Forum Analisis Jurnal
NPM: 2415011120
Kelas: B MKU Pancasila
Poin Penting yang dapat kita ambil dari jurnal ini sebagai berikut:
Konsep Pancasila:
-Pancasila adalah hasil pemikiran mendalam anak bangsa berdasarkan budaya nusantara.
-Berfungsi sebagai pandangan hidup, dasar negara, dan simbol persatuan.
-Nilainya meliputi kebijaksanaan, keadilan, serta keselarasan dengan Tuhan dan kemanusiaan.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu:
-Landasan berpikir ilmiah yang mengedepankan nilai Ketuhanan, kemanusiaan, dan etika.
-Sebagai filsafat, Pancasila membantu menyelaraskan perkembangan IPTEK dengan nilai moral dan spiritual, sehingga membawa kebahagiaan lahir batin.
Implikasi Sila-sila dalam Pengembangan IPTEK:
-Ketuhanan Yang Maha Esa: Menanamkan nilai religius dalam IPTEK dengan menyeimbangkan akal dan rasa.
-Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Mengarahkan IPTEK untuk kemaslahatan umat manusia, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.
-Persatuan Indonesia: Mendorong pengembangan IPTEK yang memperkuat nasionalisme dan hubungan internasional.
-Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Mengembangkan IPTEK secara demokratis, terbuka terhadap kritik, dan menghargai kebebasan ilmiah.
-Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Memastikan pengembangan IPTEK memberikan manfaat merata di seluruh bidang kehidupan.
Tantangan:
-Kemajuan teknologi global dapat merusak nilai lokal jika tidak diimbangi dengan filter budaya Pancasila.
-Perlu penanaman nilai-nilai Pancasila sejak pendidikan dasar hingga tingkat tinggi.
Kesimpulan
-Pancasila adalah pedoman dalam pengembangan IPTEK yang berlandaskan nilai moral, spiritual, dan budaya.
-Implementasi nilai-nilai Pancasila dapat meningkatkan kualitas hidup bangsa dan mendukung terciptanya masyarakat yang damai, adil, dan sejahtera.
NPM : 2415011040
Kelas : B
Konsep Dasar Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. menurut Soekarno pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turuntemurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.
NPM : 2415011038
Kelas : B
Implikasi Sila-Sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
Ketuhanan Yang Maha Esa
Menanamkan nilai-nilai religius dalam pendidikan dan pengembangan IPTEK, membangun keseimbangan antara akal dan rasa. Pengembangan ilmu diarahkan untuk tidak melampaui batas kemanusiaan dan selalu bersandar pada Tuhan sebagai pusat kehidupan.Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
IPTEK dikembangkan untuk meningkatkan harkat manusia secara adil dan bermoral. Ilmu digunakan untuk kemanusiaan, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, serta memupuk sikap menghormati hak asasi dan norma sosial.Persatuan Indonesia
Kemajuan IPTEK memperkuat rasa nasionalisme, memupuk kerukunan, dan mempererat hubungan antar daerah dan bangsa. IPTEK digunakan untuk memperkuat persatuan dan mengembangkan hubungan internasional.Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Pengembangan IPTEK dilakukan secara demokratis, menghormati kebebasan berpendapat, terbuka terhadap kritik, dan berlandaskan musyawarah. Ilmuwan memiliki tanggung jawab sosial dalam pemanfaatan ilmu.Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
IPTEK dikembangkan untuk mewujudkan keadilan di segala bidang, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta mendukung kemajuan dan kesejahteraan rakyat secara merata.
NPM : 2465011005
Kelas : B
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan IPTEK, yaitu sebagai pedoman moral yang menyeimbangkan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai agama, kemanusiaan, serta persatuan. Pancasila mengarahkan IPTEK agar selalu bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia tanpa melanggar prinsip etika dan spiritual.
Setiap sila dalam Pancasila memberikan arah bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Sila pertama mendorong penggunaan IPTEK dengan memperhatikan dimensi ketuhanan, sementara sila kedua memastikan bahwa IPTEK digunakan untuk menghormati hak asasi manusia dan memajukan kemanusiaan. Sila ketiga menekankan pentingnya persatuan bangsa dalam penggunaan IPTEK.
Pancasila juga mengajarkan pentingnya kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan IPTEK. Sila keempat menekankan musyawarah untuk mufakat, memastikan bahwa setiap perkembangan IPTEK membawa manfaat yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
NPM : 2415011039
Kelas : B MKWU PANCASILA
Tugas Analisis Jurnal :
> Konsep Dasar Pancasila
Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki lima sila yang mencerminkan nilai-nilai yang membimbing kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila tidak hanya sebagai dasar moral, tetapi juga sebagai landasan filosofi yang mendalam untuk membangun negara dan masyarakat yang adil dan makmur.
> Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Pancasila menekankan pada keadilan sosial, kemanusiaan, dan keselarasan antara ilmu pengetahuan dengan moralitas. Dalam konteks ini, ilmu pengetahuan tidak hanya dipandang sebagai alat untuk mencapai kemajuan teknologis, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia secara holistik, mencakup aspek moral, sosial, dan spiritual.
Pancasila juga mendorong pendekatan integratif antara berbagai cabang ilmu pengetahuan dengan memperhatikan keselarasan antara ilmu, teknologi, dan kebutuhan masyarakat, terutama dalam konteks kebudayaan dan keberagaman Indonesia.
> Implikasi Sila-sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
Setiap sila dalam Pancasila memiliki implikasi yang signifikan terhadap pengembangan IPTEK, sebagai berikut:
Sila 1: Ketuhanan yang Maha Esa
Implikasi: IPTEK harus berlandaskan pada nilai-nilai agama dan etika moral. Pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan harus selaras dengan ajaran agama, mengedepankan kebajikan, dan menghindari penyalahgunaan ilmu untuk tujuan yang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan. Teknologi yang berkembang harus dapat mendukung pemahaman spiritual dan mendekatkan manusia kepada Tuhan, bukan malah menjauhkan atau merusak nilai-nilai kemanusiaan.
Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Implikasi: Pengembangan IPTEK harus memperhatikan dimensi kemanusiaan, di mana hasilnya harus bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat. Teknologi tidak boleh merugikan kemanusiaan, dan harus digunakan untuk mengatasi permasalahan sosial, meningkatkan kesejahteraan, serta mengurangi ketimpangan. Dalam konteks ini, IPTEK berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup dan harkat martabat manusia.
Sila 3: Persatuan Indonesia
Implikasi: IPTEK harus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Teknologi harus dijadikan sebagai sarana untuk mengatasi perbedaan dan mempererat hubungan antarbangsa, dengan mengedepankan toleransi dan rasa kebersamaan. Inovasi dalam bidang IPTEK harus mampu memajukan Indonesia dalam konteks global, serta meningkatkan hubungan antarwilayah dalam kerangka kesatuan Indonesia.
Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Implikasi: Pengembangan IPTEK harus mengutamakan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan ilmiah dan teknologis. Teknologi harus diperkenalkan dengan bijaksana dan dilakukan melalui musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama yang mengutamakan kepentingan rakyat banyak, bukan hanya sekelompok orang atau pihak tertentu. Dalam konteks ini, IPTEK harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap aspek inovasi dan aplikasinya.
Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Implikasi: IPTEK harus berfokus pada penciptaan keadilan sosial. Teknologi dan ilmu pengetahuan harus digunakan untuk menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Inovasi yang ada harus dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya oleh kelompok tertentu, tetapi untuk seluruh masyarakat, baik yang tinggal di kota maupun di pedesaan.
NPM : 2455011011
Kelas : B
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan IPTEK, yaitu sebagai pedoman moral yang menyeimbangkan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai agama, kemanusiaan, serta persatuan. Pancasila mengarahkan IPTEK agar selalu bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia tanpa melanggar prinsip etika dan spiritual.
Setiap sila dalam Pancasila memberikan arah bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Sila pertama mendorong penggunaan IPTEK dengan memperhatikan dimensi ketuhanan, sementara sila kedua memastikan bahwa IPTEK digunakan untuk menghormati hak asasi manusia dan memajukan kemanusiaan. Sila ketiga menekankan pentingnya persatuan bangsa dalam penggunaan IPTEK.
Pancasila juga mengajarkan pentingnya kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan IPTEK. Sila keempat menekankan musyawarah untuk mufakat, memastikan bahwa setiap perkembangan IPTEK membawa manfaat yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Npm : 2415011035
Analisis jurnal
Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas.
Kelas : B
NPM : 2415011054
Jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai dasar ideologi dan filsafat ilmu bagi bangsa Indonesia, serta implikasinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Berikut adalah analisis terkait jurnal tersebut:
1. Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila merupakan hasil pemikiran mendalam yang mencerminkan nilai-nilai budaya nusantara.Ditetapkan sebagai ideologi final sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
2. Perkembangan IPTEK
Perkembangan IPTEK yang cepat dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk moralitas dan mentalitas masyarakat.Pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila untuk mengelola dampak dari kemajuan teknologi.
3. Konsep Dasar Pancasila
Terdiri dari lima sila yang berfungsi sebagai pedoman hidup dan dasar falsafah negara.Mengandung nilai-nilai yang harus diinternalisasi dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
4. Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila berfungsi sebagai landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan.Mengedepankan keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
5. Implikasi Sila-sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
Ketuhanan yang Maha Esa: Menekankan pentingnya nilai religius dalam pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menyiratkan bahwa ilmu pengetahuan harus diarahkan untuk kesejahteraan umat manusia.
Persatuan Indonesia: Mengharuskan pengembangan IPTEK untuk memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan di antara masyarakat.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Mendorong pengambilan keputusan berbasis musyawarah untuk mufakat dalam pengembangan IPTEK.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Mengimplikasikan bahwa hasil dari pengembangan IPTEK harus dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
6. Kesimpulan
Pancasila sebagai filsafat ilmu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui pengembangan IPTEK yang berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi.Jurnal ini menekankan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, aman, dan damai.
NPM : 2415011041
Kelas : B
Konsep Dasar Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta : panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut Muhammad Yamin bahwa Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik, sedangkan pendapatnya Notonegoro bahwa pancasila adalah dasar falsafah negara indonesia, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia (Burhanudin S, 1988).
pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa pancasila merupakan pedoman atau petunjuk dalam hidup berbangsa dan bernegara yang merupakan hasil dari proses berpikir yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa berdasarkan nilai-nilai budaya nusantara. Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Menurut Friedrich Hegel bahwa hakekat filsafat ialah satu sinthese fikiran yang lahir dari pada antithese fikiran. Dari pertentangan fikiran lahirlah perpaduan pendapat yang harmonis. Begitu pulalah dengan ajaran pancasila, satu sinthese Negara yang lahir dari pada satu antithese. (Sunoto, 1991), sedangkan menurut Muhtar Filsafat dapat diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam, dan ingin melihat dari segala segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan (Muhtar Latif, 2014).
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu mengandung nilai ganda, yaitu harus memberikan landasar teoritik (dan normatif) bagi penguasaan dan pengembangan iptek dan menetapkan tujuan; dan nilai instrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental kepribadian dan moral manusia (Syam, 2006). Pancasila sebagai filsafat ilmu memungkinkan masyarakat dapat memikirkan masalah-masalah dasar hidupnya secara rasional dengan bahasa, wawasan dan argumentasi yang universal. Dengan demikian, Pancasila sebagai filsafat dapat membuka cakrawala bagi diskusi secara terbuka terhadap masalah-masalah dan sekaligus secara kritis terhadap penyempitan-penyempitan ideologis. Pancasila sebagai filsafat juga akan membantu kita untuk mengambil sikap terbuka dan kritis terhadap dampak modernisasi dan menjadi pemain aktif, mempertahankan identitas sebagai bangsa Indonesia. Pancasila sebagai filsafat ilmu dalam perkembangan ilmu pengetahuan diharapakan dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupannya. Pancasila sebagai ilmu pengetahuan harus dikembangkan demi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan juga harus dapat menjawab berbagai persoalan hidup. Pancasila yang terdiri dari lima sila, merupakan bentuk akumulasi proses pemecahan masalah kehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan seharihari, berbangsa dan bernegara.
Kelas : B
NPM : 2455011009
Jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai dasar ideologi dan filsafat ilmu bagi bangsa Indonesia, serta implikasinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Berikut adalah analisis terkait jurnal tersebut:
1. Pancasila sebagai Dasar Negara
• Pancasila merupakan hasil pemikiran mendalam yang mencerminkan nilai-nilai budaya nusantara.
Ditetapkan sebagai ideologi final sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
2. Perkembangan IPTEK
• Perkembangan IPTEK yang cepat dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk moralitas dan mentalitas masyarakat.
3. Konsep Dasar Pancasila
• Terdiri dari lima sila yang berfungsi sebagai pedoman hidup dan dasar falsafah negara.
Mengandung nilai-nilai yang harus diinternalisasi dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
4. Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
• Pancasila berfungsi sebagai landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan.
Mengedepankan keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
5. Implikasi Sila-sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
• Ketuhanan yang Maha Esa: Menekankan pentingnya nilai religius dalam pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menyiratkan bahwa ilmu pengetahuan harus diarahkan untuk kesejahteraan umat manusia.
Persatuan Indonesia: Mengharuskan pengembangan IPTEK untuk memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan di antara masyarakat.
• Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Mendorong pengambilan keputusan berbasis musyawarah untuk mufakat dalam pengembangan IPTEK.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Mengimplikasikan bahwa hasil dari pengembangan IPTEK harus dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
6. Kesimpulan
• Pancasila sebagai filsafat ilmu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui pengembangan IPTEK yang berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi.
NPM: 2415011052
KELAS: B
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan IPTEK, yaitu sebagai pedoman moral yang menyeimbangkan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai agama, kemanusiaan, serta persatuan. Pancasila mengarahkan IPTEK agar selalu bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia tanpa melanggar prinsip etika dan spiritual.
Setiap sila dalam Pancasila memberikan arah bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Sila pertama mendorong penggunaan IPTEK dengan memperhatikan dimensi ketuhanan, sementara sila kedua memastikan bahwa IPTEK digunakan untuk menghormati hak asasi manusia dan memajukan kemanusiaan. Sila ketiga menekankan pentingnya persatuan bangsa dalam penggunaan IPTEK.
Pancasila juga mengajarkan pentingnya kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan IPTEK. Sila keempat menekankan musyawarah untuk mufakat, memastikan bahwa setiap perkembangan IPTEK membawa manfaat yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
NPM : 2415011049
Kelas : B MKU Pancasila
Analisis jurnal "PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI"
Jurnal ini berisi tentang pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan tekhnologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita. Sehingga, perlu pedoman Pancasila agar perkembangan iptek tidak keluar dari budaya dan etika bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila merupakan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan. Pancasila sebagai filsafat ilmu dalam perkembangan ilmu pengetahuan diharapakan dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupannya.
Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
Dalam pengembangan ilmu pengetahuan manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sehingga, perlu ditanamkan nilai religi mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi agar pada pengembangan ilmu pengetahuan akan menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irrasional, antara rasa dan akal.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Ilmu pengetahuan berfungsi untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok terentu. Sila ini menjadi dasar bahwa dalam pengembangan iptek harus beradab.
3. Persatuan Indonesia
Dalam perkembangan iptek, harus dilandaskan untuk mempersatukan bangsa. Sehingga, pada perkembangan iptek akan terjalin persaudaraan dan persahabtan antar daerah di Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Ilmuwan dalam mengembangkan iptek harus diberikan kebebasan namun tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, ilmuwan harus memberikan kebebasan untuk dapat dikritik dan diberi sara.
5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
Pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan. Harus seimbang antara hak dan kewajiban.
Kesimpulan :
Pancasila sebagai filsafat ilmu dijadikan pedomandalam pengembangan iptek. Pengembangan ilmu pengetahuan yang mengacu pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan menciptakan masyarakat yang sejahtera, aman, dan damai.
NPM : 2455011019
KELAS : B
Analisis Jurnal: "Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi"
Jurnal ini membahas bagaimana Pancasila dapat dipandang sebagai filsafat ilmu dan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki implikasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pedoman dalam pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga perkembangan IPTEK dapat selaras dengan nilai-nilai moral, etika, dan kemanusiaan yang dijunjung tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
1. Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Dalam konteks filsafat ilmu, Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai panduan dalam merumuskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu berkaitan dengan bagaimana ilmu pengetahuan seharusnya dipahami, dilakukan, dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki relevansi yang kuat dengan pengembangan IPTEK, terutama dalam memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sejalan dengan tujuan moral dan sosial negara Indonesia.
Pancasila memberikan kerangka nilai yang terdiri dari lima sila yang saling terkait, yang dapat menjadi pedoman untuk perkembangan IPTEK, antara lain:
Sila pertama: Ketuhanan yang Maha Esa — IPTEK yang dikembangkan harus tetap memperhatikan dimensi spiritual dan etika moral. Dalam konteks ini, teknologi tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai agama atau menodai harkat kemanusiaan.
Sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab — IPTEK harus digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dengan adil, menghindari penyalahgunaan teknologi yang dapat merugikan kemanusiaan.
Sila ketiga: Persatuan Indonesia — IPTEK dapat menjadi sarana untuk mempererat persatuan bangsa dengan memperbaiki kesenjangan sosial, geografis, dan ekonomi melalui pemerataan akses terhadap teknologi.
Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan — Pengembangan IPTEK perlu melibatkan partisipasi rakyat dan kebijakan yang bijaksana, agar ilmu dan teknologi dapat bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia — IPTEK harus dipergunakan untuk menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat, mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi.
2. Implikasi Pancasila terhadap Pengembangan IPTEK
Penerapan Pancasila dalam pengembangan IPTEK memiliki beberapa implikasi positif yang penting bagi Indonesia:
a. Menjaga Etika dan Moralitas dalam Pengembangan IPTEK
Salah satu implikasi utama Pancasila terhadap pengembangan IPTEK adalah penekanan pada etika dan moralitas. Tanpa pedoman moral yang jelas, perkembangan teknologi bisa menjadi alat yang disalahgunakan untuk merugikan masyarakat. Misalnya, dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) atau bioteknologi, perlu ada batasan-batasan etis yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, sebagaimana tercantum dalam sila kedua. Pancasila memberikan panduan agar IPTEK tidak hanya berkembang untuk kemajuan ekonomi, tetapi juga untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, tanpa melanggar prinsip keadilan dan hak asasi manusia.
b. Memperkuat Identitas Nasional dalam Pengembangan IPTEK
Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan budaya, dan Pancasila bisa menjadi landasan untuk mempromosikan pengembangan IPTEK yang mempertahankan identitas budaya bangsa. Dalam mengembangkan teknologi, Indonesia tidak hanya dapat berfokus pada adaptasi teknologi global, tetapi juga berinovasi dengan mempertimbangkan konteks budaya lokal dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari kekayaan bangsa. Teknologi harus dapat menghubungkan seluruh bangsa, memperkuat persatuan dan kesatuan (sila ketiga), serta mendukung keragaman yang ada.
c. Mendorong Pemerataan Akses Teknologi
Sila kelima Pancasila menegaskan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK yang mengacu pada Pancasila akan lebih menekankan pada pemerataan akses terhadap teknologi. Teknologi tidak boleh hanya menguntungkan kelompok tertentu saja, tetapi harus mampu merata dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil atau kurang mampu. Hal ini akan membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi yang ada di Indonesia.
d. Peran Pemerintah dan Partisipasi Rakyat dalam Pengembangan IPTEK
Sila keempat Pancasila mengajarkan pentingnya musyawarah dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. Dalam pengembangan IPTEK, ini berarti bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil harus melibatkan partisipasi masyarakat dan stakeholder terkait, serta didasarkan pada prinsip kebijaksanaan yang mengutamakan kepentingan bersama. Kebijakan terkait riset dan pengembangan teknologi harus berpihak pada kesejahteraan rakyat dan memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia.
3. Tantangan dalam Menerapkan Pancasila dalam IPTEK
Meskipun Pancasila memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan IPTEK, tantangan tetap ada dalam implementasinya. Beberapa tantangan utama adalah:
Kesenjangan akses teknologi antara daerah perkotaan dan pedesaan, yang memerlukan upaya lebih dalam pemerataan infrastruktur dan akses internet.
Perubahan cepat dalam teknologi yang kadang-kadang tidak dapat mengikuti laju adaptasi sosial dan kebijakan negara, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih responsif dan adaptif.
Keterbatasan anggaran dan sumber daya dalam riset dan pengembangan IPTEK, yang perlu didukung dengan kebijakan investasi yang berkelanjutan.
2415011051
1. Definisi Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia yang terdiri dari dua kata Sanskerta: “panca” (lima) dan “sila” (prinsip atau asas). Secara sederhana, Pancasila merupakan lima prinsip yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia. Teks ini mengutip beberapa pendapat tokoh-tokoh besar untuk memperjelas makna Pancasila:
Muhammad Yaminmengartikan Pancasila sebagai lima dasar yang berisi pedoman tingkah laku yang baik dan penting.
Notonegoro menambahkan bahwa Pancasila adalah dasar falsafah negara yang mempersatukan bangsa Indonesia serta menjadi dasar pertahanan negara.
2. Pancasila sebagai Falsafah Bangsa
Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. Menurut Soekarno, Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang terpendam oleh kebudayaan Barat, yang akhirnya ditemukan kembali sebagai pandangan hidup yang mendalam dan mengakar dari budaya Nusantara. Dalam konteks ini, Pancasila menjadi hasil akulturasi budaya bangsa Indonesia, termasuk pengaruh budaya lokal dan luar yang terjadi sepanjang sejarah, khususnya selama masa penjajahan.
3. Akulturasi Budaya dan Perkembangan Pancasila
Jurnai inii juga menekankan pentingnya akulturasi budaya dalam pembentukan Pancasila. Proses ini melibatkan perpaduan nilai-nilai dari berbagai suku bangsa di Indonesia dan juga pengaruh asing (seperti penjajahan Eropa) yang menghasilkan kepribadian budaya bangsa Indonesia. Proses ini terus berkembang hingga abad ke-16, dan meskipun ada banyak pengaruh asing, Pancasila tetap mengandung nilai-nilai yang mencerminkan identitas bangsa Indonesia.
4. Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila juga dilihat sebagai bagian dari filsafat ilmu, yang berfungsi sebagai pedoman dalam berpikir dan mengembangkan pengetahuan. Dalam hal ini,.filsa
afat ilmu mengajarkan bahwa pengetahuan harus memperhatikan nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan, yang menjadi dasar berpikir manusia. Tanpa landasan ini, pengetahuan bisa terlepas dari nilai-nilai moral dan hakiki.
Friedrich Hegel menjelaskan bahwa filsafat lahir dari sintesis antara ide-ide yang bertentangan, yang dapat diterapkan pada pembentukan Pancasila sebagai hasil akumulasi nilai dari berbagai pemikiran yang berbeda.
Muhtar Latif menyatakan bahwa filsafat adalah cara berpikir yang mendalam dan menyeluruh, yang mencakup semua aspek kehidupan. Pancasila mengajak masyarakat untuk berpikir dengan cara ini, bukan hanya untuk mencari kebenaran, tetapi juga untuk menciptakan kebijaksanaan hidup.
5. Pancasila sebagai Pedoman Hidup
ini menegaskan bahwa Pancasila adalah lebih dari sekadar filsafat teoritis; ia adalah pandangan hidup (way of life) yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila mengarahkan kehidupan bangsa Indonesia dalam mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bangsa Indonesia dapat menjalani kehidupan yang harmonis dan bermakna.
6. Pancasila dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Pancasila sebagai filsafat ilmu juga memberikan dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan harus selalu dipandu oleh nilai-nilai moral dan etika, yang berlandaskan pada Pancasila. Selain itu, Pancasila memberi Landasan normatif dalam penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta menetapkan tujuan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada nilai mental dan moral manusia.
7. Peran Pancasila dalam Menghadapi Tantangan Zaman
Pancasila sebagai filsafat ilmu juga memungkinkan masyarakat untuk berpikir secara rasional dan kritis, membuka ruang diskusi terbuka tentang masalah sosial, politik, dan budaya. Dalam menghadapi modernisasi, Pancasila berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan identitas bangsa Indonesia, menjaga nilai-nilai lokal, dan menghindari penyempitan ideologis. Pancasila mengajak masyarakat untuk tetap berpijak pada prinsip-prinsip moral yang hakiki, meskipun dunia terus berkembang.
2415011056
KELAS B
PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Pancasila sebagai filsafat ilmu didalam mengadakan pemikiran yang sedalam-dalamnya, tidak hanya bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan, tidak sekedar untuk memenuhi hasrat ingin tahu dari manusia yang tidak habis-habisnya, tetapi juga dan terutama hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (pandangan hidup, filsafat hidup, way of life, dan sebagainya) dan juga sebagai pedoman pengembangan ilmu pengetahuan agar hidunya dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat. Pancasila sebagai filsafat ilmu memungkinkan masyarakat dapat memikirkan masalah-masalah dasar hidupnya secara rasional dengan bahasa, wawasan dan argumentasi yang universal.
Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
a. Kepercayaan Terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta segala sesuatu dengan sifat-sifat yang sempurna dan suci seperti Mahakuasa, Maha Adil, Maha Bijaksana, dan sebagainya;
b. Ketakwaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa, yakni menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
a. Pengakuan terhadap harkat dan martabat manusia dengan segala hak dan wajib asasinya.
b. Perlakuan yang adil terhadap sesama manusia, terhadap diri sendiri, alam sekitar, dan terhadap Tuhan.
c. Manusia sebagai mahluk beradab atau berbudaya yang memilki daya cipta, rasa, karsa, dan keyakinan.
3. Persatuan Indonesia
a. Pengakuan terhadap bhineka Tunggal Ika suku bangsa, etnis, agama, adat Istiadat dan kebudayaan.
b. Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah indonesia serta wajib membela dan menjunjung tingginya (Patriotisme).
c. Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (Nasionalisme).
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
a. Negara adalah untuk kepentingan seluruh rakyat.
b. Kedaulatan adalah ditangan rakyat.
c. Manuasia indonesia adalah sebagai warga Negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
d. Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat.
e. Keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh wakil-wakil rakyat
5. Keadilan sosial begi seluruh rakyat indonesia
a. Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.
b. Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia.
c. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d. Menghormati hak milik orang lain.
e. Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual bagi seluruh rakyat indonesia.
f. Cinta akan kemajuan dan pembangunan.
Kesimpulannya, Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Dari pemikiran tersebut, maka pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.
NPM : 2415011045
KELAS : B
Konsep Dasar Pancasila
Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, terdiri dari lima sila yang mencerminkan nilai-nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain menjadi pedoman moral, Pancasila juga berfungsi sebagai landasan filosofis dalam membangun negara yang adil dan sejahtera.
Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila memainkan peran penting dalam membentuk cara pandang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Nilai-nilai Pancasila menekankan pentingnya keadilan sosial, kemanusiaan, dan harmonisasi antara ilmu pengetahuan dengan moralitas. Dalam perspektif ini, ilmu pengetahuan tidak hanya digunakan untuk kemajuan teknologi, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh, meliputi aspek moral, sosial, dan spiritual.
Pancasila juga mendorong pendekatan terpadu antara berbagai cabang ilmu pengetahuan, dengan memperhatikan keseimbangan antara ilmu, teknologi, dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam konteks keberagaman dan kebudayaan Indonesia.
Implikasi Sila-Sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
Setiap sila dalam Pancasila memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK):
Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa
Implikasi: IPTEK harus didasarkan pada nilai-nilai agama dan etika moral. Pengembangan ilmu dan teknologi perlu selaras dengan ajaran agama, berfokus pada kebaikan, serta menghindari penyalahgunaan yang bertentangan dengan nilai ketuhanan. Teknologi seharusnya mendukung peningkatan spiritualitas dan tidak merusak nilai-nilai kemanusiaan.
Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Implikasi: Pengembangan IPTEK harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kemanusiaan. Hasil inovasi harus bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat, digunakan untuk mengatasi permasalahan sosial, mengurangi ketimpangan, serta meningkatkan kesejahteraan dan harkat manusia.
Sila 3: Persatuan Indonesia
Implikasi: IPTEK harus menjadi alat yang memperkuat persatuan bangsa. Teknologi perlu membantu mengatasi perbedaan, mempererat hubungan antarwilayah, dan memajukan Indonesia di tingkat global, sambil tetap mempertahankan rasa kebersamaan dan toleransi.
Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Implikasi: Dalam pengembangan IPTEK, partisipasi masyarakat sangat penting. Proses pengambilan keputusan harus dilakukan melalui musyawarah yang bijaksana, memastikan teknologi digunakan untuk kepentingan rakyat secara luas, bukan hanya untuk kelompok tertentu.
Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Implikasi: Pengembangan IPTEK harus diarahkan untuk menciptakan keadilan sosial. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat, baik di perkotaan maupun di pedesaan.
Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa Indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. Menurut Soekarno, Pancasila merupakan isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat.
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasanan dalam cara berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu.
Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesame manusia.
Saling mencintai sesame manusia.
Mengembalikan sikap tenggang rasa
Tidak semena-mena terhadap orang lain
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
Berani membela kebenaran dan keadilan
3. Persatuan Indonesia
Pengakuan terhadap bhineka Tunggal Ika suku bangsa, etnis, agama, adat Istiadat dan kebudayaan.
Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah indonesia serta wajib membela dan menjunjung tingginya (Patriotisme).
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Negara adalah untuk kepentingan seluruh rakyat.
Kedaulatan adalah ditangan rakyat
Manuasia indonesia adalah sebagai warga Negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik, ekonomi, social dan budaya.
Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia.
Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Menghormati hak milik orang lain
Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual bagi seluruh rakyat indonesia.
Cinta akan kemajuan dan pembangunan
NPM: 2415011115
Poin poin yang dapat diambil dari jurnal ini adalah sebagai berikut:
Konsep Pancasila
Pancasila merupakan hasil pemikiran mendalam bangsa Indonesia yang berakar pada budaya lokal. Pancasila berfungsi sebagai pedoman hidup, dasar negara, dan simbol persatuan bangsa. Nilai-nilai Pancasila mencakup kebijaksanaan, keadilan, serta keselarasan antara Tuhan dan kemanusiaan.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Sebagai landasan berpikir ilmiah, Pancasila menekankan pentingnya nilai Ketuhanan, kemanusiaan, dan etika. Sebagai filsafat, Pancasila membantu menyelaraskan perkembangan IPTEK dengan nilai moral dan spiritual, yang bertujuan untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.
Implikasi Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
Ketuhanan Yang Maha Esa: Mengintegrasikan nilai religius dalam teknologi dengan keseimbangan antara akal dan rasa.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Memastikan bahwa IPTEK digunakan untuk kemaslahatan umat manusia, bukan untuk kepentingan segelintir pihak.
Persatuan Indonesia: Mendorong pengembangan IPTEK yang memperkuat rasa nasionalisme dan hubungan internasional.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Mengembangkan IPTEK secara demokratis, terbuka terhadap kritik, dan menghargai kebebasan ilmiah.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Memastikan manfaat IPTEK tersebar merata di berbagai bidang kehidupan.
Kesimpulan
Pancasila adalah pedoman dalam pengembangan IPTEK yang berlandaskan pada nilai moral, spiritual, dan budaya. Penerapan nilai-nilai Pancasila dapat meningkatkan kualitas hidup bangsa serta menciptakan masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera.
NPM : 2415011113
Analisis jurnal
Jurnal menjelaskan bahwa Pancasila menjadi landasan moral dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) agar tetap sesuai dengan identitas bangsa Indonesia:
Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa
Ilmu harus berlandaskan nilai-nilai spiritual, menyeimbangkan antara akal dan iman, serta mengakui keterbatasan manusia dalam memahami ciptaan Tuhan.
Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Ilmu dikembangkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, berorientasi pada kesejahteraan dan menghindari kesombongan akibat IPTEK.
Sila 3: Persatuan Indonesia
IPTEK memperkuat persatuan dan solidaritas bangsa dengan menjaga kesetaraan akses bagi semua daerah.
Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Pengembangan ilmu melibatkan prinsip demokrasi, menghormati pendapat orang lain, dan terbuka untuk kritik serta revisi.
Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
IPTEK harus memastikan keadilan dalam distribusi manfaatnya, menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan masyarakat.
Harapan Pemimpin, Warga Negara, dan Ilmuwan Pancasilais:
Pemimpin Pancasilais
Menggunakan IPTEK untuk kemajuan tanpa melanggar nilai-nilai moral, spiritual, dan keadilan, dengan visi membangun bangsa yang mandiri.
Warga Negara Pancasilais
Memanfaatkan IPTEK secara bijak, menjaga harmoni sosial, dan memprioritaskan nilai kemanusiaan serta persatuan.
Ilmuwan Pancasilais
Mengembangkan ilmu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, berbasis pada budaya dan nilai-nilai luhur Pancasila, serta memberikan solusi yang berkeadilan.
Kesimpulan:
Pancasila sebagai filsafat ilmu menjadi filter dalam pengembangan IPTEK untuk memastikan bahwa kemajuan tidak hanya membawa manfaat material tetapi juga menjaga keseimbangan moral, sosial, dan spiritual sesuai dengan identitas bangsa Indonesia
NPM : 2415011033
Jurnal ini menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai seperti kolaborasi dan pendidikan karakter dalam kurikulum, untuk menciptakan siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki kemampuan sosial dan etika yang baik, serta dapat berkontribusi positif pada masyarakat.
Setiap sila dalam Pancasila memberikan arah bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Sila pertama mendorong penggunaan IPTEK dengan memperhatikan dimensi ketuhanan, sementara sila kedua memastikan bahwa IPTEK digunakan untuk menghormati hak asasi manusia dan memajukan kemanusiaan. Sila ketiga menekankan pentingnya persatuan bangsa dalam penggunaan IPTEK.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu:
-Landasan berpikir ilmiah yang mengedepankan nilai Ketuhanan, kemanusiaan, dan etika.
-Sebagai filsafat, Pancasila membantu menyelaraskan perkembangan IPTEK dengan nilai moral dan spiritual, sehingga membawa kebahagiaan lahir batin.
Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Pancasila menekankan pada keadilan sosial, kemanusiaan, dan keselarasan antara ilmu pengetahuan dengan moralitas. Dalam konteks ini, ilmu pengetahuan tidak hanya dipandang sebagai alat untuk mencapai kemajuan teknologis, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia secara holistik, mencakup aspek moral, sosial, dan spiritual.
Pancasila juga mendorong pendekatan integratif antara berbagai cabang ilmu pengetahuan dengan memperhatikan keselarasan antara ilmu, teknologi, dan kebutuhan masyarakat, terutama dalam konteks kebudayaan dan keberagaman Indonesia.
NPM : 2455011021
KELAS : B (DARI KELAS D)
Konsep Dasar Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta : panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. menurut Soekarno pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turuntemurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.
Kesimpulan
Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang terumuskan dari proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung berabad-abad. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.
2455011020
Konsep Dasar Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta : panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. menurut Soekarno pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turuntemurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.
Kesimpulan
Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang terumuskan dari proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung berabad-abad. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.
Npm : 2415011046
Kelas : B
Pancasila sebagai filsafat ilmu berperan penting dalam memberikan landasan etika dan budaya bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Sebagai sistem filsafat, Pancasila memadukan nilai-nilai yang relevan untuk memecahkan permasalahan kehidupan. Dalam konteks IPTEK, Pancasila menjadi pedoman agar perkembangan teknologi tidak hanya bertumpu pada aspek rasional, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai religius, kemanusiaan, dan kebudayaan Indonesia, sehingga IPTEK berkembang tanpa melupakan identitas bangsa.
Implikasi dari masing-masing sila Pancasila sangat penting dalam membentuk arah pengembangan IPTEK. Sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa," menekankan pentingnya keseimbangan antara akal dan rasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Sila kedua hingga keempat menekankan bahwa IPTEK harus berorientasi pada kemanusiaan, menjaga persatuan bangsa, serta memberikan ruang bagi musyawarah dan kritik yang konstruktif. Sila kelima, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," memastikan pengembangan IPTEK berkontribusi pada terciptanya keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan IPTEK, Indonesia diharapkan dapat menciptakan inovasi yang sejalan dengan nilai-nilai nasional. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjaga keharmonisan dan integritas bangsa. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi pedoman moral, tetapi juga fondasi strategis dalam menjawab tantangan global melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai luhur.
NPM : 2415011111
Kelas : B
PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGi
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.
Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah makhluk religi. Dalam Pengembangan ilmu pengetahuan manusia perlu memahami batas kemampuannya dalam berpikir, karena tidak semua yang ada di alam ini mampu dijangkau oleh pemikiran manusia, dari keterbatasan kemampuan tersebut manusia harus mengembalikan kepada sang Pencipta dan penguasa segala sesuatu yang ada di alam ini. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini menempatkan manusia dalam alam ini sebagai bagiannya dan bukan sebagai pusatnya, Tuhanlah sebagai pusatnya bukanlah manusia.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Pembangunan iptek harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan umat manusia. Iptek harus dapat diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan IPTEK.
3. Persatuan Indonesia
Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan persahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan iptek.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah; Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, dan lain-lain.
Kesimpulannya, di dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan. Berdasarkan dari pemikiran tersebut, maka pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia Indonesia dan menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila.
NPM: 2455011018
KELAS: B MKU PANCASILA
PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Pancasila merupakan ideologi dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila, yang mencerminkan nilai-nilai budaya, moral, dan spiritual bangsa. Pancasila berfungsi sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, yang didasarkan pada pemikiran mendalam dari anak bangsa. Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, Pancasila berperan sebagai filsafat ilmu yang mengarahkan pada pencapaian kesejahteraan dan kebahagiaan manusia melalui pemahaman yang mencakup aspek Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.
1. Ketuhanan yang Maha Esa: Mengedepankan nilai religius dan spiritual dalam pengembangan ilmu pengetahuan, mengakui keterbatasan manusia, dan menghormati kekuasaan Tuhan.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menunjukkan bahwa IPTEK harus mengedepankan keadilan dan moralitas, serta ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat.
3. Persatuan Indonesia: Mendorong rasa nasionalisme dan solidaritas bangsa dalam pengembangan IPTEK yang mendukung kemajuan bersama.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan: Menekankan pentingnya demokrasi, kebebasan berpikir kritis, dan musyawarah dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Bahwa IPTEK harus dikembangkan secara adil danmengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta merata bagi seluruh rakyat.
Pancasila sebagai dasar negara dan filsafat ilmu diharapkan dapat memandu perkembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk kemajuan, kesejahteraan, dan keharmonisan bangsa Indonesia.
Npm : 2415011034
Kelas : B-Teknik Sipil
Analisis Jurnal
PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu. Pancasila ada karena suatu proses pembentukan pengetahuan dari berbagai sumber yang kemudian terakumulasi dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai filsafat ilmu didalam mengadakan pemikiran yang sedalam-dalamnya, tidak hanya bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan, tidak sekedar untuk memenuhi hasrat ingin tahu dari manusia yang tidak habis-habisnya, tetapi juga dan terutama hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (pandangan hidup, filsafat hidup, way of life, dan sebagainya) dan juga sebagai pedoman pengembangan ilmu pengetahuan agar hidunya dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat. (Burhanudin S, 1988).
Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa : Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab : kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan.
3. Persatuan Indonesia : memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan persahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan iptek.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan : setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
5. Keadilan bagi seluruh rakyat indonesia : Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya (T. Jacob, 1986).
NPM: 2415011037
Kelas: B
Analisis Jurnal
Jurnal tersebut menjelaskan Pancasila sebagai Landasan IPTEK
Pancasila berfungsi sebagai landasan moral dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) agar tetap sesuai dengan identitas bangsa Indonesia:
1. Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa
Ilmu harus berlandaskan nilai spiritual, menyeimbangkan akal dan iman, serta mengakui keterbatasan manusia dalam memahami ciptaan Tuhan.
2. Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Ilmu dikembangkan untuk meningkatkan harkat manusia, kesejahteraan, dan menghindari kesombongan akibat IPTEK.
3. Sila 3: Persatuan Indonesia
IPTEK berperan memperkuat persatuan dengan memastikan akses yang setara bagi semua wilayah.
4. Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Pengembangan ilmu harus memegang prinsip demokrasi, menghargai pendapat, serta terbuka pada kritik dan revisi.
5. Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
IPTEK harus memastikan distribusi manfaat yang adil serta memperhatikan keseimbangan manusia, lingkungan, dan masyarakat.
---
Harapan Pemimpin, Warga Negara, dan Ilmuwan Pancasilais:
Pemimpin Pancasilais
Menggunakan IPTEK untuk kemajuan sambil menjunjung moral, spiritual, dan keadilan dengan visi membangun kemandirian bangsa.
Warga Negara Pancasilais
Memanfaatkan IPTEK secara bijak, menjaga harmoni sosial, serta memprioritaskan nilai kemanusiaan dan persatuan.
Ilmuwan Pancasilais
Mengembangkan ilmu yang berfokus pada kebutuhan masyarakat, budaya lokal, dan nilai-nilai Pancasila dengan keadilan sebagai dasar pemecahan masalah.
---
Kesimpulan:
Pancasila menjadi filosofi yang berperan sebagai filter dalam pengembangan IPTEK, memastikan kemajuan tidak hanya mengejar materi tetapi juga menjaga keseimbangan moral, sosial, dan spiritual sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.
Npm:2415011036
Kelas:B
Tugas Analisis Jurnal :
> Konsep Dasar Pancasila
Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, memiliki lima sila yang mencerminkan nilai-nilai yang membimbing kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila tidak hanya sebagai dasar moral, tetapi juga sebagai landasan filosofi yang mendalam untuk membangun negara dan masyarakat yang adil dan makmur.
> Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Pancasila menekankan pada keadilan sosial, kemanusiaan, dan keselarasan antara ilmu pengetahuan dengan moralitas. Dalam konteks ini, ilmu pengetahuan tidak hanya dipandang sebagai alat untuk mencapai kemajuan teknologis, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia secara holistik, mencakup aspek moral, sosial, dan spiritual.
Pancasila juga mendorong pendekatan integratif antara berbagai cabang ilmu pengetahuan dengan memperhatikan keselarasan antara ilmu, teknologi, dan kebutuhan masyarakat, terutama dalam konteks kebudayaan dan keberagaman Indonesia.
> Implikasi Sila-sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
Setiap sila dalam Pancasila memiliki implikasi yang signifikan terhadap pengembangan IPTEK, sebagai berikut:
Sila 1: Ketuhanan yang Maha Esa
Implikasi: IPTEK harus berlandaskan pada nilai-nilai agama dan etika moral. Pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan harus selaras dengan ajaran agama, mengedepankan kebajikan, dan menghindari penyalahgunaan ilmu untuk tujuan yang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan. Teknologi yang berkembang harus dapat mendukung pemahaman spiritual dan mendekatkan manusia kepada Tuhan, bukan malah menjauhkan atau merusak nilai-nilai kemanusiaan.
Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Implikasi: Pengembangan IPTEK harus memperhatikan dimensi kemanusiaan, di mana hasilnya harus bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat. Teknologi tidak boleh merugikan kemanusiaan, dan harus digunakan untuk mengatasi permasalahan sosial, meningkatkan kesejahteraan, serta mengurangi ketimpangan. Dalam konteks ini, IPTEK berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup dan harkat martabat manusia.
Sila 3: Persatuan Indonesia
Implikasi: IPTEK harus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Teknologi harus dijadikan sebagai sarana untuk mengatasi perbedaan dan mempererat hubungan antarbangsa, dengan mengedepankan toleransi dan rasa kebersamaan. Inovasi dalam bidang IPTEK harus mampu memajukan Indonesia dalam konteks global, serta meningkatkan hubungan antarwilayah dalam kerangka kesatuan Indonesia.
Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Implikasi: Pengembangan IPTEK harus mengutamakan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan ilmiah dan teknologis. Teknologi harus diperkenalkan dengan bijaksana dan dilakukan melalui musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama yang mengutamakan kepentingan rakyat banyak, bukan hanya sekelompok orang atau pihak tertentu. Dalam konteks ini, IPTEK harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap aspek inovasi dan aplikasinya.
Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Implikasi: IPTEK harus berfokus pada penciptaan keadilan sosial. Teknologi dan ilmu pengetahuan harus digunakan untuk menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Inovasi yang ada harus dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya oleh kelompok tertentu, tetapi untuk seluruh masyarakat, baik yang tinggal di kota maupun di pedesaan.
NPM: 2415011042
KELAS: B TEKNIK SIPIL
ANALISIS JURNAL Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan IPTEK, yaitu sebagai pedoman moral yang menyeimbangkan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai agama, kemanusiaan, serta persatuan. Pancasila mengarahkan IPTEK agar selalu bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia tanpa melanggar prinsip etika dan spiritual.
Setiap sila dalam Pancasila memberikan arah bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Sila pertama mendorong penggunaan IPTEK dengan memperhatikan dimensi ketuhanan, sementara sila kedua memastikan bahwa IPTEK digunakan untuk menghormati hak asasi manusia dan memajukan kemanusiaan. Sila ketiga menekankan pentingnya persatuan bangsa dalam penggunaan IPTEK.
Pancasila juga mengajarkan pentingnya kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan IPTEK. Sila keempat menekankan musyawarah untuk mufakat, memastikan bahwa setiap perkembangan IPTEK membawa manfaat yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.Pancasila berfungsi sebagai pedoman moral dan etika dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengarahkan penggunaan IPTEK agar tidak hanya mengejar kemajuan material, tetapi juga mempertimbangkan kesejahteraan sosial, keadilan, dan integritas bangsa. Dengan demikian, Pancasila memastikan bahwa perkembangan IPTEK mendukung pembangunan yang berkelanjutan, humanis, dan berkeadilan.Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan IPTEK di Indonesia, sebagai pedoman yang menyeimbangkan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai agama, kemanusiaan, dan persatuan. Dalam setiap sila Pancasila, terdapat arahan yang jelas mengenai bagaimana IPTEK harus dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Dengan demikian, Pancasila memberikan arah yang jelas dalam pengembangan IPTEK, memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan tetap memperhatikan nilai-nilai moral, etika, dan keadilan sosial.
NPM : 2415011116
KELAS : B
Pancasila berfungsi sebagai dasar filsafat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, yang memadukan nilai-nilai moral dan etika ke dalam penelitian dan inovasi. Pancasila menekankan kolaborasi (Gotong Royong), keadilan sosial , dan demokrasi deliberatif , yang memandu akses yang adil terhadap manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu , nilai-nilai Pancasila mendorong pertimbangan etika dalam upaya ilmiah, memastikan kemajuan sejalan dengan kepentingan nasional dan integritas budaya.
Dengan menanamkan prinsip-prinsip ini , Pancasila mendorong pendekatan berkelanjutan terhadap kemajuan teknologi, menyeimbangkan inovasi dengan kesejahteraan masyarakat dan tanggung jawab moral.
NPM : 2415011122
Kelas : B
Jurnal ini membahas tentang Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pancasila dijelaskan sebagai pedoman hidup yang berasal dari nilai-nilai budaya Indonesia dan berperan penting untuk menjaga moral dan identitas bangsa di tengah perkembangan IPTEK yang pesat.
Pancasila membantu memastikan bahwa IPTEK digunakan untuk kepentingan masyarakat secara adil, berlandaskan nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan, pengembangan IPTEK diharapkan dapat menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera tanpa melupakan budaya dan jati diri bangsa.
2415011117
Kelas E
Pancasila sebagai Dasar dan Filsafat Ilmu
Pancasila, sebagai dasar negara, menjadi landasan moral dan filosofi untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur. Dalam filsafat ilmu, Pancasila menekankan pentingnya keselarasan antara ilmu pengetahuan, moralitas, dan kebutuhan masyarakat. IPTEK dipandang tidak hanya untuk kemajuan teknologis, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia secara holistik, dengan memperhatikan nilai sosial, moral, spiritual, serta keberagaman budaya Indonesia.
Implikasi Sila Pancasila terhadap Pengembangan IPTEK
1. Sila 1: Ketuhanan yang Maha Esa
IPTEK harus berlandaskan nilai agama dan etika moral, mendukung kebajikan, serta tidak bertentangan dengan nilai spiritual.
2. Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Teknologi harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengatasi ketimpangan sosial, dan menghormati harkat manusia.
3. Sila 3: Persatuan Indonesia
IPTEK digunakan untuk memperkuat persatuan bangsa, menjembatani perbedaan, dan memajukan hubungan antarwilayah.
4. Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
Pengembangan IPTEK melibatkan partisipasi masyarakat melalui musyawarah, memastikan inovasi mengutamakan kepentingan rakyat banyak.
5. Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
IPTEK harus menciptakan pemerataan manfaat pembangunan, menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
Dengan demikian, Pancasila membimbing pengembangan IPTEK agar tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga menciptakan keadilan sosial dan harmoni dalam kehidupan bangsa.
NPM : 2415011032
Kelas : MKWU Pancasila B
Jurnal ini mengulas peran Pancasila sebagai ideologi dan filsafat ilmu bagi bangsa Indonesia, serta dampaknya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga memberikan arah dalam pengembangan IPTEK yang sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan. Dengan mengutamakan kesejahteraan sosial dan keadilan, Pancasila memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap memperhatikan aspek moral dan etika yang relevan dengan masyarakat.
NPM : 2415011044
KELAS :
•Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, bukan hanya sekadar kumpulan nilai-nilai, tetapi juga merupakan sebuah filsafat yang mendasari seluruh aspek kehidupan bangsa, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pancasila memberikan kerangka nilai dan etika yang menjadi pedoman dalam melakukan riset, inovasi, dan penerapan teknologi.
•Implikasi terhadap Pengembangan IPTEK
1.Ketuhanan : Menanamkan nilai- nilai spiritual, nilai Moral dan nilai etik sesuai dengan Agama dan Kepercayaan masing-masing melalui kurikulum Mata pelajaran Agama. Menanamkan sikap saling hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda.
2.Kemanusiaan: Pengembangan IPTEK harus selalu berorientasi pada kemanusiaan. Artinya, setiap inovasi harus berdampak positif bagi kehidupan manusia, meningkatkan kesejahteraan, dan tidak merugikan pihak lain.
3.Persatuan: Pengembangan IPTEK harus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Teknologi harus menjadi alat untuk menghubungkan berbagai daerah dan kelompok masyarakat.
4.Kerakyatan: Proses pengembangan IPTEK harus melibatkan partisipasi masyarakat. Masyarakat harus diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dan terlibat dalam pengambilan keputusan.
5.Kesejahteraan: Tujuan utama pengembangan IPTEK adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Teknologi harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dan menciptakan kehidupan yang lebih baik.
NPM : 2415011030
Kelas: B
Konsep Dasar Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima prinsip penting yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Menurut Muhammad Yamin, Pancasila adalah lima dasar tingkah laku yang baik, sementara Notonegoro menyebutnya sebagai dasar falsafah negara. Pancasila berasal dari pemikiran anak bangsa yang mengandung nilai budaya nusantara. Pancasila terbentuk melalui akulturasi budaya yang dipengaruhi oleh berbagai unsur, termasuk penjajahan. Dengan demikian, Pancasila menjadi pandangan hidup yang menyatukan bangsa Indonesia dan memperkuat identitas negara.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila juga merupakan bagian dari filsafat ilmu yang menjadi dasar dalam berpikir dan berpengetahuan. Filsafat ini melibatkan pemikiran mendalam tentang kehidupan secara menyeluruh. Pancasila mengingatkan pentingnya aspek ketuhanan dan kemanusiaan dalam perkembangan pengetahuan. Sebagai pedoman hidup, Pancasila tidak hanya mencari kebenaran tetapi juga kebijaksanaan. Pancasila memberikan landasan untuk memahami alam semesta, manusia, dan negara, serta mengembangkan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan nilai moral dan kepribadian. Pancasila juga membuka ruang untuk diskusi terbuka dan kritis dalam menghadapi dampak modernisasi tanpa kehilangan identitas bangsa.
Implikasi Sila-Sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama mengingatkan kita untuk menyadari keterbatasan manusia dalam memahami alam semesta dan menghormati kekuatan Tuhan. Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, perlu keseimbangan antara rasionalitas dan nilai-nilai spiritual serta moral, dengan menghormati perbedaan keyakinan.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila kedua mengharuskan IPTEK dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia tanpa memihak pada golongan tertentu. Ilmu pengetahuan harus berlandaskan pada nilai moral dan budaya yang menghormati martabat manusia, serta memperbaiki kualitas hidup.
3. Persatuan Indonesia
Sila ketiga menekankan pentingnya persatuan dalam keberagaman. Dalam konteks IPTEK, ini berarti menggunakan ilmu pengetahuan untuk mempererat hubungan antar daerah dan bangsa, serta mencapai tujuan bersama dalam memajukan bangsa dan kesejahteraan umum.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Sila keempat menuntut pengembangan ilmu pengetahuan dalam iklim demokratis, di mana kebebasan berpikir dihargai namun tetap bertanggung jawab pada kepentingan rakyat dan keutuhan bangsa, serta terbuka untuk kritik.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila kelima mengimplikasikan bahwa IPTEK harus bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan memperhatikan keadilan sosial dan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Pengembangan ilmu pengetahuan harus mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera secara material dan spiritual.
Dengan demikian, kelima sila Pancasila memberikan landasan moral dan etika yang kuat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, yang tidak hanya mengejar kemajuan semata, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
NPM : 2415011047
Kelas : B
NPM : 2415011055
Kelas : B
Jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai dasar ideologi dan filsafat ilmu bagi bangsa Indonesia, serta implikasinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pancasila, yang merupakan hasil pemikiran mendalam yang mencerminkan nilai-nilai budaya nusantara, ditetapkan sebagai ideologi final sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dalam perkembangan IPTEK, yang bergerak pesat, kemajuan teknologi dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk moralitas dan mentalitas masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila guna mengelola dampak yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi ini.
Pancasila terdiri dari lima sila yang berfungsi sebagai pedoman hidup dan dasar falsafah negara. Setiap sila mengandung nilai-nilai yang harus diinternalisasi dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila berfungsi sebagai landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan, yang mengedepankan keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Implikasi dari setiap sila Pancasila dalam pengembangan IPTEK sangat relevan. Misalnya, sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, menekankan pentingnya nilai religius dalam pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menggarisbawahi bahwa ilmu pengetahuan harus diarahkan untuk kesejahteraan umat manusia. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengharuskan pengembangan IPTEK untuk memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan di antara masyarakat. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, mendorong pengambilan keputusan berbasis musyawarah untuk mufakat dalam pengembangan IPTEK. Sementara itu, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengimplikasikan bahwa hasil dari pengembangan IPTEK harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kesimpulannya, Pancasila sebagai filsafat ilmu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui pengembangan IPTEK yang berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Hal ini sangat penting dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi. Jurnal ini menekankan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menciptakan masyarakat yang sejahtera, aman, dan damai.
NPM : 2415011109
Konsep Dasar Pancasila
Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, terdiri dari lima sila yang mencerminkan nilai-nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain menjadi pedoman moral, Pancasila juga berfungsi sebagai landasan filosofis dalam membangun negara yang adil dan sejahtera.
Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila memainkan peran penting dalam membentuk cara pandang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Nilai-nilai Pancasila menekankan pentingnya keadilan sosial, kemanusiaan, dan harmonisasi antara ilmu pengetahuan dengan moralitas. Dalam perspektif ini, ilmu pengetahuan tidak hanya digunakan untuk kemajuan teknologi, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh, meliputi aspek moral, sosial, dan spiritual.
Pancasila juga mendorong pendekatan terpadu antara berbagai cabang ilmu pengetahuan, dengan memperhatikan keseimbangan antara ilmu, teknologi, dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam konteks keberagaman dan kebudayaan Indonesia.
Implikasi Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
Ketuhanan Yang Maha Esa: Mengintegrasikan nilai religius dalam teknologi dengan keseimbangan antara akal dan rasa.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Memastikan bahwa IPTEK digunakan untuk kemaslahatan umat manusia, bukan untuk kepentingan segelintir pihak.
Persatuan Indonesia: Mendorong pengembangan IPTEK yang memperkuat rasa nasionalisme dan hubungan internasional.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Mengembangkan IPTEK secara demokratis, terbuka terhadap kritik, dan menghargai kebebasan ilmiah.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Memastikan manfaat IPTEK tersebar merata di berbagai bidang kehidupan.
NPM: 2415011114
Kelas: B
Konsep Dasar Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar negara Indonesia yang berasal dari kata Sanskerta "panca" berarti lima dan "sila" berarti prinsip. Sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila dirumuskan dari pemikiran mendalam para pendiri bangsa. Menurut Soekarno, Pancasila merupakan inti jiwa bangsa Indonesia yang lama terpendam oleh pengaruh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pandangan hidup seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Sebagai filsafat ilmu, Pancasila menjadi landasan dalam berpikir dan mencari pengetahuan. Ilmu pengetahuan harus selalu berlandaskan pada nilai Ketuhanan sebagai pedoman moral, serta nilai kemanusiaan agar tidak terlepas dari esensi hakiki ilmu itu sendiri. Sebagai sistem filsafat, Pancasila menjadi panduan bagi bangsa Indonesia dalam memahami realitas, memaknai kehidupan, dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, bangsa, dan negara.