CASE STUDY

CASE STUDY

Number of replies: 9

Pak Doni adalah guru IPS di kelas IX SMP. Ia merasa bahwa setiap kali mengajar topik "Globalisasi dan Pengaruhnya dalam Kehidupan", siswa terlihat tidak antusias. Beberapa bahkan tidur saat pelajaran. Ia biasanya menggunakan ceramah dan membaca buku teks, kemudian memberikan soal latihan dari LKS.

Dalam forum MGMP, Pak Doni menyampaikan bahwa ia ingin mencoba sesuatu yang berbeda, agar siswa lebih terlibat dan pembelajaran menjadi menyenangkan serta bermakna. Ia mendengar banyak tentang model dan pendekatan pembelajaran seperti Project-Based Learning, Discovery Learning, dan Cooperative Learning, tapi ia bingung bagaimana memilih dan merancangnya agar sesuai dengan karakteristik IPS dan siswa di kelasnya.

 

PERTANYAAN:

  1. Berikan 2 (dua) ide kreatif mengenai model dan pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan Pak Doni untuk membuat pembelajaran IPS lebih aktif dan bermakna dalam topik “Globalisasi dan Pengaruhnya”. Jelaskan alasannya.
  2. Rancanglah satu ide pembelajaran inovatif dengan memadukan model, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran IPS yang sesuai dengan konteks kasus di atas. Ide harus mencerminkan kreativitas dalam perancangan pembelajaran.
  3. Deskripsikan bagaimana teknik evaluasi atau penilaian yang digunakan dalam rancangan Anda dapat mendorong keterlibatan dan kreativitas siswa.

In reply to First post

Re: CASE STUDY

by Resti Apriliyani -
Nama : Resti Apriliyani
NPM : 2523031007

1. Dua Ide Kreatif Model/Pendekatan Pembelajaran untuk Pak Doni
Ide 1: Project-Based Learning (PjBL) – Proyek “Jejak Globalisasi di Sekitar Kita”
Alasan Pemilihan:
a. Topik Globalisasi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga cocok untuk dieksplor melalui proyek.
b. Siswa dapat mengamati langsung dampak globalisasi di lingkungan sekitar (produk impor, gaya hidup digital, budaya populer, transportasi, makanan cepat saji, dll.).
c. PjBL mendorong siswa berpikir kritis, kolaboratif, dan menghasilkan produk nyata yang membuat pembelajaran lebih bermakna.
d. Cocok untuk karakteristik IPS yang menekankan analisis fenomena sosial.
Ide 2: Cooperative Learning – Tipe Jigsaw “Dampak Globalisasi dari Berbagai Perspektif”
Alasan Pemilihan:
a. Materi globalisasi memiliki banyak aspek: ekonomi, sosial, budaya, teknologi, politik.
b. Jigsaw membuat siswa menjadi “ahli” pada satu aspek, kemudian saling mengajarkan.
c. Pembelajaran menjadi aktif karena setiap siswa memiliki peran penting.
d. Strategi ini meningkatkan tanggung jawab, komunikasi, dan interaksi positif antar siswa.

2. Rancangan Satu Ide Pembelajaran Inovatif (Model + Pendekatan + Metode + Teknik)
1) Judul Pembelajaran: “Globalisasi dalam Kehidupanku: Investigasi, Kolaborasi, dan Aksi”
2) Model Dominan: Discovery Learning dipadukan dengan Cooperative Learning
3) Pendekatan: Saintifik (5M): Mengamati – Menanya – Mencoba – Menalar – Mengomunikasikan
4) Metode Pembelajaran:
a. Diskusi kelompok kecil
b. Studi kasus
c. Eksplorasi lingkungan (mini field study)
d. Presentasi interaktif
5) Teknik Pembelajaran:
a. Gallery Walk
b. Think–Pair–Share
c. Picture/Video Analysis
d. Data Hunt (mencari data di lingkungan sekolah)

Alur Pembelajaran (Inovatif dan Kontekstual):
A. Apersepsi (5 menit) – “Tebak Gambar Globalisasi”
• Guru menampilkan 5 gambar cepat (produk luar negeri, K-Pop, smartphone, platform belanja online).
• Siswa diminta menebak hubungan antar gambar — memantik rasa ingin tahu.

B. Kegiatan Inti (70 menit)
Berbasis Discovery Learning + Cooperative Learning
Langkah 1 – Mengamati
• Siswa menonton video singkat tentang perubahan gaya hidup akibat globalisasi.
Siswa mencatat “3 hal yang berubah di hidup mereka karena globalisasi”.

Langkah 2 – Menanya
Siswa menuliskan pertanyaan yang muncul, misalnya:
• Mengapa produk luar negeri mudah ditemukan?
• Mengapa budaya asing cepat masuk?
• Mengapa teknologi berkembang cepat?
• Guru mengelompokkan pertanyaan menjadi ekonomi, sosial-budaya, dan teknologi.

Langkah 3 – Mencoba (Mini Investigasi & Data Hunt)
Siswa dibagi menjadi 3 kelompok besar (Ekonomi, Sosial-Budaya, Teknologi).
Tiap kelompok melakukan:
Data Hunt di sekolah (10 menit)
Mencari bukti globalisasi di lingkungan sekolah:
• Label produk makanan minuman
• Brand pakaian
• Musik/film yang disukai teman
• Media sosial yang digunakan
• Gadget yang dipakai
• Data dicatat dalam tabel sederhana.

Langkah 4 – Menalar (Analisis & Studi Kasus)
Tiap kelompok menerima studi kasus, misalnya:
• Uptown Mall lokal terpengaruh brand luar
• Remaja menyukai budaya K-Pop
• Toko konvensional kalah oleh marketplace
Tugas mereka:
• Menjelaskan fenomena tersebut
• Menyebut dampak positif dan negatif
• Menyimpulkan hubungan dengan konsep globalisasi

Langkah 5 – Mengomunikasikan (Gallery Walk Interaktif)
• Setiap kelompok membuat poster mini hasil analisis.
Poster dipajang di dinding.
Kelompok lain berkeliling mengisi sticky notes berisi komentar atau pertanyaan.
• Guru hanya memandu, siswa yang mengambil alih komunikasi.

C. Penutup (10 menit)
Guru mengajak refleksi melalui Think–Pair–Share:
“Apa perubahan globalisasi yang paling berpengaruh dalam hidupmu dan bagaimana memanfaatkannya secara bijak?”

3. Teknik Evaluasi yang Mendorong Keterlibatan dan Kreativitas Siswa
A. Penilaian Proses dengan Rubrik Kolaborasi
Dinilai saat gallery walk, diskusi, dan investigasi:
• Partisipasi aktif
• Kemampuan bertanya
• Kemampuan memberi pendapat
• Kerja sama antar anggota
Dampak:
Siswa termotivasi aktif karena proses dinilai, bukan hanya hasil akhir.

B. Penilaian Produk (Poster Investigasi)
Rubrik menilai:
• Ketepatan data
• Kreativitas visual
• Kedalaman analisis
• Ketajaman kesimpulan
• Kejelasan komunikasi
Dampak:
Siswa terdorong menciptakan karya yang menarik, rapi, dan menunjukkan pemahaman mereka.

C. Penilaian Sikap: Refleksi Tertulis Singkat
Pertanyaan refleksi:
• Apa temuan terpenting hari ini?
• Apa dampak globalisasi yang paling kamu rasakan?
• Apa yang bisa kamu lakukan agar dampak negatif globalisasi berkurang?
Dampak:
Siswa terlatih berpikir kritis, introspektif, dan mampu mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi.

D. Penilaian Pengetahuan: Studi Kasus Mini
Guru memberikan satu kasus baru (misal: viralnya aplikasi asing atau budaya food delivery).
Siswa diminta menjelaskan:
• Bentuk globalisasi
• Dampak positif & negatif
• Solusi atau sikap bijak
Dampak:
Siswa menunjukkan kemampuan bernalar, tidak sekadar menghafal materi.
In reply to First post

Re: CASE STUDY

by Ahmad Ridwan Syuhada -
Nama: Ahmad Ridwan Syuhada
NPM: 2523031008

1. Ide kreatif Model/pendekatan pembelajaran:
a. Model Project-Based Learning (PjBL)
Dengan model PjBL, siswa diberi tugas proyek yang menuntut mereka aktif mencari, mengolah, dan menyajikan informasi terkait topik globalisasi. Misalnya, siswa dapat membuat proyek penelitian tentang dampak globalisasi di daerah mereka atau membuat presentasi tentang perusahaan multinasional di Indonesia yang memengaruhi berbagai negara. Model ini mengembangkan kreativitas, kemandirian, serta keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Penelitian menunjukkan bahwa PjBL meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS.

b.Pendekatan Cooperative Learning
Pendekatan ini menekankan pembelajaran kolaboratif di mana siswa belajar dalam kelompok untuk saling berdiskusi dan menyelesaikan masalah bersama terkait globalisasi. Misalnya, siswa dapat dibagi menjadi kelompok yang membahas aspek-aspek globalisasi seperti ekonomi, budaya, dan teknologi, lalu mempresentasikan hasil diskusinya. Pendekatan ini meningkatkan keterampilan sosial dan kemampuan komunikasi siswa, serta membuat proses pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

2. Ide Pembelajaran Inovatif
Ide Pembelajaran: "Eksplorasi Globalisasi Melalui Project Discovery Cooperative"
a. Model dan Pendekatan:
- Menggunakan Project-Based Learning (PjBL) sebagai kerangka utama, yang memungkinkan siswa mengerjakan proyek nyata terkait dampak globalisasi di masyarakat sekitar.
- Dipadukan dengan pendekatan Discovery Learning, di mana siswa secara aktif menemukan konsep dan fenomena globalisasi melalui eksplorasi dan observasi.
- Pendekatan Cooperative Learning digunakan untuk mengorganisasi kerja kelompok agar siswa dapat berdiskusi, saling membantu, dan mengembangkan keterampilan sosial.

b.Metode:
- Mengamati: Siswa diawali dengan mengamati video atau berita terbaru tentang globalisasi dan pengaruhnya.
- Menanya dan Eksplorasi: Siswa membuat pertanyaan dan mencari data serta informasi melalui diskusi, wawancara dengan narasumber, dan studi pustaka sederhana.
- Membuat Proyek: Siswa membuat presentasi, poster, atau video pendek yang merefleksikan hasil eksplorasi mereka.
- Presentasi dan Refleksi: Proyek dipresentasikan dalam kelompok dengan sharing antar kelompok untuk memperluas pemahaman serta melakukan refleksi bersama.

c.Teknik Pembelajaran:
- Ice Breaking sebagai motivasi awal agar suasana kelas lebih hidup dan siap belajar.
- Diskusi kelompok terstruktur untuk pengumpulan dan pengolahan informasi.
- Penggunaan media visual dan teknologi sederhana (misalnya, video dan poster).
- Penilaian autentik melalui penilaian proyek yang menilai kerja sama, kreativitas, dan pemahaman konsep.

Penggabungan ini menumbuhkan keterlibatan aktif siswa, rasa ingin tahu, dan keterampilan berpikir kritis. Sesuai dengan karakteristik IPS yang memerlukan pemahaman kontekstual dan analisis sosial budaya. Membuat pembelajaran lebih bermakna dengan mengaitkan materi dengan fenomena nyata di lingkungan siswa, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan antusiasme belajar.​​

3. Teknik evaluasi dalam rancangan pembelajaran "Eksplorasi Globalisasi Melalui Project Discovery Cooperative" menggunakan penilaian autentik berbasis proyek, yang sangat mendorong keterlibatan dan kreativitas siswa dengan beberapa cara:
a. Penilaian berbasis proyek menuntut siswa untuk aktif memilih topik, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menginterpretasikan informasi secara mandiri. Hal ini memacu siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menghasilkan karya yang orisinal dan bermakna bagi mereka.​
b. Penilaian autentik menggunakan rubrik yang jelas sebagai panduan sehingga siswa memahami kriteria keberhasilan, mulai dari aspek kerja sama, kreativitas, pemahaman konsep, hingga kemampuan komunikasi. Keterbukaan kriteria ini memotivasi siswa untuk meningkatkan kualitas kerja mereka secara bertahap.​
c. Penilaian ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir proyek tetapi juga proses pembelajaran siswa, seperti kemampuan berdiskusi, berkolaborasi, dan menyelesaikan masalah. Dengan demikian, keterlibatan aktif dalam kelompok dan pengembangan keterampilan sosial dan intelektual terus dipupuk.​
d. Penilaian proyek mengaitkan tugas siswa dengan konteks kehidupan nyata, membuat pembelajaran lebih relevan dan bermakna sehingga siswa lebih tertarik dan merasa memiliki kontrol atas pembelajaran mereka. Ini secara natural meningkatkan minat dan partisipasi.
In reply to First post

Re: CASE STUDY

by Rizky Melatama -
Nama Rizky Melatama
NPM 2523031005

Bagian 1: Dua Ide Kreatif Model & Pendekatan
Berikut adalah dua ide alternatif yang dapat dipilih Pak Doni:

1. Model: Role-Play Simulation (Simulasi Peran)

Ide: Mengadakan "KTT Globalisasi Siswa". Siswa berperan sebagai delegasi negara, pemilik perusahaan multinasional (seperti CEO teknologi), aktivis lingkungan, dan buruh lokal.

Alasan: Topik globalisasi sering terasa abstrak jika hanya dibaca. Dengan bermain peran, siswa merasakan langsung ketegangan antara keuntungan ekonomi global dan dampaknya terhadap budaya atau lingkungan lokal. Ini mengubah informasi pasif menjadi pengalaman emosional.

2. Model: Flipped Classroom dengan Pendekatan Saintifik

Ide: Siswa diminta mengobservasi "jejak globalisasi" di rumah mereka (makanan di kulkas, merk baju, aplikasi di HP) melalui video pendek sebelum kelas dimulai. Di sekolah, waktu digunakan untuk diskusi kelompok dan debat.

Alasan: Masalah utama Pak Doni adalah ceramah yang membosankan. Dengan memindah penyampaian materi ke luar kelas (via video/artikel menarik), waktu di kelas bisa digunakan sepenuhnya untuk aktivitas berpikir tingkat tinggi (HOTS).

Bagian 2: Rancangan Ide Pembelajaran Inovatif
Saya menyarankan Pak Doni menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan TPACK (Technology, Pedagogy, and Content Knowledge).

Judul Proyek: "Global-Local Expo: Menjadi Creative Agency"

Pendekatan: Kontekstual (menghubungkan globalisasi dengan kehidupan sehari-hari siswa).

Metode: Diskusi kelompok, riset lapangan (digital/fisik), dan Marketplace Activity.

Teknik: Gallery Walk (Pameran Karya).

Skenario Pembelajaran:

The Challenge: Pak Doni menantang siswa menjadi "Konsultan Branding". Tugas mereka adalah memilih satu produk lokal (misal: jajanan tradisional atau kerajinan khas daerah) dan merancang strategi agar produk tersebut bisa "Go Global" bersaing dengan brand luar negeri.

Investigation: Siswa melakukan riset menggunakan smartphone mereka untuk membandingkan strategi pemasaran brand global (seperti McDonald's atau Samsung) dengan produk lokal pilihan mereka.

Creation: Siswa membuat purwarupa (prototype) berupa desain kemasan baru, poster digital, atau video iklan pendek (TikTok/Reels) yang menunjukkan perpaduan budaya lokal dan tren global.

The Expo: Ruang kelas diubah menjadi area pameran. Setiap kelompok memajang karyanya. Sebagian siswa menjaga stand untuk menjelaskan ide mereka, sebagian lagi berkeliling memberikan "investasi" (berupa stiker bintang) pada ide yang paling kompetitif.

Bagian 3: Teknik Evaluasi yang Mendorong Kreativitas
Dalam rancangan ini, penilaian tidak lagi menggunakan soal pilihan ganda di LKS, melainkan melalui:

1. Penilaian Produk Kreatif (Rubrik Multimedia) Pak Doni menilai orisinalitas ide dan kemampuan siswa mengemas pesan globalisasi dalam bentuk visual. Ini mendorong siswa untuk tidak sekadar menyontek teks, tetapi berpikir bagaimana pesan IPS bisa disampaikan secara estetis dan persuasif.

2. Peer-Assessment (Penilaian Antar Teman) Melalui metode "investasi stiker" di pameran, siswa belajar memberikan apresiasi dan kritik objektif terhadap karya temannya. Hal ini meningkatkan keterlibatan karena suara mereka berharga dalam menentukan keberhasilan proyek teman sekelasnya.

3. Jurnal Refleksi Digital Siswa menuliskan satu hal yang paling mengubah pandangan mereka tentang globalisasi setelah melakukan proyek. Evaluasi ini fokus pada perubahan sikap (afektif), bukan sekadar hafalan definisi