Kiriman dibuat oleh DINA OKTA FITRIANA FITRIANA

NAMA:DINA OKTA FITRIANA
NPM. :2513032079
KELAS:25C

Video ini membahas filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia.
Ki Hajar Dewantara bukan hanya tokoh kejawen, tapi sebagai jenius anak
bangsa yang dia suka mengkritik pemerintah kolonial Belanda dan berkontribusi besar pada pendidikan
Indonesia.menurut saya vidio tersebut mengajarkan agar pendidikan diarahkan untuk membantu manusia hidup
seutuhnya, selamat dan bahagia, bukan hanya sekedar mempunyai ijazah saja atau menjadi pintar saja. Oleh karena itu, belajar harus berkelanjutan, mengembangkan diri
setiap hari, dan mengambil ilmu dari berbagai sumber yang relevan dengan konteks hidup.Ki Hajar juga menekankan bahwa pendidikan memiliki tiga peran penting, yang disebut filosofi
trirahayu: memajukan dan menjaga diri, memelihara dan menjaga bangsa, serta memelihara dan
menjaga dunia. Semua hal ini saling terhubung, sehingga kemerdekaan dan kebahagiaan satu
individu bisa membawa kebaikan pada keluarga, masyarakat, bangsa, dan dunia.


menurut saya sebagai guru, harus memberikan kebebasan terhadap anak didik untuk menyampaikan pendapat, dan mengkritik atau memberikan komentar pada suatu hal. karna menurut saya berpendapat itu penting bisa meningkatkan kepercayaan diri pada anak,anak bisa mengekspor pemikiran lebih kritis dan bertanggung jawab.
saya juga bisa menerapkan filosofi trirahayu dari ki hajar dewantara memajukan dan menjaga diri dengan guru mendidik anak menjadi pribadi yang baik dan menerapkan moral.trus memelihara dan menjaga bangsa dengan, kan di sekolah SMP dan SMA ada pelajaran sejarah disitu kita bisa mengenalkan kepada anak didik sejarah sejarah lokal dan budaya budanyanya ini menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air.
trus memelihara dan menjaga dunia dengan contohnya itu toleransi guru mengajarkan tentang pentingnya menghargai perbedaan, baik perbedaan agama, suku, maupun budaya agar tidak terpecah belah

DKPM PPKn 2025C -> Analisis Video

oleh DINA OKTA FITRIANA FITRIANA -
Nama:DINA OKTA FITRIANA
kelas :25C
NPM. :2513032079

Lawrence Kohlberg
Lahir:New York. 25 Oktober 1927
Profesi:Profesor Psikologi di Yale University, Chicago Uninersity, Harvard University
Wafat: Boston, 19 Januari 1987

Tahap tahap perkembangan moral

Pada Tahap Perilaku Moral menurut Kohlberg
Kohlberg membagi cara orang berkembang dalam hal moral menjadi tiga level dengan enam langkah:

Pra-Konvensional:

1. Orientasi Kepatuhan dan Hukuman: Anak-anak berperilaku dengan cara tertentu karena mereka takut akan hukuman. Misalnya, seorang anak tidak akan mencuri mainan karena takut dimarahi.

2. Orientasi Minat Pribadi: Anak-anak lebih memikirkan diri mereka sendiri, seperti ingin berbagi mainan hanya jika mereka mendapatkan sesuatu sebagai balasannya.

Konvensional:
3. Keserasian Interpersonal dan Konformitas: Anak-anak berusaha berperilaku baik supaya orang lain menyukai mereka, contohnya dengan membantu teman agar dianggap baik.

4. Orientasi Otoritas dan Pemeliharaan Aturan Sosial: Anak-anak mengikuti aturan karena mereka menganggap norma dan hukum itu penting, seperti tidak membuang sampah sembarangan.

Pasca-Konvensional:
5. Orientasi Kontrak Sosial: Orang menghargai aturan yang adil dan bertindak sesuai dengan kesepakatan sosial yang ada.

6. Prinsip Etika Universal: Bertindak berdasarkan prinsip moral yang berlaku untuk semua orang, seperti keadilan dan hak asasi manusia, meskipun terkadang bertentangan dengan aturan yang ada.

Analisis Tahapan Moral dalam Video
Dalam video ini, perilaku yang mencerminkan berbagai tahap dalam teori Kohlberg. Di tahap pertama, anak-anak berperilaku untuk menghindari hukuman dan mencari keuntungan, contohnya mereka berusaha untuk tidak mendapatkan masalah. Kemudian, mereka mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial agar diterima dan dihargai oleh orang di sekitar mereka. Selanjutnya, di tahap yang lebih tinggi, perilaku mereka mulai menghargai aturan dan norma yang ada demi menjaga keteraturan dalam kelompok. Terakhir, saya dapat melihat perilaku yang menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam tentang moralitas dan nilai-nilai universal, meskipun ini tidak sering terjadi. Video ini menunjukkan bagaimana perkembangan anak-anak berubah dari hanya memikirkan diri sendiri menjadi lebih peduli pada orang lain dan memiliki prinsip etika sendiri, sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh Kohlberg.

Perbandingan Teori Kohlberg dan Piaget
Teori moral yang dibuat oleh Kohlberg berkembang dengan mengembangkan ide-ide awal dari Piaget yang menganggap perkembangan moral sebagai cara berpikir. Piaget membagi tahapan moral menjadi dua bagian, yaitu tahap moral heteronomi (mematuhi aturan karena ada tekanan luar) dan tahap moral otonomi (menghargai aturan sebagai kesepakatan bersama). Kohlberg kemudian membagi tahap ini menjadi enam tingkat yang lebih detail dan mencakup nilai keadilan serta pemikiran moral yang lebih rumit seiring pertumbuhan. Piaget lebih menekankan hubungan antara perkembangan cara berpikir dan moral anak-anak, sementara Kohlberg lebih berfokus pada alasan di balik pilihan moral yang berubah seiring bertambahnya usia dan pengalaman. Meskipun ada perbedaan, keduanya setuju bahwa perkembangan moral berlangsung secara bertahap dan tergantung pada peningkatan kemampuan berpikir.
Nama:Dina okta fitriana
NPM :2513032079
Kelas:25C

1.Aliran Pendidikan Konvensional
Aliran ini membahas faktor-faktor utama yang memengaruhi perkembangan manusia.

Aliran Empirisme: Menekankan bahwa perkembangan individu sepenuhnya ditentukan oleh lingkungan dan pengalaman. Anak diibaratkan sebagai kertas kosong.

Aliran Nativisme: Berpandangan bahwa perkembangan individu ditentukan oleh faktor bawaan atau bakat sejak lahir. Lingkungan dianggap tidak memiliki pengaruh signifikan.

Aliran Naturalisme: Meyakini bahwa semua anak pada dasarnya lahir dalam keadaan baik. Pengaruh dari lingkungan dan pendidikan formal justru berpotensi merusak kebaikan alami tersebut.

Aliran Konvergensi: Merupakan perpaduan antara empirisme dan nativisme. Aliran ini menyatakan bahwa perkembangan individu adalah hasil interaksi antara faktor bawaan atau bakat dan faktor lingkungan.

2.Gerakan Baru dalam Pendidikan
Gerakan ini merupakan respons dan upaya perbaikan terhadap metode pengajaran agar lebih efektif dan relevan.

Pengajaran Alam Sekitar: Mengusulkan agar proses pembelajaran harus terhubung langsung dengan lingkungan serta kehidupan nyata siswa.

Pengajaran Pusat Perhatian: Mendasarkan proses belajar pada minat dan perhatian siswa pada saat itu, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi mereka.

Sekolah Kerja: Sebuah konsep pendidikan yang menekankan pada pengembangan keterampilan praktis siswa agar tidak hanya berguna untuk pengembangan diri tetapi juga untuk kebutuhan masyarakat.

Pengajaran Proyek: Metode pembelajaran di mana siswa secara aktif mendalami masalah atau topik yang kompleks dengan mengerjakan sebuah proyek. Ini memungkinkan pembelajaran yang terintegrasi dari berbagai mata pelajaran.

KESIMPULAN
Video ini menjelaskan beberapa pendekatan dalam pendidikan yang mempengaruhi pertumbuhan manusia. Ada pendekatan empirisme yang mengatakan bahwa manusia lahir seperti kertas kosong dan perkembangan mereka bergantung pada lingkungan sekitar. Pendekatan nativisme menyatakan bahwa sifat manusia sejak lahir sudah ada dan tidak bisa diubah oleh pendidikan. Pendekatan naturalisme bahwa manusia lahir dengan sifat baik, tetapi bisa terpengaruh negatif oleh lingkungan. Pendekatan konvergensi menggabungkan pengaruh bawaan dan lingkungan, menilai bahwa keduanya saling memengaruhi pertumbuhan anak. Video ini juga menguraikan konsep pengajaran modern yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, pengalaman, dan lingkungan anak agar proses belajarnya lebih efektif.

menurut saya kesimpulanya adalah pertumbuhan anak dipengaruhi oleh sifat bawaan dan lingkungan sekitarnya.
Pendidikan yang baik harus disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan anak agar bisa menghasilkan hasil terbaik. Pendidikan bukan hanya soal memberi materi, tetapi juga tentang mendukung potensi anak dan membantu perkembangan mereka secara menyeluruh sesuai dengan bakat dan lingkungannya.