གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Alina Cantika

Pengantar Manajemen D3 KEU B -> RESPONSI SESI 4 -> Responsi sesi 4 -> Re: Responsi sesi 4

Alina Cantika གིས-
ALINA RAHMACANTIKA
NPM 2651014011

1.Etika dapat dipahami sebagai pedoman mengenai baik dan buruk dalam bersikap dan bertindak, sedangkan tanggung jawab adalah kesadaran untuk melaksanakan kewajiban serta menerima akibat dari setiap tindakan yang dilakukan. Keduanya penting agar seseorang dapat bertindak dengan benar, jujur, disiplin, dan menghargai orang lain.

2. Hal-hal penting dalam etika dan tanggung jawab dapat diketahui dengan memahami nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, sopan santun, keadilan, menghargai orang lain, serta melaksanakan kewajiban dengan baik. Selain itu, kita perlu memahami bahwa setiap tindakan memiliki dampak terhadap diri sendiri maupun orang lain.

3. Penerapan etika dan tanggung jawab dapat dilakukan dalam kehidupan sederhana, misalnya mengerjakan tugas kuliah sendiri dan mengumpulkannya tepat waktu, tidak menyontek, menghargai pendapat teman saat berdiskusi, serta mengakui kesalahan jika melakukan kesalahan. Dengan begitu, nilai etika dan tanggung jawab dapat diterapkan dalam tindakan nyata.

4.Etika dan tanggung jawab sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari maupun perkuliahan. Dalam kehidupan sehari-hari, contohnya menghormati orang lain, menjaga kepercayaan, dan bertanggung jawab atas kewajiban. Dalam perkuliahan, penerapannya dapat berupa disiplin mengikuti kelas, mengerjakan tugas dengan jujur, menaati aturan kampus, serta menghargai dosen dan teman.

Pengantar Manajemen D3 KEU B -> RESPONSI SESI 3 -> RESPONSI SESI 3 -> Re: RESPONSI SESI 3

Alina Cantika གིས-
NPM : 2651014011

1. Fenomena Dunia Tanpa Batas (Borderless World)

Borderless world adalah fenomena semakin memudarnya batas-batas negara dalam aktivitas ekonomi dan bisnis akibat globalisasi, kemajuan teknologi informasi, dan liberalisasi perdagangan. Perusahaan tidak lagi terikat pada satu pasar domestik, melainkan dapat beroperasi, menjual produk, dan mencari sumber daya di berbagai negara secara bersamaan.

Beberapa isu yang menjadi perhatian khusus manajer saat ini antara lain:

• Persaingan global — perusahaan bersaing tidak hanya dengan pesaing lokal, tetapi juga pemain internasional.
• Manajemen rantai pasok global — kompleksitas mengelola pemasok dan distribusi lintas negara.
• Perbedaan budaya dan komunikasi — mengelola tenaga kerja dan pelanggan dengan latar belakang budaya berbeda.
• Regulasi dan kebijakan perdagangan — tarif, kuota, dan kebijakan proteksionis yang berubah-ubah antarnegara.
• Teknologi dan digitalisasi — kebutuhan beradaptasi dengan e-commerce dan platform digital lintas batas.
• Isu keberlanjutan dan tanggung jawab sosial global — tuntutan etika bisnis yang berlaku secara internasional.

2. Perusahaan umumnya menggunakan beberapa strategi berikut untuk mengembangkan pasar luar negeri, biasanya diurutkan dari risiko/komitmen rendah ke tinggi:

• Ekspor (Exporting) — menjual produk yang dibuat di dalam negeri ke pasar luar negeri.
• Lisensi (Licensing) — memberikan hak kepada perusahaan asing untuk memproduksi/menjual produk dengan imbalan royalti.
•Waralaba (Franchising) — mirip lisensi, tetapi lebih menekankan pada penggunaan merek, sistem operasi, dan dukungan berkelanjutan (umum di sektor jasa).
• Aliansi Strategis (Strategic Alliance) — kemitraan dengan perusahaan asing untuk berbagi sumber daya dan risiko dalam mengembangkan produk atau memasuki pasar baru.
•Joint Venture — bentuk aliansi strategis yang lebih formal, dengan mendirikan perusahaan patungan yang dimiliki bersama oleh dua pihak atau lebih.
•Anak Perusahaan Milik Penuh Asing (Wholly Owned Foreign Subsidiary) — investasi langsung dengan mendirikan operasi sendiri sepenuhnya di negara tujuan, baik melalui akuisisi maupun membangun dari nol (greenfield investment). Ini memberikan kendali penuh tetapi risiko dan komitmen sumber dayanya paling besar.

3. Manajemen internasional adalah pengelolaan bisnis di lebih dari satu negara. Bedanya dengan domestik: manajemen internasional menghadapi keragaman ekonomi, hukum, politik, dan budaya antarnegara, sehingga butuh adaptasi lebih tinggi dibanding manajemen domestik yang beroperasi dalam satu sistem seragam.

4. Pengaruh Perbedaan Lingkungan Ekonomi, Sosial-Budaya, Hukum, dan Politik

• Lingkungan Ekonomi: Perbedaan sistem ekonomi (pasar bebas, terpusat, campuran), tingkat pendapatan, inflasi, dan nilai tukar memengaruhi daya beli, harga, dan strategi penetapan harga produk di suatu negara.
• Lingkungan Sosial-Budaya: Nilai, kepercayaan, bahasa, kebiasaan, dan gaya hidup masyarakat memengaruhi preferensi konsumen, cara berkomunikasi, gaya kepemimpinan, dan cara negosiasi bisnis. Kesalahan memahami budaya dapat menyebabkan kegagalan strategi pemasaran atau konflik dalam tim kerja.
• Lingkungan Hukum: Setiap negara memiliki regulasi berbeda terkait ketenagakerjaan, pajak, kepemilikan asing, perlindungan konsumen, dan hak kekayaan intelektual, yang menentukan bagaimana perusahaan harus menyesuaikan operasinya agar tetap patuh hukum (compliance).
• Lingkungan Politik: Stabilitas pemerintahan, kebijakan proteksionisme, hubungan diplomatik antarnegara, dan risiko politik (seperti nasionalisasi aset atau perubahan rezim) dapat memengaruhi keamanan investasi dan kelangsungan operasi bisnis internasional.

5.Aliansi perdagangan regional adalah kesepakatan antarnegara dalam satu kawasan untuk mengurangi atau menghapus hambatan perdagangan (tarif, kuota) antaranggota. Contohnya seperti Uni Eropa (EU), ASEAN (melalui AFTA/MEA), USMCA (dulu NAFTA), dan Mercosur.

Pengaruhnya terhadap lingkungan bisnis internasional:

• Memperluas akses pasar — perusahaan lebih mudah menjual produk ke negara anggota lain tanpa hambatan tarif tinggi.
• Mendorong integrasi ekonomi — standarisasi regulasi, mata uang (seperti Euro), atau kebijakan perdagangan di antara negara anggota.
• Meningkatkan persaingan regional — perusahaan lokal harus bersaing dengan perusahaan dari negara anggota lain yang kini bisa masuk lebih mudah.
• Menciptakan blok ekonomi baru — memengaruhi keputusan lokasi investasi karena perusahaan cenderung mendirikan basis produksi di salah satu negara anggota untuk menjangkau seluruh kawasan.
• Mengubah pola rantai pasok — perusahaan menyesuaikan sumber bahan baku dan distribusi mengikuti kemudahan yang diberikan blok perdagangan tersebut.

6. Perusahaan Multinasional (Multinational Corporation) memiliki karakteristik sebagai berikut:
• Memiliki dan mengoperasikan fasilitas bisnis (produksi, pemasaran, penjualan) di dua negara atau lebih.
• Kantor pusat (headquarters) berada di satu negara asal (home country), namun beroperasi juga di negara-negara lain (host country).
• Mengelola operasi secara terintegrasi dan terkoordinasi lintas negara, bukan sekadar menjalankan unit yang terpisah-pisah.
• Memandang pasar dan basis produksi secara global, bukan hanya berorientasi pada satu negara.
• Memiliki sumber daya (modal, teknologi, SDM) yang besar dan dapat dipindahkan antarnegara sesuai kebutuhan strategis.
• Menghadapi dan harus mengelola keragaman lingkungan ekonomi, hukum, politik, dan budaya di setiap negara tempat beroperasi.
• Contoh: perusahaan seperti Unilever, Toyota, atau Coca-Cola yang punya operasi signifikan di banyak negara.

7. Kecerdasan budaya (cultural intelligence/CQ) adalah kemampuan seseorang untuk memahami, beradaptasi, dan berinteraksi secara efektif dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda dari budayanya sendiri, mencakup kesadaran budaya, pengetahuan, serta keterampilan penyesuaian perilaku.

Alasan pentingnya bagi manajer yang bekerja di luar negeri:

• Meningkatkan efektivitas komunikasi — membantu manajer memahami cara berkomunikasi yang sesuai norma budaya lokal, menghindari kesalahpahaman.
• Membangun hubungan kerja yang baik — memudahkan membangun kepercayaan dengan karyawan, mitra bisnis, dan pelanggan lokal.
• Mengurangi risiko konflik budaya — mencegah kesalahan dalam pengambilan keputusan atau negosiasi akibat perbedaan nilai dan kebiasaan.
• Meningkatkan kinerja kepemimpinan — manajer dapat menyesuaikan gaya kepemimpinan agar lebih diterima oleh tim yang beragam secara budaya.
• Mendukung keberhasilan strategi bisnis global — perusahaan yang manajernya memiliki CQ tinggi cenderung lebih berhasil dalam ekspansi internasional karena mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi lokal.

Pengantar Manajemen D3 KEU B -> Responsi 2 -> Responsi 1 -> Re: Responsi 1

Alina Cantika གིས-
1. kekuatan historis mempengaruhi praktik manajemen dengan membentuk nilai,struktur,dan metode kerja sesuai evolusi zaman
2. sejarah pemikiran manajemen berkembang melalui empat fase utama yang berevolusi dari fokus efisiensi mesin ke fokus manusia dan teknologi
3. -perspektif manajemen klasik(fokus pada efisiensi dan struktur). seperti:
1. Manajemen Ilmiah
2. Organisasi Biroksas
3.Prinsip Adminstratif
-perspektif manajemen humanistik(fokus pada manusia dan hubungan sosial). seperti:
1.Gerakan Hubungan Manusia
2.Perspektif Ilmu Prilaku
3.Sumber Daya Manusia
4.Perspektif ilmu manajemen menggunakan metode ilmiah, matematika, statistik, dan data untuk membantu manajer dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Saat ini penerapannya dapat dilihat dalam analisis data, peramalan, manajemen persediaan, perencanaan keuangan, dan sistem informasi manajemen. Pendekatan ini membantu organisasi membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien.
5.Teori sistem memandang organisasi sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yaitu input, proses, output, dan umpan balik.
* Pendekatan kontingensi menyatakan bahwa tidak ada satu cara terbaik dalam mengelola organisasi. Metode manajemen harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi.
* Total Quality Management (TQM) merupakan pendekatan yang berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus dengan melibatkan seluruh anggota organisasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.
6.Organisasi pembelajar (learning organization) adalah organisasi yang mendorong anggotanya untuk terus belajar, berbagi pengetahuan, berinovasi, dan melakukan perbaikan. Pendekatan ini penting karena perkembangan teknologi, persaingan bisnis, dan kebutuhan konsumen berubah dengan cepat. Dengan terus belajar, organisasi dapat beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan mempertahankan daya saingnya.
7.Lingkungan kerja berbasis teknologi membuat manajemen menjadi lebih cepat, fleksibel, terintegrasi, dan berbasis data. Teknologi juga mempermudah komunikasi dan pengambilan keputusan.
* Supply Chain Management membantu mengelola aliran bahan baku, informasi, dan produk dari pemasok hingga pelanggan.
* Customer Relationship Management (CRM) membantu perusahaan mengelola data dan hubungan dengan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas.
* Outsourcing adalah penyerahan sebagian pekerjaan kepada pihak luar yang memiliki keahlian tertentu untuk meningkatkan efisiensi dan memungkinkan perusahaan fokus pada kegiatan utamanya.