PERTEMUAN 6: Studi SCP di Indonesia

PERTEMUAN 6: Studi SCP di Indonesia

Number of replies: 2

Salam pembelajar,

Pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari tentang Studi SCP di Indonesia.

Studi SCP di Indonesia

Bagaimana struktur pasar memengaruhi perilaku perusahaan dan hasil yang dirasakan masyarakat?

Pendekatan Structure–Conduct–Performance (SCP) membantu menganalisis industri melalui tiga aspek: struktur pasar, perilaku perusahaan, dan kinerja industri. Dalam konteks Indonesia, SCP dapat digunakan untuk melihat tingkat persaingan, strategi perusahaan, efisiensi, harga, dan dampaknya terhadap konsumen.

Intinya: pahami struktur pasarnya, lihat perilaku perusahaannya, lalu ukur kinerjanya.

Pertanyaan pemantik: Menurut Anda, industri apa di Indonesia yang menarik untuk dianalisis menggunakan pendekatan SCP?



Mari kita baca dan pahami tulisan berikut ini. Selanjutnya berikan pandangan Anda, maksimal 250 kata, ketik disini ya... Selamat belajar.

(PDF) Analisis Structure-Conduct-Performance (SCP) dan Efisiensi Internal Pada Industri Air Minum dan Mineral Dalam Kemasan di Indonesia

In reply to First post

Re: PERTEMUAN 6: Studi SCP di Indonesia

by Ni Wayan Vara Wulandari -
Nama: Ni Wayan Vara Wulandari
NPM: 2313031017

Transformasi digital industri manufaktur membutuhkan kombinasi kesiapan teknologi, kualitas SDM, dan kerangka regulasi yang kuat. Perbandingan antara Indonesia (Making Indonesia 4.0) dan Jerman (Industrie 4.0) menunjukkan pendekatan yang berbeda: Jerman berfokus pada inovasi berbasis riset mendalam (technology-driven) dengan dukungan infrastruktur berteknologi tinggi dan sistem vokasi ganda yang matang, sementara Indonesia lebih berorientasi pada adopsi teknologi bertahap (adoption-driven) memanfaatkan potensi pasar domestik yang besar.
Kelemahan utama Indonesia terletak pada ketimpangan infrastruktur digital, skills gap tenaga kerja, serta ketergantungan pada teknologi luar negeri. Sebaliknya, Jerman menghadapi tantangan tingginya biaya investasi awal dan regulasi privasi yang ketat.
Akselerasi kinerja industri dalam negeri memerlukan pembenahan fundamental melalui program upskilling/reskilling SDM secara masif, penyediaan insentif pembiayaan adopsi teknologi bagi manufaktur lokal, serta dorongan alih teknologi melalui skema kolaborasi strategis dengan pemain global.
In reply to First post

Re: PERTEMUAN 6: Studi SCP di Indonesia

by Annisa Luthfiyyah -
Nama : Annisa Luthfiyyah
NPM : 2313031010

Menjawab pertanyaan pemantik: Industri telekomunikasi seluler di Indonesia menarik dianalisis dengan konsep SCP karena secara struktur pasar hanya dikuasai beberapa pemain besar, di mana pemain baru sulit masuk akibat modal yang sangat mahal dan keterbatasan izin. Hal ini memicu persaingan antar penjual paket data murah yang berlomba membangun jaringan 5G, dan pada akhirnya membuat keuntungan hanya berputar di perusahaan besar.

Menurut saya, tulisan ini sangat relevan dengan kondisi sekarang, dimana terjadinya pergeseran industri air minum dalam kemasan (AMDK) secara bertahap, mulai dari struktur oligopoli ketat menuju oligopoli longgar, hingga menjadi persaingan efektif. Hal ini membuktikan bahwa rendahnya hambatan masuk serta tingginya keuntungan yang diperoleh saat menjual kebutuhan pokok masyarakat, sehingga menyebabkan banyak munculnya persaingan di pasar/penjual baru. Dampaknya, konsumen memiliki banyak pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Namun, dengan munculnya pilihan ini dikhawatirkan penjual mengorbankan kualitas air minum serta lingkungan hidup, sehingga perlunya peran pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap kelestarian sumber daya air. Kesimpulannya, persaingan usaha yang sehat dapat terus tercipta tanpa mengorbankan hak konsumen atas air bersih yang aman dan bekelanjutan untuk ekosistem.