Kiriman dibuat oleh Dyah Ayu Permatasari

PKD IPS26 -> Diskusi

oleh Dyah Ayu Permatasari -
Assalamu'alaikum wr.wb.
Selamat siang ibu, saya izin menjawab

Nama : Dyah Ayu Permatasari
NPM : 2623031021

Menyiapkan pendidik profesional di bidang Pendidikan IPS saat ini tidak cukup hanya dengan menguasai materi IPS, tetapi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi, kebutuhan peserta didik, dan perkembangan masyarakat di masa mendatang.

Mungkin ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, seperti :
1. Penguatan kompetensi pedagogik dan profesional. Guru IPS harus memahami karakteristik peserta didik serta mampu memilih model dan metode pembelajaran yang sesuai. Pembelajaran IPS sebaiknya tidak hanya berupa hafalan, tetapi mendorong siswa untuk berpikir kritis, menganalisis masalah sosial, dan mencari solusi.
2. Literasi digital dan kemampuan memanfaatkan teknologi. Perkembangan AI, media sosial, dan sumber belajar digital membuat guru perlu memiliki literasi digital yang baik. Teknologi seharusnya digunakan sebagai alat untuk memperkaya pembelajaran, bukan menggantikan peran guru.
3. Kemampuan berpikir kritis dan kontekstual. IPS sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, guru perlu menghubungkan materi dengan isu-isu nyata seperti perubahan sosial, ekonomi, lingkungan, keberagaman, dan perkembangan teknologi. Pendekatan seperti Contextual Teaching and Learning dapat membantu siswa memahami bahwa IPS memiliki kaitan langsung dengan kehidupan mereka.
4. Pengembangan keterampilan abad ke-21. Guru perlu membekali siswa dengan kemampuan 4C, yaitu critical thinking, creativity, communication, dan collaboration. Keterampilan tersebut penting agar peserta didik tidak hanya mampu memahami informasi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak.
5. Penguatan karakter dan nilai sosial. Pendidikan IPS memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, guru perlu menanamkan nilai toleransi, gotong royong, demokrasi, kepedulian sosial, dan kemampuan menghargai keberagaman.
6. Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Perubahan pendidikan berlangsung sangat cepat. Guru IPS harus terbiasa mengikuti perkembangan kurikulum, penelitian, teknologi, dan isu sosial.

Jadi, pendidik IPS masa depan idealnya adalah guru yang menguasai ilmu, mampu memanfaatkan teknologi, terbuka terhadap perubahan, dan tetap memiliki kepekaan sosial. Dengan perpaduan antara kompetensi akademik, pedagogik, digital, dan karakter, guru IPS akan lebih siap menghadapi perkembangan zaman sekaligus tetap mampu membimbing peserta didik menjadi individu yang kritis, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perubahan masyarakat.

PKD IPS26 -> Diskusi

oleh Dyah Ayu Permatasari -
Assalamu'alaikum wr.wb.

Nama : Dyah Ayu Permatasari
NPM : 2623031021

Dimensi dan struktur Pendidikan IPS penting untuk dipelajari karena IPS tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan tentang kehidupan sosial, tetapi juga membentuk peserta didik agar mampu memahami lingkungan, berpikir kritis, memiliki keterampilan sosial, serta mempunyai sikap dan nilai yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan IPS mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sosial seperti sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, politik, dan ilmu sosial lainnya agar peserta didik mampu melihat berbagai permasalahan kehidupan secara lebih utuh.

Empat dimensi utama dalam pembelajaran IPS :
1. Pengetahuan/Knowledge. Dimensi ini dapat dikembangkan melalui pembelajaran yang memberikan pemahaman terhadap konsep, fakta, dan peristiwa sosial. Contoh; pada materi sejarah lokal, peserta didik tidak hanya menghafal suatu peristiwa, tetapi juga memahami latar belakang, proses, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Guru dapat menggunakan sumber belajar seperti buku, lingkungan sekitar, museum, monumen, maupun sumber sejarah lainnya
2. Keterampilan/Skills. Dimensi ini dapat dikembangkan melalui kegiatan yang membuat peserta didik aktif mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi. Model pembelajaran seperti inquiry, pbl, diskusi, observasi, wawancara, dan project. Contohnya; peserta didik melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat mengenai permasalahan tertentu di suatu daerah kemudian menyajikan hasilnya dalam bentuk laporan atau presentasi
3. Nilai dan Sikap/Values and Attitudes. Dimensi ini dapat dibangun melalui pembelajaran yang mengaitkan materi IPS dengan nilai-nilai kehidupan. Guru menghadirkan permasalahan sosial untuk didiskusikan sehingga peserta didik belajar menghargai pendapat orang lain, memiliki sikap toleransi, bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, serta memahami pentingnya keadilan dan kehidupan demokratis
4. Tindakan/Action. Dimensi ini merupakan tahap ketika pengetahuan, keterampilan, serta nilai yang telah dipelajari di implementasikan dalam perilaku nyata. Contoh; setelah mempelajari permasalahan lingkungan, peserta didik tidak hanya mampu menjelaskan penyebab dan dampaknya, tetapi juga melakukan tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan sekolah

Keempat dimensi tersebut dapat diintegrasikan dalam satu proses pembelajaran. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya tahu tentang suatu masalah sosial, tetapi juga mampu memahami, menganalisis, bersikap, dan bertindak terhadap suatu masalah.

DMP26 -> Brainstorming

oleh Dyah Ayu Permatasari -
Assalamu'alaikum wr.wb.

Nama : Dyah Ayu Permatasari
NPM : 2623031021

Izin menjawab,

Desain pembelajaran merupakan proses sistematis dalam merencanakan, mengembangkan, dan mengatur kegiatan pembelajaran agar tujuan belajar dapat tercapai, sedangkan model pembelajaran merupakan kerangka sistematis yang digunakan untuk mengatur proses pembelajaran. Oleh karena itu, teori-teori belajar menjadi dasar dalam menentukan desain dan model pembelajaran. Behaviorisme menekankan perubahan perilaku, kognitivisme pada proses berpikir, konstruktivisme pada pembentukan pengetahuan melalui pengalaman, dan humanisme pada perkembangan potensi peserta didik. Menurut saya, teori-teori tersebut dapat disesuaikan dan dikombinasikan agar pembelajaran lebih efektif, aktif, dan bermakna.

Terima kasih.