Telaah jurnal

Telaah jurnal

Number of replies: 23

Tuliskan pandangan-pandangan dan pendapat anda kaitannya dengan isi artikel jurnal tentang pengendalian internal di atas.

In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Adea Aprilia -
Nama : Adea Aprilia
NPM : 2313031034

Pengendalian internal adalah aspek fundamental dalam pengelolaan perusahaan, terutama di sektor perbankan yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai bentuk penyimpangan, termasuk fraud dan korupsi. Dari jurnal dengan judul "Pengaruh Pemeriksaan Internal (Audit Intern) Terhadap Efektivitas Pengendalian Internal" membicarakan isu penting mengenai efektivitas pengendalian internal di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Sukabumi serta bagaimana peran pemeriksaan internal (audit intern) dalam memperkuat sistem tersebut. Dari sudut pandangan saya, sistem pengendalian internal yang kuat akan berperan dalam memastikan bahwa kebijakan, prosedur, dan aktivitas operasional berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Salah satu isu penting dalam jurnal ini adalah bahwa pemeriksaan internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal. Hal ini menunjukkan bahwa meski audit internal berperan penting dalam meningkatkan efektivitas sistem pengendalian internal, terdapat faktor lain yang turut memengaruhi kinerja pengendalian internal suatu organisasi. Pandangan ini sejalan dengan konsep bahwa pengendalian internal bukan hanya bergantung pada pengawasan internal semata, tetapi juga pada aspek lain seperti budaya organisasi, penerapan teknologi informasi, serta kualitas dan integritas sumber daya manusia di dalamnya.

Jika dilihat dari segi penerapan, pengendalian internal harus mampu mendeteksi, mencegah, dan merespons potensi risiko yang dapat merugikan perusahaan. Jurnal ini menyoroti contoh konkret mengenai kasus pencucian uang dan korupsi yang terjadi di salah satu cabang Bank Rakyat Indonesia, yang melibatkan beberapa pegawai internal. Kasus tersebut menunjukkan bahwa lemahnya sistem pengendalian internal dapat membuka celah bagi tindakan kejahatan keuangan yang merugikan perusahaan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan. Dengan demikian, penguatan sistem pengendalian internal tidak boleh hanya bersifat formalitas, tetapi harus benar-benar diterapkan dengan disiplin dan komitmen penuh dari seluruh elemen organisasi.

Selain itu, efektivitas pengendalian internal juga sangat bergantung pada independensi dan kompetensi auditor internal. Auditor internal harus memiliki kewenangan yang cukup untuk menjalankan tugasnya secara objektif tanpa adanya intervensi dari pihak manajemen. Dalam banyak kasus, tekanan dari pimpinan perusahaan dapat melemahkan fungsi pengawasan internal, sehingga auditor tidak dapat bekerja secara optimal dalam mengidentifikasi dan menindaklanjuti potensi risiko. Oleh karena itu, struktur organisasi harus memastikan bahwa unit pemeriksaan internal memiliki posisi yang independen dan dilengkapi dengan sumber daya yang memadai untuk menjalankan tugasnya.

Jadi dapat saya simpulkan bahwa, jurnal ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami peran audit internal dalam pengendalian internal, terutama di sektor perbankan. Tetapi, penelitian ini juga mengindikasikan bahwa masih ada faktor lain di luar audit internal yang berpengaruh terhadap efektivitas pengendalian internal. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas sistem pengendalian internal, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan kebijakan manajemen risiko, penerapan teknologi informasi yang lebih canggih, serta membangun budaya kepatuhan yang kuat di dalam organisasi. Dengan cara ini, perusahaan dapat memastikan bahwa sistem pengendalian internal benar-benar berfungsi sebagai mekanisme yang melindungi aset perusahaan, meningkatkan transparansi, serta menjaga integritas dalam operasionalnya.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM : 2313031044

Menurut saya, isi jurnal tersebut menunjukkan bahwa pengendalian internal di perusahaan, khususnya di perbankan, memang tidak bisa dipisahkan dari peran audit internal. Dari penelitian yang dilakukan di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Sukabumi, terlihat bahwa audit intern berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal, dengan kontribusi sebesar 34,6%. Artinya, semakin baik pelaksanaan audit internal, maka semakin baik juga sistem pengendalian internal di perusahaan tersebut.

Audit internal itu bisa dibilang seperti “mata dan telinga” manajemen. Pimpinan perusahaan kan tidak mungkin mengawasi semua aktivitas secara langsung setiap hari. Karena itu, dibutuhkan pihak yang bertugas mengecek apakah prosedur sudah dijalankan dengan benar, apakah ada potensi kecurangan, dan apakah aset perusahaan benar-benar aman. Contoh kasus fraud yang dibahas dalam jurnal juga jadi bukti bahwa kalau pengendalian internal lemah, dampaknya bisa besar sekali bagi perusahaan, apalagi di sektor perbankan yang mengelola dana masyarakat.

Namun menurut saya, angka
34,6% juga menunjukkan bahwa audit internal bukan satu-satunya faktor yang menentukan efektivitas pengendalian internal. Masih ada faktor lain seperti kompetensi karyawan, budaya organisasi, manajemen risiko, dan komitmen pimpinan. Jadi, walaupun audit internal penting, perusahaan juga harus memperbaiki sistem secara menyeluruh agar pengendalian internal benar-benar efektif.

Secara keseluruhan, saya setuju dengan hasil penelitian dalam jurnal tersebut, karena secara teori maupun praktik, audit internal memang berperan besar dalam memastikan perusahaan berjalan dengan tertib, transparan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Zulfaa Salsabillah -
Nama : Zulfaa Salsabillah
NPM : 2313031038
Kelas : B

Artikel jurnal mengenai pengendalian internal tersebut menunjukkan bahwa audit internal memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas sistem pengendalian internal, khususnya di sektor perbankan. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menyatakan adanya pengaruh positif dan signifikan audit internal terhadap efektivitas pengendalian internal dengan kontribusi sebesar 34,6%. Temuan tersebut memperkuat pemahaman bahwa audit internal bukan sekadar fungsi administratif, melainkan instrumen strategis dalam menjaga kepatuhan, transparansi, serta keamanan aset perusahaan.

Dalam pandangan saya, relevansi penelitian ini sangat kuat mengingat sektor perbankan merupakan industri yang memiliki tingkat risiko operasional dan potensi kecurangan yang tinggi. Kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama operasional bank, sehingga sistem pengendalian internal yang efektif adalah suatu keharusan. Audit internal berperan sebagai mekanisme pengawasan yang membantu manajemen dalam memastikan bahwa prosedur telah dijalankan sesuai standar serta mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.

Namun demikian, angka kontribusi sebesar 34,6% juga menunjukkan bahwa audit internal bukan satu-satunya faktor yang menentukan efektivitas pengendalian internal. Masih terdapat faktor lain yang memengaruhi, seperti kualitas sumber daya manusia, budaya organisasi, sistem manajemen risiko, serta komitmen pimpinan terhadap tata kelola yang baik. Oleh karena itu, peningkatan efektivitas pengendalian internal seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, bukan hanya dengan memperkuat fungsi audit internal.

Secara keseluruhan, saya berpendapat bahwa artikel ini berhasil menunjukkan pentingnya audit internal dalam sistem pengendalian perusahaan. Akan tetapi, penguatan tata kelola organisasi tetap memerlukan sinergi berbagai elemen agar pengendalian internal dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Fajriyatur Rohmah 2313031048 -
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 2313031048
Kelas: 2023B


Berdasarkan artikel jurnal tersebut, berikut adalah pandangan dan analisis saya mengenai pentingnya pemeriksaan internal terhadap efektivitas pengendalian di sebuah perusahaan, khususnya perbankan:

1. Audit Internal Bukan Sekadar "Tukang Periksa"
Banyak orang mengira auditor internal hanya datang untuk mencari kesalahan. Padahal, artikel ini menjelaskan bahwa peran mereka jauh lebih strategis. Mereka hadir untuk membantu pimpinan perusahaan (manajemen) yang tidak mungkin mengawasi ribuan transaksi setiap hari secara langsung. Dengan adanya audit internal yang baik, manajemen mendapatkan kepastian bahwa aturan perusahaan benar-benar dijalankan oleh karyawan.

2. Benteng Pertahanan dari Kecurangan (Fraud)
Artikel ini menyoroti kasus nyata yang cukup besar, yaitu korupsi Rp34,5 miliar di BRI Cabang Jakarta Selatan. Ini membuktikan bahwa tanpa pengendalian yang kuat, oknum karyawan bisa memanfaatkan celah (modus operandi) untuk mencuri aset perusahaan. Pesan moralnya sederhana: Sistem yang canggih sekalipun bisa jebol jika pengawasannya lemah.

3. Bukti Nyata Secara Statistik
Hasil penelitian ini memberikan angka yang menarik untuk kita pahami:
- Ada Pengaruh Positif: Secara teknis, setiap kali kualitas pemeriksaan internal ditingkatkan, maka efektivitas pengendalian perusahaan juga akan ikut naik.
- Angka 34,6%: Audit internal menyumbang sekitar 34,6% terhadap keberhasilan pengendalian di bank tersebut.
- Faktor Lain (65,4%): Ini yang sering terlupakan. Meski audit internal penting, sisanya (lebih dari setengahnya) ditentukan oleh faktor lain seperti budaya kerja, manajemen risiko, dan kejujuran masing-masing individu.

4. Komponen Penting Pengendalian
Agar sebuah perusahaan aman, artikel menyebutkan ada lima unsur yang harus dijaga (sering disebut kerangka COSO):
- Lingkungan Pengendalian: Suasana kerja yang disiplin.
- Penaksiran Risiko: Memetakan di mana saja potensi pencurian atau kesalahan bisa terjadi.
- Aktivitas Pengendalian: Kebijakan atau aturan main yang jelas.
- Informasi & Komunikasi: Laporan keuangan yang akurat dan jujur.
- Pemantauan: Pengawasan terus-menerus agar tidak ada yang melanggar.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Qonita Nurul Izzah 2313031042 -
Nama: Qonita Nurul Izzah
NPM: 2313031042

1. Relevansi Topik dengan Kondisi Nyata
Penelitian ini mengangkat topik yang sangat relevan dengan dunia bisnis dan perbankan saat ini. Kasus kecurangan di BRI Cabang Jakarta Selatan yang disebutkan dalam latar belakang merupakan bukti nyata bahwa lemahnya pengendalian internal dapat berdampak fatal pada reputasi dan keuangan perusahaan. Menurut saya, pemilihan topik ini tepat karena sektor perbankan sangat bergantung pada kepercayaan publik, sehingga efektivitas pengendalian internal menjadi faktor krusial yang harus dijaga.

2. Kesesuaian Landasan Teori
Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini sudah cukup kuat dan relevan. Penulis mengutip pendapat para ahli seperti Agoes (2013), Hery (2013), dan IBK. Bayangkara (2010) yang merupakan referensi terpercaya di bidang auditing dan pengendalian internal. Menurut saya, kombinasi teori dari berbagai sumber ini memberikan fondasi yang kokoh bagi penelitian, meskipun masih terbuka peluang untuk memperkaya dengan perspektif dari standar profesional seperti Standar Profesional Audit Internal yang dikeluarkan oleh The Institute of Internal Auditors (IIA).

3. Metodologi Penelitian
Dari sisi metodologi, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat uji statistik yang memadai, seperti uji validitas, reliabilitas, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Penggunaan SPSS 23 sebagai alat analisis juga menunjukkan upaya penulis untuk menghasilkan temuan yang terukur dan objektif.

Namun, menurut saya, terdapat beberapa catatan:

-Sampel Penelitian: Penelitian hanya dilakukan di satu kantor cabang (Sukabumi), sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh cabang BRI di Indonesia. Sebaiknya penelitian serupa dilakukan dengan cakupan yang lebih luas untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

-Variabel Penelitian: Koefisien determinasi hanya 34,6%, yang berarti masih banyak faktor lain (65,4%) yang mempengaruhi efektivitas pengendalian internal. Menurut saya, penulis sebaiknya memperluas model penelitian dengan memasukkan variabel lain seperti komitmen manajemen puncak, budaya organisasi, kompetensi auditor internal, atau penerapan teknologi informasi, karena faktor-faktor tersebut juga sangat menentukan efektivitas pengendalian internal.

4. Hasil Penelitian dan Interpretasi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal dengan t hitung (4,050) > t tabel (1,695) dan signifikansi 0,000. Temuan ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang disebutkan, seperti penelitian Miraceti (2011) dan Handryanto (2015).

Menurut saya, temuan ini memberikan pesan penting bahwa audit intern bukan sekadar formalitas, melainkan fungsi strategis yang berkontribusi nyata dalam menjaga efektivitas pengendalian internal. Namun, kontribusi sebesar 34,6% juga mengindikasikan bahwa efektivitas pengendalian internal tidak hanya bergantung pada audit intern, tetapi juga pada faktor-faktor lain yang tidak kalah pentingnya.

5. Implikasi Praktis
Penelitian ini memiliki implikasi praktis yang berharga bagi manajemen perusahaan, terutama di sektor perbankan:

-Penguatan Fungsi Audit Intern: Manajemen perlu memberikan posisi yang independen dan sumber daya yang memadai bagi fungsi audit intern agar dapat menjalankan perannya secara optimal.

-Kolaborasi dengan Manajemen Risiko: Audit intern dan manajemen risiko sebaiknya bekerja sama secara sinergis untuk menciptakan sistem pengendalian yang lebih kuat.

-Pengembangan Kompetensi Auditor: Auditor internal perlu terus meningkatkan kompetensi, terutama dalam hal pemahaman risiko bisnis, teknologi informasi, dan ketentuan regulasi yang terus berkembang.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Nur Ayu Dila 2313031055 -
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Berdasarkan jurnal Pengaruh Pemeriksaan Internal (Audit Intern) terhadap Efektivitas Pengendalian Internal, dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas serta transparansi operasional perusahaan, khususnya di sektor perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal dengan kontribusi sebesar 34,6%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa audit internal berperan dalam membantu perusahaan memperkuat sistem pengendalian serta mengurangi risiko kesalahan dan kecurangan.

Menurut saya, audit internal tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga sebagai sarana evaluasi dan perbaikan sistem dalam organisasi. Auditor internal dapat membantu manajemen dalam mengidentifikasi kelemahan, memberikan rekomendasi, serta meningkatkan efisiensi dan kepatuhan terhadap kebijakan yang berlaku. Dengan demikian, audit internal memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasional dan menjaga kualitas pengendalian internal dalam perusahaan.

Namun demikian, efektivitas pengendalian internal tidak hanya dipengaruhi oleh audit internal saja. Faktor lain seperti budaya organisasi, kepemimpinan, serta sistem manajemen juga turut berperan dalam menentukan keberhasilan pengendalian internal. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara audit internal dan manajemen agar sistem pengendalian internal dapat berjalan secara optimal, sehingga mampu mencegah terjadinya kecurangan dan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Nela Amelia -
Nama : Nela Amelia
NPM : 2313031050

Berdasarkan jurnal yang berjudul pengaruh pemeriksaan internal (audit intern) terhadap efektivitas pengendalian internal tersebut, dapat disimpulkan bahwa setiap perusahaan globalisasi saat ini, akan banyak permasalahan dan kendala yang harus
dihadapi. Keadaan tersebut menuntut para pemimpin atau manajemen perusahaan untuk dapat
mengelola kegiatan perusahaannya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pimpinan dan pihak manajemen berkewajiban untuk dapat mengelola perusahaannya dengan sebaik-baiknya, meskipun pada umumnya segala kegiatan perusahaan tidak dapat diawasi secara langsung oleh pimpinan dan manajer, karena itu para pimpinan dan pihak manajer harus mendelegasikan sebagian tugas, wewenang dan tanggung jawabnya kepada pihak lain. Oleh karena itu, pimpinan dan pihak manajemen memerlukan pengawasan atau pemeriksaan internal dalam usaha meningkatkan pengendalian internal perusahaan yang efektif dan efisien. Penerapan pengendalian internal ini sangat penting karena digunakan perusahaan untuk mengarahkan kegiatan operasional perusahaan, mencegah penyalahgunaan sistem yang diterapkan, dan melindungi asset yang dimiliki perusahaan. Pemeriksaan intern harus mempunyai kedudukan khusus dalam struktur organisasi perusahaan agar pemeriksaan internal terbebas dan objektif dalam me- review dan menilai berbagai kerja sistem, prosedur dan catatan perusahaan. Pemeriksaan intern timbul karena adanya keterbatasan pimpinan atau manajemen dalam melakukan pengendalian secara langsung. Secara umum pemeriksaan intern dalam melaksanakan tugasnya harus independen yang mana membantu manajemen dalam mencapai operasi dan administrasi perusahaan yang efektif dan efisien.
Terdapat lima komponen dari struktur pengendalian intern antara lain: lingkungan pengendalian, penaksiran risiko, aktivitas pengendalian, informasi & komunikasi, serta pemantauan. Dengan adanya pemeriksaan internal (audit intern) yang baik maka akan meningkatkan pula efektivitas pengendalian internal bank. Hal tersebut karena pemeriksaan internal (audit intern) dilakukan guna mengevaluasi kecukupan, efisiensi, efektivitas manajemen risiko, pengendalian dan proses tata kelola bank, sehingga dapat mendorong peningkatan pengendalian internal secara berkesinambungan.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Irenius Juni Nugroho 2313031032 -
Nama : Irenius Juni Nugroho
NPM : 2313031032
Kelas : 2023 B

Berdasarkan artikel jurnal terlampir dapat diperoleh kesimpulan bahwa Pemeriksaan Internal (Audit Intern) berpengaruh secara positif signifikan terhadap Efektivitas Pengendalian Internal PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Sukabumi. Kesimpulan ini diperoleh dari perhitungan statistik antara Pengaruh Pemeriksaan Internal (Audit Intern) sebagai variabel x dan Efektivitas Pengendalian Internal sebagai variabel y. Menurut pendapat saya, pemeriksaan internal memiliki pengaruh terhadap peningkatan efektivitas suatu organisasi karena audit internal digunakan untuk mengevaluasi efisiensi, kecukupan, efektifitas manajemen resiko, pengendalian, serta tata kelola sebuah organisasi. Peningkatan efektivitas ini berkaitan dengan pengendalian internal karena berkaitan dengan pencegahan terjadinya penyimpangan, pemborosan, penyelewengan, hambatan, kesalahan, dan kegagalan dalam mencapai tujuan dan pelaksanaan tugas organisasi sedini mungkin; serta digunakan perusahaan untuk mengarahkan kegiatan operasional perusahaan, mencegah penyalahgunaan sistem yang diterapkan, dan melindungi asset yang dimiliki perusahaan. Pengendalian internal yang baik akan berdampak pada efektivitas sebuah entitas. Selanjutnya perlu kita lihat hubungan antara pengendalian internal dan auditing dimana untuk mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung pendapat yang diberikannya membutuhkan hasil pemahaman dan evaluasi dari pengendalian internal perusahaan. Jika auditor menyimpulkan bahwa pengendalian intern tidak berjalan efektif, maka auditor harus memperluas scope auditnya pada waktu melakukan substantive tes, yaitu dengan cara pada waktu mengirim konfirmasi piutang, jumlah konfirmasi yang dikirimkan harus lebih banyak; dan pada waktu melakukan observasi atas stock opname,tes atas perhitungan fisik persediaan harus lebih banyak. Begitu pula sebaliknya. Oleh sebab itu, pemeriksaan internal akan berpengaruh pada efektivitas pengendalian internal dari suatu entitas.

Terimakasih Bu.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Bagas Muhamad Satria -
Nama : Bagas Muhamad Satria
NPM : 2313031037

Secara teoritis, Audit internal merupakan kegiatan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan untuk menilai kepatuhan terhadap kebijakan, prosedur, serta peraturan yang berlaku. Audit internal juga berfungsi untuk memberikan rekomendasi perbaikan kepada manajemen. Sementara itu, pengendalian internal didefinisikan sebagai seperangkat kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk melindungi aset perusahaan, menjamin keandalan informasi, serta memastikan kepatuhan terhadap hukum dan kebijakan manajemen . Dengan demikian, hubungan antara audit internal dan pengendalian internal sangat erat, karena audit internal berperan dalam mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian tersebut.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 33 responden yang merupakan karyawan bagian audit internal. Teknik analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta analisis regresi linear sederhana. Penggunaan metode ini sudah cukup tepat karena sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel, yakni audit internal sebagai variabel independen dan efektivitas pengendalian internal sebagai variabel dependen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal. Hal ini dibuktikan melalui nilai uji t sebesar 4,050 yang lebih besar dari t tabel 1,695 serta nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 . Selain itu, koefisien determinasi sebesar 34,6% menunjukkan bahwa audit internal memberikan kontribusi terhadap efektivitas pengendalian internal sebesar 34,6%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik pelaksanaan audit internal, maka semakin efektif pula sistem pengendalian internal dalam suatu organisasi.

Dari segi kelebihan, penelitian ini memiliki beberapa nilai positif. Pertama, penelitian ini menggunakan data empiris yang diperoleh langsung dari objek penelitian sehingga hasilnya cukup relevan dengan kondisi nyata di lapangan. Kedua, analisis statistik yang digunakan cukup lengkap dan mendukung kesimpulan penelitian. Ketiga, penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai pentingnya audit internal dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal, khususnya di sektor perbankan.

Kelemahan dalam penelitian ini adalah salah satunya adalah keterbatasan jumlah sampel yang hanya 33 responden, sehingga hasil penelitian kurang dapat digeneralisasikan secara luas. Selain itu, nilai koefisien determinasi yang hanya 34,6% menunjukkan bahwa masih banyak faktor lain yang mempengaruhi efektivitas pengendalian internal, seperti kompetensi auditor, sistem manajemen risiko, serta budaya organisasi, namun tidak dibahas secara mendalam dalam penelitian ini.

Secara kritis, penelitian ini menunjukkan bahwa audit internal memang berperan penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan efektivitas pengendalian internal. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan faktor lain seperti kualitas sumber daya manusia, teknologi informasi, serta komitmen manajemen dalam menerapkan sistem pengendalian yang baik. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sampel yang lebih besar dan metode yang lebih variatif agar hasil yang diperoleh lebih komprehensif.

Kesimpulannya, penelitian ini berhasil membuktikan bahwa audit internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal. Meskipun demikian, pengaruh tersebut masih terbatas, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih holistik dalam meningkatkan sistem pengendalian internal perusahaan. Dengan demikian, audit internal dapat berfungsi secara optimal sebagai alat pengawasan dan peningkatan kinerja organisasi.


In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Eri Zenta Zikra Birama Putri -
Nama: Eri Zenta Zikra Birama Putri
NPM: 2313031040

Berdasarkan isi artikel jurnal tersebut, menurut saya pengendalian internal merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan dan kesehatan suatu organisasi, khususnya pada sektor perbankan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Artikel ini menunjukkan bahwa keberadaan audit internal tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga sebagai mekanisme evaluasi yang membantu manajemen memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai prosedur dan kebijakan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal memperkuat konsep bahwa sistem pengendalian tidak akan berjalan optimal tanpa fungsi pengawasan yang independen. Audit internal berperan sebagai “early warning system” yang mampu mendeteksi potensi kesalahan, kecurangan, maupun kelemahan sistem sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi organisasi. Fenomena kasus kecurangan perbankan yang diangkat dalam jurnal juga menjadi bukti nyata bahwa lemahnya pengendalian internal sering kali disebabkan oleh kurang efektifnya fungsi audit internal. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan pengendalian internal tidak hanya bergantung pada adanya prosedur atau kebijakan tertulis, tetapi juga pada kualitas pelaksanaan, kompetensi auditor, serta independensi dalam melakukan pemeriksaan. Namun demikian, kontribusi audit internal sebesar 34,6% terhadap efektivitas pengendalian internal menandakan bahwa masih terdapat faktor lain yang sangat berpengaruh, seperti budaya organisasi, kepemimpinan manajemen, sistem manajemen risiko, teknologi informasi, serta integritas sumber daya manusia. Artinya, audit internal bukan satu-satunya solusi, melainkan bagian dari sistem tata kelola perusahaan yang terintegrasi.

Dari perspektif praktik manajemen modern, saya melihat bahwa peran audit internal saat ini telah mengalami transformasi. Auditor internal tidak lagi hanya berfungsi sebagai pemeriksa kesalahan (watchdog), tetapi juga sebagai mitra strategis manajemen (consultant and advisor) dalam meningkatkan efisiensi operasional dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Selain itu, pentingnya kedudukan independen audit internal dalam struktur organisasi sebagaimana dijelaskan dalam jurnal. Tanpa independensi, auditor internal berpotensi mengalami konflik kepentingan sehingga hasil audit menjadi kurang objektif. Oleh karena itu, dukungan manajemen puncak dan komitmen organisasi menjadi faktor kunci keberhasilan pengendalian internal. Secara keseluruhan, saya dapat menyimpulkan bahwa artikel jurnal ini memberikan pemahaman bahwa efektivitas pengendalian internal tidak hanya dibangun melalui sistem, tetapi melalui kombinasi antara audit internal yang kuat, manajemen risiko yang baik, serta budaya organisasi yang menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas. Dengan pengendalian internal yang efektif, organisasi dapat meningkatkan kepercayaan publik, meminimalkan risiko fraud, serta mencapai tujuan perusahaan secara efisien dan berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Muhammad Jibril Ramadhan 2313031045 -
Nama : Muhammad Jibril Ramadhan
NPM : 2313031045

Pengendalian internal adalah aspek fundamental dalam pengelolaan perusahaan, terutama di sektor perbankan yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai bentuk penyimpangan, termasuk fraud dan korupsi. Dari jurnal dengan judul "Pengaruh Pemeriksaan Internal (Audit Intern) Terhadap Efektivitas Pengendalian Internal" membicarakan isu penting mengenai efektivitas pengendalian internal di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Sukabumi serta bagaimana peran pemeriksaan internal (audit intern) dalam memperkuat sistem tersebut. Dari sudut pandangan saya, sistem pengendalian internal yang kuat akan berperan dalam memastikan bahwa kebijakan, prosedur, dan aktivitas operasional berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Salah satu isu penting dalam jurnal ini adalah bahwa pemeriksaan internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal. Hal ini menunjukkan bahwa meski audit internal berperan penting dalam meningkatkan efektivitas sistem pengendalian internal, terdapat faktor lain yang turut memengaruhi kinerja pengendalian internal suatu organisasi. Pandangan ini sejalan dengan konsep bahwa pengendalian internal bukan hanya bergantung pada pengawasan internal semata, tetapi juga pada aspek lain seperti budaya organisasi, penerapan teknologi informasi, serta kualitas dan integritas sumber daya manusia di dalamnya.

Jika dilihat dari segi penerapan, pengendalian internal harus mampu mendeteksi, mencegah, dan merespons potensi risiko yang dapat merugikan perusahaan. Jurnal ini menyoroti contoh konkret mengenai kasus pencucian uang dan korupsi yang terjadi di salah satu cabang Bank Rakyat Indonesia, yang melibatkan beberapa pegawai internal. Kasus tersebut menunjukkan bahwa lemahnya sistem pengendalian internal dapat membuka celah bagi tindakan kejahatan keuangan yang merugikan perusahaan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan. Dengan demikian, penguatan sistem pengendalian internal tidak boleh hanya bersifat formalitas, tetapi harus benar-benar diterapkan dengan disiplin dan komitmen penuh dari seluruh elemen organisasi.

Selain itu, efektivitas pengendalian internal juga sangat bergantung pada independensi dan kompetensi auditor internal. Auditor internal harus memiliki kewenangan yang cukup untuk menjalankan tugasnya secara objektif tanpa adanya intervensi dari pihak manajemen. Dalam banyak kasus, tekanan dari pimpinan perusahaan dapat melemahkan fungsi pengawasan internal, sehingga auditor tidak dapat bekerja secara optimal dalam mengidentifikasi dan menindaklanjuti potensi risiko. Oleh karena itu, struktur organisasi harus memastikan bahwa unit pemeriksaan internal memiliki posisi yang independen dan dilengkapi dengan sumber daya yang memadai untuk menjalankan tugasnya.

Jadi dapat saya simpulkan bahwa, jurnal ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami peran audit internal dalam pengendalian internal, terutama di sektor perbankan. Tetapi, penelitian ini juga mengindikasikan bahwa masih ada faktor lain di luar audit internal yang berpengaruh terhadap efektivitas pengendalian internal. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas sistem pengendalian internal, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan kebijakan manajemen risiko, penerapan teknologi informasi yang lebih canggih, serta membangun budaya kepatuhan yang kuat di dalam organisasi. Dengan cara ini, perusahaan dapat memastikan bahwa sistem pengendalian internal benar-benar berfungsi sebagai mekanisme yang melindungi aset perusahaan, meningkatkan transparansi, serta menjaga integritas dalam operasionalnya.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by aprilia irawati -
NAMA : APRILIA IRAWATI
NMP : 2213031071

Jurnal ini membahas tentang pengaruh pemeriksaan internal (audit intern) terhadap efektivitas pengendalian internal pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Sukabumi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengendalian internal dalam mencegah kecurangan (fraud) dan menjaga aset perusahaan.

Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 33 karyawan yang terkait dengan fungsi audit internal. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 4,050 yang lebih besar dari t tabel 1,695 serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Besarnya pengaruh audit internal terhadap efektivitas pengendalian internal adalah 34,6%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.

Kesimpulannya, semakin baik pelaksanaan audit internal, maka semakin meningkat efektivitas pengendalian internal dalam perusahaan, meskipun masih terdapat faktor lain yang juga berperan.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Rika Rahayu -
Nama: Rika Rahayu
NPM: 2313031052

Menurut saya, penelitian dalam jurnal ini menunjukkan adanya hubungan antara audit internal dan efektivitas pengendalian internal, serta didukung oleh hasil uji statistik yang signifikan. Namun, besarnya pengaruh audit internal yang hanya 34,6% menunjukkan bahwa variabel tersebut bukan satu-satunya faktor yang menentukan efektivitas pengendalian internal. Masih terdapat faktor lain yang kemungkinan memiliki pengaruh lebih besar, tetapi tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Selain itu, keterbatasan penelitian yang hanya dilakukan pada satu objek dengan jumlah sampel yang relatif kecil juga menjadi kelemahan, karena hasilnya kurang dapat digeneralisasikan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini sudah relevan dan sesuai dengan teori, tetapi masih perlu pengembangan lebih lanjut agar memberikan gambaran yang lebih komprehensif.

In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Dyah Wulan -
Nama : Dyah Wulan Handayani
NPM : 2313031033

Berdasarkan isi jurnal yang membahas tentang pengaruh pemeriksaan internal terhadap efektivitas pengendalian internal pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Sukabumi, saya berpandangan bahwa peran audit internal sangat vital dalam menjaga kualitas dan integritas sistem pengendalian internal suatu organisasi, terutama di sektor perbankan yang sangat rawan terhadap risiko fraud dan penyalahgunaan aset. Jurnal ini menunjukkan secara empiris bahwa pemeriksaan internal memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal, meskipun kontribusinya hanya sebesar 34,6%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menguatkan pandangan bahwa audit internal tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga sebagai bagian dari proses peningkatan tata kelola dan manajemen risiko yang berkelanjutan. Saya setuju bahwa keberadaan audit internal yang independen, kompeten, dan sistematis menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengendalian internal yang efektif, terlebih lagi di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi saat ini.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Lilin Ratnasari -
Nama: Lilin Ratnasari
NPM: 2313031056

Menurut saya, artikel jurnal ini cukup relevan karena menunjukkan bahwa pemeriksaan internal (audit intern) memang memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal perusahaan, khususnya pada sektor perbankan yang sangat rentan terhadap fraud dan penyalahgunaan wewenang. Peneliti juga berhasil membuktikan secara statistik bahwa audit intern berpengaruh positif signifikan terhadap pengendalian internal. Namun, saya melihat masih ada beberapa hal yang dapat dikritisi. Pertama, kontribusi audit intern hanya sebesar 34,6%, artinya masih banyak faktor lain yang lebih besar pengaruhnya terhadap efektivitas pengendalian internal, seperti kualitas SDM, budaya organisasi, teknologi informasi, dan manajemen risiko. Jadi, perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan audit internal saja.
Kedua, penelitian ini hanya menggunakan sampel 33 responden di satu kantor cabang BRI sehingga hasilnya kurang luas untuk digeneralisasikan ke seluruh perbankan di Indonesia. Akan lebih baik jika penelitian dilakukan di beberapa cabang atau bank berbeda agar hasilnya lebih kuat.

Selain itu, menurut saya pembahasan mengenai kasus fraud di pendahuluan sudah tepat karena menunjukkan bahwa lemahnya pengendalian internal dapat menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap bank. Oleh karena itu, auditor internal harus benar-benar independen dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan pemahaman bahwa audit intern bukan hanya formalitas, tetapi menjadi alat penting untuk menjaga efektivitas pengendalian internal dan mencegah terjadinya kecurangan dalam perusahaan.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Zahra Syafitri T. -
Nama : Zahra Syafitri Tunnisa
NPM : 2313031035

Menurut saya, isi jurnal ini sangat penting karena menjelaskan bahwa audit internal memiliki peran besar dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal perusahaan, terutama di bidang perbankan. Dengan adanya audit internal, perusahaan dapat mengawasi kegiatan operasional agar berjalan sesuai aturan dan dapat mencegah terjadinya kecurangan atau fraud. Saya setuju dengan pendapat penulis bahwa lemahnya pengendalian internal dapat menyebabkan penyalahgunaan wewenang dan kerugian perusahaan. Oleh karena itu, auditor internal harus bekerja secara independen, teliti, dan profesional agar mampu menemukan kesalahan maupun risiko yang dapat merugikan perusahaan.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa audit internal berpengaruh positif terhadap efektivitas pengendalian internal sebesar 34,6%. Menurut saya, hal ini membuktikan bahwa audit internal memang penting, walaupun masih ada faktor lain yang juga memengaruhi efektivitas pengendalian internal, seperti manajemen risiko dan kualitas karyawan. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan pemahaman bahwa perusahaan membutuhkan sistem audit internal yang baik agar kegiatan perusahaan dapat berjalan lebih aman, efektif, dan terhindar dari kecurangan.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Igha Mawardhani -
Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043

Menurut pendapat saya, isi jurnal tersebut menunjukkan bahwa pengendalian internal memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keamanan, efektivitas, dan keberlangsungan suatu perusahaan, khususnya di bidang perbankan. Jurnal ini menjelaskan bahwa lemahnya pengendalian internal dapat menyebabkan terjadinya kecurangan (fraud), seperti kasus pencucian uang dan penyalahgunaan kredit di Bank BRI yang dijadikan contoh dalam penelitian.

Saya setuju dengan pendapat penulis bahwa audit internal sangat dibutuhkan untuk membantu manajemen dalam mengawasi jalannya kegiatan perusahaan. Audit internal tidak hanya memeriksa laporan keuangan, tetapi juga mengevaluasi apakah sistem pengendalian perusahaan sudah berjalan efektif atau belum. Dengan adanya audit internal yang baik, perusahaan dapat lebih mudah mendeteksi kesalahan, mencegah penyalahgunaan wewenang, dan melindungi aset perusahaan.

Selain itu, menurut saya hasil penelitian dalam jurnal ini cukup relevan karena membuktikan bahwa pemeriksaan internal berpengaruh positif terhadap efektivitas pengendalian internal. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan audit internal terhadap efektivitas pengendalian internal sebesar 34,6%. Artinya, semakin baik pelaksanaan audit internal, maka semakin baik pula sistem pengendalian dalam perusahaan.

Saya juga berpendapat bahwa pengendalian internal sangat penting di era sekarang karena perusahaan menghadapi risiko yang semakin besar, baik dari kesalahan manusia, penyalahgunaan teknologi, maupun tindakan fraud. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki sistem pengendalian yang kuat serta auditor internal yang independen, jujur, dan profesional agar tujuan perusahaan dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan pemahaman bahwa audit internal dan pengendalian internal memiliki hubungan yang sangat erat. Audit internal menjadi alat penting untuk menilai, memperbaiki, dan meningkatkan efektivitas pengendalian internal sehingga perusahaan dapat berjalan lebih aman, transparan, dan terpercaya.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Elsa Triananda -
NAMA : ELSA TRIANANDA
NPM :2313031053

Menurut pendapat saya, jurnal ini menjelaskan bahwa pengendalian internal merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga efektivitas dan keamanan operasional perusahaan, khususnya pada sektor perbankan. Artikel tersebut memperlihatkan bahwa lemahnya pengendalian internal dapat memicu terjadinya kecurangan fraud, sehingga perusahaan membutuhkan sistem pengawasan yang baik agar aktivitas operasional berjalan sesuai prosedur.

Saya juga menilai bahwa audit internal memiliki peran besar dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal perusahaan. Auditor internal tidak hanya berfungsi memeriksa laporan keuangan, tetapi juga membantu manajemen dalam mengevaluasi risiko serta memastikan kebijakan perusahaan telah dijalankan dengan baik. Dengan adanya audit internal yang profesional dan independen, potensi kesalahan maupun penyimpangan dapat dideteksi lebih awal.

Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal memberikan pengaruh positif terhadap efektivitas pengendalian internal sebesar 34,6%. Menurut saya, hasil tersebut membuktikan bahwa audit internal berkontribusi cukup besar dalam mendukung sistem pengendalian perusahaan, walaupun masih terdapat faktor lain yang turut memengaruhi efektivitas pengendalian internal.

Secara keseluruhan, saya berpendapat bahwa perusahaan perlu terus memperkuat kualitas audit internal, baik dari segi kompetensi auditor, independensi, maupun sistem pengawasannya. Dengan pengendalian internal yang baik, perusahaan akan lebih mampu menjaga aset, meningkatkan kepercayaan publik, dan meminimalkan risiko terjadinya penyimpangan dalam kegiatan operasionalnya.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Fatria Irawan -
Nama : Fatria Irawan
NPM : 2313031036
Kelas : 2023B

Menurut pandangan saya, artikel jurnal tersebut menunjukkan bahwa pengendalian internal memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga efektivitas operasional perusahaan, khususnya di dunia perbankan. Pengendalian internal yang baik dapat membantu perusahaan mencegah terjadinya kecurangan, melindungi aset, serta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai prosedur dan tujuan perusahaan.
Saya juga berpendapat bahwa audit internal menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pengendalian internal. Auditor internal tidak hanya bertugas memeriksa laporan keuangan, tetapi juga mengevaluasi sistem, prosedur, dan manajemen risiko agar perusahaan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Hal ini sejalan dengan pendapat David Griffiths yang menyatakan bahwa internal auditing bertujuan membantu organisasi mencapai tujuannya melalui pengelolaan risiko dan pengendalian yang baik.
Selain itu, hasil penelitian dalam jurnal menunjukkan bahwa audit internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal. Menurut saya, hal ini membuktikan bahwa perusahaan yang memiliki sistem audit internal yang baik akan lebih mudah mengidentifikasi kelemahan, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan kualitas pengawasan.
Secara keseluruhan, saya berpendapat bahwa pengendalian internal dan audit internal saling berkaitan dan harus diterapkan secara maksimal agar perusahaan dapat mencapai tujuan secara efektif, menjaga kepercayaan publik, dan meminimalkan risiko terjadinya penyimpangan atau fraud.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Zulfaa Salsabillah -
NAMA : ZULFAA SALSABILLAH
NPM : 2313031038
KELAS : 2023B

Topik yang diangkat dalam penelitian ini sangat relevan, terutama dalam konteks industri perbankan yang rentan terhadap risiko kecurangan (fraud) dan penyimpangan operasional. Penggunaan kasus nyata pencucian uang di BRI Cabang Jakarta Selatan senilai Rp 34,5 miliar sebagai latar belakang memberikan pijakan empiris yang kuat dan kontekstual, menunjukkan bahwa penelitian ini tidak sekadar bersifat akademis melainkan menyentuh persoalan nyata di lapangan. Hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan audit intern terhadap efektivitas pengendalian internal dengan kontribusi sebesar 34,6% juga cukup bermakna, karena membuktikan secara statistik bahwa keberadaan fungsi audit intern bukan sekadar formalitas struktural, melainkan benar-benar berkontribusi pada penguatan sistem pengendalian di lingkungan perbankan.

Meski demikian, terdapat beberapa catatan kritis yang perlu diperhatikan. Pertama, kontribusi audit intern sebesar 34,6% berarti 65,4% efektivitas pengendalian internal masih dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti, sehingga penelitian ini terasa belum tuntas dalam menjelaskan gambaran besar persoalan. Kedua, kerangka teoritis yang digunakan masih didominasi literatur lokal tanpa menyebut secara eksplisit kerangka standar internasional seperti COSO atau standar dari Institute of Internal Auditors (IIA), padahal lima komponen pengendalian yang disebutkan jelas merujuk ke sana. Ketiga, sampel yang hanya berjumlah 33 karyawan dari satu kantor cabang membatasi kemampuan generalisasi temuan, sehingga kesimpulan penelitian sebaiknya tidak ditarik terlalu luas melampaui konteks lokasi penelitian itu sendiri.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by INTAN ROMALA SARI -
Nama: Intan Romala Sari
NPM: 2313031051

Dalam artikel jurnal yang membahas pengaruh pemeriksaan internal terhadap efektivitas pengendalian internal terdapat beberapa yaitu: 

Pertama, pentingnya peran audit internal dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal sangat jelas. Audit internal bukan hanya sekedar formalitas, tetapi merupakan alat yang penting untuk memastikan bahwa semua prosedur dan kebijakan perusahaan diikuti dengan baik. Audit internal berfungsi sebagai pengawas independen yang membantu manajemen dalam mencapai tujuan operasional. Keberadaan auditor internal sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal. Penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pemeriksaan internal dan efektivitas pengendalian internal. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan audit internal dapat berkontribusi pada peningkatan efektivitas pengendalian. Meskipun audit intern memberikan kontribusi sebesar 34,6% terhadap efektivitas pengendalian, masih terdapat 65,4% yang dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan holistik dalam pengelolaan risiko dan pengendalian.Di era globalisasi yang kompetitif, tantangan dalam pengendalian internal semakin kompleks. Manajemen harus mampu beradaptasi dan mengembangkan sistem pengendalian yang responsif terhadap perubahan. Perusahaan perlu terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem pengendalian internal dan audit. Pelatihan bagi auditor internal dan peningkatan kompetensi mereka juga sangat penting untuk mencapai efektivitas kinerja yang lebih tinggi.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Dita Silviana Putri -
Nama: Dita Silviana Putri
NPM : 313031057

Menurut saya, artikel jurnal ini memberikan pemahaman yang jelas mengenai pentingnya peran audit internal dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal suatu organisasi, khususnya pada sektor perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Sukabumi. Hal ini membuktikan bahwa semakin baik pelaksanaan audit internal, maka semakin efektif pula sistem pengendalian internal perusahaan.
Saya sependapat dengan penulis bahwa audit internal tidak hanya berfungsi untuk menemukan kesalahan atau kecurangan, tetapi juga berperan sebagai alat evaluasi dan pemberi rekomendasi bagi manajemen dalam memperbaiki sistem pengendalian. Dalam dunia bisnis yang semakin kompleks, keberadaan auditor internal sangat penting untuk membantu perusahaan mengidentifikasi risiko, menjaga kepatuhan terhadap peraturan, serta melindungi aset perusahaan dari penyalahgunaan.
Selain itu, kasus fraud yang diangkat dalam artikel menunjukkan bahwa lemahnya pengendalian internal dapat menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa fungsi audit internal berjalan secara independen, objektif, dan profesional agar mampu mendeteksi serta mencegah terjadinya penyimpangan sejak dini.
Namun demikian, saya juga melihat adanya keterbatasan dalam penelitian ini. Nilai koefisien determinasi sebesar 34,6% menunjukkan bahwa efektivitas pengendalian internal tidak hanya dipengaruhi oleh audit internal, tetapi juga oleh faktor lain seperti kompetensi sumber daya manusia, manajemen risiko, budaya organisasi, penerapan teknologi informasi, serta komitmen manajemen. Oleh karena itu, perusahaan tidak dapat hanya mengandalkan audit internal untuk menciptakan sistem pengendalian yang efektif.
Secara keseluruhan, artikel ini memberikan kontribusi yang baik dalam menunjukkan hubungan antara audit internal dan efektivitas pengendalian internal. Penelitian ini juga relevan dengan kondisi perusahaan saat ini yang menghadapi berbagai risiko operasional dan keuangan. Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa perusahaan perlu terus memperkuat fungsi audit internal sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.
In reply to First post

Re: Telaah jurnal

by Daffa Raihan shofwan Sutanto 2313031039 -

Nama:Daffa Raihan

Npm:2313031039

Artikel jurnal ini mengangkat topik yang relevan dan penting dalam konteks tata kelola keuangan perbankan, yaitu peran audit intern dalam menunjang efektivitas pengendalian internal. Fenomena kecurangan yang terjadi di BRI Cabang Jakarta Selatan yang dijadikan latar belakang penelitian cukup kuat untuk memotivasi kajian ini, karena menunjukkan bahwa lemahnya pengendalian internal bukan sekadar persoalan teknis akuntansi semata, melainkan berdampak nyata pada kerugian finansial dan reputasi institusi perbankan secara keseluruhan.

Dari sisi metodologi, penelitian ini memiliki beberapa hal yang patut diapresiasi. Penggunaan regresi linear sederhana sudah sesuai mengingat hanya terdapat satu variabel independen dan satu variabel dependen dalam model penelitian. Pengujian yang dilakukan secara berurutan mulai dari validitas, reliabilitas, normalitas, uji t, hingga koefisien determinasi sudah berjalan secara runtut dan terstandar. Hasil yang diperoleh pun menunjukkan konsistensi yang baik, di mana nilai t hitung sebesar 4,050 jauh melampaui t tabel sebesar 1,695 dengan tingkat signifikansi 0,000 yang berada di bawah ambang batas 0,05. Hal ini membuktikan secara statistik bahwa audit intern berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal.

Meskipun demikian, terdapat beberapa catatan kritis yang menurut pandangan saya perlu direnungkan lebih jauh. Pertama, nilai koefisien determinasi yang hanya sebesar 34,6 persen menunjukkan bahwa sebagian besar variasi dalam efektivitas pengendalian internal, yakni sebesar 65,4 persen, masih dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model yang digunakan. Ini bukan angka yang kecil dan seharusnya mendorong peneliti untuk menggali lebih dalam variabel-variabel dominan lainnya yang turut membentuk efektivitas pengendalian internal, bukan sekadar menyebutkannya sebagai faktor di luar penelitian tanpa pembahasan yang memadai.

Kedua, keterbatasan sampel yang hanya berjumlah 33 responden dari satu kantor cabang menjadi persoalan tersendiri dalam hal generalisasi temuan. Menarik kesimpulan yang berlaku umum untuk seluruh cabang BRI, apalagi untuk industri perbankan secara luas, menjadi sangat lemah secara logika ilmiah. Temuan yang signifikan secara statistik tidak serta-merta bermakna representatif secara kontekstual dan geografis.

Ketiga, penggunaan kuesioner sebagai satu-satunya instrumen pengumpulan data primer menyimpan risiko bias responden, terutama karena para responden adalah karyawan internal yang mungkin cenderung memberikan penilaian yang positif terhadap sistem audit intern di institusi tempat mereka bekerja. Pendekatan yang lebih ideal adalah mengombinasikannya dengan wawancara mendalam atau telaah dokumen internal sehingga data yang diperoleh lebih kaya dan dapat diverifikasi dari berbagai sudut.

Keempat, perlu dicermati bahwa regresi linear hanya menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel, bukan membuktikan kausalitas secara murni. Terdapat kemungkinan bahwa perusahaan yang sudah memiliki pengendalian internal yang kuat justru cenderung lebih banyak berinvestasi pada pengembangan fungsi audit internnya, sehingga arah hubungan yang sebenarnya bisa saja berbeda dari yang diasumsikan dalam penelitian ini.

Terlepas dari berbagai keterbatasan tersebut, pesan utama yang disampaikan artikel ini tetap bernilai dan relevan untuk praktik perbankan. Audit intern bukan sekadar formalitas organisasi yang harus dipenuhi demi kepatuhan regulasi, melainkan merupakan mekanisme substantif yang memberikan kontribusi nyata terhadap kualitas pengendalian internal. Di sektor perbankan, di mana kepercayaan publik merupakan aset paling fundamental, penguatan fungsi audit intern seharusnya menjadi bagian dari strategi manajemen yang berkelanjutan dan bukan sekadar respons terhadap tekanan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan.

Pertanyaan yang menurut saya justru lebih menarik untuk diteliti lebih lanjut adalah apakah yang lebih menentukan efektivitas pengendalian internal itu kualitas individu auditor internnya atau independensi struktural unit audit intern di dalam hierarki organisasi. Penelitian ini belum membedah dimensi tersebut, padahal jawabannya akan jauh lebih berguna bagi para praktisi dan pengambil keputusan di industri perbankan. Penelitian lanjutan dengan pendekatan kualitatif atau gabungan metode, cakupan sampel yang lebih luas, serta penambahan variabel moderasi seperti budaya organisasi dan komitmen manajemen puncak akan menghasilkan pemahaman yang jauh lebih mendalam dan komprehensif tentang dinamika pengendalian internal di perbankan Indonesia.