Pertemuan 10: Penilaian Aset & Liabilitas dalam Kombinasi Bisnis
Salam Pembelajar,
Mari kita lanjutkan pembahasan materi perkuliahan Akuntansi Keuangan Lanjutan dengan topik hari ini yaitu Penilaian Aset & Liabilitas dalam Kombinasi Bisnis.
Pengertian Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis adalah transaksi atau peristiwa ketika suatu entitas (akuisitor) memperoleh kendali atas satu atau lebih bisnis lain (pihak yang diakuisisi).
Contoh
sederhana:
PT Alpha membeli 80% saham PT Beta → PT Alpha
mengendalikan PT Beta → terjadi kombinasi
bisnis.
Dalam standar akuntansi (PSAK 22 / IFRS 3), kombinasi bisnis wajib menggunakan metode akuisisi.
Prinsip Dasar Penilaian Aset & Liabilitas
Pada tanggal akuisisi, akuisitor harus:
- Mengakui seluruh aset teridentifikasi yang diperoleh
- Mengakui seluruh liabilitas teridentifikasi yang diambil alih
- Mengukur aset dan liabilitas tersebut pada nilai wajar (fair value)
Yang dicatat bukan nilai buku lama, tapi nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Apa Itu Nilai Wajar (Fair Value)?
Nilai wajar adalah:
Harga yang akan diterima untuk menjual aset atau dibayar untuk mengalihkan liabilitas dalam transaksi normal antar pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Contoh singkat:
- Tanah di laporan PT Beta = Rp500 juta
- Nilai pasar saat
akuisisi = Rp800 juta
Dicatat Rp800 juta
Jenis Aset & Liabilitas yang Dinilai
A. Aset Teridentifikasi
- Kas
- Piutang (dinilai neto yang dapat ditagih)
- Persediaan
- Aset tetap (tanah, bangunan, mesin)
- Aset tak berwujud (merek, paten, customer list) meskipun sebelumnya tidak dicatat
B. Liabilitas Teridentifikasi
- Utang usaha
- Utang bank
- Liabilitas imbalan kerja
- Liabilitas kontinjensi (jika memenuhi kriteria)
5. Contoh Kasus Lengkap
Ilustrasi Soal
PT Alpha mengakuisisi 100% PT Beta pada 1 Januari 2025 dengan harga Rp1.500 juta.
Nilai wajar aset & liabilitas PT Beta:
|
Keterangan |
Nilai Wajar (Rp juta) |
|
Kas |
200 |
|
Piutang |
300 |
|
Persediaan |
400 |
|
Tanah |
600 |
|
Total Aset |
1.500 |
|
Utang Usaha |
(300) |
|
Aset Neto Teridentifikasi |
1.200 |
Pertanyaan:
- Berapa nilai aset neto teridentifikasi?
- Apakah timbul goodwill? Jika ya, berapa?
Pembahasan
Langkah 1: Hitung Aset Neto Teridentifikasi
Aset
– Liabilitas
= 1.500 – 300
= Rp1.200 juta
Langkah 2: Bandingkan dengan Harga Akuisisi
Harga
perolehan = Rp1.500 juta
Aset neto = Rp1.200 juta
Selisih:
Goodwill = 1.500 – 1.200 = Rp300 juta
Kesimpulan:
- PT Alpha mengakui seluruh aset dan liabilitas PT Beta sebesar nilai wajar
- Selisih dicatat sebagai goodwill, bukan dibebankan langsung