Silahkan kerjakan tugas latihan berikut dengan menuliskan pada kolom replay
Tugas Latihan 3
NPM : 2013024004
Izin menanggapi, Bu.
Contoh zat yang menjadi contoh dari klasifikasi kerja toksik, yaitu pada toksisitas kimia terdapat timbal, gas klor, asam hidrofluorat, dan merkuri.
Mohon maaf jika masih terdapat kekeliruan, Bu. Terima kasih.
Npm : 2013024022
Izin menjawab
1) Toksiksitas Kimia
Contohnya :Benzena, Etanol, Formalin, Toluena, Amonia, Karbon monoksida,Asam sulfat.
2) Toksisitas Fisiologi
Contohnya :
debu batu bara dan serat asbestos yang dapat mematikan jika dihirup.
3) Toksiksitas Biologi
Contohnya :
bakteri dan virus yang dapat menciptakan penyakit di dalam organisme hidup.
NPM : 2013024002
Izin menjawab bu,
Dalam klasifikasi kerja toksik terdiri dari 2 yaitu toksisitas akut dan toksisitas kronis.
1. Toksisitas akut, menimbulkan keracunan dalam waktu singkat
Contoh: Sianida
2. Toksisitas kronis, menimbulkan keracunan setelah terpapar selama tempo yang panjang
Contoh : Memakan bakso yang mengandung borax, jika sudah berlebih dapat menimbulkan masalah
NPM :2013024018
Izin menjawab Bu, contoh toksisitas kimia
Aseton
Aseton adalah zat yang banyak ditemukan di cairan penghapus kuteks, pelitur mebel, serta wallpaper.
Benzena
Bahan kimia selanjutnya yang tergolong berbahaya adalah benzena. Zat kimia yang satu ini banyak ditemukan di cat, lem, deterjen, asap rokok, hingga kapur barus.
Etanol
Etanol, atau yang memiliki nama lain etil alkohol, adalah jenis alkohol yang umum ditemukan di hampir semua produk rumahan
Formalin
Anda mungkin pernah mendengar formalin sebagai zat pengawet makanan. Ternyata, formalin juga tergolong bahan kimia berbahaya.
Maaf Bu jika belum tepat
NPM : 2013024052
Izin menanggapi,
- Toksisitas Kimiawi : Asam sulfat, merkuri, etanol, formalin, toluena, amonia.
- Toksisitas Biologis : Bakteri serta virus
- Toksisitas Fisiologi : Debu batu bara dan serat asbestos
NPM : 2013024042
Izin menjawab bu,
Zat yang merupakan contoh dari klasifikasi kerja toksik adalah sebagai berikut.
1. Benzena dan aseton
Benzena dapat ditemukan di cat, lem, deterjen, asap rokok, hingga kapur barus. Sedangkan aseton ditemukan di cairan penghapus kuteks, pelitur mebel, serta wallpaper. Benzena dan aseton merupakan contoh zat yang menyebabkan toksisitas kimia
2. Debu batu bara dan serat asbestos
Debu batu bara dan serat asbestos dapat mematikan jika dihirup. Zat ini merupakan contoh zat yang menyebabkan toksisitas fisiologi.
3. Bakteri dan virus
Bakteri dan virus merupakan salah satu penyebab penyakit didalam tubuh organisme. Bakteri dan virus merupakan contoh dari toksisitas biologi.
Terima Kasih bu, mohon maaf apabila ada kesalahan.
NPM : 2013024054
Izin menanggapi ibu,
• Toksisitas Fisiologi, contohnya Debu batu bara dan serat asbestos
• Toksisitas biologis contohnya bakteri dan virus
• Toksisitas Kimia contohnya Asan sulfat, merkuri, etano, formalin, toluena, dan amonia.
NPM : 2013024016
Izin menjawab Ibu,
Contoh zat berdasarkan klasifikasi kerja toksik :
1. Toksisitas kimia meliputi zat-zat inorganik seperti timah, merkuri, asbestos, asam hidrofluorat, dan gas klorin, serta zat-zat organik seperti metil alkohol dan obat-obatan
2. Toksisitas Fisika, contohnya zat pada deterjen yang bisa disembuhkan dengan treatment tertentu.
3. Toksisitas fisiologi, meliputi zat yang dapat menyebabkan :
a . IRITAN
- Iritan lemah menyebabkan iritasi atau inflamasi bila zat tsb kontak dengan tubuh. Contoh: asam asetat, butyl alcohol, formaldehid, etil alcohol, tembaga, NaOH, terpentin, fosfor kuning, xylene, dan fenol.
- Iritan kuat menyebabkan visible destruction maupun permanent destruction pada jaringan hidup. Contoh: fluor, sodium, ozon, asam sulfat, ammonia, cadmium, HCL, HF. dan asam nitrat.
b. ASFIKSIAN, menyebabkan asfiksia, keadaan dimana darah dan jaringan tubuh kekurangan oksigen.
c. Mutagen, Contoh zat nya yaitu radiasi pengion, benzene,
d. Karsinogen, contoh zatnya yaitu DDT, klordane, fenobarbital spesifik untuk hati; sakarin dan siklamat spesifik untuk kandung kemih.
e. Teratogen, contoh zatnya yaitu arsen, fluor, benzene.
4. Toksisitas akut : contoh zatnya yaitu racun sianida dah logam arsenik
5. Toksisitas kronis, contohnya yaitu boraks pada bakso dan zat pengawet, pewarna, perasa pada makanan.
Terima kasih
NPM : 2013024058
Izin menjawab, Bu
1. Toksiksitas Kimia
Contohnya yaitu sebagai berikut : benzena, etanol, formalin, toluena, amonia, Karbon monoksida, dan asam sulfat.
2. Toksisitas Fisiologi
Contohnya yaitu sebagai berikut : batu bara dan serat asbestos dapat mematikan jika dihirup.
3. Toksiksitas Biologi
Contohnya yaitu sebagai barikut dan virus yang dapat menyebabkan penyakit di dalam organisme hidup.
NPM : 2013024008
Izin menjawab Bu
Contoh zat yang menjadi contoh dari klasifikasi kerja toksik yaitu :
• Eksplosif
Adalah suatu zat padat atau cair atau campuran keduanya yang karena suatu reaksi kimia dapat menghasilkan gas dalam jumlah dan tekanan yang besar serta suhu yang tinggi, sehingga menimbulkan kerusakan disekelilingnya. Zat eksplosif amat peka terhadap panas dan pengaruh mekanis (gesekan atau tumbukan), ada yang dibuat sengaja untuk tujuan peledakan atau bahan peledak seperti trinitrotoluene (TNT), nitrogliserin dan ammonium nitrat (NH4NO3). Contoh lainnya adalah Asetilena dan amonium nitrat.
2. Toksisitas kimia yaitu kerusakan pada jarinagn atau kematian pada sel akibat kontak langsung dengan zat kimia yang kuat. Contoh zat : asam sulfat, formalin, benzen
3. Toksisitas fisiologis yaitu akibat terjadinya ikatan antara substansi enzim dengan logam berat sehingga enzim tak mampu berfungsi normal. Contoh batu bara yang debu nya dapat dihirup.
NPM : 2013024038
Izin menjawab bu,
Klasifikasi toksikan yaitu toksisitas fisika, toksisitas kimia, toksisitas fisiologis.
1. Toksisitas fisika yaitu bentuk aksi serangan secara fisika cendrung dalam bentuk penghancuran. Contoh dermatitis, kulit pecah pecah, kering
2. Toksisitas kimia yaitu kerusakan pada jarinagn atau kematian pada sel akibat kontak langsung dengan zat kimia yang kuat. Contoh zat : asam sulfat, formalin, benzen
3. Toksisitas fisiologis yaitu akibat terjadinya ikatan antara substansi enzim dengan logam berat sehingga enzim tak mampu berfungsi normal. Contoh batu bara yang debu nya dapat dihirup
NPM : 2013024050
Izin menjawab ibu,
Contoh dari klasifikasi kerja toksik :
1. Toksisitas kimia, meliputi zat-zat inorganik seperti timah, merkuri, asbestos, asam hidrofluorat, dan gas klorin, serta zat-zat organik seperti metil alkohol.
2. Toksisitas fisika, contohnya zat yang ada pada deterjen.
3. Toksisitas fisiologi, contohnya zat-zat yang ada pada debu batu bara dan serat asbestos.
4. Toksisitas akut, contohnya racun pada sianida.
5. Toksisitas kronis, contohnya memakan bakso yang mengandung boraks.
NPM : 2013024028
Izin menjawab bu,
Umumnya ada tiga jenis zat beracun, yaitu kimia, biologi, dan fisika:
- Zat beracun kimiawi meliputi zat-zat inorganik seperti timah, merkuri, asbestos, asam hidrofluorat, dan gas klorin, serta zat-zat organik seperti metil alkohol, sebagian besar obat-obatan, dan racun dari makhluk hidup.
- Zat beracun biologis meliputi bakteri dan virus yang dapat menciptakan penyakit di dalam organisme hidup.
- Zat beracun fisik adalah zat-zat yang karena sifat alamiahnya mampu mengganggu proses biologis. Misalnya, debu batu bara dan serat asbestos yang dapat mematikan jika dihirup.
NPM: 203024060
Izin menanggapi bu
1. Toksisitas fisika yaitu bentuk aksi serangan secara fisika cendrung dalam bentuk penghancuran. Contoh dermatitis, kulit pecah pecah, kering
2. Toksisitas kimia yaitu kerusakan pada jarinagn atau kematian pada sel akibat kontak langsung dengan zat kimia yang kuat. Contoh zat : asam sulfat, formalin, benzen
3. Toksisitas fisiologis yaitu akibat terjadinya ikatan antara substansi enzim dengan logam berat sehingga enzim tak mampu berfungsi normal. Contoh batu bara yang debu nya dapat dihirup
4.Toksisitas kronis (akibat keracunan dalam jangka panjang)
Contoh : Mengonsumsi bahan makanan yang mengandung borax/formalin jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus menerus akan menyebabkan masalah atau kerusakan fungsi organ tubuh
5. Toksisitas akut (keracunan dalam waktu singkat)
Contoh: racun sianida
NPM : 2013024040
Izin menjawab,
Contoh zat berdasarkan klasifikasi kerja toksik
- Toksisitas fisika, yaitu bentuk aksi serangan toksikkan secara fisika cenderung dalam bentuk penghancuran. Contoh zat misalnya terdapat pada deterjen yang dapat menyebabkan dermatitis, kulit pecah-pecah atau kering.
- Toksisitas kimia, contohnya zat-zat inorganik seperti timah, merkuri, asbestos, asma hidrofluorat dan gas klorin
- Toksisitas fisiologi, yaitu akibat terjadinya ikataan antara substansi enzim dengan logam berat sehingga enzim tidak mampu berfungsi normal. contoh debu batu bara yang dapat mematikan jika dihirup.
NPM : 2013024048
Izin menjawab, bu
contoh zat yang menjadi contoh dari klasifikasi kerja toksik adalah contohnya pada kasus Jessica Mirna dengan senyawa sianida yang merenggut nyawa mirna , munir diiracun dengan arsenik yang masuk penggolongan toksisitas akut yang termasuk toksisitas kimia. Contoh pada toksisitas fisika adalah saat kulit terasa panas jika terkena deterjen.
Terimakasih bu
NPM: 2013024032
Izin menjawab, Bu.
Untuk zat-zat toksik yang kerjanya dalam tubuh secara lokal misal: zat-zat korosif, konsentrasi lebih penting dari dosis total. Contoh asam sulfat jika terkena kulit/tangan pekerja akan menimbulkan luka bakar di sekitar area yang terkena. ▪ Berbeda dengan zat toksik yang bekerja secara sistemik, dosis yang berperan menimbulkan berat ringannya efek yang ditimbulkan. Contoh: neurotoksik
NPM: 2013024012
izin menjawab bu,
Zat yang merupakan contoh dari klasifikasi kerja toksik antara lain:
1. Toksiksitas Kimia
Contohnya: benzena, etanol, formalin, toluena, amonia, Karbon monoksida, dan asam sulfat.
2. Toksiksitas Biologi
Contohnya: Virus yang dapat menyebabkan penyakit di dalam organisme hidup.
3. Toksisitas Fisiologi
Contohnya: Batu bara dan serat asbestos dapat mematikan jika dihirup.
NPM: 2013024044
Izin menjawab
1. Toksisitas kimia, contohnya meliputi zat-zat pestisida, Pelarut, Aditif, dll. Efeknya yaitu kanker, Mutasi, Kerusakkan hati, dll.
2. Toksisitas fisika, yaitu bentuk aksi serangan toksikkan secara fisika cenderung dalam bentuk penghancuran. Contoh dermatitis, kulit pecah-pecah, atau kering. Contoh zat nya deterjen.
3. Toksisitas fisiologi, yaitu akibat terjadinya ikataan antara substansi enzim dengan logam berat sehingga enzim tidak mampu berfungsi normal. contoh debu batu bara yang dapat mematikan jika dihirup.
4. Toksisitas akut, contohnya racun pada sianida.
5. Toksisitas kronis, dapat mendampakan keracunan setelah terpapar dalam waktu lama seperti borax pada baso.
NPM: 2013024036
Izin menjawab, Bu.
Contoh zat yang menjadi contoh dari klasifikasi kerja toksik adalah
1. Toksisitas Fisika
Contoh zat: zat-zat yang sifat alamiahnya mampu mengganggu proses biologis. Misalnya, debu batu bara dan serat asbestos yang dapat mematikan jika dihirup.
2. Toksisitas Kimia
Contoh: zat-zat inorganik seperti timah, merkuri, asbestos, asam hidrofluorat, dan gas klorin, serta zat-zat organik seperti metil alkohol, sebagian besar obat-obatan, dan racun dari makhluk hidup.
3. Toksisitas Biologi
Contoh: Zat beracun biologis meliputi bakteri dan virus yang dapat menciptakan penyakit di dalam organisme hidup. Toksisitas biologis sulit diukur karena "batas dosis"-nya bisa berupa satu organisme tunggal.
NPM : 2013024006
Izin menjawab, ibu
- Toksisitas Fisika, contoh zat debu batu bara dan serat asbestos yang dapat mematikan jika dihirup.
- Toksisitas kimia,.contoh zat iritan yang terdapat dalam bawang akan menyebabkan rasa pedih di mata dan produksi air di mata meningkat, zat yang menyebabkan dermatitis yaitu skin rash, Inhalasi/penghirupan gas sulfur dioksida akan menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan (bronchitis) dan paru (sembab paru), zat-zat inorganik seperti timah, merkuri, asbestos, asam hidrofluorat, dan gas klorin, serta zat-zat organik seperti metil alkohol, sebagian besar obat-obatan, dan racun dari makhluk hidup.
- Toksisitas fisiologis, contoh zat timbal, arsen, kadmium, kromium, kobalt, mangan dan merkuri sebagai campuran untuk kosmetika
- Toksisitas biologi, contoh keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri yang berkembang biak dan virus.
Sekian, terimakasih bu.
Nama : Wulan Rahma Prastiwi
NPM : 2013024034
Kelas : B
Toksisitas adalah kemampuan suatu senyawa atau molekul kimia dalam menimbulkan keracunan atau kerusakan pada suatu bagian yang peka di dalam maupun di luar tubuh organisme.
Klasifikasi toksikan :
a. Toksisitas fisika, yaitu bentuk aksi serangan toksikkan secara fisika cenderung dalam bentuk penghancuran. Contoh dermatitis, kulit pecah-pecah, atau kering yang disebabkan oleh zat sinar UV
b. Toksisitas kimia, yaitu kerusakan pada jaringan, atau kematian pada sel, atau gangguan metabolis-me, akibat kontak langsung dengan zat kimia alkalis atau asam-asam kuat, atau inhalasi uap atau senyawa logam berat. Contoh :
c. Toksisitas fisiologis, yaitu akibat terjadinya ikatan antara substansi enzim dengan logam berat sehingga enzim tidak mampu berfungsi normal. Contoh : sianida yang menyebabkan kematian jika dikonsumsi oleh manusia karena merusak kerja sistem (fungsi fisiologis) tubuh manusia.
Umumnya ada tiga jenis zat beracun, yaitu kimia, biologi, dan fisika:
Zat beracun kimiawi meliputi zat-zat inorganik seperti timah, merkuri, asbestos, asam hidrofluorat, dan gas klorin, serta zat-zat organik seperti metil alkohol, sebagian besar obat-obatan, dan racun dari makhluk hidup.
Zat beracun biologis meliputi bakteri dan virus yang dapat menciptakan penyakit di dalam organisme hidup.
Zat beracun fisik adalah zat-zat yang karena sifat alamiahnya mampu mengganggu proses biologis. Misalnya, debu abu vulkanik dan karbon monoksida yang dapat berbahaya jika dihirup.
NPM : 2013024024
Izin menjawab Bu,
Adapun contoh zat yang menjadi contoh dari klasifikasi kerja toksik yaitu sebagai berikut,
1. Toksisitas kimia
Zat beracun kimiawi meliputi zat-zat inorganik seperti timah, merkuri, asbestos, asam hidrofluorat, dan gas klorin, serta zat-zat organik seperti metil alkohol, sebagian besar obat-obatan, dan racun dari makhluk hidup.
2. Toksisitas Biologi
Zat beracun biologis meliputi bakteri dan virus yang dapat menciptakan penyakit di dalam organisme hidup. Secara teori, satu virus, bakteri, atau cacing dapat bereproduksi dan mengakibatkan infeksi parah.
3. Toksisitas Fisika
Zat beracun fisik adalah zat-zat yang karena sifat alamiahnya mampu mengganggu proses biologis. Misalnya, debu batu bara dan serat asbestos yang dapat mematikan jika dihirup.
Nama : Khomsatun Nikmah
Npm : 2013024026
Izin menjawab ibu,
Salah satu contoh zat dari klasifikasi kerja toksik yaitu Seng, Seng merupakan salah satu contoh zat Toksisitas Kimia. Seng merupakan trace elemen essensial bagi kehidupan manusia. Seng dibutuhkan tubuh sangat sedikit, tetapi tetap harus diperhatikan agar tidak toksik. Zn mempunyai peranan yang penting dalam gizi manusia. Defisiensi Zn dapat menyebabkan suatu masalah. kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang. Defisiensi Zn pertama kali ditemukan pada tahun 1961 di Timur Tengah.
Toksisitas seng adalah kondisi medis yang melibatkan overdosis, atau paparan berlebihan toksik terhadap seng . Tingkat toksisitas tersebut telah terlihat terjadi pada konsumsi lebih dari 50 mg seng. Penyerapan seng yang berlebihan dapat menekan penyerapan tembaga dan besi. Ion seng bebas dalam larutan sangat beracun bagi bakteri, tanaman, invertebrata, dan bahkan ikan vertebrata. Seng adalah trace metal esensial dengan toksisitas yang sangat rendah pada manusia.
Aseton adalah zat yang banyak ditemukan di cairan penghapus kuteks, pelitur mebel, serta wallpaper. Ketika terekspos udara, aseton menguap dengan sangat cepat dan mudah sekali terbakar. Aseton adalah bahan kimia berbahaya yang bisa menyebabkan keracunan fatal.
2. Benzena
Zat kimia ini banyak ditemukan di cat, lem, deterjen, asap rokok, hingga kapur barus. Benzena menguap ke udara dengan sangat cepat. Benzena bekerja dengan mengacaukan kerja sel dalam tubuh. Sebagai contoh, paparan benzena jangka panjang dalam dosis besar berisiko menyebabkan sumsum tulang untuk tidak memproduksi cukup sel darah merah. Benzena juga berpotensi merusak sistem kekebalan tubuh dengan mengubah kadar antibodi dan menyebabkan hilangnya sel darah putih. Dalam jangka panjang, benzena berlebihan bisa menyebabkan anemia. Lebih buruk lagi, paparan berat berkepanjangan berpotensi menimbulkan leukemia.
3. Etanol
Etanol, atau yang memiliki nama lain etil alkohol, adalah jenis alkohol yang umum ditemukan di hampir semua produk rumahan. Etanol terkandung di parfum, deodoran, sampo, sabun cuci piring, hingga obat kumur dan hand sanitizer. Paparan terhadap etanol yang masih dalam batas wajar tak selalu membawa dampak buruk bagi kesehatan. Namun, jika terkena kontak dengan etanol murni dalam jumlah besar (oral, kulit, maupun hirup) gejala keracunan bisa bervariasi.
4. Formalin
Formaldehida alias formalin adalah senyawa kimia yang umum digunakan untuk memproduksi bahan bangunan dan berbagai produk rumah tangga, seperti asbes, resin, kompor gas, asap rokok, serta pestisida. Kadar formalin yang tinggi di udara berisiko menyebabkan efek samping seperti iritasi kulit, mata, hidung, dan tenggorokan. Paparan berkepanjangan dalam kadar yang tinggi bahkan berpotensi menyebabkan jenis kanker tertentu.
5. Toluena
Toluena adalah agen pelarut yang banyak terkandung di dalam cat, parfum, lem, tinta, serta produk pembersih rumah. Uap dari toluena yang terhirup manusia berisiko memicu gejala keracunan yang berkaitan dengan sistem saraf pusat.
6. Amonia
Amonia merupakan jenis gas yang memiliki bau tajam. Zat kimia berbahaya yang satu ini bisa ditemukan di produk pemutih, pembersih kaca, cat, serta pemoles furnitur. Apabila amonia terlepas di udara dengan kadar yang tinggi, hal ini berisiko menimbulkan efek berupa iritasi kulit dan mata.
7. Karbon monoksida
Karbon monoksida alias CO bisa muncul dari asap pembakaran sampah, mobil, atau asap dari masakan di dapur. Kadar karbon monoksida yang berlebihan di udara berisiko menimbulkan keracunan, mulai dari sakut perut, pusing, sakit kepala, hingga nyeri dada.
8. Asam sulfat
Asam jenis ini biasanya ditemukan di deterjen, pupuk, serta pembersih toilet. Asam sulfat adalah zat kimia yang sangat kuat dan bersifat korosif. Ketika terpapar tubuh, akan mengalami gejala kesulitan bernapas, sensasi terbakar di tenggorokan, demam, dll.
Nama : Fitriya Lukita Permata Sari
NPM : 1813024022
izin menjawab bu,
Toksikologi hidrokarbon, Komponen
hidrokarbon adalah komponen yang paling banyak terkandung dalam minyak bumi dan
gas alam. Hidrokarbon yang terkandung di dalam minyak bumi terutama adalah
alkana dan sikloalkana, sedangkan senyawa lain yang terkandung di dalam minyak
bumi diantaranya adalah sulfur, oksigen, nitrogen, dan senyawa-senyawa yang
mengandung konstituen logam terutama nikel, besi, dan tembaga. Hidrokarbon
merupakan salah satu kontaminan yang penting, dalam arti jumlah dan dampak
buruk bagi manusia dan lingkungannya. Minyak dan turunannya merupakan salah
satu contoh dari hidrokarbon yang banyak digunakan manusia, dan sangat
potensial mencemari lingkungan. contoh lainnya dari zat dari klasifikasi kerja toksik :
- Toksisitas kronis, contohnya yaitu zat pengawet, pewarna,boraks pada bakso dan perasa pada makanan.
- Toksisitas Kimia, Contohnya zat-zat inorganik seperti timah, merkuri, asbestos, asam hidrofluorat, dan gas klorin, serta zat-zat organik seperti metil alkohol, sebagian besar obat-obatan, dan racun dari makhluk hidup.
- Toksisitas fisika, Contohnya: benzena, etanol, formalin, toluena, amonia, Karbon monoksida, dan asam sulfat.
- Toksiksitas Biologi, Contohnya Virus yang dapat menyebabkan penyakit di dalam organisme hidup.
- Toksisitas fisiologis, yaitu akibat terjadinya ikatan antara substansi enzim dengan logam berat sehingga enzim tidak mampu berfungsi normal. Contoh : sianida yang menyebabkan kematian jika dikonsumsi oleh manusia karena merusak kerja sistem (fungsi fisiologis) tubuh manusia.
NPM : 2013024020
Izin menjawab bu,
contoh zat yang menjadi contoh dari klasifikasi kerja toksik yaitu ada toksisitas kimia yang kandungan kimianya ada Amina aromatik, hydrokarbon, halogen dll. serta contoh penggunaannya ada pestisida, pelarut, aditif. kemudian toksisitas fisika Misalnya, debu batu bara dan serat asbestos yang dapat mematikan jika dihirup. dan toksisitas biologis meliputi bakteri dan virus yang dapat menciptakan penyakit di dalam organisme hidup.
NPM : 2013024010
Izin menjawab bu,
Dalam klasifikasi kerja toksik terdiri dari 2 yaitu toksisitas akut dan toksisitas kronis.
1. Toksisitas kronis (akibat keracunan dalam jangka panjang)
Contoh : Mengonsumsi bahan makanan yang mengandung borax/formalin jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus menerus akan menyebabkan masalah atau kerusakan fungsi organ tubuh
2. Toksisitas akut (keracunan dalam waktu singkat)
Contoh: racun sianida
Sedangkan zat yang merupakan contoh dari klasifikasi kerja toksik adalah sebagai berikut:
Asam sulfat, merkuri, etanol, formalin, toluena, amonia, biasanya zat-zat tersebut berada di deterjen, lem, bahan kosmetik, alkohol, bahkan didalam bahan makanan. kategori zat-zat tersebut masuk kedalam toksiksitas kimia.