Diskusi 2

Diskusi 2

Number of replies: 37
Jelaskan makna pendidikan ki hajar dewantara
Ing Ngarsa Sung Tuladha: Di depan memberi teladan.
Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah membangun semangat dan kemauan.
Tut Wuri Handayani: Di belakang memberikan dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab

In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Angga Pratama -
Nama : Angga Pratama
NPM : 2513021063
Kelas : 25A

Trilogi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara terdiri dari tiga prinsip, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Pertama, Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti di depan memberikan teladan. Prinsip ini menjelaskan bahwa seorang guru harus menjadi contoh yang baik bagi siswa, baik dalam perkataan, sikap, maupun tindakan, seperti menunjukkan kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab. Kedua, Ing Madya Mangun Karsa berarti di tengah membangun semangat. Dalam prinsip ini, guru berperan mendampingi siswa dalam proses pembelajaran, mendorong mereka untuk aktif berdiskusi, berani menyampaikan pendapat, serta mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri. Ketiga, Tut Wuri Handayani berarti di belakang memberikan dorongan. Prinsip ini menekankan bahwa guru perlu memberikan kepercayaan, motivasi, dan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri serta mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan menerapkan ketiga prinsip tersebut, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan, pendamping, dan pemberi motivasi agar siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Asifa Faidatuzzahra -
Nama: Asifa Faidatuzzahra
NPM: 2553021001
Kelas: 25A

Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara tidak sekadar mengajar atau mentransfer ilmu, melainkan proses menuntut segala kekuatan kodrat yang ada pada diri anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Pendidikan ini berpijak pada prinsip sistem among yang diwujudkan melalui tiga asas utama.

Pertama, Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti pendidik atau pemimpin harus bisa berdiri di depan untuk memberikan contoh nyata melalui perilaku, sikap, dan keteladanan yang baik.

Kedua, Ing Madya Mangun Karsa berarti ketika berada di tengah-tengah murid, pendidik berperan aktif membangkitkan semangat, memicu ide, serta membangun motivasi agar anak memiliki kemauan kuat untuk belajar dan berkarya.

Ketiga, Tut Wuri Handayani berarti dari belakang pendidik memberikan dorongan, kepercayaan, serta ruang kebebasan yang bertanggung jawab agar anak tumbuh mandiri tanpa merasa tertekan, namun tetap berada dalam arahan yang tepat.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Naila Faidatuzzahra -
Nama : Naila Faidatuzzahra
NPM : 2513021051
Kelas : 25A

Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah proses menuntun tumbuh kembang anak sesuai kodratnya agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan, bukan memaksakan kehendak pendidik.

Makna tersebut dirangkum dalam tiga sapaan semboyan:
Ing Ngarsa Sung Tuladha: Di depan, pendidik memberi teladan nyata lewat sikap dan tindakan.

Ing Madya Mangun Karsa: Di tengah, pendidik membangkitkan semangat dan memicu kreativitas murid.

Tut Wuri Handayani: Di belakang, pendidik memberi dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab.

Pendidik diibarat petani yang memelihara tanaman,tugasnya bukan mengubah jenis tanaman, melainkan merawatnya agar tumbuh maksimal sesuai potensi aslinya.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by khaylilah dinda utami -
Nama : Khaylilah Dinda Utami
NPM : 2513021081
Kelas : 25A

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di Depan Memberi Teladan)
Makna: Saat berada di depan, pendidik harus menjadi figur contoh yang baik dalam sikap, perilaku, moral, dan integritas. Peserta didik belajar paling efektif melalui apa yang mereka lihat langsung dari figur panutannya.

2. Ing Madya Mangun Karsa (Di Tengah Membangun Semangat)
Makna: Saat berada di tengah-tengah murid, pendidik berperan sebagai inspirator yang membangkitkan motivasi, prakarsa, dan semangat belajar, serta menciptakan lingkungan yang kolaboratif.

3. Tut Wuri Handayani (Di Belakang Memberikan Dorongan)
Makna: Saat berada di belakang, pendidik memberikan dorongan moral, arahan, serta kebebasan yang bertanggung jawab agar peserta didik berani berjalan mandiri dan mengembangkan potensinya.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by NI KOMANG GITHA AYU PRATIWI -
Nama: Ni Komang Githa Ayu Pratiwi
NPM: 2513021061
Kelas: 25A

Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah proses menuntun tumbuh kembang anak sesuai kodratnya agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Tiga asas utamanya bermakna:

Ing Ngarsa Sung Tuladha: Pendidik saat berada di depan wajib memberikan contoh atau teladan yang baik bagi peserta didik.

Ing Madya Mangun Karsa: Pendidik saat berada di tengah-tengah peserta didik harus mampu membangkitkan semangat, motivasi, dan kemauan anak untuk belajar.

Tut Wuri Handayani: Pendidik dari belakang memberikan dorongan, arahan, serta kebebasan yang bertanggung jawab agar anak mandiri dan berkembang.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Satrio Arif Wicaksono -
Nama : Satrio Arif Wicaksono
NPM : 2513021085
Kelas : 25A

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya di depan memberi teladan. Maksudnya, seorang pendidik harus bisa menjadi contoh yang baik bagi siswa, baik dari sikap maupun perilakunya.
2. Ing Madya Mangun Karsa, artinya di tengah membangun semangat dan kemauan. Maksudnya, seorang pendidik harus mampu membangkitkan semangat dan mendorong siswa agar aktif dalam belajar.
3. Tut Wuri Handayani, artinya di belakang memberikan dorongan. Maksudnya, seorang pendidik memberikan dukungan dan kesempatan kepada siswa untuk berkembang secara mandiri, tetapi tetap bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Gita Zahra Ananta -
Nama : Gita Zahra Ananta
NPM : 2513021011
Kelas : 25A

pendidikan adalah upaya menuntun kodrat anak agar tumbuh menjadi manusia yang merdeka, selamat, dan bahagia, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Guru berperan sebagai penuntun, bukan pencetak. Tiga semboyannya menggambarkan peran itu:

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan): guru mendidik lewat contoh nyata. Sikap dan perilaku guru lebih membekas pada murid daripada nasihat.
2. Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun semangat): guru berada di tengah murid, bekerja sama, dan menumbuhkan motivasi serta kemauan mereka.
3. Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan): guru memberi ruang bagi murid untuk mandiri, sambil menopang agar kebebasan itu tetap bertanggung jawab.

Intinya, peran guru berubah sesuai kebutuhan murid: teladan saat mereka perlu contoh, kawan saat perlu semangat, dan penopang saat mulai mandiri.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by ADELIA JENIUS ANGGITA PUTRI -
Nama: Adelia Jenius Anggita Putri
NPM: 2513021033
Kelas: 25A

Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan merupakan proses membimbing peserta didik agar dapat mengembangkan potensi, pengetahuan, dan karakter dalam dirinya. Seorang pendidik tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan, membangun semangat, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang. Hal ini dijelaskan melalui tiga semboyan pendidikan berikut.

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya di depan memberikan teladan. Guru harus menjadi contoh yang baik dalam sikap, perilaku, dan tindakan.
2. Ing Madya Mangun Karsa, artinya di tengah membangun semangat. Guru mendorong peserta didik agar aktif, termotivasi, dan bersemangat dalam belajar.
3. Tut Wuri Handayani, artinya di belakang memberikan dorongan. Guru memberikan dukungan dan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang secara mandiri dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Annisa . -
Nama: Annisa
Npm: 2513021079
Kelas: 25A

Makna pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah proses menuntun segala potensi yang dimiliki anak agar mereka dapat berkembang dengan baik. Pendidikan bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, sikap, dan keterampilan agar anak mampu menjalani kehidupannya di masyarakat.
Hal ini diwujudkan melalui tiga semboyan berikut:
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha: Guru memberikan contoh yang baik kepada siswa.
2. Ing Madya Mangun Karsa: Guru membangun semangat dan kemauan siswa ketika belajar.
3. Tut Wuri Handayani: Guru memberikan dukungan dan kebebasan kepada siswa untuk mengembangkan potensinya dengan penuh tanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Chaterine Aprilla Anjani 2513021075 -
CHATERINE APRILLA ANJANI
2513021075(25A)

Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan memiliki tiga semboyan yang menjadi pedoman bagi guru dalam mendidik murid, yaitu:

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya di depan memberikan teladan. Maksudnya, guru harus memberikan contoh yang baik kepada murid, baik dalam sikap, perkataan, maupun perbuatan. Dengan begitu, murid dapat mencontoh perilaku yang baik dari gurunya
2. Ing Madya Mangun Karsa, artinya di tengah membangun semangat. Maksudnya, guru harus mampu memberikan motivasi dan semangat kepada murid agar lebih aktif dalam belajar serta berani mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
3. Tut Wuri Handayani, artinya di belakang memberikan dorongan. Maksudnya, guru memberikan dukungan dan kesempatan kepada murid untuk belajar mandiri, mengambil keputusan, serta mengembangkan potensinya dengan tetap memberikan bimbingan jika diperlukan.

Dari ketiga semboyan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara bukan hanya tentang memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing murid agar memiliki karakter yang baik, mandiri, dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Virgianti Sofie Ramadhani -
Nama: Virgianti Sofie Ramadhani
NPM: 2513021053
Kelas: 25 A

Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah bahwa seorang pendidik harus mampu menjadi teladan, membangun semangat, serta memberikan dorongan kepada peserta didik agar dapat berkembang secara mandiri dan bertanggung jawab. Hal ini tercermin dalam semboyan:

1\. Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya di depan memberi teladan. Seorang pendidik harus menjadi contoh yang baik bagi peserta didik dalam sikap, perilaku, dan tindakan.

2\. Ing Madya Mangun Karsa, artinya di tengah membangun semangat dan kemauan. Seorang pendidik harus mampu membimbing, memotivasi, dan membangun semangat peserta didik dalam belajar.

3\. Tut Wuri Handayani, artinya di belakang memberikan dorongan. Seorang pendidik memberikan dukungan dan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang secara mandiri, tetapi tetap bertanggung jawab.

Dengan demikian, pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara bertujuan untuk membimbing peserta didik agar berkembang sesuai dengan potensi dirinya, memiliki karakter yang baik, serta menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by NI LUH DHITA AYU NINGSIH -
Nama : Ni Luh Dhita Ayu Ningsih
NPM : 2513021031
Kelas : 25A

Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan memiliki makna bahwa seorang pendidik tidak hanya bertugas memberikan ilmu, tetapi juga membimbing, memberikan semangat, dan mendukung siswa dalam proses belajar. Hal ini dijelaskan melalui tiga prinsip, yaitu:

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya di depan memberi teladan. Maksudnya, seorang guru harus bisa menjadi contoh yang baik bagi siswanya, baik melalui perkataan, sikap, maupun perbuatannya. Misalnya, guru menunjukkan sikap disiplin dan jujur agar dapat ditiru oleh siswa.

2. Ing Madya Mangun Karsa, artinya di tengah membangun semangat dan kemauan. Maksudnya, guru harus mampu membangun semangat siswa dan mendorong mereka agar aktif dalam belajar. Misalnya, guru mengajak siswa berdiskusi dan memberikan motivasi ketika siswa mengalami kesulitan.

3. Tut Wuri Handayani, artinya di belakang memberikan dorongan. Maksudnya, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar, mencoba, dan mengembangkan kemampuannya sendiri, tetapi tetap memberikan arahan dan bimbingan ketika diperlukan. Misalnya, guru membiarkan siswa mencoba menyelesaikan soal secara mandiri, kemudian membantu jika mereka mengalami kesulitan.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Dea Jori Masniar -
Nama: Dea Jori Masniar
NPM: 2513021039
Kelas: 25A

Menurut Ki Hajar Dewantara, seorang pendidik harus mampu membimbing peserta didik melalui tiga prinsip, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti pendidik harus memberikan teladan yang baik. Ing Madya Mangun Karsa berarti pendidik berada di tengah peserta didik untuk membangun semangat, kemauan, dan kreativitas mereka. Sementara itu, Tut Wuri Handayani berarti pendidik memberikan dorongan dan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang secara mandiri dengan tetap bertanggung jawab. Ketiga prinsip ini menegaskan bahwa pendidik bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi teladan, motivator, dan pembimbing bagi peserta didik.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Bela Ambar Wati -

Nama : Bela Ambar Wati 

NPM   : 2513021013

Kelas  : 25A

Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah proses menuntun segala kekuatan dan potensi yang dimiliki anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Dalam mendidik, guru berperan sebagai teladan, pembangun semangat, dan pemberi dorongan kepada peserta didik.

Konsep ini dikenal dengan tiga semboyan:

  1. Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya di depan memberi teladan. Guru harus memberikan contoh perilaku yang baik agar dapat ditiru oleh peserta didik.
  2. Ing Madya Mangun Karsa, artinya di tengah membangun semangat dan kemauan. Guru mendampingi peserta didik serta menumbuhkan motivasi dan kreativitas mereka dalam belajar.
  3. Tut Wuri Handayani, artinya di belakang memberikan dorongan. Guru memberikan dukungan dan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang secara mandiri, tetapi tetap bertanggung jawab.

Jadi, pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah proses menuntun peserta didik agar dapat mengembangkan potensi dirinya melalui keteladanan, bimbingan, dan dorongan tanpa memaksakan kehendak pendidik.

In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Saskia Zamilistia -
Nama : Saskia Zamilistia
NPM : 2513021041
Kelas : 25A

A. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi teladan)
Anak-anak adalah peniru alami. Pendidikan karakter tidak bisa ditanamkan hanya dengan ceramah atau aturan tertulis, melainkan lewat keteladanan konkrit dari pendidik.
Pendidik memosisikan diri sebagai kompas moral. Nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tenggang rasa tercermin dari tindakan nyata pendidik sehari-hari.

B. Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat dan kemauan)
Proses belajar harus membangkitkan motivasi intrinsik (kehendak dari dalam diri), bukan karena rasa takut atau paksaan dari luar.

Pendidik melebur bersama murid sebagai mitra dan fasilitator. Pendidik merangkul, mendengarkan gagasan, dan memicu rasa ingin tahu murid agar mereka memiliki semangat belajar atas kesadaran sendiri.

3. Dua Pilar Utama dalam Pendampingan
Dalam menjalankan Trilogi Pendidikan ini, Ki Hajar Dewantara menekankan dua kodrat yang harus selalu dipertimbangkan:
Menghargai bahwa setiap anak terlahir unik dengan bakat, minat, dan potensi bawaannya masing-masing. Pendidik tidak menguasai atau mengubah kodrat anak, melainkan menebalkan garis-garis baik yang sudah ada dalam diri mereka.
Pendidikan harus selalu relevan dengan perkembangan zaman dan teknologi, tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai luhur kebudayaan bangsa.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Khaalishah Zalfaa Effendi -
Semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara menggambarkan peran ideal seorang pendidik atau pemimpin dalam mendampingi proses belajar murid:
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha: Ketika berada di depan, pendidik harus bisa menjadi teladan atau contoh yang baik bagi muridnya, baik dalam sikap, tutur kata, maupun tindakan.
2. Ing Madya Mangun Karsa: Ketika berada di tengah-tengah murid, pendidik berperan membangun semangat, gagasan, dan kemauan anak untuk terus belajar dan berkarya.
3. Tut Wuri Handayani: Ketika berada di belakang, pendidik memberikan dorongan, dorongan moral, serta kebebasan yang bertanggung jawab agar murid mampu mandiri dan berkembang sesuai potensinya.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Chalifa Shakila Sabrin -
Nama : Chalifa Shakila Sabrin
NPM : 2513021027
Kelas : 25A

Bagi Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak. Artinya, pendidikan menuntun kekuatan kodrat yang sudah ada pada diri anak, supaya mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Guru tidak "mengisi" anak seperti mengisi gelas kosong, tetapi membantu potensi anak tumbuh. Pandangan ini dikenal dengan sistem among, yaitu mendidik dengan kasih sayang dan tanpa paksaan, tetapi tetap ada tuntunan.

Makna itu tercermin dalam tiga semboyannya:

1. Ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi teladan). Pendidikan dimulai dari contoh. Guru lebih dulu menunjukkan sikap, nilai, dan cara berpikir yang baik, karena anak belajar dari apa yang mereka lihat.
2. Ing madya mangun karsa (di tengah membangun semangat dan kemauan). Guru hadir di tengah murid dan menumbuhkan motivasi dari dalam diri mereka. Murid belajar karena mau, bukan karena takut.
3. Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab). Murid diberi ruang untuk berkembang dan mengambil keputusan, sementara guru mengawasi dan siap menuntun kalau mereka mulai keliru.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Ferdyanto 2513021077 -
Nama : Ferdyanto
Npm : 2513021077
Kelas : 25A

Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara melalui trilogi ini menempatkan pendidik sebagai penuntun dinamis yang perannya berubah sesuai kebutuhan perkembangan anak untuk mencapai kemerdekaan belajar.

​Ing Ngarsa Sung Tuladha
Saat berada di depan, pendidik wajib menjadi kompas moral dan intelektual. Anak didik menyerap nilai bukan sekadar dari instruksi lisan, melainkan dari konsistensi tindakan, karakter, dan kedisiplinan yang dicontohkan langsung oleh pendidik dalam kehidupan sehari-hari.

​Ing Madya Mangun Karsa
Ketika berbaur di tengah murid, pendidik bertindak sebagai fasilitator dan mitra kolaborasi. Perannya adalah memantik ide, membangkitkan inisiatif, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi siswa untuk berkreasi serta mengeksplorasi potensi mereka sendiri tanpa tekanan.

​Tut Wuri Handayani
Dari belakang, pendidik memberikan otonomi kepada siswa untuk melangkah mandiri. Pendidik bertugas memonitor dan memberi dorongan moral agar anak berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas proses belajarnya, sambil terus menjaga agar mereka tidak kehilangan arah.
​Secara keseluruhan, filosofi ini menegaskan bahwa pendidikan bukanlah proses mendikte atau memaksa, melainkan upaya berkesinambungan untuk menuntun kodrat alami setiap anak agar mereka tumbuh menjadi individu yang merdeka, berkarakter kuat, dan mandiri.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Afrizal Nuh Rizky Fernando -
Nama: Afrizal Nuh Rizky Fernando
NPM: 2513021015
Kelas: 25A

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti di depan memberi teladan. Artinya, seorang pendidik harus menjadi contoh yang baik bagi peserta didik, baik dalam sikap, perilaku, maupun tindakan.
2. Ing Madya Mangun Karsa berarti di tengah membangun semangat dan kemauan. Artinya, pendidik harus mampu memotivasi peserta didik agar aktif belajar, percaya diri, dan bersemangat dalam mencapai tujuan.
3. Tut Wuri Handayani berarti di belakang memberikan dorongan. Artinya, pendidik memberikan dukungan dan kebebasan kepada peserta didik untuk berkembang secara mandiri, tetapi tetap bertanggung jawab atas pilihannya.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by RIZKY ARDIANSYAH -
Nama : Rizky Ardiansyah
NPM : 2513021025
Kelas : 25A

Makna Pendidikan Ki Hadjar Dewantara berpusat pada sistem "Among", yaitu konsep pendidikan humanis yang menuntut fleksibilitas peran pendidik untuk menuntun kodrat dan memerdekakan siswa sesuai kebutuhan psikologisnya.
Tiga peran dinamis tersebut bermakna:
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi teladan): Pendidik berdiri di depan sebagai role model nyata. Maknanya, seluruh tindakan, integritas, dan karakter moral guru menjadi contoh yang ditiru langsung oleh siswa.
2. Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat): Pendidik memosisikan diri sejajar di tengah sebagai fasilitator. Maknanya, guru bertindak sebagai mitra diskusi untuk membangkitkan motivasi intrinsik dan kreativitas siswa.
3. Tut Wuri Handayani (Di belakang memberikan dorongan): Pendidik mengambil jarak di belakang untuk memberikan otonomi belajar (student agency). Maknanya, guru memberi kepercayaan dan kebebasan yang bertanggung jawab, serta hanya mengintervensi jika siswa keluar jalur.

Secara filosofis, trilogi ini menegaskan bahwa pendidikan bukanlah pemaksaan, melainkan seni memahami kapan harus memimpin, kapan harus mendampingi, dan kapan harus mundur demi kemandirian siswa.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Jeni Intan Aulia -
Nama : Jeni Intan Aulia
Npm : 2513921083

Makna Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Ketiga semboyan ini menggambarkan posisi guru yang berubah sesuai kebutuhan murid, bukan hanya berdiri di depan kelas.

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan). Guru menjadi contoh lewat sikap, bukan hanya ucapan. Misalnya guru yang tepat waktu dan jujur menilai akan ditiru muridnya.

2. Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun semangat dan kemauan). Guru ikut berada di tengah murid untuk menumbuhkan motivasi. Misalnya guru ikut mencoba soal bersama murid yang sedang menyerah, lalu bilang "ayo kita cari caranya bareng".

3. Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab). Murid diberi ruang untuk mencoba, salah, dan menemukan sendiri, tetapi guru tetap mengawasi dan siap menopang. Misalnya murid memilih cara menyelesaikan soal sendiri, guru hanya mengarahkan jika melenceng.

secara keseluruhan pendidikan memerdekakan murid, bukan memaksa. guru memimpin, menemani, lalu melepas, sesuai tahap perkembangan anak.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Widya Yuliza 2513021047 -
Nama: Widya Yuliza
NPM: 2513021047
Kelas: 25A


Makna Pendidikan Ki Hajar Dewantara

- Ing Ngarsa Sung Tuladha: Guru yang berada di depan harus menjadi contoh yang baik. Sebelum menyuruh murid melakukan sesuatu, guru sendiri harus melakukannya terlebih dahulu, karena murid lebih banyak meniru apa yang dilakukan daripada apa yang dikatakan.

- Ing Madya Mangun Karsa: Saat berada di tengah-tengah murid, guru tidak hanya memberi tahu, tapi ikut mendampingi. Tujuannya agar murid punya semangat, berani mencoba, dan tumbuh keinginan untuk belajar sendiri.

- Tut Wuri Handayani: Setelah murid mulai mampu, guru tidak terus mengatur dari dekat, tapi berdiri di belakang untuk memberi dukungan. Murid diberi kebebasan berkembang, namun guru tetap ada untuk menjaga dan membimbing jika dibutuhkan.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Luna Octaviana -
Nama: Luna Octaviana
NPM: 2553021003
Kelas: 25A

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya guru harus memberikan contoh yang baik kepada siswa melalui sikap dan perilakunya.

2. Ing Madya Mangun Karsa, artinya guru harus mampu membangun semangat dan kemauan siswa agar lebih aktif dalam belajar.

3. Tut Wuri Handayani, artinya guru memberikan dorongan dan kebebasan kepada siswa untuk berkembang secara mandiri, tetapi tetap bertanggung jawab.

Makna pendidikan Ki Hadjar Dewantara adalah guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan, membangun semangat, dan membimbing siswa agar menjadi pribadi yang mandiri serta bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by I WAYAN ADI CANDRA DINATA -
Nama : I Wayan Adi Candra Dinata
NPM : 2513021089
Kelas : 25A

Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan seharusnya dapat mengarahkan siswa agar tumbuh secara mandiri dan bertanggung jawab. Ini dapat diketahui dari tiga prinsip berikut.

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha, yaitu memberikan contoh di depan. Seorang guru perlu menjadi panutan yang baik dalam sikap, tindakan, disiplin, dan tanggung jawab bagi murid-muridnya.
2. Ing Madya Mangun Karsa, yang berarti membangun semangat dan keinginan di tengah. Guru berfungsi untuk mendampingi siswa, memberi motivasi, serta menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan menyenangkan.
3. Tut Wuri Handayani, yang menunjukkan memberikan dorongan dari belakang. Seorang guru memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada siswa untuk berkembang secara mandiri, tetapi tetap memberikan arahan dan bimbingan saat diperlukan.

Dengan menerapkan ketiga prinsip ini, para guru tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, melainkan juga sebagai teladan, motivator, dan pembimbing bagi siswa.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Fitri Oktavia -
Nama : Fitri Oktavia
NPM : 2513021009
Kelas : 25A

Menurut saya, semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara memiliki makna penting bagi seorang pendidik. Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti seorang guru harus mampu memberikan teladan yang baik melalui sikap dan perilakunya. Ing Madya Mangun Karsa berarti guru harus mampu membangun semangat, motivasi, dan kemauan siswa ketika berada di tengah-tengah mereka. Sementara itu, Tut Wuri Handayani berarti guru memberikan dorongan dan dukungan kepada siswa agar mereka mampu berkembang secara mandiri dan bertanggung jawab.

Ketiga prinsip tersebut mengajarkan bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan, motivator, dan pembimbing bagi siswa. Dengan menerapkan prinsip ini, guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan membantu siswa mengembangkan potensi dirinya.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Rahmadia Kurnia Putri -
Nama : Rahmadia Kurnia Putri
NPM : 2513021007
Kelas : 25A

Makna pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah proses "menuntun" tumbuh kembangnya kodrat anak menuju kemerdekaan lahir dan batin, bukan dengan memaksakan kehendak, melainkan melalui penyesuaian peran pendidik di setiap situasi:

Ing Ngarsa Sung Tuladha: Memberi teladan moral dan karakter yang nyata saat berada di depan.
Ing Madya Mangun Karsa: Hadir mendampingi di tengah untuk membakar semangat dan memantik kreativitas.
Tut Wuri Handayani: Mendorong dari belakang dengan memberikan kebebasan yang bertanggung jawab agar anak tumbuh mandiri.

Secara utuh, pendidikan bertujuan memerdekakan anak agar mereka dapat berkembang sesuai potensi uniknya dan menjadi pribadi yang selamat serta bahagia di masyarakat.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by ZELLA YAYANG AGESA -
Nama : Zella Yayang Agesa
NPM : 2513021035
KLS : 25A

Makna semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara adalah bahwa seorang pendidik memiliki peran yang berbeda sesuai dengan posisinya dalam mendampingi peserta didik.

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha
Artinya di depan memberi teladan. Guru harus menjadi contoh yang baik bagi peserta didik, baik dalam sikap, perilaku, kedisiplinan, maupun cara berinteraksi.

2. Ing Madya Mangun Karsa
Artinya di tengah membangun semangat dan kemauan. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendampingi dan membangun semangat peserta didik agar mau belajar, aktif, dan percaya diri.

3. Tut Wuri Handayani
Artinya di belakang memberikan dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang dan mengambil keputusan sendiri, tetapi tetap memberikan arahan dan dukungan ketika diperlukan.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Zarifa Imtyaz Usman -
Nama : Zarifa Imtyaz Usman
NPM : 2513021057
Kelas : 25A

Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah proses membimbing peserta didik agar berkembang sesuai potensi dan mampu menjadi pribadi yang mandiri serta bertanggung jawab. Hal ini tercermin dalam tiga semboyan pendidikan:

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya guru harus memberikan contoh yang baik bagi peserta didik.
2. Ing Madya Mangun Karsa, artinya guru berada di tengah untuk membangun semangat, motivasi, dan kemauan belajar siswa.
3. Tut Wuri Handayani, artinya guru memberikan dorongan dan kesempatan kepada siswa untuk berkembang secara mandiri dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Chelsea Dwi Najmanisa -
NAMA : Chelsea Dwi Najmanisa
NPM : 2513021017
KELAS : 25 A

Pengertian pendidikan

Bagi Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah menuntun kodrat anak agar tumbuh menjadi manusia seutuhnya. Anak punya potensi bawaan (kodrat) yang dipengaruhi lingkungan dan zamannya. Pendidik tidak membentuk anak sesuka hati, melainkan merawat potensi itu seperti petani merawat tanaman: menyiram, memberi pupuk, dan menjaga dari hama, tetapi tidak mengubah jenis tanamannya. Tujuan akhirnya adalah anak mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.

Makna tiga semboyannya

Ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi teladan)
Pendidik berada di depan sebagai contoh hidup. Nilai seperti jujur, disiplin, dan tanggung jawab lebih mudah ditanamkan lewat perilaku nyata daripada nasihat. Maknanya, wibawa pendidik bersumber dari keteladanan.

Ing madya mangun karsa (di tengah membangun semangat dan kemauan)
Pendidik berada di tengah murid, ikut terlibat, dan membangkitkan karsa (kemauan) mereka. Anak belajar paling baik ketika ia mau, bukan karena dipaksa. Maknanya, pendidik adalah mitra yang menumbuhkan motivasi dari dalam diri anak.

Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab)
Pendidik berada di belakang, memberi ruang bagi anak untuk berpikir, mencoba, dan mengambil keputusan, sambil tetap mengawasi dan meluruskan bila perlu. Kata “bertanggung jawab” penting di sini: kebebasan bukan berarti dibiarkan tanpa arah, melainkan kebebasan yang disertai tuntunan dan konsekuensi. Maknanya, tujuan pendidikan adalah membuat anak merdeka dan mandiri.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by SALSABILA AINIYATI -
nama : salsabila ainiyati
NPM: salsabila ainiyati
Kelas : 25A

Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara berpusat pada sistem among yang menempatkan pendidik sebagai pamong untuk menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak. Konsep ini tercermin melalui tiga semboyan utama yang menggambarkan peran pendidik dalam mendampingi peserta didik. Pertama, Ing Ngarsa Sung Tuladha, yang berarti ketika berada di depan, seorang pendidik harus mampu memberikan teladan yang baik melalui sikap, perkataan, dan perbuatannya. Kedua, Ing Madya Mangun Karsa, yang mengandung arti bahwa saat berada di tengah-tengah peserta didik, pendidik berperan untuk membangun semangat, motivasi, dan kemauan agar mereka aktif berkarya dan mengembangkan inisiatif. Ketiga, Tut Wuri Handayani, yang bermakna bahwa dari belakang, pendidik memberikan dorongan moral serta kebebasan yang bertanggung jawab agar anak didik dapat belajar secara mandiri, berani mencoba, dan berkembang sesuai dengan potensinya.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Raisya Nabila -
Menurut Ki Hajar Dewantara, terdapat tiga prinsip yang harus diterapkan oleh seorang pendidik dalam membimbing peserta didik, yaitu:
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha
Artinya, di depan memberikan teladan. Guru harus menjadi contoh yang baik dalam sikap, perkataan, dan tindakan agar dapat ditiru oleh peserta didik.
2. Ing Madya Mangun Karsa
Artinya, di tengah membangun semangat dan kemauan. Guru berperan dalam memotivasi peserta didik agar aktif, kreatif, dan percaya diri dalam belajar.
3. Tut Wuri Handayani
Artinya, dari belakang memberikan dorongan. Guru memberikan dukungan dan kebebasan kepada peserta didik untuk berkembang secara mandiri dan bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Fanesa Aulia Putri 2513021049 -
Nama : Fanesa Aulia Putri
NPM : 2513021049
Kelas : 25A

Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara bukanlah proses memaksakan kehendak orang dewasa, melainkan "menuntun" kodrat alamiah anak agar mereka dapat berkembang menjadi manusia yang merdeka, selamat, dan bahagia.
Semboyan pendidikan Ki Hadjar Dewantara memiliki makna bahwa seorang pendidik atau pemimpin harus bisa menempatkan diri secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan anak didiknya.
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi teladan): Seorang guru atau orang tua adalah model utama bagi anak. Karena anak-anak cenderung meniru (mengimitasi), tindakan dan perilaku nyata dari pendidik jauh lebih kuat dampaknya daripada sekadar kata-kata atau perintah.
2. Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat): Ketika berada di antara anak didik, pendidik berperan sebagai teman dialog dan motivator. Pendidik tidak mendikte, melainkan membangkitkan rasa ingin tahu, menciptakan ruang berkreasi, dan menumbuhkan kemauan anak untuk maju bersama.
3. Tut Wuri Handayani (Di belakang memberikan dorongan): Pendidik memberikan kepercayaan dan kebebasan yang bertanggung jawab kepada anak untuk mandiri. Guru mengawasi dari belakang dan siap mengarahkan atau menopang hanya saat anak mulai salah arah atau membutuhkan bantuan.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Dzakiyya Azzidni -
Nama : Dzakiyya Azzidni
NPM : 2513021071
Kelas : 25A

Makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dapat dilihat dari tiga semboyannya, yaitu:

Ing Ngarsa Sung Tuladha artinya di depan memberi teladan. Maksudnya, guru harus menjadi contoh yang baik bagi siswa, baik dari segi sikap, perilaku, kedisiplinan, maupun cara berinteraksi dengan orang lain.

Ing Madya Mangun Karsa artinya di tengah membangun semangat dan kemauan. Maksudnya, guru harus mampu memotivasi siswa agar semangat belajar, aktif bertanya, berani menyampaikan pendapat, dan ikut terlibat dalam proses pembelajaran.

Tut Wuri Handayani artinya di belakang memberikan dorongan. Maksudnya, guru memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri, mengembangkan kemampuan, serta berani mengambil keputusan dengan tetap bertanggung jawab.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Ira Amelia -
Nama: IRA AMELIA
NPM: 2513021091
Kelas: 25A

Makna utama pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah proses menuntun tumbuhnya potensi peserta didik secara merdeka dan utuh (Sistem Among), di mana peran pendidik bersifat fleksibel dan adaptif terhadap tingkat kemandirian siswa.

Makna dari ketiga prinsip tersebut meliputi:
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Keteladanan): Pendidikan berbasis aksi nyata, bukan sekadar teori. Pendidik berfungsi sebagai kompas moral dan perilaku yang menginspirasi karakter peserta didik dari depan.
2. Ing Madya Mangun Karsa (Kolaborasi): Pendidik bertindak sebagai fasilitator yang berbaur secara setara. Fokusnya adalah memantik daya kritis, kreativitas, dan motivasi internal (karsa) dari dalam diri siswa.
3. Tut Wuri Handayani (Kemandirian Terarah): Pendidik memberikan kepercayaan dan ruang gerak (merdeka belajar) agar siswa berani mengeksplorasi potensi dirinya, dengan pendidik tetap bersiaga membimbing dari belakang agar tidak melenceng.

Inti Filosofi: Pendidikan berpusat pada murid (student-centered). Pendidik tidak mendikte atau mengontrol penuh, melainkan tahu kapan harus memimpin, kapan menemani, dan kapan memberikan kepercayaan sesuai kodrat dan perkembangan peserta didik.
In reply to First post

Re: Diskusi 2

by Alifficianalda Dibsi Putri FKIPPMTK -
Nama : Alifficianalda Dibsi Putri
NPM : 2513021059
Kelas : 25A

Semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara menggambarkan tiga peran utama seorang pendidik dalam mendampingi peserta didik.

Ing Ngarsa Sung Tuladha berarti pendidik harus menjadi teladan di depan, sehingga sikap, ucapan, dan perbuatannya patut ditiru.
Ing Madya Mangun Karsa berarti ketika berada di tengah-tengah peserta didik, pendidik membangun semangat, motivasi, dan kemauan mereka untuk berkarya serta berprakarsa. Sementara itu,
Tut Wuri Handayani berarti ketika berada di belakang, pendidik memberikan dorongan dan kebebasan yang bertanggung jawab agar peserta didik tumbuh mandiri sesuai kodratnya.

Ketiganya saling melengkapi: pendidikan bukan sekadar memberi pengetahuan, melainkan menuntun peserta didik menjadi pribadi yang berkarakter, merdeka, dan bertanggung jawab.