Forum Analisis Jurnal 2

Forum Analisis Jurnal 2

Number of replies: 34

Lampirkan analisis anda mengenai jurnal diatas, dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Farhan Iqbal Pratama -
Nama: Farhan Iqbal Pratama
NPM: 2113053196
Kelas: 3C

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabaraktuh.
Selamat siang Bapak Roy Kembar Habibie, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Nilai dan Moral Kelas 3C PGSD. Saya Farhan Iqbal Pratama ingin mengirim tugas mengenai analisis jurnal 1 yang berjudul “PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA. Jurnal Pendidikan Agama Islam – Ta’limi Vol. 12, No. 1. 2014. Oleh Fahrudin.”

Seperti yang kita ketahui bahwa keluarga merupakan wahana pendidikan yang pertama bagi anak. Keluarga menjadi pembentuk pondasi bagi anak, jika pemberian pendidikan di keluarga baik maka akan menghasilkan anak yang baik pula. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua dalam memberikan pendidikan yang baik dalam keluarga.

Sebagai lingkungan pendidikan yang pertama, keluarga memainkan peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Sejalan dengan globalisasi yang membawa zaman menjadi lebih modern, berbagai masalah moral pun muncul di masyarakat, seperti kenakalan remaja, tawuran yang dapat memunculkan masalah baru, penyimpangan penyakit kejiwaan, stres, depresi dan kecemasan. Oleh karena itu, masalah moral menjadi perhatian bagi siapa saja karena kerusakan moral seseorang akan mengganggu ketentraman orang lain juga. Jika masyarakat banyak mengalami kerusakan moral makan akan goncanglah masyarakat tersebut.

Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral anak. Peranan yang dipegang keluarga dalam mendidik lebih penting dari peranan-peranan yang lain. Pendidikan di keluarga harus menekankan pada kajian psikologikal modern dengan membina jiwa anak dengan rasa cinta, kasih sayang dan ketentraman. Fungsi keluarga berupa fungsi edukasi memberikan kewenangan keluarga untuk mendidik dengan cara yang baik. Namun, terkadang masih banyak orang tua yang mendidik anak dengan cara yang salah sehingga menyebabkan kemerosotan moral.

Faktor penyebab kemerosotan moral pada anak adalah sebagai berikut.
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak.
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3. Pendidikan moral tidak terlaksana dengan sebagaimana mestinya, baik di rumah, sekolah maupun masyarakat.
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. Diperkenalkannya secara populer obat-obatan terlarang dan alat-alat anti hamil.
6. Banyak tulisan, gambar, siaran, kesenian yang tidak mengindahkan tuntunan moral.
7. Kurang adanya bimbingan untuk mengatasi waktu luang dengan cara yang baik.
8. Tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda.

Upaya pencegahan kemerosotan moral dan dilakukan dengan pendidikan nilai moral yang dimulai dari lingkungan keluarga. Pembinaan agama perlu diterapkan dalam pendidikan moral di rumah dengan menanamkan pendidikan keimanan sejak dini kepada anak, menanamkan nilai-nilai moralitas kepada anak-anak, dan dengan menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis.

Perkembangan moralitas seorang anak ditentukan dari pendidikan moral di keluarganya. Bersamaan dengan itu, anak-anak juga harus dibimbing mengenai nilai-nilai moral, seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang sopan, bergaul dengan baik, dll. Orang tua perlu menjadi suri tauladan yang baik karena sejatinya anak akan mencontoh hal-hal yang dilakukan oleh orang tuanya.

Sekian anailisis jurnal dari saya.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Diah Widianingsih -
Nama: Diah Widianingsih
NPM: 2113053171
Kelas: 3C

Analisi jurnal 2 yang berjudul “ PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA”

Keluarga merupakan sebuah pendidikan pertama bagi seorang anak, Karena pada dasarnya anak akan mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Peran orang tua disini sangat penting karena orang tua memegang baik buruknya karakter seorang anak dimasa yang akan datang oleh karena itu orang tua harus mampu menjadi suri tauladan yang baik bagi seorang anak dan harus menanamkan nilai dan moral sejak dini melalui ajaran agama maupun akhlaklul karimah. Di era modern seperti ini banyak sekali anak mengalami kemerosotan moral misalnya tawuran antar pelajar, dan narkoba. Untuk itu peranan kelurga sangat penting dalam penanaman nilai dan moral.

Moral dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:
1. Moral sebagai ajaran kesusilaan
2. Moral sebagai aturan
3. Moral sebagai gejala kejiwaan yang timbul dalam bentuk perbuatan
Moralitas sangat penting untuk diajarkan kepada semua orang. Karena pentingnya moralitas, ada yang menjelaskan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa tergantung pada moralitasnya. Jika bangsa itu hancur secara moral, begitu pula moralitas bangsa tersebut. Akhlak sangat penting bagi anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Ketika moral turun, kedamaian dan kehormatan bangsa hilang. Oleh karena itu, untuk bertahan sebagai bangsa yang terhormat, kita harus memperhatikan pendidikan moral di rumah, sekolah, dan masyarakat kita.

Pada zaman sekaranag ini banyak sekali terjadi kemerosotan moral, kemerosotan ini ditandai dengan bebrapa faktor berikut:
1. Kurangnya penanaman nilai moral pada anak
2. Lingkungan masyarakat yang kurang baik
3. Penanamakn pendidikan nilai dan moral tidak terlaksana dengan maksimal baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat
4. Kondisi keluarga yang tidak harmonis
5. Banyak anak yang sudah diperkenalkan dengan obat-obat anti hamil
6. Bnayaknya tulisan atau siaran yang tidak sesuai dengan ajaran moral
7. Kurangnya bimbingan dan penyuluhan bagi anak
8. Adanya pengaruh dari budaya weternisasi

Untuk mengatasi masalah moral pada anak perlu adanya solusi untuk mengatasi hal tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut peran keluarga disini sangat penting maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini dalam keluarga. Pembinaan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak adalah sebagai berikut:
1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak, dalam tahapan ini, anak-anak dituntut agar mereka meyakini akan keberadaan Allah.
2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak, dalam tahap ini orang tua wajib memperhatikan perkembangan moral anak-anaknya jangan hanya mengandalkan seorang guru di sekolah. Proses penanaman nilai-nilai moral kepada anak-anak dalam keluarga, orang tua dapat memulainya dari hal-hal yang kecil, seperti cara-cara berbicara yang baik, cara berpakaian yang baik, adab sopan santun kepada orang tua, guru, sesama, dan lain-lain
3. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, dalam hal ini yang dapat dilakukan di antaranya yaitu: tidak bertengkar di hadapan anak-anak, selalu berkomunikasi dengan bahasa yang santun, dan selalu memberikan teladan terhadap hal-hal yang positif.

Simpulannya bahwa penanaman pendidikan nilai dan moral itu sangat penting dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat. Penanaman nilai dan moral juga bertujuan agar seorang anak dapat terhindar dari penyimpangan nilai dan moral.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Winda.l eriska -
nama : winda eriska
npm : 2113053079

Analisis juran 2
PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Lingkungan keluarga merupakan tempat di mana anak-anak dibesarkan dan merupakan lingkungan yang pertama kali dijalanai oleh seorang anak di dalam mengarungi hidupnya, sehingga apa yang dilihat dan dirasakan oleh anak-anak dalam keluarga akan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak.
Agar anak-anak memiliki moral yang baik, langkah pertama yang harus ditanamkan kepada anak-anak adalah nilai-nilai keimanan supaya anak-anak memiliki keimanan yang kuat.
Proses pembinaan nilai-nilai keimanan yang harus ditanamkan kepada anak-anak, dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir diperkenalkan dengan kaliamah thoyyobah, kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai-nilai agama yang berkaitan dengan keimanan.
dengan derasnya arus informasi dan teknologi ternyata dari satu sisi memunculkan persoalan-persoalan baru yang kerap kita temukan pada diri individu dalam suatu masyarakat. Munculnya kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, narkoba, penyimpangan seksual, kekerasan serta berbagai bentuk penyimpangan penyakit kejiwaan, seperti stress, depresi, dan kecemasan, adalah bukti yang tak ternafikan dari adanya dampak negatif dari kemajuan peradaban teknologi .

Kenakalan-kenakalan atau kerusakan-kerusakan moral yang disebutkan di atas adalah di antara macam-macam kelakuan anak-anak yang menggelisahkan orang tuanya sendiri dan juga ada yang menggelisahkan dirinya sendiri. Moral sangat penting bagi tiap-tiap orang, tiap bangsa.
Karena pentingnya moral tersebut ada yang mengungkapkan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa tergantung kepada moral bangsa tersebut. Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaranpelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat.
Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Annisa Salsabina Rahmadhani -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi bapak roy kembar habibie, M.Pd.

Izin menyampaikan analisis terkait jurnal 2 mengenai "PROSES PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DI LINGKUNGAN
KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA."
Nama : Annisa Salsabina Rahmadhani
NPM : 2113053014
Kelas : 3C

Keluarga merupakan institusi atau pondasi pendidikan utama dan pertama bagi anak, karena anak pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum ia mengenal lingkungan masyarakat yang lebih luas. Pendidikan pertama yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah (MI.Soelaeman, 1978:23). Sebab orang tua memiliki peranan yang penting dalam mendidik anak-anaknya. Sebagai lingkungan pendidikan yang pertama keluarga memainkan peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak.

Masalah moral adalah salah satu masalah yang menjadi perhatian orang dimana saja, baik dalam masyarakat yang telah maju, maupun dalam masyarakat yang masih terbelakang. Karena kerusakan moral seseorang mengganggu ketentraman yang lain. Jika di tinjau keadaaan masyarakat indonesia terutama pada kota-kota besar kita dapati bahwa moral sebagain besar masyarakat telah rusak atau mulai merosot. (Zakiyah Darajat, 1971:13). Ia menggolongkan beberapa kenakalan moral, seperti
1. Kenakalan ringan
2. Kenakalan yang mengganggu ketentraman dan keamanan orang lain
3. Dan kenakalan seksual

Keluarga sebagai tempat dimana anak-anak dibesarkan yang memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak, karena pertama yang akan dilihat dan dirasakan oleh anak sebelum orang lain adalah keluarga. Peranan pendidikan keluarga tidak akan tergeser oleh banyak institusi atau lembaga pendidikn yang ada, seperti taman kanak-kanak, sekolah, akademi, dan lainnya. Kemudian moral sangat penting bagi tiap-tiap orang, tiap bangsa, karena pentingnya moral tersebut ada yang mengungkapkan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa tergantung kepada moral bangsa. Yang apabila bangsa tersebut moralnya hancur, maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya.

Kemudian terdapat faktor-faktor yang menyebabkan kemerosotan moral, yakni
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak
2. Lingkungan masyarakat yang kuranh sehat
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik
5. Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil
6. Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral
7. Kurangnya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik, dan yang membawa kepada pembinaan moral
8. Tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak dan pemuda
9. Pengaruh westernisasi
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Resti Umi Melinda -
Nama : Resti Umi Melinda
NPM: 2113053058
Kelas: 3C

analisis jurnal 2

Moral sangat penting bagi tiap-tiap orang, tiap bangsa. Karena pentingnya moral
tersebut ada yang mengungkapkan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa
tergantung kepada moral bangsa tersebut. Apabila bangsa tersebut moralnya hancur,
maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya.
Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau
moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Oleh karena itu,
untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu
sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun
masyarakat.

Pendidikan dalam keluarga berjalan sepanjang masa, melalui proses
interaksi dan sosialisasi di dalam keluarga itu sendiri. Esensi pendidikannya tersirat
dalam integritas keluarga, baik di dalam komunikasi antara sesama anggota
keluarga, dalam tingkah laku keseharian orang tua dan anggota keluarga lainnya juga
dalam hal-hal lainnya yang berjalan dalam keluarga semuanya merupakan sebuah
proses pendidikan bagi anak-anak. Oleh karena itu, orang tua harus selalu
memberikan contoh tauladan yang baik kepada anak-anak mereka, karena apa pun
kebiasaan orang tua di rumah akan selalu dilihat dan dicerna oleh anak-anak.
Sebagai lingkungan pendidikan yang pertama keluarga memainkan peran
yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Karena itu
orangtua sebagai penanggungjawab atas kehidupan keluarga harus memberikan
pendidikan dan pengajaran kepada anak-anaknya dengan menanamkan ajaran agama
dan akhlakul karimah

Keluarga juga sering diartikan sebagai unit terkecil dalam suatu masyarakat
yang terdiri atas ayah, ibu, anak-anak dan kerabat lainnya. Lingkungan keluarga
merupakan tempat di mana anak-anak dibesarkan dan merupakan lingkungan yang
pertama kali dijalanai oleh seorang anak di dalam mengarungi hidupnya, sehingga
apa yang dilihat dan dirasakan oleh anak-anak dalam keluarga akan dapat
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak.
Keluarga merupakan unit pertama dan institusi pertama dalam masyarakat di
mana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya, sebahagian besarnya bersifat
hubungan langsung dan di situlah berkembang individu dan di situ pulalah
terbentuknya tahap-tahap awal proses sosialisasi bagi anak-anak. Dari interaksi
dalam keluarga inilah anak-anak memperoleh pengetahuan, keterampilan, minat,
nilai-nilai, emosi dan sikapnya dalam hidup dan dengan itu pulalah mereka
memperoleh ketenteraman dan ketenangan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada
anak, di antaranya: (1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, (2)
lingkungan masyarakat yang kurang baik, (3) Pendidikan moral tidak berjalan
menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, (4) Suasana rumah
tangga yag kurang baik, (5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alatalat anti hamil, (6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak
sejalan dengan nilai-nilai moral, (7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu
luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral, (8)
Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Dhea Ajeng Pradana -
Nama : Dhea Ajeng Pradana
NPM : 2113053277

Izin memberikan hasil analisis terhadap jurnal yang telah diberikan mengenai proses pendidikan nilai moral di lingkungan keluarga sebagai upaya mengatasi kenakalan remaja.
Banyaknya kenakalan remaja yang terjadi saat ini membuat beberapa orang mengalami keresahan, terutama orang tua yang memiliki anak. Orang tua tentunya khawatir akan hal itu, apalagi ketika mereka memiliki anak yang sedang menginjak remaja dimana masa masa inilah seorang remaja kerap mencari jati dirinya dengan hal yang salah. Contoh kenakalan remaja yang terjadi yaitu kurang etika sopan santun terhadap orang tua, melakukan perundungan terhadap teman sebaya ataupun yang lainnya. Peristiwa-peristiwa seperti ini kerap terjadi dimana-mana. Hal ini tentunya disebabkan karena adanya factor yang mempengaruhi, diantaranya yaitu:
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak
2. Lingkungan masyarakat yang kurang tepat
3. Pendidikan moral yang tidak terlakasana sebagaimana mestinya
4. Suaasana rumah yang kurang baik
5. Kurangnya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik
6. Pengaruh westernisasi, yaitu berupa yahudinisasi dan kristenisasi, dan lain-lain.

Faktor-faktor diatas perlu adanya penanganan yang tepat agar kenakalan remaja dapat teratasi, terutama dilingkungan keluarga. Sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menanamkan pendidikan moral dalam mengatasi kenakalan remaja dilingkungan remaja. Salah satu yang berperan penting adalah orang tua dalam proses mendidik. Orang tua atau keluarga disini memiliki kewajiban untuk memperkenalkan dan mengajak anak kepada kehidupan beragama. Contoh yang dapat dilakukan yaitu:
1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak
2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak
3. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, dan masih banyak lain.
Hal-hal diatas dapat dilakukan guna untuk membimbing nila-nilai moral anak , agar anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral dan tentunya proses penanaman moral ini diperlukannya juga dukungan dari sekolah serta masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by miftahu rahman -
Nama : Miftahu Rahman
NPM : 2113053092

Izin memberikan analisis jurnal 2 dengan judul "PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA"

Lingkungan keluarga memegang peranan yang sangat penting dalam pendidikan nilai-nilai moral agama, karena dalam lingkungan keluarga anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi anak selanjutnya. Faktor yang menyebabkan kemerosotan moral pada anak antara lain: kurangnya nilai-nilai agama yang mendarah daging pada anak lingkungan sosial yang buruk, pendidikan moral tidak berjalan baik dalam keluarga , di sekolah dan di masyarakat, suasana keluarga yang buruk, banyak pengenalan obat-obatan terlarang dan alat anti kehamilan, Banyak gambar dan pertunjukan yaitu tidak sejalan dengan moral, Kurangnya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang mengarah pada pengembangan nilai-nilai moral , Kurangnya bimbingan dan konseling dasar untuk anak-anak. Agar anak memiliki moral dan tidak melakukan pelanggaran moral , perlu adanya bimbingan anak dalam keluarga dan kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Terlepas dari kualitas pendidikan moral dalam keluarga tanpa dukungan sekolah dan sulit bagi anak-anak untuk memiliki yang baik, Demikian juga pendidikan moral di sekolah, tanpa keluarga dan masyarakat, agar anak memiliki moral yang baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by NEGI TITIN WIDYANINGTIUS -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama : Negi Titin widyaningtius
Npm : 2113053167
Kelas: 3 C

Izin memberikan tanggapan analisi jurnal 2 yang berjudul proses pendidikan nilai moral di lingkungan keluarga sebagai upaya mengatasi kenakalan remaja yaitu

Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena
anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum
mengenal masyarakat yang lebih luas. Di samping itu keluarga dikatakan sebagai
peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan yang diterima anak dalam
keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti
pendidikan selanjutnya di sekolah (MI.Soelaeman, 1978:23).Keluarga secara etimologis berasal dari rangkaian kata “kawula” dan “warga”.
Kawula artinya abdi yakni hamba sedangkan warga berarti anggota . Sebagai abdi di
dalam keluarga, seseorang wajib menyerahkan segala kepentingan kepada
keluarganya dan sebagai warga atau anggota, ia berhak untuk ikut mengurus segala
kepentingan di dalam keluarganya.

mendidik anak
dalam keluarga kewajiban paling utama. Kewajiban ini tidak dapat ditinggalkan
kecuali karena udzur, dan juga tidak akan membebaskan ia dari tanggungjawab ini
dengan adanya institusi-institusi pendidikan yang didirikan khusus untuk anak-anak
dan generasi muda. Sebab, institusi itu tidak akan sanggup menggantikan keluarga
dalam menanamkan rasa cinta dan kasih sayang kepada anak-anak.Menurut M.I Silaeman (1978: 84), fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu:
(1) fungsi edukasi, (2) fungsi sosialisasi, (3) fungsi proteksi, (4) fungsi afeksi, (5)
fungsi religius, (6) fungsi ekonomi, (7) fungsi rekreasi, (8) fungsi biologis.

Ada beberapa istilah yang sering digunakan secara bergantian untuk
menunjukkan maksud yang sama, istilah moral, akhlak, karakter, etika, budi pekerti
dan susila. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, “moral” diartikan sebagai keadaan
baik dan buruk yang diterima secara umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban,
budi pekerti dan susila.
Faktor faktor kemerosotan moral menurut zakiyat darakat yaitu:
1. Tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3.pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya,baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. Diperkenalkannya secara populer obat obat terlarang dan alat alat anti hamil.
6. Tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran siaran, kesenian-kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntutan moral.
7. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang leisure time dengan cara yang baik dan yang membawa pada pembinaan moral.
8. Tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda.
9. Pengaruh westernisasi yaitu berupa yahudinisasi dan kristalisasi.

Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-
pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak
dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat.
Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari
sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik.
Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan
masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian,
ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung.
Proses pembinaan nilai-nilai moral keagamaan yang harus ditanamkan kepada
anak-anak, dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir
diperkenalkan dengan kaliamah thoyyobah, kemudian setelah mereka tumbuh dan
berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai-
nilai agama yang berkaitan dengan keimanan, sehingga anak meyakini adanya Allah
dan dapat mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya (ma’rifatullah.

Terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by ERMA TITIS NIKMAH -
Nama: Erma Titis Nikmah
Npm: 2153053014
Kelas: 3C

Hasil analisis dari jurnal yang berjudul "PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA" Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Oleh karena itu, untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas mendidik anak dalam keluarga kewajiban paling utama. fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu: fungsi edukasi, fungsi sosialisasi, fungsi proteksi, fungsi afeksi, fungsi religius, fungsi ekonomi, fungsi rekreasi, fungsi biologis.

Banyak sekali faktor penyebab terjadinya kenakalan pada anak-anak yang menyebabkan kemerosotan moral diantaranya yaitu kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, lingkungan masyarakat yang kurang sehat, pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat, suasana rumah tangga yang kurang baik. Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Seperti anak-anak dibimbing mengenai nilai-nilai moral, seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik dan juga ditanamkan sifat-sifat yang baik, seperti nilai-nilai kejujuran, keadilan, hidup serderhana, sabar serta di dalam keluarga, khususnya antara ibu dan ayah harus menjaga harmonisasi hubungan sehingga menjadi contoh bagi anak anaknya
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Yuninda Putri -
Nama : Yuninda Putri
Npm : 2113053045
Analisi jurnal 2 yang berjudul “ PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA”
Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pendidikan nilai moralkeagamaan, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya: (1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, (2) lingkungan masyarakat yang kurang baik, (3) Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, (4) Suasana rumah tangga yag kurang baik, (5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alatalat anti hamil, (6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral, (7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral, (8) Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak.
Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaranpelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian, ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by WAHYU RINGGIT KUNCORO -
Nama : Wahyu Ringgit Kuncoro
Npm : 2113053254

Izin memberikan analisis saya terkait Jurnal yang berjudul “Proses pendidikan nilai moral dilingkungan keluarga sebagai upaya mengatasi kenakalan remaja”

Pendapat saya terhadap Jurnal tersebut yaitu anak-anak yang memiliki moral yang baik akan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral, maka dari itu dibutuhkan bimbingan moral kepada anak-anak didalam lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga merupakan tempat pertama anak anak mengarungi hidupnya, sehingga apa yang anak lihat dan rasakan didalam keluarga akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak. Langkah pertama dalam menanaman moral yang baik kepada anak yaitu menumbuhkan nilai nilai keimanan yang kuat pada diri anak. Bersamaan dengan itu, anak-anak harus dibimbing mengenai nilai moral seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, dan anak-anak juga perlu ditanamkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, hidup sederhana, sabar dan sebagainya. Orang tua lah yang memegang peran penting dalam mendidik anaknya, baik dan buruk anak ditentukan oleh bimbingan dan pendidikan dari orang tua.

Namun dibalik itu terdapat juga faktor yang menyebabkan kemerosotan moral terhadap anak anak maka dari itu peran keluarga sangat penting agar Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaranpelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian, ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung.

Terima kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Zahara Ameliani Putri -
Nama: Zahara Ameliani Putri
Npm: 2113053197
Kelas: 3C

Analisi jurnal 2 yang berjudul “ PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA”

Keluarga merupakan sebuah pendidikan pertama bagi seorang anak, Karena pada dasarnya anak akan mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Peran orang tua disini sangat penting karena orang tua memegang baik buruknya karakter seorang anak dimasa yang akan datang oleh karena itu orang tua harus mampu menjadi suri tauladan yang baik bagi seorang anak dan harus menanamkan nilai dan moral sejak dini melalui ajaran agama maupun akhlaklul karimah. Di era modern seperti ini banyak sekali anak mengalami kemerosotan moral misalnya tawuran antar pelajar, dan narkoba. Untuk itu peranan kelurga sangat penting dalam penanaman nilai dan moral.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by DWI OKTAVIANINGSIH -
Nama: Dwi Oktavianingsih
NPM: 2113053208

Analisis Jurnal 2 "Proses Pendidikan Nilai Moral Di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja"

Dari Jurnal tersebut dapat saya ketahui bahwa, Lingkungan keluarga merupakan tempat di mana anak-anak dibesarkan dan merupakan lingkungan yang pertama kali dijalani oleh seorang anak dari lahir hingga dewasa, sehingga apa yang mereka lihat dan rasakan di dalam keluarga akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa dari seorang anak. Maka dapat disimpulkan bahwa keluarga merupakan institusi pendidikan pertama bagi anak, dengan kata lain keluarga merupakan peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Orang tua memiliki peranan yang sangat penting dan sangat besar dalam mendidik anak-anaknya. Baik buruknya anak-anak di masa mendatang ditentukan oleh pendidikan dan bimbingan dari orang tuanya. Oleh karena itu keluarga memainkan peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak.

Pada era globalisasi saat ini, yang dicirikan dengan derasnya arus informasi dan teknologi tanpa bisa dibendung memunculkan beberapa permasalahan baru yang kerap kali ditemukan pada diri individu dalam suatu masyarakat. Contohnya seperti kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, penggunaan obat terlarang, penyimpangan seksual dan kekerasan serta beberapa bentuk penyimpangan penyakit kejiwaan seperti stres depresi dan kecemasan secara berlebihan. Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian semua orang di mana saja baik dalam masyarakat yang telah maju maupun masyarakat yang masih terbelakang.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kemerosotan moral pada anak atau generasi bangsa yaitu seperti kurangnya penanaman nilai-nilai keimanan pada anak sejak dini, lingkungan masyarakat yang kurang baik, kemudian pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya baik di keluarga sekolah maupun masyarakat, suasana rumah tangga yang kurang baik atau broken home, banyak tulisan, gambar siaran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai moral, kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral.

Supaya generasi bangsa memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral, diperlukannya pembinaan sejak dini baik dalam lingkungan keluarga sekolah dan masyarakat. Anak-anak dibimbing mengenai nilai-nilai moral seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang sopan, bergaul dengan baik. Anak-anak juga ditanamkan sifat-sifat yang baik seperti nilai kejujuran keadilan hidup sederhana sabar dan toleran. Dalam lingkungan keluarga orang tua juga harus menanamkan nilai-nilai moral yang baik seperti hubungan antara orang tua yang harmonis serta orang tua menjadi panutan dan teladan bagi anak anaknya
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by WAHANA TRI ADHASARI -
Nama : Wahana Tri Adhasari
NPM : 2113053209
Kelas : 3C

Izin mengirimkan hasil analsiis jurnal yang berjudul
PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA

Keluargauarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena untuk pertama kalinya mereka mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Di samping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah. Oleh sebab itu sudah seharusnya pihak kekuarga khususnya orang tua memberika dasar-dasar pendidikan nilai dan moral sedari kecil, sehingga fondasi yang mereka miliki lebih kuat dan tidak terpengaruh oleh hal-hal yang tidak bermoral.

Keberadaan keluarga bukan hanya penting bagi seorang individu, tetapi juga bagi masyarakat, sehingga masyarakat menganggap keluarga sebagai institusi sosial yang terpenting dan merupakan unit sosial yang utama melalui individu-individu yang telah dipersiapkan di dalamnya, baik berupa nilai-nilai, kebudayaan, kebiasaan maupun tradisi yang ada di dalamnya. Dari segi inilah, maka keluarga dapat menjadi ukuran dalam sebuah masyarakat, dalam arti apabila masing-masing keluarga itu berada dalam keluarga yang sehat, maka akan sehatlah suatu masyarakat. Dan sebaliknya, jika masing-masing keluarga itu tidak sehat, dampaknya terhadap masyarakat pun akan menjadi tidak sehat.

Agar anak memiliki nilai moral yang baik perlu adanay kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. Begitu pula pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian, ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung dalam pendidikan nilai moral anak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Niken Azzahra -
Nama : Niken azzahra
Npm : 2153053032
Kelas : 3C

Analisis jurnal 2
Dari jurnal yang sudah saya analisis mengenai Proses pendidikan nilai moral Di lingkungan keluarga sebagai upaya mengatasi kenakalan remaja.

Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah . Orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam mendidik anak-anaknya.

Karena, di dalam keluarga itulah anak-anak pertama kali memperoleh pendidikan sebelum pendidikan-pendidikan yang lain. Sejak anak-anak lahir dari rahim ibunya, orang tua tua selalu memelihara anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang dan mendidiknya dengan secara baik dengan harapan anak-anaknya tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang baik. Esensi pendidikannya tersirat dalam integritas keluarga, baik di dalam komunikasi antara sesama anggota keluarga, dalam tingkah laku keseharian orang tua dan anggota keluarga lainnya juga dalam hal-hal lainnya yang berjalan dalam keluarga semuanya merupakan sebuah proses pendidikan bagi anak-anak. Oleh karena itu, orang tua harus selalu memberikan contoh tauladan yang baik kepada anak-anak mereka, karena apa pun kebiasaan orang tua di rumah akan selalu dilihat dan dicerna oleh anak-anak.

Sebagai lingkungan pendidikan yang pertama keluarga memainkan peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Karena itu orangtua sebagai penanggungjawab atas kehidupan keluarga harus memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak-anaknya dengan menanamkan ajaran agama dan akhlakul karimah. Kenakalan-kenakalan atau kerusakan-kerusakan moral yang disebutkan di atas adalah di antara macam-macam kelakuan anak-anak yang menggelisahkan orang tuanya sendiri dan juga ada yang menggelisahkan dirinya sendiri. Tidak sedikit orang tua yang mengeluh kebingungan menghadapi anak-anak yang tidak bisa lagi dikendalikan baik oleh orang tua itu sendiri maupun oleh guru-gurunya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Farida Julia Saputri -
Nama : Farida Julia Saputri
NPM : 2113053073
Kelas : 3C
Analisis Jurnal 2

Berdasarkan hasil analisis saya mengenai “Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja” bahwa keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama, pertama karena keluarga merupakan lingkungan awal sebelum anak itu mengenal luar dan utama karena keluarga menjadi lingkungan sosial dan emosional dimana hal itu sangat memberikan kualitas pengalaman sehingga menjadi faktor determinan untuk pembentukan kepribadian seorang anak. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah.

Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Oleh karena itu, untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya:
(1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak
(2) lingkungan masyarakat yang kurang baik
(3) Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat
(4) Suasana rumah tangga yag kurang baik
(5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat alat anti hamil
(6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral
(7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral
(8) Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak.

Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian, ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by ADELBERTUS GADING ANANTA PUTRA -
Nama: Adelbertus Gading Ananta Putra
Npm: 2113053023

Izin memberikan analisis jurnal mengenai “PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA”
Keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan terpenting bagi anak. Karena untuk pertama kalinya, anak mengalami dan mendapat pendidikan, sebelum diperkenalkan ke masyarakat dalam arti yang lebih luas. Selain itu, keluarga dikatakan meletakkan dasar untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga ini akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk melanjutkan sekolah (MI.Soelaeman, 1978:23). Karena di dalam keluargalah anak-anak dididik terlebih dahulu sebelum pendidikan lainnya. Karena anak lahir sejak masih dalam kandungan ibu, maka orang tua selalu menjaga anaknya dan menyayangi mereka serta mendidik mereka dengan baik dengan harapan anak-anak mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang baik. Pendidikan yang diberikan di rumah berbeda dengan pendidikan yang diberikan di sekolah karena pendidikan di rumah bersifat informal dan tidak dibatasi oleh waktu dan program pendidikan khusus.

Sebagai lingkungan pendidikan pertama, keluarga berperan besar dalam menanamkan nilai-nilai moral pada anak. Oleh karena itu, orang tua sebagai penanggung jawab dalam kehidupan keluarga harus mendidik anak-anaknya dengan menanamkan ajaran agama dan etika. Menurut M.I Silaeman (1978: 84), fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu: (1) fungsi edukasi, (2) fungsi sosialisasi, (3) fungsi proteksi, (4) fungsi afeksi, (5) fungsi religius, (6) fungsi ekonomi, (7) fungsi rekreasi, (8) fungsi biologis. Berdasarkan kepada beberapa fungsi keluarga di atas terlihat bahwa salah satu fungsi keluarga ialah fungsi pendidikan. Hal ini berarti bahwa orangtua sebagai pendidik pertama dan utama mempunyai kewajiban dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya termasuk pendidikan nilai moral.

Agar anak memiliki akhlak yang baik, agar terhindar dari pelanggaran etika maka perlu adanya pembinaan sejak dini bagi anak dalam keluarga dan kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaik apapun pendidikan akhlak dalam keluarga, tanpa dukungan sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak untuk memiliki akhlak yang baik. Sama halnya dengan pendidikan akhlak di sekolah, tanpa dukungan keluarga dan masyarakat, sulit bagi anak untuk memiliki akhlak yang baik. Dengan demikian, ketiga jenis lembaga ini tidak dapat dipisahkan dan harus saling mendukung. Proses penanaman nilai-nilai moral agama yang perlu ditanamkan pada anak dapat dimulai sejak anak lahir hingga dewasa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by IRMANDA FRAHANI -
Assalamu'alaikum warahmatullahi warahmatullahi
Sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : Irmanda Frahani
Npm : 2113053124
Kelas : 3C

Izin memberikan analisis mengenai artikel yang berjudul

Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum
mengenal masyarakat yang lebih luas. Di samping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah (MI.Soelaeman, 1978:23).

Sejalan dengan semakin pesatnya arus globalisasi yang dicirikan dengan derasnya arus informasi dan teknologi ternyata dari satu sisi memunculkan
persoalan-persoalan baru yang kerap kita temukan pada diri individu dalam suatu masyarakat. Munculnya kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, narkoba,
penyimpangan seksual, kekerasan serta berbagai bentuk penyimpangan penyakit kejiwaan, seperti stress, depresi, dan kecemasan, adalah bukti yang tak ternafikan dari adanya dampak negatif dari kemajuan peradaban kita. Hal ini kemudian secara tidak langsung berpengaruh tidak baik pula pada kemapanan dan tatanan masyarakat damai seperti kita semua harapkan (Zakiyah Darajat, 1971:12). Fenomena ini dalam rumusan yang sederhana dapat dikatakan bahwa semakin moderen dan maju sebuah masyarakat akan semakin kompleks dan beragam problematika kehidupan yang akan dijumpai.
Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian orang dimana saja, baik dalam masyarakat yang telah maju, maupun dalam masyarakat yang masih terbelakang. Karena kerusakan moral seseorang mengganggu ketenteraman yang lain. Jika dalam suatu masyarakat banyak yang rusak moralnya, maka akan goncanglah keadaan masyarakat itu.

Menurut M.I Silaeman (1978: 84), fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu:(1) fungsi edukasi, (2) fungsi sosialisasi, (3) fungsi proteksi, (4) fungsi afeksi, (5)
fungsi religius, (6) fungsi ekonomi, (7) fungsi rekreasi, (8) fungsi biologis.
Berdasarkan kepada beberapa fungsi keluarga di atas terlihat bahwa salah satu fungsi keluarga ialah fungsi pendidikan. Hal ini berarti bahwa orangtua sebagai
pendidik pertama dan utama mempunyai kewajiban dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya termasuk pendidikan nilai moral.

Menurut Zakiyah Darajat (1971: 45-46), di antara
faktor-faktor kemerosotan moral tersebut, yang terpenting adalah:
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil.
6. Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral.
7. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang (leisure time) dengan cara yang baik, dan yang membawa kepada pembinaan moral.
8. Tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda.
9. Pengaruh westernisasi, yaitu berupa yahudinisasi dan kristenisasi.
10.


PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL UNTUK MENGATASI
KENAKALAN REMAJA DALAM KELUARGA
1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak.
2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak.
3. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, khususnya hubungan Ibu-Bapak dan anggota keluarga lainnya, sehingga pergaulan dan kehidupan mereka
dapat menjadi contoh bagi anak-anak, terutama anak yang belum berumur enamtahun, di mana mereka belum dapat memahami kata-kata dan symbol yang abstrak.

Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by MUTIA RAHMA AULIA -
Nama: Mutia Rahma Aulia
NPM: 2113053136
Kelas: 3C

Analisis jurnal 2 dengan judul "Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja"

Keluarga merupakan unit pertama dan institusi pertama dalam masyarakat di
mana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya, sebahagian besarnya bersifat hubungan langsung dan di situlah berkembang individu dan di situ pulalah terbentuknya tahap-tahap awal proses sosialisasi bagi anak-anak. Keluarga sebagai tempat di mana anak-anak dibesarkan memiliki peranan yang
sangat penting dalam pendidikan anak, karena pertama-pertama yang akan dilihat dan dirasakan oleh anak sebelum orang lain adalah keluarga.

Menurut M.I Silaeman (1978: 84), fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu:
(1) fungsi edukasi
(2) fungsi sosialisasi
(3) fungsi proteksi
(4) fungsi afeksi
(5) fungsi religius
(6) fungsi ekonomi
(7) fungsi rekreasi
(8) fungsi biologis

Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau
moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Oleh karena itu,.untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral dalam kehidupannya sehari-hari, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini dalam keluarga. Pembinaan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak adalah sebagai berikut:
1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak.
2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak.
3. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by LAELA NUR VAZRIYAH -
Nama : Laela nur vazriyah
NPM : 2113053186
Kelas : 3C

Analisis jurnal yang berjudul “ PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA”

Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Di samping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah (MI.Soelaeman, 1978:23). Orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam mendidik anak-anaknya. Baik buruknya anak- anak di masa yang akan datang banyak ditentukan oleh pendidikan dan bimbingan orang tuanya. Karena, di dalam keluarga itulah anak-anak pertama kali memperoleh pendidikan sebelum pendidikan-pendidikan yang lain. Pendidikan yang diberikan di lingkungan keluarga berbeda dengan pendidikan yang dilaksanakan di
sekolah, karena pendidikan dalam keluarga bersifat informal yang tidak terikat oleh waktu dan program pendidikan secara khusus. Jadi dapet disimpulkan bahwa lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pendidikan nilai moral keagamaan, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya: 
(1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, (2) lingkungan masyarakat yang kurang baik, (3) Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, (4) Suasana rumah tangga yang kurang baik, (5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil, (6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral, (7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral, (8) Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak, dan masih banyak lagi.

Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran- pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian, ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung. Proses pembinaan nilai-nilai moral keagamaan yang harus ditanamkan kepada anak-anak, dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir diperkenalkan dengan kaliamah thoyyobah, kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai-nilai agama yang berkaitan dengan keimanan, sehingga anak meyakini adanya Allahdan dapat mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya (ma’rifatullah).

Bersamaan dengan itu, anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral, seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, dan lain-lainnya. Kepada anak-anak juga ditanamkan sifat-sifat yang baik, seperti nilai-nilai kejujuran, keadilan, hidup serderhana, sabar dan lain-lainnya. Selain itu, agar anak-anak memiliki nilai-nilai moral yang baik, juga di dalam keluarga, khususnya antara ibu dan bapak harus menjaga harmonisasi hubungan antara keduanya dan harus menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by RAFITRI PRIHATINI -
Nama: Rafitri Prihatini
Npm: 2113053133
Kelas: 3C

Izin memberikan analisis jurnal yang berjudul "Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya mengatasi Kenakalan Remaja"

Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian orang dimana saja, baik dalam masyarakat yang telah maju, maupun dalam masyarakat yang masih terbelakang. Karena kerusakan moral seseorang mengganggu ketenteraman dilingkungan. Sejalan dengan semakin pesatnya arus globalisasi yang dicirikan dengan derasnya arus informasi dan teknologi ternyata dari satu sisi memunculkan persoalan-persoalan baru yang kerap kita temukan pada diri individu dalam suatu masyarakat. Munculnya kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, narkoba, penyimpangan seksual, kekerasan serta berbagai bentuk penyimpangan penyakit kejiwaan, seperti stress, depresi, dan kecemasan, adalah bukti yang tak ternafikan dari adanya dampak negatif dari kemajuan peradaban kita.

Faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, yaitu: (1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, (2) lingkungan masyarakat yang kurang baik, (3) Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, (4) Suasana rumah tangga yag kurang baik, (5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alatalat anti hamil, (6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral, (7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral, (8) Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak.

Untuk mengatasi kemerosotan moral yang terjadi pada anak, keluarga memiliki peran yang sangatt penting untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak sejak dini. Hal ini di karenakan keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama, pertama karena keluarga merupakan lingkungan awal sebelum anak itu mengenal luar dan utama karena keluarga menjadi lingkungan sosial dan emosional dimana hal itu sangat memberikan kualitas pengalaman sehingga menjadi faktor determinan untuk pembentukan kepribadian seorang anak. Anak-anak dibimbing mengenai nilai-nilai moral oleh orang tua, seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, dan lain-lain. Selain itu, anak-anak juga ditanamkan sifat-sifat yang baik, seperti nilai-nilai kejujuran, keadilan, hidup serderhana, sabar dan lain-lain.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Fitri Cahya Karnain -
Nama : Fitri Cahya Karnain
Npm : 2153053034
Kelas : 3C

Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaranmoral, maka perlu adanya pembinaan nilai moral sejak dini kepada anak-anak dalamkeluarga. Agar anak-anak memiliki moral yang baik, langkah pertama yang harus ditanamkan kepadaanak-anak adalah nilai-nilai keimanan supaya anak-anak memiliki keimanan yang kuat.Proses pembinaan nilai-nilai keimanan yang harus ditanamkan kepada anak-anak, dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Kepada anak-anak juga ditanamkan sifat sifat yang baik, seperti nilai-nilai kejujuran, keadilan, hidup serderhana, sabar dan lain-lainnya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by SHERLITA NUR AZIZAH -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, sebelumnya izin memperkenalkan diri,
Nama: Sherlita Nur Azizah
NPM: 2113053232
Kelas: 3C

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal 2,
Pembinaan nilai dan moral harus diterapkan kepada anak-anak sedini mungkin, agar mereka memiliki moral yang baik. Salah satu penerapan yang paling pertama dan utama yaitu melalui lingkungan keluarga, dimana lingkungan tersebutlah yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak. Langkah pertama yang harus ditanamkan kepada anak-anak adalah nilai-nilai keimanan supaya anak-anak memiliki keimanan yang kuat. Proses pembinaan nilai-nilai keimanan yang harus ditanamkan kepada anak-anak, dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir diperkenalkan dengan kalimah thoyyobah, kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai-nilai agama yang berkaitan dengan keimanan, sehingga anak meyakini adanya Allah dan dapat mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya Bersamaan dengan itu, anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral itu sendiri, seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, dan lain-lainnya. Kepada anak-anak juga ditanamkan sifat-sifat yang baik, seperti nilai-nilai kejujuran, keadilan, hidup serderhana, sabar dan lain-lainnya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Putri ristamarin 2053054009 -
Nama : Putri ristamarin
NPM : 2013053185
PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Oleh: Fahrudin
Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah . Orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam mendidik anak-anaknya.
Karena, di dalam keluarga itulah anak-anak pertama kali memperoleh pendidikan sebelum pendidikan-pendidikan yang lain. Sejak anak-anak lahir dari rahim ibunya, orang tua tua selalu memelihara anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang dan mendidiknya dengan secara baik dengan harapan anak-anaknya tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang baik. Esensi pendidikannya tersirat dalam integritas keluarga, baik di dalam komunikasi antara sesama anggota keluarga, dalam tingkah laku keseharian orang tua dan anggota keluarga lainnya juga dalam hal-hal lainnya yang berjalan dalam keluarga semuanya merupakan sebuah proses pendidikan bagi anak-anak. Oleh karena itu, orang tua harus selalu memberikan contoh tauladan yang baik kepada anak-anak mereka, karena apa pun kebiasaan orang tua di rumah akan selalu dilihat dan dicerna oleh anak-anak.
Sebagai lingkungan pendidikan yang pertama keluarga memainkan peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Karena itu orangtua sebagai penanggungjawab atas kehidupan keluarga harus memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak-anaknya dengan menanamkan ajaran agama dan akhlakul karimah. Kenakalan-kenakalan atau kerusakan-kerusakan moral yang disebutkan di atas adalah di antara macam-macam kelakuan anak-anak yang menggelisahkan orang tuanya sendiri dan juga ada yang menggelisahkan dirinya sendiri. Tidak sedikit orang tua yang mengeluh kebingungan menghadapi anak-anak yang tidak bisa lagi dikendalikan baik oleh orang tua itu sendiri maupun oleh guru-gurunya.

Berdasarkan uraian di atas, perlu kiranya kita memikirkan tentang proses pendidikan moral bagi anak-anak, khususnya dalam keluarga, sehingga anak-anak remaja kita saat memiliki moral yang baik yang akan berdampak pula terhadap kehidupan bangsa ini.
Dalam Ensyclopedi Umum bahwa yang dimaksud dengan keluarga yaitu kelompok orang yang ada hubungan darah atau perkawinan yang terdiri dari ibu, ayah, anak–anaknya . Keluarga juga sering diartikan sebagai unit terkecil dalam suatu masyarakat yang terdiri atas ayah, ibu, anak-anak dan kerabat lainnya. Lingkungan keluarga merupakan tempat di mana anak-anak dibesarkan dan merupakan lingkungan yang pertama kali dijalanai oleh seorang anak di dalam mengarungi hidupnya, sehingga apa yang dilihat dan dirasakan oleh anak-anak dalam keluarga akan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak. Keluarga merupakan unit pertama dan institusi pertama dalam masyarakat di mana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya, sebahagian besarnya bersifat hubungan langsung dan di situlah berkembang individu dan di situ pulalah terbentuknya tahap-tahap awal proses sosialisasi bagi anak-anak.
Dari interaksi dalam keluarga inilah anak-anak memperoleh pengetahuan, keterampilan, minat, nilai-nilai, emosi dan sikapnya dalam hidup dan dengan itu pulalah mereka memperoleh ketenteraman dan ketenangan. Individu itu perlu pada keluarga bukan hanya pada tingkat awal hidupnya dan pada masa kanak-kanak, tetapi ia memerlukannya sepanjang hidupnya, sebab di dalam keluargalah, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, orang tua maupun manula mendapatkan rasa kasih sayang, rasa tenteram dan ketenangan. Keluarga sebagai tempat di mana anak-anak dibesarkan memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak, karena pertama-pertama yang akan dilihat dan dirasakan oleh anak sebelum orang lain adalah keluarga. Walaupun lembaga-lembaga lain dapat menolong keluarga dalam tindakan pendidikan, akan tetapi ia tidak sanggup menggantikan, kecuali dalam keadaankeadaan luar biasa, seperti ketika ibu bapak meninggal atau karena ibu bapak rusak akhlak dan menyeleweng dari kebenaran, atau mereka acuh tak acuh dan tidak tahu cara-cara yang betul dalam mendidik anak.Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama, pertama karena keluarga merupakan lingkungan awal sebelum anak itu mengenal luar dan utama karena keluarga menjadi lingkungan sosial dan emosional dimana hal itu sangat memberikan kualitas pengalaman sehingga menjadi faktor determinan untuk pembentukan kepribadian seorang anak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by HASNI SEPTIANI -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama : Hasni Septiani
Npm :2113053097
Kelas :3C
Izin memberikan hasil analisis jurnal 2

Moral sangat penting bagi setiap orang, tiap bangsa. Karena pentingnya moral tersebut ada yang mengungkapkan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa tergantung kepada moral bangsa tersebut. Apabila bangsa tersebut moralnya hancur,
maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya. Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Oleh karena itu,
untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan dalam keluarga berjalan sepanjang masa, melalui proses
interaksi dan sosialisasi di dalam keluarga itu sendiri. Esensi pendidikannya tersirat dalam integritas keluarga, baik di dalam komunikasi antara sesama anggota keluarga, dalam tingkah laku keseharian orang tua dan anggota keluarga lainnya juga
dalam hal-hal lainnya yang berjalan dalam keluarga semuanya merupakan sebuah proses pendidikan bagi anak-anak. Oleh karena itu, orang tua harus selalu memberikan contoh tauladan yang baik kepada anak-anak mereka, karena apa pun kebiasaan orang tua di rumah akan selalu dilihat dan dicerna oleh anak-anak. Sebagai lingkungan pendidikan yang pertama keluarga memainkan peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Karena itu orang tua sebagai penanggungjawab atas kehidupan keluarga harus memberikan
pendidikan dan pengajaran kepada anak-anaknya dengan menanamkan ajaran agamadan akhlakul karimah
Keluarga juga sering diartikan sebagai unit terkecil dalam suatu masyarakat
yang terdiri atas ayah, ibu, anak-anak dan kerabat lainnya. Lingkungan keluargamerupakan tempat di mana anak-anak dibesarkan dan merupakan lingkungan yang pertama kali dijalanai oleh seorang anak di dalam mengarungi hidupnya, sehingga
apa yang dilihat dan dirasakan oleh anak-anak dalam keluarga akan dapat
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak.
Keluarga merupakan unit pertama dan institusi pertama dalam masyarakat di
mana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya, sebahagian besarnya bersifat hubungan langsung dan di situlah berkembang individu dan di situ pulalah terbentuknya tahap-tahap awal proses sosialisasi bagi anak-anak. Dari interaksi
dalam keluarga inilah anak-anak memperoleh pengetahuan, keterampilan, minat, nilai-nilai, emosi dan sikapnya dalam hidup dan dengan itu pulalah mereka memperoleh ketenteraman dan ketenangan.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya: (1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, (2)
lingkungan masyarakat yang kurang baik, (3) Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, (4) Suasana rumah tangga yang kurang baik, (5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil, (6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral, (7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral, (8) Kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak.

Sekian dan terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by WIRANTO OKTAVIAN -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama : Wiranto Oktavian
NPM : 2153053012

Izin memberikan hasil analisis jurnal di atas pak terkait tentang proses pendidikan moral di lingkungan keluarga sebagai upaya mengatasi kenalan remaja

Keluarga adalah pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena
anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum
mengenal masyarakat yang lebih luas.

Peran keluarga sebagai pendidikan moral yang pertama yaitu kedua orang tua berperan sebagai gurunya dan anaknya berperan sebagai muridnya. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama bagi setiap Individu. Jadi orang tua ini harus bisa mencontohkan bagaimana cara penanaman pendidikan moral pada anaknya seperti memberikan contoh cara membuang sampah pada tempatnya, melakukan salim kepada orang tuanya ketika mau brngkt sekolah, melarang anaknya supaya tidak merokok saat di bawah umur, melarang mencuri barang yang dimiliki oleh orang lain, dan berprilaku sopan santun.

Sekian terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by Grace Hanna -
Nama : Grace Hanna
Kelas : 3C
Npm : 2113053287

Izin memberikan analisis jurnal tentang PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA.

Pendidikan moral yang harus ditanamkan kepada anak oleh orang tua yakni penanaman nilai Kejujuran, penanaman nilai Kerukunan, penanaman nilai Kerjasama, penanaman nilai Sopan Santun, dan penanaman nilai Disiplin. Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pendidikan nilai moral keagamaan, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya.

Jika dari keluarga tidak mau mengajarkan tentang pendidikan moral, maka kedepannya anak akan memiliki sikap dan tingkah laku yang buruk. Dengan tidak diajarkannya pendidikan moral di keluarga maka akan membuat angka kenakalan remaja meningkat. Karena anak tidak mempunyai sadar jika perbuatan yang dilakukannya salah dan anak tidak mau berubah karena sudah terjebak di lingkungan yang buruk.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by KADEK ELI -
Nama : Kadek Eli
npm : 2113053117

Izin memberikan analisis jurnal yang berjudul PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali penyimpanan moral yang telah terjadi terutama dikalangan remaja mulai dari tutur kata hingga tingkah laku mereka. Banyak sekali penyebab dari adanya kemerosotan moral yang telah dijelaskan pada jurnal tersebut diantaranya
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah
tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti
hamil.
dan lain sebagainya, sehingga pendidikan moral memiliki peran penting untuk membentuk karakter anak Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-
pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak
dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by JESSICA.AMELIA21 JESSICA.AMELIA21 -
Jessica Amelia Putri
2113053029
3C
Analisis Jurnal 2
Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak
dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat.
Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari
sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik.
Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian, ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung.Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pendidikan nilai moral keagamaan, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya: (1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, (2) lingkungan masyarakat yang kurang baik, (3) Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, (4) Suasana rumah tangga yang kurang baik, (5)Banyak tulisan-tulisan, gambargambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral, (6) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral, (7) Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by ANNISA NATHANIA -
Annisa Nathania
2153053040
Izin memberikan hasil analisis jurnal 2 berjudul:

Proses pendidikan nilai moral di lingkungan keluarga sebagai upaya mengatasi kenakalan remaja

pendidikan dalam keluarga berjalan sepanjang masa melalui proses interaksi dan sosialisasi dalam keluarga. Esensi pendidikanya tersirat dalam integritas keluarga, baik di dalam komunikasi antara sesama anggota keluarga, dalam tingkah laku keseharian orang tua dan anggota keluarga lainnya yang juga dalam hal hal lainnya yang berjalan dalam keluarga semuanya merupakan sebuah proses pendidikan bagi anak. Oleh karena itu, orang tua harus selalu memberikan contoh Tauladan yang baik kepada anak anak mereka, karena apapun kebiasaan orang tua di rumah akan selalu dilihat dan dicerna oleh anak anak.

Peranan keluarga bagi anak anak
keluarga merupakan unit dan institusi pertama dalam masyarakat di mana hubungan hubungan yang terdapat di dalamnya bersifat hubungan langsung yang mana merupakan tempat berkembang individu dan terbentuknya tahap tahap awal proses sosialisasi bagi anak. Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap individu di mana individu pertama kali berinteraksi yang mana individu memperoleh unsur unsur dan ciri ciri dasar dari pada kepribadiannya.
Selain individu keluarga juga penting bagi masyarakat yang mana masyarakat menganggap keluarga sebagai institusi sosial yang terpenting dan merupakan unit sosial yang utama melalui individu individu yang telah dipersiapkan di dalamnya. Keluarga dapat menjadi ukuran dalam sebuah masyarakat, dalam arti apabila masing masing keluarga itu berada dalam keluarga yang sehat, maka akan sehatlah suatu masyarakat. Begitu pula sebaliknya.

Moral sangat penting bagi tiap tiap orang dan tiap bangsa, karena ukuran baik buruk nya suatu bangsa tergantung kepada moral bangsa tersebut. Apabila bangsa tersebut merasa hancur, maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya.

Faktor faktor yang menyebabkan kemerosotan moral:
1. Kurang tertanamnya nilai nilai ke imanan pada anak anak.
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3. Pendidikan moral tidak Terlaksana menurut mestinya, baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. Diperkenalkannya secara populer obat obat terlarang dan alat alat anti hamil.
6. Banyak tulisan tulisan, gambar gambar, siaran siaran, kesenian kesenian yang tidak mengindahkan dasar dasar dan tuntunan moral.
7. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik, dan yang membawa kepada pembinaan moral.
8. Tidak ada atau kurangnya markas markas bimbingan dan Penyuluhan bagi anak anak dan pemuda pemuda.
9. Pengaruh westernisasi, yaitu berupa Yahudinisasi dan kristenisasi.

Proses pendidikan nilai moral untuk mengatasi kenakalan remaja dalam keluarga
Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan moral bagi anak anaknya there maksud nilai dan moral dalam beragama untuk melaksanakannya, orang tua sebagai tokoh inti dalam keluarga harus terlebih dulu menciptakan iklim Relijius dalam keluarga itu, yang dapat dihayati seluruh Anggota keluarga, terutama bagi anak anak.

Pembinaan agama yang dapat ditanamkan kepada anak anak adalah sebagai berikut:
1. Penanaman pendidikan ke imanan sejak dini kepada anak anak.
2. menanamkan pendidikan moral pada anak anak.
3. menciptakan suasana rumah tangga yang Harmonis, khususnya hubungan ibu bapak dan anggota keluarga lainnya sehingga Pergaulan dalam kehidupan mereka dapat menjadi contoh bagi anak anak.

terima kasih...
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by IKA SAEFITRI -
Nama: Ika Saefitri
Npm: 2113053099
Kelas: 3C

Analisi jurnal 2 yang berjudul “ PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA”

Keluarga terutama orang tua merupakan madrasah pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal, sekolah dan masyarakat yang lebih luas. Di samping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah (MI.Soelaeman, 1978:23). Orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam mendidik anak-anaknya. Baik buruknya anak-anak di masa yang akan datang banyak ditentukan oleh pendidikan dan bimbingan orang tuanya. Karena, di dalam keluarga itulah anak-anak pertama kali memperoleh pendidikan sebelum pendidikan-pendidikan yang lain. 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada
anak, di antaranya:
(1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, 
(2)lingkungan masyarakat yang kurang baik
(3) Pendidikan moral tidak berjalan
menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, 
(4) Suasana rumah tangga yang kurang baik, 
(5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil, 
(6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral, 
(7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral. 
(8) Kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak. Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik.

Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan
masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian,ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung.Proses pembinaan nilai-nilai moral keagamaan yang harus ditanamkan kepada anak-anak, dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir diperkenalkan dengan kaliamah thoyyobah, kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai-nilai agama yang berkaitan dengan keimanan, sehingga anak meyakini adanya Allah dan dapat mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya.
ma’rifatullah) . 

Bersamaan dengan itu, anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral,
seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, dan lain-lainnya. 
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by ICHA KURNIA PUTRI -
Nama : Icha Kurnia Putri
NPM : 2113053052
Kelas : 3C

Analisis Jurnal 2
PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA. Moral sangat penting bagi tiap-tiap orang, tiap bangsa. Karena pentingnya moral tersebut ada yang mengungkapkan bahwa ukuran baik buruknya suatu bangsa tergantung kepada moral bangsa tersebut. Apabila bangsa tersebut moralnya hancur, maka akan hancurlah bangsa tersebut bersama moralnya. Moral sangat penting bagi anak-anak, masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau moral rusak, ketenteraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Oleh karena itu, untuk memelihara kelangsungan hidup sebagai bangsa yang terhormat, maka perlu sekali memperhatikan pendidikan moral, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Keluarga merupakan unit pertama dan institusi pertama dalam masyarakat di mana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya, sebahagian besarnya bersifat hubungan langsung dan di situlah berkembang individu dan di situ pulalah terbentuknya tahap-tahap awal proses sosialisasi bagi anak-anak. Dari interaksi dalam keluarga inilah anak-anak memperoleh pengetahuan, keterampilan, minat, nilai-nilai, emosi dan sikapnya dalam hidup dan dengan itu pulalah mereka memperoleh ketenteraman dan ketenangan. Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap individu di mana ia berinteraksi. Dari interaksi dengan lingkungan pertama inilah individu memperoleh unsur-unsur dan ciri-ciri dasar daripada kepribadiannya. Juga dari situlah ia memperoleh akhlak, nilai-nilai, kebiasaan dan emosinya dan dengan itu ia merobah banyak kemungkinan-kemungkinan, kesanggupan-kesanggupan dan kesedian-nya menjadi kenyataan dalam hidup dan tingkah laku yang tampak. Jadi keluarga itu bagi seorang individu merupakan simbol atas nilai-nilai yang mulia, seperti keimanan yang teguh kepada Allah, pengorbanan, kesediaan berkorban untuk kepentingan kelompok, cinta kepada kebaikan, kesetiaan dan lain-lain lagi nilai mulia yang dengannya keluarga dapat menolong individu untuk menanamkannya pada dirinya. Walaupun begitu tingginya tingkat perkembangan dan perubahan yang berlaku disebahagian besar masyarakat modern, termasuk masyarakat muslim sendiri, tetapi keluarga tetap memelihara fungsi pendidikannya dan menganggap bahwa hal itu merupakan sebagian tugasnya, khususnya dalam rangka menyiapkan sifat cinta mencintai dan keserasian di antara anggota-anggotanya. Begitu juga ia harus memberi pemeliharaan kesehatan, psikologikal, spiritual, akhlak, jasmani, intelektual, emosional, sosial di samping menolong mereka menumbuhkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan kebiasaan yang diingini yang berguna dalam segala lapangan hidup mereka serta sanggup mengambil manfaat dari pelajaran lembaga-lembaga lain.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by REZA FITRIYANI -
Nama : Reza Fitriyani sari
Npm : 2113053094

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal 2
“ proses pendidikan nilai moral di lingkungan keluarga sebagai upaya mengatasi kenakalan remaja”

Pembinaan nilai dan moral untuk anak anak dalam lingkungan keluarga sangat diperlukan guna agar anak naak memiliki moral yang baik dan terhindar dari berbagai pelanggaran moral yang ada. Pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak dipengaruhi oleh lingkungan pertama mereka dalam menjalani kehidupan yaitu lingkungan dalam keluarga. Karena apa yang mereka lihat dan rasakan akan mempengaruhi anak anak.

Pembinaan dalam lingkungan keluarga dapat dimulai dengan menanamkan nilai nilai keimanan dan nilai nilai agama kepada anak anak. Ketika anak anak sudah mengenal kedua nilai nilai tersebut anak anak juga dapat dibimbing mengenal nilai nilai moral seperti bagaimana cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang sopan, bergaul dengan baik, dan lain sebagainya. Di samping menanamkan moral yang baik peran orang tua juga menanamkan sifat sifat yang baik kepada anak anak sehingganya orang tua merupakan contoh bagi anak anaknya. Perlu diketahui juga pembinaan nilai dna moral yang dilakukan di lingkungan keluarga perlu di dampingin dan didukung kerjasama oleh keluarga, sekolah dan masyarakat agar anak anak benar benar dapat terhindar dari pelanggaran moral.

Terima kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 2

by KIKI LIEONI WIDODO -
Nama : Kiki Lieoni Widodo
NPM : 2113053005

Izin memberikan analisis jurnal 2 yang berjudul “PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA"
Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih las. Di samping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan yang diterima anak dalam
keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah (MI.Soelaeman, 1978:23). Orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam mendidik anak-anaknya. Baik buruknya anak- anak di masa yang akan datang banyak ditentukan oleh pendidikan dan bimbingan orang tuanya. Karena, di dalam keluarga itulah anak-anak pertama kali memperoleh pendidikan sebelum pendidikan-pendidikan yang lain.
Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian orang dimana saja, baik dalam masyarakat yang telah maju, maupun dalam masyarakat yang masih terbelakang. menurut Zakiyah Darajat, 1971:13) dapat digolongkan kepada beberapa bagian sebagai berikut: Jurnal Pendid kan Agama Islam - Ta lim Vol 12 No. 1- 2014 Proses Pendidikan Nilai Moral Kenakalan ringan, misalnya keras kepala, tidak mau path kepada orang tua dan guru, lari (bolos) dari sekolah, tidak mau belajar, sering berkelahi,suka mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan, cara berpakaian, danan sebagainya.Kenakalan yang mengganggu ketenteraman dan keamanan orang lain, misalnya mencuri, menfitnah, merampok, menodong, menganiaya, merusak milik orang lain, membunuh, kebut-kebutan dan lain-lainnya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya:
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak,
2. lingkungan masyarakat yang kurang baik,
3. Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat,
4. Suasana rumah tangga yag kurang baik,
5.Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil,
6.Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral,
7. Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral,
8.Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak.