Pertemuan 5 : Kebutuhan akan sumber daya manusia: upaya pengembangan sumber daya manusia
Salam pembelajar,
Untuk pertemuan pekan ini kita akan mengkaji Kebutuhan akan sumber daya manusia: upaya pengembangan sumber daya manusia.
KEBUTUHAN AKAN SUMBER DAYA MANUSIA
(Upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Perspektif Ekonomi Pendidikan)
Mengapa Sumber Daya Manusia (SDM) Menjadi Kebutuhan Utama?
Mahasiswa sekalian,
Dalam teori pertumbuhan ekonomi modern, kualitas SDM merupakan faktor produksi yang sama pentingnya dengan modal fisik dan teknologi.
Teori klasik seperti:
- Adam Smith → menekankan pentingnya spesialisasi tenaga kerja.
- Theodore Schultz dan Gary Becker → mengembangkan teori Human Capital, bahwa pendidikan adalah investasi, bukan konsumsi.
Inti Teori Human Capital
Pendidikan meningkatkan:
- Produktivitas
- Pendapatan individu
- Daya saing nasional
- Pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Secara sederhana:
Pendidikan → Kompetensi → Produktivitas → Pertumbuhan Ekonomi
Gambaran Faktual dan Data Empirik
Data Global
Menurut laporan:
- World Bank
- OECD
- UNDP
Beberapa temuan empiris:
- Setiap tambahan 1 tahun pendidikan dapat meningkatkan pendapatan individu rata-rata 8–10%.
- Negara dengan Human Capital Index tinggi cenderung memiliki:
- Produktivitas tenaga kerja tinggi
- Tingkat kemiskinan lebih rendah
- Pertumbuhan ekonomi stabil
Contoh:
- Korea Selatan pada 1960-an adalah negara miskin dengan GDP per kapita rendah.
- Investasi besar-besaran di pendidikan sains & teknologi.
- Kini menjadi negara industri maju.
Konteks Indonesia
Menurut data BPS:
- Rata-rata lama sekolah Indonesia ± 8–9 tahun.
- Masih terdapat kesenjangan kualitas pendidikan antar wilayah.
- Tingkat pengangguran terbuka terbesar berasal dari lulusan SMA/SMK.
Artinya:
Masalah bukan hanya akses pendidikan, tetapi kualitas dan relevansi kompetensi.
Mengapa Pengembangan SDM Menjadi Urgen?
Dalam ekonomi modern berbasis pengetahuan (knowledge-based economy), kebutuhan SDM berubah:
|
Era |
Kebutuhan SDM |
|
Agraris |
Tenaga fisik |
|
Industri |
Tenaga teknis |
|
Digital |
Kognitif, inovatif, adaptif |
Revolusi Industri 4.0 menuntut:
- Literasi digital
- Critical thinking
- Problem solving
- Soft skills
Upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia
A. Melalui Pendidikan Formal
Upaya yang dilakukan:
- Wajib belajar 12 tahun
- Revitalisasi SMK
- Kurikulum berbasis kompetensi
- Peningkatan kualitas guru
Dari perspektif ekonomi:
- Pendidikan dasar → pemerataan
- Pendidikan menengah → kesiapan kerja
- Pendidikan tinggi → inovasi & riset
B. Pelatihan dan Pengembangan (Training & Development)
Pengembangan SDM tidak berhenti di sekolah.
Perusahaan melakukan:
- On-the-job training
- Upskilling
- Reskilling
- Sertifikasi profesi
Ini penting karena:
Skill memiliki “masa kedaluwarsa” akibat perubahan teknologi.
C. Investasi Kesehatan
SDM berkualitas bukan hanya cerdas, tetapi sehat.
Penelitian menunjukkan:
- Gizi buruk → menurunkan kapasitas kognitif
- Stunting → berdampak pada produktivitas jangka panjang
Maka investasi SDM mencakup:
- Pendidikan
- Kesehatan
- Nutrisi
Perspektif Multi Sudut Pandang
Perspektif Ekonomi
SDM adalah investasi jangka panjang dengan rate of return tinggi.
Perspektif Sosial
Pendidikan mengurangi ketimpangan sosial.
Perspektif Individu
Meningkatkan mobilitas sosial dan kesejahteraan.
Perspektif Industri
Menjamin ketersediaan tenaga kerja kompeten.
Permasalahan dalam Pengembangan SDM
Beberapa tantangan nyata:
- Ketimpangan kualitas pendidikan
- Link and match yang belum optimal
- Brain drain
- Pendidikan tidak relevan dengan kebutuhan industri
- Rendahnya budaya riset dan inovasi
Contoh kontekstual:
- Lulusan sarjana banyak, tetapi industri kekurangan tenaga dengan keahlian digital spesifik.
- Banyak tenaga kerja informal belum tersertifikasi.
Analisis Kritis: Apakah Pendidikan Selalu Solusi?
Dalam pendekatan ekonomi kritis:
- Pendidikan tinggi tidak otomatis menjamin pekerjaan.
- Terjadi fenomena over-education.
- Pasar tenaga kerja juga dipengaruhi struktur ekonomi dan kebijakan industri.
Artinya:
Pengembangan SDM harus selaras dengan strategi pembangunan ekonomi nasional.
Dalam Ekonomi Pendidikan:
- SDM adalah modal utama pembangunan.
- Pendidikan merupakan investasi, bukan biaya.
- Pengembangan SDM harus komprehensif:
- Pendidikan formal
- Pelatihan
- Kesehatan
- Kebijakan industri
- Relevansi dan kualitas lebih penting dari sekadar kuantitas.