaha harus mengungkapkan pos aset, kewajiban, laba rugi dan kebijakan akuntansi beserta penjelasan pengukuran transaksi internasional.
Akuntansi lanjutan tidak hanya meminta pemahaman konsep dasar tetapi juga kemampuan profesional judgement dalam menerapkan kebijakan yang tepat berdasarkan standar PSAK/IFRS yang sering diperbarui. IFRS dikenal sebagai standar berbasis prinsip (principles-based) yang memberi ruang interpretasi, sehingga profesional akuntansi harus mampu mempertimbangkan esensi ekonomi dari transaksi, bukan sekadar aturan belaka.
Topik seperti kombinasi bisnis (PSAK/IFRS 3) dan pengukuran nilai wajar (fair value) mensyaratkan pemahaman mendalam mengenai identifikasi kontrol, pengakuan goodwill, dan penilaian aset inti maupun liabilitas. Kesalahan pengukuran atau pengungkapan dapat berdampak signifikan terhadap laporan laba rugi dan posisi keuangan perusahaan.
Dengan globalisasi ekonomi, instrumen keuangan (sering diatur oleh PSAK/IFRS 9), seperti derivatif, investasi ekuitas, dan kontrak kompleks menjadi semakin umum. Akuntansi lanjutan membahas pengukuran nilai wajar, risiko instrumen keuangan, dan dampaknya terhadap arus kas serta ekuitas dalam konteks pasar yang volatile.
Ke depan, materi Akuntansi Keuangan Lanjutan akan semakin dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci:
A. Konvergensi Global dan Standar Berbasis ESG
Dunia akuntansi semakin mengarah pada pengintegrasian aspek Environmental, Social, Governance (ESG) ke dalam laporan keuangan. IFRS Foundation juga telah memperkenalkan standar baru terkait pelaporan keberlanjutan (sustainability reporting) yang akan memengaruhi praktik pelaporan keuangan lanjutan global, terutama dalam pengungkapan risiko perubahan iklim, keberlanjutan operasional, dan dampaknya terhadap nilai perusahaan.
B. Digitalisasi dan Big Data
Seiring peningkatan teknologi informasi, akuntan masa depan diharapkan mampu memanfaatkan sistem ERP, AI, dan analitik data untuk menyajikan laporan yang lebih cepat dan akurat, serta menganalisis tren keuangan secara real-time. Ini mengubah peran praktisi dari sekadar penyusun laporan menjadi business advisor yang mampu memberikan insight strategis berbasis data.
Manfaat Bagi Akuntan dan Pendidik Akuntansi
A. Bagi Akuntan Praktik
- Peningkatan Kompetensi Teknis: Memahami isu lanjutan seperti konsolidasi, penilaian investasi, dan instrumen kompleks membantu menyusun laporan yang lebih akurat dan sesuai standar.
- Kemampuan Professional Judgement: Standar lanjutan mendorong kemampuan analitis dalam memilih kebijakan akuntansi yang paling representatif bagi kondisi entitas.
B. Bagi Pendidik Akuntansi
- Sumber Referensi Pembelajaran Lanjut: Materi ini menyediakan kerangka untuk kurikulum lanjutan yang memperkuat dasar teori sekaligus praktik. Buku seperti Akuntansi Keuangan Lanjutan Berbasis PSAK/IFRS menjadi referensi utama.
- Pengembangan Kurikulum dan Studi Kasus: Dengan materi lanjutan, pendidik dapat mengembangkan soal-soal kasus yang meniru situasi nyata, meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi tuntutan pasar kerja.
PT Edukasi Nusantara Tbk adalah perusahaan jasa pendidikan yang sedang berkembang pesat dan memiliki beberapa unit usaha (sekolah swasta, pelatihan digital, dan platform edutech). Pada tahun 2024, perusahaan melakukan ekspansi besar melalui akuisisi 70% saham PT Cerdas Digital, sebuah perusahaan rintisan berbasis teknologi pendidikan.
Manajemen PT Edukasi Nusantara menghadapi beberapa transaksi yang belum diatur secara eksplisit dalam PSAK tertentu dan memerlukan pertimbangan profesional (professional judgment). Dalam menyusun laporan keuangan, manajemen memutuskan untuk:
- Mengakui goodwill dari akuisisi PT Cerdas Digital sebagai aset dengan nilai signifikan berdasarkan proyeksi pertumbuhan pengguna di masa depan.
- Mengukur beberapa aset tidak berwujud (platform digital dan basis data pengguna) menggunakan pendekatan nilai wajar, meskipun pasar aktif untuk aset tersebut tidak tersedia.
- Menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan mengacu pada Kerangka Konseptual PSAK/IFRS karena tidak terdapat PSAK spesifik yang secara rinci mengatur karakteristik unik bisnis digital tersebut.
Sebagian pemangku kepentingan (investor dan pendidik) mempertanyakan apakah kebijakan akuntansi yang dipilih manajemen telah mencerminkan substansi ekonomi dan memenuhi tujuan pelaporan keuangan yang berkualitas.
Pertanyaan:
Berdasarkan kasus di atas:
a. Jelaskan peran Kerangka Konseptual PSAK/IFRS dalam membantu manajemen mengambil keputusan akuntansi ketika tidak terdapat PSAK spesifik yang mengatur transaksi tertentu.
b. Analisis secara kritis apakah pengakuan goodwill dan pengukuran nilai wajar aset tidak berwujud dalam kasus ini telah mencerminkan substansi ekonomi.
c. Jelaskan risiko dan implikasi etis apabila professional judgment digunakan secara tidak tepat dalam penyusunan laporan keuangan.
d. Menurut Anda sebagai calon pendidik ekonomi, bagaimana kasus ini dapat digunakan sebagai contoh pembelajaran untuk menanamkan pemahaman akuntansi yang kritis dan beretika kepada peserta didik?
17 February - 23 February
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan 2 ini kita akan membahas tentang Review Konsep Akuntansi Dasar yang Relevan. Apakah ada yang sudah membaca referensi terkait dengan hal tersebut?
Baik...kita coba reviu disini ya...
Akuntansi merupakan fondasi utama dalam sistem informasi bisnis yang berfungsi merekam, mengklasifikasikan, dan menyajikan informasi keuangan secara sistematis untuk mendukung pengambilan keputusan ekonomi. Konsep dasar akuntansi hadir sebagai kerangka konseptual agar informasi yang dihasilkan bersifat relevan, andal, dapat dibandingkan, dan konsisten antarperiode. Tanpa pemahaman yang kuat terhadap konsep ini, laporan keuangan berpotensi menyesatkan dan kehilangan nilai informatifnya bagi manajemen, investor, kreditur, maupun regulator.
Beberapa konsep inti seperti kesatuan usaha, dasar akrual, kesinambungan usaha, harga perolehan, serta penandingan pendapatan dan beban menjadi pilar dalam pencatatan dan pelaporan keuangan. Konsep kesatuan usaha menegaskan pemisahan antara aktivitas bisnis dan kepentingan pribadi pemilik, sedangkan dasar akrual memastikan bahwa kinerja keuangan diukur berdasarkan realitas ekonomi, bukan sekadar arus kas. Prinsip kesinambungan usaha memungkinkan aset dan kewajiban dinilai secara rasional dalam jangka panjang, sementara penandingan beban dan pendapatan menjaga agar laba mencerminkan efisiensi operasional yang sebenarnya.
Penerapan konsep-konsep tersebut dapat diamati secara nyata dalam laporan keuangan perusahaan terbuka di Indonesia. Misalnya, laporan laba rugi PT Semen Indonesia Tbk menunjukkan pengakuan pendapatan dan beban berbasis periode, bukan waktu penerimaan kas, sehingga mencerminkan penerapan prinsip akrual. Demikian pula pada sektor perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, pendapatan bunga dan beban operasional dicatat secara akrual untuk menggambarkan kinerja keuangan yang sesungguhnya. Data ini kemudian menjadi dasar perhitungan rasio keuangan seperti profitabilitas, likuiditas, dan efisiensi aset.
Dari sisi analitis, konsep dasar akuntansi mendukung berbagai metode analisis laporan keuangan, seperti analisis horizontal dan vertikal. Analisis horizontal membantu mengidentifikasi tren pertumbuhan atau penurunan kinerja antarperiode, sedangkan analisis vertikal memperlihatkan struktur biaya dan kontribusi setiap pos terhadap total pendapatan atau aset. Dengan pendekatan ini, laporan keuangan tidak hanya bersifat historis, tetapi juga menjadi alat evaluasi dan peramalan kinerja bisnis.
Ke depan, relevansi konsep dasar akuntansi akan semakin diperkuat oleh perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, dan sistem akuntansi berbasis digital. Akuntansi tidak lagi terbatas pada pelaporan keuangan tradisional, tetapi berkembang menuju integrasi data non-keuangan seperti aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Meski teknologi terus berevolusi, konsep dasar akuntansi tetap menjadi fondasi yang tidak tergantikan, sekaligus jembatan penting untuk memahami akuntansi lanjutan dan praktik pelaporan keuangan masa depan.
Soal Kasus Terintegrasi: PT Maju Jaya
PT Maju Jaya adalah perusahaan ritel yang bergerak di bidang penjualan alat elektronik. Pada tanggal 1 Januari 2024, perusahaan memulai usaha dengan modal disetor sebesar Rp 500.000.000. Berikut transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2024:
- 1 Jan 2024: Membeli persediaan barang elektronik senilai Rp 200.000.000 secara tunai.
- 5 Jan 2024: Menjual barang senilai Rp 120.000.000 dengan harga jual Rp 150.000.000, dimana Rp 100.000.000 dibayar tunai dan sisanya kredit.
- 10 Jan 2024: Menerima tagihan listrik dan sewa toko sebesar Rp 10.000.000 yang akan dibayar bulan depan.
- 15 Jan 2024: Membayar gaji karyawan bulan Januari sebesar Rp 20.000.000 secara tunai.
- 20 Jan 2024: Pelanggan yang membeli secara kredit pada 5 Jan membayar Rp 50.000.000.
- 25 Jan 2024: Membeli peralatan toko (depresiasi 10% per tahun) seharga Rp 60.000.000 secara kredit.
- 31 Jan 2024: Menyusun laporan keuangan bulan Januari.
Diminta:
- Buatlah jurnal umum untuk transaksi di atas.
- Susun neraca saldo (trial balance) per 31 Jan 2024.
- Buat laporan laba rugi dan neraca per 31 Jan 2024.
- Analisis singkat menggunakan analisis vertikal (persentase dari penjualan) untuk laporan laba rugi.
- Jelaskan konsep akuntansi dasar yang digunakan dalam kasus ini (minimal 3 konsep) dan mengapa konsep tersebut relevan.
- ད་རིས་ཀྱི་བདུན་ཕྲག
24 February - 2 March
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan 3 ini kita akan mempelajari tentang Konsolidasi Laporan Keuangan: Konsep Dasar. Apakah ada yang sudah mempelajari hal ini sebelumnya?
Untuk menambah wawasan kita mari kita simak dahulu vidoe berikut ini.
Sumber: youtube.com
Apa Itu Konsolidasi Laporan Keuangan?
Konsolidasi laporan keuangan adalah proses penyusunan laporan keuangan yang menggabungkan posisi dan hasil operasi dari entitas induk dengan seluruh anak perusahaannya menjadi satu laporan kelompok usaha yang utuh. Tujuan utama konsolidasi adalah mencerminkan satu entitas ekonomi terpadu, meskipun secara legal terdiri dari beberapa entitas hukum yang berbeda.
Intinya, laporan konsolidasi:
- Menyajikan seluruh aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban, dan arus kas sebagai satu kesatuan.
- Menghilangkan transaksi antar-entitas untuk menghindari penggandaan atau distorsi angka (misalnya piutang dan utang antar anak perusahaan).
- Menunjukkan peran kepemilikan mayoritas, serta melaporkan bagian kepentingan minoritas (Non-Controlling Interests) bila relevan.
Menurut IFRS 10, suatu entitas wajib dikonsolidasi jika induk memiliki kontrol atas anak, bukan sekadar kepemilikan saham; yaitu kemampuan untuk mengarahkan kebijakan keuangan/operasional untuk memperoleh manfaat ekonomis.
Elemen Utama dan Struktur Laporan Konsolidasi
Konsolidasi mencakup lima komponen laporan utama:
- Neraca Konsolidasi: Menampilkan aset, kewajiban, dan ekuitas total grup.
- Laporan Laba Rugi Konsolidasi: Menggabungkan pendapatan dan biaya dari seluruh entitas.
- Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi: Menunjukkan perubahan modal dan laba ditahan dalam satu periode.
- Laporan Arus Kas Konsolidasi: Menyajikan arus kas operasi, investasi, dan pendanaan grup secara terpadu.
- Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi: Penjelasan tentang kebijakan akuntansi, transaksi khusus, dan asumsi signifikan.
Setiap komponen berperan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kesehatan finansial dan kinerja grup perusahaan.
Contoh Konkret (Sederhana)
Contoh diakses dari paduan konsolidasi (realistik namun disederhanakan):
Perusahaan Induk: Grup X
- Aset: $500 juta
- Liabilitas: $300 juta
- Pendapatan: $350 juta
- Laba Bersih: $25 juta
Anak Perusahaan A
- Aset: $150 juta
- Liabilitas: $90 juta
- Pendapatan: $110 juta
- Laba Bersih: $8 juta
Anak Perusahaan B
- Aset: $80 juta
- Liabilitas: $50 juta
- Pendapatan: $60 juta
- Laba Bersih: $5 juta
Konsolidasi Sederhana:
Item
Jumlah Gabungan
Aset
$730 juta
Liabilitas
$440 juta
Pendapatan
$520 juta
Laba Bersih
$38 juta
Catatan: Dalam praktik sebenarnya, konsolidasi juga akan menghapuskan transaksi antar grup, memperhitungkan kepentingan non-pengendali, dan mengatur pengakuan investasi dengan metode akuntansi yang tepat.
Mengapa Laporan Konsolidasian Ini Penting?
Untuk Akuntan Praktisi
- Standar Internasional: Konsolidasi mengikuti standar global seperti IFRS 10–12, memastikan transparansi dan perbandingan antar perusahaan multinasional.
- Eliminasi yang Tepat: Menghapus transaksi internal menghindari duplikasi pendapatan atau aset, sehingga laporan mencerminkan kinerja ekonomi sejati.
Untuk Analis dan Investor
- Memberi gambaran ekonomi grup secara komprehensif daripada sekadar laporan tiap entitas.
- Penting untuk mengevaluasi risiko dan potensi pertumbuhan dari seluruh grup, tidak hanya induk.
Untuk Akademisi dan Pendidik
- Memberikan basis materi lanjutan seperti: studi kasus tentang akuisisi, goodwill, dan kepentingan minoritas.Perbandingan metode konsolidasi vs ekuitas vs biaya untuk investasi di asosiasi.Dampak standar akuntansi yang berkembang pada praktik akuntansi grup.
Dalam era digital dan globalisasi:
- Automasi ERP & AI akan semakin membantu konsolidasi multi entitas secara real-time. Ini mempercepat waktu pelaporan dan mengurangi kesalahan manual.
- Visualisasi data dan predictive analytics bisa memprediksi performa grup berdasarkan tren konsolidasi historis, membantu pengambilan keputusan strategis.
- Transparansi dan ESG (Environmental, Social, Governance) makin penting dalam laporan konsolidasi untuk menjelaskan dampak sosial ekonomi perusahaan.
Manfaat Konsolidasi Laporan Keuangan
Bagi Akuntan
- Memahami konsolidasi membantu akuntan menyusun laporan yang akurat, relevan, dan sesuai standar global.
- Meningkatkan keterampilan dalam eliminasi entri, penilaian goodwill, dan alokasi kepentingan non-pengendali.
Bagi Pendidik Akuntansi
- Konsolidasi merupakan jembatan antara akuntansi dasar dan akuntansi lanjutan.
- Menjadi materi latihan untuk analisis kasus, penggunaan IFRS, dan integrasi teknologi dalam pelaporan keuangan.
KASUS: Konsolidasi Laporan Keuangan Dasar
PT Alpha (Induk) mengakuisisi 80% saham PT Beta (Anak) pada awal tahun 2024. Pada tanggal akuisisi, data ekuitas PT Beta adalah Rp 250 juta. PT Alpha membeli saham tersebut dengan harga Rp 350 juta.
Data Laporan Keuangan 31 Desember 2024
PT Alpha (Induk)
- Aset: 1.200
- Liabilitas: 700
- Ekuitas akhir: 500
- Pendapatan: 900
- Beban: 600
- Laba bersih: 300
- Investasi pada PT Beta: 350
PT Beta (Anak)
- Aset: 600
- Liabilitas: 300
- Ekuitas akhir: 300
- Pendapatan: 400
- Beban: 250
- Laba bersih: 150
Catatan tambahan:
- Tidak ada transaksi antar entitas.
- Tidak ada dividen PT Beta pada tahun 2024.
- Pada saat akuisisi, nilai wajar aset bersih PT Beta sama dengan nilai buku (tidak ada penyesuaian nilai wajar).
- Selisih antara harga beli dan nilai buku pada saat akuisisi dianggap sebagai goodwill.
DIMINTA:
- Hitung Goodwill pada saat akuisisi.
- Hitung Kepentingan Non-Pengendali (KNP) pada akhir tahun 2024.
- Susun Laporan Laba Rugi Konsolidasi.
- Susun Neraca Konsolidasi per 31 Desember 2024.
3 March - 9 March
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan keempat ini topik pembahasan kita tentang Konsolidasi: Eliminasi & Jurnal Konsolidasi. Siapa diantara kalian yang sudah membaca referensi tentang hal ini dan bisa menyampaikan pendapatnya? Ok, baik mendapat nilai plus ya jika kalian aktif membaca materi lebih awal, dan itu sangat baik sekali untuk kalian. Proses belajar itu proses bertumbuh dan memerlukan tahapan-tahapan yang tidak mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran dan mau berproses dalam belajar. Buah manis tidak muncul dalam sekejap. Begitu pula dengan ilmu. Semoga kita selalu diberikan kesabaran dalam menimba ilmu agar tiddak terjebak dalam belenggu kebodohan di era sekarang ini maupun di masa yang akan datang.
Baik, kita akan mulai bahas ya topik kita.
Konsolidasi: Eliminasi & Jurnal Konsolidasi — Pengertian dan Inti Materi
Konsolidasi dalam akuntansi adalah proses menggabungkan laporan keuangan dari dua atau lebih entitas yang secara hukum terpisah (missal: perusahaan induk dan anak perusahaan) menjadi satu laporan keuangan yang utuh yang menunjukkan posisi keuangan dan hasil operasi seolah-olah seluruh entitas tersebut merupakan satu kesatuan ekonomi. Proses ini diatur dalam standar pelaporan seperti PSAK 65 / IFRS 10 yang mengatur kapan suatu entitas harus dikonsolidasi berdasarkan konsep control atau pengendalian.
Dalam laporan konsolidasi, semua akun dan transaksi internal kelompok perusahaan yang terjadi antara induk dan anak harus dieliminasi agar tidak terjadi double counting atau penggandaan informasi yang menyesatkan. Eliminasi ini dilakukan melalui jurnal eliminasi konsolidasi.
Apa itu Jurnal Eliminasi Konsolidasi?
Jurnal eliminasi konsolidasi adalah catatan akuntansi yang dibuat pada tahap penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang bertujuan untuk:
- Menghapus transaksi antar entitas (misal: piutang dan utang antar perusahaan dalam grup).
- Menghapus saldo akun internal yang jika digabung secara langsung akan menimbulkan ganda data.
- Menjaga transparansi dan representasi yang benar dalam laporan akhir konsolidasi.
Jurnal eliminasi hanya muncul dalam lembar kerja konsolidasi (working paper) dan tidak memengaruhi buku besar masing-masing entitas secara langsung — karena pencatatan tetap dilakukan pada level internal masing-masing perusahaan.
Contoh Konkret: Jurnal Eliminasi & Proses Konsolidasi
Contoh Sederhana Transaksi Internal
Misalnya:
✔️ PT Induk A memiliki anak perusahaan PT B.
✔️ Pada akhir periode, PT B memiliki hutang Rp50 juta kepada PT A.Untuk menghilangkan transaksi ganda tersebut dalam laporan konsolidasi:
Jurnal Eliminasi:
Dr. Utang Usaha — 50.000.000
Cr. Piutang Usaha — 50.000.000
Ini menghapus angka yang sama dari kedua sisi laporan sehingga angka konsolidasi menunjukkan transaksi dengan pihak luar saja.
Eliminasi Penjualan dan Keuntungan Internal
Jika PT A menjual barang ke PT B, dan PT B masih memegang persediaan tersebut pada akhir periode, keuntungan internal atas persediaan ini belum direalisasi dan tidak boleh diakui dalam laporan konsolidasi.
Contoh jurnal eliminasi terkait penjualan internal:
Dr. Pendapatan Penjualan (Inter-company)
Cr. Harga Pokok Penjualan
Cr. Persediaan (untuk menghapus laba belum direalisasi)
Ini membantu konsolidasi mencerminkan kinerja yang sebenarnya dari grup, bukan laba internal yang belum terealisasi kepada pihak eksternal.
Analisis Inti: Mengapa Eliminasi Penting?
Tanpa eliminasi, laporan konsolidasi akan:
- Menampilkan dua kali transaksi yang sama sehingga overstate (terlalu besar) pada pendapatan, aset, hutang, dll.
- Menjadi tidak akurat dalam menggambarkan kinerja ekonomi grup.
- Membingungkan pengguna laporan seperti investor, kreditor, atau pemangku kepentingan lainnya.
Melalui eliminasi, laporan keuangan konsolidasi menjamin angka yang ditampilkan adalah hasil aktivitas eksternal saja, bukan transaksi internal yang tidak berdampak pada kekayaan atau hasil operasi ekternal grup.
Konsolidasi: Eliminasi & Jurnal Konsolidasi — Pengertian dan Inti Materi
Konsolidasi dalam akuntansi adalah proses menggabungkan laporan keuangan dari dua atau lebih entitas yang secara hukum terpisah (missal: perusahaan induk dan anak perusahaan) menjadi satu laporan keuangan yang utuh yang menunjukkan posisi keuangan dan hasil operasi seolah-olah seluruh entitas tersebut merupakan satu kesatuan ekonomi. Proses ini diatur dalam standar pelaporan seperti PSAK 65 / IFRS 10 yang mengatur kapan suatu entitas harus dikonsolidasi berdasarkan konsep control atau pengendalian.
Dalam laporan konsolidasi, semua akun dan transaksi internal kelompok perusahaan yang terjadi antara induk dan anak harus dieliminasi agar tidak terjadi double counting atau penggandaan informasi yang menyesatkan. Eliminasi ini dilakukan melalui jurnal eliminasi konsolidasi.
Apa itu Jurnal Eliminasi Konsolidasi?
Jurnal eliminasi konsolidasi adalah catatan akuntansi yang dibuat pada tahap penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang bertujuan untuk:
- Menghapus transaksi antar entitas (misal: piutang dan utang antar perusahaan dalam grup).
- Menghapus saldo akun internal yang jika digabung secara langsung akan menimbulkan ganda data.
- Menjaga transparansi dan representasi yang benar dalam laporan akhir konsolidasi.
Jurnal eliminasi hanya muncul dalam lembar kerja konsolidasi (working paper) dan tidak memengaruhi buku besar masing-masing entitas secara langsung — karena pencatatan tetap dilakukan pada level internal masing-masing perusahaan.
Contoh Konkret: Jurnal Eliminasi & Proses Konsolidasi
Contoh Sederhana Transaksi Internal
Misalnya:
✔️ PT Induk A memiliki anak perusahaan PT B.
✔️ Pada akhir periode, PT B memiliki hutang Rp50 juta kepada PT A.Untuk menghilangkan transaksi ganda tersebut dalam laporan konsolidasi:
Jurnal Eliminasi:
Dr. Utang Usaha — 50.000.000
Cr. Piutang Usaha — 50.000.000
Ini menghapus angka yang sama dari kedua sisi laporan sehingga angka konsolidasi menunjukkan transaksi dengan pihak luar saja.
Eliminasi Penjualan dan Keuntungan Internal
Jika PT A menjual barang ke PT B, dan PT B masih memegang persediaan tersebut pada akhir periode, keuntungan internal atas persediaan ini belum direalisasi dan tidak boleh diakui dalam laporan konsolidasi.
Contoh jurnal eliminasi terkait penjualan internal:
Dr. Pendapatan Penjualan (Inter-company)
Cr. Harga Pokok Penjualan
Cr. Persediaan (untuk menghapus laba belum direalisasi)
Ini membantu konsolidasi mencerminkan kinerja yang sebenarnya dari grup, bukan laba internal yang belum terealisasi kepada pihak eksternal.
Analisis Inti: Mengapa Eliminasi Penting?
Tanpa eliminasi, laporan konsolidasi akan:
- Menampilkan dua kali transaksi yang sama sehingga overstate (terlalu besar) pada pendapatan, aset, hutang, dll.
- Menjadi tidak akurat dalam menggambarkan kinerja ekonomi grup.
- Membingungkan pengguna laporan seperti investor, kreditor, atau pemangku kepentingan lainnya.
Melalui eliminasi, laporan keuangan konsolidasi menjamin angka yang ditampilkan adalah hasil aktivitas eksternal saja, bukan transaksi internal yang tidak berdampak pada kekayaan atau hasil operasi ekternal grup.
Rujukan:
Ikatan Akuntan Indonesia. (2023). PSAK 65: Laporan keuangan konsolidasian. Ikatan Akuntan Indonesia.
International Accounting Standards Board. (2023). IFRS 10: Consolidated financial statements. IFRS Foundation.
Berikut video terkait dengan materi kita pada hari ini:Sumber: youtube.com
Kasus: Eliminasi Transaksi Antar Perusahaan dalam Konsolidasi
PT Alfa (induk) memiliki 80% saham PT Beta (anak). Pada tanggal 31 Desember 2025, data yang relevan adalah sebagai berikut:
Neraca per 31 Desember 2025 (dalam juta rupiah)
PT Alfa
- Kas: 100
- Piutang Usaha: 200
- Persediaan: 300
- Investasi pada PT Beta: 500
- Total Aset: 1.100
- Utang Usaha: 150
- Ekuitas: 950
- Total Liabilitas & Ekuitas: 1.100
PT Beta
- Kas: 50
- Piutang Usaha: 120
- Persediaan: 200
- Aset Tetap: 300
- Total Aset: 670
- Utang Usaha: 80
- Ekuitas: 590
- Total Liabilitas & Ekuitas: 670
Transaksi Antar Perusahaan (Internal)
- Pada tahun 2025, PT Alfa menjual barang ke PT Beta senilai Rp150 juta (harga jual) dengan harga pokok Rp90 juta.
- Pada akhir tahun, PT Beta masih memiliki persediaan barang tersebut sebesar Rp60 juta (harga jual) dan belum dijual ke pihak eksternal.
DIMINTA:
Buatlah:
- Jurnal eliminasi konsolidasi yang diperlukan untuk menghilangkan transaksi internal tersebut.
- Penyesuaian laba belum direalisasi atas persediaan internal.
- Laporan neraca konsolidasi (setelah eliminasi) secara singkat (hanya akun yang terpengaruh).
10 March - 16 March
Salam Pembelajar,
Apa kabar semuanya?
Masih semangat ya belajar AKL?
Good....kita lanjutkan ya topik perkuliahan kita pada hari ini yaitu Transaksi Antar Perusahaan (Sales, Inventory, Asset).
Transaksi Antar Perusahaan (Intercompany Transactions) adalah transaksi ekonomi yang terjadi antara dua entitas bisnis yang berada di bawah kendali pemilik yang sama (misalnya antara perusahaan induk dan anak perusahaan atau antar perusahaan afiliasi dalam satu grup). Konsep ini penting dalam akuntansi konsolidasi karena transaksi internal tidak boleh mempengaruhi laporan keuangan jika dilihat sebagai satu kesatuan ekonomi.
Dalam konteks akuntansi, intercompany transaction meliputi banyak bentuk, seperti:
- Penjualan barang/jasa antar entitas dalam grup;
- Transfer persediaan (inventory);
- Transfer aset tetap (asset) termasuk sewa antar perusahaan;
- Pinjaman atau pembayaran biaya manajemen antar perusahaan afiliasi.
Transaksi-transaksi ini dicatat oleh masing-masing entitas, tetapi pada saat pelaporan konsolidasi, semua pengaruhnya harus dieliminasi agar laporan hanya mencerminkan transaksi dengan pihak luar grup saja.
Jenis-Jenis Transaksi Antar Perusahaan
a. Sales Antar Perusahaan
Penjualan produk atau jasa dari satu entitas grup kepada entitas lain. Misalnya, PT A (induk) menjual barang ke PT B (anak) seharga Rp100.000 dengan harga pokok (HPP) Rp70.000.
Pencatatan:
- PT A:
Dr. Piutang Intercompany Rp100.000
Cr. Penjualan Rp100.000 - PT B:
Dr. Persediaan Rp100.000
Cr. Utang Intercompany Rp100.000
Transaksi ini tampak sebagai pendapatan dan biaya di entitas masing-masing, tetapi pada laporan konsolidasi pendapatan dan biaya tersebut harus dieliminasi.
b. Inventory (Persediaan)
Transfer persediaan sering terjadi dalam grup. Jika barang belum terjual keluar grup pada akhir periode, laba belum direalisasi harus ditangguhkan untuk mencerminkan hanya laba yang diperoleh dari pihak luar saja.
Contohnya:
PT A menjual persediaan kepada PT B senilai Rp50.000 dengan laba 25% (HPP Rp40.000). Jika barang itu belum terjual ke pihak luar saat akhir periode, laba Rp10.000 harus ditangguhkan dalam konsolidasi.c. Asset Transfer Antar Perusahaan
Termasuk transfer aset tetap atau penyewaan aset antar entitas. Misalnya, PT C (anak) menyewa mesin dari PT D (induk). Aset tetap tetap dicatat pada neraca masing-masing entitas, tetapi dalam konsolidasi, kepemilikan tetap diakui hanya satu kali dan transaksi sewa dicatat sebagai transaksi internal yang dieliminasi.
Contoh Data:
Sebuah grup terdiri dari dua entitas—PT Alfa dan PT Beta.
Keterangan
Nilai (Rp)
Penjualan antar perusahaan (Alfa → Beta)
1.000.000
Harga Pokok Penjualan
700.000
Persediaan Belum Dijual di Beta
400.000
Analisis:
- Laba dari transaksi ini = 1.000.000 − 700.000 = 300.000
- Jika persediaan di Beta Rp400.000 belum dijual ke pihak luar, maka laba yang belum direalisasi harus ditangguhkan:
Laba ditangguhkan: 300.000 × (400.000 / 1.000.000) = 120.000
Dalam konsolidasi, laba Rp120.000 ini ditangguhkan agar laba yang dilaporkan hanya mencerminkan laba dari penjualan ke pihak luar.
Tanpa eliminasi transaksi antar perusahaan, laporan konsolidasi dapat:
- Mengandung pendapatan fiktif ;
- Laba/Rugi menjadi terdistorsi ;
- Aset dan
kewajiban terlihat berlebihan ;
Ini dapat menyesatkan investor dan pengguna laporan lainnya.
PT Mega Group terdiri dari PT Mega Utama (Induk) dan PT Mega Distribusi (Anak). Pada tahun 2025, kedua entitas melakukan beberapa transaksi antar perusahaan sebagai berikut:
1. Penjualan Persediaan
- Pada 1 November 2025, PT Mega Utama menjual persediaan ke PT Mega Distribusi sebesar Rp 2.000.000 (harga jual).
- Harga pokok persediaan pada PT Mega Utama adalah Rp 1.400.000.
- Pada 31 Desember 2025, persediaan tersebut masih tersisa 50% di PT Mega Distribusi (belum terjual ke pihak luar).
2. Transfer Aset Tetap
- Pada 1 Juli 2025, PT Mega Utama menjual mesin ke PT Mega Distribusi dengan harga Rp 1.800.000.
- Nilai buku mesin di PT Mega Utama per 1 Juli 2025 adalah Rp 1.200.000.
- Umur ekonomis mesin: 5 tahun (tidak ada nilai residu).
- Penyusutan garis lurus dilakukan oleh pembeli (PT Mega Distribusi) sejak 1 Juli 2025.
- PT Mega Distribusi menyusun laporan keuangan per 31 Desember 2025.
3. Utang/Piutang Intercompany
Pada 31 Desember 2025, saldo piutang intercompany PT Mega Utama adalah Rp 2.500.000, dan saldo utang intercompany PT Mega Distribusi adalah Rp 2.500.000 (sudah sesuai).
DIMINTA:
Buatlah jurnal eliminasi konsolidasi per 31 Desember 2025 untuk:
A. Menghilangkan transaksi penjualan antar perusahaan
B. Mengeliminasi laba belum direalisasi pada persediaan
C. Mengeliminasi keuntungan dari penjualan aset tetap dan menyesuaikan penyusutan
D. Menentukan laba konsolidasi yang benar jika laba sebelum eliminasi adalah:
Entitas
Laba (Sebelum Eliminasi)
PT Mega Utama
Rp 500.000
PT Mega Distribusi
Rp 250.000
17 March - 23 March
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan ini kita akan mempelajari tentang Transaksi Antar Perusahaan (Dividen, Laba Ditahan).
Konsep Dasar Transaksi Antar Perusahaan
Dalam akuntansi keuangan lanjutan, transaksi antar perusahaan muncul ketika terdapat hubungan induk–anak perusahaan (parent–subsidiary) atau entitas yang berada dalam satu kelompok usaha.Tujuan utama laporan keuangan konsolidasian adalah menyajikan kelompok usaha seolah-olah merupakan satu entitas ekonomi. Konsekuensinya:
- Transaksi internal tidak boleh memengaruhi laba, dividen, atau ekuitas konsolidasian
- Dividen dan laba ditahan antar perusahaan harus dianalisis sumbernya: dari laba sebelum atau sesudah akuisisi
Dividen Antar Perusahaan
Dividen adalah distribusi laba kepada pemegang saham.
Namun, dalam kelompok usaha:- Dividen dari anak ke induk ≠ pendapatan bagi kelompok usaha
- Dividen tersebut hanyalah pemindahan ekuitas internal
Secara konsolidasi, dividen harus dieliminasi.
Contoh Kasus Dividen dari Laba Setelah Akuisisi
Kasus:
- PT Induk memiliki 80% saham PT Anak
- Tahun 2025, PT Anak membagikan dividen Rp100.000
- Dividen berasal dari laba setelah akuisisi
Pencatatan di pembukuan terpisah:
- PT Anak
- Laba Ditahan 100.000
- Dividen Dibayar 100.000
- PT Induk
- Kas 80.000
- Pendapatan Dividen 80.000
2.3 Perlakuan dalam Laporan Konsolidasian
Secara konsolidasi:
- Pendapatan dividen dihapus
- Dividen tidak menambah laba grup
Jurnal eliminasi:
Pendapatan Dividen 80.000
Dividen Dibayar 80.000
Analisis Kritis:
- Jika dividen tidak dieliminasi, laba konsolidasian akan terdistorsi
- Ini melanggar prinsip economic entity concept
- Dividen hanyalah redistribusi laba internal, bukan pendapatan baru
Laba Ditahan dalam Transaksi Antar Perusahaan
Laba Ditahan Sebelum vs Sesudah Akuisisi
Ini bagian krusial dan sering menjebak dalam ujian maupun praktik.
Jenis Laba Ditahan
Perlakuan
Sebelum akuisisi
Bagian dari harga perolehan investasi
Sesudah akuisisi
Bagian dari laba konsolidasian
Contoh Kasus 2 – Dividen dari Laba Sebelum Akuisisi
Kasus:
- PT Induk membeli 70% saham PT Anak pada 1 Jan 2025
- Laba ditahan PT Anak saat akuisisi: Rp200.000
- Tahun 2025, PT Anak membagikan dividen Rp50.000
- Dividen berasal dari laba sebelum akuisisi
Pembukuan PT Induk:
Kas 35.000
Investasi pada PT Anak 35.000
(dividen dianggap pengembalian investasi, bukan pendapatan)
Dampak Konsolidasi
Tidak ada eliminasi terhadap pendapatan dividen
Tetapi: Nilai investasi induk berkurang, Laba konsolidasian tidak bertambahAnalisis Kritis:
- Dividen dari laba pra-akuisisi secara ekonomi adalah pengembalian modal.
- Jika dicatat sebagai pendapatan-overstatement laba.
- Ini menunjukkan pentingnya penelusuran sumber laba.
Dampak terhadap Kepentingan Non-Pengendali (KNP)
Jika kepemilikan induk < 100%, dividen juga berdampak pada KNP.
Contoh:
- Kepemilikan induk 80%, KNP 20%
- Dividen Rp100.000
Hak KNP = Rp20.000
Mengurangi ekuitas KNP, bukan beban atau pendapatan grupAnalisis Kritis dan Konseptual
Beberapa poin reflektif penting:
- Dividen
bukan indikator kinerja grup
Laba konsolidasian mencerminkan performa ekonomi sesungguhnya - Kesalahan
klasifikasi dividen
Bisa menyebabkan: Overstatement laba, Salah saji ekuitas, dan Keputusan investasi yang keliru.
- Laba
ditahan adalah elemen historis dan strategis
Memahami waktunya (pra/pasca akuisisi) menentukan perlakuan akuntansi - Transaksi
internal menuntut skeptisisme profesional
Akuntansi lanjutan tidak hanya teknis, tetapi juga analitis dan konseptual
PT Alpha mengakuisisi 80% saham PT Beta pada 1 Januari 2024 dengan harga yang mencerminkan nilai wajar aset neto PT Beta.
Pada tanggal akuisisi, posisi ekuitas PT Beta adalah sebagai berikut:- Modal saham : Rp500.000
- Laba ditahan : Rp300.000
Selama tahun 2024, PT Beta memperoleh laba bersih sebesar Rp200.000 dan pada 31 Desember 2024 membagikan dividen tunai sebesar Rp120.000.
Kebijakan PT Beta adalah bahwa dividen dibagikan dari laba ditahan yang tersedia, tanpa pemisahan eksplisit antara laba sebelum dan sesudah akuisisi.
PT Alpha menggunakan metode ekuitas dalam pencatatan investasinya.
DIMINTA:
- Tentukan bagian dividen PT
Beta yang:
a. Berasal dari laba sebelum akuisisi
b. Berasal dari laba setelah akuisisi - Buat jurnal pada pembukuan PT Alpha atas penerimaan dividen tersebut.
- Jelaskan perlakuan eliminasi yang diperlukan dalam laporan keuangan konsolidasian.
- Analisis secara kritis dampak kesalahan perlakuan dividen terhadap laba konsolidasian dan ekuitas.
24 March - 30 March
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan ketujuh ini kita akan mempelajari tentang Goodwill & Non-Controlling Interest. Apakah ada yang sudah memahaminya?
Mari kita simak video berikut.
Video (1)
Sumber Youtube.com
Video (2)
Sumber Youtube.com
Apa itu Goodwill?
Goodwill adalah selisih lebih antara harga beli (consideration) atas perusahaan yang diakuisisi dengan nilai wajar aset bersih yang diakuisisi.
Goodwill = Harga Beli – Nilai Wajar Aset Bersih
Aset bersih = Aset (fair value) – Liabilitas (fair value)
Mengapa muncul Goodwill?
Karena perusahaan yang dibeli biasanya punya nilai lebih dari aset yang terlihat, misalnya:
merek terkenal, pelanggan setia, manajemen yang bagus, reputasi baik, teknologi unggul
Contoh Kasus Goodwill
PT A mengakuisisi PT B dengan harga Rp 1.200.000.000.
Nilai wajar aset dan liabilitas PT B:Komponen
Nilai Wajar
Aset
Rp 1.400.000.000
Liabilitas
Rp 500.000.000
Aset bersih = 1.400.000.000 – 500.000.000 = 900.000.000
Maka goodwill:
Goodwill = 1.200.000.000 – 900.000.000 = 300.000.000
Jurnal Akuisisi (Goodwill)
Saat akuisisi, PT A mencatat:
Akun
Debit
Kredit
Aset PT B (nilai wajar)
1.400.000.000
Goodwill
300.000.000
Liabilitas PT B
500.000.000
Kas (harga beli)
1.200.000.000
2. Non-Controlling Interest (NCI) / Kepentingan Non-Pengendali
Apa itu NCI?
NCI adalah kepemilikan pemegang saham minoritas di anak perusahaan setelah perusahaan induk mengakuisisi sebagian sahamnya.
Contoh:
Jika perusahaan induk membeli 80% saham anak perusahaan, maka 20% sisanya dimiliki pihak lain → ini disebut NCI.NCI dicatat di laporan konsolidasi
NCI muncul di ekuitas pada laporan keuangan konsolidasi.
Cara Menghitung NCI
Ada 2 metode yang umum dipakai:
Metode 1: NCI berdasarkan Nilai Wajar (Fair Value)
NCI = persentase kepemilikan minoritas × nilai wajar total ekuitas anak pada tanggal akuisisi.
Metode 2: NCI berdasarkan bagian proporsional (Proporsional Share)
NCI = persentase minoritas × nilai wajar aset bersih anak pada tanggal akuisisi.
Contoh Lengkap NCI (Metode Fair Value)
PT A membeli 70% saham PT B dengan harga Rp 700.000.000.
Nilai wajar aset bersih PT B = Rp 900.000.000.Hitung NCI (Fair Value)
NCI (30%) = 30% × Rp 900.000.000
Rp 270.000.000Hitung Goodwill
Goodwill = Harga Beli – (70% × Aset bersih)
= 700.000.000 – (70% × 900.000.000)
= 700.000.000 – 630.000.000
= Rp 70.000.000Jurnal Konsolidasi
Akun
Debit
Kredit
Aset (nilai wajar)
900.000.000
Goodwill
70.000.000
Liabilitas
NCI
270.000.000
Investasi pada PT B
700.000.000
Intinya:
- Goodwill muncul ketika harga beli > nilai wajar aset bersih.
- NCI adalah bagian minoritas yang tidak dimiliki induk.
- Dalam konsolidasi, NCI dihitung berdasarkan nilai wajar atau proporsional.
Contoh Soal dan Pembahasan (Latihan)
Soal:
PT X mengakuisisi 80% saham PT Y dengan harga Rp 1.000.000.000.
Nilai wajar aset bersih PT Y = Rp 1.200.000.000.Hitung:
- Goodwill
- NCI (metode fair value)
Pembahasan:
- Goodwill
Goodwill = Harga beli – (80% × aset bersih)
= 1.000.000.000 – (0,8 × 1.200.000.000)
= 1.000.000.000 – 960.000.000
= Rp 40.000.000 - NCI (Fair Value)
NCI = 20% × 1.200.000.000
= Rp 240.000.000
Ringkasan Tabel
Konsep
Rumus
Goodwill
Harga beli – nilai wajar aset bersih
NCI (fair value)
% minoritas × nilai wajar total ekuitas anak
NCI (proporsional)
% minoritas × nilai wajar aset bersih anak
Pada tanggal 1 Januari 2025, PT Alfa mengakuisisi 75% saham PT Beta dengan harga Rp 1.500.000.000.
Pada tanggal akuisisi, nilai wajar aset dan liabilitas PT Beta adalah sebagai berikut:
Komponen
Nilai Wajar
Kas
200.000.000
Piutang
400.000.000
Persediaan
600.000.000
Tanah
800.000.000
Bangunan (nilai wajar)
700.000.000
Akumulasi penyusutan bangunan
(300.000.000)
Utang usaha
(500.000.000)
Utang bank
(400.000.000)
Catatan:
- Bangunan pada buku PT Beta tercatat sebesar Rp 400.000.000 (setelah akumulasi penyusutan Rp 300.000.000).
- Nilai wajar bangunan adalah Rp 700.000.000.
- Tidak ada aset tak berwujud (intangible assets) lain.
Tugas:
- Hitung nilai wajar aset bersih PT Beta pada tanggal akuisisi.
- Hitung Goodwill yang muncul dari akuisisi.
- Hitung Non-Controlling Interest (NCI) menggunakan metode fair value.
- Buat jurnal konsolidasi pada tanggal akuisisi (tanpa mencantumkan akun-akun detail seperti persediaan dan piutang, cukup kelompokkan sebagai Aset, Liabilitas, Goodwill, NCI, Investasi).
31 March - 6 April
Pada pertemuan ini akan dilaksanakan Ujian Tengah Semester.
7 April - 13 April
Salam Pembelajar,
pada pertemuan ke-9 ini kita akan mempelajari tentang Kombinasi Bisnis (Business Combination). Apakah ada diantara kalian yang sudah mempelajari dan bisa sharing informasi disini?
Baik, goodjob ya...
Mari kita coba kaji bersama, dengan terlebih dahulu menyimak video berikut:
Sumber: youtube.com
Sumber: youtube.com
Kombinasi Bisnis adalah proses penggabungan dua atau lebih entitas usaha menjadi satu entitas ekonomi, sehingga entitas yang bergabung memiliki kendali dan manfaat ekonomi yang sama.
Dalam praktik, kombinasi bisnis bisa terjadi melalui:
- Penggabungan usaha (merger)
- Pengambilalihan (acquisition)
- Pembelian aset dan liabilitas (asset acquisition)
Tujuan Kombinasi Bisnis
Secara umum tujuan kombinasi bisnis adalah:
1. Memperluas pangsa pasar
2. Mendapatkan teknologi/kompetensi baru
3. Efisiensi biaya (sinergi)
4. Diversifikasi produk
5. Menguasai rantai pasok (vertical integration)Metode Pengakuan dalam Akuntansi
Menurut standar akuntansi (misalnya PSAK 22 / IFRS 3), kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi (acquisition method).
Langkah-langkah metode akuisisi:
- Identifikasi
pengakuisisi
Entitas yang memperoleh kontrol. - Tanggal akuisisi
Tanggal ketika kontrol diperoleh. - Pengukuran biaya
perolehan
Harga pembelian + biaya langsung terkait akuisisi. - Pengukuran aset
teridentifikasi & liabilitas teridentifikasi
Diukur pada nilai wajar (fair value) pada tanggal akuisisi. - Pengakuan
goodwill (jika ada)
Goodwill = Harga perolehan – (Nilai wajar aset bersih teridentifikasi)
Aset dan Liabilitas yang Diakui
Dalam kombinasi bisnis, semua aset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi harus diukur pada nilai wajar, termasuk:
Aset tetap
Persediaan
Piutang
Hak atas kekayaan intelektual
Aset tak berwujud (misalnya merek, paten)
Liabilitas kontinjensi yang dapat diukurGoodwill (Kelebihan Harga)
Goodwill muncul ketika harga yang dibayar lebih besar dari nilai wajar aset bersih yang diperoleh.
Contoh faktor goodwill:
- Reputasi perusahaan
- Pelanggan setia
- Karyawan yang ahli
- Lokasi strategis
Contoh Soal Kasus (Relevan & Mudah Dipahami)
Contoh Kasus 1 – Akuisisi dengan Goodwill
PT A mengakuisisi PT B pada 1 Januari 2024.
Data nilai wajar PT B pada tanggal akuisisi:
- Kas: Rp 100.000.000
- Piutang: Rp 200.000.000
- Persediaan: Rp 150.000.000
- Aset Tetap (nilai wajar): Rp 500.000.000
- Liabilitas: Rp 250.000.000
PT A membayar Rp 800.000.000 tunai.
Pertanyaan:
- Hitung nilai wajar aset bersih PT B.
- Hitung Goodwill.
- Buatlah jurnal akuisisi PT A.
Jawaban:
- Nilai wajar aset
bersih
= Aset – Liabilitas
= (100.000.000 + 200.000.000 + 150.000.000 + 500.000.000) – 250.000.000
= 950.000.000 – 250.000.000
= Rp 700.000.000 - Goodwill
= Harga perolehan – Nilai wajar aset bersih
= 800.000.000 – 700.000.000
= Rp 100.000.000 - Jurnal akuisisi (PT A)
- Dr Kas 100.000.000
- Dr Piutang 200.000.000
- Dr Persediaan 150.000.000
- Dr Aset Tetap 500.000.000
- Dr Goodwill 100.000.000
- Cr Liabilitas 250.000.000
- Cr Kas (harga pembelian) 800.000.000
Contoh Kasus 2 – Akuisisi dengan Aset Tak Berwujud
PT X mengakuisisi PT Y seharga Rp 600.000.000.
Nilai wajar aset PT Y:- Aset Tetap: Rp 250.000.000
- Persediaan: Rp 100.000.000
- Piutang: Rp 150.000.000
- Merek (nilai wajar): Rp 200.000.000
- Liabilitas: Rp 150.000.000
Pertanyaan:
- Hitung goodwill.
- Berapa total aset yang diakui?
Jawaban:
- Aset bersih
= (250 + 100 + 150 + 200) – 150
= 700 – 150
= Rp 550.000.000
Goodwill
= 600.000.000 – 550.000.000
= Rp 50.000.000- Total aset yang
diakui
= Aset Tetap + Persediaan + Piutang + Merek + Goodwill
= 250 + 100 + 150 + 200 + 50
= Rp 750.000.000
PT Sentosa Jaya mengakuisisi 80% saham PT Makmur Sejahtera pada tanggal 1 Januari 2025. Harga perolehan akuisisi sebesar Rp 1.200.000.000, dibayar tunai.
Pada tanggal akuisisi, laporan posisi keuangan PT Makmur Sejahtera menunjukkan data berikut (dalam nilai wajar):
Aset:
- Kas : Rp 150.000.000
- Piutang Usaha : Rp 300.000.000
- Persediaan : Rp 250.000.000
- Aset Tetap : Rp 800.000.000
- Merek Dagang (belum diakui sebelumnya) : Rp 200.000.000
Liabilitas:
- Utang Usaha : Rp 350.000.000
- Utang Jangka Panjang : Rp 150.000.000
Diasumsikan tidak terdapat biaya akuisisi lain dan tidak ada kepentingan nonpengendali yang diukur menggunakan metode nilai wajar.
DIMINTA:
- Hitung nilai wajar aset bersih teridentifikasi PT Makmur Sejahtera.
- Hitung bagian aset bersih yang diakuisisi PT Sentosa Jaya (80%).
- Hitung nilai Goodwill yang timbul dari transaksi akuisisi.
- Buat jurnal akuisisi yang dicatat oleh PT Sentosa Jaya.
14 April - 20 April
Salam Pembelajar,
Mari kita lanjutkan pembahasan materi perkuliahan Akuntansi Keuangan Lanjutan dengan topik hari ini yaitu Penilaian Aset & Liabilitas dalam Kombinasi Bisnis.
Pengertian Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis adalah transaksi atau peristiwa ketika suatu entitas (akuisitor) memperoleh kendali atas satu atau lebih bisnis lain (pihak yang diakuisisi).
Contoh sederhana:
PT Alpha membeli 80% saham PT Beta → PT Alpha mengendalikan PT Beta → terjadi kombinasi bisnis.Dalam standar akuntansi (PSAK 22 / IFRS 3), kombinasi bisnis wajib menggunakan metode akuisisi.
Prinsip Dasar Penilaian Aset & Liabilitas
Pada tanggal akuisisi, akuisitor harus:
- Mengakui seluruh aset teridentifikasi yang diperoleh
- Mengakui seluruh liabilitas teridentifikasi yang diambil alih
- Mengukur aset dan liabilitas tersebut pada nilai wajar (fair value)
Yang dicatat bukan nilai buku lama, tapi nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Apa Itu Nilai Wajar (Fair Value)?
Nilai wajar adalah:
Harga yang akan diterima untuk menjual aset atau dibayar untuk mengalihkan liabilitas dalam transaksi normal antar pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Contoh singkat:
- Tanah di laporan PT Beta = Rp500 juta
- Nilai pasar saat
akuisisi = Rp800 juta
Dicatat Rp800 juta
Jenis Aset & Liabilitas yang Dinilai
A. Aset Teridentifikasi
- Kas
- Piutang (dinilai neto yang dapat ditagih)
- Persediaan
- Aset tetap (tanah, bangunan, mesin)
- Aset tak berwujud (merek, paten, customer list) meskipun sebelumnya tidak dicatat
B. Liabilitas Teridentifikasi
- Utang usaha
- Utang bank
- Liabilitas imbalan kerja
- Liabilitas kontinjensi (jika memenuhi kriteria)
5. Contoh Kasus Lengkap
Ilustrasi Soal
PT Alpha mengakuisisi 100% PT Beta pada 1 Januari 2025 dengan harga Rp1.500 juta.
Nilai wajar aset & liabilitas PT Beta:
Keterangan
Nilai Wajar (Rp juta)
Kas
200
Piutang
300
Persediaan
400
Tanah
600
Total Aset
1.500
Utang Usaha
(300)
Aset Neto Teridentifikasi
1.200
Pertanyaan:
- Berapa nilai aset neto teridentifikasi?
- Apakah timbul goodwill? Jika ya, berapa?
Pembahasan
Langkah 1: Hitung Aset Neto Teridentifikasi
Aset – Liabilitas
= 1.500 – 300
= Rp1.200 jutaLangkah 2: Bandingkan dengan Harga Akuisisi
Harga perolehan = Rp1.500 juta
Aset neto = Rp1.200 jutaSelisih:
Goodwill = 1.500 – 1.200 = Rp300 juta
Kesimpulan:
- PT Alpha mengakui seluruh aset dan liabilitas PT Beta sebesar nilai wajar
- Selisih dicatat sebagai goodwill, bukan dibebankan langsung
Pada tanggal 1 Januari 2025, PT Induk Jaya mengakuisisi 80% saham PT Anak Makmur dengan harga Rp1.600.000.000.
Pada tanggal akuisisi, laporan posisi keuangan PT Anak Makmur adalah sebagai berikut (dalam rupiah):Laporan Posisi Keuangan (Nilai Buku)
Keterangan
Jumlah
Kas
150.000.000
Piutang Usaha
400.000.000
Persediaan
500.000.000
Aset Tetap (neto)
1.200.000.000
Total Aset
2.250.000.000
Utang Usaha
(450.000.000)
Utang Jangka Panjang
(300.000.000)
Aset Neto
1.500.000.000
Hasil penilaian nilai wajar (fair value) pada tanggal akuisisi menunjukkan:
- Piutang usaha mengandung piutang tidak tertagih sebesar Rp40.000.000
- Persediaan memiliki nilai wajar Rp70.000.000 lebih tinggi dari nilai buku
- Aset tetap memiliki nilai wajar Rp300.000.000 lebih tinggi dari nilai buku
- Terdapat aset tak berwujud berupa merek dagang yang dapat diidentifikasi dengan nilai wajar Rp250.000.000, namun belum dicatat dalam pembukuan PT Anak Makmur
- Nilai wajar liabilitas sama dengan nilai bukunya
Diminta:
- Hitung nilai wajar aset neto teridentifikasi PT Anak Makmur pada tanggal akuisisi
- Hitung goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis tersebut
- Hitung kepentingan non-pengendali (KNP) menggunakan metode proporsional aset neto
- Jelaskan makna ekonomi goodwill yang timbul dari transaksi tersebut
21 April - 27 April
Salam Pembelajar,
Pada hari ini pembahasan kita mengenai Transaksi Mata Uang Asing: Pengakuan & Pengukuran.
Sebelumnya mari kita simak video berikut:
Sumber: Youtube.com
Transaksi Mata Uang Asing
Pengakuan & Pengukuran
1. Konsep Dasar yang Wajib Paham
a. Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional adalah mata uang utama yang digunakan entitas dalam menjalankan aktivitasnya.
Contoh:
- Perusahaan di Indonesia → Rupiah (Rp)
- Perusahaan di Jepang → Yen
- Perusahaan di AS → USD
Semua pencatatan akuntansi harus dalam mata uang fungsional.
b. Transaksi Mata Uang Asing
Transaksi yang nilainya menggunakan mata uang selain mata uang fungsional.
Contoh:
- Pembelian barang impor (USD, CNY, JPY)
- Penjualan ekspor (USD, EUR)
- Utang bank luar negeri
- Piutang dalam mata uang asing
2. Pengakuan Awal Transaksi Mata Uang Asing
Prinsip Utama
Pada tanggal transaksi, transaksi mata uang asing diakui menggunakan kurs spot pada tanggal transaksi.
Rumus
Nilai Rupiah=Nilai Mata Uang Asing×Kurs Tanggal Transaksi\text{Nilai Rupiah} = \text{Nilai Mata Uang Asing} \times \text{Kurs Tanggal Transaksi}Nilai Rupiah=Nilai Mata Uang Asing×Kurs Tanggal Transaksi
Contoh 1: Pembelian Aset Tetap
PT Nusantara (mata uang fungsional: Rupiah) membeli mesin dari AS:
- Harga mesin: USD 20.000
- Tanggal transaksi: 1 April
- Kurs 1 April: Rp15.000/USD
Pengakuan awal
20.000×15.000=Rp300.000.00020.000 \times 15.000 = Rp300.000.00020.000×15.000=Rp300.000.000
Jurnal:
Mesin Rp300.000.000
Utang Usaha Rp300.000.000
Dicatat sekali berdasarkan kurs tanggal transaksi.
3. Pengukuran Setelah Pengakuan Awal
Setelah dicatat, akun mata uang asing dibedakan menjadi dua jenis:
4. Pos Moneter
Pengertian
Pos yang akan:
- diterima atau dibayar dalam jumlah uang tertentu
Contoh:
- Kas
- Piutang usaha
- Utang usaha
- Pinjaman bank
Perlakuan Akuntansi
- Diukur kembali menggunakan kurs penutupan (closing rate) pada tanggal laporan keuangan
- Selisih kurs → laba atau rugi periode berjalan
Contoh 2: Utang Usaha (Pos Moneter)
Lanjutan contoh mesin:
- Utang: USD 20.000
- Kurs saat transaksi: Rp15.000
- Kurs 31 Desember: Rp15.500
Nilai awal utang
20.000×15.000=Rp300.000.00020.000 \times 15.000 = Rp300.000.00020.000×15.000=Rp300.000.000
Nilai akhir periode
20.000×15.500=Rp310.000.00020.000 \times 15.500 = Rp310.000.00020.000×15.500=Rp310.000.000
Selisih kurs
Rp310.000.000−Rp300.000.000=Rp10.000.000Rp310.000.000 - Rp300.000.000 = Rp10.000.000Rp310.000.000−Rp300.000.000=Rp10.000.000
Jurnal penyesuaian:
Rugi Selisih Kurs Rp10.000.000
Utang Usaha Rp10.000.000
Kurs naik → utang bertambah → rugi selisih kurs.
5. Pos Nonmoneter
Pengertian
Pos yang:
- tidak diselesaikan dengan kas atau setara kas
Contoh:
- Persediaan
- Aset tetap
- Aset tak berwujud
- Investasi pada saham
Perlakuan Akuntansi
- Tetap menggunakan kurs historis (kurs tanggal transaksi)
- Tidak disesuaikan dengan kurs penutupan
Contoh 3: Persediaan (Pos Nonmoneter)
PT Garuda membeli persediaan dari China:
- Harga: CNY 50.000
- Kurs transaksi: Rp2.200
- Kurs akhir periode: Rp2.300
Pengakuan awal
50.000×2.200=Rp110.000.00050.000 \times 2.200 = Rp110.000.00050.000×2.200=Rp110.000.000
Karena persediaan = pos nonmoneter:
- Nilai tetap Rp110.000.000
- Tidak ada selisih kurs
6. Penyelesaian (Settlement) Transaksi
Jika utang/piutang dilunasi:
- Selisih antara
nilai tercatat dan jumlah yang dibayar/diterima
diakui sebagai laba atau rugi selisih kurs
Contoh 4: Pelunasan Utang
- Utang: USD 20.000
- Nilai tercatat terakhir: Rp310.000.000
- Kurs saat pelunasan: Rp15.300
Jumlah dibayar:
20.000×15.300=Rp306.000.00020.000 \times 15.300 = Rp306.000.00020.000×15.300=Rp306.000.000
Selisih kurs:
Rp310.000.000−Rp306.000.000=Rp4.000.000Rp310.000.000 - Rp306.000.000 = Rp4.000.000Rp310.000.000−Rp306.000.000=Rp4.000.000
Jurnal:
Utang Usaha Rp310.000.000
Kas Rp306.000.000
Laba Selisih Kurs Rp4.000.000
Ringkasan Penting
Tahap
Aturan
Pengakuan awal
Kurs tanggal transaksi
Pos moneter
Kurs penutupan
Pos nonmoneter
Kurs historis
Selisih kurs
Laba/rugi
28 April - 4 May
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan ini kita akna mempelajari tentang Translasi Laporan Keuangan & Laba/Rugi Selisih Kurs.
Mari kita simak video berikut ini.
Sumber: youtube.com
Apa yang bisa Anda simpulkan dari video di atas?
Baik, kita bahas ya topik ini...
Pengertian Translasi Laporan Keuangan
Translasi laporan keuangan adalah proses mengonversi laporan keuangan perusahaan yang menggunakan mata uang asing ke dalam mata uang pelaporan induk perusahaan (misalnya ke Rupiah).
Biasanya terjadi pada:
- Perusahaan induk di Indonesia
- Anak perusahaan di luar negeri (pakai USD, JPY, EUR, dll)
Tujuannya agar:
- Laporan keuangan bisa digabungkan (konsolidasi)
- Angka-angka bisa dibandingkan secara konsisten
Perbedaan Kurs yang Digunakan dalam Translasi
Dalam translasi, tidak semua akun memakai kurs yang sama. Ini kunci penting.
A. Kurs yang Umum Digunakan
- Kurs Penutup
(Closing Rate)
→ kurs pada tanggal laporan keuangan
Digunakan untuk:
- Aset
- Liabilitas
- Kurs Historis
→ kurs saat transaksi terjadi
Digunakan untuk:
- Modal saham
- Agio saham
- Aset tetap (jika dicatat berdasarkan biaya historis)
- Kurs Rata-rata
→ rata-rata kurs selama periode berjalan
Digunakan untuk:
- Pendapatan
- Beban
Contoh Translasi Laporan Keuangan
Data Anak Perusahaan (dalam USD)
Neraca per 31 Desember 2025
Akun
USD
Kas
10.000
Piutang
20.000
Aset Tetap
50.000
Utang
30.000
Modal Saham
40.000
Laba Ditahan
10.000
Informasi Kurs
- Kurs historis modal saham: Rp14.000
- Kurs penutup: Rp15.000
- Kurs rata-rata: Rp14.500
Translasi ke Rupiah
Aset & Liabilitas (kurs penutup)
- Kas: 10.000 × 15.000 = Rp150.000.000
- Piutang: 20.000 × 15.000 = Rp300.000.000
- Aset Tetap: 50.000 × 15.000 = Rp750.000.000
- Utang: 30.000 × 15.000 = Rp450.000.000
Ekuitas
- Modal saham: 40.000 × 14.000 = Rp560.000.000
- Laba ditahan → saldo penyeimbang
Selisih Translasi (Translation Adjustment)
Kalau dijumlahkan:
- Total Aset ≠ Total Liabilitas + Ekuitas
Selisih inilah yang disebut Selisih Translasi Laporan Keuangan.
Selisih ini:
- TIDAK masuk laba rugi
- Dicatat di Ekuitas
(biasanya akun Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan)
Laba/Rugi Selisih Kurs (Foreign Exchange Gain/Loss)
Berbeda dengan translasi, laba/rugi selisih kurs timbul dari:
Transaksi nyata dalam mata uang asing
Contoh:
- Utang usaha
- Piutang usaha
- Pinjaman valas
Contoh Laba/Rugi Selisih Kurs
Kasus
PT A membeli barang dari supplier luar negeri:
- 1 Oktober: Utang USD 10.000
- Kurs saat transaksi: Rp14.000
- 31 Desember (akhir periode): kurs Rp15.000
- Utang belum dibayar
Perhitungan
- Nilai awal utang: 10.000 × 14.000 = Rp140.000.000
- Nilai akhir utang: 10.000 × 15.000 = Rp150.000.000
Utang naik → Rugi selisih kurs Rp10.000.000
Jurnal Penyesuaian
Rugi Selisih Kurs 10.000.000
Utang Usaha 10.000.000
Masuk laporan laba rugi
Perbedaan Penting yang Sering Keliru di Ujian
Translasi Laporan Keuangan
Laba/Rugi Selisih Kurs
Untuk konsolidasi
Untuk transaksi
Tidak memengaruhi laba rugi
Memengaruhi laba rugi
Dicatat di ekuitas
Dicatat di laba rugi
Bersifat “penjabaran”
Bersifat “realisasi/penyesuaian”
SOAL KASUS 1
Translasi Laporan Keuangan Anak Perusahaan
PT Induk Jaya (Indonesia) memiliki 100% saham PT Alpha Ltd yang beroperasi di Jepang. Mata uang fungsional PT Alpha Ltd adalah JPY, sedangkan mata uang pelaporan PT Induk Jaya adalah Rupiah.
Neraca PT Alpha Ltd per 31 Desember 2025 (dalam JPY)
Akun
JPY
Kas
2.000.000
Piutang Usaha
3.000.000
Persediaan
5.000.000
Aset Tetap (neto)
10.000.000
Utang Usaha
6.000.000
Utang Jangka Panjang
4.000.000
Modal Saham
8.000.000
Laba Ditahan
2.000.000
Informasi Kurs
- Kurs historis modal saham: Rp110/JPY
- Kurs penutup 31 Desember 2025: Rp120/JPY
- Kurs rata-rata 2025: Rp115/JPY
DIMINTA:
- Lakukan translasi neraca PT Alpha Ltd ke dalam Rupiah.
- Tentukan selisih kurs karena translasi dan jelaskan perlakuan akuntansinya.
5 May - 11 May
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi.
Adakah diantara kalian yang bisa sharing apa yang sudah pernah diketahui tetnang topik tersebut?
Baik...kita coba kaji bersama ya...
Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi keuangan, kinerja, dan arus kas suatu grup perusahaan (perusahaan induk dan anak perusahaan) seolah-olah merupakan satu entitas ekonomi tunggal.
Artinya:
- Perusahaan induk (parent) mengendalikan satu atau lebih perusahaan anak (subsidiary)
- Laporan keuangan digabung, bukan sekadar dijumlahkan, tapi juga disesuaikan
Tujuan Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Tujuan utamanya adalah agar pengguna laporan keuangan:
- Mendapatkan gambaran keuangan grup secara menyeluruh
- Tidak salah menilai karena transaksi antar perusahaan dalam grup
- Bisa menilai kinerja ekonomi grup, bukan masing-masing perusahaan secara terpisah
Bayangkan satu keluarga bisnis: laporan konsolidasi itu “foto keluarga”, bukan foto individu.
Kapan Laporan Keuangan Konsolidasi Disusun?
Laporan keuangan konsolidasi disusun jika:
Perusahaan induk memiliki pengendalian (control) atas perusahaan lain, biasanya ditandai dengan:
- Kepemilikan saham > 50%, atau
- Kekuasaan mengatur kebijakan keuangan dan operasional
Berdasarkan PSAK 65, pengendalian ada jika induk:
- Memiliki kekuasaan atas investee
- Terpapar atau memiliki hak atas imbal hasil variabel
- Mampu menggunakan kekuasaannya untuk memengaruhi imbal hasil
Jenis Laporan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan konsolidasi sama seperti laporan keuangan biasa, tetapi berbasis grup, meliputi:
- Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
- Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasi
- Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi
- Laporan Arus Kas Konsolidasi
- Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
Prinsip Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Dalam penyajiannya, ada beberapa prinsip penting:
a. Digabung Baris per Baris
Aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban induk dan anak digabungkan secara penuh.
b. Mengeliminasi Transaksi Antar Perusahaan
Semua transaksi internal grup harus dieliminasi, seperti:
- Piutang dan utang antar perusahaan
- Penjualan dan pembelian antar perusahaan
- Laba yang belum direalisasi
c. Mengakui Kepentingan Nonpengendali (KNP)
Jika induk tidak memiliki 100% saham anak, maka:
- Bagian laba dan ekuitas milik pemegang saham minoritas tetap disajikan
Contoh Kasus Sederhana
Data:
PT Induk memiliki 80% saham PT Anak.
Laporan Laba Rugi:
Keterangan
PT Induk
PT Anak
Pendapatan
500
300
Beban
300
200
Laba
200
100
Langkah Penyusunan Konsolidasi
Gabungkan pendapatan dan beban
- Pendapatan: 500 + 300 = 800
- Beban: 300 + 200 = 500
Laba konsolidasi = 300
Hitung Kepentingan Nonpengendali (KNP)
- KNP = 20% × laba PT Anak
- KNP = 20% × 100 = 20
Laba yang Diatribusikan
- Laba untuk pemilik induk = 300 − 20 = 280
- Laba untuk KNP = 20
Penyajian di Laporan Laba Rugi Konsolidasi
- Laba tahun berjalan: 300
- Diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 280, Kepentingan nonpengendali 20.
Contoh Eliminasi Transaksi Antar Perusahaan
Kasus:
PT Induk menjual barang ke PT Anak sebesar Rp50 juta, laba di dalamnya Rp10 juta dan barang belum terjual ke pihak luar.Dalam konsolidasi:
- Penjualan Rp50 juta dieliminasi
- Laba Rp10 juta dieliminasi karena belum direalisasi
Tujuannya agar:
✔ Laba grup tidak terlalu besar
✔ Hanya laba dari pihak eksternal yang diakuiKesimpulan
- Laporan keuangan konsolidasi = laporan keuangan grup perusahaan
- Disusun jika ada pengendalian
- Transaksi internal harus dieliminasi
- Kepentingan nonpengendali tetap disajikan
- Tujuan utama: menyajikan kondisi keuangan grup secara wajar dan utuh
PT Alpha memiliki 75% saham PT Beta sejak 1 Januari 2024.
Pada tahun 2024, laporan laba rugi masing-masing perusahaan sebagai berikut (dalam juta rupiah):Keterangan
PT Alpha
PT Beta
Pendapatan
800
400
Beban
500
280
Laba Bersih
300
120
Tidak terdapat transaksi antar perusahaan selama tahun 2024.
DIMINTA:
- Hitung laba bersih konsolidasi PT Alpha dan PT Beta.
- Tentukan bagian laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali (KNP).
- Jelaskan alasan KNP tetap disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi.
12 May - 18 May
Salam Pembelajar,
Pada kesempatan ini kita akan mempelajari tentang Analisis Laporan Keuangan Lanjutan. Apakah ada yang sudah mengkaji hal ini sebelumnya?
Baik, Kita bahas disini ya topik kita hari ini.
Pengertian Analisis Laporan Keuangan Lanjutan
Analisis laporan keuangan lanjutan adalah proses menganalisis lebih dalam kondisi keuangan perusahaan untuk:
- menilai kinerja perusahaan,
- melihat kekuatan dan kelemahan keuangan,
- membantu pengambilan keputusan (investasi, kredit, manajemen).
Bedanya dengan analisis dasar:
Analisis lanjutan tidak hanya menghitung angka, tapi menafsirkan hasilnya dan membandingkan (antar waktu atau antar perusahaan).Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Analisis dilakukan untuk mengetahui:
- Kemampuan membayar utang
- Efisiensi penggunaan aset
- Kemampuan menghasilkan laba
- Risiko kebangkrutan
- Kinerja manajemen perusahaan
Teknik Analisis Laporan Keuangan Lanjutan
A. Analisis Common Size
Analisis dengan mengubah laporan keuangan menjadi persentase.
- Neraca → dibandingkan dengan total aset
- Laba rugi → dibandingkan dengan penjualan
Contoh:
Penjualan = Rp1.000.000
Laba bersih = Rp100.000Laba bersih =
100.0001.000.000×100%=10%\frac{100.000}{1.000.000} \times 100\% = 10\%1.000.000100.000×100%=10%Makna:
Setiap Rp1 penjualan menghasilkan laba Rp0,10.Analisis Tren
Menganalisis perkembangan keuangan dari tahun ke tahun.
Contoh:
Tahun
Laba Bersih
2022
100
2023
120
2024
150
Interpretasi:
Laba meningkat → kinerja perusahaan membaik.Analisis Rasio Keuangan Lanjutan
Rasio Likuiditas
Menilai kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendek.
Current Ratio
Current Ratio=AsetLancarUtangLancar\text{Current Ratio} = \frac{Aset Lancar}{Utang Lancar}Current Ratio=UtangLancarAsetLancar
Contoh:
Aset lancar = 500
Utang lancar = 250Current Ratio = 2
Makna:
Setiap Rp1 utang dijamin Rp2 aset lancar → kondisi likuid baik.Rasio Solvabilitas
Mengukur kemampuan membayar utang jangka panjang.
Debt to Equity Ratio (DER)
DER=TotalUtangModalDER = \frac{Total Utang}{Modal}DER=ModalTotalUtang
Contoh:
Utang = 600
Modal = 400DER = 1,5
Makna:
Utang lebih besar dari modal → risiko keuangan cukup tinggi.Rasio Profitabilitas
Menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
Return on Assets (ROA)
ROA=LabaBersihTotalAsetROA = \frac{Laba Bersih}{Total Aset}ROA=TotalAsetLabaBersih
Contoh:
Laba bersih = 100
Total aset = 1.000ROA = 10%
Makna:
Aset digunakan secara cukup efisien.Rasio Aktivitas
Mengukur efisiensi penggunaan aset.
Total Asset Turnover
TATO=PenjualanTotalAsetTATO = \frac{Penjualan}{Total Aset}TATO=TotalAsetPenjualan
Contoh:
Penjualan = 1.500
Total aset = 1.000TATO = 1,5 kali
Makna:
Aset berputar 1,5 kali dalam satu periode.Analisis DuPont
Menguraikan ROA menjadi dua komponen:
ROA=NetProfitMargin×TotalAssetTurnoverROA = Net Profit Margin \times Total Asset TurnoverROA=NetProfitMargin×TotalAssetTurnover
Tujuan:
Mengetahui apakah ROA tinggi karena:- laba besar, atau
- aset digunakan secara efisien.
Analisis Arus Kas
Menilai kualitas laba, bukan hanya besarannya.
Jenis Arus Kas:
- Operasi → kegiatan utama perusahaan
- Investasi → pembelian/penjualan aset
- Pendanaan → utang dan modal
Perusahaan sehat:
Arus kas operasi positif dan stabil.Analisis Kebangkrutan (Pengenalan)
Menggunakan model seperti Altman Z-Score untuk memprediksi risiko bangkrut.
Intinya:
Semakin rendah skor → risiko bangkrut semakin besar.Kesimpulan
- Analisis lanjutan = hitung + tafsirkan
- Tidak cukup satu rasio → harus dikombinasikan
- Hasil analisis membantu pengambilan keputusan
- Angka bagus belum tentu sehat → lihat konteks dan tren
“Analisis laporan keuangan bukan mencari angka terbesar,
tetapi memahami cerita di balik angka.”PT Maju Jaya memiliki data keuangan berikut (dalam juta rupiah):
Neraca Singkat
- Aset Lancar : 600
- Aset Tetap : 900
- Total Aset : 1.500
- Utang Lancar : 300
- Utang Jangka Panjang : 500
- Modal : 700
Laporan Laba Rugi
- Penjualan : 2.000
- Laba Bersih : 200
DIMINTA:
a. Hitung:
- Current Ratio
- Debt to Equity Ratio (DER)
- Return on Assets (ROA)
- Total Asset Turnover (TATO)
b. Jelaskan kondisi likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas perusahaan berdasarkan hasil perhitungan.
19 May - 25 May
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan ini Anda melaksanakan Project Pengembangan Bahan Ajar dan Soal Pembelajaran Akuntansi Lanjutan. Sebagai mahasiswa calon guru, Anda wajib memiliki kemampuan mengembangkan bahan ajar dan soal untuk pembelajaran Akuntansi Lanjutan di jenjang SMA/SMK/MA sederajat. Oleh karena itu, untuk mendukung kompetensi pedagogiek dan profesional Anda maka Anda diberikan project untuk mengembangkan bahan ajar dan soal akuntansi lanjutan selama 2 pekan. Hasil project diunggah di vclass paling telat di pertemuan 16. Berikut informasi detail project akhir:
PROJECT AKHIR AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN
Pengembangan Bahan Ajar dan Soal Pembelajaran Akuntansi Lanjutan
Sebagai bagian dari penilaian mata kuliah ini, Anda akan mengerjakan Project Pengembangan Bahan Ajar atau Soal Pembelajaran pada salah satu topik Akuntansi Lanjutan. Project ini bertujuan untuk melatih pemahaman konseptual sekaligus kemampuan pedagogis dalam merancang pembelajaran akuntansi yang sistematis dan aplikatif.
TUJUAN PROJECT
Melalui project ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Memahami konsep Akuntansi Lanjutan secara mendalam dan komprehensif.
- Mengembangkan bahan ajar atau soal yang sesuai dengan CPMK.
- Mendesain pembelajaran yang mengandung unsur analisis (HOTS).
- Menyajikan materi secara sistematis, logis, dan mudah dipahami.
PILIHAN TOPIK
Silakan memilih salah satu topik berikut:
- Konsolidasi Laporan Keuangan
- Kombinasi Bisnis
- Investasi pada Entitas Anak dan Entitas Asosiasi
- Transaksi Antar Perusahaan (Intercompany Transactions)
- Pelaporan Keuangan Entitas Khusus
- Topik lain (dengan persetujuan dosen)
BENTUK PROJECT
A. Pengembangan Bahan Ajar
Produk minimal meliputi:
- Peta konsep
- Uraian materi sistematis
- Contoh kasus
- Latihan soal
- Pembahasan
- Unsur HOTS
- Referensi
Bentuk produk berupa:
- Modul pembelajaran
- PPT interaktif
- LKPD
- Video Interaktif Pembelajaran AKL
B. Pengembangan Soal Pembelajaran
Minimal terdiri dari:
- Kisi-kisi soal
- 20 soal pilihan ganda + pembahasan
- 3 soal uraian analitis + pembahasan
- 2 soal kasus komprehensif + pembahasan lengkap
- Identifikasi unsur Higher Order Thinking Skills (HOTS)
SISTEMATIKA LAPORAN
- Halaman Judul
- Pendahuluan (Latar Belakang, Tujuan)
- Kajian Konseptual & CPMK
- Desain Pengembangan
- Produk yang Dikembangkan
- Refleksi Pengembangan
- Daftar Pustaka
- Lampiran (Produk Final)
KETENTUAN PENGERJAAN
- Dikerjakan secara: (Kelompok )
- Jumlah anggota kelompok: maksimal 3 orang
- Format file: PDF
- Nama file: Project_AKL_Nama/NamaKelompok
- Panjang laporan: ±15–25 halaman (di luar lampiran)
- Gunakan referensi terbaru dan relevan (PSAK, buku teks, jurnal)
JADWAL PENTING
- Pengumpulan Judul: Pertemuan 14
- Konsultasi/Progress Check: Pertemuan 15
- Pengumpulan Final: Pekan 16
- Presentasi Project: Online via yotube
Keterlambatan pengumpulan akan dikenakan pengurangan nilai sesuai kebijakan perkuliahan.
KRITERIA PENILAIAN
Penilaian akan didasarkan pada:
- Ketepatan konsep akuntansi
- Kesesuaian dengan CPMK
- Sistematika dan kedalaman materi
- Kualitas soal/bahan ajar
- Unsur HOTS
- Kreativitas dan inovasi
- Kelengkapan pembahasan
- Refleksi akademik
- Kerapian dan tata tulis
KETENTUAN AKADEMIK
- Plagiarisme tidak ditoleransi.
- Setiap kesamaan karya tanpa sitasi yang benar akan dikenakan sanksi akademik.
- Wajib mencantumkan sumber referensi dengan format ilmiah.
CATATAN
Project ini bukan sekadar menyusun soal atau merangkum materi, tetapi menunjukkan bahwa Anda:
- Memahami konsep secara utuh,
- Mampu menyederhanakan materi kompleks,
- Siap menjadi calon pendidik/praktisi profesional di bidang akuntansi.
Apabila terdapat pertanyaan terkait teknis atau substansi project, silakan disampaikan melalui forum diskusi LMS vclass atau WAG.
Terlampir rubrik penilaian project akhir.
Berikut Templete Project Akhir.
26 May - 1 June
Pada pertemuan ini akan dilaksanakan Ujian Akhir Semester.