Penulisan Buku sejarah Dalam Perspektif Belanda Sentris

Mahasiswa semua pada pertemuan ini kita akan membahas tentang penulisan sejarah dalam perspektif Belanda sentris.

Historiografi Belanda sentris merupakan sebuah perspektif yang pernah dikembangkan oleh pemerintah Belanda yang saat itu menjajah Indonesia. Historiografi mengutamakan perspektif terhadap peranan Belanda dalam membangun wilayah koloninya. Hal tersebut dimulai pada tahun 1595 pada saat Belanda mencari rempah-rempah, dari daerah Banten menuju ke wilayah Timur Indonesia dan berlabuh di Peraian Maluku. Tujuh tahun kemudian para pedagang Belanda membentuk suatu kongsi dagang yang diberi nama VOC (Vereedigde Oost Indische Compagnie), sebuah kongsi dagang yang bertugas berdagang di wilayah Hindia Timur dengan cakupan wilayah antara Tanjung Harapan di Afrika hingga Selat Magelhaes (Syukur, 2010).

Historiografi Belanda sentris pertama kali dikembangkan oleh sekelompok sejarawan yang bekerja sebagai arsiparis. Pelopor pertama kali historiografi Belandasentris yaitu J.K.J De Jonge (1828-1879) yang bekerja di Arsip Kerajaan Belanda sejak tahun 1854. Setelah delapan tahun bekerja sebagai arsiparis, ia telah menerbitkan 10 jilid seri dokumen pertumbuhan kekuasaan Belanda di Hindia Timur. Keberhasilan dalam menerbitkan 10 jilid seri dokumen membuat Kepala Arsip Negara Batavia, F. de Han (1863-1938) untuk menyusun sejarah Batavia dan Priangan dengan memanfaatkan arsip yang telah ditulis oleh para pejabat VOC. Keberhasilan tersebut menjadikan kedudukan para sejarawan yang menjadikan arsip sebagai satu-satunya arsip primer




Grup terlihat: Semua peserta
(Belum ada topik diskusi pada forum ini)