Pertanyaan
Diskusi 2
Nama: Yosa Elvita
Npm: 2113053154
Izin bertanya untuk di kelompok 6, bagaimana peran sumber belajar dalam proses pembelajaran? Dan apakah saling keterkaitan antara sumber belajar dengan keberhasilan peserta didik? Tolong jelaskan dan beri implementasi penerapannya
Npm: 2113053154
Izin bertanya untuk di kelompok 6, bagaimana peran sumber belajar dalam proses pembelajaran? Dan apakah saling keterkaitan antara sumber belajar dengan keberhasilan peserta didik? Tolong jelaskan dan beri implementasi penerapannya
Izin menjawab pertanyaan yosa.
Sumber belajar mempunyai peran yang sangat erat dengan pembelajaran yang dilakukan, adapun peranan
tersebut dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Peranan sumber belajar dalam pembelajaran Individual.
Pola komunikasi dalam belajar individual sangat dipengaruhi oleh peranan sumber belajar yang dimanfaatkan dalam proses
belajar. Titik berat pembelajaran individual adalah pada peserta didik, sedang guru mempunyai peranan sebagai penunjang fasilitator.
Dalam pembelajaran individual terdapat tiga pendekatan yang berbeda yaitu :
(1) Front line teaching method, dalam pendekatan ini guru berperan menunjukkan sumber belajar yang perlu dipelajari.
(2) Keller Plan, yaitu pendekatan yang menggunakan teknik personalized system of instruksional (PSI) yang ditunjang
dengan berbagai sumber berbentuk audio visual yang didesain khusus untuk belajar individual.
(3) Metode proyek, peranan guru cenderung sebagai penasehat dibanding pendidik, sehingga peserta didik lah yang
bertanggung jawab dalam memilih, merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan belajar.
2. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Klasikal
Pola komunikasi dalam belajar klasikal yang dipergunakan adalah komunikasi langsung antara guru dengan peserta didik.
Hasil belajar sangat tergantung oleh kualitas guru, karena guru merupakan sumber belajar utama. Sumber lain seolah-olah
tidak ada peranannya sama sekali, karena frekuensi belajar didominasi interaksinya dengan guru.
Pemanfaatan sumber belajar selain guru, sangat selektif dan sangat ketat di bawah petunjuk dan kontrol guru. Di samping
itu guru sering memaksakan penggunaan sumber belajar yang kurang relevan dengan ciri-ciri peserta didik dan tujuan
belajar, hal ini terjadi karena sumber belajar yang tersedia terbatas. Peranan Sumber Belajar secara keseluruhan seperti
terlihat dalam pola komunikasinya selain guru rendah. Keterbatasan penggunaan sumber belajar terjadi karena metode
pembelajaran yang utama hanyalah metode ceramah. Menurut Percipal and Ellington (1984), bahwa perhatian yang penuh
dalam belajar dengan metode ceramah (attention spannya) makin lama makin menurun drastis. Misalnya dalam 50 menit
belajar, maka pada awal belajar attention spannya berkisar antara 12-15 menit, kemudian makin mendekati akhir pelajaran
turun menjadi 3-5 menit.
3. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Kelompok
Pola komunikasi dalam belajar kelompok, menurut Derek Rowntere dalam bukunya Educational Technologi in Curriculum
Development (1982), menyajikan dua pola komunikasi yang secara umum ditetapkan dalam belajar yaitu pola :
Dikontrol oleh Guru
Dikontrol oleh Anggota Kelompok
a. Buzz sessions (diskusi singkat) adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik untuk didiskusikan singkat sambil
jalan. Sumber belajar yang digunakan adalah materi yang digunakan sebelumnya.
b. Controllet discussion (diskusi dibawah kontrol guru), sumber belajarnya antara lain adalah bab dari suatu buku, materi
dari program audio visual, atau masalah dalam praktek laboratorium
c. Tutorial adalah belajar dengan guru pembimbing, sumber belajarnya adalah masalah yang ditemui dalam belajar,
harian, bentuknya dapat bab dari buku, topik masalah dan tujuan instruksional tertentu.
d. Team project (tim proyek) adalah suatu pendekatan kerjasama antar anggota kelompok dengan cara mengenai suatu
proyek oleh tim.
e. Simulasi (persentasi untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya).
f. Micro teaching, (proyek pembelajaran yang direkam dengan video).
keterkaitan antara sumber belajar dengan keberhasilan peserta didik ialah karena sumber belajar berperan besar dalam proses pembelajaran yang tengah berlangsung. sumber belajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik akan membuat para peserta didik semakin paham apa yang dipelajari dan hal tersebutlah yang berpengaruh terhadap keberhasilan peserta didik nantinya.contoh penerapannya dalam suatu mata pelajaran terdapat peserta didik yang lebih mudah mencerna dengan pembelajaran visual maka dalam proses pembelajaran tersebut sumber belajar dapat berupa video ataupun berbagai macam gambar yang berkaitan
Sumber belajar mempunyai peran yang sangat erat dengan pembelajaran yang dilakukan, adapun peranan
tersebut dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Peranan sumber belajar dalam pembelajaran Individual.
Pola komunikasi dalam belajar individual sangat dipengaruhi oleh peranan sumber belajar yang dimanfaatkan dalam proses
belajar. Titik berat pembelajaran individual adalah pada peserta didik, sedang guru mempunyai peranan sebagai penunjang fasilitator.
Dalam pembelajaran individual terdapat tiga pendekatan yang berbeda yaitu :
(1) Front line teaching method, dalam pendekatan ini guru berperan menunjukkan sumber belajar yang perlu dipelajari.
(2) Keller Plan, yaitu pendekatan yang menggunakan teknik personalized system of instruksional (PSI) yang ditunjang
dengan berbagai sumber berbentuk audio visual yang didesain khusus untuk belajar individual.
(3) Metode proyek, peranan guru cenderung sebagai penasehat dibanding pendidik, sehingga peserta didik lah yang
bertanggung jawab dalam memilih, merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan belajar.
2. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Klasikal
Pola komunikasi dalam belajar klasikal yang dipergunakan adalah komunikasi langsung antara guru dengan peserta didik.
Hasil belajar sangat tergantung oleh kualitas guru, karena guru merupakan sumber belajar utama. Sumber lain seolah-olah
tidak ada peranannya sama sekali, karena frekuensi belajar didominasi interaksinya dengan guru.
Pemanfaatan sumber belajar selain guru, sangat selektif dan sangat ketat di bawah petunjuk dan kontrol guru. Di samping
itu guru sering memaksakan penggunaan sumber belajar yang kurang relevan dengan ciri-ciri peserta didik dan tujuan
belajar, hal ini terjadi karena sumber belajar yang tersedia terbatas. Peranan Sumber Belajar secara keseluruhan seperti
terlihat dalam pola komunikasinya selain guru rendah. Keterbatasan penggunaan sumber belajar terjadi karena metode
pembelajaran yang utama hanyalah metode ceramah. Menurut Percipal and Ellington (1984), bahwa perhatian yang penuh
dalam belajar dengan metode ceramah (attention spannya) makin lama makin menurun drastis. Misalnya dalam 50 menit
belajar, maka pada awal belajar attention spannya berkisar antara 12-15 menit, kemudian makin mendekati akhir pelajaran
turun menjadi 3-5 menit.
3. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Kelompok
Pola komunikasi dalam belajar kelompok, menurut Derek Rowntere dalam bukunya Educational Technologi in Curriculum
Development (1982), menyajikan dua pola komunikasi yang secara umum ditetapkan dalam belajar yaitu pola :
Dikontrol oleh Guru
Dikontrol oleh Anggota Kelompok
a. Buzz sessions (diskusi singkat) adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik untuk didiskusikan singkat sambil
jalan. Sumber belajar yang digunakan adalah materi yang digunakan sebelumnya.
b. Controllet discussion (diskusi dibawah kontrol guru), sumber belajarnya antara lain adalah bab dari suatu buku, materi
dari program audio visual, atau masalah dalam praktek laboratorium
c. Tutorial adalah belajar dengan guru pembimbing, sumber belajarnya adalah masalah yang ditemui dalam belajar,
harian, bentuknya dapat bab dari buku, topik masalah dan tujuan instruksional tertentu.
d. Team project (tim proyek) adalah suatu pendekatan kerjasama antar anggota kelompok dengan cara mengenai suatu
proyek oleh tim.
e. Simulasi (persentasi untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya).
f. Micro teaching, (proyek pembelajaran yang direkam dengan video).
keterkaitan antara sumber belajar dengan keberhasilan peserta didik ialah karena sumber belajar berperan besar dalam proses pembelajaran yang tengah berlangsung. sumber belajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik akan membuat para peserta didik semakin paham apa yang dipelajari dan hal tersebutlah yang berpengaruh terhadap keberhasilan peserta didik nantinya.contoh penerapannya dalam suatu mata pelajaran terdapat peserta didik yang lebih mudah mencerna dengan pembelajaran visual maka dalam proses pembelajaran tersebut sumber belajar dapat berupa video ataupun berbagai macam gambar yang berkaitan
nama : dwi susanti
NPM : 2113053062
Kelas : 2H
Izin bertanya menurut kelompok anda bagaimana cara membuat media pembelajaran yang unik agar mampu meningkatkan minat belajar pada peserta didik?
NPM : 2113053062
Kelas : 2H
Izin bertanya menurut kelompok anda bagaimana cara membuat media pembelajaran yang unik agar mampu meningkatkan minat belajar pada peserta didik?
Izin menjawab pertanyaan dri Dwi Susanti.
Saat ini salah satu media yang populer dan banyak digunakan oleh pendidik adalah media pembelajaran berupa video. Metode mengajar yang menarik dengan media yang juga menarik akan membantu peserta didik lebih fokus dan bersemangat dalam pembelajaran. Oleh karena itu, mengetahui cara membuat video saja tidak cukup.Pendidik juga harus tahu cara buat konten pembelajaran menarik. Sebelum membuat konten pembelajaran yang menarik, pendidik harus tahu indikator-indikator yang harus dimiliki oleh sebuah media, yaitu:
1. Mampu membangun interaksi dan melibatkan peserta didik meskipun secara virtual. Interaksi dapat berupa tanya jawab, kuis, atau hal lainnya yang dirasa perlu untuk memecah kebosanan.
2. Memiliki Audio visual yang jelas, lugas, dan berkualitas. Jika audio visual yang ada dalam media tidak jelas, akan mengganggu konsentrasi peserta didik.
3. Memiliki infrastruktur pendukung yang andal. Adanya infrastruktur yang memadai dan sesuai standar, maka proses pembelajaran dapat berjalan lancar sehingga materi pembelajaran bisa tersampaikan dengan maksimal.
Bagaimanakah membuat video pembelajaran dengan konten belajar menarik untuk peserta didik?
1. Pilih materi yang akan diajarkan
Hal pertama yang harus Pendidik lakukan adalah menentukan konten materi pembelajaran. Hendaknya materi yang disampaikan tidak terlalu banyak agar durasinya juga tidak terlalu panjang.
2. Cari ide dan konsep yang menarik.
Pendidik harus mencari ide dan konsep yang menarik. Hal ini dapat Pendidik lakukan dengan mempelajari berbagai media yang sudah ada kemudian memodifikasinya atau dengan mencari tahu apa saja yang disukai sebagian besar peserta didik.
3. Buat script atau storyboard dari konsep yang sudah dibuat.
Materi pembelajaran menarik jika dikemas dengan bagus. Script atau Storyboard dibutuhkan sebagai pedoman atau arahan dalam pembuatan media interaktif berupa video. Dengan adanya Script atau Storyboard, pendidik dapat merencanakan apa saja yang akan ditampilkan dalam video, alat atau properti apa saja yang dibutuhkan, backsound music, sound, effect dan lain sebagainya.
4. Proses pembuatan.
Setelah Script atau Storyboard siap, Pendidik dapat mulai mengolahnya dengan bantuan aplikasi yang sudah banyak tersedia. Pilihlah aplikasi yang paling mudah sehingga tidak menyulitkan pendidik pada proses pembuatannya.
5.Lakukan ujicoba
hal yang harus Pendidik lakukan adalah melakukan uji coba. Mengapa uji coba penting dilakukan? Dengan uji coba Pendidik akan mendapatkan umpan balik apakah media video yang sudah dibuat memiliki konten belajar yang menarik, apakah materi yang terdapat dalam video sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan yang paling penting apakah media tersebut efektif membantu peserta didik dalam mencapai target pembelajarannya.
6. Lakukan perbaikan/Revisi
Setelah mendapat umpan balik (feedback) dari berbagai pihak, Upaya perbaikan atau revisi merupakan langkah penyempurnaan supaya media yang dibuat dapat lebih maksimal mendukung proses pembelajaran.
7. Finalisasi
Hal terakhir yang harus Pendidik lakukan adalah melakukan finalisasi. Lakukan review video dari awal sampai akhir untuk memastikan media interaktif yang pendidik buat ini sudah siap untuk digunakan.
Saat ini salah satu media yang populer dan banyak digunakan oleh pendidik adalah media pembelajaran berupa video. Metode mengajar yang menarik dengan media yang juga menarik akan membantu peserta didik lebih fokus dan bersemangat dalam pembelajaran. Oleh karena itu, mengetahui cara membuat video saja tidak cukup.Pendidik juga harus tahu cara buat konten pembelajaran menarik. Sebelum membuat konten pembelajaran yang menarik, pendidik harus tahu indikator-indikator yang harus dimiliki oleh sebuah media, yaitu:
1. Mampu membangun interaksi dan melibatkan peserta didik meskipun secara virtual. Interaksi dapat berupa tanya jawab, kuis, atau hal lainnya yang dirasa perlu untuk memecah kebosanan.
2. Memiliki Audio visual yang jelas, lugas, dan berkualitas. Jika audio visual yang ada dalam media tidak jelas, akan mengganggu konsentrasi peserta didik.
3. Memiliki infrastruktur pendukung yang andal. Adanya infrastruktur yang memadai dan sesuai standar, maka proses pembelajaran dapat berjalan lancar sehingga materi pembelajaran bisa tersampaikan dengan maksimal.
Bagaimanakah membuat video pembelajaran dengan konten belajar menarik untuk peserta didik?
1. Pilih materi yang akan diajarkan
Hal pertama yang harus Pendidik lakukan adalah menentukan konten materi pembelajaran. Hendaknya materi yang disampaikan tidak terlalu banyak agar durasinya juga tidak terlalu panjang.
2. Cari ide dan konsep yang menarik.
Pendidik harus mencari ide dan konsep yang menarik. Hal ini dapat Pendidik lakukan dengan mempelajari berbagai media yang sudah ada kemudian memodifikasinya atau dengan mencari tahu apa saja yang disukai sebagian besar peserta didik.
3. Buat script atau storyboard dari konsep yang sudah dibuat.
Materi pembelajaran menarik jika dikemas dengan bagus. Script atau Storyboard dibutuhkan sebagai pedoman atau arahan dalam pembuatan media interaktif berupa video. Dengan adanya Script atau Storyboard, pendidik dapat merencanakan apa saja yang akan ditampilkan dalam video, alat atau properti apa saja yang dibutuhkan, backsound music, sound, effect dan lain sebagainya.
4. Proses pembuatan.
Setelah Script atau Storyboard siap, Pendidik dapat mulai mengolahnya dengan bantuan aplikasi yang sudah banyak tersedia. Pilihlah aplikasi yang paling mudah sehingga tidak menyulitkan pendidik pada proses pembuatannya.
5.Lakukan ujicoba
hal yang harus Pendidik lakukan adalah melakukan uji coba. Mengapa uji coba penting dilakukan? Dengan uji coba Pendidik akan mendapatkan umpan balik apakah media video yang sudah dibuat memiliki konten belajar yang menarik, apakah materi yang terdapat dalam video sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan yang paling penting apakah media tersebut efektif membantu peserta didik dalam mencapai target pembelajarannya.
6. Lakukan perbaikan/Revisi
Setelah mendapat umpan balik (feedback) dari berbagai pihak, Upaya perbaikan atau revisi merupakan langkah penyempurnaan supaya media yang dibuat dapat lebih maksimal mendukung proses pembelajaran.
7. Finalisasi
Hal terakhir yang harus Pendidik lakukan adalah melakukan finalisasi. Lakukan review video dari awal sampai akhir untuk memastikan media interaktif yang pendidik buat ini sudah siap untuk digunakan.
Nama: Riska Mariana
NPM: 2113053207
Terkait jenis-jenis media, menurut kalian media mana kah yang paling diminati dan berpotensi menambah semangat serta motivasi belajar peserta didik pada kelas tinggi?
NPM: 2113053207
Terkait jenis-jenis media, menurut kalian media mana kah yang paling diminati dan berpotensi menambah semangat serta motivasi belajar peserta didik pada kelas tinggi?
Nama : Seftiana Ambarwati
NPM : 2153053008
Izin menjawab, menurut kelompok kami penggunaan media video dalam pembelajaran dapat menjadi salah satu alternatif guru dalam meningkatkan aktivitas siswa. Media video pembelajaran merupakan salah satu pengembangan dari media audiovisual yang dapat mewakili apa saja yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat maupun contoh-contoh secara lebih konkret. Siswa akan menyukai hal-hal yang baru dan lebih konkret dibandingkan hanya mendengarkan dan mencatat di dalam kelas. Rasa ingin tahu siswa saat media video pembelajaran ditayangkan di depan kelas dapat dijadikan modal guru
untuk menggali pengetahuan dan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari
NPM : 2153053008
Izin menjawab, menurut kelompok kami penggunaan media video dalam pembelajaran dapat menjadi salah satu alternatif guru dalam meningkatkan aktivitas siswa. Media video pembelajaran merupakan salah satu pengembangan dari media audiovisual yang dapat mewakili apa saja yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat maupun contoh-contoh secara lebih konkret. Siswa akan menyukai hal-hal yang baru dan lebih konkret dibandingkan hanya mendengarkan dan mencatat di dalam kelas. Rasa ingin tahu siswa saat media video pembelajaran ditayangkan di depan kelas dapat dijadikan modal guru
untuk menggali pengetahuan dan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari
Nama : Rohmi Illiyin
NPM : 2113053040
Izin bertanya, Bagaimana perubahan sikap dam nilai seseorang apabila telah memiliki penguasaan kognitif tingkat tinggi khususnya dalam hal organisasi dan pembentukan pola hidup dan bagaimana implementasi nya di kehidupan nyata.
NPM : 2113053040
Izin bertanya, Bagaimana perubahan sikap dam nilai seseorang apabila telah memiliki penguasaan kognitif tingkat tinggi khususnya dalam hal organisasi dan pembentukan pola hidup dan bagaimana implementasi nya di kehidupan nyata.
Nama: Niken Maulidya
NPM: 2113053060
Seseorang yang telah memilki penguasaan kognitif yang tinggi dalam tahap organisasi ia akan lebih merorientasikan pada nilai-nilai, dan norma-norma untuk diinternalisasikan dalam sistem kerja pribadinya. Sehingga perubahan sikap dan nilai dalam tahap organisasi ini akan membuat seseorang lebih konsisten dan membentuk sistem nilai internalnya sendiri, dan menyelesaikan konflik yang timbul dengan cerdas, juga mengharmonisasikan berbagai perbedaan nilai yang ada dan menyelaraskan berbagai perbedaan. Dan pengimplementasiannya seseorang yang telah mencapai tahap organisasi ini ia akan memiliki jiwa kemimpinan sehingga dalam kehidupannya seseorang tersebut mampu mengarahkan orang lain dalam beroganisasi maupun dalam bekerja, selanjutnya seseorang tersebut akan mampu memanajemen waktu sehingga ia akan mudah membagi waktu antara kegiatan yang satu dengan kegiatan yang lainnya, dan yang terakhir ia mampu memahami setiap karakter orang berinteraksi sehingga memudahkan proses kerjanya sendiri.
NPM: 2113053060
Seseorang yang telah memilki penguasaan kognitif yang tinggi dalam tahap organisasi ia akan lebih merorientasikan pada nilai-nilai, dan norma-norma untuk diinternalisasikan dalam sistem kerja pribadinya. Sehingga perubahan sikap dan nilai dalam tahap organisasi ini akan membuat seseorang lebih konsisten dan membentuk sistem nilai internalnya sendiri, dan menyelesaikan konflik yang timbul dengan cerdas, juga mengharmonisasikan berbagai perbedaan nilai yang ada dan menyelaraskan berbagai perbedaan. Dan pengimplementasiannya seseorang yang telah mencapai tahap organisasi ini ia akan memiliki jiwa kemimpinan sehingga dalam kehidupannya seseorang tersebut mampu mengarahkan orang lain dalam beroganisasi maupun dalam bekerja, selanjutnya seseorang tersebut akan mampu memanajemen waktu sehingga ia akan mudah membagi waktu antara kegiatan yang satu dengan kegiatan yang lainnya, dan yang terakhir ia mampu memahami setiap karakter orang berinteraksi sehingga memudahkan proses kerjanya sendiri.
Nama : Anggi Damayanti
Npm : 2113053297
Izin bertanya, Mengapa seorang pendidik perlu memahami prinsip-prinsip dalam pemilihan bahan ajar? Dan apakah ada kaitannya antara ketiga prinsip-prinsip pemilihan bahan ajar, jika ada tolong jelaskan kaitan tersebut.
Npm : 2113053297
Izin bertanya, Mengapa seorang pendidik perlu memahami prinsip-prinsip dalam pemilihan bahan ajar? Dan apakah ada kaitannya antara ketiga prinsip-prinsip pemilihan bahan ajar, jika ada tolong jelaskan kaitan tersebut.
Nama: Niken Maulidya
NPM: 2113053060
Izin menjawab, Seorang pendidik perlu mempelajari prinsip - prinsip pembelajaran agar peserta didik mampu memahami dan menguasai materi pembelajaran yang diberikan,Dengan menguasasi teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik setidaknya pendidik dapat memahami apa dan bagaimana sebenarnya proses belajar itu terjadi pada diri peserta didik, sehingga guru dapat mengambil tindakan pedagogik dan edukatif yang tepat bagi penyelenggaraan pembelajaran.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran
meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan.Prinsip relevansi artinya
keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebagai misal, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa
menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta
atau hafalan Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang
harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah pengoperasian bilangan yang meliputi penambahan, pengurangan,
perkalian, dan pembagian, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi
teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Prinsip
kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
NPM: 2113053060
Izin menjawab, Seorang pendidik perlu mempelajari prinsip - prinsip pembelajaran agar peserta didik mampu memahami dan menguasai materi pembelajaran yang diberikan,Dengan menguasasi teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik setidaknya pendidik dapat memahami apa dan bagaimana sebenarnya proses belajar itu terjadi pada diri peserta didik, sehingga guru dapat mengambil tindakan pedagogik dan edukatif yang tepat bagi penyelenggaraan pembelajaran.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran
meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan.Prinsip relevansi artinya
keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebagai misal, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa
menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta
atau hafalan Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang
harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah pengoperasian bilangan yang meliputi penambahan, pengurangan,
perkalian, dan pembagian, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi
teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Prinsip
kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
Nama : Dinda Arisania
Npm : 2153053021
Izin menjawab pertanyaan anggi damayanti, Seorang guru perlu mempelajari prinsip - prinsip pembelajaran agar siswa mampu memahami dan menguasai materi pembelajaran yang diberikan,Dengan menguasasi teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik setidaknya guru dapat memahami apa dan bagaimana sebenarnya proses belajar itu terjadi pada diri peserta didik, sehingga guru dapat mengambil tindakan pedagogik dan edukatif yang tepat bagi penyelenggaraan pembelajaran.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran
meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan.Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebagai misal, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa
menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau hafalan Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga
harus meliputi empat macam. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah pengoperasian bilangan yang meliputi penambahan, pengurangan,
perkalian, dan pembagian, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam
membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
Npm : 2153053021
Izin menjawab pertanyaan anggi damayanti, Seorang guru perlu mempelajari prinsip - prinsip pembelajaran agar siswa mampu memahami dan menguasai materi pembelajaran yang diberikan,Dengan menguasasi teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik setidaknya guru dapat memahami apa dan bagaimana sebenarnya proses belajar itu terjadi pada diri peserta didik, sehingga guru dapat mengambil tindakan pedagogik dan edukatif yang tepat bagi penyelenggaraan pembelajaran.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran
meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan.Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebagai misal, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa
menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau hafalan Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga
harus meliputi empat macam. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah pengoperasian bilangan yang meliputi penambahan, pengurangan,
perkalian, dan pembagian, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam
membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.