Pertemuan 7: Goodwill & Non-Controlling Interest
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan ketujuh ini kita akan mempelajari tentang Goodwill & Non-Controlling Interest. Apakah ada yang sudah memahaminya?
Mari kita simak video berikut.
Video (1)
Sumber Youtube.com
Video (2)
Sumber Youtube.com
Apa itu Goodwill?
Goodwill adalah selisih lebih antara harga beli (consideration) atas perusahaan yang diakuisisi dengan nilai wajar aset bersih yang diakuisisi.
Goodwill = Harga Beli – Nilai Wajar Aset Bersih
Aset bersih = Aset (fair value) – Liabilitas (fair value)
Mengapa muncul Goodwill?
Karena perusahaan yang dibeli biasanya punya nilai lebih dari aset yang terlihat, misalnya:
merek terkenal, pelanggan setia, manajemen yang bagus, reputasi baik, teknologi unggul
Contoh Kasus Goodwill
PT
A mengakuisisi PT B dengan harga Rp 1.200.000.000.
Nilai wajar aset dan liabilitas PT B:
|
Komponen |
Nilai Wajar |
|
Aset |
Rp 1.400.000.000 |
|
Liabilitas |
Rp 500.000.000 |
Aset bersih = 1.400.000.000 – 500.000.000 = 900.000.000
Maka goodwill:
Goodwill = 1.200.000.000 – 900.000.000 = 300.000.000
Jurnal Akuisisi (Goodwill)
Saat akuisisi, PT A mencatat:
|
Akun |
Debit |
Kredit |
|
Aset PT B (nilai wajar) |
1.400.000.000 |
|
|
Goodwill |
300.000.000 |
|
|
Liabilitas PT B |
500.000.000 |
|
|
Kas (harga beli) |
1.200.000.000 |
2. Non-Controlling Interest (NCI) / Kepentingan Non-Pengendali
Apa itu NCI?
NCI adalah kepemilikan pemegang saham minoritas di anak perusahaan setelah perusahaan induk mengakuisisi sebagian sahamnya.
Contoh:
Jika perusahaan induk membeli 80% saham anak perusahaan, maka 20%
sisanya dimiliki pihak lain → ini disebut NCI.
NCI dicatat di laporan konsolidasi
NCI muncul di ekuitas pada laporan keuangan konsolidasi.
Cara Menghitung NCI
Ada 2 metode yang umum dipakai:
Metode 1: NCI berdasarkan Nilai Wajar (Fair Value)
NCI = persentase kepemilikan minoritas × nilai wajar total ekuitas anak pada tanggal akuisisi.
Metode 2: NCI berdasarkan bagian proporsional (Proporsional Share)
NCI = persentase minoritas × nilai wajar aset bersih anak pada tanggal akuisisi.
Contoh Lengkap NCI (Metode Fair Value)
PT
A membeli 70% saham PT B dengan harga Rp 700.000.000.
Nilai wajar aset bersih PT B = Rp 900.000.000.
Hitung NCI (Fair Value)
NCI
(30%) = 30% × Rp 900.000.000
Rp 270.000.000
Hitung Goodwill
Goodwill = Harga Beli – (70% × Aset bersih)
=
700.000.000 – (70% × 900.000.000)
= 700.000.000 – 630.000.000
= Rp 70.000.000
Jurnal Konsolidasi
|
Akun |
Debit |
Kredit |
|
Aset (nilai wajar) |
900.000.000 |
|
|
Goodwill |
70.000.000 |
|
|
Liabilitas |
||
|
NCI |
270.000.000 |
|
|
Investasi pada PT B |
700.000.000 |
Intinya:
- Goodwill muncul ketika harga beli > nilai wajar aset bersih.
- NCI adalah bagian minoritas yang tidak dimiliki induk.
- Dalam konsolidasi, NCI dihitung berdasarkan nilai wajar atau proporsional.
Contoh Soal dan Pembahasan (Latihan)
Soal:
PT
X mengakuisisi 80% saham PT Y dengan harga Rp 1.000.000.000.
Nilai wajar aset bersih PT Y = Rp 1.200.000.000.
Hitung:
- Goodwill
- NCI (metode fair value)
Pembahasan:
- Goodwill
Goodwill = Harga beli – (80% × aset bersih)
= 1.000.000.000 – (0,8 × 1.200.000.000)
= 1.000.000.000 – 960.000.000
= Rp 40.000.000 - NCI (Fair Value)
NCI = 20% × 1.200.000.000
= Rp 240.000.000
Ringkasan Tabel
|
Konsep |
Rumus |
|
Goodwill |
Harga beli – nilai wajar aset bersih |
|
NCI (fair value) |
% minoritas × nilai wajar total ekuitas anak |
|
NCI (proporsional) |
% minoritas × nilai wajar aset bersih anak |