Pertanyaan
Diskusi 1
NAMA : ANGGITA SARI
NPM : 2113053134
KELAS : 2H
bagaimana jika penentuan alokasi waktu tidak sama dengan yang kita rancang sebelumnya misal alokasi waktu yg kita cantumkan dalam silabus kita rasa sudah pas dengan pembelajaran yang akan kita lakukan, tapi ternyata terdapat kendala yang tidak di sengaja dan mengakibatkan harus menambah waktu pembelajaran apakah yang akan di lakukan pendidik jika dihadapkan dengan masalah tersebut, apakah akan mengganti di hari lain atau bagaimana?
NPM : 2113053134
KELAS : 2H
bagaimana jika penentuan alokasi waktu tidak sama dengan yang kita rancang sebelumnya misal alokasi waktu yg kita cantumkan dalam silabus kita rasa sudah pas dengan pembelajaran yang akan kita lakukan, tapi ternyata terdapat kendala yang tidak di sengaja dan mengakibatkan harus menambah waktu pembelajaran apakah yang akan di lakukan pendidik jika dihadapkan dengan masalah tersebut, apakah akan mengganti di hari lain atau bagaimana?
Nama : m Rizal habib
Npm : 2113053135
Izin menjawab pertanyaan Anggita
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa silabus merupakan gambaran singkat secara garis besar atau ringkasan dari pokok dari sebuah mata pelajaran. Jika ternyata alokasi waktu untuk mencapai materi pelajaran tidak sesuai dengan yg kita rancang sebelum nya karna ada kendala suatu hal misal guru tidak dapat hadir atau bertepatan pada hari libur maka solusi nya adalah mengganti hari lain sesuai dengan kesepakatan atauuuuuu ketika terdapat jam pelajaran nya di hari itu maka pendidik meringkas beberapa materi dalam jam pelajaran tersebut, agar target tetap tercapai
Npm : 2113053135
Izin menjawab pertanyaan Anggita
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa silabus merupakan gambaran singkat secara garis besar atau ringkasan dari pokok dari sebuah mata pelajaran. Jika ternyata alokasi waktu untuk mencapai materi pelajaran tidak sesuai dengan yg kita rancang sebelum nya karna ada kendala suatu hal misal guru tidak dapat hadir atau bertepatan pada hari libur maka solusi nya adalah mengganti hari lain sesuai dengan kesepakatan atauuuuuu ketika terdapat jam pelajaran nya di hari itu maka pendidik meringkas beberapa materi dalam jam pelajaran tersebut, agar target tetap tercapai
Nama : Alwan Naufal Akmaluddin
NPM : 2113053192
Apakah setiap guru wajib menyusun RPP?
NPM : 2113053192
Apakah setiap guru wajib menyusun RPP?
Nama : Anggi Damayanti
Npm : 2123053297
Izin menjawab pertanyaan Alwan,
Jadi Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sangat penting dilakukan oleh setiap guru. Karena didalam perangkat atau RPP tersebut memuat tentang tujuan dari pembelajaran yang mana setiap pokok bahasan akan memiliki tujuan yang berbeda. Selain itu RPP juga memuat tentang perencanaan bahan, perencanaan alat peraga, metode pengajaran dan prosedur-posedur pembelajarn.
Kemudian Setiap guru pada satuan pendidikan juga berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakasa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, mionat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Selanjutnya terdapat alasan pentingnya guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) :
1.Pembelajaran lebih sistematis
Pentingnya menyusun RPP adalah agar mengarahkan guru untuk merancang sebuah metode pembelajaran yang disenangi siswa. Rancangan metode pembelajaran tersebut sangat memungkinkan dilakukan variasi oleh guru. Jadi, dalam satu materi penyampaian (misal materi teks observasi dalam Bahasa Indonesia), guru bisa merancang metode belajar diskusi dan kerja kelompok.
2.Memudahkan analisis keberhasilan belajar siswa
RPP yang telah disusun oleh guru, tentunya memiliki butir penilaian yang akan diberikan kepada siwa. Butir penilaian dalam RPP tersebut jika sudah diterapkan ke siswa dan guru bisa melihat nilai yang didapat mereka. Dari nilai tersebut, guru bisa melihat apakah butir penilaian yang ada di dalam RPP sudah dicapai oleh siswa dengan baik atau tidak.
3.Memudahkan penyampaian materi
Dalam hal penyampaian materi, guru sangat dibantu dengan adanya RPP yang telah dibuat. Ini dikarenakan guru bisa memprediksi dalam sebuah materi itu bisa diselesaikan dalam berapa kali tatap muka. Satu kali? Dua kali? Atau bahkan lebih dari itu.
Jika, ada ketidaksesuaian jumlah tatap muka dalam penyampaian materi di RPP dengan yang ada di kelas, maka guru bisa mencari tahu sekiranya dipoin mana penyampaian materi tersebut berjalan kurang efektif.
4.Pengatur pola pembelajaran
Pada alasan yang keempat yaitu Guru bisa merancang pola penyampaian materi, misal di tatap muka pertama membahas tentang dasar-dasarnya, baru di tatap muka yang kedua membahas hal yang lebih detail dari materi tersebut.
5.Menghemat waktu dan tenaga
Pada alasan yang terakhir ini Guru tidak perlu bingung untuk memikirkan model, metode, dan sumber belajar yang sekiranya nanti akan digunakan oleh siswa. Pastinya dengan adanya RPP yang sudah dibuat, guru bisa menentukan apa-apa saja yang dibutuhkan dalam penyampaian materi ajarnya.
Npm : 2123053297
Izin menjawab pertanyaan Alwan,
Jadi Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sangat penting dilakukan oleh setiap guru. Karena didalam perangkat atau RPP tersebut memuat tentang tujuan dari pembelajaran yang mana setiap pokok bahasan akan memiliki tujuan yang berbeda. Selain itu RPP juga memuat tentang perencanaan bahan, perencanaan alat peraga, metode pengajaran dan prosedur-posedur pembelajarn.
Kemudian Setiap guru pada satuan pendidikan juga berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakasa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, mionat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Selanjutnya terdapat alasan pentingnya guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) :
1.Pembelajaran lebih sistematis
Pentingnya menyusun RPP adalah agar mengarahkan guru untuk merancang sebuah metode pembelajaran yang disenangi siswa. Rancangan metode pembelajaran tersebut sangat memungkinkan dilakukan variasi oleh guru. Jadi, dalam satu materi penyampaian (misal materi teks observasi dalam Bahasa Indonesia), guru bisa merancang metode belajar diskusi dan kerja kelompok.
2.Memudahkan analisis keberhasilan belajar siswa
RPP yang telah disusun oleh guru, tentunya memiliki butir penilaian yang akan diberikan kepada siwa. Butir penilaian dalam RPP tersebut jika sudah diterapkan ke siswa dan guru bisa melihat nilai yang didapat mereka. Dari nilai tersebut, guru bisa melihat apakah butir penilaian yang ada di dalam RPP sudah dicapai oleh siswa dengan baik atau tidak.
3.Memudahkan penyampaian materi
Dalam hal penyampaian materi, guru sangat dibantu dengan adanya RPP yang telah dibuat. Ini dikarenakan guru bisa memprediksi dalam sebuah materi itu bisa diselesaikan dalam berapa kali tatap muka. Satu kali? Dua kali? Atau bahkan lebih dari itu.
Jika, ada ketidaksesuaian jumlah tatap muka dalam penyampaian materi di RPP dengan yang ada di kelas, maka guru bisa mencari tahu sekiranya dipoin mana penyampaian materi tersebut berjalan kurang efektif.
4.Pengatur pola pembelajaran
Pada alasan yang keempat yaitu Guru bisa merancang pola penyampaian materi, misal di tatap muka pertama membahas tentang dasar-dasarnya, baru di tatap muka yang kedua membahas hal yang lebih detail dari materi tersebut.
5.Menghemat waktu dan tenaga
Pada alasan yang terakhir ini Guru tidak perlu bingung untuk memikirkan model, metode, dan sumber belajar yang sekiranya nanti akan digunakan oleh siswa. Pastinya dengan adanya RPP yang sudah dibuat, guru bisa menentukan apa-apa saja yang dibutuhkan dalam penyampaian materi ajarnya.
Nama : Dinda Arisania
Npm : 2153053021
Izin bertanya, Apakah ada hal-hal tertentu yang harus diperhatikan seorang guru dalam menentukan alokasi waktu pembelajarannya? Dan apakah ada penentuan alokasi waktu pada RPP?
Npm : 2153053021
Izin bertanya, Apakah ada hal-hal tertentu yang harus diperhatikan seorang guru dalam menentukan alokasi waktu pembelajarannya? Dan apakah ada penentuan alokasi waktu pada RPP?
Nama : Ihda Lailatul Barokah
NPM : 2163053004
izin menjawab, Hal-hal yang perlu diperhatikan pendidik dalam menentukan alokasi waktu adalah sebagai berikut :
1.Penentuan jumlah minggu pada setiap bulan dalam semester/tahun pelajaran dengan melihat kalender umum
2.Penentuan jumlah minggu yang tidak efektif pada setiap bilan atau semester/tahun pelajaran dengan melihat kalender pendidikan.
3. Penentuan jumlah minggu yang efektif pada setiap bulan dalam semester/tahun pelajaran dengan melihat kalender pendidikan.
4.Penyebaran jumlah jam pelajaran pada setiap unit pelajaran yang telah dipetakan sebelumnya ( liat hasilpemetaan kompetensi dasar per unit ).
5. Pengalokasian jam pelajaran untuk ulangan harian ( kalau ada ), ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester.
6.Pembagian jumlah waktu atau jam pelajaran efektif (dalam satu tahun atau satu semester ) kesemua unut secara proporsional dan semua jenis ulangan.
apakah ada alokasi waktu dalam RPP? ya benar, alokasi waktu ada dalam RPP
NPM : 2163053004
izin menjawab, Hal-hal yang perlu diperhatikan pendidik dalam menentukan alokasi waktu adalah sebagai berikut :
1.Penentuan jumlah minggu pada setiap bulan dalam semester/tahun pelajaran dengan melihat kalender umum
2.Penentuan jumlah minggu yang tidak efektif pada setiap bilan atau semester/tahun pelajaran dengan melihat kalender pendidikan.
3. Penentuan jumlah minggu yang efektif pada setiap bulan dalam semester/tahun pelajaran dengan melihat kalender pendidikan.
4.Penyebaran jumlah jam pelajaran pada setiap unit pelajaran yang telah dipetakan sebelumnya ( liat hasilpemetaan kompetensi dasar per unit ).
5. Pengalokasian jam pelajaran untuk ulangan harian ( kalau ada ), ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester.
6.Pembagian jumlah waktu atau jam pelajaran efektif (dalam satu tahun atau satu semester ) kesemua unut secara proporsional dan semua jenis ulangan.
apakah ada alokasi waktu dalam RPP? ya benar, alokasi waktu ada dalam RPP
NAMA: GUSTIRA FEBRI SAZITA
NPM: 2113053081
KELAS:2H
PRODI:PGSD
NPM: 2113053081
KELAS:2H
PRODI:PGSD
izin bertanya ke kelompok 5
secara umum kriteria keberhasilan pembelajaran terdapat 3 point menyelesaikan serangkaian test,dihubungkan dengan sk dan kd yang telah ditetapkan dan kecapaian keterampilan vokalisional atau praktek.pertanyaannya jika salah satu dari ketiga keberhasilan tidak tercapai karena terdapat kendala yang tidak bisa dikendalikan maka apakah proses pembelajaran tersebut tetap dikatakan berhasil ?
secara umum kriteria keberhasilan pembelajaran terdapat 3 point menyelesaikan serangkaian test,dihubungkan dengan sk dan kd yang telah ditetapkan dan kecapaian keterampilan vokalisional atau praktek.pertanyaannya jika salah satu dari ketiga keberhasilan tidak tercapai karena terdapat kendala yang tidak bisa dikendalikan maka apakah proses pembelajaran tersebut tetap dikatakan berhasil ?
Izin menjawab pertanyaan gustira.
Pada dasarnya keberhasilan belajar mengandung makna ketuntasan dalam belajar dan ketuntasan dalam proses pembelajaran. Artinya, belajar tuntas adalah tercapainya kompetensi yang meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap atau nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwasanya keberhasilan belajar tidak hanya pada 1 penilaian saja. Tetapi ada 3 kriteria keberhasilan belajar. Apabila salah satu dari tiga kriteria keberhasilan belajar tersebut tidak terpenuhi maka pendidik wajib memberikan pengayaan dan juga remidial. Dengan begitu peserta didik dapat menutupi kegalalannya dari hasil Pengayaan dan remidial serta mereka akan dipastikan memenuhi kriteria tersebut jika di kesempatan remidial bersungguh sungguh
Pada dasarnya keberhasilan belajar mengandung makna ketuntasan dalam belajar dan ketuntasan dalam proses pembelajaran. Artinya, belajar tuntas adalah tercapainya kompetensi yang meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap atau nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwasanya keberhasilan belajar tidak hanya pada 1 penilaian saja. Tetapi ada 3 kriteria keberhasilan belajar. Apabila salah satu dari tiga kriteria keberhasilan belajar tersebut tidak terpenuhi maka pendidik wajib memberikan pengayaan dan juga remidial. Dengan begitu peserta didik dapat menutupi kegalalannya dari hasil Pengayaan dan remidial serta mereka akan dipastikan memenuhi kriteria tersebut jika di kesempatan remidial bersungguh sungguh
Iin Kurniawati 2113053086
Izin bertanya Didalam ppt sudah dijelaskan mengenai perkembangan indikator pembelajaran.
pertanyaanya apa yang harus dilakukan pendidik untuk mengatasi masalah apabila dikelas terdapat peserta didik yang tidak tuntas atau tidak berhasil dalam proses pembelajaran?
Izin bertanya Didalam ppt sudah dijelaskan mengenai perkembangan indikator pembelajaran.
pertanyaanya apa yang harus dilakukan pendidik untuk mengatasi masalah apabila dikelas terdapat peserta didik yang tidak tuntas atau tidak berhasil dalam proses pembelajaran?
Nama: Elni arrahma
Npm: 2113053035
Izin menjawab pertanyaan dari Iin Kurniawati, Apabila terdapat kesalahan atau kesulitan belajar dari peserta didik, pendidik harus terlebih dahulu mengawasi tingkah laku peserta didik untuk nantinya dapat mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar dari peserta didik. apabila motor kesulitan tersebut sudah kita ketahui selanjutnya maka langkah-langkah yang dapat kita lakukan diantaranya sebagai berikut: 1). Melakukan pendekatan terhadap siswa, 2). Pencarian data tentang masalah yaitu dengan berkomukasi dengan orang tua siswa dan wali kelas, 3). Melakukan konsultasi secara pribadi.
Selain itu, metode yang dapat dilakukan untuk membantu peserta didik mengasosiasi kesulitan belajar yaitu:
1. Prior knowledge
2. Menggunakan rangkuman atau mind mapping
3. Sering memberikan umpan balik
4. Pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif
5. Self monitoring
6. Scaffolded instruction
7. Reciprocal teaching
Npm: 2113053035
Izin menjawab pertanyaan dari Iin Kurniawati, Apabila terdapat kesalahan atau kesulitan belajar dari peserta didik, pendidik harus terlebih dahulu mengawasi tingkah laku peserta didik untuk nantinya dapat mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar dari peserta didik. apabila motor kesulitan tersebut sudah kita ketahui selanjutnya maka langkah-langkah yang dapat kita lakukan diantaranya sebagai berikut: 1). Melakukan pendekatan terhadap siswa, 2). Pencarian data tentang masalah yaitu dengan berkomukasi dengan orang tua siswa dan wali kelas, 3). Melakukan konsultasi secara pribadi.
Selain itu, metode yang dapat dilakukan untuk membantu peserta didik mengasosiasi kesulitan belajar yaitu:
1. Prior knowledge
2. Menggunakan rangkuman atau mind mapping
3. Sering memberikan umpan balik
4. Pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif
5. Self monitoring
6. Scaffolded instruction
7. Reciprocal teaching