Pertemuan 6 : Pendidikan sebagai investasi sumber daya manusia: penawaran dan permintaan pendidikan, input dan output pendidikan

Pertemuan 6 : Pendidikan sebagai investasi sumber daya manusia: penawaran dan permintaan pendidikan, input dan output pendidikan

Jumlah balasan: 0

Salam pembelajar,

Pada pekan ini kita akan mengkaji tentang Pendidikan sebagai investasi sumber daya manusia: penawaran dan permintaan pendidikan, input dan output pendidikan.


Pendidikan sebagai Investasi Sumber Daya Manusia

Konsep Dasar: Human Capital Theory

Mahasiswa sekalian,

Teori ini dipopulerkan oleh ekonom seperti Theodore Schultz dan Gary Becker pada 1960-an. Mereka menyatakan bahwa:

Pendidikan bukan sekadar konsumsi, tetapi investasi yang meningkatkan produktivitas individu dan pertumbuhan ekonomi.

Seperti investasi fisik (mesin, gedung), pendidikan meningkatkan kapasitas produktif manusia.

Gambaran Empirik Global

Laporan World Bank menunjukkan bahwa:

  • Setiap tambahan 1 tahun sekolah dapat meningkatkan pendapatan individu rata-rata 8–10% per tahun (rate of return pendidikan).
  • Negara dengan rata-rata lama sekolah tinggi cenderung memiliki PDB per kapita lebih tinggi.

Contoh:

  • Korea Selatan (rata-rata sekolah >12 tahun) → PDB per kapita tinggi.
  • Negara dengan rata-rata sekolah rendah → pertumbuhan ekonomi lambat.

 

Mengapa Pendidikan Disebut Investasi?

Karena ada:

Komponen

Pendidikan

Biaya sekarang

SPP, buku, transportasi, opportunity cost

Manfaat masa depan

Gaji lebih tinggi, peluang kerja lebih baik

Return

Peningkatan produktivitas dan pendapatan

Contoh Kontekstual (Indonesia)

Data BPS menunjukkan:

  • Lulusan SD → rata-rata upah jauh lebih rendah dibanding lulusan SMA.
  • Lulusan Perguruan Tinggi → pendapatan bisa 2–3 kali lipat dibanding lulusan SMP.

Artinya, ada private return to education.

 

Penawaran dan Permintaan Pendidikan

Dalam ekonomi pendidikan, pendidikan diperlakukan seperti “pasar”.

 

A. Permintaan Pendidikan (Demand for Education)

Permintaan pendidikan berasal dari:

  • Individu
  • Keluarga
  • Masyarakat

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan:

  1. Tingkat pendapatan keluarga
  2. Ekspektasi upah masa depan
  3. Biaya pendidikan
  4. Budaya & nilai sosial
  5. Kebijakan pemerintah

Contoh Empirik

Program seperti Program Indonesia Pintar meningkatkan partisipasi sekolah kelompok miskin karena:

  • Mengurangi biaya langsung
  • Mengurangi risiko putus sekolah

Artinya → subsidi meningkatkan permintaan pendidikan.

 

Kurva Permintaan Pendidikan

Secara teori:

  • Jika biaya pendidikan naik → jumlah yang sekolah turun.
  • Jika return pendidikan tinggi → permintaan naik.

Contoh:
Ketika industri digital berkembang, jurusan IT di perguruan tinggi meningkat peminatnya karena ekspektasi gaji tinggi.

 

B. Penawaran Pendidikan (Supply of Education)

Penawaran berasal dari:

  • Sekolah
  • Perguruan tinggi
  • Lembaga pelatihan
  • Pemerintah

Faktor yang Mempengaruhi Penawaran:

  1. Anggaran pendidikan
  2. Jumlah guru
  3. Infrastruktur
  4. Regulasi
  5. Teknologi

 

Gambaran Empirik Indonesia

Konstitusi Indonesia mewajibkan 20% APBN untuk pendidikan.

Contoh institusi:

  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
  • Universitas Indonesia

Namun, masalah supply sering muncul:

  • Ketimpangan kualitas sekolah kota vs desa
  • Kekurangan guru di daerah 3T
  • Infrastruktur tidak merata

 

Input dan Output Pendidikan

Ini bagian penting dalam analisis efisiensi pendidikan.

 

A. Input Pendidikan

Input adalah segala sesuatu yang digunakan dalam proses pendidikan.

Contoh Input:

  1. Guru (kualitas & jumlah)
  2. Kurikulum
  3. Fasilitas (laboratorium, perpustakaan)
  4. Teknologi
  5. Dana
  6. Karakteristik siswa

Bukti Empirik

Studi PISA oleh OECD menunjukkan:

  • Negara dengan kualitas guru tinggi → skor literasi & numerasi tinggi.
  • Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD dalam skor matematika & membaca.

Artinya:
Bukan hanya jumlah sekolah penting, tetapi kualitas input sangat menentukan output.

 

B. Output Pendidikan

Output bisa dilihat dari:

  1. Nilai akademik
  2. Kelulusan
  3. Kompetensi
  4. Tingkat partisipasi kerja
  5. Pendapatan

Namun dalam ekonomi pendidikan, output terbaik adalah:

Produktivitas dan peningkatan kesejahteraan.

 

Perspektif Mikro vs Makro

Perspektif Mikro (Individu)

  • Pendidikan → meningkatkan gaji.
  • Mengurangi risiko pengangguran.

Perspektif Makro (Negara)

  • Pendidikan → pertumbuhan ekonomi.
  • Mengurangi kemiskinan.
  • Meningkatkan stabilitas sosial.

 

Perspektif Kritis dan Multi-Perspektif

Sebagai mahasiswa ekonomi pendidikan, kita tidak hanya menerima teori human capital secara mentah.

A. Perspektif Human Capital

Pendidikan = investasi produktif.

B. Perspektif Signaling Theory (Michael Spence)

Ijazah bukan meningkatkan produktivitas, tapi sebagai “sinyal” kemampuan.

Contoh:
Perusahaan lebih memilih lulusan universitas ternama karena reputasi.

C. Perspektif Sosial

Pendidikan juga:

  • Membangun demokrasi
  • Mengurangi kriminalitas
  • Meningkatkan kesehatan

Studi global menunjukkan:
Setiap tambahan 1 tahun pendidikan perempuan → penurunan angka kematian anak signifikan.

 

Masalah Kontemporer

Beberapa isu penting dalam ekonomi pendidikan:

  1. Over-education (lulusan banyak, lapangan kerja terbatas)
  2. Skill mismatch
  3. Ketimpangan akses
  4. Digital divide
  5. Efisiensi anggaran pendidikan

 

Ilustrasi Kontekstual Sederhana

Bayangkan seorang siswa dari keluarga miskin:

Jika tidak sekolah:
→ bekerja kasar, upah rendah sepanjang hidup.

Jika sekolah hingga sarjana:
→ biaya 4 tahun, tetapi gaji 2–3 kali lipat.

Dalam jangka panjang:
NPV (Net Present Value) pendidikan positif.

 

Dalam ekonomi pendidikan:

  • Pendidikan adalah investasi modal manusia.
  • Ada mekanisme permintaan dan penawaran.
  • Input menentukan kualitas output.
  • Return pendidikan bisa dihitung secara ekonomi.
  • Namun pendidikan juga memiliki dimensi sosial dan moral yang tidak sepenuhnya bisa diukur dengan uang.

 


Mari kita simak video berikut.

Link Youtube: