Izin menjawab
Menurut kami, penerapan Model Dick, Carey, and Carey saja belum tentu secara otomatis dapat meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik. Model ini pada dasarnya merupakan model desain pembelajaran yang sistematis, yang membantu guru merancang pembelajaran mulai dari analisis kebutuhan, penentuan tujuan, penyusunan materi, pemilihan strategi, hingga evaluasi. Jika model ini digunakan dengan baik, maka pembelajaran dapat menjadi lebih terstruktur dan terarah sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan numerasi.
Namun, peningkatan numerasi tidak hanya bergantung pada model pembelajaran, tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti strategi mengajar guru, metode yang digunakan, media pembelajaran, serta keterlibatan peserta didik dalam kegiatan belajar. Oleh karena itu, model Dick, Carey, and Carey perlu didukung dengan penggunaan media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan sesuai dengan kemampuan siswa, agar siswa lebih mudah memahami konsep angka dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan numerasi adalah media yang bersifat konkret, interaktif, dan dekat dengan kehidupan siswa. Media tersebut membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih nyata, terutama bagi siswa sekolah dasar yang masih berada pada tahap berpikir konkret.
Contoh media yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan numerasi yaitu:
Media berbasis digital
Misalnya penggunaan video pembelajaran, aplikasi permainan matematika, atau kuis interaktif. Contohnya guru menggunakan aplikasi kuis berhitung sederhana yang menampilkan soal numerasi yang harus dijawab siswa secara langsung.
Dengan demikian, Model Dick, Carey, and Carey akan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi jika dipadukan dengan strategi pembelajaran yang tepat serta penggunaan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Media yang konkret dan interaktif dapat membantu siswa memahami konsep matematika dengan lebih mudah dan menyenangkan.