ACTIVITY: RESUME

ACTIVITY: RESUME

Number of replies: 27

Silakan diresume  Bab 2 dari  buku Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus yang SUDAH TERSEDIA DI PERTEMUAN 1 di atas. 

In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Annisa Luthfiyyah -

Nama : Annisa Luthfiyyah 

NPM   :  2313031010 


Bab 2: Identifikasi dan Rumusan Masalah Penelitian

A. Identifikasi Masalah Penelitian

Identifikasi masalah adalah langkah awal untuk menemukan hal yang perlu diteliti. Masalah muncul karena ada perbedaan antara kenyataan dengan harapan. Sumber masalah bisa berasal dari pengalaman pribadi, hasil bacaan, diskusi dengan orang lain, atau data yang sudah ada. 

Masalah yang baik harus spesifik, bisa diukur, realistis, relevan, dan punya batas waktu (SMART). Dalam penelitian berbasis kasus, masalah biasanya ditemukan dari kejadian nyata di sekolah atau dunia pendidikan, misalnya kesulitan belajar siswa atau cara mengajar guru yang kurang efektif.

B. Rumusan Masalah Penelitian

Rumusan masalah adalah cara menyusun masalah menjadi pertanyaan penelitian yang jelas. Rumusan bisa berbentuk pertanyaan (apa, bagaimana, mengapa) atau pernyataan tergantung jenis penelitiannya. Rumusan harus memuat variabel utama, hubungan antar variabel, dan batasan penelitian.

Dalam penelitian berbasis kasus, rumusan masalah harus sesuai dengan latar belakang kasus, siapa yang terlibat, dan apa akibatnya.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai dari penelitian. Ada dua jenis tujuan: tujuan umum, menjelaskan gambaran besar penelitian dan tujuan khusus, menjelaskan hal-hal yang lebih rinci.

Gunakan kata kerja aktif seperti mengidentifikasi, menganalisis, atau menguji. Dalam penelitian berbasis kasus, tujuan biasanya untuk memahami suatu kasus dan mencari solusi agar bisa diterapkan di tempat lain.

D. Manfaat Penelitian

- Manfaat teoritis: menambah pengetahuan atau teori baru di bidang pendidikan.

- Manfaat praktis: membantu guru, siswa, atau sekolah dalam memecahkan masalah nyata.

- Manfaat bagi peneliti: menambah pengalaman dan kemampuan dalam meneliti.

- Dalam penelitian berbasis kasus, manfaatnya lebih fokus pada perbaikan masalah di dunia pendidikan.

E. Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian

Ruang lingkup menjelaskan sejauh mana penelitian dilakukan, seperti tempat, waktu, dan siapa yang diteliti. Batasan penelitian menjelaskan keterbatasan yang dihadapi, misalnya waktu, biaya, atau data yang tidak lengkap.

Menentukan ruang lingkup penting agar penelitian tidak terlalu luas atau sempit. Pada penelitian berbasis kasus, ruang lingkup sering hanya satu atau dua kasus agar hasilnya lebih mendalam.

F. Kerangka Pemikiran (Theoretical Framework)

Kerangka pemikiran adalah dasar teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah penelitian. Fungsinya untuk memberi arah dan dasar dalam menganalisis data. Komponennya meliputi teori yang relevan, konsep penting, dan hubungan antar variabel. Dalam penelitian berbasis kasus, kerangka ini biasanya menggabungkan teori pendidikan seperti teori belajar atau teori motivasi.

In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Desmala Az-Zahra -
Nama ; Desmala Az zahra
NPM ; 2313031002

Rumusan masalah berperan sebagai penentu bahasan utama yang akan dikaji, disusun melalui identifikasi fenomena yang didefinisikan sebagai masalah penelitian. Masalah dapat berupa penyimpangan antara harapan dan kenyataan, tantangan, ambiguitas, atau kesangsian terhadap suatu fenomena. Rumusan masalah biasanya diwujudkan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang akan dicari jawabannya melalui penelitian. Sumber masalah dapat berasal dari pengamatan langsung, studi literatur, pengalaman pribadi peneliti, diskusi ilmiah, atau intuisi.​

Tujuan penelitian selalu dikaitkan erat dengan rumusan masalah dan dituangkan secara spesifik dalam bentuk pernyataan yang menjelaskan arah penelitian. Jika rumusan masalah sederhana, tujuan penelitian cenderung merupakan pengulangan dari rumusan masalah namun dinyatakan dalam bentuk pernyataan (bukan pertanyaan). Untuk penelitian yang lebih kompleks, tujuan dirumuskan lebih tegas dan menjadi penuntun dalam proses pelaksanaan penelitian hingga kesimpulan dapat dicapai.​

Manfaat penelitian dijelaskan sebagai kontribusi nyata yang diberikan penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan atau terhadap pemecahan masalah praktis dalam masyarakat. Manfaat dapat dibagi menjadi manfaat teoritis (pengembangan teori dan pengetahuan) dan manfaat praktis (solusi langsung atau aplikasi hasil penelitian di masyarakat). Penjabaran manfaat mesti sistematis, rasional sesuai hasil penelitian, dan tidak boleh berupa hipotesis.​

Perumusan Masalah Penelitian: Meliputi latar belakang masalah, pendekatan merumuskan masalah (teoretis ke empiris atau sebaliknya), serta sumber potensial masalah.

Tujuan Penelitian: Merumuskan secara jelas tujuan yang diraih melalui penelitian, berangkat dari rumusan masalah dan diarahkan untuk memberikan jawaban yang spesifik atas permasalahan yang dikaji.​

Manfaat Penelitian: Mengidentifikasi fungsi hasil penelitian bagi pengembangan ilmu maupun aplikasinya secara praktis di lingkungan pendidikan atau masyarakat. Manfaat dipaparkan berdasarkan hasil, bukan asumsi peneliti, mencakup inspirasi untuk penelitian lanjutan, pertimbangan kebijakan, hingga aplikasi nyata.

Rangkuman dan Latihan: Mengulas pokok bab secara ringkas sekaligus memberikan latihan soal untuk mempertajam pemahaman mahasiswa terkait perumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.​

Contoh dan Kriteria Penting
Kriteria rumusan masalah yang baik, yaitu masalah harus feasible (dapat dijawab dengan sumber jelas, efisiensi dana dan waktu), jelas, signifikan, penting, sesuai dengan kualifikasi peneliti, dan bersifat etis (tidak bertentangan dengan nilai agama/norma). Penjelasan diberikan tentang bentuk-bentuk masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif, berikut contoh-contoh aplikatifnya dalam penelitian pendidikan.​

Manfaat penelitian terdiri dari manfaat teoritis (pengembangan ilmu pengetahuan) dan manfaat praktis (solusi nyata bagi guru, siswa, sekolah, dan peneliti lanjutan)
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Sela Ayu Irawati -
Nama: Sela Ayu Irawati
Npm:2313031015

Bab 2 Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan Manfaat Penelitian
Rumusan Masalah Penelitian

Rumusan masalah adalah bentuk konkret dari permasalahan yang ingin dijawab melalui penelitian. Sebuah masalah muncul karena adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, atau ketika terdapat fenomena yang belum dapat dijelaskan secara ilmiah. Dalam merumuskan masalah, peneliti harus mengawali dengan latar belakang masalah, yaitu penjelasan mengenai alasan mengapa topik tersebut penting untuk diteliti.

Latar belakang disusun dengan mempertimbangkan teori, data, dan fakta yang relevan. Peneliti juga perlu menunjukkan urgensi penelitian dan menghindari duplikasi terhadap penelitian sebelumnya. Sumber permasalahan dapat berasal dari pengamatan lapangan, hasil penelitian terdahulu, teori-teori yang ada, diskusi ilmiah, hingga pengalaman pribadi peneliti.
Rumusan masalah yang baik harus memenuhi kriteria feasible (dapat diteliti), jelas (tidak menimbulkan tafsir ganda), signifikan (berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan), dan etis (tidak menyalahi norma atau nilai-nilai tertentu). Bentuk rumusan masalah dapat berupa pertanyaan (question form) atau pernyataan (statement form). Misalnya:

- Apakah ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja guru? (pertanyaan), atau
-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja guru.(pernyataan).
Masalah penelitian dapat bersifat deskriptif, komparatif, atau asosiatif, tergantung pada hubungan antarvariabel yang diteliti.

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan arah dari penelitian yang dilakukan dan berfungsi sebagai panduan dalam pengumpulan serta analisis data. Tujuan disusun berdasarkan rumusan masalah, hanya saja dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan, bukan pertanyaan. Misalnya, jika rumusan masalah menanyakan “Bagaimana efektivitas pembelajaran daring?”, maka tujuan penelitiannya adalah Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring pada siswa.
Tujuan penelitian dapat bersifat eksploratif, yaitu untuk menemukan hal-hal baru; deskriptif, yaitu menggambarkan fenomena secara sistematis; atau verifikatif, yaitu untuk menguji teori atau hipotesis yang sudah ada. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, peneliti dapat menentukan pendekatan dan metode penelitian yang sesuai.

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian menjelaskan kegunaan hasil penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun bagi masyarakat. Manfaat dibedakan menjadi dua:
1)Manfaat Teoritis, yaitu kontribusi penelitian terhadap pengembangan teori atau konsep dalam bidang keilmuan tertentu. Penelitian dapat memperkuat, menyempurnakan, atau bahkan menolak teori yang sudah ada.
2)Manfaat Praktis, yaitu manfaat langsung dari hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk memecahkan masalah nyata di lapangan, seperti peningkatan kualitas pembelajaran, perbaikan kebijakan, atau peningkatan kinerja lembaga pendidikan.
Selain itu, manfaat penelitian juga dapat memberikan inspirasi bagi penelitian selanjutnya, membantu peneliti lain mengembangkan metode baru, dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan di bidang kebijakan pendidikan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by IRFAN A SUKI -
In reply to IRFAN A SUKI

Re: ACTIVITY: RESUME

by Saqila Rahma Andini -
Nama : Saqila Rahma Andini
NPM : 2313031020

- Identifikasi masalah merupakan tahap fundamental dalam memulai suatu penelitian yang bertujuan untuk menemukan dan menetapkan adanya kesenjangan atau diskrepansi yang nyata antara kondisi ideal (seperti yang seharusnya atau menurut teori) dengan kondisi empiris atau kondisi yang terjadi di lapangan. Proses ini menuntut peneliti untuk secara kritis mengamati fenomena, meninjau literatur yang ada, atau menganalisis praktik yang berlaku, dengan maksud mencari celah pengetahuan, kontradiksi hasil penelitian sebelumnya, atau adanya persoalan praktis yang mendesak dan membutuhkan solusi berbasis riset.
- Masalah yang berhasil diidentifikasi harus memenuhi kriteria tertentu agar penelitian dapat berjalan efektif; masalah tersebut harus jelas batasan-batasannya, signifikan nilainya (penting untuk dipecahkan), dapat diteliti (memungkinkan pengumpulan dan analisis data yang valid), serta relevan dengan disiplin ilmu atau konteks yang diteliti. Sumber utama dari masalah penelitian ini bisa berasal dari observasi langsung di lingkungan kerja atau masyarakat, hasil penelusuran mendalam terhadap karya ilmiah (studi literatur), kegagalan penerapan teori yang ada, atau isu-isu kontemporer yang sedang menjadi perhatian publik atau akademisi.
- Setelah masalah teridentifikasi secara jelas, langkah selanjutnya adalah merumuskan masalah penelitian, yaitu proses mengubah kesenjangan yang ditemukan menjadi serangkaian pertanyaan penelitian yang spesifik, fokus, dan terukur, yang biasanya disajikan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah ini berfungsi sebagai kompas utama yang akan memandu seluruh alur penelitian, mulai dari menentukan tujuan penelitian secara presisi, mengarahkan pemilihan desain dan metode penelitian yang paling sesuai, hingga menjadi dasar dalam menarik kesimpulan penelitian nantinya.
- Rumusan masalah dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti, di mana yang paling umum meliputi masalah deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan suatu variabel secara mendalam (misalnya: Bagaimana), masalah komparatif yang bertujuan membandingkan dua atau lebih variabel (misalnya: Adakah perbedaan), masalah asosiatif/korelatif yang bertujuan menguji hubungan antarvariabel (misalnya: Seberapa kuat hubungan), dan yang paling tinggi tingkatannya adalah masalah kausal/eksplanatif yang berupaya menjelaskan hubungan sebab-akibat antara variabel independen dan dependen (misalnya: Bagaimana variabel X mempengaruhi variabel Y)
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Khoirun Nisa -
Nama : Khoirun Nisa
Npm : 2313031005

Bab 2 Rumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat Penelitian
Pada bab 2 ini membahas tiga unsur pokok yang menjadi dasar penelitian, yaitu rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Ketiganya saling berkaitan dan menentukan arah serta keberhasilan penelitian.

1. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan inti penelitian yang menjadi pedoman seluruh proses penelitian. Masalah muncul karena adanya perbedaan antara kondisi ideal dan kenyataan di lapangan atau ketidaksesuaian antara teori dan praktik.
Masalah penelitian dapat bersumber dari:
• Kajian pustaka atau teori yang belum diuji,
• Hasil penelitian terdahulu,
• Pengalaman peneliti,
• Pengamatan langsung,
Diskusi ilmiah atau profesional.
Rumusan masalah yang baik harus memenuhi kriteria:
1. Feasible : dapat diteliti dengan sumber daya yang tersedia,
2. Jelas : dirumuskan secara spesifik dan tidak menimbulkan tafsir ganda,
3. Signifikan : memberikan kontribusi ilmiah atau praktis,
4. Etis : tidak melanggar norma penelitian.
Bentuk rumusan masalah dapat berupa:
• Deskriptif, menggambarkan fenomena atau kondisi tertentu,
• Komparatif, membandingkan dua atau lebih keadaan,
• Asosiatif, menguji hubungan antarvariabel (simetris, kausal, atau timbal balik).
Sebelum menulis rumusan masalah, peneliti harus menjelaskan latar belakang masalah sebagai alasan pentingnya penelitian dilakukan. Latar belakang dapat disusun dari arah teori ke empiris maupun empiris ke teori.

2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan penjabaran langsung dari rumusan masalah, menjelaskan apa yang ingin dicapai peneliti melalui penelitiannya. Tujuan harus realistis, jelas, dan sesuai dengan fokus masalah.
Tujuan penelitian dapat dibedakan menjadi:
• Eksploratif, bertujuan menemukan fenomena baru,
• Deskriptif, menggambarkan fakta atau kondisi yang ada,
• Verifikatif, menguji kebenaran teori atau hubungan antarvariabel.
Dalam penelitian pendidikan, tujuan terdiri dari:
• Tujuan umum, yaitu arah besar penelitian secara keseluruhan,
• Tujuan khusus, yaitu rincian hasil yang ingin dicapai berdasarkan variabel yang diteliti.

3. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian menunjukkan nilai guna hasil penelitian bagi ilmu pengetahuan dan praktik di lapangan.
Terdapat dua jenis manfaat utama:
• Manfaat teoretis, yaitu sumbangan penelitian terhadap pengembangan teori atau ilmu pendidikan.
• Manfaat praktis, yaitu penerapan hasil penelitian untuk memecahkan masalah nyata di sekolah, lembaga, atau masyarakat.
Selain itu, hasil penelitian dapat pula:
1. Menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan,
2. Menjadi referensi penelitian lanjutan,
3. Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme peneliti maupun praktisi pendidikan.
Bab ini menegaskan bahwa penelitian harus memiliki rumusan masalah yang jelas, tujuan yang terarah, dan manfaat yang nyata. Rumusan masalah menjadi dasar arah penelitian, tujuan berfungsi sebagai panduan pelaksanaan, sedangkan manfaat menunjukkan kegunaan hasil penelitian baik secara ilmiah maupun praktis. Ketiganya harus disusun secara logis, sistematis, dan saling berkaitan agar penelitian memiliki kejelasan arah dan kontribusi ilmiah yang kuat.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Diah Arum Sari Nawang Ulan -
Nama : Diah Arum Sari Nawang Ulan
NPM : 2313031021

Bab 2 - Hakikat Penelitian Pendidikan

Bab ini menjelaskan secara mendalam tentang pengertian, tujuan, dan karakteristik penelitian pendidikan serta kaitannya dengan pengembangan teori dan praktik di dunia pendidikan. Penulis menekankan bahwa penelitian pendidikan adalah upaya sistematis untuk memahami, memperbaiki, dan mengembangkan proses pembelajaran serta kebijakan pendidikan.

Dalam bab ini dijelaskan pula komponen utama penelitian pendidikan, seperti masalah penelitian, variabel, populasi, sampel, serta metode pengumpulan dan analisis data. Penelitian pendidikan harus dilakukan secara ilmiah, objektif, dan terencana agar hasilnya dapat dipercaya dan berguna bagi pemecahan masalah nyata di lapangan.

Penulis juga membedakan antara pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi (mixed methods) dalam penelitian pendidikan. Pendekatan kuantitatif menekankan pengukuran dan data numerik, sedangkan kualitatif lebih fokus pada makna dan konteks sosial. Pendekatan berbasis kasus termasuk dalam metode kualitatif yang berorientasi pada kedalaman pemahaman terhadap suatu fenomena.

Bab ini menegaskan bahwa peneliti pendidikan perlu memiliki kemampuan metodologis, etika penelitian, serta komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. Dengan demikian, penelitian pendidikan bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga alat perubahan sosial dan inovasi dalam dunia pendidikan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Perumusan Masalah Penelitian
1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah adalah dasar atau alasan suatu tindakan untuk merumuskan masalah yang akan dicari jawabannya (Nugrahani, 2014). Pada penyusunan latar belakang masalah dapat dilakukan dengan dua pendekatan :
a. Diawali dengan pemikiran teoritis ke arah empirik.
b. Diawali dari dunia empirik ke arah teoriti
2. Rumusan Masalah
Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan kejadian atau kenyataan yang dapat diselesaikan. Masalah timbul karena adanya tantangan, adanya kesangsian ataupun kebingungan kita terhadap suatu hal atau fenomena, adanya kemenduaan arti (ambiguity, adanya kesangsian dan rintangan, adanya celah (gap) baik antar kegiatan atau antar fenomena, baik yang telah ada maupun yang akan ada. Kemudian rumusan masalah berbeda dengan masalah. Kalau masalah itu merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi, maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah, karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah (Sugiyono, 2013: 35).

Tujuan Penelitian
Dalam beberapa penelitian dimana permasalahannya sangat sederhana terlihat bahwa tujuan sepertinya merupakan pengulangan dari rumusan masalah, hanya saja rumusan masalah dinyatakan dengan pertanyaan, sedangkan tujuan dituangkan dalam bentuk pernyataan yang biasanya diawali dengan kata ingin mengetahui.

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian adalah narasi yang objektif yang menggambarkan hal-hal yang diperoleh setelah suatu tujuan penelitian telah terpenuhi.
1. Fungsi Penulisan Manfaat Penelitian
a. Menginspirasi penelitian lebih lanjut.
b. Menginspirasi penelitian lebih lanjut menggunakan satu atau sebagian komponen dari penelitian sebelumnya.
c. Menjadi pertimbangan dalam pembuatan kebijakan pemerintah
2. Penerapan Isi pada Manfaat Penelitian
a. Manfaat diuraikan secara jelas dan sistematis
b. Rasional
c. Bukan hipotesis
d. Sisi pragmatis dari hasil penelitian.
3. Jenis Manfaat Penelitian
Terdapat dua jenis manfaat penelitian yang harus dicantumkan.
4. Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis atau akademis merupakan manfaat penelitian bagi pengembangan ilmu.
5. Manfaat Praktis
Manfaat praktis menjelaskan manfaat yang berguna untuk memecahkan masalah secara tersebut secara praktis.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Catur Febriyan -
Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018

1. Makna dan Peran Rumusan Masalah dalam Penelitian
Bab 2 menjelaskan bahwa rumusan masalah adalah bagian paling penting dalam penelitian karena menentukan arah, fokus, dan batasan penelitian. Rumusan masalah disusun setelah peneliti memahami fenomena yang ingin dikaji. Masalah harus berangkat dari kesenjangan antara harapan dan kenyataan, atau dari fenomena yang menimbulkan pertanyaan. Penyusunan latar belakang dapat dilakukan dari teori ke fakta atau dari fakta ke teori. Rumusan masalah yang baik harus jelas, layak diteliti, signifikan, sesuai kemampuan peneliti, dan bebas dari konflik etis.

2. Sumber dan Kriteria Masalah Penelitian
Sumber masalah dapat berasal dari pengamatan, teori, penelitian terdahulu, bacaan, pengalaman pribadi, diskusi ilmiah, hingga intuisi. Masalah harus memenuhi beberapa syarat, seperti dapat dijawab melalui penelitian, tidak memerlukan biaya berlebihan, dapat dipahami oleh pembaca, dan memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan. Permasalahan dapat berbentuk deskriptif, komparatif, atau asosiatif (hubungan antar variabel), sehingga peneliti harus menentukan bentuk mana yang paling sesuai.

3. Tujuan Penelitian dan Fungsinya
Tujuan penelitian disusun berdasarkan rumusan masalah. Pada penelitian sederhana, tujuan sering hanya merupakan perubahan bentuk dari rumusan masalah menjadi kalimat pernyataan. Pada penelitian yang kompleks, tujuan harus disusun lebih rinci agar memberikan arah yang jelas. Tujuan dapat bersifat eksploratif untuk memahami fenomena baru, menguji kelayakan studi lanjutan, atau mengembangkan metode penelitian. Tujuan inilah yang nantinya akan dijawab melalui hasil penelitian dan kesimpulan.

4. Pengertian dan Fungsi Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian adalah dampak yang diperoleh setelah penelitian dilakukan. Manfaat dapat bersifat teoritis maupun praktis. Manfaat teoritis berkontribusi pada pengembangan ilmu, memperkuat atau membantah teori yang ada. Manfaat praktis memberikan solusi nyata bagi individu, lembaga, atau masyarakat. Penulisan manfaat harus rasional, berdasarkan hasil penelitian, bukan asumsi. Manfaat juga berfungsi sebagai dasar pengembangan penelitian selanjutnya dan bahan pertimbangan kebijakan.

5. Jenis-Jenis Manfaat Penelitian dan Contohnya
Penelitian dapat memberikan manfaat pada berbagai pihak seperti peneliti, peserta didik, guru, sekolah, peneliti lanjutan, atau lembaga tertentu. Manfaat teoritis memberikan kontribusi pada wawasan keilmuan, sedangkan manfaat praktis berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran, perbaikan kebijakan, atau penyelesaian masalah nyata. Bab ini juga memberikan contoh lengkap bagaimana menulis manfaat penelitian secara baik dan terstruktur.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Najwa Ayudia Aura Rachim -
Nama: Najwa Ayudia Aura Rachim
NPM: 2313031027
Kelas: A

Perumusan Masalah Penelitian

Latar Belakang Masalah
Latar belakang menjelaskan alasan mengapa masalah perlu diteliti. Ditulis berdasarkan fenomena empiris maupun teori. Harus mengandung: Situasi atau konteks masalah, alasan pentingnya masalah diteliti, fakta atau data pendukung,kesenjangan antara harapan dan realita serta urgensi teoritis maupun praktis. Sumber penyusunan latar belakang:
• Kepustakaan, jurnal, penelitian terdahulu
• Pengalaman peneliti
Diskusi ilmiah
• Pengamatan lapangan
• Pernyataan otoritas, laporan media, dsb.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang akan dijawab melalui pengumpulan data.
Berbeda dari masalah yang hanya menggambarkan gap atau fenomena bermasalah, rumusan masalah dirumuskan dalam pertanyaan atau pernyataan ilmiah. Kriteria rumusan masalah yang baik:
• Feasible → dapat diteliti, sesuai kemampuan waktu, biaya, dan akses data.
• Jelas → tidak menimbulkan banyak persepsi.
• Signifikan → bernilai bagi ilmu, kebijakan, atau praktik pendidikan.
• Etis → tidak melanggar nilai moral/agama.

Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah
1. Deskriptif → menggambarkan variabel tunggal
Contoh: "Bagaimana tingkat motivasi belajar siswa?"
2. Komparatif → membandingkan dua kelompok
Contoh: "Apakah ada perbedaan hasil belajar antara kelas yang menggunakan PBL dan PjBL?"
3. Asosiatif → mencari hubungan antar variabel
o Hubungan simetris
o Hubungan kausal (sebab-akibat)
o Hubungan interaktif (timbal balik)

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian disusun dari rumusan masalah yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan.
Biasanya dimulai dengan frasa seperti: “untuk mengetahui…” atau “untuk menganalisis…”.
Tujuan penelitian berfungsi:
• Memberikan arah penelitian
• Menjelaskan apa yang ingin dicapai peneliti
• Mengacukan peneliti pada hasil yang harus dibuktikan
3 tujuan dalam penelitian eksplorasi:
1. Memuaskan rasa ingin tahu terhadap fenomena.
2. Menguji kelayakan studi lanjutan.
3. Mengembangkan metode untuk riset mendalam.

Manfaat penelitian adalah kegunaan dari hasil penelitian, baik untuk ilmu maupun praktik.

Jenis manfaat penelitian:
a. Manfaat Teoritis
• Mengembangkan pengetahuan atau teori yang ada.
• Memperkuat, menambah, atau menggugurkan teori lama.
• Memberikan kontribusi terhadap kajian ilmiah di bidang tertentu.
b. Manfaat Praktis
• Peneliti
• Guru
• Siswa
• Sekolah
• Pembuat kebijakan
• Peneliti lain
Manfaat praktis harus realistis, aplikatif, dan didasarkan pada hasil penelitian, bukan opini pribadi.

Fungsi penulisan manfaat penelitian:
1. Menginspirasi penelitian lanjutan.
2. Mendukung pengembangan variabel, metode, atau konteks penelitian.
3. Menjadi bahan pertimbangan kebijakan pendidikan.
Ketentuan penyusunan manfaat penelitian:
• Harus jelas dan sistematis.
• Berdasarkan hasil penelitian, bukan hipotesis.
• Berisi sisi praktis yang dapat diterapkan di lapangan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM: 2313031026

1. Rumusan Masalah Penelitian
- Rumusan masalah adalah pusat penelitian karena menjadi dasar dalam penyusunan tujuan, metode, dan analisis penelitian.
- Masalah muncul dari adanya perbedaan antara kondisi ideal dan kenyataan atau adanya fenomena yang dianggap penting oleh peneliti.
- Latar belakang masalah disusun untuk menjelaskan alasan memilih masalah. Dapat ditulis dari teori menuju lapangan atau dari fenomena lapangan menuju teori.
- Rumusan masalah dapat berbentuk pertanyaan maupun pernyataan, namun harus jelas, terukur, dan dapat dijawab melalui proses penelitian.
- Sumber masalah penelitian berasal dari berbagai hal: pengamatan, pengalaman, intuisi, literatur, pengaduan, kompetisi, atau musyawarah ilmiah.
- Kriteria rumusan masalah yang baik antara lain: feasible, tidak terlalu luas, jelas sumber datanya, dan sesuai kemampuan peneliti.

2. Tujuan Penelitian
- Tujuan penelitian adalah turunan langsung dari rumusan masalah, namun ditulis dalam bentuk pernyataan.
- Tujuan menjelaskan secara spesifik apa yang ingin dicapai dan menjadi pedoman bagi peneliti dalam seluruh proses penelitian.
- Pada penelitian eksploratif, tujuan tidak hanya untuk menemukan jawaban awal, tetapi juga menguji kelayakan studi lebih lanjut dan mengembangkan metode penelitian yang tepat.
- Tujuan penelitian harus logis, fokus, dan memiliki hubungan langsung dengan permasalahan yang dirumuskan.

3. Manfaat Penelitian
- Manfaat penelitian menjelaskan kegunaan hasil penelitian bagi peneliti, pembaca, masyarakat, dan pengembangan ilmu.
- Penulisan manfaat bersifat objektif, sesuai dengan apa yang akan dicapai dari penelitian dan memperjelas pentingnya penelitian dilakukan.
- Manfaat penelitian terbagi menjadi dua:
1. Manfaat teoritis: berkontribusi pada pengembangan teori, menambah pengetahuan, memperkuat atau menguji teori yang ada.
2. Manfaat praktis: memberikan solusi atau manfaat langsung bagi guru, peserta didik, lembaga pendidikan, pengambil kebijakan, atau peneliti lanjutan.
- Manfaat yang baik harus menunjukkan nilai tambah penelitian dan relevansinya terhadap permasalahan yang sedang dikaji.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Intan Ruliana -
Nama: Intan Ruliana
NPM: 2313031016

A. Perumusan Masalah Penelitian

Metodologi penelitian adalah cara untuk melakukan penelitian, yaitu proses memperoleh informasi dan menginvestigasi data agar dapat menemukan atau mengembangkan ilmu pengetahuan. Karena penelitian merupakan kegiatan yang panjang dan sistematis, maka peneliti harus memiliki rumusan masalah yang jelas. Latar belakang masalah menjadi alasan mengapa penelitian dilakukan, dapat disusun dari teori menuju fakta atau sebaliknya. Di dalamnya harus diuraikan situasi masalah, urgensi penelitian, serta informasi yang sudah dan belum diketahui. Untuk menyusun latar belakang, peneliti perlu meninjau teori, data, fakta, dan hasil penelitian terdahulu agar tidak terjadi duplikasi. Sumber penyusunan latar belakang dapat berasal dari buku, jurnal, penelitian sebelumnya, pengalaman pribadi, maupun pengamatan langsung. Setelah itu, rumusan masalah harus dibuat dalam bentuk pertanyaan yang jelas, operasional, dan dapat diteliti, karena menjadi dasar pengumpulan data dan analisis penelitian.

B. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan jawaban atas rumusan masalah. Penyusunannya tidak lepas dari rumusan masalah karena keduanya harus konsisten. Melalui tujuan penelitian, peneliti menetapkan apa yang ingin dicapai sehingga seluruh proses penelitian dapat berjalan terarah. Dengan demikian, tujuan penelitian berfungsi sebagai pedoman utama dalam pengumpulan data, analisis, serta penyusunan kesimpulan.

C. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian menjelaskan kegunaan yang diperoleh setelah penelitian selesai. Manfaat dapat bersifat teoritis maupun praktis. Manfaat teoritis berkaitan dengan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu, misalnya memperluas teori, menguji konsep, atau memperbaiki pemahaman. Manfaat praktis berkaitan dengan kegunaan langsung bagi lembaga, masyarakat, atau pihak tertentu, misalnya memberikan solusi, rekomendasi, atau informasi baru yang dapat digunakan dalam praktik. Peneliti dapat menyusun manfaat penelitian dengan mengacu kepada rumusan masalah dan tujuan penelitian.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -
Nama : Mar'atus Shalihah
NPM : 2313031025

BAB 2
Rumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat Penelitian

1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah dapat disusun dengan pendekatan Deduktif (menjelaskan dari teori menuju fakta) atau Induktif (menjelaskan dari fakta menuju teori). Masalah penelitian dapat bersumber dari literatur, hasil penelitian terdahulu, pengamatan lapangan, atau diskusi ilmiah. Bagian ini menjelaskan alasan penelitian dilakukan, menggambarkan kondisi ideal dan kenyataan di lapangan, serta menunjukkan adanya gap yang perlu dikaji.

2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan titik awal yang menentukan seluruh arah, metode, dan hasil penelitian. Masalah muncul karena adanya kesenjangan (gap) antara kondisi ideal yang seharusnya terjadi dengan kenyataan empiris di lapangan. Masalah harus dirumuskan secara jelas, spesifik, dan dapat diteliti. Walaupun suatu fenomena mungkin tampak biasa bagi orang lain, bagi peneliti sebuah fenomena dapat menjadi masalah ilmiah apabila menimbulkan pertanyaan yang membutuhkan jawaban melalui pendekatan ilmiah.
a. Sumber Masalah Penelitian
Masalah dapat bersumber dari berbagai hal, seperti pengamatan aktivitas manusia, kondisi lingkungan, literatur, penelitian sebelumnya, pengalaman pribadi, diskusi ilmiah, dan kebutuhan masyarakat. Semakin banyak sumber masalah yang dianalisis, semakin kuat dasar dilakukannya penelitian.
b. Ciri-Ciri Rumusan Masalah yang Baik
Ciri-Ciri Rumusan Masalah yang baik harus memenuhi kriteria tertentu. Masalah harus Feasible (dapat dilaksanakan) mengingat keterbatasan biaya dan waktu; harus Jelas dan spesifik; harus Signifikan agar memberikan kontribusi nyata bagi ilmu atau masyarakat; dan yang terpenting, harus Etis serta tidak melanggar norma atau hak subjek. Rumusan masalah harus memenuhi kriteria:
• Feasible (dapat dilaksanakan)
• Jelas dan tidak menimbulkan makna ganda
• Signifikan (penting untuk diteliti)
• Etis, tidak melanggar norma atau hak subjek
Rumusan masalah yang baik memudahkan peneliti menentukan tujuan dan manfaat penelitian.

3. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian dirumuskan secara operasional dan konkret, yang merupakan jawaban langsung dari rumusan masalah. Tujuan ini memandu peneliti dalam memilih metode dan alat analisis data.

4. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian terbagi menjadi dua:
• Manfaat Teoretis: Berkontribusi terhadap pengembangan, penegasan, atau pengujian teori dalam ilmu pengetahuan.
• Manfaat Praktis: Memberikan solusi dan rekomendasi yang dapat diterapkan langsung oleh pengguna, seperti guru, sekolah, atau pembuat kebijakan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Tria Meilisma -

Nama: Tria Meilisma

NPM: 2313031029

Perumusan Masalah Penelitian

A.Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah adalah dasar atau alasan suatu tindakan untuk merumuskan masalah yang akan dicari jawabannya (Nugrahani, 2014). Pada penyusunan latar belakang masalah dapat dilakukan dengan dua pendekatan:

1.Diawali dengan pemikiran teoritis ke arah empirik

2.Diawali dari dunia empirik ke arah teoritis

B.Rumusan Masalah

Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan kejadian atau kenyataan yang dapat diselesaikan. Masalah timbul karena adanya tantangan, adanya kesangsian ataupun kebingungan kita terhadap suatu hal atau fenomena, adanya kemenduaan arti (ambiguity, adanya kesangsian dan rintangan, adanya celah (gap) baik antar kegiatan atau antar fenomena, baik yang telah ada maupun yang akan ada.

Sumber-sumber masalah penelitian:Pengamatan terhadap kegiatan manusia, Pengamatan terhadap alam sekeliling, Bacaan, Ulangan serta perluasan penelitian, Cabang studi yang sedang dikembangkan, Pengalaman dan catatan pribadi, Praktek serta keinginan Masyarakat, Bidang spesialisasi, Pelajaran dan mata ajaran yang sedang diikuti, Analisis bidang pengetahuan, Diskusi-diskusi ilmiah, Perasaan intuisi.

C.Tujuan Penelitian

tujuan dituangkan dalam bentuk pernyataan yang biasanya diawali dengan kata ingin mengetahui. Tetapi bila permasalahannya relatif komplek, permasalahan ini menjadi lebih jelas terjawab bila disusun sebuah tujuan penelitian yang lebih tegas yang memberikan arah bagi pelaksanaan penelitian. Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah yang ditetapkan dan jawabannya terletak pada kesimpulan penelitian.

D.Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian adalah narasi yang objektif yang menggambarkan hal-hal yang diperoleh setelah suatu tujuan penelitian telah terpenuhi. Manfaat penelitian bisa saja bersifat teori atau bersifat praktis misalkan memecahkan masalah-masalah pada objek yang diteliti. Manfaat penelitian merupakan kegunaan hasil penelitian, baik bagi kepentingan pengembangan program maupun kepentingan ilmu pengetahuan (Purba, 2021).

In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Ni Wayan Vara Wulandari -
Nama: Ni Wayan Vara Wulandari
NPM: 2313031017

Bab 2: RUMUSAN MASALAH, TUJUAN PENELITIAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Bab ini menjelaskan bahwa rumusan masalah adalah dasar utama dalam penelitian karena menentukan arah dan fokus kajian. Rumusan masalah berupa pertanyaan penelitian yang akan dijawab melalui proses riset. Dalam menyusun rumusan masalah, peneliti harus memahami latar belakang fenomena, mengidentifikasi kesenjangan antara teori dan realitas, serta mendefinisikan masalah secara sistematis. Latar belakang masalah bisa disusun dari teori menuju praktik (empirik) atau sebaliknya. Sumber masalah dapat berasal dari kepustakaan, pengalaman, hasil penelitian terdahulu, maupun pengamatan lapangan. Masalah penelitian dapat bersifat deskriptif, komparatif, atau asosiatif, tergantung hubungan antarvariabel yang dikaji. Ciri rumusan masalah yang baik antara lain: jelas, layak diteliti (feasible), signifikan bagi ilmu pengetahuan, dan tidak melanggar etika.
Tujuan penelitian merupakan pernyataan yang menjawab rumusan masalah. Dalam penelitian sederhana, tujuan sering kali berupa pernyataan dari pertanyaan yang diawali kata “ingin mengetahui”. Sedangkan dalam penelitian kompleks, tujuan dirancang untuk memberi arah pelaksanaan riset. Tujuan dapat bersifat eksploratif, deskriptif, maupun verifikatif, tergantung pendekatan penelitian.
Manfaat penelitian menjelaskan nilai atau kontribusi hasil penelitian bagi ilmu pengetahuan dan praktik. Manfaat terbagi menjadi teoritis, yaitu memperkaya teori dan pengembangan ilmu, serta praktis, yaitu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan di lapangan. Selain itu, manfaat penelitian juga berfungsi menginspirasi penelitian lanjutan dan menjadi bahan pertimbangan kebijakan. Dengan demikian, perumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian menjadi satu kesatuan yang saling berhubungan dalam membangun dasar metodologi penelitian ilmiah.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Selvidar Armalia -
Nama : Selvidar Armalia
NPM : 2313031014

BAB 2 : RUMUSAN MASALAH, TUJUAN PENELITIAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Metodologi penelitian dapat diartikan sebagai proses memilih cara yang spesifik untuk menyelesaikan permasalahan dalam menjalankan riset. Selama menjalankan riset membutuhkan waktu yang panjang, maka diperlukan yang namanya cara yang lebih sistematis (Daymon, 2007). Dalam pengertian rumusan masalah di dalam sebuah penelitian merupakan hal paling mendasar. Rumusan masalah ini akan menjadi penentu mengenai apa bahasan yang akan kemudian dilakukan di dalam penelitian tersebut. Untuk menyusun rumusan masalah, peneliti biasanya mempertanyakan suatu fenomena dan mendefinisikan fenomena tersebut sebagai masalah. Tujuan penelitian adalah menjawab rumusan masalah. Sedangkan manfaat penelitian adalah keuntungan yang bisa diperoleh pihak-pihak tertentu jika penelitian yang kamu lakukan selesai.
A. Perumusan Masalah Penelitian
1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah adalah dasar atau alasan suatu tindakan untuk merumuskan masalah yang akan dicari jawabannya (Nugrahani, 2014). Pada penyusunan latar belakang masalah dapat dilakukan dengan dua pendekatan :
a. Diawali dengan pemikiran teoritis ke arah empirik.
b. Diawali dari dunia empirik ke arah teoritis
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan latar belakang masalah :
a. Situasi atau keadaan mengenai masalah yang ingin diteliti.
b. Argumentasi secara mendalam tentang mengapa masalah itu perlu diteliti.
c. Hal-hal yang telah diketahui atau belum diketahui mengenai masalah yang diteliti.
d. Pentingnya penelitian tersebut baik pertimbangan teoritis maupun praktis.
e. Penelitian yang dilakukan dapat mengisi kekosongan.
2. Rumusan Masalah
Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan kejadian atau kenyataan yang dapat diselesaikan. Kemudian rumusan masalah berbeda dengan masalah. Kalau masalah itu merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi, maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah, karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah (Sugiyono, 2013: 35).
B. Tujuan Penelitian
Dalam beberapa penelitian dimana permasalahannya sangat sederhana terlihat bahwa tujuan sepertinya merupakan pengulangan dari rumusan masalah, hanya saja rumusan masalah dinyatakan dengan pertanyaan, sedangkan tujuan dituangkan dalam bentuk pernyataan yang biasanya diawali dengan kata ingin mengetahui. Tetapi bila permasalahannya relatif komplek, permasalahan ini menjadi lebih jelas terjawab bila disusun sebuah tujuan penelitian yang lebih tegas yang memberikan arah bagi pelaksanaan penelitian.
C. Manfaat Penelitian
Manfaat adalah apa yang akan orang lain/pembaca rasakan termasuk peneliti itu sendiri tentang apa yang sudah dicapai atau gali dalam penelitian itu. Manfaat penelitian adalah kontribusi penelitian terhadap bidang keilmuan yang dipelajari, bisa juga manfaat untuk budaya atau masyarakat tertentu (Flyvbjerg, 2006).
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Suci Tri Wahyuni 2313031012 -
Nama: Suci Tri Wahyuni
Npm: 2313031012
Kelas: A

BAB 2 — Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan Manfaat Penelitian

Bab 2 membahas tiga unsur awal yang paling penting dalam penyusunan penelitian, yaitu rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Ketiga komponen ini saling berkaitan dan menjadi fondasi arah penelitian.

1. Perumusan Masalah Penelitian
Rumusan masalah adalah inti dasar penelitian yang menjadi penentu apa yang akan dibahas dan dicari jawabannya melalui penelitian.
Rumusan masalah disusun melalui:
• Mengamati fenomena atau keresahan tertentu
•Mendefinisikannya sebagai masalah yang layak diteliti
• Merumuskan pertanyaan penelitian yang akan dijawab di bagian hasil penelitian

Untuk menyusun latar belakang masalah dapat dilakukan dengan dua pendekatan:
1. Dari teori ke empiris
2. Dari empiris ke teori

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam merumuskan latar belakang masalah:
• Situasi dan kondisi masalah
• Alasan mengapa masalah penting diteliti
• Apa yang sudah dan belum diketahui dari masalah
• Pertimbangan teoritis dan praktis
• Menghindari duplikasi penelitian

2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah jawaban dari rumusan masalah. Jika rumusan masalah berbentuk pertanyaan, maka tujuan penelitian berbentuk pernyataan yang menjelaskan apa yang ingin dicapai peneliti.

Contoh:
Rumusan Masalah: Apakah motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa?
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa.

Untuk penelitian sederhana, tujuan sering terlihat seperti pengulangan rumusan masalah, hanya berbeda bentuk kalimat. Namun untuk penelitian kompleks, tujuan harus lebih spesifik agar memberikan arah yang jelas bagi pelaksanaan penelitian.

3. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian adalah kegunaan hasil penelitian setelah tujuan terpenuhi.

Manfaat penelitian dapat berupa:
• Manfaat teoritis → kontribusi terhadap ilmu pengetahuan
• Manfaat praktis → membantu menyelesaikan masalah pada objek penelitian

Manfaat penelitian harus ditulis secara objektif dan realistis untuk menunjukkan kontribusi penelitian terhadap pengembangan program dan ilmu pengetahuan serta memperkuat karya ilmiah.

Kesimpulan Bab 2

Komponen dan Peran dalam penelitian

Rumusan Masalah: Menentukan apa yang akan dikaji dan pertanyaan penelitian
Tujuan Penelitian: Menjawab rumusan masalah dalam bentuk pernyataan
Manfaat Penelitian: Menjelaskan kegunaan hasil penelitian secara teoritis dan praktis

Ketiga bagian ini harus selaras: rumusan masalah → menentukan tujuan → menghasilkan manfaat.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Dela Novita -
Nama : Dela Novita
Npm: 2313031023

1. Pengertian Masalah Penelitian
Bab 2 menjelaskan bahwa masalah penelitian adalah kesenjangan antara kondisi ideal (seharusnya) dengan kondisi nyata yang terjadi di lapangan. Masalah harus jelas, penting, dan dapat diteliti.

2. Sumber Munculnya Masalah Penelitian
Masalah dapat muncul dari berbagai sumber, seperti:
Pengalaman pribadi, Diskusi dengan orang lain,Studi literatur, Fenomena sosial yang berkemban,Evaluasi program atau kebijakan

3. Ciri Masalah yang Layak Diteliti
Masalah yang baik harus:
Signifikan (penting untuk diteliti), Layak dari segi waktu, biaya, dan kemampuan Jelas ruang lingkupnya, Dapat diuji secara ilmiah, Tidak bertentangan dengan etika penelitian

4. Cara Merumuskan Masalah
Rumusan masalah harus dituangkan dalam bentuk pertanyaan penelitian yang jelas, spesifik, dan terarah.
Contohnya:
Apakah terdapat hubungan antara X dan Y?
Bagaimana pengaruh X terhadap Y?
Bagaimana proses pelaksanaan suatu program?
Rumusan masalah yang baik akan menentukan tujuan, hipotesis, dan arah penelitian.

5. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Dijelaskan bahwa setelah merumuskan masalah, peneliti harus menyusun:
Tujuan penelitian (jawaban dari rumusan masalah), dan Manfaat penelitian (teoritis & praktis).

6. Kesalahan Umum dalam Merumuskan Masalah
Bab 2 juga menegaskan beberapa kesalahan yang sering terjadi, misalnya:
Rumusan masalah terlalu luas, Menggunakan bahasa yang tidak jelas, Menanyakan hal yang tidak dapat diukur, Rumusan masalah tidak relevan dengan metode yang akan digunakan

Bab 2 menekankan bahwa perumusan masalah adalah tahap paling penting dalam penelitian, karena menentukan arah penelitian selanjutnya. Masalah harus jelas, layak diteliti, memiliki dasar teori yang kuat, berasal dari fenomena nyata, serta dirumuskan dalam bentuk pertanyaan yang spesifik.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Dwi Apriyana -
Nama: Dwi Apriyana
Npm: 2313031022

Bab 2: Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian Dan Manfaat Penelitian
Metodologi penelitian merupakan cara bagaimana kita melakukan penelitian, yaitu upaya untuk mendapatkan informasi dan melakukan kesesuaian data untuk mendapatkan ilmu pengetahuan atau menemukan ilmu baru. Latar belakang masalah adalah dasar atau alasan suatu tindakan untuk merumuskan masalah yang akan dicari jawabannya.
1. Latar Belakang masalah
Dalam penyusunan latar belakang masalah dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu diawali dengan pemikiran teoritis ke arah empirik atau diawali dari dunia empirik ke arah teoritis. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan latar belakang masalah yaitu situasi atau keadaan mengenai masalah yang ingin diteliti, argumentasi secara mendalam tentang mengapa masalah itu perlu diteliti, hal-hal yang telah diketahui atau belum diketahui mengenai masalah yang diteliti.
2. Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan kejadian atau kenyataan yang dapat diselesaikan. Masalah timbul karena adanya tantangan, kesangsian atau kebingungan terhadap suatu hal atau fenomena, kemenduaan arti, rintangan, celah baik antar kegiatan atau antar fenomena. Masalah-masalah dapat diketahui apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan kompetisi. 3. Rumusan masalah merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi, sedangkan rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Rumusan masalah penelitian dapat menggunakan kalimat tanya atau kalimat pernyataan. Sumber masalah dapat terjadi karena terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan adanya kompetisi.
Rumusan masalah memiliki beberapa kriteria yaitu
1. Masalah harus feasible, artinya masalah tersebut harus dapat dicarikan jawabannya melalui sumber yang jelas, tidak banyak menghabiskan dana, tenaga dan waktu.
2. Masalah harus jelas, yaitu semua orang memberikan persepsi yang sama terhadap masalah tersebut.
3. Masalah harus signifikan, artinya jawaban atas masalah itu harus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan pemecahan masalah kehidupan manusia. Keempat, masalah bersifat etis, artinya tidak berkenaan dengan hal-hal etika, moral, nilai-nilai keyakinan dan agama.
4. Tujuan penelitian merupakan pengulangan dari rumusan masalah, hanya saja rumusan masalah dinyatakan dengan pertanyaan, sedangkan tujuan dalam bentuk pernyataan yang biasanya diawali dengan kata ingin mengetahui. Macam-macam tujuan penelitian, di antaranya adalah eksplorasi yang dilakukan dengan tiga macam maksud yaitu memuaskan keingintahuan awal, menguji kelayakan dalam melakukan penelitian yang lebih mendalam nantinya, dan mengembangkan metode yang akan dipakai dalam penelitian yang lebih mendalam.
5. Manfaat penelitian adalah hal-hal yang diperoleh setelah suatu tujuan penelitian telah terpenuhi. Manfaat penelitian merupakan kegunaan hasil penelitian, baik bagi kepentingan pengembangan program maupun kepentingan ilmu pengetahuan.
Fungsi penulisan manfaat penelitian ada tiga, yaitu menginspirasi penelitian lebih lanjut dengan menggunakan topik serupa, menginspirasi penelitian lebih lanjut menggunakan satu atau sebagian komponen dari penelitian sebelumnya seperti variabel penelitian, kasus, dan metode penelitian.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Perumusan Masalah Penelitian
Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang akan dicari jawabannya melalui proses penelitian, dan harus disusun singkat, jelas, serta dapat diteliti. Sumber masalah bisa berasal dari penyimpangan antara rencana dan kenyataan, pengaduan, kompetisi, maupun pengamatan, bacaan, pengalaman, diskusi ilmiah, dan intuisi peneliti.
Masalah yang baik harus feasible (dapat dijawab dengan dana, waktu, dan sumber data yang tersedia), jelas (tidak menimbulkan tafsir ganda), signifikan (berkontribusi pada ilmu dan pemecahan masalah), serta etis (tidak bertentangan dengan moral dan keyakinan). Bentuk rumusan masalah dapat bersifat deskriptif (menggambarkan satu variabel), komparatif (membandingkan dua atau lebih kelompok), atau asosiatif (menghubungkan dua atau lebih variabel: simetris, kausal, atau timbal balik).

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian disusun sejalan dengan rumusan masalah, tetapi dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan, biasanya diawali dengan frasa seperti “untuk mengetahui”, “untuk menganalisis”, atau “untuk mendeskripsikan”. Pada masalah yang sederhana, tujuan tampak sebagai “versi pernyataan” dari rumusan masalah, tetapi pada masalah kompleks, tujuan membantu memperjelas arah, fokus, dan batasan penelitian.
Tujuan dapat bersifat eksploratif (menjelajah fenomena baru), deskriptif (menggambarkan keadaan), verifikatif (menguji hipotesis/teori), atau pengembangan (menghasilkan model, produk, atau metode baru), tergantung desain dan kebutuhan penelitian.

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian menjelaskan kegunaan hasil penelitian bagi ilmu pengetahuan maupun praktik, baik bagi peneliti sendiri, lembaga, maupun pembaca dan masyarakat. Manfaat teoritis berkaitan dengan kontribusi terhadap pengembangan teori dan kajian ilmiah, sedangkan manfaat praktis terkait dengan pemecahan masalah nyata, perbaikan kebijakan, atau peningkatan praktik di lapangan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Syifa Hesti Pratiwi -
Nama: Syifa Hesti Pratiwi
NPM: 2313031003

A. Perumusan Masalah Penelitian
Perumusan masalah merupakan langkah awal dan paling penting dalam penelitian. Masalah penelitian adalah kesenjangan antara kondisi ideal dengan kondisi nyata, atau ketidaksesuaian antara yang diharapkan dengan fakta di lapangan. Masalah muncul karena adanya penyimpangan, kesulitan, keraguan, ambiguitas, atau fenomena yang tidak dapat dijelaskan.

1 . Latar Belakang Masalah
Latar belakang berfungsi menjelaskan alasan mengapa masalah tersebut harus diteliti. Peneliti harus menguraikan:
* situasi mengenai masalah yang diteliti,
* argumentasi pentingnya masalah tersebut,
* kondisi yang sudah diketahui dan belum diketahui,
* urgensi kajian baik secara teoretis maupun praktis,
* celah penelitian yang belum terisi oleh penelitian sebelumnya.
Sumber penyusunan latar belakang dapat berasal dari teori, data empiris, penelitian terdahulu, jurnal, diskusi ilmiah, hingga pengalaman pribadi peneliti.

2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah bentuk pertanyaan penelitian yang akan dicari jawabannya melalui pengumpulan dan analisis data. Rumusan masalah berbeda dengan masalah. Masalah adalah kondisi atau fenomena yang memerlukan penyelesaian, sedangkan rumusan masalah merupakan pertanyaan penelitian yang spesifik dan operasional.
Rumusan masalah dapat berbentuk:
1. kalimat tanya, misalnya:
“Apakah ada hubungan antara motivasi dengan prestasi kerja karyawan?”
2. kalimat pernyataan, misalnya:
“Penelitian ini ingin menjelaskan hubungan antara motivasi dengan prestasi kerja.”

3. Sumber Masalah
Masalah penelitian dapat muncul dari:
* penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan,
* penyimpangan antara rencana dan realisasi,
* adanya pengaduan atau keluhan,
* adanya kompetisi,
* pengamatan terhadap fenomena, pengalaman pribadi, literatur, diskusi, intuisi, dan kebutuhan masyarakat.

4. Kriteria Rumusan Masalah yang Baik
Menurut Arikunto, rumusan masalah yang baik harus memenuhi:
1. Feasible: dapat diteliti dengan sumber daya yang tersedia.
2. Jelas: tidak menimbulkan banyak penafsiran.
3. Signifikan: memberikan kontribusi terhadap ilmu dan praktik.
4. Etis: tidak melanggar norma, moral, atau keyakinan.

5. Bentuk-bentuk Permasalahan
Permasalahan dibedakan menjadi:
1. Deskriptif – hanya menggambarkan variabel tanpa mencari hubungan.
Contoh: “Bagaimana sikap masyarakat terhadap pembelajaran daring?”
2. Komparatif – membandingkan dua atau lebih variabel atau kelompok.
Contoh: “Adakah perbedaan hasil belajar antara model A dan model B?”
3. Asosiatif – mencari hubungan dua atau lebih variabel, terdiri atas:
* hubungan simetris,
* hubungan kausal (sebab akibat),
* hubungan timbal balik (resiprokal).
Rumusan masalah menentukan desain penelitian, teknik analisis data, hingga jenis kesimpulan yang dapat diambil.

B. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan arahan yang ingin dicapai peneliti untuk menjawab seluruh rumusan masalah. Sifatnya lebih tegas, sistematis, dan dinyatakan dalam bentuk pernyataan.
Tujuan penelitian dapat berupa:
- ingin mengetahui
- ingin menjelaskan
- ingin mendeskripsikan
- ingin menguji
- ingin menganalisis
Tujuan penelitian sangat bergantung pada kompleksitas permasalahan. Pada penelitian sederhana, tujuan sering kali menjadi turunan langsung dari rumusan masalah. Pada penelitian yang kompleks, tujuan harus dirumuskan lebih detail untuk memberikan arah yang jelas.

Jenis tujuan penelitian meliputi:
1. Tujuan eksploratif – untuk menjelajahi fenomena baru.
2. Tujuan deskriptif – menggambarkan kondisi tertentu.
3. Tujuan eksplanator – menjelaskan hubungan variabel atau menguji hipotesis.
4. Tujuan evaluatif – menilai efektivitas program atau kebijakan.
5. Tujuan pengembangan – menciptakan produk, model, atau teori baru.
Tujuan menjadi panduan utama dalam penyusunan metodologi, penentuan instrumen, teknik analisis, dan penyusunan kesimpulan penelitian.

C. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian menjelaskan kontribusi apa yang akan diperoleh setelah tujuan penelitian tercapai. Manfaat bersifat objektif dan harus berdasarkan hasil penelitian, bukan asumsi peneliti.
Manfaat penelitian terbagi menjadi dua:
1. Manfaat Teoritis
Merupakan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, seperti:
* memperkuat atau melemahkan teori yang sudah ada,
* membuka peluang pengembangan teori baru,
* memberikan sumbangan pada pengetahuan akademik.
Manfaat teoritis diperlukan agar penelitian memiliki nilai ilmiah dan dapat menjadi referensi bagi penelitian lanjutan.

2. Manfaat Praktis
Bersifat langsung dan dapat digunakan oleh:
* peneliti sendiri,
* peserta didik,
* guru atau dosen,
* praktisi di lapangan,
* lembaga pendidikan,
* pembuat kebijakan,
* peneliti lanjutan.
Manfaat praktis membantu menyelesaikan masalah nyata, meningkatkan kualitas program, dan memberi rekomendasi kebijakan atau tindakan.

Fungsi Penulisan Manfaat Penelitian
1. Menjadi dasar inspirasi penelitian berikutnya.
2. Memberikan kontribusi untuk pengembangan teori atau metode.
3. Menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan.
Manfaat penelitian harus rasional, relevan, jelas, dan dituliskan setelah hasil penelitian diperoleh agar sesuai dengan fakta.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Aulya Syifa Zulkarnaen -

Nama   : Aulya Syifa Zulkarnaen

NPM   : 2313031009

Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan Manfaat Penelitian

Bab ini menjelaskan tiga fondasi penting dalam penelitian: rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Ketiganya saling berkaitan dan menentukan arah keseluruhan proses riset.

1. Perumusan Masalah Penelitian

Pengertian

Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang ingin dijawab melalui proses riset. Ia lahir dari fenomena yang dianggap penting, menarik, dan layak untuk diteliti. Sementara itu, “masalah” sendiri merupakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan, atau kondisi yang menimbulkan kebingungan, ketidakpastian, atau penyimpangan.

Latar Belakang Masalah

Latar belakang menjelaskan mengapa topik itu penting diteliti, apa fakta lapangannya, bagaimana pandangan teori, serta apakah masalah tersebut sudah pernah diteliti sebelumnya.
Dalam penyusunannya, peneliti perlu:

·         Menjelaskan situasi masalah,

·         Menyampaikan alasan pentingnya penelitian,

·         Menunjukkan apa yang sudah/ belum diketahui,

·         Menegaskan manfaat teoritis dan praktis,

·         Menghindari duplikasi.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah, karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalahdapat disajikan dalam bentuk:

·         Kalimat tanya, misalnya: “Apakah ada hubungan motivasi dan prestasi kerja?”

·         Kalimat pernyataan, misalnya: “Penelitian ini menjelaskan hubungan motivasi dan prestasi kerja.”

Kriteria Rumusan Masalah yang Baik

Menurut Arikunto, rumusan masalah harus:

  • Feasible (dapat diteliti dengan waktu, biaya, dan sumber daya yang realistis)
  • Jelas
  • Signifikan (berkontribusi pada ilmu dan praktik)
  • Etis. 

2. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah jawaban dari rumusan masalah, tetapi disusun dalam bentuk pernyataan. Biasanya diawali dengan kata "untuk mengetahui…".
Tujuan juga berfungsi memberikan arah agar penelitian fokus dan tidak melebar.

Dalam penelitian eksploratif, tujuan bisa berupa:

·    Memuaskan rasa ingin tahu,

·    Melihat kelayakan topik untuk riset lanjutan,

·    Mengembangkan metode untuk penelitian lebih mendalam.

 

3.      Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian adalah dampak positif yang dihasilkan setelah tujuan penelitian tercapai. Manfaat dijelaskan secara rasional berdasarkan hasil penelitian (bukan dugaan). Ada dua jenis manfaat:

o    Manfaat Teoritis: Menambah khasanah ilmu pengetahuan, Menguatkan atau melemahkan teori yang ada dan Menjadi rujukan bagi peneliti lain.

o    Manfaat Praktis: Menyelesaikan masalah nyata di lapangan, Menjadi rekomendasi kebijakan dan Bermanfaat bagi guru, siswa, sekolah, masyarakat, atau pihak lain sesuai konteks penelitian.


In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Malik Fajar -
Nama : Malik Fajar
NPM : 2213031090

Bab 2 membahas tentang rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian. Penelitian diawali dengan latar belakang masalah yang menjelaskan alasan dan pentingnya suatu topik dikaji, baik dari teori maupun realitas di lapangan. Masalah penelitian muncul dari perbedaan antara harapan dan kenyataan, sedangkan rumusan masalah berupa pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian. Rumusan masalah harus feasible, jelas, signifikan, dan etis.

Tujuan penelitian merupakan bentuk pernyataan dari rumusan masalah, biasanya diawali dengan kata “ingin mengetahui”, dan dapat bersifat eksploratif untuk menemukan, menguji, atau mengembangkan sesuatu. Manfaat penelitian adalah hasil yang diperoleh setelah tujuan tercapai, baik untuk memperkaya ilmu pengetahuan maupun memberikan solusi praktis, serta dapat menginspirasi penelitian selanjutnya.