DISKUSI

DISKUSI

Jumlah balasan: 13

Berikan respon Anda setelah menyimak video di atas.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh Nabilla Sevtiana Putri 2213031079 -
Nama : Nabilla Sevtiana Putri
NPM : 2213031079

Video tersebut memberikan gambaran mengenai kesiapan bangsa dalam menghadapi perkembangan teknologi modern yang semakin pesat. Revolusi industri generasi keempat menekankan pada pemanfaatan teknologi digital, otomasi, kecerdasan buatan, serta Internet of Things (IoT) sebagai pendorong utama transformasi berbagai sektor. Indonesia melalui strategi Making Indonesia 4.0 berupaya untuk meningkatkan daya saing global dengan mendorong inovasi, penguatan infrastruktur digital, serta pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada keterampilan abad ke-21. Hal ini menunjukkan bahwa negara sedang berusaha mengantisipasi perubahan agar tidak tertinggal dalam arus globalisasi. Dalam video tersebut juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten menghadapi tuntutan era digital. Transformasi tersebut tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta adaptasi terhadap perubahan yang cepat. Melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis keterampilan digital, serta dukungan terhadap riset dan inovasi lokal, Indonesia berupaya mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Dengan demikian, Revolusi Industri 4.0 tidak semata-mata dipandang sebagai tantangan, tetapi juga peluang besar bagi Indonesia untuk tumbuh lebih maju dan berdaya saing di tingkat global.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh Eka Arinda 2213031080 -
Nama : Eka Arinda
NPM : 2213031080

Video berjudul “Indonesia Menyambut Revolusi Industri 4.0” membahas tentang kesiapan Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), big data, dan otomatisasi di berbagai sektor industri. Menurut saya, video ini memberikan dorongan motivasi dan kesadaran bahwa Indonesia perlu bergerak cepat agar tidak tertinggal dalam persaingan global. Pesan utama yang dapat ditangkap adalah pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dalam mengoptimalkan peluang sekaligus menjawab tantangan yang hadir di era digital. Namun setelah saya simak, video ini lebih banyak bersifat motivasional dan umum tanpa menyertakan data konkret ataupun contoh nyata terkait tingkat adopsi teknologi Industri 4.0 di Indonesia. Hal ini menjadikan isi video kurang mendalam terutama dalam aspek penting seperti pelatihan sumber daya manusia, kesiapan infrastruktur, kebijakan regulasi, serta tantangan yang dihadapi oleh UMKM. Padahal menurut saya, aspek-aspek tersebut merupakan kunci sukses dalam implementasi industri modern.

Secara keseluruhan, video ini bermanfaat sebagai media penyadaran publik akan pentingnya transformasi digital dan bisa dijadikan titik awal untuk diskusi yang lebih mendalam. Namun, agar lebih aplikatif, perlu adanya langkah lanjutan yang berbasis bukti, seperti program pelatihan tenaga kerja digital, peningkatan investasi infrastruktur, serta riset yang mendukung kesiapan berbagai sektor industri di Indonesia dalam menyambut era Revolusi Industri 4.0.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh Mohamad Ghinau Thofadilah -
Nama: Mohamad Ghinau Thofadilah
NPM: 2213031098

Setelah saya menonton video berjudul “Indonesia Menyambut Revolusi Industri 4.0”, saya melihat bahwa Indonesia sedang menghadapi tantangan besar sekaligus peluang emas. Revolusi industri 4.0 yang menekankan pada kecerdasan buatan, robotika, dan internet of things membuat sumber daya manusia harus beradaptasi cepat agar tidak tertinggal. Dalam video dijelaskan bahwa pendidikan, khususnya lewat sekolah menengah kejuruan (SMK) dan pendidikan vokasi, menjadi kunci utama untuk mempersiapkan tenaga kerja. Pelatihan guru yang tidak hanya fokus pada keterampilan konvensional tetapi juga keterampilan berbasis komputer menunjukkan adanya upaya serius agar kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri. Lulusan SMK diharapkan dapat langsung terserap ke dunia kerja karena sudah dibekali keterampilan sesuai standar industri sejak awal. Hal ini sangat penting mengingat pada tahun 2035 Indonesia akan menghadapi bonus demografi, di mana jumlah tenaga kerja produktif lebih banyak daripada non produktif. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, bonus demografi bisa berubah menjadi beban. Menurut saya, langkah ini merupakan strategi yang tepat untuk menghadapi era baru, karena revolusi industri 4.0 bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan manusia untuk beradaptasi. Dengan sinergi antara pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha, Indonesia berpeluang besar menjadi negara yang mampu bersaing di era global yang serba digital.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh Wayan Sintia Dewi 2213031083 -
NAMA : WAYAN SINTIA DEWI
NPM : 2213031083

Video “Indonesia Menyambut Revolusi Industri 4.0” dari CNBC Indonesia membahas kesiapan Indonesia dalam menghadapi perubahan besar akibat era otomatisasi, robotika, kecerdasan buatan, dan Internet of Things. Revolusi industri ini menuntut transformasi di berbagai sektor, khususnya pada sumber daya manusia yang harus memiliki keterampilan digital, analisis data, serta penguasaan teknologi baru. Pemerintah sendiri telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk mempercepat adopsi teknologi melalui kebijakan, regulasi, dan pembangunan infrastruktur digital. Meski demikian, terdapat tantangan besar seperti tingginya biaya investasi, kesenjangan digital antarwilayah, dan rendahnya adopsi teknologi pada industri kecil menengah. Di sisi lain, peluang ekonomi yang terbuka sangat besar, mulai dari peningkatan produktivitas, daya saing global, hingga terciptanya lapangan kerja baru berbasis teknologi. Dengan persiapan yang matang, Indonesia berpotensi memanfaatkan momentum revolusi industri 4.0 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan transformasi industri secara berkelanjutan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh Cindi Yosari Saragih_2213031084 -
Nama: Cindi Yosari Saragih
NPM: 2213031084

Video tersebut menggambarkan kesiapan bangsa dalam menyongsong era perkembangan teknologi modern yang begitu cepat. Revolusi Industri 4.0 menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi digital, otomatisasi, kecerdasan buatan, serta Internet of Things (IoT) sebagai penggerak utama perubahan di berbagai bidang. Melalui kebijakan Making Indonesia 4.0, pemerintah berupaya memperkuat daya saing global dengan mendorong terciptanya inovasi, pembangunan infrastruktur digital, serta pengembangan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan abad ke-21. Upaya ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menghadapi arus globalisasi agar tidak tertinggal. Selain itu, video ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tuntutan era digital. Transformasi tersebut tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang serba cepat. Melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis keterampilan digital, dan penguatan riset serta inovasi lokal, Indonesia berusaha melahirkan sumber daya manusia unggul yang dapat menjadi pendorong pembangunan nasional. Dengan demikian, Revolusi Industri 4.0 bukan hanya dilihat sebagai tantangan, melainkan juga peluang besar bagi Indonesia untuk berkembang lebih maju dan memiliki daya saing di tingkat internasional.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh Binti Alviani -
Nama : Binti Alviani
NPM : 2213031082

Setelah menyimak video berjudul "Indonesia Menyambut Revolusi Industri 4.0" oleh CNBC Indonesia, video ini mengulas kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kemajuan robotika, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan internet of things. Video menegaskan bahwa untuk menyongsong perubahan besar ini, pendidikan vokasi dan sekolah menengah kejuruan (SMK) memainkan peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan industri masa depan. Guru-guru dilatih tidak hanya untuk keterampilan industri konvensional tapi juga berbasis teknologi digital dan komputerisasi agar lulusannya bisa langsung terserap oleh dunia kerja.

Lebih jauh, kurikulum pendidikan vokasi disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan industri melalui kolaborasi dengan dunia usaha, sehingga efektif menyiapkan SDM menghadapi bonus demografi Indonesia pada 2035 yang akan menghasilkan tingginya jumlah angkatan kerja produktif. Video ini memberikan gambaran optimis namun juga mengingatkan tentang pentingnya inovasi berkelanjutan dan adaptasi agar Indonesia tidak tertinggal dalam revolusi industri ini. Secara keseluruhan, video ini menyampaikan pesan kuat bahwa pendidikan dan pelatihan yang tepat, bersama dengan kolaborasi erat antara institusi pendidikan dan industri, adalah kunci keberhasilan menghadapi tantangan dan peluang revolusi industri 4.0 di Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh Muhammad Zinedine Yazid Zidane Siregar -
Nama : Muhammad Zinedine Yazid Zidane Siregar
Npm : 2213031087

Setelah menonton video “Indonesia Menyambut Revolusi Industri 4.0”, saya memahami bahwa era ini membawa tantangan sekaligus peluang besar bagi Indonesia. Revolusi industri yang berbasis kecerdasan buatan, robotika, dan Internet of Things (IoT) menuntut sumber daya manusia untuk cepat beradaptasi agar tidak tertinggal. Video tersebut menekankan pentingnya pendidikan vokasi dan SMK dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap industri, termasuk melalui pelatihan guru dan pembaruan kurikulum berbasis teknologi. Langkah ini menjadi krusial menjelang bonus demografi 2035, ketika jumlah penduduk produktif meningkat pesat. Menurut saya, fokus pemerintah pada penguatan pendidikan dan kolaborasi dengan dunia usaha merupakan strategi tepat untuk menghadapi revolusi industri 4.0, karena kemajuan teknologi hanya akan berarti jika diimbangi dengan kesiapan manusia yang adaptif dan kompeten.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh Nabila Anjani -
Nama : Nabila Anjani
NPM : 2213031077
Kelas C Pendidikan Ekonomi 2022

Video berjudul “Indonesia Menyambut Revolusi Industri 4.0” membahas tentang kesiapan Indonesia dalam menghadapi era digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), robotika, dan otomatisasi di berbagai sektor industri. Video ini menjelaskan bahwa perubahan tersebut membawa tantangan sekaligus peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing di kancah global. Melalui program Making Indonesia 4.0, pemerintah berupaya memperkuat struktur industri nasional dengan mendorong inovasi, membangun infrastruktur digital, serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi modern.

Menurut saya, inti dari video ini adalah pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan era digital. Revolusi Industri 4.0 tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan cepat. Pendidikan vokasi dan pelatihan berbasis teknologi digital menjadi langkah penting dalam mencetak SDM unggul yang mampu bersaing secara global.

Secara keseluruhan, video ini memberikan pandangan yang optimistis bahwa dengan persiapan yang matang dan kerja sama lintas sektor, Indonesia dapat memanfaatkan peluang dari Revolusi Industri 4.0. Transformasi ini tidak hanya membawa efisiensi bagi industri, tetapi juga membuka ruang bagi inovasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh ZILDJIAN FITRI 2213031086 -
Nama: Zildjian Fitri
NPM: 2213031086

Saya memahami bagaimana Indonesia sedang mempersiapkan diri menghadapi Revolusi Industri 4.0, yaitu perubahan besar di dunia industri yang dipicu oleh teknologi seperti internet of things (IoT), kecerdasan buatan (AI), robotika, big data, dan otomatisasi. CNBC Indonesia menjelaskan bahwa transformasi ini membawa peluang besar untuk meningkatkan produktivitas nasional, menciptakan lapangan kerja baru, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat daya saing industri Indonesia di pasar global.

Dalam video tersebut, pemerintah Indonesia telah menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya melalui program “Making Indonesia 4.0”, yang menargetkan sektor-sektor utama seperti manufaktur, otomotif, tekstil, makanan-minuman, kimia, dan elektronik. Industri-industri ini dianggap paling siap untuk beradaptasi dan dapat menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia di era digital. Pemerintah juga mendorong perusahaan untuk berinvestasi dalam teknologi baru serta meningkatkan kualitas SDM, karena pekerja di era industri 4.0 dituntut memiliki keterampilan digital, analisis data, dan kemampuan mengoperasikan teknologi modern. Namun, video ini juga mengingatkan bahwa revolusi industri 4.0 tidak hanya membawa peluang, tetapi juga tantangan besar. Salah satu tantangan utamanya adalah potensi tergesernya pekerjaan-pekerjaan manual akibat otomatisasi. Jika Indonesia tidak menyiapkan tenaga kerja dengan keterampilan digital yang memadai, maka kesenjangan kompetensi akan semakin besar. Selain itu, infrastruktur digital seperti akses internet cepat dan keamanan siber juga perlu diperkuat agar transformasi industri dapat berjalan lancar.

Menurut saya, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk maju melalui revolusi industri 4.0, tetapi keberhasilan transformasi ini bergantung pada persiapan SDM, dukungan regulasi, investasi teknologi, serta kerjasama antara pemerintah, industri, dan masyarakat. Revolusi industri 4.0 bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana Indonesia mampu beradaptasi dan mengelola perubahan agar tetap kompetitif di tingkat global.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh Aldi Pranoto -
Nama : Aldi Pranoto
NPM : 2213031088

Video tersebut secara efektif menggarisbawahi bahwa kita berada di tengah transformasi besar, di mana kemajuan teknologi otomisasi, konektivitas, data, dan sistem cerdas mengubah cara kita bekerja, berproduksi, dan berinteraksi. Esensinya: revolusi ini bukan sekadar evolusi mesin atau alat produksi, melainkan perubahan mendasar dalam struktur industri, ekonomi, dan kehidupan sosial.

Salah satu kekuatan utama dari pesan video: revolusi teknologi membuka peluang besar bagi peningkatan efisiensi, produktivitas dan inovasi. Dengan adopsi teknologi seperti kecerdasan buatan, internet-of-things, dan sistem otomatis, perusahaan bisa bekerja lebih cepat, fleksibel, dan hemat sumber daya. Hal ini diharapkan meningkatkan daya saing industri nasional dan memberi kesempatan bagi masyarakat mendapatkan pekerjaan baru terutama jika mereka siap beradaptasi.

Tapi video ini juga mengingatkan akan tantangan serius: ketika teknologi menggantikan banyak fungsi manusia, ada risiko munculnya pengurangan tenaga kerja tradisional. Agar manfaat revolusi ini nyata, dibutuhkan persiapan baik dari pemerintah maupun masyarakat dalam hal pendidikan, pelatihan sumber daya manusia, serta infrastruktur digital. Implementasi tanpa perencanaan matang bisa menimbulkan kesenjangan sosial, pengangguran massal, dan disrupsi pada sektor-sektor yang belum siap.

Menurut saya, pesannya relevan sekali untuk Indonesia saat ini terutama bagi generasi muda, pekerja, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan. Era ini menuntut fleksibilitas, kemampuan belajar terus-menerus, dan pemanfaatan peluang baru. Mereka yang mampu mempersiapkan diri baik skill teknis maupun adaptasi mindset bisa mendapatkan manfaat besar. Namun, kita tidak boleh buta terhadap risiko, perubahan perlu disertai kebijakan yang mendukung agar transisi ini adil dan inklusif.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh Astin Trimartalena -
Nama: Astin Trimartalena
Npm: 2213031081

Setelah menonton video “Indonesia Menyambut Revolusi Industri 4.0”, terlihat bahwa Indonesia sedang berada pada momen penting yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar. Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan kecerdasan buatan, robotika, dan Internet of Things menuntut kesiapan sumber daya manusia agar tidak tertinggal. Video tersebut menekankan bahwa sektor pendidikan, terutama SMK dan pendidikan vokasi, memegang peran krusial dalam mempersiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Upaya untuk memperkuat kompetensi tenaga pendidik juga mendapat perhatian, dengan adanya pelatihan bagi guru agar tidak hanya menguasai keterampilan tradisional, tetapi juga keterampilan berbasis komputer dan teknologi digital. Dengan kurikulum yang disesuaikan kebutuhan industri, lulusan SMK diharapkan dapat langsung memasuki dunia kerja karena telah memiliki keterampilan praktis sesuai standar industri. Hal ini menjadi sangat relevan menjelang bonus demografi tahun 2035, ketika jumlah penduduk usia produktif akan mencapai puncaknya. Tanpa persiapan yang matang, keunggulan demografis tersebut berisiko menjadi masalah sosial dan ekonomi.

Menurut saya, langkah-langkah yang dijelaskan dalam video merupakan strategi tepat untuk menghadapi era transformasi teknologi. Revolusi Industri 4.0 bukan hanya soal penggunaan teknologi canggih, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan diri dan berkolaborasi dalam ekosistem digital. Dengan kerja sama yang kuat antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri, Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global dan memaksimalkan manfaat dari era digital yang terus berkembang.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh Novitria Amalia -
Nama: Novitria Amalia
NPM: 2213031078
Setelah menyimak video tersebut, saya melihat bahwa Indonesia sedang berada pada fase penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi revolusi industri 4.0, terutama karena perkembangan teknologi, robotik, dan otomatisasi menuntut kemampuan baru yang lebih relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Video ini menegaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi ujung tombak dalam proses adaptasi tersebut, karena lembaga pelatihan dan balai pengembangan vokasi berupaya membekali guru serta siswa dengan keterampilan berbasis komputer, pemrograman, dan teknologi digital. Pendekatan ini menunjukkan bahwa transformasi tidak hanya terjadi di level teknologi, tetapi juga pada cara mengajar, kurikulum, serta pola kerja sama antara sekolah dan industri. Dunia usaha juga mengharapkan lulusan yang siap pakai, sehingga kurikulum harus dirancang bersama agar kompetensi siswa benar-benar selaras dengan kebutuhan lapangan kerja. Selain itu, video tersebut mengingatkan bahwa bonus demografi tahun 2035 dapat menjadi peluang besar jika SDM dipersiapkan dengan baik, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman apabila lulusan tidak memiliki keterampilan yang relevan. Secara keseluruhan, video ini memberikan gambaran bahwa kesiapan Indonesia bergantung pada kolaborasi kuat antara pemerintah, sekolah, dan industri untuk memastikan bahwa SDM tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator dalam era digital.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: DISKUSI

oleh Nana Berliana -
Nama:Berliana
Npm:2253031004
Resume Video: Indonesia Menyambut Revolusi Industri 4.0
Video “Indonesia Menyambut Revolusi Industri 4.0” membahas kesiapan Indonesia dalam menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi modern yang semakin pesat. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan pemanfaatan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), big data, dan otomatisasi yang mendorong transformasi di berbagai sektor industri.
Melalui strategi Making Indonesia 4.0, pemerintah berupaya meningkatkan daya saing nasional agar mampu bersaing di tingkat global. Upaya ini dilakukan dengan mendorong inovasi, memperkuat infrastruktur digital, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki keterampilan abad ke-21. Video ini juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, dunia industri, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi era digital.
Selain penguasaan teknologi, Revolusi Industri 4.0 menuntut kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang cepat. Pendidikan vokasi, pelatihan berbasis keterampilan digital, serta dukungan terhadap riset dan inovasi lokal menjadi langkah penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul. Meskipun video ini bersifat umum dan lebih menekankan aspek motivasional, isinya tetap bermanfaat sebagai media penyadaran bahwa Revolusi Industri 4.0 bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang besar bagi Indonesia untuk tumbuh lebih maju dan berdaya saing secara global.