Posts made by Nadia Padilah Zaidah

Landasan Pendidikan PPKn 2025B -> Penugasan

by Nadia Padilah Zaidah -
Nama : Nadia Padilah Zaidah
NPM : 2513032059

Video ini membahas beberapa kasus yang serius yang memengaruhi proses belajar dan aktivitas di sekolah di Indonesia. Kasus pertama adalah ada guru yang dilaporkan ke polisi oleh orang tua siswa. Hal ini terjadi karena orang tua tidak menerima cara guru menghukum anak. Akibatnya membuat para guru merasa gelisah karna kasus ini. Kasus ini terjadi karena dua faktor, yaitu hubungan antara sekolah dan orang tua yang kurang baik serta kesalahpahaman tentang fungsi hukuman . Hukuman yang seharusnya membantu anak belajar dan menjadi lebih baik, justru dianggap sebagai tindakan menyakitkan. Untuk mengatasi masalah kepercayaan ini, guru perlu mengambil langkah-langkah lebih dulu sebelum hukum, seperti memberi nasihat, menyampaikan arahan, dan memberi contoh yang baik . Jika memang harus diberi hukuman, maka hukuman itu harus bersifat pendidikan dan tidak fisik, seperti memberi tugas tambahan atau melibatkan orang tua agar anak merasa malu dan menjadi lebih baik. Di sisi lain, orang tua dan sekolah harus membangun hubungan yang baik dan memiliki pandangan yang sama agar langkah-langkah yang dilakukan guru dalam membimbing perilaku, sikap, dan etika siswa bisa didukung secara penuh.


Kasus selanjutnya adalah perilaku asusila dan seks bebas yang dilakukan pelajar, yang dinilai sebagai bagian gelap dalam dunia pendidikan karena bertentangan dengan nilai agama dan moral. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman dan praktik agama yang membuat siswa tidak punya kendali diri dan tidak takut melakukan dosa .ini sangat lemah di kalangan siswa, maka pendidikan agam ini bukann hanya terpatok pada guru agama. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan peningkatan pemahaman agama sebagai dasar etika, yang menjadi tanggung jawab semua guru, bukan hanya guru agama tetapi semua masyarakat terutama di sekolah. Selain itu, kerja sama yang kuat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk mengawal perilaku anak. Sekolah juga harus menciptakan lingkungan yang mendukung dengan memberikan kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan keagamaan agar anak tidak terlibat dalam kegiatan negatif. Masyarakat juga mempunyai peran di kasus ini masyarakat harus menjadi contoh seperti cara berpakaian. Selanjutnya adalah sekolah harus menyalurkan bakat minat, agar siswa mempunnyai kesibukan dengan hal yang positif sehingga anak tidak mempunyai waktu untuk melakukan hal hal yang negatif


Kasus selanjutnya adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Ini sangat merusak mental dan kepribadian apabila sudah terjerumus ke masalah ini. Data yang ditunjukkan polisi menunjukkan peningkatan kasus ini dari tahun ke tahun dan akan membahayakan masa depan bangsa. Artinya kita belum berhasil untuk menangani kasus ini dapat dilihat dari tahun ke tahun selalu terjadi peningkatan. Oleh karna itu kita harus mengetahui dan peduli terhadap lingkungan kita maka Pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bertindak tegas dan cerdas dengan menerapkan program anti-narkoba di tingkat sekolah dan pelajar. Langkah pencegahan harus dimulai sejak dini dengan mengenali jenis-jenis narkoba, sumbernya, dan ciri-ciri orang yang terpengaruh. Penanganan masalah ini sangat mendesak karena bahaya narkoba tidak hanya merusak anak, tetapi juga mengancam masa depan bangsa secara menyeluruh.

DKPM PPKn 2025B -> Penugasan

by Nadia Padilah Zaidah -
Nama : Nadia Padilah Zaidah
NPM : 2513032059

1. Berikut link Vidio yang saya tonton dan saya analisis : https://youtu.be/Ct-90Q15mrM?si=DGcpgUeCqUJjg4sF

2. Identifikasi dilema moral

- dilemma moral yang dihadapi euis terdapat pada antara kebutuhan pribadi yang mendesak dengan nilai kejujuran dan nilai syukur yang di tanamkan oleh keluarga nya yang selalu di ingatkan oleh abahnya. saat itu euis menemukan sejumlah uang di jalan, disitu ia bingung. Pikiran pertama euis adalah bahwa uang itu dapat menutupi kebutuhannya. Euis berfikir dengan ia mengambil duit tersebut dapat dibelikan baju dan sepatu karna nominal duit tersebut lumayan. Godaan untuk mengambil uang itu dan menyembunyikan penemuannya sangat besar,, mengingat kondisi ekonomi keluarga yang sulit. Disatu sisi, uang itu seolah solusi instan yang dapat menutupi kebutuhannya tanpa membebani abah dan emak. Namun, Tindakan ini bertentangan langsunng dengan nasehat abah yang selalu mengajarkan untuk bersyukur atas apa yang dimilki dan selalu hidup dengan kejujuran, sebuah prinsip yang telah menjadi fondasi nilai keluarga euis.

- dilemma moral yang kedua juga dialami oleh euis, muncul Ketika ia sedang berjualan Ketika ia harus berhadapan dengan reaksi emosional dan Harga dirinya melawan kewajiban etika dan prinsip berjualan. Saat ibu ibu pembeli mengomentari tentang jualan euis yaitu opak yang hangus dan bungkus opak yang sederhana, euis terpancing sekilas untuk membalas ucapan tersebut demi mempertahankan Harga dirinya. Namun, ia dihadpkan pada prinsip moral abah bahwa pelanggan harus tetap harus dilayani walaupun cerewet, sebuah prinsip berjualan yang sangat penting.

3. Menganalisis karakter utama
- Karakter euis termasuk dalam perkembangan moral menurut Kohlberg.Karakter Euis mencerminkan tahap moralitas Konvensional ( level 2 ) dimana mengambil uang dari hasil temuan di jalan dapat menjadi alat untuk meringankan kesulitan ekonomi keluarga dan orientasi "anak baik" dimana nilai nilai kejujuran dan harapan keluarga ( khususnya nasehat abah ) harus diprioritaskan.

- Momen Ketika Abah mengetahui bahwa Euis tidak memenangkan giveaway dan meresponnya dengan bijak. Karakter abah disini termasuk ke dalam tahap operasional formal yaitu tahap tertinnggi Piaget. sebagai orang dewasa, Abah menunjukan kemampuan berfikir abstrak dan deduktif yang matang.

4. Ulasan pesan moral
- Pesan moral yang dapat diambil dari film Keluarga Cemara episode 12 "Jiwa Berharga" adalah bahwa kebahagiaan dan nilai sesungguhnya sebuah keluarga tidak terletak pada harta benda atau pengakuan dari orang lain, tetapi dari, kejujuran, dan cinta yang tulus antaranggota keluarga. dalam cerita ini Euis (seperti keinginan mendapatkan materi dan godaan menemukan uang) dan hikmah bijak dari Abah, episode ini menekankan bahwa setiap individu memiliki "jiwa yang berharga" yang jauh melampaui kekayaan materi, ini mengajarkan kita pentingnya memegang teguh prinsip moral (seperti kejujuran dan kerja keras) meskipun kita berada dalam kondisi kesulitan ekonomi, karna nilai-nilai tersebutlah yang sesungguhnya menjadi pondasi dan warisan terpenting dalam kehidupan.

5. Perbandingan nilai keluarga dan kehidupan nyata

- Film Keluarga Cemara episode "Jiwa Berharga" secara idealis menonjolkan nilai-nilai utama seperti kebersamaan, kejujuran, dan rasa syukur dalam kesederhanaan sebagai inti dari "harta yang paling berharga" di tengah kesulitan finansial yang tidak seimbang di mana Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil tetap saling support mendukung dan optimis. sebaliknya, jika dikaitkan dalam kehidupan nyata, nilai nilai itu sering kalah karna kita terlalu focus dengan urusan masing masing. Alhasil meluangkan Waktu untuk kumpul dengan keluarga lumayan susah dan untuk menjaga kejujuran juga terkadang menjadi sebuuah tantangan. keluarga modern benar benar harus berjuang dan sengaja untuk meluangkan Waktu agar nilai nilai keluarga dapat tetap hidup.
Nama : Nadia Padilah Zaidah
NPM : 2513032059

Pandangan dari vidio yang ditayangkan tadi ialah
Menurut bapak pendidikan kihadjar Dewantara tujuan dari pendidikan adalah *memerdekakan manusia* maksud dari memerdekakan manusia yaitu selamat dan bahagia. Pendidikan harus memerdekakan manusia yang menghasilkan kebahagiaan dan keselamatan.
Diibaratkan dengan akhirat, selamat dari siksa kubur dan bahagia menuju surga. Adapun prinsip dari pendidikan adalah, memajukan diri, memelihara dan menjaga bangsa dan dunia.

Sesuatu yang dapat di wujudkan oleh seorang pendidik adalah :
1. Menuntun Bukan Menuntut
Seorang Pendidik dianjurkan untuk menuntun segala kekuatan kodrat atau potensi yang ada pada peserta didik. Anak diibaratkan benih, pendidik hanya bisa merawat dan memfasilitasi pertumbuhannya, bukan mengubah kodratnya.

2. Menerapkan Sistem Among dan Triloka
Sistem pendidikan yang didasarkan pada cinta dan kasih sayang, dengan prinsip kepemimpinan guru:
Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi teladan):

Ing Madya Mangun Karsa (Harus mendorong motivasi, ide ):

Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan/dukungan)