Nama : Daniel Siahaan
NPM : 2315061053
Filsafat adalah hasil dari tinjauan manusia mengenai dirinya, makna alam dan tujuan hidup dengan menggunakan pikiran serta dibantu rasa dan keyakinan di dalam diri tersebut. Sebagai suatu kesatuan, baik dalam memengaruhi atau membantu orang lain, filsafat digunakan sebagai pedoman dalam memberi makna hidup.
Aliran aliran Filsafat :
1. Idealisme
Idealisme adalah pandangan dalam filsafat yang dikemukakan Plato pada 2400 tahun lalu. Menurut plato, aliran ini menjelaskan bagaimana di belakang alam empiris atau alam fenomena yang kita hayati terdapat alam ideal. Kelompok dalam aliran ini cenderung bersifat spiritual dan berpendapat adanya suatu harmoni yang mendasar antara manusia dan alam.
Pepatah "mind over matter" adalah salah satu contoh idealisme dalam kehidupan sehari-hari. Gagasan di balik pepatah itu adalah jika kita mempercayai sesuatu itu benar dan akan terwujud, maka pada akhirnya akan tercermin pada kenyataan.
2. Humanisme
Selanjutnya adalah humanisme. Aliran ini dibagi menjadi dua arah, yaitu humanisme individu dan humanisme sosial. Humanisme individu mengutamakan kemerdekaan berpikir, mengemukakan pendapat, dan berbagai aktivitas kreatif.
Sementara itu, humanisme sosial berarti pendidikan bagi masyarakat keseluruhan untuk kesejahteraan sosial dan perbaikan hubungan antar manusia. Contoh dari aliran ini adalah kepercayaan akan manusia butuh berkumpul dalam suatu kelompok atau organisasi untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai kesejahteraan sosial atau hubungan antar manusia.
3. Rasionalisme
Rasionalisme adalah aliran yang memandang rasio atau akal sebagai satu-satunya sumber yang dapat dipercaya. Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah pertanyaan 'bagaimana kita dapat membuat segitiga dua kali lebih besar.'
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus mengingat prinsip-prinsip ilmu ukur yang ada pada kita.
4. 4. Empirisme
Empirisme adalah kepercayaan terhadap pengalaman. Menurut aliran ini, pengalaman memberi kepastian yang diambil dari dunia fakta. Contohnya, animal testing terbukti membahayakan hewan setelah hewan mengalami sejumlah luka atau cacat fisik yang ditimbulkan dari percobaan tersebut.
5. Kritisisme
Kritisisme merupakan gabungan dari dua pandangan, yaitu rasionalisme dan empirisme. Empirisme menghasilkan keputusan yang sifatnya sintetis dan tidak mutlak, sedangkan rasionalisme memberikan keputusan yang bersifat analitis. Berpikir merupakan proses penyusunan keputusan yang terdiri dari subjek dan predikat. Sebagai contoh, pernyataan 'anak itu cantik' merupakan pernyataan sintetis yang diperoleh secara aposteriori karena hubungan antara keduanya dilaksanakan berdasarkan pengalaman indrawi.
Semua anak belum tentu cantik karena predikat cantik dinyatakan setelah diadakan penelitian bahwa anak tersebut memang betul cantik. Sebaliknya, pernyataan lingkaran itu bulat merupakan pernyataan analitis yang diperoleh secara apriori. Dalam hal ini, predikat bulat tidak menambah sesuatu yang baru pada lingkaran karena semua lingkaran adalah bulat.
6. Konstruktivisme
Aliran terakhir adalah konstruktivisme. Pandangan ini dikemukakan oleh Giambattista Vico pada tahun 1710, bahwa pengetahuan seseorang merupakan hasil konstruksi individu, melalui interaksinya dengan objek, fenomena, pengalaman, dan lingkungan.
Contohnya, klaim bahwa planet-planet berputar mengelilingi matahari dan bahwa matahari serta planet-planet lain berputar mengelilingi bumi harus dinilai benar, tetapi keduanya tidak dapat begitu saja dilihat sebagai dua deskripsi yang berbeda secara notasional dari satu dunia.
Keberhasilan argumen ini bergantung pada bagaimana seseorang dapat secara bersamaan memahami klaim-klaim ini benar bertentangan satu sama lain dan bahwa, begitu dipahami, tidak satu pun dari klaim tersebut dapat dinilai benar, sedangkan yang lain salah.
Manfaat Filsafat
Dengan mempelajari filsafat, seseorang akan semakin mandiri secara intelektual. Misalnya, melatih diri sendiri untuk berpikir kritis khususnya dalam ranah keilmuan sehingga tidak mudah percaya pendapat orang lain, namun berupaya juga merenungkan dan mengkritisi setiap pendapat atau teori yang diterima.
Filsafat Pancasila adalah penggunaan nilai-nilai pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bernegara. Pancasila sebagai filsafat juga bahwa pancasila mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila.
Pancasila sebagai sistem filsafat mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila. Pancasila sendiri dikembangkan oleh para founding fathers atau pendiri bangsa Indonesia sebagai suatu sistem filsafat yang mengandung nilai-nilai filosofis.
Wawasan filsafat
1. Ontologi berarti ilmu yang membahas tentang hakiket sesuatu yang ada/berada atau dengan kata lain artinya ilmu yang mempelajari tentang “yang ada” atau dapat dikatakan berwujud dan berdasarkan pada logika. Sedangkan, menurut istilah adalah ilmu yang membahas sesuatu yang telah ada, baik secara jasmani maupun secara rohani. Disis lain, ontologi filsafat adalah cabang filsafat yang membahas tentang prinsip yang paling dasar atau paling dalam dari sesuatu yang ada.
2. Secara etimologi, epistemologi merupakan kata gabungan yang diangkat dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu episteme dan logos. Episteme berarti pengetahuan atau kebenaran dan logos berarti pikiran, kata atau teori. Dengan demikian epistimologi dapat diartikan sebagai pengetahuan sistematik mengenahi pengetahuan. Epistimologi dapat juga diartikan sebagai teori pengetahuan yang benar (teori of knowledges). Epistimologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang asal muasal, sumber, metode, struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan.
3. Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu: axios yang berarti nilai. Sedangkan logos berarti teori/ ilmu. Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Jujun S.suriasumantri mengartikan aksiologi sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Menurut John Sinclair, dalam lingkup kajian filsafat nilali merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik, sosial dan agama. Sedangkan nilai itu sendiri adalah sesuatu yang berharga yang diidamkan oleh setiap insan.