Nama : Delia Puspita
NPM : 2513032053
KAJIAN KASUS-KASUS DIBIDANG PENDIDIKAN
1. BANYAK GURU DIPOLISIKAN
Akhir-akhir ini kita sering mendengar banyak guru yang dipolisikan oleh orang tua siswa. Sebenarnya tindakan yang dilakukan oleh guru adalah untuk mendisiplinkan siswa dengan cara memberi teguran agar siswa dapat tertib. Sebenarnya kasus seperti ini sudah pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Kasus ini terjadi akibat tidak terimanya orang tua siswa terhadap teguran atau tindakan untuk mendisiplinkan yang dilakukan oleh guru. Miris sekali, padahal guru adalah orang tua siswa di sekolah dan memiliki kualifikasi untuk melakukan pendidikan terhadap siswanya. Seharusnya sebagai orang tua, mendukung tindakan pendisiplinan yang dilakukan oleh guru. Kasus seperti ini dapat terjadi diantaranya karena lemahnya ikatan emosional antara sekolah dan orang tua, dan terjadi mispersepsi antara pihak sekolah dengan orang tua. Sebenarnya hukuman adalah bagian yang integral dari pendidikan. Dengan adanya hukuman maka siswa akan mengerti bahwa perbuatan yang dilakukannya tidak benar. Ketika guru memberi hukuman, tujuannya adalah agar siswa mengetahui dan tidak mengulangi kesalahannya. Namun, dari sudut pandang orang tua, mereka menganggap guru tidak suka ataupun tidak sayang pada muridnya karena memberi hukuman sehingga terjadilah misspersepsi antara guru dengan orang tua siswa. Dengan banyaknya fenomena-fenomena yang terjadi, hendaknya guru mengedepankan upaya preventif dalam membina karakter siswa, tidak semata-mata menghukum saja. Jika memang memerlukan hukuman, harus tetap menggunakan pendekatan edukatif
2. TINDAKAN ASUSILA DIKALANGAN PELAJAR
Banyaknya tindakan-tindakan yang melanggar norma asusila dan norma agama yang dilakukan oleh pelajar indonesia saat ini merupakan bagian dari sisi gelap pendidikan di indonesia. Pergaulan bebas, seks bebas dan mudahnya akses terhadap video porno di warnet merupakan bentuk kasus yang terjadi didunia pendidikan indonesia. Tindakan asusila dikalangan pelajar terjadi diantaranya karena kurangnya penanaman dan pemahaman agama pada anak, sehingga anak tidak memiliki kontrol. Kasus seperti ini dapat diatasi atau dicegah dengan cara penguatan kerja sama sekolah, orang tua dan masyarakat dalam mengawasi anak, memperkuat peran keluarga, menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung bakat dan minat siswa sehingga diharapkan anak akan lebih fokus pada kegiatan positif di sekolah dibandingkan dengan kegiatan negatif diluar sekolah.
3. PENYALAHGUNAAN NARKOBA DIKALANGAN PELAJAR DAN MAHASISWA
Kasus ini sangat merugikan masyarakat dan generasi Indonesia. Menggunakan obat terlarang tidak hanya akan merusak masa depan siswa melainkan juga masa depan negara. Karena mereka kelaklah yang akan menjadi generasi negara kita. Data menunjukkan peningkatan penggunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa dari tahun ke tahun. Pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat harus waspada dan jeli melihat persoalan ini. Untuk mengatasinya, sekolah perlu mencanangkan program anti narkoba.
Penting untuk mengenali jenis-jenis narkoba dan ciri-ciri orang yang terkena penyalahgunaan narkoba, agar bisa dilakukan tindakan antisipasi dan penanganan secara dini.
Secara umum, hasil dari materi ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan kini sedang berhadapan dengan berbagai kesulitan yang membutuhkan perhatian mendalam, kolaborasi antar sektor, dan metode yang edukatif, dan tindakan preventif untuk mencegah kasus-kasus didunia pendidikan tersebut agar tidak terulang lagi.