Forum Analisis Soal-2

Forum Analisis Soal-2

Number of replies: 39
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Amar Ahnaf -
Nama : Amar Ahnaf Murtadho
NPM : 2465011005
Kelas : B


A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

-Pancasila sangat penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi di Indonesia. Setiap sila mengajarkan kita untuk mengembangkan teknologi yang bermanfaat bagi seluruh rakyat, menghormati keberagaman, dan menjaga persatuan. Kebijakan teknologi juga harus melibatkan masyarakat dan memastikan manfaatnya untuk semua.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

-Saya berharap pemimpin, warganegara, dan ilmuwan di Indonesia bisa terus menjaga nilai-nilai Pancasila, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan peduli terhadap kesejahteraan bersama. Dengan begitu, Indonesia bisa terus maju dan sejahtera untuk semua.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by HAIRI ABDUL AZIZ 2415011120 -
Nama :Hairi Abdul Aziz
NPM:2415011120
Kelas : B MKU Pancasila


A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
jawab:
Pancasila memiliki peran penting sebagai kerangka nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Berikut adalah analisis mengenai peran setiap sila Pancasila sebagai landasan etika dan kebijakan ilmu, serta prosesnya dalam menghadapi persaingan global saat ini.

Sila Pertama: Ketuhanan yang Maha Esa
Kebijakan Ilmu: Pengembangan ilmu harus menghormati nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung dalam ajaran agama. Hal ini mendorong penelitian yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan material, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan.
Landasan Etika: Peneliti diharapkan memiliki integritas dan tanggung jawab moral dalam setiap karya ilmiah yang dihasilkan, menjadikan aspek etika sebagai prioritas dalam penelitian.

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kebijakan Ilmu: Ilmu pengetahuan harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan mengurangi ketimpangan sosial. Penelitian harus memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama kelompok yang terpinggirkan.
Landasan Etika: Peneliti dituntut untuk bersikap adil, menghormati hak asasi manusia, dan berkontribusi pada keadilan sosial melalui hasil penelitian mereka.

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Kebijakan Ilmu: Pengembangan ilmu harus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Ini termasuk kolaborasi antar disiplin ilmu untuk menciptakan solusi yang komprehensif terhadap masalah nasional.
Landasan Etika: Peneliti perlu menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan saling menghargai dalam komunitas ilmiah, serta mendorong dialog antarbudaya.

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kebijakan Ilmu: Proses pengambilan keputusan dalam penelitian harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Hal ini memastikan bahwa hasil penelitian relevan dan dapat diterima oleh masyarakat luas.
Landasan Etika: Keterlibatan publik dalam penelitian menuntut transparansi dan akuntabilitas dari para peneliti, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.

Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kebijakan Ilmu: Penelitian harus berfokus pada penciptaan keadilan sosial, seperti pengembangan teknologi yang ramah lingkungan dan aksesibilitas terhadap hasil penelitian bagi semua lapisan masyarakat.

Landasan Etika: Peneliti diharapkan untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat luas daripada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Proses di Tengah Persaingan Global
Dalam menghadapi persaingan global, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan menjadi krusial. Hal ini mencakup:

- Adaptasi Pengetahuan Global: Mengintegrasikan pengetahuan internasional dengan konteks lokal, sehingga hasil penelitian tidak hanya relevan secara global tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
- Inovasi Berbasis Nilai Lokal: Mendorong inovasi yang tidak hanya mengikuti tren global tetapi juga berakar pada kebutuhan dan nilai-nilai lokal.
- Kolaborasi Internasional dengan Identitas Nasional: Membangun jaringan kolaborasi dengan institusi luar negeri tanpa kehilangan identitas budaya dan nilai-nilai Pancasila.
Dengan menerapkan Pancasila sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan, Indonesia dapat menghadapi tantangan global dengan cara yang beretika dan berkelanjutan.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
jawab:
Harapan mengenai model pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan masa mendatang sebaiknya berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Berikut ini adalah beberapa harapan spesifik untuk masing-masing peran tersebut:

1. Pemimpin Pancasilais
Pemimpin yang Pancasilais diharapkan:

Berintegritas dan Adil: Memimpin dengan keteladanan, jujur, serta mementingkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau golongan. Mereka harus menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Mengutamakan Musyawarah: Selalu mengedepankan dialog dan musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan, selaras dengan sila keempat.
Berwawasan Kebangsaan: Memiliki komitmen kuat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam keberagaman, tanpa diskriminasi terhadap suku, agama, ras, atau golongan.
Berorientasi pada Kesejahteraan Rakyat: Berusaha keras untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, memberikan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang merata.
2. Warganegara Pancasilais
Warga negara yang Pancasilais diharapkan:

Menjunjung Persatuan: Menghormati perbedaan dan menjalin solidaritas tanpa memandang latar belakang.
Berperan Aktif dalam Masyarakat: Berpartisipasi dalam membangun bangsa melalui kerja sosial, pendidikan, dan inovasi di berbagai bidang.
Taat Hukum: Menghormati hukum dan aturan negara sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai keadilan.
Berkarakter Mulia: Menunjukkan sikap toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.
3. Ilmuwan Pancasilais
Ilmuwan yang Pancasilais diharapkan:

Berkontribusi untuk Kemajuan Bangsa: Menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memecahkan masalah-masalah bangsa, seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, atau krisis lingkungan.
Menjunjung Nilai Etika dan Moral: Tidak memanfaatkan pengetahuan untuk hal-hal yang merugikan masyarakat, melainkan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Menginspirasi Generasi Muda: Menjadi panutan dalam hal keilmuan dan etika, serta mendorong generasi muda untuk mencintai ilmu pengetahuan dan inovasi.
Bersikap Inklusif: Mendorong kolaborasi lintas disiplin, agama, dan budaya dalam penelitian untuk menghasilkan solusi yang berdampak luas.
Masa Depan yang Diharapkan
Di masa mendatang, pemimpin, warga negara, dan ilmuwan Pancasilais akan:

Membangun Indonesia yang Berdaya Saing Global: Memanfaatkan kekayaan budaya, sumber daya alam, dan potensi masyarakat untuk bersaing di kancah internasional.
Mempertahankan Identitas Bangsa: Tetap memegang nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman di tengah modernisasi dan globalisasi.
Menciptakan Kehidupan yang Harmonis: Memastikan bahwa keberagaman tetap menjadi kekuatan utama bangsa, bukan menjadi sumber konflik.
Apabila nilai-nilai Pancasila terus dihayati dan diamalkan oleh setiap elemen masyarakat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi bangsa yang maju, adil, dan makmur.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by M. Leondra Moorlando 2415011040 -
Nama : M. Leondra Moorlando Fahlevi
NPM : 2415011040
Kelas : B

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Kebijakan Ilmu: Penelitian dan pengembangan ilmu komunikasi harus didasarkan pada nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan. Komunikasi harus menjadi alat untuk mempromosikan toleransi, perdamaian, dan nilai-nilai positif.
Landasan Etika: Etika komunikasi harus menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, dan menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan atau provokatif.
Proses di Era Global: Dalam era global, komunikasi lintas budaya menjadi semakin penting. Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa dapat menjadi landasan untuk membangun komunikasi yang saling menghormati dan menghargai perbedaan.
Sila Kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Kebijakan Ilmu: Ilmu komunikasi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, memperjuangkan keadilan, dan membangun masyarakat yang beradab.
Landasan Etika: Komunikasi harus menghindari diskriminasi, kekerasan, dan ujaran kebencian.
Proses di Era Global: Dalam persaingan global, prinsip kemanusiaan dapat menjadi pembeda. Komunikasi yang beradab dapat membangun citra positif bangsa dan memperkuat kerja sama internasional.
Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Kebijakan Ilmu: Ilmu komunikasi harus berkontribusi dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Landasan Etika: Komunikasi harus menghindari isu-isu yang bersifat memecah belah dan mempromosikan semangat gotong royong.
Proses di Era Global: Dalam era global, komunikasi dapat menjadi alat untuk mempromosikan budaya Indonesia dan memperkuat jaringan dengan bangsa lain.
Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Kebijakan Ilmu: Pengembangan ilmu komunikasi harus melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
Landasan Etika: Komunikasi harus bersifat terbuka, transparan, dan demokratis.
Proses di Era Global: Dalam era global, komunikasi dapat menjadi sarana untuk melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan memperkuat demokrasi.
Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kebijakan Ilmu: Ilmu komunikasi harus dimanfaatkan untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Landasan Etika: Komunikasi harus menghindari eksploitasi dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak.
Proses di Era Global: Dalam persaingan global, prinsip keadilan sosial dapat menjadi dasar untuk membangun kerjasama yang saling menguntungkan.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warga negara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang.
Pemimpin yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, berintegritas tinggi dan berwawasan global. Warga negara yang aktif dalam berpartisipasi, menghormati perbedaan, dan menjadi agen perubaham. Ilmuwan yang mengambangkan ilmu bermanfaat, memiliki etika keilmuan dan berkontribusi pada pembangunan bangsa
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Saskia Azizah -
Nama : Saskia Azizah
NPM : 2415011038
Kelas : B

A. Pancasila sebagai paradigma ilmu membantu mengarahkan disiplin ilmu dengan menanamkan nilai-nilai dari setiap sila. Sila Ketuhanan mengingatkan pentingnya moralitas dalam ilmu, Kemanusiaan menekankan pengembangan ilmu untuk kebaikan bersama, Persatuan menjadi landasan kolaborasi lintas bidang, Kerakyatan menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat, dan Keadilan Sosial memastikan ilmu berkontribusi bagi kesejahteraan semua orang. Proses ini menuntut pemanfaatan teknologi global tanpa melupakan identitas nasional, sehingga ilmu dapat berkembang seimbang antara modernisasi dan nilai lokaL.

B. Harapan untuk pemimpin, warga negara, dan ilmuwan Pancasilais di masa kini dan depan adalah mereka yang mampu mengintegrasikan nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Pemimpin harus bijaksana dan adil, warga negara harus aktif berkontribusi sambil menghargai keberagaman, dan ilmuwan harus menciptakan inovasi yang beretika serta berdampak positif pada masyarakat. Dengan begitu, mereka dapat menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Muhammad Fadhil Husaini -
Nama : Muhammad Fadhil Husaini
NPM : 2415011039
Kelas : B MKWU PANCASILA

Tugas Analisis Soal-2 :
Jawab :
A. Pancasila sebagai paradigma ilmu menjadi landasan filosofis dan etis yang mengarahkan pengembangan ilmu pengetahuan untuk menjunjung tinggi moralitas, kemanusiaan, persatuan, inklusivitas, dan keadilan sosial. Nilai-nilai dalam Pancasila memastikan bahwa ilmu tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi semata, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat, keadilan, dan harmoni sosial. Dalam persaingan global, Pancasila berperan sebagai pedoman agar inovasi yang dihasilkan tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan, relevan secara lokal, serta memberikan kontribusi positif bagi dunia secara etis dan berkelanjutan. Sebagai contoh, dalam pengembangan teknologi energi terbarukan, Pancasila dapat menjadi pedoman agar inovasi tersebut tidak hanya mengejar efisiensi teknologi, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

B. Harapan bagi pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang Pancasilais adalah terciptanya individu berintegritas, toleran, dan berkomitmen pada nilai-nilai Pancasila, yang mampu memajukan bangsa dengan menjaga keadilan, persatuan, dan keberlanjutan di tengah tantangan global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by muhammad jahfal akbari 2455011011 -
Nama : Muhammad jahfal akbari
NPM : 2455011011
Kelas : B


A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki peran penting dalam membentuk paradigma ilmu, terutama dalam disiplin ilmu
yang saya pelajari, baik dalam hal kebijakan ilmiah maupun landasan etika pengembangan ilmu.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Harapan saya mengenai model pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia, baik sekarang maupun di masa mendatang, mencakup sejumlah kualitas dan sikap yang mengedepankan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai landasan utama dalam bertindak, berperilaku, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Dinda Safira -
Nama : Dinda Safira
Npm : 2415011035
Analisis soal

A. Pancasila berperan sebagai paradigma ilmu dengan mengintegrasikan nilai-nilai setiap silanya dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
- Ketuhanan yang Maha Esa: etika untuk menghormati keberagaman
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Mendorong penelitian yang memperhatikan keadilan sosial dan kemanusiaan.
- Persatuan Indonesia: Mengedepankan kolaborasi antar disiplin ilmu untuk mencapai tujuan bersama.
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan : Mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan ilmiah.
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Memastikan hasil penelitian bermanfaat bagi masyarakat luas.

B. Harapan terhadap model pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia kini dan masa mendatang meliputi:
- Pemimpin: Diharapkan memiliki integritas, mampu berinovasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong dan keadilan sosial. Pemimpin harus berani mengambil keputusan yang adil dan transparan serta berkomitmen pada kepentingan rakyat12.
- Warganegara: Masyarakat diharapkan aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan menjaga kerukunan antarumat beragama serta keberagaman. Kesadaran akan tanggung jawab sosial sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.
- Ilmuwan: Diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat, dengan mengedepankan etika dan nilai-nilai Pancasila dalam setiap karya ilmiah. Ilmuwan harus berperan dalam menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Tubagus Sulthan Nugroho 2455011009 -
Nama : Tubagus Sulthan Nugroho
Npm : 2455011009

A. Pancasila berperan sebagai paradigma ilmu dengan mengintegrasikan nilai-nilai setiap silanya dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia :

• Ketuhanan yang Maha Esa: etika untuk menghormati keberagaman
• Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Mendorong penelitian yang memperhatikan keadilan sosial dan kemanusiaan.
• Persatuan Indonesia: Mengedepankan kolaborasi antar disiplin ilmu untuk mencapai tujuan bersama.
• Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan : Mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan ilmiah.
• Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Memastikan hasil penelitian bermanfaat bagi masyarakat luas.

B. Harapan terhadap model pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia kini dan masa mendatang meliputi :

• Pemimpin: Diharapkan memiliki integritas, mampu berinovasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong dan keadilan sosial. Pemimpin harus berani mengambil keputusan yang adil dan transparan serta berkomitmen pada kepentingan rakyat12.
• Warganegara: Masyarakat diharapkan aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan menjaga kerukunan antarumat beragama serta keberagaman. Kesadaran akan tanggung jawab sosial sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.
• Ilmuwan: Diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat, dengan mengedepankan etika dan nilai-nilai Pancasila dalam setiap karya ilmiah. Ilmuwan harus berperan dalam menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by BAGUS NUR ROHMAN -
Nama : Bagus Nur Rohman
Kelas : B
NPM : 2415011054

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan disiplin ilmu, termasuk teknik sipil. Setiap sila dalam Pancasila dapat diinterpretasikan menjadi kebijakan dan landasan etika yang relevan bagi teknik sipil, serta memberikan arahan dalam menghadapi persaingan global.

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Kebijakan Ilmu: Dalam konteks teknik sipil, setiap proyek harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan dampak lingkungan. Prinsip ini mendorong insinyur untuk merancang infrastruktur yang tidak hanya efisien tetapi juga menghormati nilai-nilai spiritual masyarakat.
Landasan Etika: Sila ini mengharuskan para profesional untuk bertanggung jawab terhadap hasil kerja mereka, memastikan bahwa setiap pembangunan tidak merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kebijakan Ilmu: Teknik sipil harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup manusia. Proyek-proyek infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan bangunan publik harus dirancang untuk aksesibilitas dan kenyamanan bagi semua lapisan masyarakat.
Landasan Etika: Mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, para insinyur dituntut untuk memperhatikan keadilan sosial dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan proyek, menghindari diskriminasi terhadap kelompok tertentu.

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Kebijakan Ilmu: Dalam pengembangan teknik sipil, kolaborasi antar berbagai disiplin ilmu dan pemangku kepentingan sangat penting. Kerjasama ini dapat menghasilkan solusi inovatif yang mendukung pembangunan nasional secara menyeluruh.
Landasan Etika: Menghargai keragaman budaya dan pandangan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek menjadi kunci untuk menciptakan harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kebijakan Ilmu: Proses pengambilan keputusan dalam proyek teknik sipil harus melibatkan partisipasi masyarakat. Musyawarah diperlukan untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak terkait agar hasilnya dapat diterima secara luas.
Landasan Etika: Mengedepankan musyawarah dan mufakat menciptakan rasa saling menghormati antara para pemangku kepentingan, sehingga keputusan yang diambil lebih bijaksana dan mencerminkan kepentingan bersama.

Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kebijakan Ilmu: Proyek teknik sipil harus berorientasi pada pemerataan pembangunan. Hal ini termasuk memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali.
Landasan Etika: Keadilan sosial menjadi prinsip utama dalam setiap proyek. Para insinyur dituntut untuk memastikan bahwa manfaat dari proyek tersebut dapat dirasakan oleh semua pihak, bukan hanya segelintir orang.



B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Harapannya untuk Pemimpin, warganegara, dan ilmuwan di indonesia kedepannya tetap menjunjung tinggi nilai pancasila mulai dari ketuhanan yang maha esa sampai keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Karena apabila mereka menerapkan nilai nilai pancasila dalam mengabdi kepada negara, maka kedepannya Indonesia akan menjadi negara yang makmur, tentram, aman, dan damai. Serta diharapkan para tokoh dapat berkolaborasi untuk menciptakaan Indonesia yang lebih maju di era modern ini.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by FADLAN HABIIBI RAKHAWIJAYA 2415011052 -
NAMA: FADLAN HABIIBI R
NPM: 2415011052
KELAS: B

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga dapat dijadikan paradigma dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Setiap sila dalam Pancasila dapat diterapkan dalam kebijakan ilmu dan etika yang mendasari perkembangan ilmu di bidang tertentu. Di bawah ini adalah analisis peran Pancasila sebagai paradigma ilmu untuk disiplin ilmu saya, dengan merinci setiap sila dan kaitannya dengan kebijakan serta landasan etika dalam pengembangan ilmu tersebut, khususnya di tengah persaingan global.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Sebagai sebuah bangsa yang kaya akan keragaman budaya, agama, dan suku bangsa, Indonesia memerlukan sosok pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan profesional, tetapi juga memegang teguh nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama dalam tindakan dan keputusan mereka.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Shella Vita -
Shella vita
2415011051
B
Pada sila pertama, "Ketuhanan yang Maha Esa", kita diajarkan bahwa segala aktivitas kita harus mengutamakan nilai-nilai ketuhanan. Menghargai perbedaan agama, dan menjaga integritas moral. Pancasila sebagai dasar etika membantu memastikan bahwa ilmu yang dikembangkan tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga memperhatikan kemaslahatan umat manusia secara keseluruhan. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, di mana kompetisi global dalam sains dan teknologi sangat ketat, prinsip ini memberikan pedoman untuk menjaga agar teknologi yang dikembangkan tidak merusak nilai-nilai dasar kemanusiaan dan keberagaman agama.
Sila kedua, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", menuntut kita untuk melihat ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk memajukan kesejahteraan dan keadilan sosial. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan harus mampu menjawab tantangan kemanusiaan, seperti ketidakadilan sosial, ketimpangan ekonomi, dan akses terhadap pendidikan serta teknologi. Dalam dunia yang sangat kompetitif ini, negara dan individu dituntut untuk mengembangkan kebijakan ilmu yang tidak hanya menguntungkan segelintir orang atau negara, tetapi juga memberikan manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat. Ini termasuk menciptakan teknologi yang dapat mengatasi masalah kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan secara merata. Di tengah persaingan global, pengembangan ilmu pengetahuan dengan dasar sila ini menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
Kemudian, sila ketiga, "Persatuan Indonesia", memberikan penekanan pada pentingnya kerjasama dan kesatuan, baik dalam konteks nasional maupun internasional. Ilmu pengetahuan, dalam perspektif Pancasila, harus dilandasi oleh semangat persatuan, bukan hanya untuk kemajuan bangsa Indonesia, tetapi juga untuk kebermanfaatan umat manusia secara global. Dalam dunia yang penuh dengan persaingan teknologi, pengetahuan harus dijadikan alat untuk mempererat hubungan antarbangsa, berbagi sumber daya, dan menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan. Di tengah globalisasi yang semakin maju, negara-negara perlu saling mendukung dan berkolaborasi.
Sila keempat, "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan", menegaskan bahwa dalam pengembangan ilmu pengetahuan, setiap keputusan harus melibatkan partisipasi yang luas dari berbagai pihak dan didasarkan pada kebijaksanaan. Dalam praktiknya, ini berarti bahwa kebijakan harus melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas, untuk memastikan bahwa riset dan teknologi yang dikembangkan tidak hanya bermanfaat secara ilmiah, tetapi juga dapat diterima dan dipahami oleh publik. Di tengah persaingan global yang kerap melibatkan negara-negara besar dengan kepentingan politik dan ekonomi yang kompleks, prinsip ini mengingatkan kita untuk selalu mempertimbangkan kepentingan rakyat banyak dalam setiap langkah riset dan pengembangan teknologi.
Akhirnya, sila kelima, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia", memberikan dasar etika bahwa ilmu pengetahuan harus dikembangkan dengan tujuan untuk mengurangi kesenjangan sosial dan memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, kita harus memastikan bahwa hasil dari riset tersebut tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang atau negara kaya, tetapi juga dapat dinikmati oleh seluruh rakyat. Dalam persaingan global, negara-negara harus bekerja keras untuk memastikan bahwa teknologi dan pengetahuan yang dikembangkan tidak justru memperburuk ketidakadilan sosial atau memperlebar kesenjangan antar negara. Sebaliknya, mereka harus mendorong distribusi yang adil dan merata dari kemajuan ilmu pengetahuan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial yang lebih inklusif.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Dwy Rentika Nusa Indah -
Nama : Dwy Rentika Nusa Indah
NPM : 2415011049
Kelas : B MKU Pancasila

Analisis soal 2

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab : Pancasila dapat menjadi kerangka acuan dalam pengembangan iptek agar sejalan dengan kepentingan masyarakat dan bangsa.
• Pada sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, kebijakannya adalah tanggung jawab dengan tidak merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat. Landasan etikanya adalah membangun dengan memperhatikan dampak sosial dari proyek yang dilakukan, seperti manfaatnya bagi masyarakat. Proses di tengah persaingan global, dalam pembangunan harus berlandaskan nilai tanggung jawab sosial.
• Untuk sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, kebijakannya adalah melayani masyarakat dengan adil dan beradab, sehingga setiap proyek harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Landasan etikanya, setiap infrastruktur yang dibangun harus dapat digunakan oleh banyak orang sama rata atau adil. Proses di tengah persaingan global, infrastruktur dengan teknologi canggih harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan.
• Sila ketiga, Persatuan Indonesia, kebijakan ilmunya proyek-proyek harus dapat memperkuat nasionalisme. Landasan etikanya, mengembangkan infrastruktur yang dapat menghubungkan masyarakat di setiap daerah. Proses di tengah persaingan global, pembangunan infrastruktur yang akan bersaing di global harus dapat mempersatukan bangsa Indonesia.
• Sila keempat, kebijakan ilmunya adalah musyawarah dalam perencanaan pembangunan. Landasan etikanya, transparan kepada masyarakat untuk pembangunan dengan melakukan musyawarah. Proses ditengah persaingan global, menciptakan proyek dengan melibatkan masyarakat agar mendapatkan manfaatnya.
• Sila kelima, kebijakan ilmunya adalah konstruksi yang dapat menguntungkan semua warga. Landasan etikanya, dalam pembangunan harus diterapkan prinsip keadilan. Proses ditengah persaingan global, pada masalah pembangunan, harus menciptakan solusi yang tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga adil secara sosial dan lingkungan.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab : Harapan saya model pemimpin Indonesia yang Pancasilais adalah pemimpin yang mampu memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemimpin yang dapat memberikan kesejahteraan sosial dan memberikan hak-hak setiap warga negara. Pemimpin yang jujur, dan dapat mempersatukan setiap kalangan di Indonesia.

Harapan saya bagi model warganegara yang Pancasilais adalah warga negara Indonesia dapat saling menjaga toleransi dan taat terhadap hukum yang berlaku. Sedangkan, harapan saya untuk para ilmuwan Indonesia, agar dapat melakukan pengembangan ilmu dengan berdasarkan nilai Pancasila yang dapa bermanfaat bagi warga negara Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by M. Raafi Hidayatullah -
NAMA : M. RAAFI HIDAYATULLAH
NPM : 2455011019
KELAS : B

Analisis Pengaruh Kemajuan IPTEK terhadap Indonesia dalam Berbagai Aspek

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan di Indonesia, baik itu dalam bidang sosial, ekonomi, politik, budaya, maupun lingkungan. Indonesia sebagai negara berkembang, yang juga terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, membutuhkan penerapan teknologi untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada. Berikut adalah analisis tentang pengaruh kemajuan IPTEK terhadap Indonesia dalam berbagai aspek:

1. Aspek Ekonomi
Kemajuan IPTEK memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Teknologi memberikan efisiensi dalam sektor-sektor utama ekonomi seperti industri, pertanian, perdagangan, dan jasa.

Industri dan Manufaktur: Teknologi mempengaruhi cara produksi barang dan jasa. Otomatisasi dan penggunaan robotik dalam pabrik meningkatkan efisiensi dan produktivitas, mengurangi biaya produksi, dan menghasilkan barang berkualitas lebih tinggi. Di Indonesia, teknologi ini dapat memperkuat sektor manufaktur dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

E-commerce dan Digitalisasi: Kemajuan dalam teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah pola perdagangan di Indonesia. Platform e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee memfasilitasi transaksi online, yang memberikan peluang bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Ini berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian nasional dan pemerataan kesempatan ekonomi, terutama di daerah-daerah terpencil.

Pertanian: Teknologi pertanian, seperti penggunaan drone untuk pemetaan lahan dan sensor cerdas untuk monitoring tanaman, memungkinkan petani di Indonesia untuk meningkatkan hasil pertanian dan mengurangi pemborosan sumber daya. Teknologi ini juga dapat memperkenalkan metode pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Fintech (Teknologi Keuangan): Dengan adanya layanan financial technology (fintech), seperti pembayaran digital, pinjaman online, dan investasi berbasis teknologi, semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat mengakses layanan keuangan tanpa harus bergantung pada lembaga keuangan tradisional. Ini membantu mendorong inklusi keuangan dan memperluas akses ke ekonomi digital.

2. Aspek Sosial
Kemajuan IPTEK juga mempengaruhi aspek sosial di Indonesia, terutama dalam hal pendidikan, komunikasi, dan perubahan pola interaksi sosial.

Pendidikan: Teknologi informasi memungkinkan pembelajaran berbasis daring (e-learning), yang memberikan kesempatan bagi siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa terbatas oleh lokasi. Di masa pandemi, misalnya, platform pembelajaran online seperti Zoom dan Google Classroom memungkinkan proses belajar-mengajar berlangsung meskipun secara jarak jauh. Teknologi ini meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan dan membantu mengatasi kesenjangan pendidikan antara kota dan desa.

Komunikasi: Kemajuan teknologi komunikasi, terutama internet dan media sosial, mempercepat aliran informasi dan komunikasi di Indonesia. Masyarakat di berbagai pelosok Indonesia kini bisa berinteraksi lebih mudah, berbagi informasi, dan mendiskusikan isu-isu penting. Hal ini mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik, sosial, dan budaya.

Kesehatan: Teknologi juga berperan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Telemedicine, misalnya, memungkinkan pasien untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi atau video call, yang sangat berguna di daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan. Inovasi medis seperti penggunaan robot bedah dan teknologi genomik juga memberikan harapan bagi peningkatan kualitas perawatan kesehatan di Indonesia.

3. Aspek Politik
Di bidang politik, kemajuan IPTEK memainkan peran dalam transparansi pemerintahan, partisipasi politik, dan keamanan.

Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintahan: Teknologi digital, seperti e-government, memungkinkan peningkatan transparansi dalam pelayanan publik dan pengelolaan anggaran negara. Platform digital memungkinkan masyarakat untuk mengakses informasi publik secara langsung, mengajukan keluhan, atau memonitor kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah. Hal ini meningkatkan akuntabilitas pemerintah dan mengurangi peluang terjadinya korupsi.

Partisipasi Politik: Media sosial dan teknologi informasi memungkinkan masyarakat Indonesia untuk lebih terlibat dalam proses politik. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan isu-isu politik, menyuarakan pendapat mereka, bahkan berpartisipasi dalam kampanye pemilu dengan lebih mudah. Hal ini memberi ruang bagi demokrasi yang lebih partisipatif, karena masyarakat dapat lebih bebas menyuarakan aspirasi mereka.

Keamanan dan Pertahanan: Teknologi informasi juga sangat penting dalam meningkatkan sistem pertahanan dan keamanan negara. Teknologi seperti cybersecurity, drone, dan satelit digunakan oleh Indonesia untuk memperkuat kemampuan pengawasan dan pertahanan negara, serta mengantisipasi ancaman dari luar negeri atau ancaman teroris.

4. Aspek Budaya
Kemajuan IPTEK juga memengaruhi aspek budaya Indonesia, baik dari segi pelestarian maupun pengembangan budaya lokal.

Pelestarian Budaya Lokal: Teknologi dapat digunakan untuk mendokumentasikan dan melestarikan budaya Indonesia, seperti seni, musik, tari, dan bahasa. Digitalisasi karya seni dan budaya melalui platform seperti YouTube, Instagram, atau aplikasi budaya memungkinkan generasi muda untuk lebih mudah mengenal dan memelihara kekayaan budaya Indonesia.

Inovasi Budaya: Teknologi juga membuka peluang bagi inovasi budaya, seperti menciptakan bentuk seni atau media baru yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Misalnya, seni digital art, animasi, dan video game yang berbasis pada budaya Indonesia dapat berkembang dan dieksplorasi, memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mengembangkan industri kreatifnya lebih jauh di tingkat internasional.

5. Aspek Lingkungan
Kemajuan IPTEK memiliki dampak yang sangat penting dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.

Teknologi Ramah Lingkungan: Teknologi dalam bidang energi terbarukan seperti panel surya, tenaga angin, dan biogas dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada energi fosil, mengurangi polusi udara, dan mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Teknologi ini penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang menjaga keseimbangan ekosistem Indonesia.

Pemantauan Lingkungan: Teknologi satelit dan sensor lingkungan memungkinkan Indonesia untuk lebih baik dalam memantau kerusakan lingkungan dan deforestasi yang terjadi, khususnya di daerah-daerah yang rentan seperti hutan tropis. Ini juga membantu Indonesia dalam upaya pencegahan bencana alam, seperti kebakaran hutan dan tanah longsor.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Restu Natasya Hidayati -
RESTU NATASYA HIDAYATI
2415911056
KELAS B

A. Peran pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu teknik sipil yaitu: pada sila pertama, teknik sipil harus besikap profesional, bekerja dengan jujur, bertanggung jawab dan berintegritas. Sila kedua, Setiap proyek harus dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, seperti tidak mengeksploitasi tenaga kerja dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Sila ketiga, Proyek infrastruktur harus mempersatukan masyarakat, bukan memecah belah. Misalnya, menghindari pembangunan yang menyebabkan konflik sosial atau ketidakseimbangan ekonomi. Sila keempat, Setiap proyek harus mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan tidak hanya menguntungkan segelintir pihak. Sila kelima, Pembangunan harus berdasarkan prinsip keadilan dan tidak diskriminatif, memastikan setiap orang memiliki akses yang sama terhadap hasil pembangunan.

B. Harapannya kepada pempimpin yaitu dapat berintegritas, seperti jujur, adil dan mengutamakan kepentingan rakyat, dapat berinovatif dan berorientasi pada kesejahteraan bangsa, mengedepankan kemanusiaan, mendengarkan aspirasi rakyat, dan menjaga persatuan bangsa. Kepada warganegara, diharapkan dapat menghormati perbedaan yang ada, lebih aktif dimulai dari hal kecil seperti menjaga lingkungan, dan bertanggung jawab. Kepada ilmuwan, diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang dapat memecahkan masalah bangsa, dapat memanfaatkan ilmu dengan baik dan benar, dan saling bekerja sama dengan bidan lain agar dapat membawa indonesia ke tingkat global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by ZUMAIRUL MUFID -
Nama : Zumairul Mufid
NPM : 2415011029
Kelas : B



1.Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Pancasila dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk menjadikannya sebagai landasan etika dan kebijakan. Berikut penjabaran setiap sila:

Sila 1 (Ketuhanan Yang Maha Esa): Mengintegrasikan nilai spiritual dan moral dalam pengembangan ilmu. Misalnya, dalam teknologi, mendorong inovasi yang beretika tanpa melanggar ajaran agama atau keyakinan.

Sila 2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Menekankan pentingnya memprioritaskan kesejahteraan manusia dalam inovasi, misalnya teknologi yang ramah lingkungan dan inklusif bagi semua kalangan.

Sila 3 (Persatuan Indonesia): Mengembangkan ilmu yang mendorong integrasi nasional, seperti riset di bidang transportasi atau teknologi komunikasi yang menjangkau daerah terpencil.

Sila 4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan): Menerapkan pendekatan kolaboratif dalam riset, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk menemukan solusi bersama atas permasalahan nasional.

Sila 5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Fokus pada pengembangan ilmu yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat, seperti pangan, energi, dan pendidikan yang merata.

Proses dalam persaingan global:

Riset berbasis lokal: Memanfaatkan potensi lokal untuk menghasilkan produk yang kompetitif di pasar global.
Kolaborasi internasional: Tetap bekerja sama dengan ilmuwan dari negara lain sambil mempertahankan nilai-nilai Pancasila.
Edukasi karakter: Membangun generasi ilmuwan yang berkompetensi global tetapi tetap berakar pada identitas budaya Indonesia.

Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

2. Harapan terhadap model pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais:
Pemimpin Pancasilais: Pemimpin yang berintegritas, mengutamakan kepentingan rakyat, mampu menjembatani konflik dengan bijaksana, serta memberikan teladan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan globalisasi.

Warga Negara Pancasilais: Individu yang berkontribusi positif terhadap masyarakat, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan cinta tanah air. Mereka juga aktif mengkritisi kebijakan yang bertentangan dengan keadilan sosial.

Ilmuwan Pancasilais: Ilmuwan yang tidak hanya berfokus pada hasil inovasi, tetapi juga pada dampak sosial, lingkungan, dan etika dari temuan mereka. Mereka harus mampu membawa perubahan positif yang berkelanjutan untuk masyarakat luas.

Warga negara Pancasilais harus mampu berkontribusi positif bagi masyarakat, menjunjung nilai toleransi, kebersamaan, serta cinta tanah air, sekaligus bersikap kritis terhadap kebijakan yang tidak adil. Ilmuwan Pancasilais, di sisi lain, harus menghasilkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga berdampak positif secara sosial, lingkungan, dan etika, untuk memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat luas.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by SOFIA ZAHRA SAPUTRI -
NAMA: SOFIA ZAHRA SAPUTRI
NPM :2415011045
KELAS : B

1.Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
JAWABAN :
Pancasila berperan sebagai kerangka panduan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) agar tetap selaras dengan kepentingan masyarakat dan bangsa.
Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Kebijakan: Mengembangkan ilmu pengetahuan dengan tanggung jawab, tanpa merusak lingkungan atau kehidupan masyarakat.
Landasan etika: Mengutamakan dampak sosial dari setiap proyek yang dikerjakan, memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
Proses di tengah persaingan global: Setiap pembangunan harus berlandaskan nilai tanggung jawab sosial, meskipun bersaing secara internasional.

Sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kebijakan: Memberikan pelayanan yang adil dan beradab, dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam setiap proyek.
Landasan etika: Infrastruktur yang dibangun harus bermanfaat bagi semua orang secara merata.
Proses di tengah persaingan global: Tetap menjaga aspek kemanusiaan dalam penerapan teknologi canggih.

Sila ketiga: Persatuan Indonesia
Kebijakan: Mengembangkan proyek-proyek yang memperkuat rasa persatuan dan nasionalisme.
Landasan etika: Membuat infrastruktur yang mampu menghubungkan masyarakat di berbagai daerah.
Proses di tengah persaingan global: Membangun infrastruktur yang mendukung persatuan nasional sambil tetap bersaing di tingkat global.

Sila keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kebijakan: Melibatkan musyawarah dalam proses perencanaan pembangunan.
Landasan etika: Transparansi kepada masyarakat melalui diskusi bersama untuk merencanakan pembangunan.
Proses di tengah persaingan global: Melibatkan masyarakat dalam proyek untuk memastikan manfaatnya dirasakan secara langsung.

Sila kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kebijakan: Membangun infrastruktur yang memberikan manfaat bagi seluruh warga.
Landasan etika: Menjunjung prinsip keadilan dalam setiap pembangunan.
Proses di tengah persaingan global: Menghasilkan solusi pembangunan yang efisien secara teknis dan adil secara sosial maupun lingkungan.

2. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
JAWABAN :
Harapan saya adalah memiliki pemimpin yang adil, mampu memperjuangkan kesejahteraan sosial, melindungi hak-hak warga negara, jujur, dan berkomitmen untuk mempersatukan masyarakat dari berbagai kalangan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Zahrah Novita Athirah -
NAMA: ZAHRAH NOVITA ATHIRAH
NPM: 2415011115

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Pancasila dapat menjadi dasar etika dalam pengembangan ilmu teknologi dengan mengedepankan tanggung jawab moral dalam setiap inovasi, memastikan teknologi digunakan untuk kesejahteraan semua orang, dan mendukung persatuan bangsa. Teknologi harus dikembangkan dengan melibatkan masyarakat secara luas dan memastikan manfaatnya merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam persaingan global, proses pengembangan teknologi harus mengutamakan inovasi yang beretika, riset lokal, dan kolaborasi internasional untuk kemajuan yang bermanfaat bagi Indonesia.


B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Harapan saya, pemimpin Pancasilais di Indonesia harus bijaksana, adil, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Warganegara Pancasilais aktif berpartisipasi, menghargai perbedaan, dan menjunjung hak asasi manusia. Ilmuwan Pancasilais mengembangkan ilmu pengetahuan dengan etika tinggi untuk kesejahteraan masyarakat. Di masa depan, saya berharap Indonesia menghasilkan pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi tantangan global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Muhammad Davitt -
NAMA : M.DAVIT DWI NOVANZA
NPM : 2415011113

A. Peran Pancasila sebagai Paradigma Ilmu

Sila 1: Ilmu menghormati nilai spiritual dan moral, memastikan penggunaan teknologi tidak melanggar norma agama.
Sila 2: Berorientasi pada kesejahteraan manusia dan hak asasi.
Sila 3: Mempersatukan bangsa dengan menciptakan solusi yang inklusif.
Sila 4: Mengembangkan ilmu melalui kolaborasi demokratis dengan berbagai pihak.
Sila 5: Distribusi hasil ilmu yang adil dan merata untuk seluruh masyarakat.
Proses: Dengan inovasi berbasis kearifan lokal, kolaborasi internasional, dan etika global, pengembangan ilmu tetap relevan di tengah persaingan global.

B. Harapan Pemimpin, Warga Negara, dan Ilmuwan Pancasilais

Pemimpin: Bijaksana, berintegritas, menggunakan IPTEK untuk rakyat, menjaga kedaulatan.
Warga Negara: Cerdas, kritis, bertanggung jawab menggunakan teknologi, menjaga persatuan.
Ilmuwan: Etis, menghasilkan inovasi untuk kemaslahatan masyarakat, bersaing global dengan berlandaskan Pancasila.
Kesimpulan: Dengan sinergi antara pemimpin, warga, dan ilmuwan Pancasilais, Indonesia bisa maju di era global tanpa kehilangan identitasnya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Nazala Khoirul Azizah -
Nama : Nazala Khoirul Azizah
NPM : 2415011033

A. Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki peran penting dalam membentuk paradigma ilmu, terutama dalam disiplin ilmu. Pancasila sangat penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi di Indonesia. Setiap sila mengajarkan kita untuk mengembangkan teknologi yang bermanfaat bagi seluruh rakyat, menghormati keberagaman, dan menjaga persatuan. Kebijakan teknologi juga harus melibatkan masyarakat dan memastikan manfaatnya untuk semua.
• Kebijakan Ilmu: Mengembangkan teknologi konstruksi yang selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan. Contohnya, menggunakan energi terbarukan dalam pembangunan infrastruktur.
• Landasan Etika: Mengutamakan integritas dan kejujuran dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proyek konstruksi.

• Proses: Dalam persaingan global, teknologi hijau seperti bahan bangunan ramah lingkungan dan efisiensi energi dapat dijadikan keunggulan kompetitif.

B. Pemimpin yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, berintegritas tinggi dan berwawasan global. Warga negara yang aktif dalam berpartisipasi, menghormati perbedaan, dan menjadi agen perubaham. Ilmuwan yang mengambangkan ilmu bermanfaat, memiliki etika keilmuan dan berkontribusi pada pembangunan bangsa. Pemimpin harus bijaksana dan adil, warga negara harus aktif berkontribusi sambil menghargai keberagaman, dan ilmuwan harus menciptakan inovasi yang beretika serta berdampak positif pada masyarakat. Dengan begitu, mereka dapat menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Wahyu Wuri Suganda -
NAMA : WAHYU WURI SUGANDA
NPM : 2455011021
KELAS : B (DARI KELAS D)

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pandangan hidup, kebijakan, dan etika dalam berbagai bidang ilmu, termasuk disiplin ilmu yang saya pelajari. Setiap sila dalam Pancasila dapat diterapkan sebagai paradigma ilmu, memberikan arahan yang jelas dalam kebijakan ilmu dan pengembangan ilmu di tengah persaingan global saat ini.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warga negara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang.
saya berharap agar setiap individu yang memiliki peran kunci dalam kehidupan bermasyarakat termasuk pemimpin, warga negara, dan ilmuwan mampu mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap langkah mereka.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by rendi fadliyansyah -
RENDI FADLIYANSYAH
2455011020

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Kebijakan Ilmu:
Sila pertama menekankan pentingnya nilai-nilai moral dan spiritual dalam pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk dalam bidang teknik sipil. Kebijakan ilmu yang harus diterapkan adalah bahwa semua proyek dan pengembangan teknologi dalam teknik sipil tidak hanya berfokus pada hasil fisik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan sosial dan kemanusiaan. Dalam konteks ini, rekayasa dan pembangunan infrastruktur harus memperhatikan kebutuhan masyarakat, keadilan sosial, dan dampak lingkungan yang lebih luas.

Landasan Etika:
Sebagai landasan etika, nilai-nilai ketuhanan mengajarkan kita untuk bertindak dengan tanggung jawab sosial dan moral. Misalnya, dalam pembangunan jembatan atau gedung tinggi, kita harus selalu memprioritaskan keselamatan publik dan tidak hanya mengejar keuntungan material semata. Prinsip ini juga mengharuskan para profesional teknik sipil untuk mematuhi kode etik dan standar keselamatan yang tinggi.

Proses dalam Persaingan Global:
Di tengah persaingan global, teknologi dan inovasi dalam bidang teknik sipil harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai spiritual dan moral, terutama yang menyangkut keselamatan manusia dan lingkungan. Meskipun globalisasi mendorong kecepatan pembangunan dan adopsi teknologi canggih, Pancasila mengingatkan kita untuk tidak mengabaikan aspek humanistik dan religius dalam setiap langkah pengembangan teknologi.

2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Kebijakan Ilmu:
Sila kedua mengedepankan pentingnya kemanusiaan, keadilan, dan persamaan hak dalam setiap pengembangan ilmu. Dalam konteks teknik sipil, ini dapat diterjemahkan ke dalam pembangunan infrastruktur yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk daerah terpencil dan kurang berkembang. Setiap proyek pembangunan harus memperhatikan kesetaraan akses dan distribusi manfaat, tanpa mendiskriminasi kelompok tertentu.

Landasan Etika:
Etika dalam teknik sipil harus selalu berpijak pada nilai kemanusiaan. Hal ini mencakup kewajiban untuk memastikan bahwa proyek-proyek pembangunan tidak merugikan masyarakat atau mengabaikan hak-hak dasar manusia. Misalnya, pembangunan infrastruktur harus mengutamakan keamanan, kesehatan, dan hak atas lingkungan yang bersih.

Proses dalam Persaingan Global:
Di era persaingan global, kesadaran terhadap keadilan sosial menjadi hal yang sangat penting. Negara-negara maju sering kali mengembangkan teknologi dan infrastruktur dengan standar yang tinggi, tetapi seringkali tidak memperhatikan dampaknya bagi masyarakat miskin atau terpinggirkan. Dalam hal ini, Pancasila mengajarkan kita untuk menjaga prinsip keadilan sosial dan memberikan akses yang adil bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam pembangunan infrastruktur.

3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Kebijakan Ilmu:
Sila ketiga menggarisbawahi pentingnya persatuan dan kesatuan dalam pembangunan. Dalam teknik sipil, ini berarti pengembangan infrastruktur yang dapat menyatukan berbagai wilayah Indonesia yang luas dan beragam. Infrastruktur yang dibangun harus mendukung integrasi sosial dan ekonomi antar wilayah, menghubungkan daerah terpencil dengan pusat-pusat ekonomi, serta menciptakan kesetaraan akses bagi semua warga negara.

Landasan Etika:
Sebagai landasan etika, sila ketiga mengajarkan kita untuk tidak memanfaatkan perbedaan untuk menciptakan kesenjangan sosial atau ekonomi dalam pembangunan infrastruktur. Kita diingatkan untuk menghindari pembangunan yang hanya menguntungkan satu kelompok atau daerah saja, tetapi justru harus menciptakan kesetaraan antar wilayah.

Proses dalam Persaingan Global:
Di tengah persaingan global, tantangan terbesar adalah bagaimana Indonesia dapat tetap bersaing dengan negara-negara maju dalam hal infrastruktur, namun tetap mempertahankan nilai-nilai persatuan. Salah satu contohnya adalah pembangunan transportasi publik yang terjangkau dan berkelanjutan di seluruh Indonesia, yang dapat mengurangi kesenjangan antara daerah urban dan rural.

4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Kebijakan Ilmu:
Sila keempat mengajarkan tentang demokrasi dan partisipasi rakyat dalam setiap kebijakan, termasuk dalam kebijakan pengembangan infrastruktur. Dalam teknik sipil, hal ini dapat diterjemahkan menjadi pengambilan keputusan berbasis musyawarah dan konsultasi dengan masyarakat, serta melibatkan pihak terkait seperti pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur.

Landasan Etika:
Etika yang terkait dengan sila ini menekankan bahwa setiap keputusan dalam pembangunan harus mempertimbangkan kepentingan rakyat, terutama mereka yang terdampak langsung oleh proyek. Ini termasuk prinsip transparansi, akuntabilitas, serta memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah yang terbaik bagi masyarakat secara keseluruhan.

Proses dalam Persaingan Global:
Di era globalisasi, persaingan dalam pembangunan infrastruktur sering kali melibatkan banyak pemangku kepentingan, baik domestik maupun internasional. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak hanya menguntungkan perusahaan besar, tetapi juga mempertimbangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat lokal.

5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kebijakan Ilmu:
Sila kelima menggarisbawahi prinsip keadilan sosial. Dalam konteks teknik sipil, kebijakan ini harus diterjemahkan ke dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya menguntungkan segelintir orang, tetapi memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat miskin dan kelompok marjinal.

Landasan Etika:
Sebagai landasan etika, sila ini mengajarkan kita untuk mengutamakan kepentingan bersama dan menghindari pembangunan yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Dalam hal ini, kita perlu memastikan bahwa pembangunan infrastruktur berorientasi pada kesejahteraan sosial yang lebih luas dan dapat mengurangi ketimpangan ekonomi dan sosial.

Proses dalam Persaingan Global:
Di tengah persaingan global, tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan bahwa teknologi dan metode konstruksi yang digunakan tidak hanya mengutamakan efisiensi biaya atau kecepatan pembangunan, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat secara keseluruhan. Misalnya, pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan dan yang memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

harapan saya adalah Indonesia akan memiliki pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang Pancasilais, yang akan saling mendukung dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap tindakan mereka, baik dalam pembuatan kebijakan, pengembangan teknologi, maupun dalam interaksi sosial.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by ATIKA PUSPITA SARI_2415011111 -
Nama : Atika Puspita Sari
NPM : 2415011111
Kelas : B

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawaban:

Adapun peran Pancasila sebagai kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu keteknik sipilan untuk memberikan arah agar dalam penerapan ilmu teknik sipil tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga menghormati nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.
Sila 1 : Pengembangan teknologi teknik sipil harus menghormati nilai keimanan dan menjaga alam sebagai ciptaan Tuhan.
Sila 2 : Kebijakan ilmu teknik sipil harus mengutamakan kesejahteraan manusia.
Sila 3 : Ilmu teknik sipil harus mampu mendukung pembangunan yang memperkuat persatuan bangsa.
Sila 4 : Dalam proses pengerjaan infrastruktur harus secara demokratis yang melibatkan masyarakat sebagai konsultasi publik.
Sila 5 : Menjunjung keadilan sosial untuk memastikan pembangunan menguntungkan dan bermanfaat bagi semua pihak.

Dalam proses persaingan global, bidang teknik sipil juga tetap memastikan Pancasila sebagai kebijakan ilmu dan landasan etika, agar tidak hanya mampu bersaing dengan negara lain, tetapi juga tetap bisa menerapkan nilai Pancasila dalam penerapannya.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawaban:

Harapan saya untuk para pemimpin, warganegara, dan ilmuan yang Pancasilais adalah:
  • Pemimpin, saya berharap pemimpin akan selalu mampu menerapkan nilai Pancasila dalam setiap kebijakannya, agar nilai Pancasila terus mampu terealisasikan. Karena kehidupan bangsa juga bergantung bagaimana seorang pemimpin menjalankan tanggung jawabnya untuk bangsa.
  • Warganegara, saya berharap warganegara lebih bisa memahami hak dan kewajiban mereka. Jangan hanya menuntut haknya saja, tetapi kewajiban dalam bernegara justru ditinggalkan. Maka dari itu, setiap warga negara harus memiliki pemikiran Pancasilais.
  • Ilmuwan, sebagai inovator terhadap teknologi bangsa, diharapkan ilmuwan tetap mampu bersikap Pancasilais agar teknologi ya g diciptakan tetap selaras dengan dasar negara, yaitu Pancasila.
In reply to ATIKA PUSPITA SARI_2415011111

Re: Forum Analisis Soal-2

by 2415011046 2415011046 -
Nama : Roy Rendi Sanjaya 
Npm : 2415011046
Kelas : B

A. Peran Pancasila sebagai Paradigma Ilmu dalam Disiplin Ilmu
Pancasila menjadi landasan etika dan kebijakan dalam pengembangan ilmu yang saya pelajari. Berikut penjabaran setiap sila:


1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Ilmu harus dikembangkan dengan menjunjung tinggi nilai spiritualitas dan keimanan. Dalam disiplin saya, penelitian dan inovasi harus mematuhi nilai-nilai moral, tidak bertentangan dengan norma agama, serta memberikan manfaat bagi umat manusia.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Pengembangan ilmu harus mengutamakan kepentingan kemanusiaan, memperhatikan dampak sosial, dan menghormati hak asasi manusia. Proyek atau teknologi yang dihasilkan harus berfokus pada kemaslahatan bersama.

3. Persatuan Indonesia: Ilmu menjadi alat pemersatu bangsa dengan menekankan kolaborasi lintas disiplin dan lintas budaya untuk mengatasi permasalahan nasional, seperti pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan sosial.


4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Ilmu dikembangkan melalui pendekatan partisipatif, melibatkan semua pihak terkait, termasuk masyarakat, dalam perumusan kebijakan dan implementasi penelitian.


5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Pengembangan ilmu harus berorientasi pada pemerataan manfaat bagi seluruh rakyat, memastikan teknologi dan inovasi dapat diakses oleh semua golongan masyarakat.
Di tengah persaingan global, paradigma ini menjadi panduan untuk bersaing secara sehat, beretika, dan memberikan kontribusi yang relevan dalam memajukan bangsa.

B. Harapan Mengenai Model Pemimpin, Warganegara, dan Ilmuwan yang Pancasilais
Saya berharap pemimpin Indonesia dapat menjadi figur yang bijaksana, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama dengan menjunjung nilai-nilai Pancasila. Pemimpin yang Pancasilais harus mampu mengelola perbedaan, bersikap adil, serta menjadi teladan dalam mengutamakan kepentingan rakyat.


Sebagai warga negara, saya berharap masyarakat Indonesia menjadi individu yang kritis, toleran, dan memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan bangsa. Setiap warga harus berperan aktif dalam membangun lingkungan yang damai dan saling menghormati.

Untuk ilmuwan, harapan saya adalah mereka mampu mengembangkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan moral dan etika Pancasila. Ilmuwan Pancasilais adalah mereka yang menjadikan kemajuan ilmu sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan semata untuk kepentingan pribadi atau komersial. Di masa depan, peran aktif semua elemen ini dapat membawa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, berdaya saing, dan bermartabat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by MUHAMMAD IQBAL -
NAMA: MUHAMMAD IQBAL
NPM: 2455011018
KELAS: B MKU PANCASILA

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

1. Sila Pertama : Mengutamakan integritas dan tanggung jawab sosial dalam merancang infrastruktur yang mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial.

2. Sila Kedua: Menjamin kesejahteraan manusia dengan memperhatikan keselamatan, aksesibilitas, dan keadilan dalam proyek-proyek teknik sipil.

3. Sila Ketiga: Mendorong pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia untuk memperkuat persatuan bangsa.

4. Sila Keempat: Mengutamakan partisipasi masyarakat dan transparansi dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.

5. Sila Kelima: Menjamin keadilan sosial dengan memastikan infrastruktur dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Dalam persaingan global, penerapan Pancasila membantu teknik sipil Indonesia untuk bersaing dengan mengutamakan keberlanjutan, keadilan sosial, dan kesejahteraan umat manusia, serta menjaga nilai moral dalam setiap proyek

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

1. Pemimpin yang harus bijaksana, adil, dan transparan, serta mengutamakan kepentingan rakyat. Di masa depan, pemimpin harus cerdas dalam menghadapi tantangan global dan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.

2. Warganegara yang aktif dalam pembangunan, menjunjung kebersamaan, dan berpartisipasi dengan mengutamakan musyawarah. Di masa mendatang, mereka harus menjaga persatuan dalam menghadapi globalisasi.

3. Ilmuwan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan teknologi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Di masa depan, mereka harus lebih inovatif namun tetap mengutamakan etika dan keberlanjutan dalam setiap temuan ilmiah mereka.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by JESICA AJENG_ 2415011034 -
Nama : Jesica Ajeng Sekar Ayu
Npm : 2415011034
Kelas : B-Teknik Sipil

Analisis Soal 2
A . Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berperan penting dalam membentuk paradigma ilmu pengetahuan, terutama dalam konteks kebijakan dan etika. Berikut adalah rincian peran Pancasila dalam disiplin ilmu dan landasan ilmu: Sila pertama : Mengedepankan nilai keagamaan dalam penelitian dan pengembangan ilmu, mendorong integrasi antara sains dan moralitas, Sila kedua : Menekankan pentingnya penelitian yang memperhatikan kesejahteraan manusia dan keadilan sosi Dengan al, serta mencegah eksploitasi, Sila ketiga : Mendorong kolaborasi antar disiplin ilmu untuk mencapai tujuan bersama demi kemajuan bangsa, serta menghindari sekat-sekat yang dapat memecah belah, Sila ke empat : Mengutamakan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan bersama,, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas, Sila ke lima : Mengarahkan penelitian untuk menciptakan solusi yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Di era globalisasi, Proses penerapan Pancasila dalam ilmu pengetahuan menghadapi tantangan seperti, Peneliti harus tetap relevan dengan tren global sambil mempertahankan nilai-nilai lokal, Membangun jaringan dengan ilmuwan global sambil tetap mengedepankan identitas nasional, Mengintegrasikan teknologi baru dengan mempertimbangkan dampak sosial dan etika berdasarkan prinsip Pancasila.
B . Untuk para pemimpin: Kita butuh pemimpin yang punya visi jelas buat masa depan Indonesia, bisa mengambil keputusan yang adil dan bijaksana, serta punya integritas yang tinggi, Untuk warga negara: Kita sebagai warga negara harus aktif ikut membangun negara, saling menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab atas tindakan kita. Intinya, jadi warga negara yang baik dan peduli sama sesama, untuk para ilmuwan: Harapannya, para ilmuwan Indonesia bisa menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by ZAHRA APRILIA 2415011037 -
Nama: Zahra Aprilia
NPM: 2415011037

Analisis Soal
A. Pancasila berperan sebagai dasar filosofis dan etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Nilai-nilainya mengarah pada pengembangan ilmu yang berfokus pada moralitas, kemanusiaan, keadilan, dan persatuan sosial. Dalam menghadapi persaingan global, Pancasila memastikan setiap inovasi dan teknologi berlandaskan nilai kebangsaan, relevan dengan kebutuhan lokal, serta berdampak positif dan berkelanjutan. Contohnya, dalam pengembangan energi terbarukan, Pancasila berperan sebagai panduan agar teknologi beretika dan berwawasan lingkungan.

B. Harapannya, pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais mampu menciptakan keadilan, toleransi, dan persatuan untuk memajukan bangsa. Nilai Pancasila menjadi pedoman dalam membangun lingkungan yang adil, inklusif, dan harmonis demi kesejahteraan seluruh masyarakat serta menghadapi berbagai tantangan global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by DELPITA NOVI ANGGRAINI 2415011042 -
NAMA: DELPITA NOVI ANGGRAINI
NPM: 2415011042
KELAS: B-TEKNIK SIPIL

1.Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawaban: Sila 1 - Ketuhanan Yang Maha Esa:

Kebijakan Ilmu: Mendorong pembangunan infrastruktur yang memperhatikan nilai-nilai spiritual, seperti tempat ibadah yang ramah lingkungan dan inklusif.Sila 2 - Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:

Kebijakan Ilmu: Merancang infrastruktur yang memberikan akses yang adil untuk semua lapisan masyarakat, seperti fasilitas umum yang ramah disabilitas.
Landasan Etika: Memastikan pembangunan tidak merugikan komunitas lokal dan memperhatikan kesejahteraan manusia.Sila 3 - Persatuan Indonesia:

Kebijakan Ilmu: Membangun infrastruktur yang memperkuat konektivitas antarwilayah untuk mendukung persatuan nasional.

2. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawaban:
Pemimpin Pancasilais

Sekarang: Pemimpin yang jujur, adil, dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Pemimpin ini harus mampu menjaga persatuan dan keberagaman di Indonesia.
Masa Depan: Pemimpin visioner yang mampu membawa Indonesia bersaing secara global sambil tetap menjunjung tinggi nilai-nilai PancasilaWarganegara Pancasilais

Sekarang: Warga yang aktif menjaga toleransi, menjunjung tinggi gotong royong, dan peduli terhadap permasalahan bangsa.
Masa Depan: Warga yang kritis, inovatif, dan berdaya saing, namun tetap berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan.

Ilmuwan Pancasilais

Sekarang: Ilmuwan yang menggunakan pengetahuan untuk kepentingan bangsa, menjaga keberlanjutan, dan memberikan solusi untuk masalah lokal.
Masa Depan: Ilmuwan yang mampu menciptakan inovasi global dengan identitas Pancasila, menjadikan Indonesia pusat riset berbasis nilai moral dan kemanusiaan
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by ARISTARKUS LUBIS 2415011036 -
Nama:Aristarkus Lubis
Npm:2415011036
Kelas:B

A. Pancasila sebagai paradigma ilmu membantu mengarahkan disiplin ilmu dengan menanamkan nilai-nilai dari setiap sila. Sila Ketuhanan mengingatkan pentingnya moralitas dalam ilmu, Kemanusiaan menekankan pengembangan ilmu untuk kebaikan bersama, Persatuan menjadi landasan kolaborasi lintas bidang, Kerakyatan menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat, dan Keadilan Sosial memastikan ilmu berkontribusi bagi kesejahteraan semua orang. Proses ini menuntut pemanfaatan teknologi global tanpa melupakan identitas nasional, sehingga ilmu dapat berkembang seimbang antara modernisasi dan nilai lokaL.

B. Harapan untuk pemimpin, warga negara, dan ilmuwan Pancasilais di masa kini dan depan adalah mereka yang mampu mengintegrasikan nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Pemimpin harus bijaksana dan adil, warga negara harus aktif berkontribusi sambil menghargai keberagaman, dan ilmuwan harus menciptakan inovasi yang beretika serta berdampak positif pada masyarakat. Dengan begitu, mereka dapat menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Ayda Zulfa Ulya -
NAMA : AYDA ZULFA ULYA
NPM : 2415011116
KELAS ; B


1. Pancasila berfungsi sebagai paradigma ilmu di Indonesia dengan mengintegrasikan nilai-nilai setiap sila ke dalam kebijakan dan etika pengembangan ilmu.
a.Ketuhanan Yang Maha Esa : Mendorong penelitian yang menghargai aspek spiritual dan moral.
b.Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab : Menekankan keadilan dan etika dalam pengembangan teknologi.
c.Persatuan Indonesia : Memperkuat kolaborasi antar disiplin ilmu untuk kesejahteraan bangsa.
d.Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan : Mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan ilmiah.
e.Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia : Menjamin akses ilmu pengetahuan untuk semua, mendukung inklusivitas di era globalisasi

2. Harapan mengenai model pemimpin dan ilmuwan yang pancasilais di Indonesia saat ini dan di masa mendatang fokus pada integritas, etika, dan gotong royong . Pemimpin diharapkan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, seperti toleransi dan keadilan sosial, dalam tindakan sehari-hari. Anak muda menunjukkan semangat positif dalam mewarisi nilai-nilai ini, berkontribusi secara aktif dalam masyarakat. Tantangan global seperti perubahan iklim memerlukan kolaborasi yang kuat, dan kepemimpinan yang berjiwa Pancasila bisa menjadi kunci untuk mencapai kemajuan yang adil dan berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Ajina Cindo -
Nama : Ajina Cindo Anggoro
NPM : 2415011032
Kelas: MKWU Pancasila B 

A. Pancasila sebagai paradigma ilmu menjadi dasar etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, menekankan moralitas, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Nilai-nilainya memastikan ilmu tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat dan harmoni sosial. Sebagai panduan, Pancasila membantu inovasi tetap berakar pada nilai kebangsaan, relevan lokal, dan berkelanjutan. Contohnya, dalam energi terbarukan, Pancasila memastikan teknologi memperhatikan efisiensi sekaligus dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan.

B. Harapan bagi pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang berlandaskan Pancasila adalah terbentuknya individu yang berintegritas, toleran, dan berkomitmen pada nilai-nilai Pancasila, yang mampu memajukan bangsa dengan menjaga keadilan, persatuan, dan keberlanjutan di tengah tantangan global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Arya Albana -
Nama : Arya Albana
NPM : 2415011122
Kelas : B

A. Pancasila berperan sebagai dasar filosofis dan etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Nilai-nilainya mengarah pada pengembangan ilmu yang berfokus pada moralitas, kemanusiaan, keadilan, dan persatuan sosial. Dalam menghadapi persaingan global, Pancasila memastikan setiap inovasi dan teknologi berlandaskan nilai kebangsaan, relevan dengan kebutuhan lokal, serta berdampak positif dan berkelanjutan. Contohnya, dalam pengembangan energi terbarukan, Pancasila berperan sebagai panduan agar teknologi beretika dan berwawasan lingkungan.

B. Harapan saya adalah Indonesia memiliki pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang Pancasilais, yang akan saling mendukung dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa, bijak dan tegas dalam memberantas korupsi yang sudah mendarah daging di bangsa ini baik dari rakyat kecil maupun para pejabat. Pancasila harus menjadi landasan mereka dalam setiap tindakannya, baik dalam pembuatan kebijakan, pengembangan teknologi, maupun dalam interaksi sosial supaya tidak ada lagi tindakan rasis.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Danta Danta Mahogra Prabasworo -
Danta Mahogra Prabasworo
2415011117
Kelas E

A. Peran Pancasila sebagai Paradigma Ilmu
Pancasila berperan sebagai kerangka nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia:
1. Ketuhanan yang Maha Esa: Ilmu harus menghormati nilai spiritual dan moral, dengan orientasi pada manfaat sosial.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Ilmu digunakan untuk kesejahteraan manusia, mengurangi ketimpangan sosial, dan menghormati hak asasi.
3. Persatuan Indonesia: Pengembangan ilmu mendukung persatuan bangsa melalui kolaborasi lintas disiplin.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Penelitian melibatkan pemangku kepentingan dengan transparansi dan akuntabilitas.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Ilmu berfokus pada keadilan sosial, teknologi ramah lingkungan, dan aksesibilitas hasil penelitian.

Dalam persaingan global, nilai Pancasila dapat diterapkan melalui adaptasi pengetahuan global, inovasi berbasis lokal, dan kolaborasi internasional yang tetap berakar pada identitas bangsa.

B. Harapan Pemimpin, Warganegara, dan Ilmuwan Pancasilais
1. Pemimpin Pancasilais: Berintegritas, adil, mengutamakan musyawarah, menjaga persatuan, dan fokus pada kesejahteraan rakyat.
2. Warganegara Pancasilais: Menjunjung persatuan, aktif berkontribusi, taat hukum, dan menunjukkan karakter mulia seperti toleransi dan gotong royong.
3. Ilmuwan Pancasilais: Berkontribusi untuk kemajuan bangsa, menjunjung etika, menginspirasi generasi muda, dan inklusif dalam kolaborasi.

Masa Depan yang Diharapkan
Pemimpin, warganegara, dan ilmuwan Pancasilais diharapkan mampu membangun Indonesia yang berdaya saing global, mempertahankan identitas bangsa, dan menciptakan kehidupan harmonis berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Dinda Nur Latifa 2415011044 -
NAMA : DINDA NUR LATIFA
NPM : 2415011044
KELAS : B

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

1.Sila Pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa"
•Kebijakan Ilmu: Pengembangan ilmu teknik sipil harus didasarkan pada prinsip-prinsip keagamaan dan kemanusiaan. Para ahli teknik sipil harus memiliki kesadaran bahwa segala pencapaian dalam bidang teknik adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.
•Landasan Etika: Menghargai keberagaman agama dan kepercayaan, serta menghindari eksploitasi alam semesta. Pembangunan infrastruktur harus memperhatikan keseimbangan antara kepentingan manusia dan lingkungan.

2.Sila Kedua "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab"
•Kebijakan Ilmu: Pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Prioritas diberikan pada proyek-proyek yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, seperti pembangunan rumah layak huni, infrastruktur transportasi yang aman, dan sistem sanitasi yang baik.
•Landasan Etika: Menghormati hak asasi manusia, menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, dan menghindari diskriminasi dalam proses pembangunan.

3.Sila Ketiga "Persatuan Indonesia"
•Kebijakan Ilmu: Pengembangan ilmu teknik sipil harus diarahkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Infrastruktur yang dibangun harus menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia dan mempermudah interaksi antar masyarakat.
•Landasan Etika: Menumbuhkan semangat gotong royong dan kerja sama dalam pembangunan. Menghindari praktik-praktik yang dapat memecah belah bangsa.

4.Sila Keempat "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan"
•Kebijakan Ilmu: Pengambilan keputusan dalam pembangunan infrastruktur harus melibatkan partisipasi masyarakat. Masyarakat harus diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan masukan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.
•Landasan Etika: Menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan menjunjung tinggi pendapat orang lain.

5.Sila Kelima "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
•Kebijakan Ilmu: Pembangunan infrastruktur harus didistribusikan secara merata dan adil ke seluruh wilayah Indonesia. Prioritas diberikan pada daerah-daerah yang tertinggal dan membutuhkan pembangunan.
•Landasan Etika: Menghindari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pembangunan.

Dalam konteks persaingan global, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam disiplin ilmu teknik sipil menjadi semakin penting. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

1.Adaptasi Teknologi: Para ahli teknik sipil harus mampu mengadopsi teknologi terbaru tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal dan kearifan lokal.
2.Kolaborasi Internasional: Bekerja sama dengan para ahli teknik sipil dari negara lain untuk saling belajar dan berbagi pengetahuan.
3.Penguatan Etika Profesi: Menegakkan kode etik profesi yang kuat untuk memastikan bahwa semua proyek pembangunan dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Harapan saya pribadi tentunya untuk masa yang akan datang semoga ada pemimpin yang berintegritas tinggi, warganegara yang memiliki jiwa cinta tanah air, berpendidikan tinggi, dan berkualitas serta ilmuan yang memiliki etika profesi yang baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Fariha Salsabila -
Nama : Fariha Salsabila
NPM : 2415011030
Kelas: B

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Jawab:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Setiap inovasi di bidang Teknik Sipil harus dilakukan dengan niat baik untuk kesejahteraan umat manusia, menghormati nilai spiritual, dan memperhatikan keselamatan serta keberlanjutan lingkungan.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Pembangunan infrastruktur harus memberi manfaat yang merata, menghormati hak-hak pekerja, dan tidak merugikan masyarakat atau pihak terkait.
3. Persatuan Indonesia
Infrastruktur yang dibangun harus memperhatikan pemerataan akses bagi seluruh wilayah Indonesia, baik kota maupun daerah terpencil, untuk mengurangi ketimpangan antarwilayah.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Proses pembangunan harus melibatkan musyawarah dengan semua pemangku kepentingan, seperti masyarakat dan pemerintah, untuk menghasilkan keputusan yang adil dan bijaksana.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Proyek Teknik Sipil harus mendukung keadilan sosial dengan memastikan manfaat pembangunan dirasakan oleh seluruh rakyat, terutama yang kurang mampu, serta berfokus pada keberlanjutan dan ramah lingkungan.

Proses di Tengah Persaingan Global:
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, pengembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia harus tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip Pancasila. Meskipun teknologi dan inovasi terus berkembang pesat di luar negeri, Indonesia harus mengutamakan nilai-nilai kebersamaan, keadilan, dan keberlanjutan dalam setiap langkah pengembangan ilmu. Misalnya, dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, penting bagi Teknik Sipil Indonesia untuk mengembangkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga ramah lingkungan dan dapat diterima oleh masyarakat luas.


B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Jawab:
Di masa sekarang dan mendatang, saya berharap pemimpin Indonesia dapat mengambil keputusan yang berpihak pada rakyat, mendengarkan suara masyarakat, dan mengutamakan kepentingan umum. Pemimpin harus menjaga persatuan dan keadilan tanpa memihak golongan tertentu. Warganegara yang Pancasilais seharusnya memiliki rasa solidaritas dan gotong royong untuk saling membantu dalam mengatasi masalah bersama, memperkuat persatuan tanpa memandang latar belakang.

Ilmuwan di Indonesia diharapkan mengembangkan pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan masyarakat luas, dengan tetap berpegang pada etika dan moral. Indonesia memerlukan pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang cerdas serta peka terhadap keadilan sosial dan kemajuan bangsa.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Vito Pratama Putra -
Nama : Vito Pratama Putra
NPM : 2415011047
Kelas : B

A. Pancasila sebagai pandangan hidup dalam ilmu pengetahuan berfungsi untuk mengarahkan perkembangan disiplin ilmu dengan menanamkan nilai-nilai dari setiap sila. Sila Ketuhanan mengingatkan kita akan pentingnya moralitas dalam ilmu pengetahuan, Kemanusiaan menekankan pengembangan ilmu untuk kebaikan bersama, Persatuan menjadi dasar kolaborasi antar bidang, Kerakyatan menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat, dan Keadilan Sosial memastikan ilmu bermanfaat untuk kesejahteraan semua pihak. Proses ini memerlukan pemanfaatan teknologi global dengan tetap menjaga identitas nasional, agar ilmu pengetahuan berkembang secara seimbang antara modernisasi dan nilai-nilai lokal.

B. Harapan terhadap pemimpin, warga negara, dan ilmuwan Pancasila sekarang dan di masa depan adalah mereka yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Pemimpin harus bijaksana dan adil, warga negara harus aktif berkontribusi sambil menghargai perbedaan, dan ilmuwan harus menciptakan inovasi yang beretika serta berdampak positif bagi masyarakat. Dengan cara ini, mereka dapat menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by ALDI GUSTI RISVIANDI 2415011055 -
Nama : Aldi Gusti Risviandi
NPM : 2415011055
Kelas : B

A. Pancasila sebagai paradigma ilmu berfungsi sebagai landasan filosofis dan etis yang mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan untuk mengedepankan moralitas, kemanusiaan, persatuan, inklusivitas, dan keadilan sosial. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi semata, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat, keadilan, dan keharmonisan sosial. Dalam menghadapi persaingan global, Pancasila berperan sebagai pedoman untuk memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan, relevan dengan kebutuhan lokal, serta memberikan dampak positif bagi dunia secara etis dan berkelanjutan. Sebagai contoh, dalam pengembangan teknologi energi terbarukan, Pancasila dapat menjadi panduan agar inovasi tersebut tidak hanya mengejar efisiensi teknologi, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

B. Harapan bagi para pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang Pancasilais adalah terciptanya individu-individu yang memiliki integritas tinggi, toleransi, dan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila, yang mampu memajukan bangsa dengan menjunjung tinggi keadilan, persatuan, dan keberlanjutan. Mereka diharapkan dapat berperan aktif dalam menghadapi tantangan global dan mendorong perubahan positif di tengah kemajuan teknologi dan dinamika dunia yang semakin kompleks, sambil tetap menjaga dan mengedepankan kepentingan rakyat serta keberlanjutan lingkungan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Fadhil Prima Yonda -
Nama : Fadhil Prima Yonda
NPM : 2415011109

1. Sila 1 :Kebijakan: Mengembangkan ilmu pengetahuan dengan tanggung jawab, tanpa merusak lingkungan atau kehidupan masyarakat.
Landasan etika: Mengutamakan dampak sosial dari setiap proyek yang dikerjakan, memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
Proses di tengah persaingan global: Setiap pembangunan harus berlandaskan nilai tanggung jawab sosial, meskipun bersaing secara internasional
Sila 2 : Pengembangan ilmu harus mengutamakan kepentingan kemanusiaan, memperhatikan dampak sosial, dan menghormati hak asasi manusia. Proyek atau teknologi yang dihasilkan harus berfokus pada kemaslahatan bersama.
Sila 3 : Pengembangan ilmu mendukung persatuan bangsa melalui kolaborasi lintas disiplin
Sila 4 : Kebijakan Ilmu: Pengambilan keputusan dalam pembangunan infrastruktur harus melibatkan partisipasi masyarakat. Masyarakat harus diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan masukan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.
Sila 5 : Penelitian harus berfokus pada penciptaan keadilan sosial, seperti pengembangan teknologi yang ramah lingkungan dan aksesibilitas terhadap hasil penelitian bagi semua lapisan masyarakat.

2. Diharapkan memiliki integritas, mampu berinovasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong dan keadilan sosial. Pemimpin harus berani mengambil keputusan yang adil dan transparan serta berkomitmen pada kepentingan rakyat12. Dan masyarakat diharapkan aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan menjaga kerukunan antarumat beragama serta keberagaman. Kesadaran akan tanggung jawab sosial sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Muhammad Naufal Mufid -
Nama : Muhammad Naufal Mufid
NPM : 2415011031

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

pancasila sebagai dasar negara Indonesia berfungsi sebagai paradigma ilmu yang dapat diintegrasikan dalam berbagai disiplin ilmu. setiap sila pancasila memberikan landasan etika dan kebijakan yang relevan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

saya berharap pemimpin menjadi teladan dalam menerapkan pancasila, warganegara aktif berpartisipasi dalam pembangunan, ilmuwan harus mempertimbangkan dampak sosial dari penelitian mereka.

dengan menerapkan nilai-nilai pancasila, diharapkan pengembangan Iptek di Indonesia dapat seimbang antara kemajuan teknologi dan tanggung jawab sosial.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-2

by Azaria Ata Dianty -
Nama : Azaria Ata Dianty
npm: 2415011114
A. Pancasila berperan penting sebagai paradigma dalam pengembangan ilmu, termasuk dalam disiplin saya. Setiap sila memberikan pedoman, seperti sila pertama yang menekankan moralitas dalam penelitian, sila kedua yang mengutamakan kemanusiaan dalam penerapan ilmu, sila ketiga yang menjaga persatuan dalam pengembangan ilmu lintas budaya, sila keempat yang mendukung musyawarah dalam pengambilan kebijakan ilmiah, dan sila kelima yang menjamin keadilan dalam akses manfaat ilmu. Dalam persaingan global, pengembangan ilmu harus tetap berlandaskan nilai-nilai ini agar mampu bersaing tanpa kehilangan identitas bangsa.

B. Saya berharap pemimpin, warganegara, dan ilmuwan Pancasilais memiliki integritas tinggi, bertanggung jawab, dan fokus pada kesejahteraan bersama. Mereka harus mampu menjunjung nilai keadilan, persatuan, dan kemanusiaan agar dapat membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju, sejahtera, dan dihormati di tingkat global.