Brainstorming

Brainstorming

Number of replies: 2

Mari kita simak video berikut.

Link Youtube:











Setelah menyimak video tersebut, Silakan berikan pendapat Anda disini tentang:

1) Apa yang anda ketahui tentang pengendalian intern?

2) Mengapa penting pengendalian intern bagi sebuah entitas? 

3) Apa kaitannya pengendalian intern dengan auditing?

4) Bedakan Audit Internal dengan Audit Eksternal!

In reply to First post

Re: Brainstorming

by Adea Aprilia -
Nama : Adea Aprilia
NPM   : 2313031034

1. Pengendalian Intern adalah sistem kebijakan dan prosedur yang diterapkan oleh manajemen perusahaan untuk memastikan bahwa kegiatan operasional perusahaan berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Tujuannya adalah untuk menjaga efektivitas operasi, memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, serta menjaga keandalan laporan keuangan. Pengendalian intern mencakup berbagai aspek, seperti pembagian tugas yang jelas, otorisasi transaksi, pemantauan aktivitas, dan perlindungan aset perusahaan agar tidak terjadi penyalahgunaan atau kecurangan.

2. Pentingnya Pengendalian Intern bagi sebuah entitas sangat besar karena sistem ini membantu mengurangi risiko kesalahan, penyalahgunaan, dan kecurangan dalam operasional perusahaan. Dengan pengendalian yang efektif, perusahaan dapat memastikan bahwa laporan keuangan yang disajikan adalah akurat dan dapat dipercaya. Selain itu, pengendalian intern juga membantu perusahaan dalam mematuhi peraturan yang berlaku dan meningkatkan efisiensi operasional. Tanpa pengendalian yang baik, perusahaan rentan terhadap risiko yang dapat merugikan, seperti kebocoran informasi atau kerugian finansial.

3. Kaitan Pengendalian Intern dengan Auditing terletak pada bagaimana auditor menilai sistem pengendalian intern saat melakukan audit. Auditor akan menguji apakah pengendalian intern yang diterapkan perusahaan cukup efektif dalam mengurangi risiko kesalahan atau kecurangan yang dapat mempengaruhi laporan keuangan. Jika pengendalian intern berfungsi dengan baik, auditor mungkin dapat melakukan audit dengan lebih efisien, karena mereka dapat mengandalkan sistem yang ada. Sebaliknya, jika pengendalian intern lemah, auditor perlu melakukan pengujian lebih mendalam terhadap transaksi dan laporan keuangan.

4. Audit Internal vs. Audit Eksternal:

  • Audit Internal dilakukan oleh pihak yang bekerja dalam perusahaan itu sendiri, seperti auditor internal yang diangkat oleh manajemen perusahaan. Tujuan audit internal adalah untuk menilai dan meningkatkan efektivitas pengendalian intern, manajemen risiko, dan proses operasional perusahaan secara keseluruhan. Auditor internal berfokus pada identifikasi perbaikan yang dapat dilakukan dalam operasional internal perusahaan.
  • Audit Eksternal dilakukan oleh auditor independen yang tidak terlibat langsung dalam operasional perusahaan, biasanya sebuah firma audit eksternal. Tujuan utama audit eksternal adalah untuk memberikan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan perusahaan dan memastikan bahwa laporan tersebut mematuhi prinsip akuntansi yang berlaku. Auditor eksternal juga berfungsi untuk memberi keyakinan kepada pihak ketiga, seperti investor, kreditor, atau regulator, bahwa laporan keuangan perusahaan dapat dipercaya dan tidak mengandung kesalahan material
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM : 2313031044

1. Pengendalian intern adalah kumpulan proses, aturan, kebijakan, dan tindakan yang dibuat oleh manajemen untuk memastikan bahwa operasi perusahaan berjalan efektif dan efisien, data keuangan akurat, aset perusahaan aman, serta kepatuhan terhadap aturan dan peraturan yang berlaku. Dalam praktiknya, pengendalian intern bisa berupa pemisahan tugas (misalnya orang yang menerima uang tidak boleh bertugas mencatat transaksi), otorisasi dokumen, rekonsiliasi, serta sistem pelaporan yang jelas. Intinya, pengendalian intern berfungsi sebagai “benteng awal” agar kesalahan dan kecurangan bisa dicegah atau terdeteksi sedini mungkin.

2. Pengendalian internal sangat penting karena memastikan laporan keuangan akurat tanpa pengendalian yang baik, data yang dicatat bisa salah atau tidak lengkap,mencegah dan mendeteksi kecurangan sistem yang kuat membuat peluang orang melakukan penyalahgunaan wewenang jadi lebih kecil, melindungi aset perusahaan contohnya, uang atau barang tidak mudah hilang karena ada pengawasan yang baik, meningkatkan efisiensi operasional – Proses yang jelas membuat pekerjaan lebih teratur dan tidak membuang sumber daya, serta menjaga kepatuhan aturan perusahaan jadi lebih taat pada peraturan yang berlaku sehingga risiko sanksi bisa berkurang.

3. Pengendalian intern dan auditing punya hubungan yang erat karena auditor menguji efektivitas pengendalian intern saat melakukan audit. Oleh karena itu, auditor tidak hanya memeriksa angka di laporan keuangan, tetapi juga menilai seberapa efektif sistem pengendalian intern perusahaan bekerja. Jika sistem pengendalian intern kuat, auditor bisa mengandalkan sebagian bukti dari kontrol tersebut dan fokus pada area lain yang lebih berisiko. Sebaliknya, jika pengendalian intern lemah, auditor harus melakukan pemeriksaan lebih mendalam dan lebih banyak prosedur audit.

4. Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal
Audit Internal
•Dilakukan oleh tim internal perusahaan.
•Bertujuan membantu manajemen memperbaiki sistem dan proses kerja.
•Fokus pada evaluasi operasional dan efektivitas pengendalian internal.
•Laporan hasil audit ditujukan kepada manajemen perusahaan.
•Dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan perusahaan.

Audit Eksternal
•Dilakukan oleh auditor independen dari luar perusahaan.
•Bertujuan memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan.
•Fokus pada penilaian apakah laporan keuangan sudah sesuai standar akuntansi.
•Laporan hasil audit ditujukan kepada pemegang saham, investor, dan regulator.
•Biasanya dilakukan secara tahunan atau sesuai ketentuan yang berlaku.