Diskusi Sesi 2

Diskusi Sesi 2

Jumlah balasan: 6
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Sesi 2

oleh Winda.l eriska -
nama : winda eriska
npm : 2113053079
kelas : 2C

izin bertanya
Seperti apa dukungan pemerintah untuk mempermudah guru untuk memaksimalkan berbagai media pembelajaran bagi sekolah yang terdapat di daerah terpencil

terima kasih
Sebagai balasan Winda.l eriska

Re: Diskusi Sesi 2

oleh SHERLITA NUR AZIZAH -
Nama : Sherlita Nur Azizah
NPM : 2113053232
Kelas : 2C

Izin menjawab pertanyaan Winda,
Berbicara mengenai pembelajaran, kita sama-sama mengetahui bahwa pembelajaran di daerah kota dengan pembelajaran di daerah terpencil memiliki perbedaan yang signifikan. Sehingga menyebabkan penyebaran kualitas pendidikan dan ketersediaan sarana dan dan prasarana pendidikan menjadi tidak merata dan jauh tertinggal. Dukungan yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk mempermudah guru dalam memaksimalkan berbagai media pembelajaran bagi sekolah yang terdapat di daerah terpencil yaitu menyediakan bantuan anggaran dalam pendidikan seperti BOS (bantuan operasional sekolah). Dengan adanya dana dari pemerintah tersebut, maka akan memudahkan guru dalam melengkapi media-media yang akan digunakan pada pembelajaran di daerah terpencil.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Sesi 2

oleh miftahu rahman -
Nama : Miftahu rahman
Npm : 2113053092
Kelas : 2C

Media dan sumber belajar seperti apa yang dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar diera saat ini yang semua pembelajaran dilakukan secara daring? Serta berikan dampak bagi lingkungan jika menerapkan media dan sumber belajar tersebut
Sebagai balasan miftahu rahman

Re: Diskusi Sesi 2

oleh Dhea Ajeng Pradana -
Nama : Dhea Ajeng Pradana
NPM : 2113053277

Izin menjawab atas pertanyaan dari Miftahu Rahman,
Media dan sumber belajar yang dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar di masa pandeni saat ini yaitu itu pendidik bisa menggunakan media pembelajaran berbasis informasi, komunikasi dan teknologi (ICT) seperti classroom, WhatsApp dan zoom. Pendidik bisa membuat video materi pembelajaran yang dikombinasikan dengan animasi sehingga peserta didik tidak mudah merasa bosan sehingga dapat menarik perhatian serta minat peserta didik. Pendidik bisa membuat PowerPoint untuk materi yang akan disampaikan dan mengirimkannya kepada peserta didik. Pendidik juga bisa membuat dan mendesain materi dengan membuat CD yang dapat diberikan kepada para siswa untuk dipelajari di rumah masing-masing secara mandiri.

Dampak bagi lingkungan jika menerapkan media dan sumber belajar ICT yaitu berdampak positif dan bermakna bagi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas dalam masa pandemi ini. Dampak bagi peserta didik diantaranya
a) peserta didik menjadi bersemangat dalam belajar,
b) peserta didik memiliki inisiatif yang tinggi dalam berkreasi,
c) peserta didik memiliki semangat inovasi baik dalam hal merancang dan mendesain tugas-tugas yang diberikan, maupun dalam hal mengakses dan Puput data-data yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas melalui penggunaan internet.
Penggunaan media dan sumber belajar teknologi informasi dan komunikasi berdampak dapat mengatasi pembatasan ruang, waktu dan daya Indra. Siswa memiliki banyak waktu di rumah bersama keluarga. siswa juga peka dan beradaptasi dengan perubahan yang ada.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi Sesi 2

oleh Annisa Salsabina Rahmadhani -
Nama : Annisa Salsabina Rahmadhani
NPM : 2113053014
Kelas : 2C

Izin bertanya,
Bagaimana pemilihan kriteria media dan sumber belajar bagi anak sekolah luar biasa?
Sebagai balasan Annisa Salsabina Rahmadhani

Re: Diskusi Sesi 2

oleh DWI OKTAVIANINGSIH -
Nama : Dwi Oktavianingsih
NPM: 2113053208

Izin menjawab atas pertanyaan Annisa Salshabina
Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan sekolah yang khusus menangani anak-anak yang mempunyai karakter/ciri berbeda dibanding anak-anak pada umunya (bukan tidak sempurna). Adanya perbedaan karakter yang dimiliki anak luar biasa ini, secara otomatis menuntut kegiatan pembelajaran yang luar biasa pula. Di antaranya, kegiatan pembelajaran harus menarik, kreatif, aktif, dan positif. Oleh sebab itulah, peranan media akan sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan dan pencapaian hasil belajar, kususnya bagi para pelajar di SLB, karena media pembelajaran mempunyai keempat manfaat tersebut. Para guru di SLB tidak hanya pandai memahami masalah ini, tetapi juga harus mampu menerapkan prinsip kreatif tersebut.

minimnya penguasaan teknologi berbasis komputer menjadi kendala utamanya para guru. Padahal, tanpa komputer media juga dapat diciptakan dan dimanfaatkan. Misalnya, pada anak SDLB-C (tuna grahita), Mata pelajaran bahasa Indonesia, dengan standar kompetensi; mengenal macam-macam berita.

Tentunya untuk mengajarkan materi ini pada siswa SDLB-C akan terlihat lebih sulit dibandingkan dengan siswa SD umumnya, karena anak kategori C tersebut mempunyai tingkat kecerdasan relatif lebih rendah. Namun, guru dapat memanfaatkan media siap pakai untuk menunjang kegiatan pembelajarannya, seperti penggunaan radio, televisi, atau surat kabar.

Strategi pembelajarannya dapat dilakukan dengan mengajak siswa SDLB-C tersebut untuk melihat (televisi), mendengarkan (radio), atau membaca (surat kabar) tentang konten berita yang bervariatif. Sebagai hasil akhirnya, pembelajaran ini akan terkesan lebih bermakna, dan siswa juga mampu merespons dengan sendirinya perbedaan dari tiap-tiap berita yang telah diamatinya. Model pembelajaran dengan penggunaan media seperti ini jelas lebih kreatif dan menarik dibandingkan hanya dengan menyampaikan materi lewat tulisan atau ceramah. Sehingganya, salah satu kriteria dalam memilih media itu harus sejalan dengan informasi (materi) yang disampaikan (Soeparno, 1987). Untuk itu, hakekat media pembelajaran adalah alat bantu yang mampu menjadi alternatif proses pembelajaran. Jadi, efektif atau tidaknya bukan ditentukan atas kecanggihan medianya, tetapi lebih pada fungsi media itu sendiri. Kesalahan akan memaknai media pembelajaran secara terminologi yang menjadikan guru-guru lalai dengan kewajiban sebagai sosok yang mampu mencerdaskan anak bangsa.